Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Determinasi Financial Planning dan Financial Stress terhadap Perilaku Peminjaman Ulang di Kalangan Generasi Muda Pengguna P2P Lending: Perspektif Psikologi Keuangan Abdiel Reihan; Ratri Kurniasari; Iis Mariam
Journal of Health, Medical, and Psychological Studies Vol 1 No 1 (2025): August: Sanitas: Journal of Health, Medical, and Psychological Studies
Publisher : CV SCRIPTA INTELEKTUAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study investigates how financial planning and financial stress influence repeated borrowing behaviour among young users of Peer-to-Peer (P2P) lending platforms through a psychological finance perspective. The research aims to measure the impact of individual financial planning and perceived financial stress on continuance intention to borrow among borrowers aged 19–34 in Depok. Data were collected through a cross-sectional survey of 100 purposively selected active P2P borrowers, using multi-item Likert scales to assess each construct. Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) was employed to examine both measurement and structural models. The results demonstrated satisfactory reliability and validity (AVE > 0.50; composite reliability > 0.90) with substantial explanatory power (R² = 0.659). Financial planning exhibited a negative effect (β = −0.416, p < 0.001), while financial stress showed a positive effect (β = 0.470, p < 0.001) on continuance intention to borrow. These findings highlight the dual psychological mechanisms of rational control and emotional pressure driving repeated borrowing, suggesting the need for financial education and stress-coping programs within P2P lending ecosystems.
The Influence of Perceived Benefits and Security of QRIS Use on Behavioral Intentions Risya Zahrotul Firdaus; Yoshua Ardy Putra; Titik Purwinarti; Yulita Tri Haryani; Arizal Putra Pratama; Ridwan Roy Tutupoho; Ratri Kurniasari; Yanita Ella Nilla Chandra
Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan Vol. 12 No. 2 (2024): December (2024)
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jmdk.v12i2.15027

Abstract

The purpose of this study is to find out the development of the use  of Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) as a digital payment method in Indonesia.This study uses the Technology Acceptance Model (TAM) to analyze the acceptance and use of QRIS among users. Data were obtained from literature studies and secondary data related to the development of QRIS in IndonesiaThe findings show that QRIS is well accepted by the general public, especially MSMEs, as a modern, fast, simple, secure, and reliable digital payment method. This is evidenced by a significant increase in the number of users and the value of QRIS transactions in Indonesia.QRIS has become an important part of the digital and financial payment ecosystem in Indonesia.The use of QRIS makes payments easier, faster, and safer for both consumers and business stakeholders, especially MSMEs. Of course, this will support Indonesia's increasingly digitized economy and contribute to the development of the country's digital economy.Further research is needed to explore the long-term impact of the use of QRIS and identify the factors influencing the adoption and use of QRIS in Indonesian society, in line with digitalization trends and changing preferences of business people.The contribution of this research can provide an overview that the use of QRIS as a means of payment can increase the effectiveness and efficiency in the payment system.
Optimalisasi Strategi Marketing Mix 7P dari Perspektif Konsumen: Studi Kasus Industri Wedding Organizer Saputra, Muhamad Fajar; Utomo, Wahyudi; Mariam, Iis; Saputro, Restu Jati; Kurniasari, Ratri
SEMNASTERA (Seminar Nasional Teknologi dan Riset Terapan) Vol 7 (2025)
Publisher : SEMNASTERA (Seminar Nasional Teknologi dan Riset Terapan)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam industri jasa, khususnya bagi pelaku usaha jasa pernikahan, strategi pemasaran merupakan aspek yang sangat penting untuk bertahan dalam pasar yang semakin kompetitif. Bertujuan Studi ini menganalisis secara komprehensif implementasi strategi pemasaran yang digunakan oleh pelaku jasa pernikahan. Fokus studi ini adalah bagaimana perusahaan menerapkan tujuh elemen kunci dari marketing mix untuk meningkatkan pengalaman pelanggan dan meningkatkan penjualan. Pendekatan studi kasus digunakan untuk menganalisis strategi yang diterapkan dalam praktik bisnis. Metode penelitian menggabungkan analisis kualitatif mendalam yang didukung oleh data kuantitatif berdasarkan persepsi konsumen untuk memperoleh pemahaman komprehensif tentang efektivitas setiap elemen bauran pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan telah berhasil mengintegrasikan penawaran produk, strategi harga, saluran distribusi, aktivitas promosi, sumber daya manusia, proses layanan, dan bukti fisik secara konsisten dan berorientasi pada kepuasan pelanggan. Namun, studi ini juga menemukan beberapa aspek yang perlu ditingkatkan, seperti mengoptimalkan penggunaan testimoni pelanggan dalam promosi digital, meningkatkan kenyamanan fasilitas kantor fisik, dan menerapkan program pelatihan terstruktur untuk tim penyelenggara pernikahan. Artikel ini menyoroti pentingnya menyelaraskan strategi pemasaran dengan ekspektasi pelanggan agar tetap relevan di industri jasa yang dinamis. 
Pendampingan UMKM dalam Pemanfaatan Pemasaran Digital untuk Meningkatkan Penjualan di RT 10 Kelurahan Cipedak Triyanto, Irfan Rusydi; Nilla Chandra, Yanita Ella; Pratama, Arizal Putra; Kurniasari, Ratri; Permananingrum, Adilah; Arif Santoso
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 1 (2026): Edisi Januari - April
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v7i1.8477

