Claim Missing Document
Check
Articles

Teori Kepuasan Kerja dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya di Lembaga Pendidikan Astri Lindasari; R. Siti Pupu Fauziah
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 10 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i10.20836

Abstract

Artikel ini membahas teori kepuasan kerja dan faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja pendidik di lembaga pendidikan. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dan pendekatan penelitian kepustakaan, penelitian ini mengkaji berbagai literatur yang relevan untuk mengidentifikasi elemen-elemen kunci yang berkontribusi terhadap kepuasan kerja. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor tersebut seperti kompensasi, kondisi kerja, hubungan antar rekan kerja, dan kesempatan untuk pengembangan profesional memiliki peran penting dalam menentukan tingkat kepuasan kerja pendidik. Penelitian ini juga menyoroti pentingnya menciptakan lingkungan kerja yang positif untuk meningkatkan motivasi dan kinerja pendidik. Temuan ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi lembaga pendidikan dalam merumuskan kebijakan yang lebih baik untuk meningkatkan kepuasan kerja pendidik.
Analisis Kepuasan Kerja dan Dampaknya Terhadap Budaya Kerja Positif: Studi Kasus PT ABC Siti Nindi Wulan Suci Nur Ramadani; Siti Pupu Fauziah
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 9 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i9.20843

Abstract

Kepuasan kerja menjadi faktor utama yang memengaruhi terciptanya budaya kerja yang positif dan produktif di perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana kepuasan kerja berkontribusi dalam membentuk budaya kerja positif, dengan studi kasus di PT ABC yang menghadapi tantangan rendahnya kepuasan kerja di kalangan karyawan. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka untuk menelaah literatur-literatur yang relevan, serta menganalisis temuan-temuan dari kasus di PT ABC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya kepuasan kerja di PT ABC disebabkan oleh kurangnya komunikasi dua arah, minimnya penghargaan dan pengakuan karyawan, terbatasnya kesempatan pengembangan profesional, serta lingkungan kerja yang kurang mendukung. Faktor-faktor tersebut menghambat terciptanya budaya kerja positif yang kolaboratif dan inovatif. Sebaliknya, bila perusahaan mampu memperbaiki komunikasi, memberikan penghargaan yang adil, dan meningkatkan kesempatan pengembangan karyawan, maka budaya kerja positif dapat terwujud dan mendukung keberhasilan perusahaan. Penelitian ini memberikan implikasi penting bagi perusahaan dalam merumuskan strategi peningkatan kepuasan kerja untuk memperkuat budaya kerja positif.
Faktor-faktor Kepuasan Kerja dan Teorinya: Studi Kasus pada Instansi Perusahaan Siti Pupu Fauziah; Novi Amelia
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 9 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i9.20856

Abstract

Kepuasan kerja merupakan aspek krusial dalam manajemen sumber daya manusia karena berdampak langsung pada produktivitas, loyalitas, dan retensi karyawan. Walaupun telah banyak studi mengulas faktor-faktor yang memengaruhinya, masih terdapat kekosongan pemahaman terhadap interaksi antar faktor dalam konteks organisasi yang mengalami turnover tinggi. Penelitian ini bertujuan mengkaji secara teoritis faktor-faktor penentu kepuasan kerja melalui studi pustaka yang diperkuat studi kasus pada PT XYZ, sebuah perusahaan manufaktur dengan tingkat turnover signifikan. Metode yang digunakan adalah studi pustaka sistematis dari literatur terkini, dikombinasikan dengan analisis deskriptif kualitatif terhadap PT XYZ. Data dikumpulkan melalui laporan internal dan observasi pengalaman karyawan mengenai kompensasi, kondisi kerja, hubungan sosial, peluang pengembangan karier, serta persepsi terhadap keadilan organisasi. Hasil penelitian mengidentifikasi lima faktor utama yang memengaruhi kepuasan kerja, yaitu: kompensasi yang adil, kondisi kerja yang aman dan nyaman, hubungan positif dengan atasan dan rekan kerja, kesempatan pengembangan karier, serta persepsi terhadap keadilan organisasi. Studi kasus di PT XYZ memperlihatkan interaksi kompleks antar faktor tersebut. Keluhan karyawan mencakup kurangnya transparansi bonus, fasilitas kerja yang minim, gaya kepemimpinan otoriter, tidak adanya program pengembangan yang memadai, dan promosi yang dianggap tidak adil. Penelitian ini memiliki keterbatasan pada lingkup studi kasus tunggal, sehingga generalisasi hasil masih terbatas. Namun demikian, temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan strategis dan holistik dalam pengelolaan sumber daya manusia untuk menciptakan lingkungan kerja yang mendukung kepuasan kerja dan keberlangsungan organisasi.
Manajemen Layanan Bimbingan Karir dalam Meningkatkan Mutu Lulusan di SMX School of Maker Tiara Tri Wulandari; R. Siti Pupu Fauziah; Sobrul Laeli
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 4 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i4.24378

