Claim Missing Document
Check
Articles

PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG PENTINGNYA KEHADIRAN IBU BAYI BALITA KE POSYANDU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS COT BA’U Asmaul Husna; Fauziah Andika; Nuzulul Rahmi; Faradilla Safitri
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 3, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan kesehatan terpadu (posyandu) adalah suatu bentuk keterpaduan pelayanan kesehatan dan keluarga berencana yang dilaksanakan ditingkat dusun dalam wilayah kerja masing-masing puskesmas. Posyandu adalah suatu forum komunikasi, alih tegnologi dan pelayanan kesehatan masyarakat oleh dan untuk masyarakat yang mempunyai nilai strategis dalam mengembangkan sumber daya manusia sejak dini. Sebagai pusat kegiatan masyarakat, posyandu merupakan forum swadaya masyarakat yang memberikan pelayanan kesehatan sederhana dan keluarga berencana (Effendy, 2008). Menurut Kemenkes RI (2017)  pada  dasarnya semua informasi atau data yang diperlukan untuk pemantauan pertumbuhan balita, bersumber dari data berat badan hasil penimbangan balita bulanan yang diisikan kedalam KMS untuk dinilai naik (N) atau tidaknya (T) berat badan balita terebut.Untuk mengamati pertumbuhan anak usia satu sampai lima tahun, disetiap posyandu diberikan masing-masing satu buku yaitu Buku Kesehatan Ibu dan Anak yang berisi catatan kesehatan ibu (hamil, bersalin, nifas) dan anak bayi (bayi baru lahir, bayi dan anak balita) serta berbagai informasi cara memelihara dan merawat kesehatan ibu dan anak, yang juga berisi kartu menuju sehat. Jumlah posyandu di Indonesia 244.470 posyandu, jumlah kader posyandu 1.133.057 orang kader. Jumlah kader posyandu yang aktif di Indonesia adalah 784.505 orang (69,2%) dan yang kurang aktif adalah 3.435 posyandu (30,8%). Kata kunci : Pentingnya kehadiran ibu balita ke posyandu 
PEMANFAATAN POSYANDU UNTUK PENINGKATAN KESEHATAN BAGI BAYI DAN BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PEUKAN BADA KABUPATEN ACEH BESAR Nuzulul Rahmi; Fauziah Andika; Sumiati Sumiati
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 3, No 1 (2021): APRIL 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Posyandu merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat (UKBM) yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan, guna memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar bagi ibu, bayi dan anak Balita (Kemenkes RI, 2012). Dengan pelaksanaan Posyandu yang efektif dan efisien yang dapat dijangkau masyarakat mampu mengoptimalkan kualitas sumberdaya manusia dengan potensi tumbuh kembang anak secara merata (Kemenkes RI, 2013). Menurut Kemenkes RI (2013), sebanyak 280.225 jumlah posyandu yang tersebar di seluruh Indonesia. Sangat penting ibu ibu membawa bayi dan balitanya ke posyandu sehingga dirasa perlu untuk melaksanakan penyuluhan ini. Penyuluhan kesehatan ini dilakukan pada tanggal 05 Desember 2020 di salah satu Posyandu Wilayah Kerja Puskesmas Peukan Bada dengan dihadiri oleh 30 orang ibu yang memiliki bayi dan balita. Hasil dari penyuluhan ini adalah peserta yang hadir paham akan pentingnya membawa bayi dan balita ke Posyandu setiap bulannya untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan serta mendapatka vitamin dan imunisasi.. Kata kunci : penyuluhan kesehatan posyandu
CEGAH ANEMIA PADA REMAJA PUTRI SEBAGAI DASAR PENURUNAN STUNTING DI SMA NEGERI 1 BAITUSSALAM ACEH BESAR Faradilla Safitri; Fauziah Andika
