Claim Missing Document
Check
Articles

EFEK PLESTER HIDROGEL EKSTRAK GETAH JARAK CINA (JATROPHA MULTIFIDA L.) BERBASIS PVA/KITOSAN TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA INSISI PADA TIKUS Jihvani, Putu Ayu Krishna; Cahyawati, Putu Nita
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.44110

Abstract

Penyembuhan luka adalah mekanisme biologis yang kompleks dan terdiri dari tahapan peradangan, proliferasi dan remodeling jaringan. Luka yang paling umum adalah luka insisi (sayat) dan apabila tidak diobati dengan benar berpotensi menyebabkan lamanya penutupan luka yang berujung terjadinya infeksi. Berdasarkan data dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdes) tahun 2023, prevalensi kesakitan akibat benda tajam atau tumpul sebesar 7,3% di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas hidrogel ekstrak getah jarak cina (Jatropha multifida L.) berbasis PVA (polivinil alkohol) berbanding kitosan (3:1) terhadap penyembuhan luka insisi. Desain penelitian yang digunakan adalah eksperimental yang menggunakan 25 ekor tikus putih (Rattus norvegicus) jantan galur Sprague dawley, yang terdiri dari 5 ekor tiap kelompok. Kelompok ini terdiri dari kontrol negatif yaitu NaCl 0,9%, kontrol positif antibiotik topikal yaitu clyndamycin, dan 3 kelompok perlakuan dengan persentase ekstrak masing-masing 1%, 3%, dan 6%. Alat untuk mengumpulkan data yaitu timer digital, jangka sorong, kamera dan formulir observasi. Metode analisis data menggunakan One-Way ANOVA. Hidrogel ekstrak 6% memiliki efek tertinggi dan signifikan (p < 0,001) dalam percepat keringnya luka dengan rerata dan standar deviasi (17,4 jam ± 0,4), terbentuknya keropeng paling cepat (86.02 ± 1.63 jam) serta pada hari ke-21 rerata diameter luka yang paling sempit (0.84 ± 0.24 mm). Hidrogel berbasis PVA/kitosan dengan konsentrasi 6% menunjukkan terdapat efek yang lebih unggul dibandingkan dengan antibiotik topikal yaitu clindamycin dalam proses penyembuhan luka insisi.
Antibiotic use at the ear, nose, and throat outpatient clinic in Bangli Regional Hospital, Bali Sudiadewi, Ni Putu Eka; Permatananda, Pande Ayu Naya Kasih; Udiyani, Desak Putu Citra; Cahyawati, Putu Nita; Aryastuti, Sri Agung
Indonesian Journal of Pharmacology and Therapy Vol 6 No 2 (2025)
Publisher : Faculty of Medicine, Public Health, and Nursing Universitas Gadjah Mada and Indonesian Pharmacologist Association or Ikatan Farmakologi Indonesia (IKAFARI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijpther.20992

Abstract

Ear, nose, and throat (ENT) diseases are defined as diseases that occur around the ear, nose, and throat organs, which do not recognize seasons and can affect various ages. The prevalence of ENT diseases in Indonesia is quite high, with the most common therapy being antibiotics. Irrational antibiotics use can lead to increased treatment costs, risk of side effects, and toxicity. This study aimed to evaluate the use of antibiotics among ENT outpatient. This was a cross-sectional study using medical records data from the ENT Outpatient Clinic in Bangli Regional Hospital in 2022 that meet the inclusion criteria. Data were analyzed descriptively and presented in tables or diagrams. A total of 80 samples were evaluated, predominantly aged 18-44 yo (60%), female (53.8%), and diagnosed with chronic suppurative otitis media (20%). The pattern of antibiotic prescription consisted of monotherapy antibiotics (62.5%) in solid dosage forms (58.8%), administered orally (60%), and with a duration of administration ≥ 5 d (82.5%). Patients aged 18-44 yr, both male and female, receiving either monotherapy orpolytherapy antibiotics were predominantly cases of infection (>90%). The results of this study are expected to serve as one of the sources of information for the development of practical clinical guidelines for ENT patients receiving antibiotic therapy, particularly at the Bangli Regional Hospital, Bali.
Program Pengabdian Masyarakat dalam Rangka Pencegahan Kecelakaan Rumah Tangga pada Anak di Desa Bayung Gede, Kintamani : Pengabdian Pande Ayu Naya Kasih Permatananda; I Gde Suranaya Pandit; Desak Putu Citra Udiyani; Putu Nita Cahyawati; Asri Lestarini
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 4 (April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v3i4.1119

