Claim Missing Document
Check
Articles

The Relationship Of Family Support And Elderly Activities In Posyandu With The Quality Of Life Of Elderly In The Working Area Of Pal Tiga Pontianak City Health Center Fatya Rahmah; Yoga Pramana; Yuyun Tafwidhah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4428

Abstract

Background: The rapidly growing elderly population faces multiple challenges affecting quality of life, including physical, cognitive, social, and mental decline. Family support and participation in Elderly Posyandu (Integrated Health Post) are considered important factors influencing elderly quality of life, yet their specific relationships in Indonesian urban settings remain underexplored. Objective: This study aimed to analyze the relationships between family support, elderly activity levels in Posyandu, and quality of life among elderly individuals in the working area of Puskesmas Pal Tiga, Pontianak City. Method: A correlational study with a cross-sectional design was conducted using a purposive sampling technique. The sample consisted of 84 elderly individuals aged 60 years and above registered at Posyandu Lansia Asoka. Data were collected using validated questionnaires measuring demographic characteristics, family support, and quality of life, along with attendance records. Data analysis employed the Spearman rank correlation test with a significance level set at p < 0.05. Results: Among respondents, 98.8% received good family support, 56% were active Posyandu participants, and 97.6% reported good quality of life. Statistical analysis revealed a significant positive relationship between family support and quality of life (r = 0.703, p = 0.000), but no significant relationship between elderly activity levels in Posyandu and quality of life (r = 0.019, p = 0.866). Conclusion: Family support significantly influences elderly quality of life, while Posyandu attendance frequency alone does not directly correlate with quality of life outcomes, suggesting the need for enhanced service quality and family-centered interventions.
PERBANDINGAN SUMBER DAYA HONEYPOT BERBASIS COWRIE DAN OPENCANARY TERHADAP SERANGAN SSH BRUTE-FORCE DAN PORT-SCANNING Pramana, Yoga; Huwae, Raphael Bianco; Jatmika, Andy Hidayat
JTIKA (Jurnal Teknik Informatika, Komputer dan Aplikasinya) Vol 8 No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Teknik, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jtika.v8i1.541

Abstract

The rapid advancement of information technology demands good security. One approach that can be taken and is considered effective for identifying and analyzing cyberattacks is to implement a honeypot security layer. In a comparative study of two types of honeypots, namely Opencanary and Cowrie, which examined the form of honeypot response and the main focus of resource requirements to attacks along with the use of two methods of brute-force and port-scanning attacks. The attack was carried out virtually with the self-attack method, with the aim of comparing each honeypot in terms of resource requirements. The results show that in brute-force attacks, Opencanary has lower resource requirements with the highest CPU/RAM requirements of only 14% / 1.3%, while Cowrie requires more resources with the highest CPU/RAM requirements of 17% / 1.3%. While port-scanning attacks have lower resource requirements with the highest CPU requirements in Opencanary at 3% and Cowrie at 2% and similar RAM requirements at 1.28%. This study is expected to be a benchmark in selecting a honeypot that is tailored to the existing resource requirements.
PEDULI ANEMIA DENGAN “GENRE LIMA” DI PONDOK PESANTREN KOTA PONTIANAK Mita Mita; Faisal kholid Fahdi; Ikbal Fradianto; Yoga Pramana; Tri Wahyuning Tyas; Gabriella Alphani; Erja Safhie Ega Nanda
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 11 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i11.4238-4245