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 5, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa remaja adalah masa yang penting dalam perjalanan setiap kehidupan manusia. Ketidakcukupan asupan makanan pada remaja akan menimbulkan masalah gizi. Remaja rentan mengalami masalah anemia defisiensi besi gizi utamanya remaja putri. Asupan gizi juga menjadi penyebab stunting, sehingga cara pencegahan stunting adalah pemenuhan gizi sejak 1000 hari pertama kehidupan. Akibat kekurangan gizi ini bersifat permen dan sulit diperbaiki. Risiko meningkatnya masalah anemia pada remaja putri perlu dicegah dengan melakukan penyuluhan mengenai anemia, hal ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman remaja putri akan bahaya dari anemia yang akan berpengaruh pada kualitas generasi bangsa di masa yang akan datang dan sebagai mencegah terjadinya stunting. Penyuluhan kesehatan ini telah dilaksanakan pada tanggal 9 Februari 2023 di SMA Negeri 1 Baitussalam Aceh Besar. Penyelenggaraan penyuluhan kesehatan ini bekerja sama dengan pihak Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Ubudiyah Indonesia dan SMA Negeri 1 Baitussalam Aceh Besar.Kata Kunci : Anemia Remaja, StuntingAdolescence is an important period in the journey of every human life. Inadequate food intake in adolescents will cause nutritional problems. Adolescents are susceptible to the problem of nutritional iron deficiency anemia, especially young women. Nutritional intake is also a cause of stunting, so the way to prevent stunting is to fulfill nutrition since the first 1000 days of life. The consequences of this nutritional deficiency are candy and difficult to correct. The risk of increasing the problem of anemia in young women needs to be prevented by conducting counseling about anemia, this is done to increase the knowledge and understanding of young women about the dangers of anemia which will affect the quality of future generations of the nation and to prevent stunting. This health education was held on February 9 2023 at Baitussalam Aceh Besar 1 Public High School. The implementation of this health counseling is in collaboration with the Directorate of Research and Community Service, University of Ubudiyah Indonesia and SMA Negeri 1 Baitussalam Aceh Besar.Keywords: Adolescent Anemia, Stunting
PENINGKATAN STATUS KESEHATAN REMAJA PUTRI MELALUI PENYULUHAN TENTANG KONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH DI SMAN 9 KOTA BANDA ACEH Nuzulul Rahmi; Fauziah Andika; Alfitri Wahyuni; Nur Afni
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang masih tinggi di Indonesia, khususnya pada remaja putri. Data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022 menunjukkan prevalensi anemia pada remaja putri mencapai 32%. Salah satu upaya pencegahan adalah program pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) yang dilakukan di sekolah. Namun, kepatuhan konsumsi TTD masih rendah, dipengaruhi oleh kurangnya pengetahuan, sikap, serta persepsi remaja terhadap manfaat TTD. Penyuluhan kesehatan dipandang sebagai strategi edukasi yang efektif untuk meningkatkan pemahaman dan motivasi remaja putri dalam mengonsumsi TTD. Penyuluhan kesehatan berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan pengetahuan remaja putri mengenai konsumsi tablet tambah darah terutama jika dilakukan dengan metode yang sesuai dengan karakteristik remaja. Salah satu strategi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kepatuhan konsumsi TTD adalah melalui penyuluhan kesehatan. Penyuluhan memberikan kesempatan bagi remaja putri untuk memperoleh informasi secara langsung, interaktif, dan kontekstual mengenai pentingnya konsumsi TTD, efek samping yang bisa terjadi, serta cara pencegahannya. Tujuan dilakukannya penyuluhan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja putri untuk rutin mengkonsumsi tablet tambah darah agar tidak terjadi anemia. Pelaksanaan kegiatan penyuluhan ini dilakukan pada 2-3 Juni 2025 di SMAN 9 yang hadiri oleh siswi kelas XI yang berjumlah 33 orang. Kegiatan pendidikan kesehatan ini melibatkan peran aktif mahasiswa S1 Ilmu Gizi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ubudiyah Indonesia. Kata kunci : penyuluhan kesehatan, tablet tambah darah.
