Claim Missing Document
Check
Articles

PEMANFAATAN AMPAS TEBU SEBAGAI KARBON AKTIF TERHADAP PENURUNAN KADAR COD DAN AMONIA (NH3) (Studi Pada Limbah Cair Industri Tahu Dinoyo Kota Surabaya) Abibatus Solichah; Rachmaniyah .; Fitri Rokhmalia
GEMA LINGKUNGAN KESEHATAN Vol 16, No 3 (2018): Gema Kesehatan Lingkungan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/kesling.v16i3.894

Abstract

harus dilakukan pengolahan sebelum dibuang ke lingkungan. Penurunan COD dan Amonia dilakukan dengan adsorpsi karbon aktif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas karbon aktif ampas tebu dalam menurunkan kadar COD dan Amonia. Metode penelitian ini yaitu One Group Pre-Post Test Design pada perbedaan variasi dosis 2,3, dan 4 gram. Karbon aktif dibuat dengan karbonisasi suhu 320oC selama 30 menit, ayakan 100 mesh, aktivasi dengan HCl 0,1 M selama 24 jam, pembilasan dengan aquades hingga pH 7 dan pengeringan suhu 150 oC selama 2 jam, pengolahan limbah cair dengan karbon aktif ampas tebu sistem batch. Hasil penelitian yaitu karbon aktif dengan dosis 2 gram menurunkan kadar COD sebesar 44,87% dan penurunan kadar Amonia sebesar 51,8%. Dosis 3 gram menurunkan kadar COD sebesar 69,86% dan Amonia sebesar 71%. Dosis 4 gram menurunkan kadar COD dan Amonia sebesar 540,97 mg/L atau 84,72% dan pada parameter Amonia sebesar 84,6%. Hal ini terjadi karena dosis atau Jumlah adsorben yang makin banyak akan memberikan luas permukaan yang makin besar bagi adsorbat untuk terdesorpsi. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dosis yang mampu menurunkan kadar COD dan Amonia paling besar hingga memenuhi persyaratan baku mutu adalah 4 gram. Saran bagi penelitian selanjutnya agar melakukan penambahan dosis untuk menemukan dosis optimum.Kunci: Ampas Tebu, COD, Amonia
EVALUASI PENGELOLAAN SAMPAH DI TERMINAL PURABAYA KOTA SURABAYA TAHUN 2017 Khairil Anam; Sri Mardoyo; Fitri Rokhmalia
GEMA LINGKUNGAN KESEHATAN Vol 15, No 3 (2017): Gema Kesehatan Lingkungan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/kesling.v15i3.693