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam memanfaatkan pemasaran digital sebagai sarana promosi untuk meningkatkan penjualan.  Kebaruan kegiatan ini adalah pada model pengembangan pendampingan pemasaran digital berbasis PAR yang iteratif dan partisipatif, dengan mengintegrasikan prinsip berkelanjutan dan mandiri sebagai konstruksinya. Kegiatan dilaksanakan di Kedai Baba Farm RT 10 Kelurahan Cipedak, Jakarta Selatan, dengan menggunakan metode Participatory Action Research (PAR) agar peserta berperan aktif dalam setiap tahapan kegiatan. Pelatihan dilaksanakan dalam tiga sesi, yaitu (1) tutorial membuat konten digital, (2) pelatihan copywriting untuk menulis caption menarik untuk bisnis. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sebagian besar peserta menyatakan keterampilan mereka meningkat dan bermanfaat bagi usaha yang dijalankan. Pelaku UMKM merasa terbantu dalam memahami pemasaran digital dan lebih percaya diri mengelola media sosial bisnisnya. Kegiatan ini berdampak positif terhadap peningkatan literasi digital dan kemampuan pemasaran pelaku UMKM di wilayah Cipedak
The Role of Creativity, Product Quality, and Innovation in Enhancing MSME Competitive Advantage Yanita Eella Nilla Chandra; Salsabila Farhana Andriani; Imas Chandra Pratiwi; Ratri Kurniasari
Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan Vol. 14 No. 1 (2026): June (2026)
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jmdk.v14i1.17360

Abstract

Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) operating in the food and beverage (F&B) sector in Depok City face increasing competitive pressures in a rapidly evolving market environment. Despite their significant contribution to local economic development, many F&B MSMEs continue to encounter challenges related to limited creativity, inconsistent product quality, and insufficient product innovation, which may constrain the development of sustainable competitive advantage. The aim of this study is to investigate the effects of creativity and product quality on competitive advantage, with product innovation serving as a mediating variable. A quantitative explanatory research design was employed, involving 200 F&B MSMEs owners in Depok City, Indonesia. Data were analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) with SmartPLS 4.0. The findings reveal that both creativity and product quality positively and significantly influence product innovation. Product innovation, in turn, has a significant positive effect on competitive advantage. Furthermore, product innovation mediates the relationship between creativity and competitive advantage, as well as the relationship between product quality and competitive advantage. These findings underscore the critical role of product innovation in translating organizational capabilities into sustainable competitive advantage.
Perbandingan Model Deep Learning dan Transformer untuk Analisis Sentimen Ulasan Aplikasi Tokopedia Restu Jati Saputro; Ratri Kurniasari; Hana Nurdina
Jurnal Kolaborasi Sains dan Ilmu Terapan Vol. 5 No. 1 (2026): Edisi Juli - Agustus In Press
Publisher : Utiliti Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rating bintang pada ulasan aplikasi tidak selalu merepresentasikan polaritas teks. Penelitian ini membandingkan tujuh model machine learning, deep learning, dan Transformer pada 10.071 ulasan Tokopedia berbahasa Indonesia dengan label teks berbasis InSet serta rating sebagai weak-label pembanding. InSet mencakup 9,447 ulasan; label akhir terdiri atas 5,342 negatif, 1,019 netral, dan 3,710 positif. Sebanyak 4,360 label InSet berbeda dari pemetaan rating. Pada lima seed, Linear SVM memperoleh mean macro-F1 tertinggi 0,711 ± 0,000, diikuti Logistic Regression 0,709 ± 0,000. Pada seed 42, bootstrap 95% CI model terbaik adalah [0,680, 0,742], sedangkan perbedaannya dengan runner-up tidak signifikan menurut McNemar-Holm (p=0,5666). Hasil menunjukkan bahwa kesimpulan benchmark sensitif terhadap skema label dan baseline linear tetap kompetitif.
MENGUKUR PROKSI KEPUASAN PENGUNJUNG EVENT DARI FOTO DOKUMENTASI MENGGUNAKAN COMPUTER VISION PADA HOWELL EXPO Restu Jati Saputro; Ratri Kurniasari
Bisnis Event Vol. 7 No. 26 (2026): Jurnal Bisnis Event
Publisher : Program Studi MICE, Jurusan Administrasi Niaga, Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/bev.v7i26.8350

