Claim Missing Document
Check
Articles

PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG KESEHATAN MENTAL DAN KESAHATAN REPRODUKSI PADA REMAJA DI MAN 6 ACEH BESAR Asmaul Husna; Fauziah Andika; Ratna Willis
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan mental pada remaja sangat penting di terapkan di lingkungan sekolah sehingga di lingkungan sekolah terjadi interaksi antar sekolah. Siswa dapat berinteraksi dengan teman sebayanya, dengan kakak tingkat, adik tingkat, maupun dengan guru yang mendidik mereka. Seseorang yang mempunyai sehat mental dapat berinteraksi dengan baik di lingkungan sekolah dan sekitarnya. Dalam berinteraksi terkadang terdapat konflik, baik dari lingkungan sesama teman ataupun konflik yang terjadi dalam diri individu tersebut. Konflik yang di alami dapat menyebabkan gangguan pada diri individu sehingga mudah mengalami penyakit mental. Remaja, sebagai pewaris masa depan bangsa, memiliki peran krusial dalam proses pembangunan. Menurut World Health Organization (WHO), remaja adalah penduduk dalam rentang usia 10-19 tahun. Jumlah kelompok usia 10-19 tahun di Indonesia menurut sensus penduduk 2010 sebanyak 43,5 juta atau sekitar 18% dari jumlah penduduk. 
PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI PADA REMAJA DI MAN 5 ACEH BESAR Fauziah Andika; Nuzulul Rahmi; Sahbainur Rezeki; Rulia Meilina; Faradilla Safitri
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 6, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa  remaja  merupakan  masa  yang  dianggap  rawan  dalam kehidupan karena merupakan masa peralihan dari kehidupan anak menjadi kehidupan dewasa  yang  penuh  gejolak.  Pemberian  informasi  masalah  seksual  menjadi  penting terlebih lagi mengingat remaja berada dalam potensi seksual yang aktif. Pendidikan tentang kesehatan reproduksi sangatlah penting bagi remaja dikarenakan, remaja saat ini masih kurang pengetahuan tentang pentingnya kesehatan reproduksi dan kurangnya keingintahuan remaja tentang bahayanya jika seseorang tidak paham dan tidak peduli dengan kesehatan reproduksi. Kurangnya pengetahuan dapat menyebabkan perilaku negative yaitu perilaku seks bebas. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari rabu tanggal 22 November 2023 dengan jumlah peserta 34 orang siswa/I di MAN 5 Aceh Besar. Hasil dari kegiatan ini adalah Pemahaman yang komprehensif tentang kesehatan reproduksi membantu remaja dalam membuat keputusan yang sehat dan bertanggung jawab terkait dengan tubuh dan kehidupan seksual mereka, serta membantu mereka mempersiapkan masa depan yang lebih baik.Kata Kunci: Kesehatan reproduksi, pengetahuan, perilaku Adolescence is a period that is considered vulnerable in life because it is a transition period from child life to turbulent adult life.  Providing information on sexual problems is important especially considering that adolescents are in an active sexual potential. Education about reproductive health is very important for adolescents because, adolescents today still lack knowledge about the importance of reproductive health and lack of curiosity about the dangers if someone does not understand and does not care about reproductive health. Lack of knowledge can lead to negative behavior, namely free sexual behavior. This activity was held on Wednesday, November 22, 2023 with 34 participants at MAN 5 Aceh Besar. The results of this activity are A comprehensive understanding of reproductive health helps adolescents make healthy and responsible decisions related to their bodies and sexual lives, and helps them prepare for a better future.Keywords: Reproductive health, knowledge, behavior