Abstract

Anak-anak merupakan korban tersering dari kecelakaan rumah tangga, yang sebagian besar terjadi pada anak-anak yang hidup di negara miskin dan berkembang. Pencegahan dan kontrol kecelakaan rumah tangga pada anak di bawah 5 tahun disebutkan cukup efektif dalam mehurunkan mortalitas akibat kecelakaan. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan keluarga dalam melakukan pencegahan kecelakaan rumah tangga. Metode transfer ilmu pengetahuan yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi penyuluhan kelas besar pada perwakilan keluarga di Desa Bayung Gede dan pendampingan keluarga kepada 5 keluarga binaan yang terpilih. Evaluasi dilakukan sebanyak 2 kali, yaitu setelah penyuluhan kelas besar berupa pertanyaan pilihan ganda, dan setelah pendampingan keluarga berupa observasi checklist perilaku ya atau tidak. Hasil program pengabdian masyarakat di Desa Bayung Gede ini cukup baik. Penyuluhan kelas besar mampu meningkatkan pemahaman peserta mengenai pencegahan kecelakaan rumah tangga pada anak. Pendampingan kepada lima keluarga binaan berhasil mengidentifikasi perilaku-perilaku yang keliru dan kembali memberi penekanan untuk penerapan perilaku preventif yang lebih optimal. Ke depan, diharapkan adanya langkah yang kolaboratif dan berkesinambungan untuk dapat mewujudkan lingkungan rumah yang aman bagi anak.
Pengembangan Budidaya Tanaman Herbal dan Pemanfaatan Biopori sebagai Upaya Pembangunan Berkelanjutan Pasca COVID-19 di Desa Adat Peliatan, Ubud Dewi, Ni Wayan Erly Sintya; Cahyawati, Putu Nita; Maha Putra, I Nyoman Gede
Jurnal Pengabmas Masyarakat Sehat Vol 7, No 3 (2025): JULI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jpms.v7i3.4024

Abstract

Background: The COVID-19 pandemic significantly impacted Peliatan Traditional Village, Ubud, which relied heavily on tourism. The drastic drop in visitors triggered economic hardship and affected community health. Recognizing untapped local potential, this program introduced herbal plant cultivation and biopore technology as sustainable alternatives for improving health and livelihood.Objective: To build community capacity in cultivating herbal plants and managing household organic waste through biopores, thus supporting long-term health, economic resilience, and environmental sustainability.Method: The program involved 30 PKK (Family Welfare Movement) members through education on herbal plants, cultivation techniques, health applications, and hands-on biopore construction. Pre- and post-tests, along with field mentoring, were conducted to assess impact.Result: Participants’ knowledge increased by 35%. All created biopore holes at home, and 20% harvested compost within three months. The initiative also sparked interest in continuing herbal cultivation independently.Conclusion: Education on herbal use and biopore application proved effective in enhancing health awareness and environmental practices. This program represents an initial step toward post-pandemic village resilience based on local resourcesKeyword: COVID-19; community service; herbal plants; health; bio pore
Pengembangan Budidaya Tanaman Herbal dan Pemanfaatan Biopori sebagai Upaya Pembangunan Berkelanjutan Pasca COVID-19 di Desa Adat Peliatan, Ubud Dewi, Ni Wayan Erly Sintya; Cahyawati, Putu Nita; Maha Putra, I Nyoman Gede
Jurnal Pengabmas Masyarakat Sehat Vol 7, No 3 (2025): JULI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jpms.v7i3.4024

Abstract

Background: The COVID-19 pandemic significantly impacted Peliatan Traditional Village, Ubud, which relied heavily on tourism. The drastic drop in visitors triggered economic hardship and affected community health. Recognizing untapped local potential, this program introduced herbal plant cultivation and biopore technology as sustainable alternatives for improving health and livelihood.Objective: To build community capacity in cultivating herbal plants and managing household organic waste through biopores, thus supporting long-term health, economic resilience, and environmental sustainability.Method: The program involved 30 PKK (Family Welfare Movement) members through education on herbal plants, cultivation techniques, health applications, and hands-on biopore construction. Pre- and post-tests, along with field mentoring, were conducted to assess impact.Result: Participants’ knowledge increased by 35%. All created biopore holes at home, and 20% harvested compost within three months. The initiative also sparked interest in continuing herbal cultivation independently.Conclusion: Education on herbal use and biopore application proved effective in enhancing health awareness and environmental practices. This program represents an initial step toward post-pandemic village resilience based on local resourcesKeyword: COVID-19; community service; herbal plants; health; bio pore
ANALISIS BODY MASS INDEX (BMI) DAN DERAJAT PROTEINURIA PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI DENPASAR Paramitha, I Gusti Ayu Mas Diah; Lestarini, Asri; Sari, Ni Luh Putu Eka Kartika; Aryastuti, Anak Agung Sri Agung; Permatananda, Pande Ayu Naya Kasih; Cahyawati, Putu Nita
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.43217