Abstract

Event satisfaction is commonly measured through post-event surveys, yet such instruments are retrospective and vulnerable to memory bias. This study examines whether event documentation photos can be used to construct an auditable satisfaction proxy through computer vision. The workflow combined media inventory, duplicate removal, face quality filtering, face re-detection, face cropping, and smile-based expression proxy scoring. From 1,835 documentation files, 1,739 JPG photos were identified as the main image source. After quality screening, 236 photos were categorized as suitable or moderately suitable for expression analysis. Among them, 178 photos (75.42%) were classified as positive smiling, 56 photos (23.73%) as neutral or non-smiling, and 2 photos failed face re-detection. The average satisfaction proxy score reached 0.653 on a 0-1 scale, indicating that the atmosphere of Howell Expo 2025 was generally positive. The findings suggest that the event was sufficiently successful in creating a positive visitor experience, although the resulting score should be interpreted as an operational proxy rather than a direct measurement of individual emotion.
Strategi Pemasaran Digital Menggunakan Metode SOSTAC untuk Meningkatkan Engagement Rate Akun Instagram @sahabat.petani : [Digital Marketing Strategy Using the SOSTAC Method to Increase the Engagement Rate of Instagram Accounts @sahabat.petani] Muhammad Fernandi; Restu Jati Saputro; Iis Mariam; Ratri Kurniasari
Indonesian Marketing Journal Vol. 5, No. 2, September 2025
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/imj.v5i2.10208

Abstract

This study aims to analyze the digital marketing strategy implemented by the Instagram account @sahabat.petani, managed by PT Pupuk Indonesia (Persero), to increase its engagement rate as a key social media performance indicator. The research employs a descriptive qualitative approach with a case study method, using data obtained through interviews, observations, documentation, and literature review. The strategic analysis is conducted using the SOSTAC framework, which includes Situation, Objectives, Strategy, Tactics, Action, and Control. The findings indicate that the account’s engagement rate is still low, at 0.63%, which is below the industry average. Several contributing factors include the absence of a dedicated social media team, inconsistent content uploads, limited interaction with followers, restricted digital marketing budget, and technical barriers due to location differences between the content team and sources. The proposed strategy involves consistent content scheduling, collaboration with agricultural influencers, and targeted educational campaigns. As a result, the engagement rate improved to 4.17% in May 2025. Based on SWOT analysis and the IE Matrix, the recommended strategy is a growth strategy using the SO (Strength–Opportunity) approach—leveraging internal strengths to seize external opportunities. This strategy has proven effective in increasing the engagement rate and enhancing audience interaction on the @sahabat.petani Instagram account. Abstrak Bahasa Indonesia: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemasaran digital yang diterapkan oleh akun Instagram @sahabat.petani milik PT Pupuk Indonesia (Persero) dalam meningkatkan engagement rate sebagai indikator kinerja media sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan studi kasus, di mana data diperoleh melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi literatur. Analisis strategi dilakukan menggunakan metode SOSTAC yang terdiri dari Situation, Objectives, Strategy, Tactics, Action, dan Control. Hasil penelitian menunjukkan bahwa engagement rate akun masih rendah yaitu 0,63%, di bawah rata-rata industri pupuk. Beberapa faktor utama penyebabnya adalah belum adanya tim khusus media sosial, unggahan konten yang tidak konsisten, kurangnya respons admin terhadap audiens, keterbatasan anggaran digital marketing, serta kendala teknis akibat perbedaan lokasi antara tim dan sumber konten. Strategi yang dirumuskan meliputi penjadwalan konten secara konsisten, kolaborasi dengan influencer, dan kampanye edukatif. Hasilnya, engagement rate meningkat menjadi 4,17% pada bulan mei 2025. Berdasarkan analisis SWOT dan Matriks IE, strategi yang disarankan adalah strategi pertumbuhan (growth strategy) dengan pendekatan SO (Strength–Opportunity), yaitu mengoptimalkan kekuatan internal untuk memanfaatkan peluang eksternal. Strategi ini terbukti efektif meningkatkan engagement rate dan mengoptimalkan interaksi audiens di akun Instagram sahabat.petani.
Pengelolaan Risiko Penurunan Omset Penjualan pada PT Mahottama Aluminium Suryagiri dengan Metode FMEA Wahyu Arif Afandi; Nuria Puspitasari; Riza Hadikusuma; Syamsurizal Syamsurizal; Ratri Kurniasari
Jurnal Inovasi Global Vol. 4 No. 9 (2026): Jurnal Inovasi Global
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jig.v4i9.601

