Claim Missing Document
Check
Articles

Regulasi Industri Maritim: Analisis Kebijakan, Tantangan Global, Dan Implikasi Terhadap Keberlanjutan Sektor Pelayaran Noviyanti, Noviyanti; Mokodompit, Eliyanti Agus
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4411

Abstract

Regulasi maritim merupakan instrumen penting dalam menjaga keselamatan pelayaran, keamanan maritim, serta perlindungan lingkungan laut di tengah transformasi global yang semakin kompleks. Seiring meningkatnya intensitas perdagangan internasional, modernisasi armada kapal, dan perkembangan teknologi pelabuhan, kebutuhan akan regulasi yang adaptif dan selaras dengan standar internasional menjadi semakin mendesak. Pada konteks tersebut, penelitian ini bertujuan mengevaluasi sinkronisasi regulasi maritim nasional Indonesia dengan standar yang ditetapkan International Maritime Organization (IMO), sekaligus mengidentifikasi hambatan implementasi yang masih dihadapi dalam mendukung keberlanjutan sektor pelayaran. Pendekatan penelitian dilakukan menggunakan studi literatur dengan analisis deskriptif–komparatif terhadap konvensi IMO, yaitu SOLAS, MARPOL, dan STCW, serta kebijakan nasional yang diatur melalui Undang-Undang No. 17 Tahun 2008, Peraturan Pemerintah No. 31 Tahun 2021, dan Peraturan Menteri Perhubungan No. 7 Tahun 2023. Selain itu, kajian ini juga merujuk pada publikasi ilmiah dan laporan kebijakan terkini periode 2018–2025 untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai tantangan dan praktik penerapan regulasi di lapangan. Hasil analisis menunjukkan bahwa Indonesia telah mengadopsi sebagian besar standar keselamatan dan lingkungan yang ditetapkan IMO. Namun, efektivitas penerapannya belum optimal karena masih menghadapi hambatan pada kualitas infrastruktur pelabuhan, tingkat kompetensi sumber daya manusia yang belum merata, serta koordinasi kelembagaan yang belum terintegrasi. Di sisi lain, isu global seperti dekarbonisasi pelayaran, digitalisasi layanan kepelabuhanan, dan meningkatnya risiko keamanan siber menuntut penyesuaian kebijakan yang lebih progresif serta dukungan investasi teknologi ramah lingkungan. Dengan demikian, keberhasilan harmonisasi regulasi maritim membutuhkan tata kelola kolaboratif, sinergi antar-pemangku kepentingan, serta penguatan kapasitas implementasi untuk memastikan keberlanjutan sektor pelayaran nasional.
Strategi Pengelolaan SDM Berkelanjutan untuk Meningkatkan Kualitas Administrasi Kesehatan di Daerah Tertinggal : Literatur Review Aifu, Dewi Kurniati; Mokodompit, Eliyanti Agus
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4617

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengelolaan sumber daya manusia (SDM) berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas administrasi kesehatan di daerah tertinggal melalui pendekatan systematic literature review. Kesenjangan jumlah, distribusi, dan kompetensi SDM kesehatan, terutama tenaga administrasi, diidentifikasi sebagai faktor utama yang mempengaruhi rendahnya mutu pelayanan administratif di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Hasil sintesis literatur menunjukkan bahwa banyak fasilitas kesehatan di daerah tertinggal tidak memiliki tenaga administrasi khusus sehingga tenaga medis harus merangkap tugas administratif, yang berdampak pada menurunnya efisiensi layanan, akurasi pencatatan, dan efektifitas pelaporan. Selain itu, terbatasnya pelatihan, kurangnya akses terhadap teknologi informasi, dan infrastruktur yang memadai menjadi hambatan signifikan dalam pengelolaan data kesehatan dan proses pelaporan yang akurat. Literatur juga mengungkapkan bahwa praktik sustainable human resource management seperti perencanaan tenaga berbasis kebutuhan, pemerataan distribusi, retensi tenaga melalui insentif, pengembangan kompetensi berkelanjutan, dan penguatan sistem informasi kesehatan terbukti berkontribusi terhadap stabilitas administrasi dan peningkatan kualitas layanan secara keseluruhan. Integrasi strategi inovatif dalam SDM mencakup fokus pada rekrutmen yang tepat, pelatihan yang berkelanjutan, serta pengembangan jalur karier yang jelas, sehingga menciptakan tenaga kerja yang bermotivasi dan berkapasitas tinggi. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan multidimensional yang mengintegrasikan aspek SDM, kebijakan retensi yang efektif, serta dukungan infrastruktur dan teknologi guna menciptakan administrasi kesehatan yang efisien dan berkelanjutan di daerah tertinggal. Penelitian ini diharapkan menjadi dasar bagi perumusan kebijakan kesehatan yang lebih tepat sasaran untuk meningkatkan mutu administrasi kesehatan di wilayah yang masih rentan ketimpangan sumber daya.
Strategi Operasional Berbasis Bukti Digital dalam Penatalaksanaan Kehamilan Risiko Tinggi di Rumah Sakit: Tinjauan Literatur Sistematis Sugarni, Mika; Mokodompit, Eliyanti Agus
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4618