Abstract

Diabetes melitus (DM) masih menjadi permasalahan kesehatan yang serius di dunia. Salah satu komplikasi DM tipe 2 yakni nefropati diabetik yang menyebabkan kerusakan pada struktur ginjal. DM tipe 2 timbul akibat adanya berbagai faktor risiko, seperti obesitas yang menunjukkan status gizi dan dapat diukur menggunakan body mass index (BMI). BMI menunjukkan tingkat metabolisme serta memengaruhi fungsi ginjal yang tercermin dari proteinuria pada DM tipe 2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara BMI dengan derajat proteinuria pada pasien DM tipe 2 di Denpasar. Metode yang digunakan ialah observasi analitik dengan pendekatan cross sectional serta menggunakan 50 subjek DM tipe 2 yang tersimpan di Laboratorium Biomolekuler FKIK Universitas Warmadewa. Pengumpulan data dilakukan melalui formulir yang berisi data dasar penderita, data onset, tekanan darah, kadar gula darah puasa, data BMI, serta data protein dalam urin. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat (uji Spearman). Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa sebagian besar subjek berjenis kelamin laki-laki (56%), berusia 61-70 tahun (44%), memiliki riwayat menderita DM tipe 2 kurang dari 10 tahun (56%), memiliki tekanan darah kategori pre hipertensi (52%), dan memiliki gula darah puasa (GDP) yang tinggi (62%). Mayoritas subjek tergolong dalam kategori BMI normal (52%) dan memiliki proteinuria positif +1 (62%). Nilai p pada penelitian ini adalah 0,235 artinya terdapat hubungan yang tidak signifikan antara body mass index (BMI) dengan derajat proteinuria pada pasien DM tipe 2 di Denpasar.
Correlations of Protein 53 (p53) Expression with the Degree of Tumor Budding in Cervical Carcinoma Wardana, Ni Komang Sara Kusuma; Armerinayanti, Ni Wayan; Cahyawati, Putu Nita
Indonesian Journal of Cancer Vol 19, No 3 (2025): September
Publisher : http://dharmais.co.id/

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33371/ijoc.v19i3.1270

Abstract

Background: Cervical carcinoma is a malignant tumor that is most often found in the female reproductive system. Persistent Human Papillomavirus (HPV) infection is the most important factor in the development of cervical carcinoma. The E6 and E7 oncoproteins in HPV inhibit the action of p53. As a result, p53 transcription and the apoptosis process are inhibited. Tumor budding has been extensively studied and established as a significant prognostic factor. This study aims to determine the relationship between p53 expression and the degree of tumor budding of cervical carcinoma.Method: This cross-sectional study used 50 paraffin blocks and secondary data from patients diagnosed with cervical carcinoma stored at BaliMed Denpasar Hospital. Paraffin blocks were then subjected to immunohistochemical examination to evaluate p53 expression and HE examination to evaluate the degree of tumor budding. Data analysis was performed using the Spearman test and linear regression test with the SPSS 25 software program. Results: The results showed that thirty-two subjects had low expression of p53, and 62,5% of them had high-grade tumor budding. The p53 expression is lower in cervical cancer with highgrade tumor budding compared with low-grade tumor budding (rs = -0.33). There are significant correlations between p53 expression and the degree of tumor budding in patients with cervical carcinoma (p = 0.018). A total of 50 samples that met the inclusion and exclusion criteria were analyzed. The majority of patients were aged ≤ 50 years (58%) and had squamous cell carcinoma (90%) in the early stage (92%). Low p53 expression was found in 64% of samples. A significant negative correlation was found between p53 expression and tumor budding grade (p = 0.018; r = -0.333), which remained significant in multivariate analysis (p = 0.024; r² = -0.328), indicating that low p53 expression is associated with high-grade tumor budding. Conclusion: The p53 expression was significantly downregulated in cervical carcinoma with highgrade tumor budding. These findings indicate that tumor budding can be considered as a prognostic marker, but further research that sorts HPV dependent and HPV independent cervical carcinomas is needed.
Phytochemical and Antioxidant Capacity Test on Turmeric Extract (Curcuma Longa) Traditionally Processed in Bali Permatananda, Pande Ayu Naya Kasih; Aryastuti, Anak Agung Sri Agung; Cahyawati, Putu Nita; Udiyani, Desak Putu Citra; Wijaya, D.; Pandit, I Gde Suranaya; Wirajaya, Anak Agung Ngurah Mayun
Bali Membangun Bali: Jurnal Bappeda Litbang Vol 1 No 2 (2020): August 2020
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51172/jbmb.v1i2.115