Abstract

Terminal Purabaya adalah tempat-tempat umum yang terdiri dari kegiatan pelayanan penumpang atau barang dengan kendaraan bus atau angkutan umum, Terminal Purabaya terbesar di Jawa Timur, jumlah sampah yang dihasilkan setiap harinya rata-rata 14m3 dengan rata-rata jumlah penumpang kedatangan 29.000 dan keberangkatan 28.300 orang setiap harinya, maka perlu mendapatkan pengawasan pengelolaan yang baik untuk mengantisipasi timbulnya dampak negatif terhadap lingkungan, dari hasil survei pendahuluan yang dilakukan di Terminal Purabaya dari aktifitas pengunjung, penumpang maupun pengelola dapat mempengaruhi jumlah sampah di Terminal Purabaya, penelitian ini bertujuan untuk mengukur jumlah sampah, melakukan observasi mengenai pengelolaan sampah, dan mengevaluasi pengelolaan sampah di Terminal Purabaya menggunakan analisis SWOT.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan menggambarkan fakta yang ada terkait pengelolaan sampah di Terminal Purabaya. Sampel dalam penelitian ini mengambil orang yang dianggap mengetahui permasalahan yang diteliti yaitu pengelola, petugas kebersihan, pengawas petugas kebersihan, dan Kepala Terminal Purabaya. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis SWOT.Dari hasil penelitian, maka didapat hasil timbulan sampah perhari di Terminal Purabaya 4.870,28 Kg/hari, dan penilaian pengelolaan sampah di Terminal Purabaya pada tahap penimbulan 88%, pengumpulan 77%, penyimpanan sampah sementara 95%, dan pengangkutan ke TPA 100%, dari semua tahap pengelolaan sampah dapat dikategorikan baik.Pada analisis SWOT didapat beberapa strategi, antara lain: (1) Terminal Purabaya merupakan Terminal terbesar, yang mana terkait pengelolaan sampah telah bekerja sama dengan DKP atau dinas terkait. Sumber daya manusia (SDM) petugas kebersihan di Terminal Purabaya sudah cukup; (2) Meningkatkan wawasan petugas kebersihan dalam melaksanakan tugasnya; (3) Perlu adanya koordinasi antara pihak Terminal dengan tokoh masyarakat; (4) Perbaikan dan peningkatan sarana prasarana; (5) Meningkatkan wawasan masyarakat / pengunjung Terminal dalam hal pentingnya membuang sampah pada tempatnya. Kata kunci : SWOT, Analisis pengelolaan sampah
PENGELOLAAN SAMPAH DI TPI LEKOK KABUPATEN PASURUAN TAHUN 2020 Rizka Firdayanti; Darjati .; Fitri Rokhmalia
GEMA LINGKUNGAN KESEHATAN Vol 19, No 1 (2021): GEMA Lingkungan Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/kesling.v19i1.1263

Abstract

Aktivitas pengolahan dan perdagangan ikan di TPI menghasilkan banyak limbah dan sampah. Belum adanya fasilitas pengelolaan sampah khusus TPI menyebabkan masyarakat terbiasa membakar serta membuang sampah sembarangan. Sampah yang menumpuk dan berserakan di wilayah TPI menimbulkan bau tidak sedap dan pencemaran lingkungan. Dampak buruk terhadap lingkungan juga menyebabkan penurunan hasil produksi ikan di TPI Lekok pada tahun 2018-2019 dari 540.283 ton menjadi 158.130 ton. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengelolaan sampah di TPI Lekok Kabupaten Pasuruan.          Jenis penelitian ini adalah deksriptif kualitatif dengan teknik analisis matriks SWOT untuk menentukan strategi dalam perencanaan pengelolaan sampah di TPI Lekok Kabupaten Pasuruan. Data primer diperoleh melalui observasi, pengukuran dan wawancara. Data sekunder meliputi data umum TPI, jumlah pegawai dan jumlah pedagang sebanyak 277 orang. Variabel yang diteliti yaitu volume dan komposisi sampah, faktor internal dan eksternal pengelolaan sampah serta pengelolaan sampah di TPI Lekoksesuai fungsi manajemen.          Hasil penelitian menunjukkan bahwa volume sampah yang dihasilkan  TPI Lekok Kabupaten Pasuruan adalah 388,49 L/hari atau 0,39 m3/hari, dengan komposisi sampah organik lebih dominan yaitu 59,08% dan anorganik sebesar  40,92%. Analisis SWOT pengelolaan sampah di TPI Lekok berada di kuadran III (Turn Around) dan strategi yang diterapkan Weakness-Opportunity melalui perbaikan internal serta memanfaatkan pengelolaan sampah terpadu TPST 3R yang ada di Kecamatan Lekok.          Pengelolaan sampah di TPI Lekok akan dilakukan melalui pemilahan sampah, pengomposan, kerjasama dengan pihak ketiga untuk sampah anorganik plastik dan perbaikan pada beberapa aspek pengelolaan sampah lainnya. Disarankan perlu ada penambahan sarana wadah sampah serta pengolahan sampah dengan metode 3R di TPI Lekok.
PEMANFAATAN SUMUR BOR PADA SISTEM PENYEDIAAN AIR BERSIH RSUD Dr. SAIFUL ANWAR MALANG rudi sutijopramono; Nurhaidah .; Fitri Rokhmalia
GEMA LINGKUNGAN KESEHATAN Vol 18, No 2 (2020): GEMA Lingkungan Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/kesling.v18i2.1448