Abstract

Kehamilan risiko tinggi merupakan kondisi klinis yang memerlukan penatalaksanaan komprehensif dan berbasis bukti karena berpotensi menimbulkan komplikasi serius bagi ibu dan janin. Perkembangan teknologi digital di sektor kesehatan membuka peluang untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi pelayanan obstetri melalui pemanfaatan bukti digital. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau secara sistematis strategi operasional berbasis bukti digital dalam penatalaksanaan kehamilan risiko tinggi di rumah sakit. Metode yang digunakan adalah systematic literature review dengan mengkaji artikel ilmiah periode 2020–2025 yang diperoleh dari basis data PubMed, Scopus, Web of Science, dan IEEE Xplore. Artikel diseleksi berdasarkan kriteria inklusi yang mencakup penggunaan teknologi digital, konteks rumah sakit, serta relevansi terhadap manajemen kehamilan risiko tinggi. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa rekam medis elektronik, sistem pendukung keputusan klinis, algoritma prediktif berbasis kecerdasan buatan, dan telemonitoring merupakan komponen utama bukti digital yang berkontribusi signifikan terhadap deteksi dini risiko, konsistensi praktik klinis, dan kontinuitas asuhan. Selain meningkatkan keselamatan ibu dan janin, pemanfaatan bukti digital juga berdampak positif terhadap efisiensi operasional rumah sakit melalui perbaikan alur kerja, koordinasi multidisiplin, dan optimalisasi sumber daya. Namun demikian, implementasi strategi operasional berbasis bukti digital masih menghadapi tantangan terkait interoperabilitas sistem, kualitas data, kesiapan sumber daya manusia, serta isu etika dan privasi data. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi teknologi digital dalam kerangka manajemen operasional yang terstruktur dan kontekstual merupakan kunci keberhasilan penatalaksanaan kehamilan risiko tinggi di rumah sakit.
Strategi Diversifikasi sebagai Mekanisme Ketahanan UMKM: Systematic Literature Review Tahun 2020–2025 Hadijah, Sitti; Mokodompit, Eliyanti Agus
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4620

