Claim Missing Document
Check
Articles

DETERMINAN KEJADIAN PREKOKS PADA REMAJA UMUR 10-17 TAHUN DI KOTA MAKASSAR M, Hadriyanti; Gobel, Fatmah Aprianti; Kurnaesih, Een
Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis Vol 13 No 6 (2019): Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.293 KB)

Abstract

Remaja putri adalah sosok yang sedang berkembang, baik dari segi fisik maupun seksual. Pada masa remaja, seorang remaja belum mempunyai tempat yang jelas dalam rangkaian proses perkembangannya.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji dan menganalisis determinan kejadian prekoks pada remaja umur 10-17 tahun di kota Makassar. Jenis penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi yaitu mengeksplorasi secara mendalam mengenai determinan faktor kejadian prekoks pada remaja umur 10-17 tahun di kota makassar tahun 2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemicu menstruasi dini datang dari keterpaparan media sosial, baik berasal dari percakapan maupun tontonan dari film ? film atau internet berlabel dewasa, vulgar, atau mengumbar sensualitas, Selain itu nutrisi mempunyai pengaruh terhadap kematangan seksual manusia, karena gizi mempengaruhi sekresi hormon gonadotropin dan respon terhadap Luteinizing Hormone (LH), hormon ini berfungsi untuk sekresi estrogen dan progesteron dalam ovarium adapun life style sering disalah gunakan oleh sebagian besar remaja jika tidak pintar dalam memilih mode orang barat, maka akan berpengaruh negatif bagi mereka sendiri dan salah satu akibatnya adalah terjadinya pubertas dini, begitupun dengan lingkungan pergaulan. Semua hal tersebut diatas akan menjadi faktor pemicu terhadap percepatan usia pubertas pada remaja sehingga memerlukan perhatian khusus seblumnya karena pengobatan ubtuk pubertas dini belum cukup memadai sedangkan akibatnya sangat besar.
The Influence of Baby Spa Toward Growth and Development Rough and Smooth Motoric Babies, Age 3 – 12 Months in the Subdistrict Lapongkoda Disrict of Tempe Wajo Regency Een Kurnaesih1 , Ariesty AR 2, Masriadi3
Indian Journal of Forensic Medicine & Toxicology Vol. 14 No. 4 (2020): Indian Journal of Forensic Medicine & Toxicology
Publisher : Institute of Medico-legal Publications Pvt Ltd

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37506/ijfmt.v14i4.11613

Abstract

Background. Baby Spa can fulfill three basic needs of babies that is physical needs biological needs,emotional needs, affection needs, stimulation needs. This baby massage contains touch substances such asaffection voice or talking, eyes contract, action and spa. Baby spa is also one of stimulation substances whichwill stimulate structure development as well as the function of working the cores in brain. This research aimsto analyze the influence of baby spa toward growth and development rough and smooth motoric babieswho have age 3 – 12 months in the subdistrict Lapongkoda disrict of Tempe Wajo regency. Material andMethods. The type of research used was an quasi experiment study design. The sampling method usessimple random sampling. The study was conducted in July – August 2019. The number of sampling was 32people. The population and research sample are babies in the subdistrict Lapongkoda disrict of Tempe Wajoregency. The data analysis technique used in this is T-test. Results. The result of research indicates that thereare influences of babies weight growth after doing baby spa p (0,000) <p (0.05), influences of developmentrough motoric after doing baby spa p (0,000) <p (0.05), influences of development smooth motoric afterdoing baby spa p (0,000) <p (0.05). Conclusion. These findings showed growth and development motoricbabies, age 3 – 12 months, can be improved by providing baby spa treatment. It is recommended that theEfforts that need to be considered for health workers are developing baby spa promotion and education aswell as baby massage to baby’s parents so that the needs regarding increasing baby’s motor growth anddevelopment can be met.
PERSEPSI KELOMPOK WANITA WAHDAH TERHADAP PROGRAM KB DI WILAYAH ANTANG KOTA MAKASSAR TAHUN 2020 R, Rahmaniyah; Kurnaesih, Een; Nurlinda, Andi
Patria Artha Journal of Nursing Science Vol 5, No 1 (2021): Patria Artha Journal of Nursing Science
Publisher : Patria Artha University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33857/jns.v5i1.408