MENINGKATKAN PERAN GENERASI MUDA (MAHASISWA KESEHATAN MASYARAKAT) SEBAGAI LEADER PUBLIC HEALTH Fauziah Andika
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 3, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberhasilan bagi suatu negara dapat dilihat dari kualitas pemuda bangsanya, para pemuda mempunyai peran yang besar bagi setiap perubahan-perubahan yang terjadi dilingkungan masyarakat, terlebih lagi “mahasiswa” yang disebut sebagai “agent of change”. Sesuai sebutannya yaitu sebagai agen perubahan mahasiswa harus berpeperan aktif dalam membantu membangun bangsa ini, banyak hal positif yang dapat dilakukan seperti menghasilkan karya karya ilmiah yang dapat bermanfaat bagi masyarakat, peran aktif dilingkungan masyarakat, menjadi teladan yang baik masyarakat dan hal lain yang bersifat produktif, kegiatan positif tersebut tidak dapat dilakukan tanpa adanya spirit besar yang membangun, maka dari itu mari kepada seluruh pemuda kita bangun dari tidur kita, kita bangun dari sifat kemalasan kita ,agar kita dapat memberi kontribusi yang nyata bagi bangsa ini, bangsa ini butuh kalian hai para pemuda. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 10 April 2021 dengan menggunakan Zoom. Hasil dari kegiatan ini adalah meningkatkan peran generasi muda sebagai leader public health
PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI DAN POSYANDU MELALUI DIVERSIFIKASI HERBAL TRADISIONAL MAKJUN UNTUK PENANGANAN PASCA-MELAHIRKAN Mutiawati Mutiawati; Fauziah Andika; Periskila Dina Kali Kulla; Zumaidar Zumaidar; Saudah Saudah
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Program Mahasiswa Berdampak di Desa Blang Tingkeum, Kabupaten Aceh Besar, bertujuan untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan ekonomi masyarakat melalui diversifikasi tanaman herbal tradisional menjadi produk inovatif Teh Herbal Makjun. Desa yang berada di wilayah dataran tinggi dengan tanah pertanian subur ini memiliki potensi besar dalam budidaya tanaman herbal seperti kunyit (Curcuma longa) dan jahe (Zingiber officinale), namun belum dikelola secara optimal dan bernilai tambah ekonomi. Permasalahan utama mitra meliputi rendahnya kuantitas produksi herbal organik, lemahnya manajemen usaha dan pemasaran, kurangnya pemahaman pelestarian Makjun sebagai warisan budaya Aceh, serta belum terstrukturnya tata kelola usaha herbal. Program ini melibatkan dua mitra sasaran, yaitu kelompok tani “Indatu Agro Tani” dan kelompok Posyandu, yang didampingi secara komprehensif dari hulu hingga hilir melalui pendekatan kolaboratif berbasis riset. Intervensi pada kelompok tani difokuskan pada aspek produksi, manajemen, dan pemasaran, meliputi pelatihan budidaya, penyediaan bibit unggul, penyusunan business plan, penguatan kelembagaan, strategi branding, digital marketing, hingga fasilitasi legalitas usaha (BPOM dan PIRT). Sementara itu, pada kelompok Posyandu, kegiatan diarahkan pada penguatan aspek sosial kemasyarakatan dan manajemen usaha, termasuk pelatihan kesehatan berbasis tanaman obat lokal, produksi herbal Makjun, kampanye edukasi, serta penguatan administrasi dan kepemimpinan organisasi. Metode pelaksanaan menggunakan Project Based Learning (PjBL) dan kolaborasi interdisipliner, dengan tahapan sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi berkelanjutan. Luaran program mencakup karya audio-visual, publikasi media massa, poster edukasi, serta peningkatan keberdayaan mitra dalam aspek produksi, manajemen, pemasaran, dan sosial kemasyarakatan. Program ini diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah ekonomi produk herbal lokal, memperkuat pelestarian Makjun sebagai kearifan lokal Aceh, serta mendorong kemandirian dan keberlanjutan usaha masyarakat Desa Blang Tingkeum.
