Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Dikotomi Ilmu dan Agama dalam Pendidikan Islam: Kontribusi Perspektif Al-Hulul Nur Isra' Ahmad; Diarti Andra Ningsih
Pedagogy: Journal of Multidisciplinary Education Vol. 2 No. 1 (2025): Mei 2025
Publisher : PT. Academic Bright Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/pedagogy.v2i1.262

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji relevansi dan kontribusi perspektif al-Hulul dalam kurikulum pendidikan Islam sebagai upaya mengatasi dikotomi antara ilmu dan agama. Pemilihan judul ini didasarkan pada urgensi reformasi pendidikan Islam yang menuntut integrasi ilmu agar menghasilkan sistem pembelajaran yang tidak hanya berorientasi akademik, tetapi juga memperkuat nilai-nilai ketuhanan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pustaka dengan sumber data berasal dari beberapa jurnal nasional dan hasil penelitian. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini ialah analisis isi atau content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-Hulul dapat diterapkan dalam kurikulum pendidikan Islam melalui perumusan tujuan pembelajaran, perumusan materi ajar yang tidak hanya memaparkan teori ilmiah, melainkan juga menyertakan kutipan ayat Al-Qur'an yang relevan, metode pembelajaran dengan pendekatan kontemplatif dan reflektif, penilaian hasil belajar, dan pelatihan bagi guru. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat memberikan solusi bagi pengembangan kurikulum yang lebih holistik, harmonis, dan sesuai dengan prinsip-prinsip integratif dalam Islam.
FENOMENA HEDONISME GENERASI Z DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENDIDIKAN ISLAM Ahmad, Nur Isra'; Ushwa Dwi Masrurah Arifin Bando
An-Nahdlah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 5 No 3 (2026): Januari-April
Publisher : Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Lombok Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51806/an-nahdlah.v5i3.899

Abstract

Fenomena hedonisme telah menjadi isu sosial yang semakin menguat dalam masyarakat modern, ditandai dengan gaya hidup yang berorientasi pada kesenangan dan kepuasan materi. Penelitian ini mengeksplorasi fenomena hedonisme dalam kehidupan generasi Z serta menelaah internalisasi nilai-nilai Islam sebagai respon, sehingga dapat menjadi dasar bagi pendidikan Islam dalam membentuk akhlak, menyesuaikan materi dan metode pembelajaran, serta memperkuat peran guru, ustaz, dan lingkungan pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis dengan melibatkan generasi Z Muslim berusia 15–24 tahun di Makassar, yang dipilih melalui purposive sampling berdasarkan keterlibatan di media sosial, kecenderungan konsumtif, dan pengalaman menghadapi budaya hedonis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hedonisme tampak nyata dalam bentuk belanja online, nongkrong di kafe, dan orientasi pada tren digital, dengan dampak psikologis berupa kebutuhan pengakuan sosial dan rasa percaya diri. Untuk menghadapinya, nilai-nilai Islam seperti kesederhanaan, kontrol diri, tanggung jawab sosial, spiritualitas, refleksi, dan resistensi perlu diinternalisasikan melalui pendidikan Islam dengan metode kreatif dan interaktif, materi pembelajaran kontekstual yang menekankan etika konsumsi Islami, keteladanan guru dan ustaz, serta lingkungan pendidikan yang kondusif.
Fungsi Edukatif Orang Tua dalam Membentuk Karakter Konsumsi Islami Anak Ahmad, Nur Isra'; Supriadi
DZURRIYAT : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 4 No. 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/dz.v4i1.5749