Abstract

Anemia menjadi masalah utama Kesehatan pada wanita disemua kelompok usia, termasuk remaja. Remaja merupakan kompenen utama pembangunan Sumber daya manusia  suatu bangsa. rematri usia 10-18 tahun mempunyai resiko anemia paling tinggi. Remaja yang mengalami anemia akan mengalami penurunan imunitas, berkurangnya konsentrasi belajar dan prestasi belajar. Selain itu juga akan berdampak pada kebugaran fisik remaja dan produktifivitas remaja, Remaja yang mengalami anemia kan merasakan kehilangan selera makan, sulit untuk menfokuskan pikiran, dan gejala umum seperti letih, lesu, Lelah, lunglai dan lemah, serta wajah yang tampak pucat dan mata berkunang-kunang. WHO merekomendasikan Pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) sebagai salah satu upaya pencegahan dan penanggulangan anemia. Upaya peningkatan pengetahuan anemia pada rematri dapat dilakukan melalui pemberian edukasi kesehatan Oleh karena itu edukasi tentang anemia sangat penting diberikan remaja putri, pengabdian masayarakat ini dilakukan dengan memberikan ceramah tatap muka dan video edukasi tentang, terjadi pengingkatan pengetahuan setelah diberikan edukasi melalui video.
Edukasi Pertolongan Pertama pada Cedera Luka di Sekolah Dasar Daerah Perbatasan Kalimantan Barat Suhaimi Fauzan; Faisal Kholid Fahdi; Yoga Pramana; Mita; Sulastri Herdaningsih; Herman
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 7 No. 02 (2023): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v7i02.2237

Abstract

Abstrak Background: Siswa merupakan seseorang yang sedang belajar dengan tingkat rasa ingin tahu dan mencoba hal baru yang tinggi. Karakteristik ini dapat berpotensi mengalami timbulnya kecelakaan baik ketika sedang bermain, belajar, atau olahraga. Hasil observasi kepada tenaga pengajar menunjukkan bahwa masih sering terjadi cedera di SDN 12 Entikong. Tingkat pengetahuan yang rendah berpotensi menimbulkan kesalahan saat memberikan pertolongan pertama. Metode: Program ini merupakan program pengabdian kepada masyarakat guna memberikan edukasi kesehatan kepada siswa SDN 12 Entikong menggunakan metode ceramah dan pembekalan buku saku. Para siswa akan diberikan lembar evaluasi pre-post test. Hasil evaluasi akan diolah secara statistik (paired sample t test) guna mengetahui pengaruh edukasi kesehatan. Hasil: Rata-rata tingkat pengetahuan siswa sebelum diberikan edukasi adalah 59,5, sementara setelah diberikan edukasi sebesar 78,0. Uji statistik menunjukkan nilai p=0,000. Kesimpulan: PKM ini memberikan dampak peningkatan pengetahuan pada kalangan pelajar tentang penanganan cedera luka. PKM ini secara tegas menunjukkan bahwa ada pengaruh edukasi pertolongan pertama pada cedera luka di SDN daerah perbatasan Kalimantan Barat. Kata Kunci: Edukasi, Kesehatan, Cedera, Pendidikan, Siswa
Gambaran Perilaku Berisiko Pada Aktivitas Penggunaan Gadget di Agregat Usia Remaja Reza Reynaldi; M. Ali Maulana; Yoga Pramana
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 8 (2024): Volume 6 Nomor 8 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i8.13957

