Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

PENGUATAN SPIRITUAL DAN KESEHATAN KELUARGA SEBAGAI FONDASI LIFE BALANCE BAGI IKATAN ALUMNI UMMUL MUKMININ Ahmad, Nur Isra'; Zainal, Ana Utami; Ariati, Sri Niken; Bahjah, Dzata; Muzdalifah, Muzdalifah
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 01 (2026): FEBRUARI 2026
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena yang melatarbelakangi kegiatan pengabdian ini adalah tantangan alumni Ikatan Alumni Ummul Mukminin (IAUM) dalam menjaga keseimbangan hidup di tengah peran ganda sebagai ibu rumah tangga dan profesional, yang sering menimbulkan tekanan fisik, mental, dan spiritual. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pembinaan spiritual sekaligus penguatan kesehatan keluarga berbasis nilai Islam, karena kesehatan merupakan salah satu faktor penting dalam membentuk spiritual wellness keluarga tangguh beriman. Metode pengabdian menggunakan pendekatan partisipatif dan edukatif, dengan rangkaian kegiatan berupa pembukaan, penyampaian materi bertema Spiritual Wellness: Keluarga Tangguh Beriman, diskusi interaktif, refleksi, serta evaluasi melalui kuis berbasis aplikasi Kahoot. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta dengan capaian evaluasi di atas 50%, menandakan bahwa mereka mampu mengaitkan materi dengan praktik keseharian. Proses partisipatif membuat nilai spiritual lebih mudah diinternalisasi, sehingga kegiatan ini terbukti efektif dalam memperkuat spiritualitas, mendukung kesehatan keluarga, dan membangun keluarga tangguh beriman dalam menghadapi tantangan zaman.
Dikotomi Ilmu dan Agama dalam Pendidikan Islam: Kontribusi Perspektif Al-Hulul Nur Isra' Ahmad; Diarti Andra Ningsih
Pedagogy: Journal of Multidisciplinary Education Vol. 2 No. 1 (2025): Mei 2025
Publisher : PT. Academic Bright Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/pedagogy.v2i1.262

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji relevansi dan kontribusi perspektif al-Hulul dalam kurikulum pendidikan Islam sebagai upaya mengatasi dikotomi antara ilmu dan agama. Pemilihan judul ini didasarkan pada urgensi reformasi pendidikan Islam yang menuntut integrasi ilmu agar menghasilkan sistem pembelajaran yang tidak hanya berorientasi akademik, tetapi juga memperkuat nilai-nilai ketuhanan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pustaka dengan sumber data berasal dari beberapa jurnal nasional dan hasil penelitian. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini ialah analisis isi atau content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-Hulul dapat diterapkan dalam kurikulum pendidikan Islam melalui perumusan tujuan pembelajaran, perumusan materi ajar yang tidak hanya memaparkan teori ilmiah, melainkan juga menyertakan kutipan ayat Al-Qur'an yang relevan, metode pembelajaran dengan pendekatan kontemplatif dan reflektif, penilaian hasil belajar, dan pelatihan bagi guru. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat memberikan solusi bagi pengembangan kurikulum yang lebih holistik, harmonis, dan sesuai dengan prinsip-prinsip integratif dalam Islam.
KAJIAN LITERASI KEUANGAN KELUARGA ISLAMI BAGI ALUMNI UMMUL MUKMININ UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN FINANSIAL BERBASIS ISLAM Ahmad, Nur Isra'; Hiasyah, Ayu Sartika; Amin, Nur Fadilah; Zainal, Ana Utami; Ariati, Sri Niken
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 4 No. 02 (2026): MARET 2026
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena pengabdian ini berangkat dari rendahnya literasi keuangan pada ibu-ibu muslim, khususnya alumni Pondok Pesantren Puteri Ummul Mukminin yang mayoritas berperan sebagai ibu rumah tangga. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman finansial alumni Ummul Mukminin agar mampu mengelola keuangan rumah tangga secara amanah, berlandaskan nilai-nilai Islam. Metode pelaksanaan pengabdian dilakukan dengan pendekatan partisipatif dan edukatif. Kegiatan ini berhasil memberikan penguatan literasi keuangan Islami sekaligus membekali peserta dengan kewaspadaan terhadap risiko digital. Hasil evaluasi melalui sesi tanya jawab dan kuis interaktif menggunakan aplikasi Kahoot menunjukkan bahwa peserta telah memahami konsep dasar seperti fungsi uang dan perbedaan kebutuhan serta keinginan. Namun, masih diperlukan pendalaman pada aspek teknis, terutama dalam mengenali instrumen investasi syariah dan meningkatkan kewaspadaan terhadap penipuan digital. Dengan demikian, pengabdian ini memberikan kontribusi nyata dalam memberikan pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan keuangan keluarga berbasis nilai-nilai Islam.
FENOMENA HEDONISME GENERASI Z DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENDIDIKAN ISLAM Ahmad, Nur Isra'; Ushwa Dwi Masrurah Arifin Bando
An-Nahdlah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 5 No 3 (2026): Januari-April
Publisher : Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Lombok Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51806/an-nahdlah.v5i3.899