Abstract

Anak-anak Muslim tumbuh dalam lingkungan digital yang sarat iklan dan tren konsumtif sehingga menghadapi dilema antara mengikuti budaya populer materialistis atau mempertahankan nilai Islami yang menekankan kesederhanaan, tanggung jawab, dan kepedulian sosial. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis secara komprehensif fungsi edukatif orang tua dalam membentuk karakter konsumsi Islami anak dengan menggunakan pendekatan kajian pustaka (library research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua memiliki peran fundamental sebagai pendidik utama dan pertama dalam pendidikan Islam, di mana ayah berfungsi sebagai figur otoritas dan ibu sebagai pengasuh utama yang bersama-sama menanamkan nilai agama, etika, dan kebiasaan Islami sejak dini. Proses internalisasi nilai konsumsi Islami berlangsung bertahap melalui dimensi kognitif, afektif, dan psikomotorik, diperkuat dengan teladan, bimbingan, pengawasan, dan pembiasaan konsisten sehingga anak terbentuk sebagai pribadi berkarakter Islami dan memiliki filter moral menghadapi budaya konsumtif global. Implikasi dari penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan peran orang tua sebagai benteng utama dalam menjaga nilai konsumsi Islami anak di tengah arus globalisasi dan digitalisasi.
Populasi dan Sampel: Konsep dan Prosedur dalam Penelitian Pendidikan Nur Isra' Ahmad; Supriadi
Advances In Education Journal Vol. 2 No. 4 (2026): Advances In Education Journal (Februari)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Population and sample are methodological pillars that determine the quality of educational research. The problem raised is that there are still often ambiguities in defining the population and choosing a representative sample, so that the results of the research are at risk of bias and difficult to generalize. The purpose of this study is to analyze the definition of population and sample, the reason for sampling, and the proper sample determination procedure. The research method uses a library research approach by examining relevant literature. The results confirm that a population is a whole of objects with specific characteristics, while samples are chosen to represent the whole to make research efficient and relevant. The sampling procedure includes the determination of objectives, population, technique, and size, with more representative probability sampling and nonprobability sampling that is flexible but at risk of bias. Implicitly, researchers need to understand the concept of population and sample appropriately so that the research results are valid, can be used as a basis for policy, and are relevant to social dynamics and practical needs.
Internalisasi Nilai-Nilai Islami dalam Materi Membangun Persatuan dalam Keberagamaan pada Mata Kuliah Pendidikan Agama Islam di Perguruan Tinggi Nur Isra' Ahmad; Diarti Andra Ningsih
Advances In Education Journal Vol. 2 No. 5 (2026): Advances In Education Journal (April)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Religion in Indonesia is still colored by the practice of intolerance in the academic space, so that the internalization of Islamic values in the learning of Islamic Religious Education (PAI) is an urgent need so that students are able to develop Islamic characters that are relevant to real life. This study aims to analyze the process of internalizing Islamic values in the material Building Unity in Diversity with a qualitative approach to 10 students at one of the universities in Makassar. The results of the study show that internalization takes place through the cognitive, affective, and psychomotor realms so that students not only understand the concept of diversity theoretically but also live and practice it. The manifestation of values can be seen from student behavior, while the implications of the research emphasize the importance of developing a PAI curriculum that is oriented towards the formation of Islamic character.
ORANG TUA SEBAGAI PILAR DALAM PENDIDIKAN AGAMA SEORANG ANAK Ushwa Dwi Masrurah Arifin Bando; Nur Isra Ahmad
Referensi Islamika: Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 2 (2024): DECEMBER
Publisher : Academic Bright Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran orang tua dalam pendidikan agama anak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pembentukan kepribadian religius sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran orang tua sebagai pilar utama dalam menanamkan nilai-nilai agama pada anak serta memahami strategi yang digunakan dalam proses tersebut. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini menggunakan metode wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen untuk mengumpulkan data dari keluarga dengan anak usia 6–12 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan agama oleh orang tua tidak hanya melibatkan pembelajaran konseptual tetapi juga praktik langsung seperti ibadah bersama, pemberian teladan, dan pembiasaan nilai-nilai Islami dalam kehidupan sehari-hari. Kendala yang dihadapi meliputi kesibukan orang tua, pengaruh lingkungan, serta kurangnya pemahaman tentang metode pendidikan agama yang efektif. Namun, dengan komitmen dan pendekatan yang konsisten, orang tua mampu menjadi landasan kuat dalam membentuk kepribadian religius anak. Penelitian ini merekomendasikan perlunya peningkatan kesadaran dan keterampilan orang tua dalam mendidik anak secara religius melalui program pelatihan berbasis komunitas dan dukungan dari lembaga pendidikan. Hasil ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam pengembangan kebijakan dan program pendukung pendidikan agama di tingkat keluarga.
EXPLORING THE ROLE OF SHARIA-BASED SOCIAL MEDIA REPUTATION IN SHAPING BANK ALADIN SYARIAH'S CUSTOMER TRUST Supriadi; Nur Isra' Ahmad; Ismawati; Asyraf Mustamin
Referensi Islamika: Jurnal Studi Islam Vol. 4 No. 3 (2026): JUNE
Publisher : Academic Bright Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66053/ri.v4i3.457