Abstract

PT Mahottama Aluminium Suryagiri mengalami penurunan pendapatan akibat berbagai risiko dalam aktivitas pemasaran dan operasionalnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi risiko yang berkontribusi terhadap penurunan pendapatan penjualan, menentukan prioritas risiko menggunakan metode Failure Mode and Effects Analysis (FMEA), serta mengusulkan strategi perbaikan untuk meminimalkan risiko-risiko tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, Focus Group Discussion (FGD), dokumentasi, dan kuesioner. Analisis yang dilakukan meliputi identifikasi risiko, penilaian kemungkinan dan dampak, analisis diagram Ishikawa, serta FMEA. Hasil penelitian mengidentifikasi 24 risiko yang diklasifikasikan ke dalam lima kategori: risiko pasar, risiko operasional, risiko sumber daya manusia, risiko keuangan, serta risiko sistem informasi dan teknologi. Risiko dengan prioritas tertinggi adalah persaingan harga dari distributor pesaing dan terbatasnya ketersediaan stok akibat sistem konsinyasi ritel. Hasil FMEA menunjukkan bahwa kurangnya pemantauan rutin terhadap stok ritel dan kemampuan penjualan berbasis nilai (value-based selling) yang belum optimal merupakan prioritas utama untuk perbaikan. Perbaikan yang diusulkan mencakup penerapan pemantauan stok ritel dan pelatihan penjualan untuk meningkatkan kompetensi tenaga penjual. Langkah-langkah perbaikan ini diharapkan dapat mengurangi dampak risiko yang teridentifikasi serta meningkatkan pendapatan penjualan perusahaan.
Identifikasi Pemborosan untuk Meningkatkan Efisiensi Proses Pengadaan Barang dan Jasa Menggunakan Metode Value Stream Mapping di PT Xyz Yoshua Ardy Putra; Emmanuella Sipayung; Ratri Kurniasari
Jurnal Kolaborasi Sains dan Ilmu Terapan Vol. 5 No. 1.1 (2026): SPECIAL ISSUE
Publisher : Utiliti Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT XYZ merupakan perusahaan yang bergerak di bidang layanan jasa dan industri yang memiliki unit pengadaan barang dan jasa untuk mendukung kelancaran kegiatan operasional perusahaan. Penelitian terdahulu membuktikan bahwa Value Stream Mapping (VSM) dapat mengidentifikasi pemborosan pada sektor manufaktur secara efektif, tetapi penerapan pada sektor jasa yang didominasi administratif masih terbatas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pemborosan yang menyebabkan keterlambatan proses pengadaan serta Menyusun usulan perbaikan menggunakan pendekatan Value Stream Mapping. Data penelitian diperoleh melalui dokumentasi, wawancara, dan kuesioner terhadap pihak-pihak yang terlibat langsung dalam proses pengadaan. Analisis dilakukan melalui penyusunan Current State Mapping, identifikasi aktivitas menggunakan Process Activity Mapping (PAM), analisis akar penyebab menggunakan Fishbone Diagram, penyusunan usulan perbaikan dengan metode 5W+1H, dan penyusunan Future State Mapping. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi aktual proses pengadaan memiliki lead time sebesar 35.640 menit dengan Process Cycle Efficiency (PCE) sebesar 24%. Pemborosan yang paling dominan adalah waiting (45%) dan overprocessing (29%). Usulan perbaikan berupa penerapan sistem e-procurement, penetapan Service Level Agreement (SLA), peningkatan kompetensi karyawan melalui pelatihan, dan penggunaan checklist dokumen diproyeksikan mampu menurunkan lead time menjadi 23.760 menit dan meningkatkan Process Cycle Efficiency (PCE) menjadi 37%. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa kerangka identifikasi pemborosan pada proses procurement berbasis Value Stream Mapping yang mengintegrasikan Process Activity Mapping, Fishbone Diagram, dan Future State Mapping sehingga dapat menjadi acuan peningkatan efisiensi proses pengadaan pada perusahaan jasa.