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional, namun pada saat yang sama menghadapi tingkat kerentanan yang tinggi terhadap guncangan eksternal, khususnya pada periode pandemi dan pascapandemi COVID-19. Kondisi tersebut mendorong perlunya strategi adaptif yang mampu meningkatkan ketahanan dan keberlanjutan UMKM. Salah satu strategi yang banyak dibahas dalam literatur adalah strategi diversifikasi. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan tren penelitian, tema dominan, serta sintesis temuan empiris terkait strategi diversifikasi sebagai mekanisme ketahanan UMKM pada periode 2020–2025. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan menganalisis 67 artikel jurnal nasional terakreditasi SINTA. Proses kajian dilakukan melalui tahapan pencarian literatur, seleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, serta analisis deskriptif dan tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa penelitian strategi diversifikasi UMKM mengalami peningkatan signifikan pada masa krisis dan pemulihan ekonomi, dengan tema dominan meliputi inovasi produk, ekspansi pasar, diversifikasi saluran berbasis digital, serta kolaborasi dan kemitraan. Secara umum, literatur menunjukkan kecenderungan hubungan positif antara strategi diversifikasi dan ketahanan serta kinerja UMKM, terutama ketika didukung oleh digitalisasi dan kapasitas manajerial yang memadai. Namun demikian, efektivitas diversifikasi bersifat kontekstual dan sangat dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal UMKM. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dengan menyajikan peta penelitian diversifikasi UMKM kontemporer serta implikasi praktis bagi pelaku UMKM dan pembuat kebijakan dalam merancang strategi diversifikasi yang lebih terarah dan berkelanjutan.
Digital Cultural Alignment dalam Promosi Perilaku Hidup Sehat: Analisis Strategi Organisasi Kesehatan untuk Mengatasi Resistensi Budaya di Era Transformasi Digital Saing, Fatmawati M; Mokodompit, Eliyanti Agus
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4621

Abstract

Transformasi digital telah mengubah secara signifikan cara organisasi kesehatan dalam merancang dan mengimplementasikan promosi perilaku hidup sehat. Pemanfaatan media digital, aplikasi kesehatan, serta teknologi berbasis data memungkinkan penyebaran pesan kesehatan secara lebih luas dan cepat. Namun demikian, efektivitas kampanye digital seringkali terhambat oleh resistensi budaya yang muncul ketika pesan kesehatan dianggap tidak selaras dengan nilai, norma, kebiasaan, dan identitas sosial masyarakat. Kajian literatur ini bertujuan untuk menganalisis peran digital cultural alignment sebagai strategi kunci dalam mengatasi resistensi budaya serta meningkatkan efektivitas promosi perilaku hidup sehat di era transformasi digital. Metode penelitian yang digunakan adalah systematic literature review dengan pendekatan PRISMA, yang mencakup analisis terhadap lebih dari 40 artikel ilmiah relevan yang diperoleh dari basis data internasional seperti Scopus, Web of Science, PubMed, dan Google Scholar. Hasil kajian menunjukkan bahwa resistensi budaya terutama bersumber dari ketidaksesuaian pesan kesehatan dengan kerangka budaya lokal, yang berdampak pada rendahnya tingkat penerimaan pesan, keterlibatan audiens (engagement), serta keberlanjutan perubahan perilaku sehat. Penerapan digital cultural alignment melalui penggunaan bahasa lokal, simbol budaya, figur panutan komunitas, personalisasi pesan, serta pemilihan platform digital yang sesuai dengan preferensi masyarakat terbukti mampu meningkatkan kredibilitas komunikasi kesehatan dan memperkuat efektivitas kampanye digital. Selain itu, organisasi kesehatan perlu mengembangkan kapabilitas digital dan kapabilitas budaya secara simultan agar strategi komunikasi berbasis teknologi dapat berjalan secara optimal. Temuan ini menegaskan bahwa penyelarasan budaya dalam komunikasi digital bukan sekadar kebutuhan teknis, melainkan pendekatan strategis yang esensial untuk mengurangi resistensi budaya dan mendorong perilaku hidup sehat yang berkelanjutan.
Strategi Implementasi Pengorganisasian Digital dalam Meningkatkan Efektivitas Tindakan Manajemen Keuangan di Era Transformasi Bisnis Sartika, Wa Ode; Mokodompit, Eliyanti Agus
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4624