Abstract

Purpose: The purpose of this study was to determine the ways and objectives of the use of turmeric by Balinese, as well as the phytochemical content and antioxidant capacity of turmeric extract which is traditionally processed in Bali. Research methods: The method and purpose of utilizing turmeric were obtained through observation and interviews with 900 Balinese respondents. Quantitative phytochemical tests include starch, protein, flavonoid, tannin, phenol and vitamin C levels and qualitatively for the presence of triterpenes, steroids, alkaloids, and saponins. Antioxidant capacity was measured using the DPPH method. Findings: Through this research, we found there were only 36.8% of respondents had ever used turmeric as a traditional medicine. Utilization of turmeric was mostly in the form of loloh or traditional drinks. Phytochemical test results showed turmeric extract had 67.38% starch, 3.42% protein, 2709.39 mg/100 gr flavonoids, tannins 291.64 mg/100gr, phenol 1584.04 mg/100 gr, and vitamin C 0.06 mg/100gr. Qualitatively, turmeric extract contained triterpenes, alkaloids, and saponins, but did not contain steroids. The antioxidant capacity of turmeric extract was 70.9 mg/L GAEAC. Implications: Turmeric extract is a traditional medicine made from nature that is most commonly used by Balinese and very potential to be developed as an antibacterial, antioxidant, anti-inflammatory, or other benefits that still need further investigation.
THE EFFECT OF SUBTOTAL NEPHRECTOMY PROCEDURE ON THE GLOMERULOSCLEROSIS INDEX Peranawa, I Wayan Yoga Diva; Witari, Ni Putu Diah; Cahyawati, Putu Nita
Meditory : The Journal of Medical Laboratory Vol 13, No 1 (2025): Meditory, Volume 13 No. 1 Tahun 2025
Publisher : Jurusan Teknologi Laboratorium Medis, Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/meditory.v13i1.4039

Abstract

Background:  Chronic kidney disease is one of the kidney disorders with a steadily increasing incidence rate.Objective: This study aims to determine the effect of subtotal nephrectomy on the renal glomerulosclerosis in Mus musculus L. at 7, 14, and 28 days post-operation. Methods: This true-experimental study with a randomized post-test-only control group design used 16 white mice divided into four treatment groups (SO, SN7, SN14, and SN28). Kidney specimens were stained using Hematoxylin-Eosin and imaged to assess the glomerulosclerosis index. The results were analyzed using one-way ANOVA.Results:  The findings showed that glomerulosclerosis could be observed as early as 7 days post-procedure. The highest score was found in the SN28 group (3.55 ± 0.129). A significant difference was observed between the SO and SN7, SN14, and SN28 groups (p 0.05). Significant differences were also found between the SN7 and SN14 and SN28 groups (p 0.05), while no significant difference was observed between the SN14 and SN28 groups.Conclusions: These results indicate that subtotal nephrectomy can induce glomerulosclerosis as early as day seven post-operation. The highest glomerulosclerosis index was observed on day 28, although statistically, it did not differ significantly from the index on day 14.
Pelatihan Bantuan Hidup Dasar dan Aktivasi Sistem Emergensi Kepada Karyawan Hotel di Denpasar Lestarini, Asri; Subrata, Tanjung; Datya , Aulia Iefan; Cahyawati, Putu Nita; Aryastuti, Sri Agung
INCOME: Indonesian Journal of Community Service and Engagement Vol 2 No 4 (2023)
Publisher : EDUPEDIA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/income.v2i4.846

