Claim Missing Document
Check
Articles

GAMBARAN BUDAYA KESELAMATAN PASIEN PADA PERAWAT DI RUMAH SAKIT X. BEKASI TAHUN 2022 Adella Dwi Ayu Ningsih; Ira Marti Ayu; Putri Handayani; Devi Angeliana Kusumaningtiar; Ahmad Irfandi
MOTORIK Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 18 No 2 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/motorik.v18i2.933

Abstract

The implementation of a culture of patient safety is crucial in hospitals so that patients do not experience unwanted or unexpected hazards during hospitalization. Hospital X. Bekasi has a quality unit, but incident reporting at Hospital X. Bekasi is not going well. This illustrates the implementation of a patient safety culture that is not running well. This study aims to look at the culture of patient safety among nurses in RSX. The year 2022 is seen in the 12 dimensions of the culture of patient safety, according to the Association for Health Care and Research Quality (AHRQ). This research uses a cross-sectional design. The population in this study is the nurse who directly serves the patient. A large sample in this study of 90 nurses was taken with total sampling techniques. The instrument used in this study is the Hospital Survey on Patient Safety Culture (HSOPSC), which has 12 dimensions. The results showed average positive responses from 12 dimensions of patient safety culture (62.5%), Higher Expectations and Action in Promoting Patient Safety (53.3%), Learning for Organizational Continuous Improvement (64.8%), Unit Collaboration (57.5%), Open Communication (61.1), Feedback and Communication on Errors (63.2%), Non-Positive Response (79.6%), Staffing (69.4%), Management Support Dimension for Patient Security (92.2%), Inter-Units Cooperation (64.4%), Overall Perception of Patients Safety (50.2%), Incident Reporting Frequency (50.7%) and Incident Reports Frequencies (50.7%). Hospital X. Bekasi is expected to continue and maintain patient safety programs, evaluate the number of existing staff, improve incident reporting motivation, and conduct comprehensive and periodic patient safety culture measurements.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Tidak Aman pada Karyawan Departemen Produksi di PT X Jakarta untari, laras dewi; Kusumaningtiar, Devi Angeliana; Handayan, Putri; Yusvita, Fierdania
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 13 No 2 (2021): JIKM Vol. 13, Edisi 2, Mei 2021
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v13i2.181

Abstract

Abstrak Latar Belakang : Kasus perilaku tidak aman pada divisi produksi PT X Jakarta menyebabkan kecelakaan kerja dengan total 19 kasus dari data tahun 2015-2020. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengethui bebrapa faktor penyebab terkait dengan perilaku tidak aman pada karyawan departemen produksi di PT X Jakarta tahun 2021. Metode : Desain penelitian yang digunakan adalah sectional cross. Populasi penelitian ini adalah karyawan pada divisi produksi PT X Jakarta. Sampel pada penelitian ini berjumlah 45 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner terdiri dari 6 variabel diantaranya adalah perilaku tidak aman, umur, pendidikan, pengetahuan, pelatihan K3 dan pengawasan. pengujian chi square dilakukan untuk melakukan analisis data secara univariat dan bivariat. Hasil : Hasil dari penelitian diketahui bahwa ada hubungan yang kuat antara pendidikan (Pv=0.02), pelatihan (Pv=0.04) dan pengawasan (Pv=0.03) dengan kasus perilaku tidak aman, sedangkan tidak terdapat hubungan antara umur (Pv=0.71) dan pengetahuan (Pv=0.92) dengan kejadian perilaku tidak aman. Kesimpulan : Perusahaan harus dapat mengoptimalkan segala bentuk program K3 yang ada dengan mengatur jadwal pelatihan K3 yanglebih baik lagi dan melakukan peningkatan pengawasan kepada seluruh karyawan terkait kecelakaan kerja yang disebabkan oleh perilaku tidak aman serta memberikan pembinaan yang lebih mendalam lagi terkait pengetahuan perilaku tidak aman. The Factors Associated With Unsafe Behavior in The Production Department Employees at PT X Jakarta Abstract Background : Any case of unsafe behavior in production department PT X Jakarta caused work accidents with a total of 19 cases from 2015 - 2020 data. The purposes of this experiment are to determine factors associated with unsafe behavior in production division employees at PT X Jakarta in 2021. Method : Research design used was sectional cross. Population of this study were employees in the production division of PT X Jakarta. 45 respondents are amounted for Sample in this experiment. Instrument used was a questionnaire consisting of 6 variables, namely unsafe behavior, age, education, knowledge, K3 training and supervision. Chi square test are use to analyzing data with univariat and bivariat method. Result : The results showed that there was a significant correlation between education (Pv = 0.02), training (Pv = 0.04) and supervision (Pv = 0.03) with case of unsafe behavior, while there was no relationship between age (Pv = 0.71) and knowledge (Pv = 0.92) with the case of unsafe behavior. Conclusion : Companies must be able to optimize all forms of existing K3 programs by arranging a better K3 training schedule and increasing supervision of all employees regarding unsafe behavior that can lead to work accidents and providing deeper guidance regarding knowledge of unsafe behavior.
ISPA Pada Balita Di Desa Samba Danum UPTD Puskesmas Tumbang Samba Kecamatan Katingan Tengah Fransisco, Indra; Kusumaningtiar, Devi Angeliana; Ayu, Ira Marti; Irfandi, Ahmad
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 13 No 4 (2021): JIKM Vol. 13, Edisi 4, November 2021
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v13i4.251

