Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Pembelajaran di Raudatul Athfal (RA) TAUD SAQU Cahaya Hati Halmahera Selatan Haryati Haryati; Supardi Widodo; Radjiman Ismail; M. Natsir Mahmud
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 9 No 6 (2023): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.7781358

Abstract

Raudatul Athfal (RA) is an Islamic-based early childhood education unit under the guidance of the Indonesian Ministry of Religion. Al Ghazali's conservative Islamic education is conceptually in accordance with the concept of implementing learning in raudhatul Athfal: First, the Principles of RA Curriculum Development, namely the formation of spiritual and social attitudes, namely behavior that reflects an attitude of faith and piety, development of the nature of faith (religious and moral values), learning that holistic and integrative. Second, in accordance with the characteristics and used as a characteristic of education and learning in RA, which is based on Islamic values ​​based on the Al Quran and Hadith in accordance with Q.S. Annahl/16: 64. These principles and characters are contained in the concept and implementation of learning at RA TAUD SAQU Cahaya Hati South Halmahera as an early childhood education madrasa that uses Al-Quran-based learning. Conservative learning methods used in learning at RA TAUD SAQU Cahaya Hati South Halmahera are a) the model or uswatun hasanah; b) custom or practice; c) Uswatun hasanah/ good example; d) self-reflection or muhasabah and e). Stories and qishah. In the implementation of learning at RA TAUD SAQU Cahaya Hati, it was found that the five methods were applied in the learning process. Consistent application of Islamic values ​​from the time they come to the madrasa to go home. Especially for the Al-Qur'an Thafifz method, the conservative talaqqi, Tasmi, Muraja'ah methods are used and giving prizes to students as a form of encouragement and motivation to enjoy learning and memorizing the Koran
Ontologi, Epistimologi, dan Aksiologi Filsafat Pendidikan Islam Ratna M.; Bahaking Rama; Natsir Mahmud; A. Amiruddin
IQRA : JURNAL MAGISTER PENDIDIKAN ISLAM Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : IQRA : JURNAL MAGISTER PENDIDIKAN ISLAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Istilah "filsafat ilmu" digunakan untuk menggambarkan berbagai pandangan kritis tentang semua hal yang berkaitan dengan dasar ilmu dan bagaimana hal itu berkaitan dengan semua aspek kehidupan manusia. Setiap bidang ilmu memiliki bagian yang unik. Ilmuwan memiliki benda, pernyataan, proposisi, dan karakteristik. Keempat komponen tersebut difokuskan pada tiga landasan filsafat: epistemologi, aksiologi, dan ontologi.Penulis artikel ini membahas filosofi ontologi, epistemologi, dan aksiologi dengan menggunakan studi literatur atau penelitian dari berbagai karya ilmiah dan buku yang berkaitan dengan topik tersebut. Analisis menyatakan bahwa ontologis dasarnya berbicara tentang hakikat "yang ada". Ketika ilmu pengetahuan ditinjau dari perspektif ontologi, tujuannya adalah untuk membuktikan dan menelaah kebenarannya. Epistemologi membahas dasar, sumber, karakteristik, kebenaran, dan cara pengetahuan diperoleh. Epistemologi mempromosikan ilmu pengetahuan. Pembahasannya terfokus pada bagaimana para ilmuwan menggunakan sumber dan metode untuk mengembangkan pengetahuan. Dalam psikologi analitik, hubungan antara ilmu dan nilai sangat penting.Aksiologi memeriksa apakah sebuah ilmu pengetahuan layak atau tidak dikembangkan berdasarkan nilai.
Merangkum Kebenaran Filsafat, Kebenaran Ilmu Pengtahuan dan Kebenaran Agama Rachman, Wa Sree Galuatry; Rama, Bahaking; Mahmud, Muhammad Natsir
IQRA : JURNAL MAGISTER PENDIDIKAN ISLAM Vol 4, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : IQRA : JURNAL MAGISTER PENDIDIKAN ISLAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan makalah ini adalah untuk mengkaji konsep kebenaran dalam tiga bidang besar filsafat, agama, dan sains. Pertanyaan penelitian yang diajukan meliputi pengertian dan penafsiran konsep kebenaran pada masing-masing disiplin ilmu, perbedaan mendasar dan persamaan pendekatan terhadap kebenaran, serta pemahaman para filosof dalam mengembangkan pemahamannya tentang kebenaran dalam filsafat, agama, dan sains, pemikiran dan keberadaan kebenaran dan koneksinya satu dengan yang lainnya. Melalui eksplorasi mendalam terhadap konsep kebenaran, kajian ini mencari pemahaman lebih dalam tentang bagaimana pandangan filosofis, religius, dan ilmiah membentuk pemahaman manusia terhadap dunia dan keberadaannya. Analisis ini juga berfokus pada peran penting para filsuf dalam mempengaruhi perkembangan konsep kebenaran di ketiga bidang tersebut. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang mendalam mengenai konsep kebenaran dalam filsafat, agama, dan sains, serta menunjukkan konteks dan peran para filsuf dalam pengembangan pemahaman umat manusia tentang kebenaran. Oleh karena itu, artikel ini memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pemahaman modern tentang isu-isu filosofis, agama dan ilmiah
Faktor-Faktor Determinan Pendidikan Islam Dalam Kajian Filsafat Nasir, Muh.; Marjuni, A.; Mahmud, Moh. Natsir
EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI ) Vol 7 No 1 (2024): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/es.v7i1.2030