UBUDIYAH COMMUNITY SERVICE INTERNASTIONAL (UCoSI) BERSAMA UNIMAP GLOBAL OUTREACH PROGRAMME (UnigO) : UPAYA PENINGKATAN PEMAHAMAN TENTANG PENTINGNYA IMUNISASI PADA BAYI DI POSYANDU UPTD JAYA BARU, LAMTEUMEN, BANDA ACEH Marniati Marniati; Sahbainur Rezeki; Fauziah Andika; Rulia Meilina; Asmaul Husna; Periskila Dina Kali Kulla
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 5, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

World Health Organization (WHO) mendata bahwa pada tahun 2019 kasus campak meningkat tiga kali lebih tinggi dai 2018. Sementara itu, data program imunisasi nasional menunjukkan penurunan cakupan vaksinasi, seperti vaksin MR yang menurun 13% antara Januari sampai Maret 2020 jika dibandingkan dengan tahun lalu. Metode pelaksanaan pengabdian ini secara garis besar menggunakan konsep sosialisasi. Solusi          terbaik yang diambil adalah buat target dan tujuan masa depan, cepat melihat peluang, rutin melakukan inovasi, kreatif, dan fokus pada tujuan dengan mengadakan seminar terkait dengan pembahasan peningkatan pengetahuan dan motivasi dalam kepatuhan imunisasi dasar lengkap pada bayi dan balita kegiatan pembekalan.Kata Kunci : imunisasi dasar lengkapThe World Health Organization (WHO) records that in 2019 measles cases increased three times higher than 2018. Meanwhile, national immunization program data shows a decrease in vaccination coverage, such as the MR vaccine which decreased by 13% between January to March 2020 when compared to last year. the method of implementing this service in outline uses the concept of socialization. the best solution taken is to set future targets and goals, quickly see opportunities, learn other people’s success stories, routinely innovate, be creative, and focus on goals by holding seminars related to discussing increasing knowledge and motivation in complete basic immunization compliance in infants and toddles debriefing activities.Keywords : complete basic immunization
PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI PADA BAYI UNTUK PENCEGAHAN MASALAH GIZI DI GAMPONG ALUE DEAH TEUNGOH KECAMATAN MEURAXA KOTA BANDA ACEH Faradilla Safitri; Nuzulul Rahmi; Eva Rosdiana; Fauziah Andika
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 5, No 2 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Makanan pendamping ASI (MP-ASI) merupakan makanan atau minuman yang mengandung zat gizi yang diberikan pada bayi atau anak usia 6-24 bulan guna memenuhi kebutuhan gizi selain ASI. Pemberian MP-ASI yang tepat sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak dan mencegah anak dari masalah gizi. Kenyataan di lapangan masih banyak ibu yang memberikan MP-ASI pada bayinya secara tidak tepat baik dari segi pengolahan makanan dan cara pemberiannya, hal ini dapat berisiko tidak baik bagi bayinya. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk memberikan pendidikan kesehatan (edukasi) tentang MP-ASI dan menumbuhkan kesadaran orangtua bayi dalam ketepatan pemberian MP-ASI untuk mecegah masalah gizi. Media yang digunakan berupa brosur, sedangkan metode yang digunakan secara wawancara. Kesimpulan dalam kegiatan ini yaitu sasaran objek MP-ASI pada bayi 6-12 bulan. Berdasarkan hasil dari kegiatan diatas diharapkan menumbuhkan kesadaran orangtua untuk mengetahui MP-ASI yang tepat. Kata Kunci : MP-ASI, Gizi, Pendidikan KesehatanComplementary breast milk food (MP-ASI) is food or drink containing nutrients given to babies or children aged 6-24 months to meet nutritional needs other than breast milk. Providing proper MP-ASI is very important for children's growth and development and preventing children from nutritional problems. The reality in the field is that there are still many mothers who give MP-ASI to their babies incorrectly, both in terms of food processing and the way it is given, this could pose a risk that is not good for their babies. The aim of this community service is to provide health education (education) about MP- ASI and raise awareness of parents of babies regarding the accuracy of providing MP-ASI to prevent nutritional problems. The media used was brochures, while the method used was interviews. The conclusion in this activity is that the target object is MP-ASI for babies 6- 12 months. Based on the results of the above activities, it is hoped that parents will increase awareness of knowing the right MP-ASI Keywords: MP-ASI, Nutrition, Health Education