Abstract

Abstrak Latar Belakang:Acute Respiratory Infections (ARI) arise due to infection with agents with human to human transmission and symptoms can appear in a short time. Menurut hasil laporan bulanan yang didapatkan dari Puskesmas Tumbang Samba jumlah penderita ISPA pada 2 bulan terakhir mengalami peningkatan dari 22,6% menjadi 30,1%. Berdasarkan kasus yang terjadi pada balita di Puskesmas Tumbang Samba jumlah kunjungan rata-rata pasien ISPA sebanyak 276 balita setiap tahun. Studi ini dilakukan untuk menilai faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan kejadian penyakit ISPA pada balita di Desa Samba Danum Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Tumbang Samba Kecamatan Katingan Tengah Tahun 2021. Metode: Studi cross sectional dilakukan pada Desember 2020 sampai Januari 2021 dengan sampel 165 responden yang dipilih secara puposive sampling. Kuesioner digunakan untuk mengumpulkan variabel umur, status gizi, status imunisasi dan ISPA. Data dianalisis bivariat dengan uji Chi Square. Hasil: Hasil penelitian ini menemukan sebanyak 91 balita (55.2%) mengalami ISPA. Proporsi tertinggi ditemukan pada umur balita (21.8%), balita gizi baik (67.9%), imunisasi tidak lengkap (66,1%). Hasil Chi Square menunjukan terdapat hubungan antara umur dan status imunisasi dengan kejadian ISPA, sedangkan status gizi tidak terdapat hubungan dengan kejadian ISPA. Kata kunci: Kejadian ISPA, Umur, Status Gizi, Status Imunisasi Abstract Background: Acute Respiratory Infection or ARI is a respiratory tract disease caused by infectious agent, and is transmitted from human to human with symptoms usually appearing quickly. According to the results of monthly reports obtained from the Tumbang Samba Public Health Center, the number of patients with ARI in the last 2 months has increased from 22.6% to 30.1%. Based on cases that occurred in toddlers at the Tumbang Samba Health Center, the average number of visits for ARI patients was 276 toddlers every year. This study was conducted to assessed related factors associated with the incidence of ARI in children under five in Samba Danum Village, the Working Area of the UPTD Puskesmas Tumbang Samba, Central Katingan District in 2021. Method:The cross sectional study was conducted from December 2020 to January 2021 with a sample of 165 respondents who were selected by purposive sampling. Questionnaires were used to collect variables of age, nutritional status, immunization status and ARI. Data were analyzed bivariate with Chi Square test. Result:The results of this study found that 91 children under five (55.2%) had ARI. The highest proportion was found at the age of toddlers (21.8%), well-nourished children (67.9%), incomplete immunization (66.1%). Chi Square results show that there is a relationship between age and immunization status with the incidence of ARI, while nutritional status has no relationship with the incidence of ARI. Keywords: ARI, age, nutritional status, immunization status
Studi Observasional Identifikasi Bahaya Kesehatan Kerja pada Pekerja Pengelasan Kapal MV. KAREEM di PT. Samudra Marine Indonesia Tahun 2025 Haikal Rafi Widyadhana; Desyawati Utami; Cut Aliya Keumala Muda; Devi Angeliana Kusumaningtiar
JURNAL RISET RUMPUN ILMU KESEHATAN Vol. 4 No. 3 (2025): Desember : Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrikes.v4i3.6730