Abstract

Pendidikan Islam merupakan bagian integral dari sistem pendidikan yang bertujuan untuk membentuk individu Muslim yang berakhlak mulia dan berpengetahuan luas. Dalam konteks kajian filsafat, terdapat sejumlah faktor determinan yang memengaruhi pendidikan Islam dan memberikan landasan filsafat yang kuat bagi pengembangannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor determinan yang memengaruhi pendidikan Islam dalam kajian filosofat, serta untuk mengeksplorasi implikasi filsafatnya. Metode yang digunakan adalah studi literature review berfokus pada hasil penulisan yang berkaitan dengan topik tentang tentang faktor-faktor determinan pendidikan Islam dalam kajian filsafat. Data yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari hasil-hasil penelitian yang sudah dilakukan maupun diterbitkan dalam buku referensi, dan jurnal online nasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa faktor determinan dalam pendidikan islam adalah: pendidik, peserta didik, tujuan pendidikan, alat pendidikan, lingkungan. Hasil penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang faktor-faktor determinan pendidikan Islam dalam kajian filsafat, serta relevansinya dalam membentuk karakter dan kepribadian individu muslim. Implikasi filsafat dari faktor-faktor determinan ini dapat menjadi panduan berharga bagi pengembangan pendidikan Islam yang holistik dan berkelanjutan.
THE MERDEKA CURRICULUM IN CHARACTER EDUCATION WITH THE EXPLORATION OF A HOLISTIC APPROACH AT POLMAN SCHOOL, MANDAR SULBAR Rifai, Mesrawati; Mahmud, Natsir; Kasim, Amrah; Muzakkir, Muzakkir; Makduani, Rivai
International Journal of Multidisciplinary Research and Literature Vol. 3 No. 6 (2024): INTERNATIONAL JOURNAL OF MULTIDISCIPLINARY RESEARCH AND LITERATURE
Publisher : Yayasan Education and Social Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53067/ijomral.v3i6.280