Abstract

Fenomena hedonisme telah menjadi isu sosial yang semakin menguat dalam masyarakat modern, ditandai dengan gaya hidup yang berorientasi pada kesenangan dan kepuasan materi. Penelitian ini mengeksplorasi fenomena hedonisme dalam kehidupan generasi Z serta menelaah internalisasi nilai-nilai Islam sebagai respon, sehingga dapat menjadi dasar bagi pendidikan Islam dalam membentuk akhlak, menyesuaikan materi dan metode pembelajaran, serta memperkuat peran guru, ustaz, dan lingkungan pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis dengan melibatkan generasi Z Muslim berusia 15–24 tahun di Makassar, yang dipilih melalui purposive sampling berdasarkan keterlibatan di media sosial, kecenderungan konsumtif, dan pengalaman menghadapi budaya hedonis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hedonisme tampak nyata dalam bentuk belanja online, nongkrong di kafe, dan orientasi pada tren digital, dengan dampak psikologis berupa kebutuhan pengakuan sosial dan rasa percaya diri. Untuk menghadapinya, nilai-nilai Islam seperti kesederhanaan, kontrol diri, tanggung jawab sosial, spiritualitas, refleksi, dan resistensi perlu diinternalisasikan melalui pendidikan Islam dengan metode kreatif dan interaktif, materi pembelajaran kontekstual yang menekankan etika konsumsi Islami, keteladanan guru dan ustaz, serta lingkungan pendidikan yang kondusif.
Fungsi Edukatif Orang Tua dalam Membentuk Karakter Konsumsi Islami Anak Ahmad, Nur Isra'; Supriadi
DZURRIYAT : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 4 No. 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/dz.v4i1.5749

Abstract

Anak-anak Muslim tumbuh dalam lingkungan digital yang sarat iklan dan tren konsumtif sehingga menghadapi dilema antara mengikuti budaya populer materialistis atau mempertahankan nilai Islami yang menekankan kesederhanaan, tanggung jawab, dan kepedulian sosial. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis secara komprehensif fungsi edukatif orang tua dalam membentuk karakter konsumsi Islami anak dengan menggunakan pendekatan kajian pustaka (library research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua memiliki peran fundamental sebagai pendidik utama dan pertama dalam pendidikan Islam, di mana ayah berfungsi sebagai figur otoritas dan ibu sebagai pengasuh utama yang bersama-sama menanamkan nilai agama, etika, dan kebiasaan Islami sejak dini. Proses internalisasi nilai konsumsi Islami berlangsung bertahap melalui dimensi kognitif, afektif, dan psikomotorik, diperkuat dengan teladan, bimbingan, pengawasan, dan pembiasaan konsisten sehingga anak terbentuk sebagai pribadi berkarakter Islami dan memiliki filter moral menghadapi budaya konsumtif global. Implikasi dari penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan peran orang tua sebagai benteng utama dalam menjaga nilai konsumsi Islami anak di tengah arus globalisasi dan digitalisasi.
Ecosufism as a Paradigm of Environmental Ethics in Islamic Education Ahmad, Nur Isra'
PUTIH: Jurnal Pengetahuan Tentang Ilmu dan Hikmah Vol. 11 No. 1 (2026): PUTIH: Jurnal Pengetahuan tentang Ilmu dan Hikmah Vol. XI No. I (On Process)
Publisher : Mahad Aly Al Fithrah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51498/putih.2026.11(1).18-42

Abstract

The global ecological crisis, marked by extreme climate change, global warming, pollution, deforestation, and biodiversity loss, highlights that environmental problems are not merely technical but also carry ethical and spiritual dimensions. In the Indonesian educational context, many schools have yet to establish a sustainable ecological culture, making environmental education largely ceremonial and less effective in fostering ecological awareness among students. This study aims to formulate the paradigm of ecosufism as an Islamic educational approach that integrates Sufi values with ecological consciousness. The research method employed is library research, analyzing relevant scientific literature published between 2016 and 2026. The findings indicate that ecosufism represents an Islamic educational paradigm that unites Sufi principles with ecological awareness, thereby producing ecological spirituality rooted in Islamic teachings. The internalization of values such as tauḥīd, amanah, tazkiyatun nafs, zuhud, tafakur, iḥsān, sabr, and shukr fosters ecospiritual individuals who are responsible for environmental preservation as part of worship. Within the curriculum, this internalization is realized through the integration of ecological issues into Islamic Religious Education subjects, daily environmentally friendly practices, teacher role modeling, and routine environmental programs. The conclusion emphasizes that Islamic education should not be limited to normative knowledge transfer but must cultivate a sustainable school culture that instills ecological awareness as part of humanity’s role as khalifah on earth. The implication of this study is that ecosufism can serve as a strategic approach in national education policy and provide a foundation for future empirical research to test its effectiveness in enhancing students’ ecological awareness.
Paradigm and Socio-Historical Context of Islamic Sciences in an Epistemological Study Ahmad, Nur Isra'; Ushwa Dwi Masrurah Arifin Bando
MADINAH Vol 13 No 1 (2026): Madinah: Jurnal Studi Islam
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM TARBIYATUT THOLABAH LAMONGAN, INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58518/madinah.v13i1.4695