Abstract

Wahdah Muslim groups who live in the Antang area of Makassar City get the target of this research even though the problems found from the Wahdah Muslim group from the results of their interviews with the family planning program argue that family planning is not justified in religions they believe on the grounds of religion through the sunnah of the Prophet Muhammad. that later to get the largest number of people among other members of the community and believe that someone's sustenance has been guaranteed by Allah SWT and that perception is still held firmly by Wahdah women that using family planning is one of the prohibitions and almost all mothers are reluctant to use the family planning program. Research purposes conducted to determine the extent of the Wahdah Women's Group's Perception of the Family Planning Program in the Antang Area of Makassar City. Method:This type of research is a qualitative descriptive study with 10 informants using purposive sampling technique taken from various different aspects such as the type of occupation, education level, age, marital status, and the amount of parity. Results: The results showed that the perception of the Wahdah women's group regarding the family planning program in the Antang area, Makassar City in terms of Islamic, cultural, social, contraceptive, economic, and marriage perspectives were related to the family planning program
Manajemen Asuhan Kebidanan pada Ny. E Akseptor IUD dengan Menometroragia Daen, Atika; Kurnaesih, Een; S, Suryanti
Window of Midwifery Journal Vol. 1 No. 2 (Desember 2020)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.896 KB) | DOI: 10.33096/wom.vi.240

Abstract

Data WHO menunjukkan bahwa pengguna alat kontrasepsi IUD/AKDR, 30% terdapat di Cina, 13% di Eropa, 5% di Amerika Serikat, 6,7% dinegara– negara berkemabang lainnya. Terdapat peningkatan presentase pemakaian alat kontrasepsi (semua cara) pada Survey Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) dari 62% pada SDKI 2012 menjadi 64% pada SDKI 2017. Namun, presentase putus pakai (Drop Out) kesertaan ber KB masih tinggi yaitu 34%. Kemudian masih besarnya pasangan usia subur (PUS) yang belum terlayani dan belum menggunakan kontrasepsi yang terlihat dari presentase wanita kawin umur 15-49 tahun dengan kebutuhan ber KB yang belum terpenuhi (unmet need) sebesar 11%. Sulawesi selatan cakupan peserta KB aktif di makassar pada tahun 2015. Menujukkan metode kontrasepsi yang terbanyak digunakan adalah suntikan sebanyak 53.200 orang, Pilsebanyak 30.288 orang, Implant sebanyak 14.709 orang, AKDR sebanyak 13.492 orang dan Kondom sebanyak 5.235 orang, Sedangkan metode yang paling sedikit dipilih yaitu, MOP sebanyak 614 orang, MOW sebanyak 4.354 orang (Badan Pusat Statistik, 2016). Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memahami Asuhan Kebidanan Akseptor KB IUD Pada Ny. “E” Dengan Menometroragia Di RSUD Labuang Baji Makassar tahun 2019 menurut manajemen Varney. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan metode studi kasus Manajemen Kebidanan yang terdiri dari 7 langkah Varney, yaitu : Pengumpulan data dasar, interpretasi data dasar, diagnosa actual, diagnosa potensial, tindakan segera, rencana asuhan, pelaksanaan asuhan serta mengevaluasi keberhasilannya dari kasus Ny”E” yaitu tanda-tanda vital dalam batas normal, menometroragia belum teratasi namun ibu dapat beradaptasi dengan kondisinya saat ini dan kecemasan teratasi. Penelitian ini, bidan dapat menerapkan manajemen asuhan kebidanan sesuai dengan prioritas masalah pasien secara menyeluruh sehingga tindakan yang akan dilakukan bidan dapat dipertanggung jawabkan berdasarkan metode ilmiah.
Manajemen Asuhan Kebidanan Intranatal pada Ny. N dengan Lilitan Tali Pusat Laiya, Mufidah Novianti; Kurnaesih, Een; M, Azrida
Window of Midwifery Journal Vol. 2 No. 1 (Juni 2021)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.49 KB) | DOI: 10.33096/wom.vi.259

