Claim Missing Document
Check
Articles

Miskonsepsi Guru Sekolah Dasar Mengenai Pemahaman Pembelajaran Berbasis HOTS Isrokatun Isrokatun; Cucun Sunaengsih; Maulana Maulana; Aah Ahmad Syahid; Dety Amelia Karlina; Popoh Rohaeti
DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik Vol 7, No 3 (2023): December 2023
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jdc.v7i3.78141

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat adakah miskonsepsi di kalangan guru-guru SD di Kabupaten Sumedang terhadap pemahaman tentang pembelajaran berbasis HOTS. Hal ini sebagai tindak lanjut mulai dilaksanakannya Kurikulum Merdeka di wilayah Jawa Barat, Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah survei terhadap guru-guru SD yang berada di wilayah Jawa Barat. Ada 172 sampel guru SD, baik laki-laki maupun perempuan yang mengisi survei, berasal dari Kabupaten Majalengka, Kabupaten Cirebon, Bogor, Tasikmalaya, Kota Bandung, Sumedang, Garut, dan wilayah lainnya di Jawa Barat. Instrumen yang digunakan dalam survei terdiri dari 10 pertanyaan dengan pilihan jawaban benar, salah, dan ragu-ragu, serta 2 pertanyaan terbuka, yang diisi melalui aplikasi Google Form. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Masih terdapat miskonsepsi guru SD terhadap pemahaman tentang pembelajaran HOTS (54,7%); dan 2) Para guru SD masih mengalami miskonsepsi antara pemahaman tentang pembelajaran HOTS dan pemahaman tentang soal-soal HOTS. Hasil penelitian ini merekomendasikan pentingnya diadakan semacam seminar dan workshop, bagaimana mengenalkan konsep pembelajaran berbasis HOTS, serta memberikan pemahaman perbedaan mendasar dengan istilah soal-soal HOTS, sebagai bekal dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka. 
Strategi Komunikasi Antara Guru Dan Orang Tua Dalam Mendukung Keberhasilan Belajar Siswa Gilang Pratama; Aah Ahmad Syahid; Dety Amelia Karlina
Didaktika Dwija Indria Vol 14, No 4 (2026): Didaktika Dwija Indria
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ddi.v14i4.124777

Abstract

Komunikasi antara guru dan orang tua merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan belajar siswa melalui kemitraan antara sekolah dan keluarga. Namun, pelaksanaannya di sekolah dasar masih menghadapi berbagai tantangan, seperti perbedaan respons orang tua dan hambatan dalam proses komunikasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi komunikasi yang diterapkan guru, respons orang tua terhadap komunikasi tersebut, serta hambatan yang dihadapi dalam mendukung keberhasilan belajar siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di SDN Sukaraja I Kabupaten Sumedang. Partisipan penelitian terdiri atas satu guru wali kelas IV-B dan tujuh orang tua siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara semiterstruktur, observasi terhadap komunikasi pada grup WhatsApp kelas, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan strategi komunikasi melalui pembangunan komunikasi sejak awal semester, penyesuaian komunikasi dengan karakteristik orang tua, pemanfaatan WhatsApp sebagai media utama, penentuan waktu penyampaian informasi, dan pemberian umpan balik. Respons orang tua tampak dalam bentuk respons kognitif, afektif, dan perilaku yang mendorong keterlibatan mereka dalam mendampingi belajar anak. Hambatan komunikasi meliputi keterbatasan teknis, keterbatasan waktu, keterbukaan orang tua, dan ketidakmerataan pendampingan belajar di rumah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi komunikasi yang adaptif dan berkelanjutan mampu memperkuat kolaborasi antara guru dan orang tua dalam mendukung keberhasilan belajar siswa.
PENGARUH PERMAINAN BEBENTENGAN TERHADAP HASIL BELAJAR IPAS SISWA KELAS V Regita Dwi Yanti; Nurdinah Hanifa; Dety Amelia Karlina
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 Edisi Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i2.4539

Abstract

Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di sekolah dasar masih menghadapi tantangan berupa rendahnya hasil belajar siswa akibat penggunaan metode ceramah yang kurang melibatkan peserta didik secara aktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh permainan tradisional Bebentengan terhadap hasil belajar IPAS siswa kelas V pada materi Harmoni dalam Ekosistem. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pra-eksperimental jenis One Group Pretest–Posttest Design. Subjek penelitian adalah 29 siswa kelas V SDN Cikasungka 1. Data dikumpulkan melalui tes pilihan ganda sebanyak 20 butir soal yang diberikan pada tahap pre-test dan post-test. Analisis data meliputi statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro–Wilk, dan uji Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan nilai yang signifikan antara pre-test dan post-test. Seluruh siswa mengalami peningkatan hasil belajar (positive ranks = 29), dan hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai Asymp. Sig (2-tailed) sebesar 0.000 < 0.05, sehingga H₁ diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa permainan tradisional Bebentengan berpengaruh signifikan terhadap peningkatan hasil belajar IPAS siswa kelas V.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MEDIA SADYANA DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN MATERI TELADAN MULIA ASMAULHUSNA DI KELAS IV SEKOLAH DASAR Devia Audina; Enjang Yusuf Ali; Dety Amelia Karlina
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 7, No 1 (2026): FEBRUARI
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v7i1.20626