Abstract

RSUD Dr. Saiful Anwar Malang menggunakan sumber air dari PDAM dan sumur. SAB yang bersumber pada sumur bor di IRNA I menyebabkan timbulnya pengendapan kotoran pada perpipaan. Penelitian ini bertujuan menggambarkan sistem penyediaan air bersih dari pemanfaatan sumur bor di IRNA I.Penelitian ini bersifat deskritif. Objek, sasaran pada penelitian ini adalah sistem penyediaan dan kualitas air bersih dari pemanfaatan sumur bor di IRNA I,              Hasil penelitian pada perubahan tekanan aliran air bersih dari pola pengoperasian pompa rerata 8,78 jam/hari, 16 responden (80%) dari 20 yang diwawancarai tentang kondisi air bersih di ruang pelayanan pernah mengetahui langsung terjadinya kekeruhan/endapan hitam yang keluar sesaat dari dalam kran, ke enam parameter fisik air yang diperiksa antara lain kekeruhan, warna, zat padat terlarut (TDS), suhu, rasa, dan bau memenuhi syarat untuk air bersih sesuai Permenkes RI No. 32 Tahun 2017, walupun angka hasil pemeriksaan TDS yaitu 1000 mg/l. Disimpulkan bahwa pemanfaatan sumur bor pada sistem penyediaan air bersih mengandung kadar kekeruhan dan zat padat terlarut tidak memenuhi syarat, penggunaan pompa yang tidak efektif menyebabkan terbentuknya pengendapan kotoran di dalam perpipaan. Disarankan perlunya perbaikan sistem untuk menghilangkan pengendapan kotoran, penyaringan yang mampu mengurangi kandungan TDS dan kekeruhan.Kata Kunci:Sistem penyediaan air bersih, frekuensi  perubahan  tekanan  aliran air, air keruh/endapan hitam
PENDAMPINGAN PROGRAM PENGEMBANGAN EKOWISATA MANGROVE DENGAN KEGIATAN KONSERVASI LINGKUNGAN Khambali Khambali; Fitri Rokhmalia; Rachmaniyah Rachmaniyah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 2, No 1 (2020): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (856.416 KB) | DOI: 10.32807/jpms.v2i1.601

Abstract

Ekowisata atau Wisata Alam adalah kegiatan pariwisata yang bertanggung jawab atas kawasan / kawasan yang masih alami yang dikelola sesuai kaidah alam, dengan tujuan menikmati keindahan alam yang melibatkan unsur edukasi, pemahaman dan dukungan bagi upaya pelestarian alam serta peningkatan pendapatan dan kesejahteraan. Komunitas lokal. Pengembangan ekowisata / desa wisata berkelanjutan berbasis pemberdayaan masyarakat merupakan upaya memasukkan peran masyarakat dalam kegiatan desa / kelurahan wisata yang dikenal dengan istilah “Community Based Development”. Tujuan dari program Pengabdian kepada Masyarakat adalah untuk meningkatkan kesehatan lingkungan dan wawasan dalam bidang kesehatan lingkungan serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat khususnya masyarakat Desa Wonorejo Kecamatan Rungkut Kota Surabaya.Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan dalam Ekowisata Mangrove yaitu pelestarian lingkungan berupa reboisasi / penghijauan dengan penanaman pohon dan mangrove. Penanaman 3000 avicennia marinaa tanaman mangrove di laut, pemberian bibit tanaman dan penanaman 3000 avicennia marinaa tanaman mangrove melibatkan Dinas Perkebunan dan Pertamanan. Pada tanggal 26 dan 27 Oktober 2016 telah ditanam 300 tanaman mangrove avicennia marinaa, dan setelah dilakukan evaluasi hingga 10 November 2016 telah ditanam 3000 tanaman mangrove avicennia marinaa. Rekomendasi yang dapat diberikan kepada peneliti lain adalah melakukan uji konsentrasi Pb, lahan dan berbagai jenis tumbuhan guna mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menentukan fitoremediasi menggunakan tumbuhan. Rekomendasi yang dapat diberikan adalah perlunya evaluasi secara berkala terhadap fungsi mangrove jenis avicennia marinaa yang telah ditanam di Ekowisata Mangrove.
HUBUNGAN ANTARA PERILAKU 3M PLUS DENGAN KEJADIAN DBD DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SEMEMI TAHUN 2021 Dwi Erlina Fristianti; Fitri Rokhmalia; Hadi Suryono
GEMA LINGKUNGAN KESEHATAN Vol 20, No 1 (2022): GEMA Lingkungan Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/kesling.v20i1.1666