Abstract

ABSTRACT In the current era, gadgets are very popular with all people, including teenagers. Gadgets are very influential among adolescents; with gadgets, adolescents can easily access everything they need, including learning activities. The risky behavior of using gadgets in applications can cause health problems for adolescents. Knowing the description of risky behavior in the activity of using gadgets in the aggregate age of adolescents. This research is quantitative in nature and uses a quantitative descriptive design and a cross-sectional approach. The research instrument used a gadget-based risk behavior questionnaire with a total of 188 respondents and was developed using a quota sampling technique. Data analysis uses univariate analysis, namely descriptive statistics in the form of frequency and percentage of gadget usage behavior. The findings show that the majority of teenagers studying at Tanjungpura University are aged between 18 and 22 years. Participants in this study were men and women. The characteristics of respondents came from semesters II, IV, VI, and VIII, which were taken in equal numbers. The types of gadgets used were smartphones, laptops, tablets, and PCs. The majority of teenagers had risky behavior. Gadget use is in the moderate category, where most teenagers aged 20 have risky behavior when using gadgets. There is an overview of risky behavior in the activity of using gadgets in the aggregate age of adolescents, with the percentage of risky behavior using gadgets in the medium category (92.0%), high category (5.3%), and low category (2.7%). Keywords: Adolescents, Gadgets, Risky Behavior  ABSTRAK Di era saat ini, gadget sangat di gemari oleh semua kalangan salah satunya usia remaja. Gadget sangat berpengaruh dikalangan remaja, dengan adanya gadget remaja dapat dengan mudah mengakses segala hal yang dibutuhkan termasuk kegiatan pembelajaran. Perilaku penggunaan gadget yang berisiko dalam mengaplikasikan akan dapat menimbulkan masalah kesehatan bagi remaja. Mengetahui gambaran perilaku berisiko pada aktivitas penggunaan gadget di agregat usia remaja. Riset ini bersifat kuantitatif dan memakai rancangan deskriptif kuantitatif serta pendekatan potong lintang. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner perilaku berisiko berbasis gadget dengan jumlah responden 188 orang dan dikembangkan menggunakan teknik kuota sampling. Analisa data memakai analisa univariat yaitu statistik deskriptif berupa frekuensi serta persentase perilaku penggunaan gadget. Temuan menunjukkan dimana mayoritas remaja yang belajar di Universitas Tanjungpura berusia antara 18 hingga 22 tahun. Partisipan pada studi ini yaitu laki-laki dan perempuan, karakteristik responden berasal dari semester II, IV, VI dan VIII yang diambil dalam jumlah yang sama, jenis-jenis gadget yang digunakan yaitu smartphone, laptop, tablet dan PC, mayoritas remaja memiliki perilaku berisiko penggunaan gadget  dalam kategori sedang dimana sebagian besar remaja dengan usia 20 tahun memiliki perilaku berisiko penggunaan gadget dalam kategori sedang. Terdapat gambaran perilaku berisiko pada aktivitas penggunaan gadget di agregat usia remaja dengan persentase perilaku berisiko penggunaan gadget kategori sedang (92,0%), kategori tinggi (5,3%), dan kategori rendah (2,7%). Kata Kunci: Gadget, Perilaku Berisiko, Remaja
EDUKASI PENGETAHUAN DASAR BENCANA UNTUK KESIAPSIAGAAN ANGGOTA PALANG MERAH REMAJA (PMR) DI SMA 1 SUNGAI RAYA Fauzan, Suhaimi; Saputra, Dikki; Tryono Parulian Rumapea, Costan; Herdaningsih, Sulastri; Pramana, Yoga
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 4 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i4.%p

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat kerentanan bencana yang tinggi di dunia. Kondisi ini menuntut keterlibatan aktif generasi muda dalam upaya mitigasi dan kesiapsiagaan bencana di lingkungan sekolah. Palang Merah Remaja (PMR) SMA Negeri 1 Sungai Raya memiliki potensi besar sebagai agen perubahan dan garda terdepan dalam membangun budaya siaga bencana di sekolah. Namun, hasil observasi awal menunjukkan sebagian anggota belum memiliki pengetahuan memadai mengenai jenis bencana lokal, terutama banjir dan kebakaran lahan gambut, serta prosedur evakuasi yang benar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dasar bencana melalui edukasi interaktif berbasis experiential learning dengan pendekatan partisipatif. Sebanyak 30 anggota PMR dilibatkan sebagai peserta. Efektivitas program diukur menggunakan desain pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada rata-rata skor pengetahuan dari 7,27 menjadi 8,57, serta peningkatan kategori “Baik” dari 43,3% menjadi 73,3%. Kegiatan penyuluhan, studi kasus risiko lokal, dan simulasi bencana terbukti efektif dalam mentransfer pengetahuan menjadi keterampilan praktis. Pengabdian ini berkontribusi dalam memperkuat kapasitas PMR sebagai pelopor kesiapsiagaan sekolah dan model edukasi kebencanaan berbasis konteks lokal.
ACTIVITIES OF DAILY LIVING PADA PASIEN STROKE ISKEMIK Pramana, Yoga; Hanafi, Hanafi; Maulana, M Ali; Seprian, Dwin
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 17 No 1 (2026): Jurnal Riset Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : Institut Teknologi dan Kesehatan Muhammadiyah Kalimantan Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54630/jk2.v17i1.596