Abstract

The main purpose of this study is to explore the role of social media reputation in shaping customer trust in Bank Aladin Syariah. The research method used in this study is qualitative and exploratory. The data in this study was collected through in-depth interviews with customers who actively follow Bank Aladin Syariah's Instagram account, as well as observations of content uploaded by banks. The analysis is carried out in several stages, namely determining the topic, coding the data, grouping data by category and finally formulating conclusions. The three main findings that emerged from this exploration are: first, the credibility of the content is the foundation of trust. Second, visual branding that carries a modern and Islamic image. Third, the interactivity and responsiveness of the Bank Aladin Syariah Instagram account. The findings highlight that social media plays a strategic role in building value-based trust rather than mere promotion. Bank Aladin Syariah should manage its digital reputation through credible content, appealing visuals, and interactive communication. The study’s limitation lies in its focus on Instagram and predominantly young informants, suggesting future research across platforms with more diverse participants. This study has originality because it examines in depth the role of Sharia-based social media reputation in shaping customer trust in Bank Aladin Syariah. The focus on the Instagram platform provides a unique contribution, considering that this visual-interactive social media is rarely studied specifically in the context of digital Islamic banking.
Respon Mahasiswa Muslim terhadap Ujaran Kebencian di Media Sosial melalui Implementasi Materi Toleransi dalam Pendidikan Agama Islam Nur Isra' Ahmad; Selfa Afia; Ayu Janianti Yusuf; Ushwa Dwi Masrurah Arifin Bando
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.5548

Abstract

Ujaran kebencian merupakan fenomena global yang semakin marak di era digital, terutama di ruang media sosial yang menjadi wadah interaksi lintas batas sekaligus sarana penyebaran konten negatif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan respon mahasiswa muslim terhadap ujaran kebencian di media sosial serta menganalisis peran implementasi materi toleransi dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) terhadap respon tersebut. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif yang melibatkan 158 responden melalui teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa muslim memiliki sensitivitas tinggi terhadap ujaran kebencian, mayoritas di antara mereka merasa terganggu dan mendorong untuk mengambil sikap dengan cara melaporkan atau menegur secara sopan sebagai bentuk internalisasi nilai toleransi dari PAI. Adapun implementasi materi toleransi terbukti relevan dalam membentuk karakter moderat mahasiswa, dengan tasamuh sebagai nilai dominan, serta diperkuat oleh ukhuwah, amanah, dan tawasuth. Mahasiswa juga menilai bahwa sikap moderat dapat dibentuk melalui pembinaan karakter di kampus, kajian etika komunikasi, dan integrasi nilai Islam dalam kurikulum digital yang saling melengkapi. Implikasinya, perguruan tinggi perlu memperkuat kurikulum PAI, metode pembelajaran interaktif, kajian etika komunikasi, serta pembinaan karakter agar mahasiswa dapat menjadi agen perubahan yang menjaga etika komunikasi dan mencegah konflik sosial.
Penguatan Kepedulian Sosial melalui Program Berbagi Sembako dan Alat Tulis di Panti Asuhan Peduli Yatim Bersama Makassar Nur Isra' Ahmad; Supriadi; Mujahidah; Asyraf Mustamin; Nuraeni Gani
Jurnal Abdi Masyarakat Pendidikan Vol. 3 No. 01 (2026): Jurnal Abdi Masyarakat Pendidikan
Publisher : Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar Kampus VI Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Orphans at the Makassar Orphanage Peduli Bersama Makassar still face limitations in meeting basic needs and educational facilities that have an impact on their learning motivationIn line with these problems, this service activity aims to provide basic necessities and stationery as an integrative effort that not only fosters social awareness, but also strengthens religious values and supports the sustainability of orphans' education. The community service method used is a participatory approach. The results of the activity showed that children not only felt materially helped, but also received stronger psychological encouragement and motivation to learn. Their enthusiasm when receiving stationery is clear evidence that simple support can have a big impact on the spirit of learning. This activity also shows that community service not only contributes to the fulfillment of basic needs, but also enriches the psychological and social aspects of orphans.
Pelatihan Optimalisasi Penggunaan Aplikasi Wayground untuk Meningkatkan Kompetensi Asesmen Digital Mahasiswa PGSD Bone Syamsurijal; Nur Isra Ahmad; Ruhul Kudus; Arlian Fachrul Syahputra; Femmy Angreany
Jurnal Abdi Masyarakat Pendidikan Vol. 3 No. 01 (2026): Jurnal Abdi Masyarakat Pendidikan
Publisher : Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar Kampus VI Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Digital transformation in education requires prospective elementary school teachers to develop competencies in designing, implementing, and evaluating technology-based learning assessments. This community service program aimed to improve the digital assessment competence of PGSD Bone students through training on the optimization of the Wayground application. The activity employed a participatory training approach consisting of needs identification, material presentation, application demonstration, independent practice, mentoring, digital assessment product presentation, and evaluation. Evaluation instruments included participant response questionnaires, skill observation sheets, and pretest-posttest assessments. The results indicated that the training improved students’ understanding of digital assessment concepts, skills in creating interactive quizzes, ability to manage digital classes, and competence in analyzing assessment results quickly and objectively. Therefore, this training positively contributed to strengthening the pedagogical competence and digital literacy of PGSD Bone students, particularly in designing creative, engaging, and data-based elementary school learning assessments.