Abstract

One of the serious public health problems is dengue fever which is influenced by environmental factors. One that can affect the increase in the larva free rate with a percentage of 85%. This is due to a lack of public awareness in 3M plus activities on a regular basis. The purpose of this study was to study the relationship between 3M plus behavior and the incidence of dengue fever in the working area of the Sememi Health Center.This type of research is an analytic study which was carried out by case control. The object of the study was 12 samples of DHF patients. Community behavior data obtained from this study is the level of knowledge, attitudes, and actions. Analysis of the data in this study presented a chi-square test to analyze the relationship between 3M plus behavior and the incidence of DHF.Based on observations made on 24 respondents' houses, the respondents' knowledge level met the criteria of sufficient 42%, the attitude of the respondents met the criteria of less than 42%, and the actions of the respondents met the criteria of less than 46%. The results of the Chi square analysis test that there is a relationship between the incidence of DHF and the behavior of respondents with p value 0.05It is necessary to conduct counseling regarding 3M plus efforts, as well as hold community service activities to carry out 3M plus activities directed at cleaning homes and the surrounding environment so that the spread of dengue disease can be reduced.
Analysis of Biological and Chemical Parameters in Alkaline Water of Various Brands in Indonesia Fitri Rokhmalia; Pratiwi Hermiyanti
International Journal of Advanced Health Science and Technology Vol. 2 No. 3 (2022): June
Publisher : Forum Ilmiah Teknologi dan Ilmu Kesehatan (FORITIKES)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35882/ijahst.v2i3.13

Abstract

Humans need drinking water in life and up to 70% of the human body is water. Consuming enough mineral water for the body can help the process to facilitate digestion, regulate metabolism, regulate food substances in the body and regulate body balance. 46.1% of adolescents from 1200 respondents studied when feeling thirsty prefer instant drinks compared to consuming mineral water, this causes mild dehydration with symptoms: dry lips up to the throat, body weakness. This study aimed to analyze the levels of biological and chemical parameters in alkaline water of various brands in Surabaya which were coded KW, M, P and T. This study was experimental with a post-test only control group design. The research data were statistically tested using one-way ANOVA with the aim of analyzing the levels of biological (E.Coli and MPN Coliform) and chemical (arsenic, fluoride and total chromium) parameters in alkaline water (KW, M, P, T). E.coli parameters in 4 types of alkaline water which were coded KW, M, P and T met the standard requirements, namely 0 colonies/100 ml. Chemical parameters namely arsenic met the requirements of 0-0.1 ppm, fluoride met the requirements of 0.01-1.5 ppm and total chromium met the requirements of 0.01-0.05 ppm. In accordance with the results of the examination, it is revealed that the process of making and producing alkaline water of various brands in the market under study are following the Good Food Production Methods (CPPB), thus there is no E. Coli and MPN Coliform content. Suggestions can be given to future researchers and the community; future researchers need to conduct further research on other brands of alkaline water in various areas with a wider range while the community needs to be more selective and smart in choosing alkaline water to be consumed to maintain a healthy body so they can benefit it at an affordable price
ANALISIS KANDUNGAN JAMUR CANDIDA ALBICANS TERHADAP SANITASI TOILET UMUM DI PASAR KOTA BOJONEGORO Juwita Esthi Utami; Rusmiati Rusmiati; Fitri Rokhmalia; Suprijandani Suprijandani
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 2, No 4 (2017): Desember 2017
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.407 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v2i4.178