OPTIMALISASI LAYANAN KESEHATAN REPRODUKSI UNTUK PASANGAN USIA SUBUR MELALUI PENDEKATAN PARTISIPATIF DI DESA IE MASEN ULEE KAREENG KOTA BANDA ACEH Fauziah Andika; Faradilla Safitri; Marniati Marniati; Rulia Meilina
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 6, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasangan usia subur (PUS) dimana pasangan yang harus dapat menjaga kesehatan reproduksi. Pada kondisi normal, pasangan usia subur mudah memperoleh keturunan sehingga memerlukan atau membutuhkan pengaturan kesuburan, perawatan kehamilan dan pengetahuan bersalin yang aman. Beberapa faktor penghambat yang sering ditemukan di antaranya adalah kurangnya pemahaman masyarakat terhadap layanan kesehatan reproduksi, kendala ekonomi, serta minimnya keterlibatan masyarakat dalam program kesehatan yang ada. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari minggu tanggal 15 September 2024 dengan jumlah peserta 30 orang pasangan usia subur. Hasil dari kegiatan ini adalah bahwa peningkatan akses dan kualitas layanan kesehatan reproduksi sangat penting untuk mendukung kesejahteraan pasangan usia subur di desa tersebut Dengan menerapkan pendekatan partisipatif, masyarakat dilibatkan secara aktif dalam perencanaan dan pelaksanaan program, tenaga medis, Ini meningkatkan komunikasi antara masyarakat dan penyedia layanan kesehatan serta membuat lingkungan yang lebih mendukung bagi pasangan usia subur untuk mendapatkan layanan yang mereka butuhkan. Kata Kunci : Layanan Kesehatan reproduksi, Pasangan Usia SuburCouples of childbearing age (PUS) are couples who must be able to maintain reproductive health. Under normal conditions, couples of childbearing age are easy to obtain offspring so they need or require fertility regulation, pregnancy care and safe childbirth knowledge. Some inhibiting factors that are often found include the lack of public understanding of reproductive health services, economic constraints, and the lack of community involvement in existing health programs. This activity was carried out on Sunday, September 15, 2024 with 30 participants of couples of childbearing age. The result of this activity is that improving access and quality of reproductive health services is very important to support the welfare of couples of childbearing age in the village By applying a participatory approach, the community is actively involved in the planning and implementation of the program, medical personnel, It improves communication between the community and health service providers and makes a more supportive environment for couples of childbearing age to get the services they need.Keywords: Reproductive Health Services, Couples of Childbearing Age
EDUKASI KESEHATAN TENTANG CARA MENGATASI OBESITAS PADA REMAJA DI SMAS BABUL MAGFIRAH DI LAM ALU CUT KECAMATAN KUTA BARO KABUPATEN ACEH BESAR Asmaul Husna; Ratna Willis; Fauziah Andika
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 5, No 2 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Riset yang dilakukan oleh Riset Kesehatan Dasar pada tahun 2013 menunjukkan prevelensi untuk obesitas di usia remaja yaitu usia 16 –18 tahun sebesar 1.6% dan di tahun 2018 meningkat menjadi 4%. Negara Indonesia bahkan menempati urutan ke dua setelah Singapura dengan jumlah sebesar 12% remaja mengalami obesitas5.Obesitas ini terjadi karena ketidakseimbangan energi antara kalori yang dikonsumsi dengan kalori yang digunakan oleh tubuh. Ketidakseimbangan ini dapat terjadi karena peningkatan asupan makanan berenergi dengan kandungan lemak yang tinggi dan penurunan aktivitas fisik. Berkurangnya aktivitas fisik yang dilakukan juga berbanding lurus dengan semakin majunya teknologi mengingat di jaman sekarang anak-anak usia remaja lebih mengutamakan screentime dengan menonton TV atau bermasin game dengan gadged, sehingga lebih meningkatkan pola konsumsi makanan dibandingkan dengan aktivitas fisiknya6. Penyuluhan dilakukan dengan topik “Edukasi Kesehatan Tentang Cara Mengatasi Obesitas Pada Remaja Di SMAS Babul Magfirah Di Lam Alu Cut Kecamatan Kuta Baro Kabupaten Aceh Besar. Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat ini mengambil lokasi di Di SMAS Babul Magfirah Di Lam Alu Cut Kecamatan Kuta Baro Kabupaten Aceh Besar. Dengan 40 Siswi. Waktu peaksanaan 1 hari pada tanggal 05 September 2023.Kata kunci : Edukasi Kesehatan Tentang Cara Mengatasi Obesitas Pada RemajaResearch conducted by Basic Health Research in 2013 showed that the prevalence of obesity in adolescents, namely ages 16-18, was 1.6% and in 2018 it increased to 4%. Indonesia even ranks second after Singapore with 12% of teenagers experiencing obesity. This obesity occurs due to an energy imbalance between the calories consumed and the calories used by the body. This imbalance can occur due to increased intake of energy foods with high fat content and decreased physical activity. The reduction in physical activity carried out is also directly proportional to the increasingly advanced technology considering that nowadays teenage children prioritize screen time by watching TV or playing games with gadgets, thus increasing their food consumption patterns compared to their physical activity6. The counseling was carried out with the topic "Health Education on How to Overcome Obesity in Adolescents at Babul Magfirah High School in Lam Alu Cut, Kuta Baro District, Aceh Besar Regency. This community service activity took place at SMAS Babul Magfirah in Lam Alu Cut, Kuta Baro District, Aceh Besar Regency. With 40 female students. Peak time is 1 day on 05 September 2023.Keywords: Health Education about How to Treat Obesity in Adolescents   
EDUKASI PENGGUNAAN KOSMETIK YANG AMAN BAGI REMAJA DI SMK FARMASI CUT MEUTIA BANDA ACEH Rulia Meilina; Sahbainur Rezeki; Fauziah Andika; Siti Samaniyah; Periskila Dina Kali Kulla; Kesumawati Kesumawati; Syarifah Yanti Astryna; Indah Amelia Putri; Ecie Kesumawati; Nurfatin Nisa Nasri
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 6, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian pada masyarakat yang dilakukan bertujuan memberikan edukasi penggunaan kosmetik yang aman bagi remaja kepada siswa-siswi di SMK Farmasi Cut Meutia Kota Banda Aceh. Metode kegiatan pengabdian pada masyarakat  berupa sosialisasi edukasi penggunaan kosmetika pada remaja oleh tim pelaksana kegiatan. Hasil kegiatan sosilisasi ini memberikan pengetahuan kepada peserta tentang bahan kosmetika yang berbahaya dan bagaimana penggunaan kosmetika yang aman bagi remaja. Diharapkan melalui kegiatan ini remaja dapat bijak dalam memilih dan menggunakan kosmetik secara tepat.Kata Kunci: Edukasi, Kosmetika, Remaja.  The community service activities carried out aim to provide training on how to make dishwashing soap using lime to the community in Geudong Village, Delima subdistrict, Pidie Regency. This method of community service activities is a direct demonstration of how to make dishwashing soap from lime extract. As a result of this activity, the community will gain skills in making dishwashing soap using limes and it is hoped that with this skill, the community will be able to produce dishwashing soap and produce dishwashing soap to improve the family economy.Keyword: Education, Cosmetics, Youth.
PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG PENTINGNYA KUNJUNGAN ANTENATAL CARE (ANC) SESUAI STANDAR SELAMA PANDEMI COVID 19 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS IE ALANG KABUPATEN ACEH BESAR Nuzulul Rahmi; Faradilla Safitri; Asmaul Husna; Fauziah Andika
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 3, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakCovid-19 dapat memberikan dampak negatif bagi Kesehatan ibu hamil dalam menjalani kehamilannya dan mempengaruhi kunjungan Antenatal Care (ANC). Cakupan K1 Kabupaten Aceh Besar Tahun 2020 mengalami penurunan akibat dari pandemi Covid-19 sebesar 67,5% dan cakupan K4 sebesar 60% dengan kata lain tidak mencapai target nasional yaitu sebesar 76%. Salah satu Puskesmas yang cakupannya masih rendah yaitu dibawah 85% adalah Puskesmas Ie Alang Kabupaten Aceh Besar. Berdasarkan data yang diperoleh di Puskemas Ie Alang Kabupaten Aceh Besar, tahun 2019 sasaran ibu hamil yaitu 62 orang, untuk cakupan K1 sebesar 92% dan cakupan K4 sebesar 51%. Sasaran ibu hamil tahun 2020 adalah 68 orang, untuk cakupan K1 sebesar 92% dan cakupan K4 sebesar 58% (Profil Kesehatan Puskesmas Ie Alang, 2020). Tujuan pendidikan kesehatan ini adalah peserta mengetahui pentingnya kunjungan ANC selama kehamilan. Pelaksanaan kegiatan penyuluhan ini dilakukan 19 Juni 2021 di Wilayah Kerja Puskesmas Ie Alang. Peserta yang diikutkan dalam kegiatan ini adalah ibu hamil yang berada di wilayah kerja Puskesmas Ie Alang Kabupaten Aceh Besar yang bersedia hadir saat dilakukan penyuluhan yaitu 44 orang. Kegiatan pendidikan kesehatan ini melibatkan peran aktif mahasiswa Prodi D-III dan D-IV Kebidanan Universitas Ubudiyah Indonesia. Kata kunci : ANC, Ibu hamil, pendidikan kesehatan 
PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG PENTINGNYA PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI PADA REMAJA PUTRI DI MAN 5 KABUPATEN ACEH BESAR Nuzulul Rahmi; Fauziah Andika
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 4, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker payudara termasuk jenis kanker yang paling banyak diderita oleh perempuan di Indoneisa. Data dari Kemenkes pada tahun  2020 jumlah kasus baru kanker payudara mencapai 68.858 kasus (16,6%) dari total 396.914 kasus baru kanker di Indonesia. Sementara itu, untuk jumlah kematiannya mencapai lebih dari 22 ribu jiwa kasus. Kanker payudara dapat dideteksi secara dini dengan pemeriksaan payudara sendiri dimulai dari masa remaja hingga telah menjadi wanita dewasa. Tujuan pendidikan kesehatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran para remaja putri mengenai kanker payudara yang bisa terdeteksi secara dini melalui pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Pelaksanaan kegiatan penyuluhan ini dilakukan 04 Maret 2022 di MAN 5 Kabuapten Aceh Besar dengan peserta siswi kelas III yang hadir pada hari kegiatan penyuluhan. Kegiatan pendidikan kesehatan ini melibatkan peran aktif mahasiswa Prodi D-III dan D-IV Kebidanan Universitas Ubudiyah Indonesia. Setelah dilakukan pendidikan kesehatan dan praktik sadari, remaja putri merasa pengetahuannya menjadi lebih bertambah mengenai kanker payudara dan bisa melakukan sadari untuk medeteksi dini kanker payudara, dan akan melakukan sadari secara rutin seminggu setelah menstruasi agar dapat mendeteksi abnormalitas pertumbuhan kelenjar tersebut sehingga dapat segera diobati.Kata kunci : Pendidikan Kesehatan, Kanker Payudara, SADARIBreast cancer is one of the most common types of cancer suffered by women in Indonesia. Data from the Ministry of Health in 2020 the number of new cases of breast cancer reached 68,858 cases (16.6%) out of a total of 396,914 cancer cases in Indonesia. Meanwhile, the number of deaths reached more than 22,000 cases. Breast cancer can be detected early with breast self-examination starting from adolescence to