Abstract

A holistic educational approach underscores the significance of comprehensive child development, integrating cognitive, social, emotional, and physical dimensions. Experiential learning through interaction with the environment facilitates optimal growth and development in children. The Merdeka Curriculum for schools introduces the concept of holistic learning, integrating various aspects of child development and creating learning experiences relevant to their lives. Teachers are crucial in creating a safe, comfortable, and loving environment that allows children to feel valued and learn well. Play-based learning in schools strengthens children's motor, cognitive, and social-emotional skills. Implementing a holistic approach in this curriculum necessitates ongoing support for educators through training and coaching to improve their ability to manage child-based learning. Thus, a holistic approach is critical to ensuring optimal and high-quality early childhood development
STUDI KRITIS TERHADAP PENDIDIKAN SEKULER Al Azhar; Bahaking Rama; Moh. Natsir Mahmud
HUMANITIS: Jurnal Homaniora, Sosial dan Bisnis Vol. 3 No. 3 (2025): Maret
Publisher : ADISAM PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Education is a basic need for every human being. The aim of education is to shape humans so they are able to adapt in their lives, by developing the various potentials that exist within them. In the educational process, various views are faced, including understanding related to secular thinking in the world of education. In this paper the author will discuss and criticize secular education. Education in the current era is experiencing various challenges ranging from secularism to implementing the noble values of religious teachings in social life. Muslims are very pragmatic, and even tend to be opportunistic. Secular Ideas in today's life are presented and packaged in a beautiful way through globalization and modernization, which is in line with the development of Western civilization. Secularism is an ideology that seeks to eliminate religious values that originate from revelation in world life, or separate religious life from the world which is actually different from the aim of education, namely forming a pious human spirit.
The Crisis of Scientific Publications in Religious Universities: The Transformation of Tri Dharma Implementation to Penetrate Superior Accreditation M. Alhabsyi, Ni’ma; Muh. Natsir Mahmud; Syamsuddin; Hasyim Haddade; Petta Solong, Najamuddin
Al-Ulum Vol. 24 No. 2 (2024): Al-Ulum
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/au.v24i2.6853