Abstract

Menurut laporan World Health Organization (WHO) tahun 2015 Angka Kematian Ibu (AKI) di dunia yaitu 289 per 100.000 persalinan, Upaya dalam menurunkan angka kematian bayi dan mengurangi resiko terjadinya lilitan tali pusat pada bayi, perlu dilakukan upaya pendalaman materi tentang penanganan di masa yang akan tanda, salah satu diantaranya adalah dengan melakukan pengawasan ketat dan membutuhkan program yang terarah dalam memberikan edukasi dan penanganan tand yang tepat terhadap tanda– tanda resiko yang memicu terjadinya proses persalinan dengan lilitan tali pusat, agar mendapat asuhan persalinan yang aman dan memuaskan. Sehingga perlu dilakukan asuhan pada ibu hamil untuk mendeteksi dini terjadinya persalinan dengan lilitan tali pusat, karena diagnosis yang cepat dan penanganan yang akurat dapat menyelamatkan janin. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk dilaksanakannya asuhan kebidanan pada kasus persalinan Lilitan Tali Pusat dengan manajemen asuhan kebidanan sesuai tandard an wewenang bidan. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan metode studi kasus Manajemen Kebidanan yang terdiri dari 7 langkah Varney, yaitu : Pengumpulan data dasar, interpretasi data dasar, diagnosa aktual, diagnosa potensial, tindakan Segera, rencana asuhan, pelaksanaan asuhan serta mengevaluasi keberhasilannya. Dari kasus Ny”N” yaitu lilitan tali pusat dengan 2 kali lilitan ditandai dengan denyut jantung janin dibawah normal, dan tidak terjadi asfiksia pada bayi. Penelitian ini, bidan dapat menerapkan manajemen asuhan kebidanan sesuai dengan prioritas masalah pasien secara menyeluruh sehingga tindakan yang akan dilakukan bidan dapat dipertanggung jawabkan berdasarkan metode ilmiah.
Manajemen Asuhan Kebidanan Bayi Baru Lahir pada Bayi Ny. F dengan Bayi Berat Lahir Rendah Ilham, Rahmatunissa; Kurnaesih, Een; S, Suryanti
Window of Midwifery Journal Vol. 2 No. 2 (Desember 2021)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.543 KB) | DOI: 10.33096/wom.vi.365

Abstract

Bayi baru lahir disebut juga dengan neonatus merupakan individu yang sedang bertumbuh dan baru saja mengalami trauma kelahiran serta harus dapat melakukan penyesuaian diri dari kehidupan intrauteri ke kehidupan ekstra uteri. Bayi lahir normal adalah bayi yang lahir dalam presentasi belakang kepala melalui vagina tanpa memakai alat bantu, pada kehamilan genap 37-42 minggu, dengan berat badan lahir 2.500-4.000 gram, nilai APGAR >7 dan tanpa cacat bawaan. Bayi berat lahir rendah (BBLR) adalah bayi baru lahir yang berat badannya kurang dari 2.500 gram tanpa memandang masa gestasi. Bayi berat lahir rendah diklasifikasikan menjadi 2 yaitu prematur (kurang bulan) dan dismatur (cukup bulan) yang diuraikan sebagai berikut : a. Prematur murni (kurang bulan) adalah neonatus dengan usia kehamilan kurang dari 37 minggu dan mempunyai berat badan yang sesuai dengan masa kehamilan atau disebut juga neonatus preterm/BBLR/SMK. b. Dismatur (IUGR) adalah bayi lahir dengan berat badan kurang dari berat badan seharusnya untuk masa kehamilan diakibatkan bayi mengalami reterdasi pertumbuhan intrauterin dan merupakan bayi yang kecil masa kehamilannya. Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu untuk memberikan gambaran dan meningkatkan pengetahuan serta keterampilan dalam memberikan asuhan kebidanan pada Bayi Berat Lahir Rendah dengan menerapkan manajemen asuhan 7 langkah varney. Pencegahan kejadian Bayi Berat Lahir Rendah yaitu mendorong kesehatan remaja putri, memperbaiki status gizi ibu hamil, menghentikan kebisaan merokok, meningkatkan pemeriksaan kehamilan minimal 4 kali, rutin mengkonsumsi tablet Fe, menjaga jarak antara kehamilan paling sedikit 2 tahun serta mengurangi kegiatan yang melelahkan fisik semasa kehamilan.
Faktor Yang Berisiko Terhadap Kejadian Plasenta Previa di RSUD Polewali Mandar Sitti Aras Diana; Een Kurnaesih; Arman Arman
Celebes Health Journal Vol 1 No 1 (2019): April 2019
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL-DIKTI) Wilayah IX Sulawesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1018.888 KB)