EDUKASI TENTANG PEMBERANTASAN PENYAKIT MENULAR PADA SISWA DI SMA NEGERI 5 KOTA BANDA ACEH Fauziah Andika; Ayuni Safira; Nadia Mustina; Marniati Marniati
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 2, No 1 (2020): VOL. 2 NO. 1, APRIL 2020
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak  Penyakit menular adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri, virus, atau parasit yang dapat ditularkan melalui media tertentu. Penyakit menular sering juga disebut penyakit infeksi karena penyakit ini diderita melalui infeksi virus, bakteri, atau parasit yang ditularkan melalui berbagai macam media seperti udara, jarum suntik, transfusi darah, tempat makan atau minum, dan lain sebagainya. Ada beberapa penyakit menular yang sering terjadi di masyarakat yaitu TB Paru, HIV/AIDS, diare, malaria, DBD dan sebagainya. Dari beberapa penyakit tersebut masih ada yang menjadi penyakit terbesar di Indonesia dan dunia salah satunya adalah penyakit TB Paru. Oleh sebab itu, sebaiknya pemerintah lebih giat lagi dalam mencanangkan program dalam pemberantasan penyakit menular. Edukasi yang diberikan ke siswa SMA Negeri 5 bertujuan untuk dapat menambahkan wawasan siswa tentang pemberantasan penyakit menular. Dengan adanya penyuluhan ini, siswa lebih paham dan mengerti penyakit apa saja yang merupakan penyakit menular dan cara pemberantasan penyakit menular.Hal yang harus diperhatikan pihak sekolah adalah memberikan materi tambahan kepada siswa agar lebih membekali dirinya tentang pengetahuan pemberantasan penyakit menular. Keyword : gejala, cara penularan dan Pemberatasan penyakit menular 
PENYULUHAN SADARI PADA REMAJA PUTRI DI MADRASAH ALIYAH DAYAH RUHUL ISLAM ANAK BANGSA KABUPATEN ACEH BESAR Nuzulul Rahmi; Fauziah Andika; Periskila Dina Kali Kulla; Cut Deli; Eva Nadilla; Fadia Aisya; Rika Novita
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 6, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker payudara menjadi salah satu jenis kanker yang berada pada urutan pertama di Asia maupun di Indonesia. Kasus kanker baru di dunia mencapai angka 20 juta kasus, dengan jumlah kematian sebesar 9,7 juta kasus. Dari angka ini, kanker paru memiliki kasus terbanyak (12,4%), diikuti kanker payudara (11,6%), kanker kolorektal (9,6%), kanker prostat (7,3%), dan kanker perut (4,9%). Penderita kanker payudara memulai pengobatan pada stadium lanjut. Kanker payudara bisa diatasi jika penderita mulai mendeteksi dan mengobatinya sejak dini. Upaya dini untuk melakukan skrining kanker payudara adalah dengan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Tujuan penyuluhan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran para remaja putri agar mendeteksi secara dini kanker payudara melalui SADARI. Pelaksanaan kegiatan penyuluhan ini dilakukan 17 November 2023 di Madrasah Aliyah Dayah Ruhul Islam Anak Bangsa Kabuapten Aceh Besar dengan peserta siswi kelas III yang hadir pada hari kegiatan penyuluhan. Kegiatan pendidikan kesehatan ini melibatkan peran aktif mahasiswa Prodi D-III dan S1 Kebidanan Universitas Ubudiyah Indonesia. Setelah dilakukan pendidikan kesehatan dan praktik melakukan SADARI, remaja putri telah dapat melakukan sadari untuk medeteksi dini kanker payudara, dan akan melakukan sadari secara rutin seminggu setelah menstruasi.Kata kunci : Penyuluhan Kesehatan, Kanker Payudara, SADARI Breast cancer is one type of cancer that is in first place in Asia and Indonesia. New cancer cases in the world reached 20 million cases, with a death toll of 9.7 million cases. Of this figure, lung cancer has the most cases (12.4%), followed by breast cancer (11.6%), colorectal cancer (9.6%), prostate cancer (7.3%), and stomach cancer (4, 9%). Breast cancer also occupies