Claim Missing Document
Check
Articles

Aktivitas Antibakteri Fraksi Aquades, Diklorometana dan N-Heksana Daun Majapahit (Crescentia cujete L.) terhadap Bakteri Escherichia coli ATCC 25922 Secara In-Vitro Huda, Choirul; Martha, Rahma Diyan; Wulandhari, Niken Desi
Pharmasipha : Pharmaceutical Journal of Islamic Pharmacy Vol. 6 No. 2 (2022): September
Publisher : University Of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/pharmasipha.v6i2.8495

Abstract

Escherichia coli is a gram - negative bacteria which is able to cause infectious diseases in humans, including urina ry tract infections, stomach cramps, and diarrhea. The purpose of this study was to determine the antibacterial activity of the Majapahit leaf fraction and the optimum concentration to inhibit Escherichia coli bacteria. Majapahit leaves were extracted by t he maceration method using 70% ethanol f ollowed by fractionation using aqua dest solvent, dichloromethane, and n - Hexane. Phytochemical screening of Majapahit leaf extract for the content of flavonoids, alkaloids, and saponins. Antibacterial activity test us ing paper disc diffusion method with positive control of chloramphenicol and negative control of 10% DMSO. The results of phytochemical screening of extracts were positive to flavonoid compounds, alkaloids, and saponins. The results of the antibacterial ac tivity test of the Majapahit leaf fraction had an antibacterial activity which was indicated by the presence of a clear zone around the disc. The aqua dest fraction is the most active fraction that can inhibit Escherichia coli bacteria. Based on the data a nalysis that has been carried out, it can be concluded that the use of different types of solvents did not produce significant differences in inhibiting Escherichia coli bacteria.
PENGARUH METODE MASERASI DAN SOXHLETASI TERHADAP KANDUNGAN SENYAWA ANTIOKSIDAN DAUN KEMANGI (Ocimum basilicum L.) MENGGUNAKAN LC-MS Afidatul Muadifah; Dara Pranidya Tilarso; Dita Arindea Tunggal Putri; Rahma Diyan Martha
Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian Vol. 6 (2024): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 6 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daun kemangi (Ocimum basilicum L.) merupakan salah satu tanaman yang memiliki manfaat sebagai antioksidan alami. Pada daun kemangi (Ocimum basilicum L.) memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder seperti saponin, flavonoid, triterpenoid, tanin, dan minyak atsiri. Penelitian ini bertujuan untuk membandingan senyawa pada daun kemangi yang berpotensi sebagai antioksidan berdasarkan variansi metode ekstraksi. Metode ekstraksi yang digunakan yaitu maserasi dan soxhletasi. Analisis senyawa yang ada pada ekstrak daun kemangi menggunakan Liquid Chromatograph Mass Spectrometry (LC-MS). Pada uji aktivitas antioksidan menggunakan DPPH sebagai radikal bebas, dan diukur berdasarkan absorbansi DPPH pada panjang gelombang 515 nm setelah penambahan ekstrak dengan menggunakan spektrofotometer Uv-Vis. Hasil analisis senyawa menggunakan LC-MS menunjukan pada ekstrak daun kemangi menggunakan metode ekstraksi maserasi terdapat 88 senyawa dengan total komposisi 85,08952%, sedangkan pada metode ekstraksi terdapat 102 senyawa dengan total senyawa 89,29597%. Hasil aktivitas antioksidan ekstrak daun kemangi memiliki aktivitas antioksidan kategori kuat, baik menggunakan metode ekstraksi maserasi maupun soxhletasi. Metode ekstraksi soxhletasi memiliki nilai IC50 sebesar 70,909 ppm lebih baik daripada menggunakan metode ekstraksi maserasi yang memiliki nilai 78,794 ppm. Kata kunci: Daun kemangi; Antioksidan; Maserasi; Soxhletasi; Liquid Chromatograph Mass Spectrometry; DPPH
Identifikasi Senyawa Flavonoid Daun Jinten (Plectranthus amboinicus) Menggunakan Liquid Chromatography-Mass Spectrometry (LC-MS) dan Potensinya sebagai Antikanker Secara In-Vitro Martha, Rahma Diyan; Danar, Danar; Safitri, Yunita Diyah; Parbuntari, Hesty
Sainteks Vol 21, No 1 (2024): April
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v21i1.21171