Abstract

Abstract. This study aims at analyzing the risk of placenta previa at Polewali Mandar General Hospital. The type of research used is Analytical Observation with the Case Control approach. The results of the study explained that parity was two times the risk of placenta previa. Statistically, parity did not have a significant effect on the incidence of placenta previa. Meanwhile, the history of abortion is six times the risk of placenta previa, which statistically explains that the history of abortion does not have a significant effect on the incidence of placenta previa. Moreover, a history of myoma two times the risk of placenta previa which statistically had no significant effect between myoma history and placenta previa. This study also found that the age variable did not indicate a risk for the incidence of placenta previa.Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis besar risiko kejadian plasenta previa di RSUD Polewali Mandar. Jenis penelitian yang digunakan adalah Observasional Analitik dengan pendekatan Case Control. Hasil penelitian menjelaskan bahwa paritas merupakan 2 kali berisiko terjadinya plasenta previa. Secara statistik paritas tidak mempunyai pengaruh yang bermakna terhadap kejadian plasenta previa. Sedangkan riwayat abortus berisiko 6 kali terjadinya plasenta previa dimana secara statistik menjelaskan bahwa riwayat abortus tidak memiliki pengaruh yang bermakna terhadap kejadian plasenta previa, dan riwayat mioma 2 kali berisiko terjadinya plasenta previa dimana secara statistik tidak memiliki pengaruh yang bermakna antara riwayat mioma terhadap kejadian plasenta previa. Sedangkan variabel umur tidak menunjukkan adanya risiko terhadap kejadian plasenta previa.
PENGARUH PEER EDUCATION TERHADAP PENGETAHUAN PERSONAL HYGIENE MASA MENSTRUASI REMAJA AWAL DI PONDOK PESANTREN PUTERI UMMUL MUKMININ KOTA MAKASSAR Ratna sari; Fairus Prihatin Idris; Suharni A. Fachrin; Andi Asrina; Een Kurnaesih; Arman Arman
Journal of Islamic Nursing Vol 4 No 2 (2019): Journal Of Islamic Nursing
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/join.v4i2.10234

Abstract

Pondok pesantren merupakan tempat berkumpulnya santri yang memiliki tujuan mempelajari ilmu agama. Sebagian besar populasinya adalah remaja yang hidup bersama, melaksanakan kegiatan bersama dan saling membutuhkan satu sama lain. Lingkungannya rata-rata memiliki masalah kesehatan, khususnya kesadaran mengenai kebersihan diri yang berakibat pada muncul berbagai jenis penyakit salah satunya masalah kesehatan pada alat reproduksi wanita. Faktor utamanya adalah kurangnya pengetahuan dan informasi yang tepat dalam pengelolaan kebersihan, khususnya pada santriwati yang sedang menstruasi. Pengetahuan yang kurang akan meningkatkan resiko terganggunya keseimbangan kelembaban di daerah vagina terlebih saat mentsruasi jika perempuan tidak memperhatikan kebersihan daerah vagina dengan baik akan munculah beragam keluhan yang dapat menyebabkan terjadinya iritasi vagina. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh peer education dan media vidio terhadap pengetahuan personal hygiene menstruasi pada santriwati remaja awal. Jenis penelitian ini adalah Quasii Eksperimental Design dengan menggunakan rancangan Two Group Pretest-Posttest Design. Variabel penelitian ini adalah pengetahuan, sikap, dan tindakan. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 174orang dan sampel berjumlah 63 orang pada kelompok peer education dan 63 pada kelompok vidio dengan teknik non probability sampling. Analisis data menggunakan uji wilcoxon dengan data tidak berdistribusi normal, uji paired t test pada data yang berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan rata-rata pengetahuan sebelum dan sesudah peer education dan media vidio. Ada perbedaan pengetahuan (p=0,000) remaja putri tentang personal hygiene saat menstruasi pada kelompok intervensi sebelum dan sesudah peer education. Ada perbedaan pengetahuan (p=0,000) remaja putri tentang personal hygiene saat menstruasi pada kelompok kontrol sebelum dan sesudah pemberian vidio. Simpulan penelitian ini adalah adanya pengaruh peer education terhadap pengetahuan personal hygiene masa menstruasi. Dan adanya pengaruh metode vidio terhadap pengetahuan, sikap, dan tindakan personal hygiene masa menstruasi
Perbedaan Workplace Stretching Exercise (WSE) Dengan Kompres Air Hangat Terhadap Keluhan Muskuloskeletal Disorders (MSDs) Pada Pegawai Di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Makassar Tahun 2020 Sri Nurindasari; Syamsiar S Russeng; Een Kurnaesih
Journal of Muslim Community Health Vol. 1 No. 2 (2020): NOVEMBER (JMCH)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (38.956 KB) | DOI: 10.52103/jmch.v1i2.244

