Claim Missing Document
Check
Articles

Exploring Lactic Acid Bacteria from Aceh’s Keumamah Fish as Potential Natural Antibiotics to Inhibit Escherichia Coli Periskila Dina Kali Kulla; Zulwanis Zulwanis; Suryani Musa
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 2 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i2.4915

Abstract

Aceh is known for its abundant fishery resources, particularly tuna, which has an annual production of 7,903 tons. However, tuna is highly perishable, necessitating effective preservation methods to maintain its quality. Keumamah fish, a traditional Acehnese dish, is renowned for its dried texture, allowing it to be stored for extended periods and making it a common choice for various events. Objective: This study aims to identify lactic acid bacteria (LAB) present in keumamah fish that contribute to the fermentation process and serve as potential sources of natural antibiotics to inhibit the pathogenic bacteria Escherichia coli. Method: Lactic Acid Bacteria (LAB) isolation was conducted using dilution and inoculation techniques on MRS agar media supplemented with CaCO3. The results indicated that the inhibition zones of the isolated LAB were as follows: isolate IK4 showed an inhibition zone of 9.81 mm, isolate IK5 exhibited 11.3 mm, isolate IK6 had 9.4 mm, and isolate IK9 displayed 10.56 mm. Based on Gram staining and biochemical tests (temperature, pH, and salt tolerance), seven isolates were classified into three genera: Lactobacillus (IK3, IK5, and IK7), Enterococcus (IK4, IK6, and IK9), and Leuconostoc (IK8).
Exploring the Natural Antibacterial Potential: Effectiveness of Leucaena Leucocephala Seed Extract Against Staphylococcus Aureus and Escherichia Coli Yustika Wirda Ningsih; Asmaul Husna; Henny Umaya Fitri; Periskila Dina Kali Kulla; Rulia Meilina; Sitti Dwi Maulina
Indonesian Journal of Global Health Research Vol. 8 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v8i1.413

Abstract

The global rise of antibiotic resistance has encouraged researchers to investigate natural plant-based alternatives. Leucaena leucocephala (lamtoro) seeds contain bioactive compounds such as alkaloids, flavonoids, saponins, and tannins, which are suspected to possess antibacterial activity. This study aimed to assess the inhibitory effect of ethanol extract of Leucaena leucocephala seeds on the growth of Staphylococcus aureus and Escherichia coli. Method: Antibacterial activity was determined using the disc diffusion method on Mueller Hinton Agar. Extract concentrations of 5%, 10%, and 15% were tested. Aquadest served as the negative control, vancomycin (30 μg) as the positive control for S. aureus, and chloramphenicol (30 μg) as the positive control for E. coli. Each treatment was conducted in triplicate, and the inhibition zones were measured using a vernier caliper. The extract demonstrated measurable antibacterial effects on both tested bacteria. The average inhibition zones against S. aureus were 6.17 mm (5%), 6.20 mm (10%), and 6.42 mm (15%), while the positive control vancomycin showed 15.49 mm. For E. coli, inhibition zones were 6.24 mm (5%), 6.26 mm (10%), and 6.44 mm (15%), compared with 21.66 mm for chloramphenicol. The activity of the extract was classified as moderate, and higher concentrations yielded slightly larger zones. Ethanol extract of Leucaena leucocephala seeds exhibits moderate antibacterial potential against both Gram-positive and Gram-negative bacteria.
FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN TRANSDERMAL PATCH DARI EKSTRAK ETANOL BUAH PALA (MYRISTICA FRAGRANS HOUTT.) SEBAGAI PEREDA NYERI Rulia Meilina; Indah Amelia Putri; Periskila Dina Kali Kulla; Fauziah Andika; Ratna Willis; Ismail Ismail; Syafriadi Syafriadi; Ardhana Yulisma; Fitra Alvionida; Yustika Wirda Ningsih
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4839