Abstract

Penelitian ini mengungkapkan potensi senyawa flavonoid dalam daun jinten (Plectranthus amboinicus) sebagai agen antikanker. Melalui identifikasi menggunakan Liquid Chromatography-Mass Spectrometry (LC-MS), ditemukan delapan senyawa flavonoid, termasuk Kaempferol 3-(5''-feruloylapioside), Kaempferol 3-(6''-caffeoylglucoside), dan Kaempferol 3-glucosyl-(1 2)-galactosyl-(1 2)-glucoside. Senyawa-senyawa ini telah terbukti memiliki potensi antikanker melalui penelitian sebelumnya. Metode LC-MS dipilih untuk identifikasi senyawa karena memberikan data yang informatif, termasuk informasi tentang massa molekul senyawa yang teridentifikasi. Proses penelitian melibatkan beberapa langkah, mulai dari pembuatan simplisia daun jinten, pembuatan ekstrak melalui maserasi, fraksinasi, hingga identifikasi senyawa menggunakan LC-MS. Temuan ini mengindikasikan bahwa daun jinten memiliki potensi sebagai sumber senyawa antikanker yang bernilai, yang dapat menjadi dasar untuk penelitian lebih lanjut dalam memanfaatkannya dalam terapi kanker.
EDUKASI KIMIA BERBASIS BAHAN ALAM UNTUK KUALITAS HIDUP DESA TANGGUNGGUNUNG TULUNGAGUNG Martha, Rahma Diyan; Danar, Danar; Muadifah, Afidatul; Putri, Amalia Eka; Huda, Choirul; Nurjanah, Mutia Hariani
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v4i2.1605

Abstract

Kesehatan dan kualitas hidup masyarakat desa menjadi fokus utama dalam upaya pembangunan sosial yang berkelanjutan. Artikel ini membahas kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Tanggunggunung dengan tujuan meningkatkan budaya hidup sehat dan kualitas hidup melalui edukasi kimia berbasis bahan alam. Pengabdian Masyarakat diawali dengan mencatat tantangan kesehatan masyarakat desa, terutama dalam akses terhadap informasi dan praktik kesehatan yang tepat. Selain itu, minimnya pemahaman tentang pentingnya menjaga kesehatan dan pemanfaatan sumber daya alam desa juga menjadi perhatian. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian melibatkan penyuluhan, pre-test dan post-test menggunakan kuesioner, serta analisis statistik. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta setelah program edukasi, dengan nilai rerata pengetahuan meningkat dari 72,3% menjadi 83,2%. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian ini menegaskan pentingnya edukasi dan pemberdayaan masyarakat dalam memahami dan menerapkan pengetahuan kimia berbasis bahan alam untuk meningkatkan kualitas hidup. Saran dari penelitian ini adalah pentingnya pengembangan program edukasi yang komprehensif dan berkelanjutan untuk mengatasi tantangan tersebut.
Utilization Analysis of the Ethyl Acetate Fraction of Cumin Leaves (Plectranthus amboinicus) as an Antimicrobial against Staphylococcus aureus using LC-MS Rahma Diyan Martha; Ayu Insa Fajri; Danar Danar; Siti Nurriyatul Kholifah; Hesty Parbuntari
Stannum : Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 6 No 2 (2024): October 2024
Publisher : Department of Chemistry - Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jstk.v6i2.4528