Abstract

ABSTRAK Pengantar: Keluhan muskuloskeletal merupakan keluhan yang berada pada bagian otot skeletal atau otot rangka yang dirasakan oleh seseorang mulai dari keluhan sangat ringan hingga sangat sakit. Penilaian keluhan Muskuloskeletal dalam penelitian ini menggunakan Nordic Body Map (NBM), dengan menggunakan ini dapat diketahui bagian-bagian otot yang mengalami keluhan dengan tingkat keluhan mulai dari rasa tidak sakit sampai sangat sakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Perbedaan Workplace Streaching Exercise (WSE) dan terapi hangat terhadap keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDS) pada Pegawai di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Makassar tahun 2020. Metode : penelitian ini menggunakan Pre-eksperimen dengan Two Group PreTest-Post test design. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 88 orang dan Sampel dalam penelitian ini sebanyak 40 responden dengan teknik proposive sampling. Uji statistic dalam penelitian ini menggunakan uji paired t test dan uji independent t test. Hasil : uji paired t test pada pemberian kompres hangat dengan uji menunjukkan nilai t hitung 9,379 > t tabel 1,729 sehingga ada perbedaan keluhan MSDs pre dan post pemberian kompres hangat. Pada pemberian latihan WSE menunjukkan nilai t hitung 7,743 > t tabel 1,729 sehingga dapat dikatakan bahwa ada perbedaan keluhan MSDs pre dan post. Sedangkan hasil uji independen T- tes menunjukkan pada kompres air hangat dengan nilai ρ 0,000 < 0,005 sedangkan pada latihan Workplace Streatching Exercise (WSE) t hitung 3.319 > t tabel 1,729 dengan nilai ρ 0,002 < 0,005. Hasil uji diatas menunjukkan bahwa ada berbedaan tetapi kompres air hangat dan Workplace Streatching Exercise (WSE) terhadap penurunan keluhan Muskuloskeletal Disorders.
Persepsi Seks Bebas Dikalangan Remaja Kota Bima Nusa Tenggara Barat: Perception of Free Sex Among Adolescents in Bima City, West Nusa Tenggara Egidian Safitri; Een Kurnaesih; Yusriani
Journal of Muslim Community Health Vol. 3 No. 2 (2022): APRIL-JUNI (JMCH)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jmch.v3i2.768