Abstract

Buah pala merupakan tanaman obat tradisional yang telah lama digunakan. Buah pala memiliki aktivitas sebagai analgesik karena mengandung senyawa flavonoid. Senyawa flavonoid memiliki peran dalam menghambat pembentukan prostaglandin. Rhematoid arthitis merupakan penyakit sendi yang menyebabkan nyeri, menurut WHO penderita penyakit ini telah mencapai 355 juta jiwa dengan penghantaran obat yang dapat mengiritasi lambung, sehingga diberikan alternatif lain dengan penghantaran obat secara transdermal untuk mengurangi first pass effect. Penelitian ini dilakukan untuk memformulasi ekstrak etanol buah pala menjadi sediaan transdermal patch sebagai pereda nyeri. Penelitian dilakukan secara eksperimen laboratorium, ekstrak yang didapat diformulasikan menjadi sediaan patch selanjutnya dilakukan uji evaluasi dan uji efektivitas analgesik. Analisa data dilakukan secara statistik dengan One Way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol buah pala dapat diformulasikan menjadi sediaan transdermal patch yang memiliki efektivitas sebagai pereda nyeri dengan hasil pengujian terhadap hewan coba yaitu mencit yang telah dianalisis secara statistik sehingga diperoleh formulasi F1(10%), F2 (15%), dan F3(20%) memiliki perbedaan efektivitas sebagai pereda nyeri. Formulasi terbaik yaitu formula 3 dengan konsentrasi 20% dengan nilai p-value yaitu 0.000 atau <0.05.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia mangostana L.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus epidermidis Periskila Dina Kali Kulla; Irza Mazinatul Ula; Siti Samaniyah; Eva Rosdiana
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4892

Abstract

Jerawat merupakan masalah kulit kronis yang umum terjadi akibat produksi sebum yang berlebihan dan infeksi bakteri. Manggis (Garcinia mangostana L.) memiliki sifat antibakteri, antioksidan, dan antiradang. Penelitian ini bertujuan untuk memastikan konsentrasi penghambatan terendah (KHM) dan konsentrasi bakterisida minimum (KBM) dari ekstrak etanol kulit manggis (Garcinia mangostana L.) terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis. Berbagai konsentrasi pengenceran, termasuk 5%, 10%, 15%, 20%, dan 25%, digunakan dalam penelitian ini untuk menetapkan KHM dan KBM bakteri Staphylococcus epidermidis. Metode difusi cakram digunakan untuk memeriksa kerentanan mikroorganisme terhadap antibiotik. Kontrol positif adalah 25 µg amoksisilin, sedangkan kontrol negatif adalah air suling. Uji ANOVA digunakan dalam program SPSS untuk memproses data penelitian. 5% merupakan konsentrasi di mana uji Konsentrasi Hambat Minimum (MIC) tercapai. 20% ditemukan sebagai hasil uji konsentrasi bakterisida minimum (MBC). 
AKTIVITAS ANTIBAKTERI DAN KANDUNGAN FITOKIMIA EKSTRAK ETANOL DAUN Lawsonia inermis Linn. TERHADAP Propionibacterium acnes Dan Escherichia coli Siti Samaniyah; Syarifah Asyura; Rulia Meilina; Periskila Dina Kali Kulla
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i2.5448