Abstract

The research investigates the antibacterial potential of cumin leaves due to their rich composition of flavonoid compounds, alkaloids, saponins, and tannins. The study's objectives encompass assessing the antibacterial efficacy of cumin leaf's ethyl acetate fraction against Staphylococcus aureus bacteria, identifying the concentration of this fraction yielding the most substantial inhibition zone, and characterizing the compound composition within the fractionated cumin leaf extract. Extraction involved maceration using 96% ethanol and fractionation through water, n-hexane, and ethyl acetate solvents. The ethyl acetate fraction's phytochemical screening affirmed the presence of flavonoids, alkaloids, saponins, and tannins. Liquid chromatography-mass spectrometer (LC-MS) analysis pinpointed the top two peaks as flavonoid compounds. Antibacterial assessments, executed via paper disc diffusion method, employed concentrations of 15%, 20%, and 25% of the ethyl acetate cumin leaf extract against Staphylococcus aureus, each repeated thrice. The 20% concentration exhibited the most substantial inhibition zone, averaging 23.1mm, compared to 16.8mm for 15% and 19.6mm for 25%, indicating its optimal efficacy against S. aureus growth. Statistical analysis employing ANOVA testing underscored the significance of the ethyl acetate cumin leaf fraction's concentration variations on S. aureus, as evidenced by a p-value of 0.00 (below the significance threshold of 0.05). This underscores the impact of the ethyl acetate cumin leaf fraction's concentrations on inhibiting S. aureus growth. The findings shed light on the potential of cumin leaves as a source of antimicrobial agents, with the 20% ethyl acetate fraction exhibiting notable effectiveness, opening avenues for further exploration and applications in antibacterial research.
Identification of Majapahit Leaf Infusion Compounds (Crescentia Cujete L.) with LC-MS and Toxicity Analysis of Artemia Salina Leach Martha, Rahma Diyan; Tilarso, Dara Pranidya; Adisyaningrum, Ega Nurgia
Prosiding Sains Nasional dan Teknologi Vol. 14 No. 1 (2024): Seminar Nasional Sains dan Teknologi 14
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cancer is a disease causes by the growth of cells that are not benign and have the ability to invade and metastasize. One of the plants that has potential as herbal medicine is the Majapahit plant (Crescentia Cujete L.). This research is useful for knowing the content of compound metabolites that have anticancer activities in majapahit leaf infusion used LC-MS, and to knowing the level of acute toxicity (LC50) on majapahit leaf infusion to Artemia Salina Leach with BSLT method. The majapahit leaf extract was obtained using the infusion method by dissolving in distilled water at 90oC for 15 minutes. Toxicity test was carried out on  concentration range of 100, 200, 300, 400, 500, 600, 700, 800, 900, and 1000 ppm which were tested on Artemia Salina Leach during 24 hours. The results of testing the majapahit leaf infusion extract using LC-MS found 3 compounds having the highest concentrations is, Narirutin 4'-glycoside, Kaempferol 3-[6”-(3-hydroxy-3-methylglutaryl)glucoside] and, acacetin 7-rutinoside. The toxicity test of the acute extract of majapahit (Crescentia Cujete L.) leaf infusion using the BSLT method yielded an LC50 value of 792.8664 ppm. From the LC50 value obtained, it can be significant that the extract of majapahit leaf infusion has the potential as an anticancer by being labeled with an acquisition value of LC50 <1000 ppm. 
Identification of Antibacterial Compounds in Methanol Extract of Clove Stems (Syzygium aromaticum) using Liquid Chromatography Mass Spectrometry Yunita Diyah Safitri; Rahma Diyan Martha; Mutia Hariani Nurjanah
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 6 No. 2 (2025): In Progress issue
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v6i2.897

