Claim Missing Document
Check
Articles

Utilization Analysis of the Ethyl Acetate Fraction of Cumin Leaves (Plectranthus amboinicus) as an Antimicrobial against Staphylococcus aureus using LC-MS Martha, Rahma Diyan; Fajri, Ayu Insa; Danar, Danar; Kholifah, Siti Nurriyatul; Parbuntari, Hesty
Stannum : Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 6 No 2 (2024): October 2024
Publisher : Department of Chemistry - Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jstk.v6i2.4528

Abstract

The research investigates the antibacterial potential of cumin leaves due to their rich composition of flavonoid compounds, alkaloids, saponins, and tannins. The study's objectives encompass assessing the antibacterial efficacy of cumin leaf's ethyl acetate fraction against Staphylococcus aureus bacteria, identifying the concentration of this fraction yielding the most substantial inhibition zone, and characterizing the compound composition within the fractionated cumin leaf extract. Extraction involved maceration using 96% ethanol and fractionation through water, n-hexane, and ethyl acetate solvents. The ethyl acetate fraction's phytochemical screening affirmed the presence of flavonoids, alkaloids, saponins, and tannins. Liquid chromatography-mass spectrometer (LC-MS) analysis pinpointed the top two peaks as flavonoid compounds. Antibacterial assessments, executed via paper disc diffusion method, employed concentrations of 15%, 20%, and 25% of the ethyl acetate cumin leaf extract against Staphylococcus aureus, each repeated thrice. The 20% concentration exhibited the most substantial inhibition zone, averaging 23.1mm, compared to 16.8mm for 15% and 19.6mm for 25%, indicating its optimal efficacy against S. aureus growth. Statistical analysis employing ANOVA testing underscored the significance of the ethyl acetate cumin leaf fraction's concentration variations on S. aureus, as evidenced by a p-value of 0.00 (below the significance threshold of 0.05). This underscores the impact of the ethyl acetate cumin leaf fraction's concentrations on inhibiting S. aureus growth. The findings shed light on the potential of cumin leaves as a source of antimicrobial agents, with the 20% ethyl acetate fraction exhibiting notable effectiveness, opening avenues for further exploration and applications in antibacterial research.
Penguatan Kualitas Kesehatan Masyarakat dan Perekonomian di Desa Wates Tulungagung Berbasis Kearifan Lokal Berupa Jamu Brotowali Martha, Rahma Diyan; Danar, Danar; Putri, Amalia Eka; Setyaningrum, Dyah; Nurin, Wachidatun; Fadila, Natasya Nurul; Widodo, Wimbuh Tri
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i11.17122