Abstract

Pandemi COVID-19 yang masih berlangsung telah menurunkan tingkat perekonomian di bidang pariwisata, salah satunya penginapan/hotel. Adanya tanda kebangkitan pariwisata menyebabkan pelaku pariwisata dituntut untuk mempersiapkan diri akan meningakatnya kunjngan wisatawan ke Bali. Hotel Quest San Denpasar merupakan salah satu hotel yang membutuhkan pelatihan bagi karyawan, khususnya dalam pertolongan pertama pada henti jantung atau bantuan hidup dasar (BHD). Kegiatan penyuluhan, pelatihan dan pendampingan dilakukan di Hotel Quest San Denpasar, dengan melibatkan peserta sekitar 10 orang peserta yang merupakan karyawan Hotel Quest San Denpasar. Hasil kegiatan ini adalah adanya peningkatan pengetahuan yang dilihat dari hasil rerata postest (65,00) lebih tinggi dari hasil rerata pretest (54,50). Setelah diobervasi, didapatkan peningkatan kemampuan peserta untuk melakukan bantuan hidup dasar. Sistem emergensi yang sudah dirancang telah diuji coba dalam suatu simulasi lingkungan. Diharapkan dapat dilakukan kegiatan yang serupa sehingga menyegarkan kembali para karyawan hotel Quest San Denpasar dalam pertolongan pertama pada henti jantung atau BHD.
Co-Authors A. Lestarini Agus Santosa Anak Agung Gede Raka Gunawarman Anak Agung Ngurah Mayun Wirajaya Anak Agung Raka Budayasa Anak Agung Sri Agung Aryastut Anak Agung Sri Agung Aryastuti Anak Agung Sri Agung Aryastuti Anak Agung Sri Agung Aryastuti Asri Lestarini Asri Lestarini Atmaja, Ni Putu Velentina Putri Surya Ayu Savitri Siskayani Ayu Switi D. Wijaya Datya , Aulia Iefan De Luh Pratiwi Angganing Lestari Desak Putu Citra Udiyani Desak Putu Citra Udiyani Desak Putu Oki Lestari Dewa Ayu Putu Ratna Juwita Dewi, Ni Wayan Erly Sintya Diah Padmawati Dian Puspitha Giribaldi Pemecutan Gst Ayu Kade Devina Muryantisa Gustu Rama I Dewa Gede Amara Putra Wibawa I Gde Suranaya Pandit I Gede Ketut Deny Patmantha Putra Tjahyadi I Made Adi Putra Wiguna I MADE PARIARTHA I Made Toya Ariawan I Made Wira Supanji I Nengah Sujaya I Nyoman Gede Maha Putra I Putu Arya Suryanta Wiguna I Putu Rustama Putra Jihvani, Putu Ayu Krishna Kadek Berliantara Komang Trisna Sumadewi Kurniawan, I Gde Yudhi Lestarini, Asri Luh Gde Evayanti Luh Gde Sita Maharani Luh Gede Pradnyawati Luh Gede Pradnyawati Luh Gede Pradnyawati Luh Gede Sri Yenny Made Indra Wijaya N. K. E. Saniathi Ni Kadek Elmy Saniathi Ni Luh Anik Puspa Ningsih Ni Luh Gede Taman Kristanti Ni Made Dwinda Handayani Ni Putu Satya Deva Jayanti Ni Wayan Armerinayanti, Ni Wayan Ni Wayan Ayu Maha Dewi Ni Wayan Rusni Ni wayan Sedani, Ni wayan Ningsih, Ni Luh Anik Puspa Pande Ayu Naya Kasih Permatananda Paramitha, I Gusti Ayu Mas Diah Peranawa, I Wayan Yoga Diva Pradnyawati, Luh Gede Puspa Ningsih, Ni Luh Anik Putra, I Putu Rustama Putra, IGB Gita Pranata Putu Alit Sudarsana Sudarsana Putu Ananda Angelita Putu Utari Fridayanthi Ratna Juwita, Dewa Ayu Putu Riandra, Ni Putu Indah Kusumadewi Ruspita Sari, Ni Ketut Adelia Sari, Ni Luh Putu Eka Kartika Sarilan, I Putu Satria Udayana Silfia Maharani Suaridewi, I Gusti Agung Ayu Mas Sudiadewi, Ni Putu Eka Tanjung Subrata Tri Wisananda Putra Trinia Amanda Udiyani, Desak Putu Citra Velentina Putri Wardana, Made Kusuma Wardana, Ni Komang Sara Kusuma Wijaya, D. Wijaya, Putu Austin Widyasari Wirajaya, Anak Agung Ngurah Mayun Witari, Ni Putu Diah Yogiswara, Gde Candra Yoni, Putu Diah Paramitha Dwi