Abstract

This research aims to identify the theories that shape the paradigm of Islamic sciences, trace their relationship to socio-historical contexts, and develop a new epistemological framework that is relevant to contemporary studies. The method used is a literature review with content analysis of relevant literature. The results of the study show that Islamic sciences are based on revelation as a normative basis, but develop through reason and empirical experience so as to form a historical construction that is open to critical study. The deductive paradigm maintains the consistency of religious teachings, while the inductive paradigm is born from the practical needs of the community through observation and experimentation. Both interact with revelation, rationality, and social reality, giving birth to a comprehensive, rational, and empirical epistemology of Islam. The novelty of this research lies in the integrative perspective that connects deduction-induction with socio-historical reality. Therefore, further research needs to be directed to empirical studies in the fields of education, technology, and public policy, as well as to expand dialogue with contemporary science so that Islam's contribution to the global scientific tradition is more real.
Populasi dan Sampel: Konsep dan Prosedur dalam Penelitian Pendidikan Nur Isra' Ahmad; Supriadi
Advances In Education Journal Vol. 2 No. 4 (2026): Advances In Education Journal (Februari)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Population and sample are methodological pillars that determine the quality of educational research. The problem raised is that there are still often ambiguities in defining the population and choosing a representative sample, so that the results of the research are at risk of bias and difficult to generalize. The purpose of this study is to analyze the definition of population and sample, the reason for sampling, and the proper sample determination procedure. The research method uses a library research approach by examining relevant literature. The results confirm that a population is a whole of objects with specific characteristics, while samples are chosen to represent the whole to make research efficient and relevant. The sampling procedure includes the determination of objectives, population, technique, and size, with more representative probability sampling and nonprobability sampling that is flexible but at risk of bias. Implicitly, researchers need to understand the concept of population and sample appropriately so that the research results are valid, can be used as a basis for policy, and are relevant to social dynamics and practical needs.
Internalisasi Nilai-Nilai Islami dalam Materi Membangun Persatuan dalam Keberagamaan pada Mata Kuliah Pendidikan Agama Islam di Perguruan Tinggi Nur Isra' Ahmad; Diarti Andra Ningsih
Advances In Education Journal Vol. 2 No. 5 (2026): Advances In Education Journal (April)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Religion in Indonesia is still colored by the practice of intolerance in the academic space, so that the internalization of Islamic values in the learning of Islamic Religious Education (PAI) is an urgent need so that students are able to develop Islamic characters that are relevant to real life. This study aims to analyze the process of internalizing Islamic values in the material Building Unity in Diversity with a qualitative approach to 10 students at one of the universities in Makassar. The results of the study show that internalization takes place through the cognitive, affective, and psychomotor realms so that students not only understand the concept of diversity theoretically but also live and practice it. The manifestation of values can be seen from student behavior, while the implications of the research emphasize the importance of developing a PAI curriculum that is oriented towards the formation of Islamic character.
ORANG TUA SEBAGAI PILAR DALAM PENDIDIKAN AGAMA SEORANG ANAK Ushwa Dwi Masrurah Arifin Bando; Nur Isra Ahmad
Referensi Islamika: Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 2 (2024): DECEMBER
Publisher : Academic Bright Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran orang tua dalam pendidikan agama anak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pembentukan kepribadian religius sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran orang tua sebagai pilar utama dalam menanamkan nilai-nilai agama pada anak serta memahami strategi yang digunakan dalam proses tersebut. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini menggunakan metode wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen untuk mengumpulkan data dari keluarga dengan anak usia 6–12 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan agama oleh orang tua tidak hanya melibatkan pembelajaran konseptual tetapi juga praktik langsung seperti ibadah bersama, pemberian teladan, dan pembiasaan nilai-nilai Islami dalam kehidupan sehari-hari. Kendala yang dihadapi meliputi kesibukan orang tua, pengaruh lingkungan, serta kurangnya pemahaman tentang metode pendidikan agama yang efektif. Namun, dengan komitmen dan pendekatan yang konsisten, orang tua mampu menjadi landasan kuat dalam membentuk kepribadian religius anak. Penelitian ini merekomendasikan perlunya peningkatan kesadaran dan keterampilan orang tua dalam mendidik anak secara religius melalui program pelatihan berbasis komunitas dan dukungan dari lembaga pendidikan. Hasil ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam pengembangan kebijakan dan program pendukung pendidikan agama di tingkat keluarga.