Claim Missing Document
Check
Articles

LAYANAN KONSELING KELOMPOK DALAM UPAYA PENCEGAHAN JUDI ONLINE DI KALANGAN SISWA Rifki Sanjaya, Lalu; Syahdana Mz, Khairul Aldi; Fauzan Lbs, M. Zaky; Hasibuan , Uli Makmun
Komprehensif Vol 2 No 1 (2024)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencegahan judi online di kalangan siswa menjadi fokus penting dalam upaya melawan perilaku yang merugikan ini. Layanan konseling kelompok menjadi salah satu praktik yang efektif dalam mengatasi masalah ini dengan memberikan siswa kesempatan untuk membahas dan mengatasi masalah mereka dalam suasana kelompok. Selain itu, teori pembelajaran behavioristik digunakan dalam upaya mengubah perilaku siswa yang cenderung terlibat dalam judi online. Namun, tantangan dalam pemberantasan judi online termasuk munculnya situs atau aplikasi judi online baru dan dilegalkannya perjudian di beberapa negara, yang menghambat penegakan hukum lintas negara. Studi juga menyoroti faktor-faktor seperti tekanan sosial, persepsi tentang peluang menang, dan masalah ekonomi yang memengaruhi perilaku judi online. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis pustaka yang mendalam untuk mengidentifikasi masalah dan mencari solusi yang tepat. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pemerintah dan pendidik dalam mengembangkan program pencegahan judi online di kalangan siswa, termasuk melalui layanan konseling kelompok dan pendidikan moral-agama.
HUBUNGAN GAYA BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK Tiara Ulfa, Saskia; Hasibuan, Uli Makmun; Muslikha, Indis; Ningsih, Riyan
Komprehensif Vol 2 No 1 (2024)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan memiliki peranan penting di dalam kehidupan manusia untuk mencerdaskan bangsa, mengembangkan kemampuan, membentuk pribadi seseorang, dan mengembangkan kualitas sumber daya manusia sesuai perkembangan zaman. Pendidikan juga akan menciptakan generasi baru yang dapat bermanfaat bagi keluarga, masyarakat, nusa, bangsa, dan agama. Untuk mendukung agar pendidikan berjalan dengan baik, seorang guru harus mampu mengidentifikasi dan memahami gaya belajar siswa yang paling cocok untuk siswanya jika mereka ingin belajarnya berjalan dengan baik. Gaya belajar seseorang adalah kombinasi dari bagaimana ia menyerap dan kemudian mengatur serta mengolah informasi. Ada beberapa tipe gaya belajar diantaranya yaitu gaya belajar visual, gaya belajar auditorial dan gaya belajar kinestetik. Setiap siswa memiliki pendekatan pembelajaran yang berbeda, dan setiap siswa cenderung menggunakan pendekatan pembelajaran tertentu selama proses pembelajaran. Bimbingan dan konseling adalah istilah yang mengacu pada proses bantuan atau pertolongan yang diberikan oleh seorang pembimbing (konselor) kepada seseorang (konseli) melalui hubungan timbal balik atau pertemuan tatap muka. Tujuan dari bantuan ini adalah agar konseli dapat memahami dan menemukan masalahnya sendiri.
MENINGKATKAN KESADARAN BELAJAR SISWA MELALUI BIMBINGAN BELAJAR DI SEKOLAH Nurvita Sembiring, Zeani Chi; Makmun Hasibuan, Uli
LOKAKARYA Vol 3, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/lokakarya.v3i2.3708

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran bimbingan belajar dalam meningkatkan kesadaran belajar siswa di sekolah. Kesadaran belajar menjadi kunci penting dalam memperoleh hasil belajar yang optimal. Melalui pendekatan kualitatif dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan studi dokumentasi, data dikumpulkan dari siswa yang mengikuti program bimbingan belajar di sebuah sekolah menengah. Analisis data dilakukan melalui proses kodifikasi dan kategorisasi, yang menghasilkan temuan bahwa bimbingan belajar dapat signifikan meningkatkan kesadaran belajar siswa. Temuan ini menunjukkan bahwa bimbingan belajar tidak hanya memberikan dukungan akademis, tetapi juga membantu siswa memahami cara belajar mereka sendiri, mengenali kekuatan dan kelemahan mereka, serta mengembangkan strategi belajar yang efektif. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya integrasi bimbingan belajar dalam kurikulum sekolah untuk meningkatkan kesadaran belajar siswa dan memperkuat kualitas pendidikan.
PERAN KONSELOR BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM MEMBUKA AKSES PRAKTIK KONSELING Makmun Hasibuan, Uli; Amalia, Diny; Yolanda, Yuke; Pratiwi, Aulia
Jurnal Kualitas pendidikan (JKP) Vol 2 No 2 (2024)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/jkp.v2i2.533