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Indonesia memiliki kekayaan biodiversitas, termasuk tanaman herbal seperti daun Lawsonia inermis Linn. Biasa di kenal dengan daun pacar kuku, dikenal dalam pengobatan tradisional sifat antibakterinya. Namun, penelitian ilmiah tentang efektivitas daun pacar kuku terhadap bakteri patogen, seperti Propionibacterium acnes dan Escherichia coli, masih terbatas. Bakteri ini dapat menyebabkan infeksi kulit dan pencernaan, yang sering diobati dengan antibiotik, tetapi penggunaan antibiotik berlebihan menyebabkan resistensi. Penelitian ini mengeksplorasi kandungan fitokimia ekstrak etanol daun pacar kuku dalam mengatasi infeksi bakteri sebagai alternatif pengobatan berbasis herbal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kandungan fitokimia dan aktivitas antibakteri parameter Kosentrasi Hambat Minimum (KHM) dari esktrak etanol daun pacar kuku pada variasi kosentrasi terhadap Propionibakterium acnes dan Escherichia coli. Metode penelitian yang digunakan ekperimental laboratorium, . Uji KHM ekstrak daun pacar kuku menggunakan metode dilusi cair kemudian diukur kekeruhan dengan spektrofotometer UV-Vis. Konsentrasi estrak yang digunakan 5%, 30%, 45%, 60%, 85%, ,100% serta Kontrol positif (tetrasiklin 30µg) dan Kontrol negatif DMSO (1%). Hasil penelitian ini menunjukkan ekstrak etanol daun pacar kuku (Lawsonia inermis Linn.) memiliki kemampuan menghambat bakteri Propionibacterium acnes dengan rerata zona 18-24.85mm, sedangkan Escherichia coli rerata zona sekitar 6.21-11.78mm. Nilai KHM pada kosentrasi 6.25-50%. Disimpulkan pada penelitian ini ekstrak daun pacar kuku (Lawsonia inermis Linn.) mempunyai aktivitas antibakteri terhadap Propionibacterium acnes dan Escherichia coli memiliki kemampuan menghambat (KHM) Saran: Ekstrak daun pacar kuku ini berpotensi dikembangkan sebagai sediaan topikal seperti krim atau gel untuk pengobatan jerawat, dan uji klinis diperlukan untuk memastikan keamanan dan efektivitasnya. Penelitian lanjutan dibutuhkan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi senyawa aktif yang berperan dalam aktivitas antibakteri Kata Kunci: Daun Pacar Kuku, Antibakteri, KHM, Propionibacterium acnes, Escherichia coli Abstract Background: Indonesia has a wealth of biodiversity, including herbal plants such as Lawsonia inermis Linn leaves. Commonly known as henna leaves, known in traditional medicine for its antibacterial properties. However, scientific research on the effectiveness of henna leaves against pathogenic bacteria, such as Propionibacterium acnes and Escherichia coli, is still limited. These bacteria can cause skin and digestive infections, which are often treated with antibiotics, but excessive use of antibiotics causes resistance. This study explores the phytochemical content of henna leaf ethanol extract in treating bacterial infections as an alternative herbal-based treatment. The purpose of this study was to determine the phytochemical content and antibacterial activity of the Minimum Inhibitory Concentration (MIC) parameter of henna leaf ethanol extract at various concentrations against Propionibacterium acnes and Escherichia coli. The research method used was a laboratory experiment. The MIC test of henna leaf extract used a liquid dilution method and then measured the turbidity with a UV-Vis spectrophotometer. The extract concentrations used were 5%, 30%, 45%, 60%, 85%, 100%, as well as positive control (tetracycline 30µg) and negative control DMSO (1%). The results of this study indicate that the ethanol extract of henna leaves (Lawsonia inermis Linn.) has the ability to inhibit Propionibacterium acnes bacteria with an average zone of 18-24.85mm, while Escherichia coli has an average zone of around 6.21-11.78mm. The MIC value at a concentration of 6.25-50%. It was concluded in this study that henna leaf extract (Lawsonia inermis Linn.) has antibacterial activity against Propionibacterium acnes and Escherichia coli has the ability to inhibit (MIC). Suggestion: This henna leaf extract has the potential to be developed as a topical preparation such as a cream or gel for the treatment of acne, and clinical trials are needed to ensure its safety and effectiveness. Further research is needed to isolate and identify the active compounds that play a role in antibacterial activity. Keywords: Henna Leaves, Antibacterial, KHM, Propionibacterium acnes, Escherichia coli
MENGENAL DAN MENCEGAH PENULARAN TUBERKULOSIS: EDUKASI KESEHATAN DI LINGKUNGAN MASYARAKAT PUSKESMAS BAITURRAHMAN Siti Samaniyah; Finaul Asyura; Fitria Fitria; Murnia Suri; Syarifah Yanti Astryna; Syarifah Asyura; Kesumawati Kesumawati; Fauziah Andika; Muhammad Naufal; Ida Mukhlisa; Periskila Dina Kali Kulla