Abstract

Background: Ischemic stroke is a global health problem that causes significant mortality and disability worldwide, with a prevalence of approximately 6.2 million deaths annually. Ischemic stroke is the most common type of stroke in Indonesia, accounting for 87%. Objective: This study was conducted to determine the relationship between body mass index (BMI) and the level of dependency in ischemic stroke patients. Method: This is a descriptive analytical study with a cross-sectional approach. The cross-sectional sample used in this study consisted of 20 respondents, including ischemic stroke patients at Tanjungpura University Hospital, Pontianak. The sampling technique used was purposive sampling. Results: The Spearman Rank test showed significant results (2-tailed) with a p-value of 0.576, indicating no relationship between body mass index and Activities of Daily Living in ischemic stroke patients. Conclusion: There is no relationship between body mass index and Activities of Daily Living in ischemic stroke patients.
Co-Authors ., Mita Abd. Rasyid Syamsuri Adiningsih, Berthy Adiningsih, Berthy Sri Utami Ali Maulana, M. Annisa, Elsa Aprianti, Risky Amelia Aprizal, Wahyu Arfandy, Firza Argitya Righo Arief Andriyanto Audrelia, Cheryl Aulia Fradinta Aziz, Syaifallah Aziz Bela, Widia Cyntia Bravana, Novi Meta Cantika, Cici Delima Fajar Liana Dewi, Devi Lestia Dian Susanti Dikki Saputra Djoko Priyono Doddy Abdul Karim Eduarna, Mutiara Suryani Ega Safie Nanda, Erza Erja Safhie Ega Nanda Ervina Lili Neri Ervita, Ledy Faisal Khalid Fahdi Faisal Kholid Fahdi Faisal Kholid Fahdi Fanny Venezuela Fatya Rahmah Fauzan, Suhaimi Firza Arfandy Firza Arfandy Firza Arvandy Fitriangga, Agus Fitriani, Dina Fradianto, Ikbal Gabby Novikadarti Rahmah Gabriella Alphani Hanafi Hanafi Harianti Harianti Harmita, Devi Hazimah Mufidah Herdaningsih, Sulastri Herman Herman . Herman Herman Hidasari, Fitriana Puspa Huwae, Raphael Bianco Inderiyani, Inderiyani Intani, Merlisa Kesuma Ismail, Madi Ismatullah, Dedi Ita, Kalista Jatmika, Andy Hidayat Junaidi Junaidi Kafaso, Virgilius Phasacola Tiko Karim, Doddy Abdul Kholid Fahdi, Faisal Krisdianto, Muhammad Agung Lidya Natalia M. Ali Maulana M. Ali Maulana Mahyarudin, Mahyarudin Mardhia Mardhia Margun, Margun Marwa Qatrunnada Maulana, M. Ali Maulana, Muhammad Ali Meliawati Meliawati, Meliawati Meta Bravana, Novi Mita Mita Mita Mita Mita Mita Mita, Mita Mohlisin, Mohlisin Muhammad Ali Maulana Muhammad Ikhsan Ghifari Muhammad Luthfi Muthia Hana Nadia Rahmawati Najini, Robby Nazarius, Paola Krismonita Indahsari Nera Umilia Purwanti, Nera Umilia Nia Sri Ramania Olivia Pavita Arista Widya Pratama, Erja Natha Adit Prima, Irenne Agil Qois, Alwan Azhar Rahmawati, Nadia Reza Reynaldi Rika Kurnia Sari Rofirullah, Fazrul Rossita, Annisa Sari, Febbi Wulan Seprian, Dwin Siti Alfiya Suhariyati, Dwi Asni Sukarni Sukarni . Sukarni Sukarni Sukarni Sukarni Sukarni Sukarni Suriadi Jais Syamsiar, Syamsiar Tafwidhah, Yuyun Titan Ligita tommy apriantono Tommy Apriantono Tri Wahyuning Tyas Triyana Harlia Putri Tryono Parulian Rumapea, Costan Yulanda, Nita Arisanti Yuyun Tafwidhah