the top 5 positions for causes of cancer death. Breast cancer sufferers start treatment at an advanced stage. Breast cancer can be overcome if sufferers start detecting and treating it early. An early effort to screen for breast cancer is with the BSE program or breast self-examination. The aim of this outreach is to increase knowledge and awareness among young women regarding breast cancer which can be detected early through breast self-examination (BSE). This outreach activity was carried out on November 17 2023 at MAS Ruhul Islam Anak Bangsa, Aceh Besar Regency with class III female students attending on the day of the outreach activity. This health education activity involves the active role of D-III and Bachelor of Midwifery Study Program students at Ubudiyah University, Indonesia. After health education and practice of awareness, young women are able to carry out awareness to detect breast cancer early, and will carry out awareness regularly a week after menstruation.Keywords: Health Education, Breast Cancer, BSE
PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG PENTINGNYA PEMBERIAN MP-ASI PADA BAYI 6-12 BULAN DI GAMPONG KAMPONG PUKAT KABUPATEN PIDIE Asmaul Husna; Fauziah Andika; Faradilla Safitri; Nuzulul Rahmi
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 4, No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut World Health Organization (WHO)/United Nations Children’s Fund (UNICEF 2013), lebih dari 50 % kematian anak balita terkait dengan keadaan kurang gizi, dan dua pertiga diantara kematian tersebut terkait dengan praktik pemberian makan yang kurang tepat pada bayi dan anak, seperti tidak dilakukan inisiasi menyusui dini dalam satu jam pertama setelah lahir dan pemberian MP-ASI yang terlalu cepat atau terlambat diberikan. Keadaan ini akan membuat daya tahan tubuh lemah, sering sakit dan gagal tumbuh.(Rivani, 2013). Di Indonesia tahun 2013 hanya 27,5% ibu yang memberikan ASI esklusif danMakanan Pendamping ASI, padahal Kementrian Kesehatan Indonesia sendiri mentargetkan pada tahun 2014 cakupan pemberian ASI dan MP-ASI sebesar 80% (BERITA SATU.com, 2013). Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit di Jawa Timur masih sangat tinggi dari tahun 2011-2012, salah satunya penyakit diare yang kuat dugaan 70% kejadian tersebut dikarenakan kurangnya pengetahuan dan perilaku ibu dalam memperhatikan keamanan serta kebersihan pengolahan makanan pendamping ASI (Siswono, 2012).Kata kunci : Pentingnya Pemberian MP-ASI Pada Bayi 6-12 Bulan According to the World Health Organization (WHO)/United Nations Children's Fund (UNICEF 2013), more than 50% of deaths of children under five are related to malnutrition, and two-thirds of these deaths are related to inappropriate feeding practices for infants and children, such as early initiation of breastfeeding within the first hour after birth and complementary feeding is not carried out too early or too late. This situation will make the immune system weak, often sick and fail to grow (Rivani, 2013). In Indonesia in 2013 only 27.5% of mothers gave exclusive breastfeeding and complementary foods, even though the Indonesian Ministry of Health itself targets that in 2014 the coverage of breastfeeding and complementary feeding is 80% (BERITA SATU.com, 2013). Extraordinary events (KLB) of disease in East Java are still very high from 2011-2012, one of which is diarrhea, which is strongly suspected of 70% of the incidence due to a lack of knowledge and behavior of mothers in paying attention to the safety and cleanliness of processing complementary foods for breast milk (Siswono, 2012).Keywords: The Importance of Complementary Feeding for Babies 6-12 Months
EDUKASI KESEHATAN PENCEGAHAN DINI TENTANG BAHAYA NARKOTIKA PADA SISWA/I SMA NEGERI 1 BAITUSSALAM ACEH BESAR Fauziah Andika; Faradilla Safitri