Abstract

ABSTRAK Kegiatan ini dilakukan di Desa Wates, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung, untuk menangani minimnya pemanfaatan tanaman herbal, khususnya brotowali, yang memiliki potensi besar sebagai obat tradisional. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengevaluasi dampak program pemberdayaan masyarakat terkait pemanfaatan tanaman herbal ini. Metode penelitian meliputi penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan dalam pembuatan jamu, serta penanaman tanaman herbal di pekarangan rumah. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan minat masyarakat tentang tanaman herbal dan pembuatan jamu. Sebelum program, 40% responden memiliki tanaman herbal di pekarangan rumah, sedangkan setelah program, 100% responden melaporkan adanya tanaman herbal di pekarangan mereka. Keinginan untuk menanam tanaman herbal juga meningkat dari 80% menjadi 100%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa program pemberdayaan masyarakat berhasil meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan motivasi masyarakat dalam memanfaatkan tanaman herbal. Kata Kunci: Pemberdayaan Masyarakat, Tanaman Herbal, Brotowali, Pembuatan Jamu  ABSTRACT This activity was carried out in Wates Village, Sumbergempol District, Tulungagung Regency, to address the minimal use of herbal plants, especially brotowali, which has great potential as a traditional medicine. The aim of this activity is to evaluate the impact of community empowerment programs related to the use of this herbal plant. Research methods include counseling, training and assistance in making herbal medicine, as well as planting herbal plants in the home yard. The research results show a significant increase in people's knowledge and interest about herbal plants and making herbal medicine. Before the program, 40% of respondents had herbal plants in their yard, while after the program, 100% of respondents reported having herbal plants in their yard. The desire to plant herbal plants also increased from 80% to 100%. The conclusion of this research is that the community empowerment program has succeeded in increasing people's knowledge, skills and motivation in using herbal plants.  Keywords: Community Empowerment, Herbal Plants, Brotowali, Making Herbal Medicine.
EVALUASI TOKSISITAS EKSTRAK KULIT BATANG MAJAPAHIT (Crescentia cujete) TERHADAP Artemia Sallina LEACH DAN IDENTIFIKASI SENYAWA MENGGUNAKAN LC-MS ELEN VIKELAVIANIS; ARIF SANTOSO; RAHMA DIYAN MARTHA
Gunung Djati Conference Series Vol. 58 (2025): Seminar Nasional Kimia Tahun 2025
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terapi kimia untuk kanker dapat menimbulkan efek samping yang merugikan. Berdasarkan beberapa penelitian, tanaman obat Crescentia cujete memiliki aktivitas antikanker. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi antikanker dari kulit batang Majapahit terhadap mortalitas larva Artemia salina Leach menggunakan metode BSLT (Brine Shrimp Lethality Test). Infusa kulit batang Majapahit dianalisis kandungan senyawa kimianya menggunakan LCMS (Liquid Chromatography Mass Spectrometry), dan analisis toksisitas dilakukan dengan memberikan infusa kulit batang pada konsentrasi 100 ppm hingga 1000 ppm terhadap larva udang yang telah menetas dan diamati selama 24 jam. Mortalitas larva dihitung dalam bentuk nilai probit. Data kemudian dimasukkan ke dalam Excel untuk memperoleh nilai LC50 yang menunjukkan potensi antikanker. Hasil identifikasi senyawa dengan analisis LCMS menemukan empat senyawa kimia dengan puncak tertinggi yaitu kaempferol-3-O-rhamnosida, hesperidin, asam galat, dan rutin. Hasil uji toksisitas akut infusa kulit batang Majapahit terhadap mortalitas Artemia salina Leach menunjukkan aktivitas antikanker dengan nilai LC50 < 1000 ppm, yaitu sebesar 324,339 ppm. Konsentrasi 400 ppm menunjukkan efek toksik yang dapat mewakili nilai LC50.
Perbandingan Efektivitas Profilaksis Intermiten Klobazam Versus Diazepam pada Kejang Demam Sederhana (KDS): Systematic Review: Comparison Effectiveness of the Intermittent Prophylaxis of Clobazam Versus Diazepam in Simple Febrile Seizures (SFS): Systematic Review Sulastri; Mutia Hariani Nurjanah; Melati Apriliana Ramadhani; Arif Santoso; Rahma Diyan Martha; Rissa Laila Vifta; Annisah Mahanani
Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product Vol. 7 No. 02 (2024): Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijpnp.v7i02.3308