Abstract

Candidiasis merupakan suatu infeksi yang disebabkan oleh Candida sp. Biasanya ditandai dengan penebalan kulit, peradangan, dan rasa sakit saat buang air kecil. Candida albicans menyebabkan keputihan pada wanita. Kondisi sanitasi toilet pasar Kota Bojonegoro masih jauh dari syarat kesehatan. Toilet yang tidak terjaga kebersihanya akan menjadi media pertumbuhan dan perkembangbiakan jamur Candida albicans. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Menganalisis kandungan jamur Candida albicans di toilet umum pasar Kota Bojonegoro. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode analitik dengan cara melakukan observasi, pengambilan sampel, dan pemeriksaan laboratorium Kemudian di analisis pengaruh variabel satu dengan yang lainnya menggunakan uji statistik yaitu regresi linear sederhana. Berdasarkan hasil penelitian di pasar Kota Bojonegoro dengan uji statistik di dapatkan nilai p
A Concentrations Of pH, Chromium, and MPN Coliform Parameters in Alkaline Water Fitri Rokhmalia; Pratiwi Hermiyanti
International Journal of Advanced Health Science and Technology Vol. 2 No. 5 (2022): October
Publisher : Forum Ilmiah Teknologi dan Ilmu Kesehatan (FORITIKES)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35882/ijahst.v2i5.167

Abstract

Humans need water for life and up to 70% of the human adult body is water. Consuming enough mineral water for the body can help the digestive process, regulate metabolism, regulate food substances in the body, and regulate body balance. The aim of the study was to analyze the levels of biological and chemical parameters in alkaline water with various trademarks in Surabaya with the code 1, 2, 3, 4. This was an experimental study with the posttest only control group design. Research data were analyzed using one-way ANOVA to assess levels of biological (MPN Coliform) and chemical (total chromium) parameters in alkaline water (1, 2, 3, 4). The E. Coli parameter in 4 brands of alkaline water (1, 2, 3 and 4) met the requirements according to the standard, namely 0 colonies/100 ml. Chemical parameters such as total chromium met the standard with ±0.001-0.01 mg/l. In accordance with the results of the analysis, the process of making and producing alkaline water from various brands under study on the market were in accordance with Good Food Production Methods (GFPM), thus MPN Coliform contents were found. Recommendations for researchers are to conduct further research with different alkaline water trademarks and in other cities with a wider scope. For the public, people are urged to be more selective and smarter in choosing alkaline water so as to gain benefits in line with the purchasing power of middle and lower economic class.
KONDISI FISIK DAN SARANA SANITASI DASAR RUMAH DI PERMUKIMAN KELURAHAN TANAH KALIKEDINDING KOTA SURABAYA TAHUN 2021 Muhammad Gilang Ramadhan; Narwati; Fitri Rokhmalia
Jurnal Hygiene Sanitasi Vol. 1 No. 1 (2021): Oktober 2021
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.043 KB)