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 5, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewasa ini penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya atau yang sering disingkat NAPZA sudah sangat merebah luas. Tidak hanya kota-kota besar, namun sudah mewabah ke kota kecil maupun desa di seluruh Indonesia. Kalimat “Indonesia Darurat Narkoba” dalam beberapa tahun terakhir menghiasi pembicaraan masyarakat umum, pejabat dan pemberitaan di media massa. Oleh karena itu sudah seharusnya kita mewaspadai bahaya dan pengaruh terhadap ancaman yang akan merusak generasi muda masa depan negara kita.Kasus NAPZA di dunia ternyata sama hal nya di Indonesia, Badan Narkotika Nasional (BNN) mencatat dimana terdapat tingkat prevelensi pengguna NAPZA di Indonesia untuk tahun 2016 sebanyak 1.359 jiwa, lalu tahun 2017 sebanyak 1.448 jiwa, dan di tahun 2018 semakin tinggi yaitu 1.554 jiwa. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 09 Februari 2023 dengan melakukan edukasi kesehatan di SMA Negeri 1 Baitussalam Aceh Besar dengan jumlah peserta 40 orang siswa SMA Negeri 1 Baitussalam Aceh Besar. Hasil dari kegiatan ini adalah menambah pengetahuan dan wawasan tentang narkotika guna siswa tidak menjadi penyalahgunaan narkotikaKata Kunci : Penyalahgunaan NarkotikaToday abuse of Narcotics, Psychotropics and Addictive Substances or what is often abbreviated as NAPZA has spread widely. No only in big cities, but it has spread to small towns and villages in throughout Indonesia. The phrase "Indonesia is Emergency Drugs" in recent years has graced the discussion of the general public, officials and news in the mass media. Therefore, we should be aware of the dangers and effects of threats that will damage our country's future young generation. Drug cases in the world are the same as in Indonesia, the National Narcotics Agency (BNN) noted that there is a prevalence rate of drug users in Indonesia for the year 2016 as many as 1,359 people, then in 2017 there were 1,448 people, and in 2018 it was even higher, namely 1,554 people. This activity was carried out on February 9 2023 by conducting health education at Baitussalam Aceh Besar 1 Public High School with a total of 40 participants from Baitussalam Aceh Besar 1 Public High School. The result of this activity is to increase knowledge and insight about narcotics so that students do not become abusers of narcoticsKeywords: Drugs Abuse
Co-Authors Afni, Nur' Aja Marjulita Alfitri Wahyuni Alvionida, Fitra Amriansyah, Amriansyah Anwar, Chairanisa Anwar, Charanisa Ardhana Yulisma Aris Maulana Asmaul Husna Asmaul Husna Asnawiyah Asnawiyah Astryna, Syarifah Yanti Asyura, Finaul Ayuni Safira Azimar Azimar Chairanisa Anwar Cut Asiah Cut Deli Darmawan, Heri Dhirah, Ulfa Husna Ecie Kesumawati Eva Nadilla Eva Rosdiana Eva Rosdiana Eva Rosdiana Fadia Aisya Faradilla Safitri Faradilla Safitri, Faradilla Febri Yusnanda Finaul Asyura Fitria Hendri Priatna Herawati Herawati Hidayat, Toni Husda, Azkia Ida Mukhlisa Indah Amelia Putri Intan Saumi Intan Wahyuni Iskandar Iskandar Ismail Ismail Ismail Ismail Juwita, Rini Kesumawati Kesumawati Kesumawati Kesumawati Khairaniswati Khairaniswati Kridawati, Atik Marniati Marniati Marniati Marniati Marniati Marniati, Marniati Meilina, Rulia Mufdalina Mufdalina Muhammad Afrizal Muhammad Naufal Muhammad Yusriza Syahputrai Mukhtar Mukhtar Murnia Suri Mutiawati Mutiawati Nadia Mustina Nia Rayyanis Ningsih, Yustika Winda Ningsih, Yustika Wirda Nur Afriza Nurfatin Nisa Nasri Nurhayati Nurhayati Nurul Anjelini Nuzulul Rahmi, Nuzulul Periskila Dina Kali Kulla Prima Hariyanto Prima Hariyanto, Prima Putri, Indah Amelia Rahmat Akbar Ratna Wilis ratna willis Raudhatun Nuzul ZA, Raudhatun Rezeki, Sahbainur Rika Novita Rizka, Miftahul Rizki, Geubrina Rosdiana, Eva Sahbainur Rezeki Sahbainur Rezeki Sahrina, Meila Sakdah, Nurul SAUDAH SAUDAH Savia, Novita Serianti, Putri Siti Samaniyah Soviawati Soviawati Soviawati, Soviawati Sri Yanti Sumiati Sumiati Sumiati Sumiati Syafriadi Syafriadi Syamsuliani, Syamsuliani Syarifah Asyura Syarifah Yanti Astrina Syarifah Yanti Astryna Syarifah Yanti Astryna TB, Desita Ria Yusian Ulfa Husna Dhirah Wahyuni, Alfitri Willis, Ratna Yulianti Yulianti Yuna Nurliantika Yusnanda, Febri Zein, Gebby Zulia Ananda Zulwanis, Zulwanis Zumaidar Zumaidar