Abstract

Introduction: Clove is well-known as an herbal plant that is also included in the spice group which is known to have an antibacterial activity spread across the stems, leaves, and flowers. Objectives: The purpose of this study was to identify the antibacterial compounds that are found in the methanol extract of clove stems and the antibacterial activity of clove stem extract against Bacillus cereus. Methods: We used Liquid Chromatography Mass Spectrometry (LC-MS) method to identify the antibacterial compounds, and used the paper disc method (Kirby Bauer) for antibacterial test with clove stem extract concentrations of 30%, 50%, and 70%, positive control of Amoxicillin at a dose of 0.5 mg/ml, also a negative control of sterile aquadest. Results: The results showed four antibacterial compounds in the extract, namely (+)-Licarin A, 4-O-Caffeoylquinic acid_1, Eckol, and Leucodelphinidin. Methanol extract of clove stems at the concentrations of 30%, 50%, and 70% inhibited the growth of Bacillus cereus significantly (p <0.05). The concentration of 30% was categorized as quite sensitive, meanwhile, both 50% and 70% were categorized as sensitive. Conclusions: In conclusion, four compounds with antibacterial properties were found in the methanol extract of clove stems based on LCMS analysis, and supported by the results of antibacterial tests which showed the formation of an inhibition zone in the clove stem extract against the growth of Bacillus cereus.
Deteksi dan Identifikasi Senyawa Flavonoid Ekstrak Etanol Kulit Batang Tanaman Majapahit (Crescentia cujete) dengan LCMS Fatimah, Fatimah; Martha, Rahma Diyan; Kusumawati, Asmarani
CHEESA: Chemical Engineering Research Articles Vol. 3 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/cheesa.v3i2.7688.88-98

Abstract

Tanaman Majapahit (Crescentia cujete) merupakan salah satu tanaman yang banyak tersebar di Indonesia. Namun, tanaman ini kurang mendapatkan perhatian, karena kurangnya informasi mengenai potensi tanaman tersebut. Flavonoid merupakan salah satu kelompok senyawa terbesar yang terdapat pada tanaman yang memiliki beberapa fungsi farmakologis dan medisinal, salah satunya anti kanker. Dalam penelitian ini, dilakukan deteksi dan identifikasi senyawa flavonoid pada ekstrak etanol kulit batang tanaman majapahit menggunakan LCMS, untuk mengetahui potensi tanaman majapahit sebagai salah satu kandidat tanaman potensial antikanker. Berdasarkan hasil deteksi menggunakan LCMS diketahui terdapat sekitar 88 senyawa yang terdeteksi, termasuk didalamnya 12 senyawa flavonoid. Senyawa flavonoid yang ditemukan, yaitu; acetoin, quercetine, kaempferol-3-O-rhamnoside, acacetin7-rutinoside, fortunellin, kaempferol 3-[6"-(3-hydroxy-3-methylglutaryl) glucoside], didymin, diosmin, hesperidin, rutin, narirutin 4'-glucoside, kaempferol 3-[6"-(3-hydroxy-3-methylglutaryl) glucoside]-7-glucoside. Kaempferol-3 -O-rhamnoside merupakan flavonoid dengan komposisi terbesar yakni, sebesar 4,072%. Keseluruhan flavonoid yang teridentifikasi memiliki potensi sebagai antikanker, kecuali acetoin dan fortunellin.
Perbandingan Efektivitas Profilaksis Intermiten Klobazam Versus Diazepam pada Kejang Demam Sederhana (KDS): Systematic Review: Comparison Effectiveness of the Intermittent Prophylaxis of Clobazam Versus Diazepam in Simple Febrile Seizures (SFS): Systematic Review Sulastri; Nurjanah, Mutia Hariani; Ramadhani, Melati Apriliana; Arif Santoso; Rahma Diyan Martha; Vifta, Rissa Laila; Annisah Mahanani
Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product Vol. 7 No. 02 (2024): Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijpnp.v7i02.3308