Abstract

Latar belakang: Penyalahgunaan narkoba merupakan penyakit mental dalam masyarakat modern, dapat dikatakan bahwa penyalahguna narkoba merupakan penyakit kronik karena dapat berulang kali kambuh. Salah satu faktor yang berkaitan erat dengan kesehatan mental seseorang adalah self-esteem terdapat berbagai permasalahan yang bisa muncul jika individu memiliki self-esteem yang tidak memadai atau rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Cognitive Behavioral Therapy terhadap self-esteem pengguna Methamphetamin pada Klinik Pratama Adi Pradana BNNP Sulawesi Selatan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode Quasi Experiment dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah Pretest-Posttest with Control Group Design dengan jumlah sampel sebanyak 36 orang, yang terdiri dari 18 sampel kelompok intervensi melalui konseling teknik CBT selama lima kali sesi dan kelompok kontrol melalui brosur, dianalisis dengan menggunakan SPSS 26.0 dengan uji wilcoxon. Hasil: Beberapa hasil diperoleh; Ada pengaruh pemberian intervensi konseling teknik CBT terhadap self-esteem pengguna methamphetamin dengan nilai p value 0,000 (p < 0,05); tidak ada pengaruh pemberian brosur terhadap self-esteem pengguna methamphetamin dengan nilai p value 0,257 (p > 0,05); tidak ada perbedaan self-esteem pada pengguna methamphetamin pada kedua kelompok sebelum diberikan intervensi berupa konseling teknik CBT dan brosur dimana nilai p value 0,467 (p >0,05), dan ada perbedaan self-esteem pengguna methamphetamin setelah diberikan intervensi dengan teknik konseling CBT dimana nilai p value 0,000 (p<0,05). Kesimpulan: Ada pengaruh pemberian intervensi dengan konseling CBT terhadap self-esteem pada pengguna methamphetamin di Klinik Pratama Adi Pradana BNNP Sulawesi Selatan.
Co-Authors A. Fachrin, Suharni Agisna Rafa Krismawanti Agung Raharjo Ahri, Reza Aril akhiri saleh, muji rahayu Alfina Baharuddin Alfina Baharuddin Alwi, Muhammad Khidri Alwi, Muhammad Kidri Amin, Hadriyani Andi Asrina Andi Asrina Andi Muhammad Multazam Andi Multaazam Andi Multazam Andi Nilna Raudatul Fariha Andi Nur Azizah Andi Nurlinda Aris, Arni AR Arman Arman Arman Arman Arman Arni Rizqiani Rusydi Caca Sudarsa Chahya Kharin Herbawani Citra Dewi Sara Daen, Atika Dewi Dhya Ulhaq Dian Mardiana Lestari Dian Meiliani Yulis Dona Presilia Putri Egidian Safitri Elbetan, Sarti Nofriyanti Fatimah Azzahra Fatmah Afrianty Gobel Fatmah Afriyanti Gobel Fauziyah Annisa Febriani, Nelly Fila, Ikda Fitriani Fitri Gobel, Fatmah Aprianti Hadriyani Amin Hadriyanti M Haeruddin Haeruddin Hamzah, Wardiah Handayani, Dewi Sry Hariani Hasnaini Rahmah Hastati Hastati Herbawani, Chahya Kharin Idris, Arman Idris, Fairus Prihatin Ilham, Rahmatunissa Isnaini, Mufidah Jasmin Abbas Kamilina, Luthfia Zalfa Kelompok 1, Sabrina Kurniah Hasbi Abdullah Difinubun Laiya, Mufidah Novianti Lisa, Lisa Handayani Lusianti Lahmadi Lusyta Puri Ardhiyanti M, Azrida M, Hadriyanti Mansur Sididi Mappamadeng, Andi Anggreany Masnilawati, Andi Muhammad Husssein Muhammad Nadjib Bustan Muhammad Ramadhani Firmansyah Multaazam, Andi Multazam, Andi Nahda Azhari Nanlohy, Wildia Nasruddin Nasruddin Nazwa Prisca Alya Nia Karuniawati Nia Karuniawati Novia Paramita Paradise Nurhidayati Nurlailah Dahlan Nurmiati Muchlis Nurmitasari Nurmitasari, Nurmitasari Nurul Auliya Nurul Husnah Nurul Ulfah Mutthalib Oktavia Ramadhaningrum Olvin Olvin Palar, Andi Nur Tenri Ratu Praniska R, Rahmaniyah Rahayu, Bakti Rahma Nasywa Sabilla Rahman, Fath Irtaniyah Rahman, Fath Irtaniyah Ranya Nashita Wibisono RATNA SARI Reza Aril Ahri Reza Aril Ahri Rizqiani Rusydi, Arni Rusniati Rusniati Rusydi, Arni Rizqiany S, Suryanti Salsabila Putri P Samsualam, Samsualam Selvi Marcellia Sitti Aras Diana Sitti Aras Diana Sitti Patimah Sri Nurindasari Sri Sudarwaty Suharni A. Fachrin Sumiati Sumiati Sundari Suparni Suparni Susilawati, Susilawati Syahrani, Vadiah Syamsiar S Russeng Syifa Fitriana Qurrotaayun Tahir Abdullah Tiara Kusumastuti Ulya Qoulan Karima Usman, Munadira Utami Wahyuningsih Virgine Weby Anastasia Wafiq Azizah Wahab, Zettil Akmi Wulan Lindasari, Sri Wulandari Darmawan Yahya, Githa Nurfaridha Yanti Mustarin Yusriani, Yusriani Zahra, Bella Aprilia zahwa azalia