Abstract

Welding work on ships carries high risks of health disturbances due to exposure to heat, smoke, chemicals, and poor ergonomic work positions. This study aims to identify potential occupational health hazards among welders working on the MV KAREEM ship at PT. Samudra Marine Indonesia in 2025. The study uses a descriptive observational design with total sampling technique, involving 30 welders. Data were collected through direct observation using observation sheets and documentation in accordance with the welding SOP. The results of the study revealed five categories of health hazards. Physical hazards included excessive heat, noise, and poor lighting. Chemical hazards included welding fumes, metal dust, and toxic gases. Biological hazards arose from exposure to microorganisms in the work environment. Ergonomic hazards were related to awkward posture, prolonged static positions, and manual handling loads. Psychosocial hazards included long working hours, high workload, and conflicts among workers. The findings emphasize that welders are prone to health disturbances due to various risk factors. Preventive measures, including improving the work environment, implementing stricter safety standards, and providing occupational health education, are essential to reduce these risks.
FAKTOR PREDISPOSISI YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERSONAL HIGIENE PADA PENJAMAH DEPOT AIR MINUM ISI ULANG (DAMIU) DI DESA MEKARSARI TAHUN 2024 Zandya, Suci Liqi AA; Kusumaningtiar, Devi Angeliana; Irfandi, Ahmad; Putri, Eka Cempaka
Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2024): Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Mekarsari terletak di Kecamatan Tambun Selatan, Jumlah keseluruhan depot air minum isi ulang yang ada di Desa Mekarsari sebanyak 30 depot air minum isi ulang. Berdasarkan hasil studi yang dilakukan Puskesmas Mekarsari terhadap 15 Penjamah depot air minum isi ulang di wilayah kerja Puskesmas Mekarsari ada 14 Penjamah DAMIU yang tidak menerapkan personal higiene dengan sesuai standar. Berdasarkan pengamatan terhadap 15 karyawan Penjamah depot, terdapat 12 karyawan tidak mencuci tangan sebelum melayani konsumen dan tidak merawat kuku serta kebersihan tangan dan kaki. Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode Cross-Sectional Study atau Studi Potong-Lintang. Populasi dan sampel pada penelitian ini yakni seluruh Penjamah Depot Air Minum Isi Ulang dan Penjamah DAMIU yang ada di wilayah Puskesmas Mekarsari yaitu sebanyak 30 Penjamah DAMIU dengan menggunakan teknik total sampling. Hasil dan Pembahasan : Berdasarkan analisis statistik Uji Chi-square hubungan pengetahuan dengan personal higiene diperoleh p-value = 0,821 dengan ???? = 0,05, hubungan pendidikan dengan personal higiene diperoleh p-value = 0,004 dengan ???? = 0,05, hubungan masa kerja dengan personal higiene diperoleh p-value = 0,026 dengan ???? = 0,05, dan tidak ada hubungan sikap dengan personal higiene diperoleh p-value = 0,058 dengan ???? = 0,05. Kesimpulan : tidak ada hubungan pengetahuan dengan personal higiene, ada hubungan pendidikan dengan personal higiene, ada hubungan masa kerja dengan personal higiene, dan tidak ada hubungan sikap dengan personal higiene. Saran : Bagi Penjamah DAMIU agar dapat meningkatkan pengetahuannya terkait personal hygiene serta sanitasi DAMIU. Cara yang bisa dilakukan adalah dengan mengikuti webinar atau pelatihan yang tersedia di platform digital, atau bisa mengikuti pelatihan terkait personal higiene yang diadakan oleh Dinas Kesehatan setempat. Bagi pemilik atau pengelola DAMIU agar menyediakan sarana untuk menerima kritik dan saran dari pelanggkan atau konsumen.
Co-Authors Ade Heryana Adella Dwi Ayu Ningsih Ahmad Irfandi Ahmad Irfandi Ahmad Irfandi Ahmad Irfandi Aljunita, Intan Andarwulan, Ade Ayu Angkasa , Dudung Aprilita Rina Yanti Eff Ashri Ilmiyati Astuti, Dita Ayu Azizah, Nur Wafiq CSP Wekadigunawan Cut Alia Keumala Muda Cut Aliya Keumala Muda Decy Situngkir Desyawati Utami Desyawati Utami Dudung Angkasa Ega Suryani Erna Veronika Erna Veronika Fadlurrohmansyah Prianto Favianto, M. Rafi Favianto Fithri, Nayla Kamilia Fransisco, Indra Gisely Vionalita Gisely Vionalita Gisely Vionalita Grace Novi Pratiwi H, Harna Haikal Rafi Widyadhana Handayan, Putri Harna, Harna Hernaya, Ade Heryana, Ade Ida Riani Natalis Siringo-Ringo Indawati, Laela Ira Marti Ayu Irfandi, Ahmad Iswidiyaningrum, Preeti Izzatu Millah Izzatu Millah, Izzatu Millah Laras Sitoayu Lusi Endah Yuliani Mahadewi, Erlina Pupitaloka Mario Hiskia Tambunan Mayang Ayu Purborini Mellisa Resmiati Millah, Izzatu Mugi Wahidin Mugi Wahidin Nabila, Anggun Naida Sela Edina Namira Wadjir Sangadji Ni'matul Hidayah, Ummu Rohmah Nirmala, Risantri Novianti, Anugrah Nur Wahidah Nur’Aulia Baharuddin Prasetyo, Daniel Tegar Prita Dhyani Swamilaksita Putri Handayani Putri Handayani PUTRI HANDAYANI Putri, Assyifa Ananda Putri, Eka Cemaka Putri, Eka Cempaka Rini Handayani Rini Handayani Rosita Rosita Rosyanti, Intan Rusdy, Mirta Dwi Rahma Rusdy, Mirta Dwi Rahmah Sa'pang, Mertien Salsabila, Nurul Qalbi Sangadji, Namira Wadjir Santi Fatmawati Shorayasari, Susi Siti Nuraini Sulis Setyowati, Sulis Sulistika, Nevi Suryani, Fitra Taufik Rendi Anggara Teguh Pribadi Adinugroho untari, laras dewi Veronika, Erna Veza Azteria Veza Azteria Veza Azteria Vionalita, Gisely Wahyuni, Yulia Widjaya, Lily Wijaya, M. Rama Yusvita, Fierdania Zahra, Tazkya Zandya, Suci Liqi AA ‘Amiroh, Ayu Nadiyah