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 7 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia. Kurangnya pemahaman masyarakat mengenai cara penularan dan pencegahan TBC menjadi salah satu faktor tingginya penyebaran penyakit ini.Tujuan Kegiatan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran warga mengenai TBC melalui edukasi kesehatan di lingkungan Puskesmas Baiturrahman. Kegiatan dilaksanakan oleh tim dosen dan mahasiswa Universitas Ubudiyah Indonesia (UUI) beserta Apoteker Banda Aceh dengan metode penyuluhan interaktif, diskusi, dan pembagian media informasi edukatif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai gejala, cara penularan, dan langkah pencegahan TBC. Diharapkan kegiatan ini dapat mendorong kesadaran masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan paru-paru serta aktif dalam upaya pencegahan penularan TBC di lingkungan sekitarnya. 
PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI DAN POSYANDU MELALUI DIVERSIFIKASI HERBAL TRADISIONAL MAKJUN UNTUK PENANGANAN PASCA-MELAHIRKAN Mutiawati Mutiawati; Fauziah Andika; Periskila Dina Kali Kulla; Zumaidar Zumaidar; Saudah Saudah
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 7 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Program Mahasiswa Berdampak di Desa Blang Tingkeum, Kabupaten Aceh Besar, bertujuan untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan ekonomi masyarakat melalui diversifikasi tanaman herbal tradisional menjadi produk inovatif Teh Herbal Makjun. Desa yang berada di wilayah dataran tinggi dengan tanah pertanian subur ini memiliki potensi besar dalam budidaya tanaman herbal seperti kunyit (Curcuma longa) dan jahe (Zingiber officinale), namun belum dikelola secara optimal dan bernilai tambah ekonomi. Permasalahan utama mitra meliputi rendahnya kuantitas produksi herbal organik, lemahnya manajemen usaha dan pemasaran, kurangnya pemahaman pelestarian Makjun sebagai warisan budaya Aceh, serta belum terstrukturnya tata kelola usaha herbal. Program ini melibatkan dua mitra sasaran, yaitu kelompok tani “Indatu Agro Tani” dan kelompok Posyandu, yang didampingi secara komprehensif dari hulu hingga hilir melalui pendekatan kolaboratif berbasis riset. Intervensi pada kelompok tani difokuskan pada aspek produksi, manajemen, dan pemasaran, meliputi pelatihan budidaya, penyediaan bibit unggul, penyusunan business plan, penguatan kelembagaan, strategi branding, digital marketing, hingga fasilitasi legalitas usaha (BPOM dan PIRT). Sementara itu, pada kelompok Posyandu, kegiatan diarahkan pada penguatan aspek sosial kemasyarakatan dan manajemen usaha, termasuk pelatihan kesehatan berbasis tanaman obat lokal, produksi herbal Makjun, kampanye edukasi, serta penguatan administrasi dan kepemimpinan organisasi. Metode pelaksanaan menggunakan Project Based Learning (PjBL) dan kolaborasi interdisipliner, dengan tahapan sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi berkelanjutan. Luaran program mencakup karya audio-visual, publikasi media massa, poster edukasi, serta peningkatan keberdayaan mitra dalam aspek produksi, manajemen, pemasaran, dan sosial kemasyarakatan. Program ini diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah ekonomi produk herbal lokal, memperkuat pelestarian Makjun sebagai kearifan lokal Aceh, serta mendorong kemandirian dan keberlanjutan usaha masyarakat Desa Blang Tingkeum.
Co-Authors Akbar, Riski Muna Akmadia, Nur Aldafi, Daevanul Aslam Alfitri Wahyuni Aminuyati Andika, Fauziah Anggraini, Bunge Septiana Ardhana Yulisma Armia Armia Arpaini Bako Asmaul Husna Asmaul Husna Azkia, Hanin Cut Deli Ecie Kesumawati Elda Maisy Rahmi Eva Nadilla Eva Rosdiana Eva Susanna Evi Afriana Fadia Aisya Fajriati, Rafni Faradilla Safitri, Faradilla Fauziah, Nurna Fazlina, Putri Fhonna, Putrya Finaul Asyura Fitra Alvionida Fitria Fitria Fitria Henni Putri Henny Umaya Fitri Herawati Herawati Herawati Herawati Herrani, Retno Hikmah, Naziah Husda, Azkia Husna, Zainatul Ida Mukhlisa Ilhamsyah, Putra Indah Amelia Putri Indah Amelia Putri Irza Mazinatul Ula Ismail Ismail Ismayukha, Noerma Ismiati Ismiati Izzah, Nuril Jumianita, Novida Junaidi Junaidi Kesumawati Kesumawati Kesumawati Kesumawati Kesumawati, Kesumawati Lena Hati Lestari, Soraya Lestari, Widya Maharani, Septia Marniati Marniati Marniati Marniati, Marniati Masthura Sianipar Mastura Sianipar Mauliati, Desria Meilina, Rulia Melda Sofia Muhammad Faisal Muhammad Naufal Muhammad Salman Alfarisi Murnia Suri Mutiawati Mutiawati Mutiawati Mutiawati Nur Maida Nurfatin Nisa Nasri Nurul Hamdi Nurul Wardah Nuzulul Rahmi, Nuzulul Pardi Pardi Pardi Pardi, Pardi Putra Ilhamsyah Putri Kurniawati, Putri Qhamal, Syamsul Rafni Fajriati Rahma Dewi Rahmat Fajri Rahmawati, Rahmawati Rahmi, Elda Maisy Ramadhania, Alya ratna willis Raudhatun Nuzul ZA, Raudhatun Rezeki, Sahbainur Rika Novita Safrizan Safrizan Safrizan, Safrizan Sahbainur Rezeki Sahbainur Rezeki Said Ashlan, Said SAUDAH SAUDAH Saulie, Diffa Aprilydia Sianipar, Mastura Siti Samaniyah Sitti Dwi Maulina Sri Mutia Suri, Murnia Suryani Musa Syafriadi Syafriadi Syarifah Asyura Syarifah Yanti Astrina Syarifah Yanti Astryna Syarifah Yanti Astryna TB, Desita Ria Yusian Yusra Meiduri Yustika Wirda Ningsih Yustika Wirda Ningsih Zulia Ananda Zulwanis Zulwanis Zulwanis, Zulwanis Zumaidar Zumaidar