Abstract

Febrile seizures are seizures that occur when body temperature rises (rectal temperature > 38o C). Each seizure can possibly cause epilepsy and trauma to the brain. The next priority is efforts to stop acute seizure attacks which can usually be treated with anti-seizure medication. Intermittent prophylaxis with clobazam at the onset of the first febrile seizure provides better results. This systematic review aims to review articles related to the use of intermittent prophylaxis of clobazam vs diazepam for children suffering from simple febrile seizures. The literature search method uses Google Scholar, PubMed and BMJ databases based on keywords. The selected articles were articles published between 2009-2023, full text in English, were original articles comparing the effectiveness of intermittent prophylaxis use of clobazam vs diazepam in febrile seizures in children. The results obtained were 4 articles that were relevant to the objectives of this systematic review. Data is homogeneous with RR of 0.44 (95% CI: 0.32-0.60) so that the therapeutic effectiveness of administering clobazam compared with diazepam is not significantly different even though there is a chance that the effectiveness of clobazam is 0.44 times compared with administering diazepam. The efficacy of clobazam compared to diazepam, clobazam has better advantages than diazepam in preventing recurrence of febrile seizures. Apart from that, the side effects that occur with clobazam are significantly lower, for example drowsiness and sedation. ABSTRAK Kejang demam merupakan bangkitan kejang yang terjadi pada kenaikan suhu tubuh (suhu rektal > 38o C). Setiap kejang kemungkinan dapat menimbulkan epilepsi dan trauma pada otak. Prioritas selanjutnya berupa usaha untuk menghentikan serangan kejang akut yang biasanya dapat ditangani dengan pemberian obat anti kejang. Pemberian profilaksis intermiten dengan klobazam pada permulaan terjadinya kejang demam pertama memberikan hasil yang lebih baik. Systematic review  ini bertujuan untuk mereview artikel-artikel terkait adanya penggunaan profilaksis intermiten klobazam vs diazepam untuk anak penderita kejang demam sederhana. Pencarian literatur menggunakan metode berupa database Google scholar,  PubMed dan BMJ berdasarkan keywords. Artikel yang dipilih adalah artikel yang dipublikasikan antara tahun 2009-2023, fulltext dalam inggris, merupakan original article yang membandingkan efektivitas antara penggunaan profilaksis intermiten klobazam vs diazepam pada kejang demam pada anak. Hasil diperoleh 4 artikel yang relevan terhadap tujuan systematic review ini. Data bersifat homogen dengan RR 0,44 (CI 95%: 0,32-0,60) sehingga efektivitas terapi pemberian klobazam dibandingkan dengan diazepam tidak berbeda bermakna meskipun terdapat peluang efektivitas klobazam sebesar 0,44 kali dibandingkan dengan pemberian diazepam. Kemanjuran klobazam dibandingkan dengan diazepam, klobazam memiliki keunggulan lebih baik dibandingkan diazepam dalam mencegah kekambuhan kejang demam. Selain itu efek samping yang timbul pada klobazam secara signifikan jauh lebih rendah misalnya seperti mengantuk dan sedasi.
Pemberdayaan Masyarakat Desa Tanggunggunung terhadap Pemanfaatan Daun Kelor sebagai Teh Celup untuk Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Putri, Amalia Eka; Huda, Choirul; Muadifah, Afidhatul; Martha, Rahma Diyan
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i2.17251