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi peran konselor BK dalam membuka akses terhadap layanan konseling, serta implikasinya dalam membantu individu mengatasi masalah pribadi, sosial, dan akademis. Melalui pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara dengan konselor BK yang berpraktik di berbagai lembaga pendidikan dan masyarakat. Hasil analisis menyoroti peran konselor BK dalam memberikan informasi, mendukung, dan membimbing individu untuk mengakses layanan konseling. Konselor BK berperan sebagai mediator antara individu dan layanan konseling, membantu individu memahami manfaat konseling, menavigasi proses pendaftaran, dan memberikan dukungan selama proses konseling. Selain itu, konselor BK juga berperan sebagai advokat bagi individu yang membutuhkan akses terhadap layanan konseling, memperjuangkan hak-hak mereka dan mengatasi hambatan-hambatan yang mungkin muncul. Dengan pendekatan yang holistik dan berorientasi pada kebutuhan individu, konselor BK membantu memastikan bahwa layanan konseling menjadi lebih inklusif, terjangkau, dan dapat diakses oleh semua orang, tanpa memandang latar belakang, status, atau kebutuhan mereka.Implikasi praktis dari peran konselor BK dalam membuka akses terhadap layanan konseling mencakup peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya konseling, pengembangan program-program pendidikan yang mendukung kesehatan mental dan kesejahteraan, serta peningkatan kolaborasi antara lembaga pendidikan, lembaga kesehatan, dan komunitas dalam menyediakan layanan konseling yang holistik dan terintegrasi.Dengan demikian, peran konselor BK dalam membuka akses terhadap layanan konseling tidak hanya memberikan manfaat bagi individu yang mencari bantuan, tetapi juga memperkuat fondasi kesehatan mental dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.
Efektivitas Bimbingan Kelompok Menggunakan Pendekatan Behavioral Therapy Untuk Meningkatkan Rasa Percaya Diri Pada Remaja Introvert Syahfitri, Wardana; Hasibuan, Uli Makmun; Arista, Nadia; Zakia, Raudatul
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 2, No 4 (2024): Madani, Vol. 2, No. 4 2024
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.11116494

Abstract

This research was taken based on the current number of teenagers who have introverted personalities. This introverted personality is caused by low self- confidence, it is difficult to adapt to the surrounding environment and these teenagers have a high fear of speaking, it is not uncommon for these teenagers to doubt their abilities and always think that they will not be able to do something. This research The aim is to find out the benefits of group guidance, which uses a behavioral therapy approach to increase self-confidence in teenagers who have introverted personalities. The method used is Systematic Literature Review (SLR), namely by combining references from various analytical journals, data using a qualitative meta-synthesis approach, namely a method that identifies and evaluates research results according to research questions, topics or events that are discussed.
Counseling Guidance Profession In Society Nabila, Asyifah; Uli Makmun Hasibuan; Yunissa Aristi Anggraina; Tengku Ananda Fitri Syakinah
EDUCATION JOURNAL OF INDONESIA Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : EDUCATION JOURNAL OF INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/eji.v5i2.4426

Abstract

The purpose of writing this article is to find out how the counseling profession works in society. The method the author uses in this research is the library method or literature study. It is hoped that the title of this article can answer people's questions regarding counseling in society. Specifically regarding the implications of the counseling profession in society, namely that it can be done by providing counseling services that are of the nature of a helping profession or social worker. The result of the discussion of this article is that counseling as a community counseling profession is a concept that underlies the role and function of counselors in today's society. In line with the dynamics of life, the need for guidance and counseling is not only felt in the school environment. Currently, counseling services are being developed in broader settings, namely communities that include families, careers, the elderly and other communities, so counseling in society is really needed.Keyword : Profession, Counseling, Society.
PERAN KONSELOR BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM MEMBUKA AKSES PRAKTIK KONSELING Makmun Hasibuan, Uli; Amalia, Diny; Yolanda, Yuke; Pratiwi, Aulia
Jurnal Kualitas pendidikan (JKP) Vol 2 No 3 (2024)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/jkp.v2i3.1010