Abstract

The problems of physical condition and basic sanitation facilities in Tanah Kalikedinding Urban Village are the condition of dull and cracked walls, lack of lighting, ventilation that does not meet the requirements and the application of healthy latrines as a means of disposing of public feces has not been optimal. The purpose of this study was to assess the physical condition and basic sanitation facilities of houses in the Tanah Kalikedinding urban village of Surabaya. This study used a descriptive type of research with a cross sectional approach. The population in this study were 351 houses in Tanah Kalikedinding Village. Sampling using simple random sampling technique with a total sample of 57 houses. Analysis of data regarding the physical condition and basic sanitation of the house is based on the results of observations and then compared with Kepmenkes No. 829/Menkes/SK/VII/1999 concerning housing health requirements, components and spatial arrangement of healthy homes. The results showed that the physical condition of the house in Tanah Kalikedinding Village got a good category (83.76%). However, the components of the floor assessment, which are clean and watertight, and the components on the walls, namely light colored walls, do not meet the requirements. Meanwhile, basic sanitation facilities also received a good category (92.37%). However, in the assessment component of waste disposal facilities, namely water flowing smoothly and using closed channels, it does not meet the requirements. The conclusion of this study was that the assessment of the physical condition of the house and basic sanitation facilities in Tanah Kalikedinding Village obtained the results of getting a good category. The researcher hopes that the results of this research will be useful for the application of science to the community in the field of environmental health.
Co-Authors Abibatus Solichah Ahmad Daudsyah Imami Ambarwati Ambarwati Ani Intiyati Asvinatin Choiriyah Bambang Sunarko Binti Yunariyah, Binti Budi Yulianto Cecep Dani Sucipto Darjati darjati darjati Darjati Darjati Darjati, Darjati Demes Nurmayanti Dessy Arna, Yessy Dwi Ayu Lestari Putri Dwi Ayu Lestari Putri Dwi Erlina Fristianti Edi, Imam Sarwo Edy Haryanto Ekawati, Fifi Afidah Endro Yulianto Ervi Husni, Ervi Evi Pratami Fadlillah FR Fauziyah, Nada Febrianna, Fatima Intan Ferry Kriswandana Ginarsih, Yuni Ginarsih, Yuni Hadi Suryono Halimah Halimah Halimah Hermiyanti, Pratiwi Hilmi Yumni Hindaryani, Nurul I Dewa Gede Hari Wisana Imam Sarwo Imam Thohari Imami, Ahmad Daudsyah Ira Puspitasari Irwan Sulistio Islaha, Maria Isnanto Istanto, Wisnu Iva Rustanti Eri Wardojo Jessika Juan Pramudita Juliana Christyaningsih Juwita Esthi Utami Kasiati, Klanting Kelara Dyah Arintia Putri Khairil Anam Khambali, Khambali Kurniawaty, Yenni Dwi Lailatur Rahmah Maulidah Lembunai Tat Alberta Liliek Soetjiatie Lilis Sulistyorini Lintang Lailattul Fadillah Luluk Widarti, Luluk Luthfi Rusyadi Mamik Marlik MINARTI Muhammad Gilang Ramadhan Muhammad Gilang Ramadhan Muhammad Ibrahim Al Aqib Mujayanto Nada Fauziyah Narwati Narwati Narwati Ngadino Ngadino, Ngadino Ngadino, Ngadino Novika Hildayanti Nurhaidah Nurhaidah Pebianti, Melania Rizerda Pengge, Nuning Marina Putra, Farhan Kusuma Putri Arida Ipmawati, Putri Arida Rachmaniyah Rahmadiah Ayu Vidyanti Retno Sasongko Wati Rijanto Rizka Firdayanti rudi sutijopramono Rusadi, Muhammad Alfatih Dimas Rusmiati Rusmiati Rusmiati Sari, Ernita Sari, Ira Rahayu Tiyar Sekar Maharani, Zulfa Setiawan Setiawan Setiawan Setiawan Shafa Aulia Hasnaningrum Sholikah, Mar'atus Siska Desti Rahayu Siti Mar'atus Slamet Wardoyo Soedjajadi - Sri Anggraeni Sri Mardoyo Sri Poerwati1, Ari Probandari2, Joko Sutrisno3, Ari Handono Ramelan4 SRI UTAMI Sudjarwo . Sukesi . Sulistio, Irwan Sulistyowati, Dwi Wahyu Wulan Sumaningsih, Rahayu Sumasto, Hery Supriyatin, Endah Susanti, Amy Risqina Taufik Anwar Taufiqurrahman Titi Maharrani Triana, Wahyuningsih Tyas, Suci Aminning Waella Septamari Budi Widyastuti, Dwi Utari winarko, winarko Winarko, Winarko Windi, Yohanes Kambaru Wisnu Istanto Wisnu, Nurwening Tyas Yeti Kurniatiningsih Zulfa Sekar Maharani