Abstract

This study analyzes the crisis of scientific publications in the Islamic Religious Education Study Program (PAI) IAIN Sultan Amai Gorontalo with a focus on transforming the implementation of the Tri Dharma of Higher Education to support the achievement of superior accreditation. The research uses a qualitative method with a case study design. Data were collected through document desk reviews, observations, in-depth interviews, and Focus Group Discussions (FGDs), then analyzed using the Miles and Huberman models. The results of the study show that Sinta-accredited national publications have increased by 15% per year, while reputable international publications have decreased from 8 articles (2022 and 2023) to 2 articles (2024). The variation in productivity between lecturers is quite high, influenced by limited facilities, publication costs, lack of collaboration, and evaluation oriented towards the quantity of training. This study contributes a conceptual framework of the relationship between causal factors, outcomes, and action strategies. Recommendations include target-based mentoring, special funding for publications, strengthening global research networks, and outcome-based evaluation.
Ontologi, Epistimologi, dan Aksiologi Filsafat Pendidikan Islam M., Ratna; Rama, Bahaking; Mahmud, Natsir; Amiruddin, A.
IQRA : JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : IQRA : JURNAL PENDIDIKAN ISLAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Istilah "filsafat ilmu" digunakan untuk menggambarkan berbagai pandangan kritis tentang semua hal yang berkaitan dengan dasar ilmu dan bagaimana hal itu berkaitan dengan semua aspek kehidupan manusia. Setiap bidang ilmu memiliki bagian yang unik. Ilmuwan memiliki benda, pernyataan, proposisi, dan karakteristik. Keempat komponen tersebut difokuskan pada tiga landasan filsafat: epistemologi, aksiologi, dan ontologi.Penulis artikel ini membahas filosofi ontologi, epistemologi, dan aksiologi dengan menggunakan studi literatur atau penelitian dari berbagai karya ilmiah dan buku yang berkaitan dengan topik tersebut. Analisis menyatakan bahwa ontologis dasarnya berbicara tentang hakikat "yang ada". Ketika ilmu pengetahuan ditinjau dari perspektif ontologi, tujuannya adalah untuk membuktikan dan menelaah kebenarannya. Epistemologi membahas dasar, sumber, karakteristik, kebenaran, dan cara pengetahuan diperoleh. Epistemologi mempromosikan ilmu pengetahuan. Pembahasannya terfokus pada bagaimana para ilmuwan menggunakan sumber dan metode untuk mengembangkan pengetahuan. Dalam psikologi analitik, hubungan antara ilmu dan nilai sangat penting.Aksiologi memeriksa apakah sebuah ilmu pengetahuan layak atau tidak dikembangkan berdasarkan nilai.
Merangkum Kebenaran Filsafat, Kebenaran Ilmu Pengtahuan dan Kebenaran Agama Rachman, Wa Sree Galuatry; Rama, Bahaking; Mahmud, Muhammad Natsir
IQRA : JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol. 4 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : IQRA : JURNAL PENDIDIKAN ISLAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan makalah ini adalah untuk mengkaji konsep kebenaran dalam tiga bidang besar filsafat, agama, dan sains. Pertanyaan penelitian yang diajukan meliputi pengertian dan penafsiran konsep kebenaran pada masing-masing disiplin ilmu, perbedaan mendasar dan persamaan pendekatan terhadap kebenaran, serta pemahaman para filosof dalam mengembangkan pemahamannya tentang kebenaran dalam filsafat, agama, dan sains, pemikiran dan keberadaan kebenaran dan koneksinya satu dengan yang lainnya. Melalui eksplorasi mendalam terhadap konsep kebenaran, kajian ini mencari pemahaman lebih dalam tentang bagaimana pandangan filosofis, religius, dan ilmiah membentuk pemahaman manusia terhadap dunia dan keberadaannya. Analisis ini juga berfokus pada peran penting para filsuf dalam mempengaruhi perkembangan konsep kebenaran di ketiga bidang tersebut. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang mendalam mengenai konsep kebenaran dalam filsafat, agama, dan sains, serta menunjukkan konteks dan peran para filsuf dalam pengembangan pemahaman umat manusia tentang kebenaran. Oleh karena itu, artikel ini memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pemahaman modern tentang isu-isu filosofis, agama dan ilmiah
Memahami Dikotomi Ilmu Pengetahuan Umum dan Agama Dalam Perspektif Filsafat Pendidikan Islam Humairah, Andi Eliyah; Marjuni, A.; Mahmud, Moh. Natsir; Sukawati, Sukawati
Jurnal Pendidikan Jompa Indonesia Vol 3 No 3 (2024): JUPENJI: Jurnal Pendidikan Jompa Indonesia
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jupenji.Vol3.Iss3.1165

Abstract

Dikotomi ilmu sebagai pemisahan diantara dua disiplin ilmu, hal ini pada akhirnya melahirkan dualisme pendidikan yaitu pendidikan agama dan pendidikan umum. Pandangan dikotomis yang memisahkan antara ilmu-ilmu agama dengan ilmu-ilmu umum ini bertentangan dengan konsep ajaran Islam yang bersifat integralistik. Konsep Islam memandang ilmu pengetahuan secara utuh dan universal, tidak ada istilah dikotomi atau pemisahan. Arikel ni menggunakan metode studi pustaka, dengan cara penulis menelusuri literatur yang ada di pustaka, buku-buku, jurnal, artikel, dan lain-lain yang sebagian besar terdapat pada lima tahun terakhir. Hasil penulisan ini menemukan bahwa secara keseluruhan, implikasi problematika ini menampilkan bahwa pengembangan pendidikan Islam memerlukan transformasi mendalam dalam paradigma pendidikan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan pembentukan visi pendidikan yang inklusif dan holistik. Hanya dengan mengatasi problematika tersebut, pendidikan Islam dapat memainkan peran yang lebih efektif dalam membentuk individu yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki landasan moral dan spiritual yang kuat sesuai dengan prinsip-prinsip Islam.