Abstract

Peran konselor bimbingan dan konseling (BK) menjadi semakin penting dalam memfasilitasi akses terhadap layanan konseling bagi individu yang membutuhkannya. Dalam masyarakat modern yang kompleks, di mana individu seringkali dihadapkan pada berbagai tantangan dan tekanan, kebutuhan akan dukungan emosional dan konseling menjadi semakin mendesak. Penelitian ini mengeksplorasi peran konselor BK dalam membuka akses terhadap layanan konseling, serta implikasinya dalam membantu individu mengatasi masalah pribadi, sosial, dan akademis.Melalui pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara dengan konselor BK yang berpraktik di berbagai lembaga pendidikan dan masyarakat.Hasil analisis menyoroti peran konselor BK dalam memberikan informasi, mendukung, dan membimbing individu untuk mengakses layanan konseling. Konselor BK berperan sebagai mediator antara individu dan layanan konseling, membantu individu memahami manfaat konseling, menavigasi proses pendaftaran, dan memberikan dukungan selama proses konseling.Selain itu, konselor BK juga berperan sebagai advokat bagi individu yang membutuhkan akses terhadap layanan konseling, memperjuangkan hak-hak mereka dan mengatasi hambatan-hambatan yang mungkin muncul. Dengan pendekatan yang holistik dan berorientasi pada kebutuhan individu, konselor BK membantu memastikan bahwa layanan konseling menjadi lebih inklusif, terjangkau, dan dapat diakses oleh semua orang, tanpa memandang latar belakang, status, atau kebutuhan mereka.Implikasi praktis dari peran konselor BK dalam membuka akses terhadap layanan konseling mencakup peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya konseling, pengembangan program-program pendidikan yang mendukung kesehatan mental dan kesejahteraan, serta peningkatan kolaborasi antara lembaga pendidikan, lembaga kesehatan, dan komunitas dalam menyediakan layanan konseling yang holistik dan terintegrasi.Dengan demikian, peran konselor BK dalam membuka akses terhadap layanan konseling tidak hanya memberikan manfaat bagi individu yang mencari bantuan, tetapi juga memperkuat fondasi kesehatan mental dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.
Gambaran Analisis Inventori Tugas Perkembangan Siswa Sekolah Menengah Atas Uli Makmun Hasibuan; Asbi Asbi
Coution : journal of counseling and education Vol 5 No 1 (2024): Coution
Publisher : Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/coution.v5i1.1802

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dari tugas perkembangan siswa SMA N 13 Medan khususnya pada siswa kelas X E-10 secara detail terhadap pencapaian perkembangan yang ditempuh siswa pada tugas perkembangan masing-masing siswa pada kelas X E-10. Strategi kuantitatif yang menggunakan pendekatan deskriptif digunakan. Populasi penelitian adalah 36 siswa kelas X E-10 di SMA N 13 Medan. Penelitian ini menggunakan pendekatan sampling jenuh, artinya sampel penelitian terdiri dari setiap anggota populasi. Instrumen pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan instrumen Inventori Tugas perkembangan (ITP) yang dinggunakan berupa perangkat lunak ATP version 3.5.6. Temuan penelitian ini menunjukkan tingkat perkembangan kelas X E-10 SMA N 13 Medan berpengaru pada tingkat individualistik dengan rata-rata levels perkembangan 4,67; simpangan baku 0,11; dan koefisien variansi 4,15%. Oleh karena itu, perlu adanya bantuan khusus kepada anak agar siswa dapat memenuhi tugas-tugas perkembangannya, idealnya dengan berkembangnya kematangan emosi dan perilaku ekonomi otonom pada tingkat konformis (Kof).
Implementasi Layanan Bimbingan Klasikal Sebagai Upaya Preventif dan Kuratif Terhadap Kecanduan Game Online pada Siswa SMP Negeri 2 Kuala Elvidayani Elvidayani; Uli Makmun Hasibuan; Putri Syahrani; Lalu Rifki Sanjaya
Al-Tarbiyah : Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Vol. 3 No. 3 (2025): Juli: Al-Tarbiyah: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam
Publisher : STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59059/al-tarbiyah.v3i3.2547

Abstract

This study uses a qualitative method with a descriptive approach to reveal how the implementation of classical guidance services plays a role as a preventive and curative effort against online game addiction in students of SMP Negeri 2 Kuala. The problem of online game addiction has become a phenomenon that disrupts the learning process and social-emotional development of students. In this study, data were collected through observation, in-depth interviews with BK teachers, homeroom teachers, and several students who were indicated to be addicted, as well as documentation of the guidance program being run. The results of the study showed that classical guidance services were able to provide students with an understanding of the negative impacts of online game addiction and raise awareness to manage playing time healthily. Preventive efforts were made through the delivery of material on time management, the consequences of addictive behavior, and strengthening learning motivation. Meanwhile, the curative approach was applied with further counseling for students who had shown symptoms of severe addiction. BK teachers also involved parents in the student recovery process. In conclusion, classical guidance services have a significant role in overcoming online game addiction if implemented systematically and continuously.
Implementasi Schedule Waktu dalam Layanan Klasikal Guna Membentuk Disiplin Waktu Siswa Kelas XI SMA YPK Medan Dara Adiba Latersia Gintin; Uli Makmun Hasibuan; Mey Syandry Khairunnisa; Irna Tri Aulia Harahap
Al-Tarbiyah : Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Vol. 3 No. 3 (2025): Juli: Al-Tarbiyah: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam
Publisher : STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59059/al-tarbiyah.v3i3.2549