Abstract

kesenjangan antara tujuan pendidikan dalam menghasilkan lulusan yang kompeten dengan realitas tingginya pengangguran lulusan SMA/SMK. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya manajemen layanan bimbingan karir yang sistematis untuk meningkatkan mutu lulusan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan manajemen layanan bimbingan karir dalam meningkatkan mutu lulusan di SMX School of Maker. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui observasi non-partisipan, wawancara terstruktur dengan kepala sekolah, mentor, dan coach, serta dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi dengan teknik triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen layanan bimbingan karir di SMX dilaksanakan melalui perencanaan berbasis project menggunakan design thinking dan design sprint, pengorganisasian dengan struktur yang jelas dan kolaboratif, pelaksanaan bertahap melalui program project (mentality to mindset, product to brand, service to market), serta evaluasi rutin melalui presentasi, boot cell, dan Comma Fest. Implementasi manajemen tersebut mampu membentuk lulusan berakhlak, bermental kuat, memiliki mindset entrepreneur, serta memiliki produk dan portofolio nyata, sehingga berkontribusi terhadap peningkatan mutu lulusan.
MANAJEMEN KELAS INKLUSI DI SDIT BENING BOGOR Siti Salva Humairah; R. Siti Pupu Fauziah; Novi Maryani
AL - KAFF: JURNAL SOSIAL HUMANIORA Vol. 4 No. 4 (2026): AL-KAFF: Jurnal Sosial Humaniora
Publisher : Fakultas Agama Islam dan Pendidikan Guru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/al-kaff.v4i4.25480