adulthood. The purpose of this health education is to increase the knowledge and awareness of young women about breast cancer that can be detected through breast self-examination (BSE). The extension activities were carried out on March 4, 2022 at MAN 5 Aceh Besar Regency with third grade students who were present on the day of the counseling activity. This health education activity involves the active role of D-III and D-IV Midwifery students at the University of Ubudiyah Indonesia. After carrying out health education and awareness practice, young women feel that their knowledge is increasing about breast cancer and can be aware of early detection of breast cancer, and will be aware regularly after menstruation so that they can become men.Keywords: Health Education, Breast Cancer, BSE
KEGIATAN PENYULUHAN TENTANG CARA MENCUCI TANGAN DENGAN BENAR DI TK AISYIYAH BUSTANUL ATHFAL CEURIH ULEE KAREENG KOTA BANDA ACEH Fauziah Andika; Nia Rayyanis; Intan Wahyuni; Marniati Marniati
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 1, No 2 (2019): VOL, 1, NO. 2, OKTOBER 2019
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak  Anak usia sekolah memiliki kesadaran yang kurang mengenai perilaku cuci tangan pakai sabun yang baik dan benar . Biasanya anak usia sekolah hanya mengerti bahwa cuci tangan yang penting tanganya basah saja, padahal cuci tangan saja atau cuci tangan tidak menggunakan sabun masih meninggalkan kuman atau kurang bersih sehingga belum bisa di katakan cuci tangan yang baik dan benar. Sehingga di butuhkan peran pelaku kesehatan untuk memberikan informasi kepada masyarakat termasuk anak usia sekolah mengenai prilaku cuci tangan pakai sabun agar dapat mewujudkan masyarakat berperilaku hidup bersih sehat. Setelah diberikan penyuluhan, diharapkan agar siswa dapat menjaga kebersihan diri, dimulai dengan mencuci tangan pakai sabun sebelum makan dan sesudah makan serta mencuci tangan pada saat selesai bermain. Kata kunci : Cuci tangan pakai sabun, PHBS
Co-Authors Afni, Nur' Aja Marjulita Alfitri Wahyuni Alvionida, Fitra Amriansyah, Amriansyah Anwar, Chairanisa Anwar, Charanisa Ardhana Yulisma Aris Maulana Asmaul Husna Asmaul Husna Asnawiyah Asnawiyah Astryna, Syarifah Yanti Asyura, Finaul Ayuni Safira Azimar Azimar Chairanisa Anwar Cut Asiah Cut Deli Darmawan, Heri Dhirah, Ulfa Husna Ecie Kesumawati Eva Nadilla Eva Rosdiana Eva Rosdiana Eva Rosdiana Fadia Aisya Faradilla Safitri Faradilla Safitri, Faradilla Febri Yusnanda Finaul Asyura Fitria Hendri Priatna Herawati Herawati Hidayat, Toni Husda, Azkia Ida Mukhlisa Indah Amelia Putri Intan Saumi Intan Wahyuni Iskandar Iskandar Ismail Ismail Ismail Ismail Juwita, Rini Kesumawati Kesumawati Kesumawati Kesumawati Khairaniswati Khairaniswati Kridawati, Atik Marniati Marniati Marniati Marniati Marniati Marniati, Marniati Meilina, Rulia Mufdalina Mufdalina Muhammad Afrizal Muhammad Naufal Muhammad Yusriza Syahputrai Mukhtar Mukhtar Murnia Suri Mutiawati Mutiawati Nadia Mustina Nia Rayyanis Ningsih, Yustika Winda Ningsih, Yustika Wirda Nur Afriza Nurfatin Nisa Nasri Nurhayati Nurhayati Nurul Anjelini Nuzulul Rahmi, Nuzulul Periskila Dina Kali Kulla Prima Hariyanto Prima Hariyanto, Prima Putri, Indah Amelia Rahmat Akbar Ratna Wilis ratna willis Raudhatun Nuzul ZA, Raudhatun Rezeki, Sahbainur Rika Novita Rizka, Miftahul Rizki, Geubrina Rosdiana, Eva Sahbainur Rezeki Sahbainur Rezeki Sahrina, Meila Sakdah, Nurul SAUDAH SAUDAH Savia, Novita Serianti, Putri Siti Samaniyah Soviawati Soviawati Soviawati, Soviawati Sri Yanti Sumiati Sumiati Sumiati Sumiati Syafriadi Syafriadi Syamsuliani, Syamsuliani Syarifah Asyura Syarifah Yanti Astrina Syarifah Yanti Astryna Syarifah Yanti Astryna TB, Desita Ria Yusian Ulfa Husna Dhirah Wahyuni, Alfitri Willis, Ratna Yulianti Yulianti Yuna Nurliantika Yusnanda, Febri Zein, Gebby Zulia Ananda Zulwanis, Zulwanis Zumaidar Zumaidar