Abstract

This study aims to analyze how the implementation of time schedules in classical services can form time discipline in class XI students at SMA YPK Medan. Through a qualitative approach, data were collected using observation, interview, and documentation techniques to gain an in-depth understanding of the process of implementing time schedules. The results of the study indicate that the consistent implementation of time schedules in classical services can increase students’ awareness of the importance of time discipline in learning activities and other school activities. In addition, the involvement of teachers and counselors in providing routine guidance and supervision is a major supporting factor in forming students’ time discipline behavior. Obstacles that arise, such as lack of motivation and supervision from the surrounding environment, can be overcome through collaboration between the school, students, and parents. Thus, the implementation of time schedules in classical services has proven effective in forming time discipline in class XI students at SMA YPK Medan.
Co-Authors Adawiyah, Ardella Adifiya, Alfira Adinda Salsabila Agung Ramadan Agustia, Deva Yuni Aina Salsabila Alfira Adifiya Ali Akbar Riadi Alysa Azzahra Amalia, Diny Amelia Afra Kamilah Anastasya Putri Simatupang Andriani Andriani Anggraini, Pradana Gita Anggun Nazira Wahyuningtias Annisa Annisa Annisyah, Fitry Apriananda, Risty Dwi Aprilia Malika Putri Aprillia Malika Putri Ardella Adawiyah Arfah Ayani Arista, Nadia Arzela Azrina Asbi Asbi Asbi, Asbi Aulia Latifa Aulia Syahrani Raidila Aulia, Permata Dina Auralia, Feby Angel Avanza Fahlevi Zein Ayu Sri Ginanti Azhari, M. Ariq Azli Yani Citra Ramadhani Dania Danuwardi Saifullah Rambe Dara Adiba Latersia Gintin Dela Ananda Deliati Deliti Della Putri Saharani Dhea Nurmaliza Diadra Dewina Alti Dika Madani Dina Aulia, Permata Dini Fidianti Dwi Atika Zahra Dwi Ningsih, Inggit Dwiky Yudha Dharmawan Elsi Audina Elvidayani Elvidayani Elvidayani Elvidayani Elvidayani, Elvidayani Fauzan Lbs, M. Zaky Feby Angel Auralia Halimah Tusadiah Harahap, Irna Tri Aulia Hasibuan, M.Fauzi Inggit Dwi Ningsih Intan Zahra Nasution Irna Tri Aulia Harahap Ismayani Ismayani Ismayani Ismayani Julia Siregar Keysah Ramadian Khairul Aldi Syahdana Mz Khapi Yanti laila Lalu Rifki Sanjaya Liza Handrian M. Ikhwan Habibie M. Zaky Fauzan Lubis Mawaddah Ramadhani Mey Syandry Khairunnisa Mona Luthfia Adira Muhammad Ariq Azhari Muslikha, Indis Mutiara Sri Yuni Nabawi Pradisty Nabila Syahfa B Nabila, Asyifah Nadia Purba Nadilla Anggraini Sari Saragih Nadira Putri Wanda Naia Azzahra Najwa Vania Nayla Syahrani Panjaitan Nazwa Nazwa Nazwa, Nazwa Nobri Ardani Nur Zain Aulia Nurhaida S Nurhalimah Nurhalimah Nurjannah Salsabila Simanungkalit Nurlaila Rahmi Nurlaila Rahmi Nurvita Sembiring, Zeani Chi Pradana Gita Anggraini Pratiwi, Aulia Putri Syahrani Putri, Auzha Amalia Putri, Widya Anggraini Rafifah Annisa Rahmah, Miftah Afifah Ramadan, Agung Reva Lina Aulia Riadi, Ali Akbar Rifki Sanjaya, Lalu Risma Irwanti Riyan Ningsih Rizka Maulia S.Ag. S. Pd. M.Ag, Deliati Saharani, Della Putri Salsabila, Adinda Sarah Raudhatul Aulia Sari, Alvionita Nurmala Sari, Wulan Sembiring, Okia Sari Shovia Anisa Putri Siti Julaika Sri Rezeki Suci Ramadani Surbakti, Wahyu Persadanta Syahdana Mz, Khairul Aldi Syahfitri, Wardana Syifa Thahira Tasya Putri Cahaya Tengku Ananda Fitri Syakinah Tiara Ulfa, Saskia Tisania Antiyadila Valencia Marito Hutabarat Vemila Yulistadrifani Siregar Vemila Yulistadrifani Siregar Visca Agustina Wan Hanis Masfufah Al Widia Pratiwi Wildaniah Mumtazah Sipahutar Wildaniah Mumtazah Sipahutas Yoja, Astya Dwi Yolanda Ayu Kirana Yolanda, Yuke Yunissa Aristi Anggraina Zakia, Raudatul Zea Apila Natasya