Abstract

ABSTRAK Teh merupakan salah satu jenis minuman yang banyak disukai oleh masyarakat Indonesia yang menjadikan teh sebagai minuman penyegar sekaligus minuman yang memiliki khasiat bagi tubuh. Daun kelor dapat meningkatkan daya tahan tubuh karena mengandung banyak nutrisi penting bagi tubuh, antara lain vitamin C, vitamin B, kalsium, kalium, zat besi, dan protein dalam jumlah yang sangat tinggi. Tujuan dari pemberdayaan ini adalah untuk memberikan penyuluhan dan pelatihan cara memanfaatkan tanaman kelor sebagai peningkat daya tahan tubuh menjadi sediaan yang lebih praktis dalam bentuk teh celup. Metode penyuluhan yang dilakukan berupa ceramah, pembagian leaflet dan pelatihan cara pembuatan sediaan teh celup daun kelor pada ibu-ibu Posbindu Desa Tanggunggunung. Hasil pemberdayaan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat yang dibuktikan melalui hasil survei sebelum dan sesudah pemberdayaan. Setelah dilakukan pemberdayaan, masyarakat mengetahui manfaat daun kelor dan mampu membuat sediaan teh celup daun kelor. Kata Kunci: Daun Kelor, Teh Celup, Daya Tahan Tubuh  ABSTRAK Tea was one of the preferred beverages among the Indonesian community, which regarded it as a refreshing drink as well as one with health benefits. Moringa leaves could enhance the body's immunity as they contain many essential nutrients such as vitamin C, vitamin B, calcium, potassium, iron, and protein in significant amounts. This empowerment aimed to provide education and training on utilizing moringa plants to boost immunity by creating a more convenient form of tea bags. The outreach methods involved lectures, distribution of leaflets, and training on how to make moringa tea bags for the mothers of the Tanggunggunung village's Posbindu. The empowerment results showed increased community knowledge, as evidenced by survey results before and after the empowerment. After the empowerment, the community understood the benefits of moringa leaves and could make moringa tea bag preparations. Keywords: Moringa Leaves, Tea Bags, Immunity
Co-Authors - Fatimah Adisyaningrum, Ega Nurgia Aena Laili Afidatul Muadifah Afidatul Muadifah Ahmad Yudianto Algafari Bakti Manggara Amalia Putri Eka Anas Fadli Wijaya Anisa Azizah Annisah Mahanani Aprilia, Chatrina Apriliani, Herlina Arif Santoso Arif Santoso Asmarani Kusumawati Atiqoh Zummah Ayu Insa Ayu Insa Fajri Azriel Restu Azriel Restu Chairil Anwar Choirul Huda Choirul Huda Danar Danar Danar Danar Danar, Danar Dara Pranidya Tilarso Dita Arindea Tunggal Putri Dyah Setyaningrum, Dyah Ega Nurgia Adisyaningrum Ega Nurgia Adisyaningrum Elen Vikelavianis Elen Vikelavianis Ema Krismawar Sari Ema Krismawar Sari Fadila, Natasya Nurul Fajri, Ayu Insa Fatimah Fatimah Fatimah Fatimah Fatimah fatimah Fatimah Fuzianingsih, Eka Novia Hesty Parbuntari ika Rachutami Ika Rachutami Ita Rhosida Ita Rhosida Jalu Prakoso Jalu Prakoso Kartika Arum Wardani Kharisma, Mei Nabila Revina Kholifah, Siti Nurriyatul Kristianto, Sonny Kristina Handayani Kumalasari, Nurul Chamidah Lestari, Nasa Bela Dwi Maida, Margarita Claudya Mashudi Mashudi Maya Diva Maya Diva Siswidiani Muadifah, Afidatul Muadifah, Afidhatul Mutia Hariani Murjanah Mutia Hariani Nurjanah Nasa Bella Ngibad, Khoirul Niken Desi Wulandhari Nurin, Wachidatun Nurjanah, Mutia Hariani Nurul Chamidah Kumalasari Nurul Chamidah Kumalasari Nurul Chamidah Kumalasari Nurul Chamidah Kumalasari Parbuntari, Hesty Putri, Amalia Eka Rahmadani, Anindita Mutiara Rahmawati, Ayu Sintya Citra Ramadhani, Melati Apriliana Retnosari, Rini Rian Anggia Wijaya Rury Eryna Putri Safitri, Yunita Diyah Sefrina Sefrina Siti Awwalul Amanatur Rohmah Siti Nurriyatul Kholifah Sri Wahyuningsih SULASTRI Sulastri Sulastri Tiara Aninditha Tilarso, Dara Pranidya Tutik Dwi Wahyuningsih Ulayya, Nida Asma vifta, rissa laila Widayanti, Sindi Dwi Wimbuh Tri Widodo Wulandhari, Niken Desi Yuliandari, Fadhira