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik manajemen kelas inklusi di SDIT Bening Bogor, dilihat dari empat aspek perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data penelitian dikumpulkan melalui Teknik observasi partisipasi pasif, wawancara semi-tersetruktur, serta studi dokumentasi. Sumber data primer melibatkan kepala sekolah, guru kelas, GPK, dan siswa reguler. Sedangkan data sekunder melibatkan dokumen PPI, serta dokumen perencanaan pembelajaran mingguan. Tahap analisis data dilakukan secara interaktif meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi Kesimpulan dengan Teknik triangulasi untuk menjaga keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SDIT Bening bogor telah menerapkan keseimbangan belajar bagi ABK kelas 6 melalui pemisahan waktu akademik di ruang inklusi dan penyatuan penuh pada kegiatan nonakademik. Keberhasilan pelibatan ABK didukung oleh strategi modifikasi tugas, penggunaan kalimat instruksi yang pendek dan berulang, serta pengondisian sosial kelas yang berhasil membangun empati tinggi dari teman sebaya yang suportif. Proses operasional di lapangan masih menghadapi beberapa tantangan, seperti ketidakselarasan jadwal harian akibat komunikasi sintaks mingguan antar guru yang baru membahas sebatas judul materi, keterbatasan fisik ruang kelas, distraksi verbal ABK di kelas reguler, beban ganda GPK ketika kegiatan diluar kelas, serta kendala penyesuaian teknologi e-rapot dinas resmi yang berubah-ubah di setiap semester. Meskipun menghadapi kendala administrasi dan akademik karena keterbatasan IQ, namun hal ini tidak membuat ABK stagnan perkembangannya melainkan ABK mulai adanya peningkatan adab, pengelolaan emosi yang stabil, serta kemampuan sosial yang meningkat. Kesimpulannya, sinergi komunikasi antar guru, penempatan ruang kelas yang fleksibel, dan budaya saling membantu menjadi kunci utama keberhasilan layanan pendidikan inklusif.
Co-Authors Aang, Farhan Abdul Mujib Abduh, Amirullah Abdul Kholik Abdurakhman, Omon Abraham Yazdi Martin Agus Tamami Agustina Multi Purnomo Agustini, A. Alfiani Maslahat Alfiyani, Neneng Ali Alamsyah Kusumadinata Amirul Mukminin Amril, La Ode Andani, Herli Annisa Mawardini Annisa Nuraeni Annisa Nurhaliza Annissa Mawardini Apriliani, Afmi Arti Yoesdiarti Asep Bayu Dani Nandiyanto Asep Bayu Dani Nanyanto Astri Lindasari Azzahra, Halida Bilad, Muhammad Roil Dani Nanyanto, Asep Bayu Dede Syahrudin Desky Halim Sudjani Desky Halim Sudjani Desky Halim Sujana Didin Syamsudin Endah Nurjanah Euis Salbiah Fachri Helmanto Faisal Tri Ramdani Fajriati, Adinda Salwa Fenti Restatilah Fikni Mutiara Rachma Filzah, Putri Ginung Pratidina Gugun Gunadi Gusmayanti, Wina Gusmayanti, Wina Hanaida Fakhitah Qorzhah Helmia Tasti Adri hernawati, yani Ibnu Santosa Imam Kurniawan Irma Inesia Sri Utami Irman Suherman Irwan Efendi Iyon Muhdiyati Karimah Amatullah Kartakusumah, Berliana Khairunnisa Nurzaini Kiki Nurhambali Laeli, Sobrul Lasmini Makarim, Helwiyah Makarim, Helwiyah Maura Najwa Noor Raina Tirta Monaya, Nova Muhamad Aminulloh Muhamad Yusup Muhammad Ichsan Muhammad Rendi Ramdhani Muhtadin Tyas Murni, Endang Sri Namira Fauziah Neng Virly Apriliyani Nova Monaya Nova Moyana Novi Amelia Novi Maryani Novi Maryani Nur Asiyah Nuril Nuraeni Apriliyanti Nurul Fitria Omon Abdurakhman Omon Abdurakhman Pangestu, Bayu Sang Aji Purnamasari, Irma R. Rohimah Raden Mutiara Fatimah Azzahra Radif Khotamir Rusli Radif Khotamir Rusli Radif Khotamir Rusli Rahmah, Siti Nurul Zalzilah Rasmitadila, Rasmitadila Resma Ulfah Resti Yekstyastuti Rita Rahmawati Rizka Yuninda Maliki Rizkia Syafia Qalbi Roestamy, Martin Rusi Rusmiati Aliyyah Rusli, Radif Khotamir Rusli, Radif Khotamir Saepudin Muhtar Sesrita, Afridha Siti Aminah Siti Nindi Wulan Suci Nur Ramadani Siti Rahmah Siti Salva Humairah Siti Uluwiyah Soewarto Hardhienata Sudjani, Desky Halim Suharsiwi, Suharsiwi Suhermen, Irman Sukarelawati, S. SUMIYATI SUMIYATI Sya, Mega Febriani Syaima Lailatul Mubarokah Syukri Indra Tiara Tri Wulandari Tuti Rahmawati Uus Firdaus Wahyudin, Cecep Warizal Warizal Warizal Widyasari Winarti Nilailasari Zuliamiranti Wulandari, Ratna Wahyu Zahra Khusnul Lathifah Zindan Mafakhir Zulkifli Sidiq, Zulkifli