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kejenuhan siswa dalam pelaksanaan pembelajaran PAI. Hal ini menyebabkan kurangnya pemahaman siswa terhadap suatu materi, khususnya mata pelajaran PAI Asmaulhusna. Fakta lapangan ditemukan siswa sering kali merasa bosan dan kurang memahami materi karena kegiatan belajar yang dilakukan dominan menulis dan guru jarang menggunakan media pembelajaran dalam kegiatan mengajarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media sadyana sekaligus mengetahui efektivitas penggunaan terhadap peningkatan pemahaman siswa mengenai materi teladan mulia Asmaulhusna. Penelitian dilakukan dengan menggunakan penelitian quasi eksperimen dengan desaign non-equivalent control group. Sampel penelitian ini melibatkan siswa kelas IV pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol yang berjumlah 60 siswa. Teknik pengumpulan terdiri dari wawancara, angket dan tes tulis. Teknis analisis data dilakukan dengan uji validasi media, uji N-gain untuk melihat peningkatan dan uji t untuk melihat efektivitas dari penggunaan media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media sadyana pada kelompok eksperimen memberikan pengaruh terhadap peningkatan pemahaman siswa dengan memperoleh N-gain sebesar 0.41. Namun jika dibandingkan dengan kelompok kontrol, penggunaan media sadyana dikatakan kurang efektif dalam penerapannya. Dalam hal ini diperlukan penyesuaian pengguna, karakteristik siswa, fasilitas dan metode pembelajaran yang tepat guna memperoleh hasil yang optimal. 
Menumbuhkan Kesadaran Sosial Siswa Sekolah Dasar Melalui Interpretasi Fenomena Sosial di Lingkungan Sekitar Dalam Pembelajaran IPS Mira Heryana Putri; Nurdinah Hanifah; Dety Amelia Karlina
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial Vol. 5 No. 2 (2026): Juli
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/jipsi.v5i2.1986

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi strategi interpretasi fenomena sosial dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), menganalisis perkembangan kesadaran sosial siswa, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pembentukannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus tunggal pada kelas IV SDN Jatisari. Partisipan terdiri atas satu guru kelas dan 13 siswa. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan simpulan dengan bantuan NVivo 12 Plus. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi interpretasi fenomena sosial berlangsung melalui enam tahapan: pengamatan fenomena, identifikasi fakta sosial, pemahaman masalah, analisis penyebab, pemaknaan nilai sosial, serta perumusan sikap dan solusi. Strategi tersebut mendorong munculnya empati, kepedulian sosial, dan tanggung jawab sosial secara bertahap. Faktor pendukung meliputi peran guru, motivasi, lingkungan belajar, diskusi, dan dukungan orang tua, sedangkan hambatannya meliputi rendahnya kepercayaan diri, takut salah, perbedaan kemampuan, pasifnya partisipasi, pengaruh teman sebaya, keterbatasan media, dan waktu pembelajaran. Faktor pendukung meliputi peran guru, motivasi siswa, lingkungan belajar yang kondusif, aktivitas diskusi, dan dukungan orang tua. Sementara itu, faktor penghambat mencakup rendahnya kepercayaan diri, kekhawatiran melakukan kesalahan, perbedaan kemampuan siswa, keterbatasan partisipasi aktif, pengaruh teman sebaya, keterbatasan media pembelajaran, serta alokasi waktu pembelajaran. Temuan ini menunjukkan bahwa strategi interpretasi fenomena sosial berkontribusi terhadap proses pengembangan kesadaran sosial siswa melalui pembelajaran IPS yang kontekstual dan reflektif.
Co-Authors Aah Ahmad Syahid, Aah Ahmad Adilah, Raisya Rahma Adilah, Yuni Nur Aisyah, Dinda Resa Ayu Ali, Enjang Yusup Amaria, Waode Lely Angga, Wahyu Septi Anggraini, Gian Fitria Ani Nur Aeni, Ani Nur Anita Seli Aprilia, Dwina Aryanto, Sani Atep Sujana Aulia, Corry Rahma Aura Zanzabila Zahra Cucun Sunaengsih, Cucun Dadan Djuanda, Dadan Dadan Nugraha Dadang Kurnia, Dadang Damayanti, Nisa Astari Dea Putri Aulia Devia Audina Eka Nurjanah Endang Suhartami Enjang Yusuf Ali Fanny Sumirat Febriani, Winarti Dwi Galih Dani Septiyan Rahayu Ghazia Rahmi Sahid Gilang Pratama Gilar Gardana Ginayah, Rodinatul H Rahman, H Hardiyanti, Harda Ida Handayani, Ida Ilham Permana Indri Deniawati Irawati, Riana Irawati, Riana Isrokatun Isrokatun Julia, J. Juneli, Juni Artha Juni Artha Juneli Karmila P Lamadang Kurnia, Iman Lula Dwi Kemaliah Luthfiah Nur Eka Fauziah Maulana Maulana Maulana Maulana Maulana, Maulana Maulana, M. Maulani, Mita Mira Heryana Putri Muharani, Ruly Watipah Nahdia Rahman, Tiara Hilwia Nisamaulidza, Siti Zulaikha Novianti Nugraha, Bunga Fatmawati Mulya Nur Inayah Nurdinah Hanifa Nurdinah Hanifah Nurrahman, Dennys Shaldy Nursholihat, Khoerunnisa Octavia, Hanifah Pazrin, Lustiana Permana, Ilham Permataningrum, Fazrina Apriliyani Popoh Rohaeti Prana Dwija Iswara, Prana Dwija Priyatin, P. Rahmah, Nur Aulia Rahman Rahman Rahman Rahman Rana Gustian Nugraha Rana Gustian Nugraha, Rana Gustian Ratumanan, Stelie D Regita Dwi Yanti Riga Zahara Nuraini Riyani, Iya Rohaeti, Popon Rosi Rosmiati Saputra, Yudha Munajat Septyani, Natria Setiowati, Aliya Putri Sidqia Nurfadilah Sulastri, Iis Sunarya, Dede Tatang Syifa Aulia Hijriyah Syifa Siti Nurhasanah Tatat Hartati Tifani, Sava Rhama Dina Trivena, Trivena Wibusana, Restu Syahas