Abstract

Febrile seizures are seizures that occur when body temperature rises (rectal temperature > 38o C). Each seizure can possibly cause epilepsy and trauma to the brain. The next priority is efforts to stop acute seizure attacks which can usually be treated with anti-seizure medication. Intermittent prophylaxis with clobazam at the onset of the first febrile seizure provides better results. This systematic review aims to review articles related to the use of intermittent prophylaxis of clobazam vs diazepam for children suffering from simple febrile seizures. The literature search method uses Google Scholar, PubMed and BMJ databases based on keywords. The selected articles were articles published between 2009-2023, full text in English, were original articles comparing the effectiveness of intermittent prophylaxis use of clobazam vs diazepam in febrile seizures in children. The results obtained were 4 articles that were relevant to the objectives of this systematic review. Data is homogeneous with RR of 0.44 (95% CI: 0.32-0.60) so that the therapeutic effectiveness of administering clobazam compared with diazepam is not significantly different even though there is a chance that the effectiveness of clobazam is 0.44 times compared with administering diazepam. The efficacy of clobazam compared to diazepam, clobazam has better advantages than diazepam in preventing recurrence of febrile seizures. Apart from that, the side effects that occur with clobazam are significantly lower, for example drowsiness and sedation. ABSTRAK Kejang demam merupakan bangkitan kejang yang terjadi pada kenaikan suhu tubuh (suhu rektal > 38o C). Setiap kejang kemungkinan dapat menimbulkan epilepsi dan trauma pada otak. Prioritas selanjutnya berupa usaha untuk menghentikan serangan kejang akut yang biasanya dapat ditangani dengan pemberian obat anti kejang. Pemberian profilaksis intermiten dengan klobazam pada permulaan terjadinya kejang demam pertama memberikan hasil yang lebih baik. Systematic review  ini bertujuan untuk mereview artikel-artikel terkait adanya penggunaan profilaksis intermiten klobazam vs diazepam untuk anak penderita kejang demam sederhana. Pencarian literatur menggunakan metode berupa database Google scholar,  PubMed dan BMJ berdasarkan keywords. Artikel yang dipilih adalah artikel yang dipublikasikan antara tahun 2009-2023, fulltext dalam inggris, merupakan original article yang membandingkan efektivitas antara penggunaan profilaksis intermiten klobazam vs diazepam pada kejang demam pada anak. Hasil diperoleh 4 artikel yang relevan terhadap tujuan systematic review ini. Data bersifat homogen dengan RR 0,44 (CI 95%: 0,32-0,60) sehingga efektivitas terapi pemberian klobazam dibandingkan dengan diazepam tidak berbeda bermakna meskipun terdapat peluang efektivitas klobazam sebesar 0,44 kali dibandingkan dengan pemberian diazepam. Kemanjuran klobazam dibandingkan dengan diazepam, klobazam memiliki keunggulan lebih baik dibandingkan diazepam dalam mencegah kekambuhan kejang demam. Selain itu efek samping yang timbul pada klobazam secara signifikan jauh lebih rendah misalnya seperti mengantuk dan sedasi.
Co-Authors - Fatimah Adisyaningrum, Ega Nurgia Aena Laili Afidatul Muadifah Afidatul Muadifah Ahmad Yudianto Algafari Bakti Manggara Amalia Putri Eka Anas Fadli Wijaya Anisa Azizah Annisah Mahanani Aprilia, Chatrina Apriliani, Herlina Arif Santoso Arif Santoso Arif Santoso Asmarani Kusumawati Atiqoh Zummah Ayu Insa Ayu Insa Fajri Azriel Restu Azriel Restu Chairil Anwar Choirul Huda Choirul Huda Danar Danar Danar Danar Danar, Danar Dara Pranidya Tilarso Dita Arindea Tunggal Putri Dyah Setyaningrum, Dyah Ega Nurgia Adisyaningrum Ega Nurgia Adisyaningrum Elen Vikelavianis Elen Vikelavianis Ema Krismawar Sari Ema Krismawar Sari Fadila, Natasya Nurul Fajri, Ayu Insa Fatimah fatimah Fatimah Fatimah Fatimah Fatimah Fatimah Fuzianingsih, Eka Novia Hesty Parbuntari ika Rachutami Ika Rachutami Ita Rhosida Ita Rhosida Jalu Prakoso Jalu Prakoso Kartika Arum Wardani Kharisma, Mei Nabila Revina Kholifah, Siti Nurriyatul Kristianto, Sonny Kristina Handayani Kumalasari, Nurul Chamidah Lestari, Nasa Bela Dwi Maida, Margarita Claudya Mashudi Mashudi Maya Diva Maya Diva Siswidiani Melati Apriliana Ramadhani Muadifah, Afidatul Muadifah, Afidhatul Mutia Hariani Murjanah Mutia Hariani Nurjanah Mutia Hariani Nurjanah Nasa Bella Ngibad, Khoirul Niken Desi Wulandhari Nurin, Wachidatun Nurjanah, Mutia Hariani Nurul Chamidah Kumalasari Nurul Chamidah Kumalasari Nurul Chamidah Kumalasari Nurul Chamidah Kumalasari Parbuntari, Hesty Putri, Amalia Eka Rahmadani, Anindita Mutiara Rahmawati, Ayu Sintya Citra Retnosari, Rini Rian Anggia Wijaya Rissa Laila Vifta Rury Eryna Putri Safitri, Yunita Diyah Sefrina Sefrina Siti Awwalul Amanatur Rohmah Siti Nurriyatul Kholifah Sri Wahyuningsih Sulastri Sulastri Sulastri Tiara Aninditha Tilarso, Dara Pranidya Tutik Dwi Wahyuningsih Ulayya, Nida Asma Widayanti, Sindi Dwi Wimbuh Tri Widodo Wulandhari, Niken Desi Yuliandari, Fadhira