Abstract

Transformasi digital telah mengubah paradigma pengelolaan organisasi secara fundamental, dengan manajemen keuangan sebagai salah satu fungsi yang paling terdampak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi implementasi pengorganisasian digital dan korelasi sistematisnya dengan peningkatan efektivitas tindakan manajemen keuangan. Metode yang digunakan adalah systematic literature review (SLR) terhadap artikel-artikel bereputasi yang terbit dalam dekade terakhir. Hasil kajian mengungkap bahwa teknologi digital seperti sistem informasi terintegrasi (ERP), analitik big data, kecerdasan buatan (AI), dan platform fintech berperan krusial dalam meningkatkan efisiensi operasional, akurasi data, kecepatan pelaporan, dan kualitas pengambilan keputusan keuangan yang berbasis data. Namun, temuan inti penelitian menegaskan bahwa keunggulan teknologi tersebut tidak dapat dioptimalisasi tanpa strategi pengorganisasian digital yang matang. Strategi ini mencakup perancangan struktur kerja yang fleksibel dan jaringan, pembangunan kompetensi digital sumber daya manusia (SDM), penguatan budaya organisasi yang kolaboratif dan adaptif, serta tata kelola (governance) yang menjawab tantangan etika dan keamanan siber. Penelitian ini menyimpulkan bahwa transformasi digital dalam manajemen keuangan pada hakikatnya adalah transformasi manajerial dan struktural. Keberhasilannya bergantung pada pendekatan holistik yang menyelaraskan aspek teknologi (tech) dengan aspek manusia dan organisasi (human & organization). Implikasi penelitian ini memberikan kerangka strategis bagi para praktisi untuk merancang dan mengimplementasikan pengorganisasian digital, serta menawarkan agenda riset lanjutan bagi akademisi.
Pengaruh Nilai dan Kebiasaan Organisasi terhadap Formulasi Strategi Perusahaan di Indonesia Bagian Timur: Literature Review Sarniati, Sarniati; Mokodompit, Eliyanti Agus
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4625

Abstract

Perumusan strategi perusahaan merupakan proses kunci yang menentukan arah jangka panjang organisasi dan keberlanjutan kinerja perusahaan. Dalam kajian manajemen strategis, dipengaruhi oleh faktor budaya organisasi yang tercermin dalam nilai dan kebiasaan kerja yang berkembang. Nilai organisasi berfungsi sebagai pedoman normatif dalam menentukan arah strategis, sedangkan kebiasaan organisasi membentuk dinamika proses pengambilan keputusan strategis. Namun demikian, kajian yang secara khusus menelaah pengaruh nilai dan kebiasaan organisasi terhadap formulasi strategi perusahaan, terutama dalam konteks Indonesia Bagian Timur, masih terbatas dan tersebar. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis literatur yang membahas pengaruh nilai dan kebiasaan organisasi terhadap formulasi strategi perusahaan dengan fokus pada konteks Indonesia Bagian Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah integrative literature review dengan penelusuran artikel ilmiah melalui basis data Google Scholar, Scopus, dan Web of Science. Literatur yang dianalisis diseleksi berdasarkan kriteria relevansi topik, kualitas ilmiah, dan keterkinian publikasi. Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan tematik untuk mengidentifikasi pola dan tema utama dalam temuan penelitian terdahulu. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai organisasi berperan sebagai penentu arah strategis perusahaan, sementara kebiasaan organisasi memengaruhi proses formulasi strategi, termasuk pola partisipasi, penggunaan informasi, dan kualitas pengambilan keputusan. Selain itu, kesesuaian antara budaya organisasi dan strategi korporat terbukti menjadi faktor penting dalam menghasilkan strategi yang konsisten dan kontekstual. Dalam konteks Indonesia Bagian Timur, nilai dan kebiasaan organisasi menjadi semakin signifikan sebagai modal internal untuk menghadapi keterbatasan struktural dan ketidakpastian lingkungan. Kajian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis dan implikasi praktis bagi pengembangan strategi perusahaan yang berbasis budaya organisasi.
Analisis Penerapan Strategi Digital dalam Program Promosi Kesehatan: Sebuah Tinjauan Literatur Sistematis Lisna, Lisna; Mokodompit, Eliyanti Agus
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4626

Abstract

Perkembangan revolusi industri 4.0 dan transformasi digital telah menggeser paradigma promosi kesehatan masyarakat menuju pendekatan yang lebih inovatif, personal, dan interaktif. Tantangan epidemiologis seperti double burden of disease dan meningkatnya prevalensi penyakit tidak menular menuntut pemanfaatan teknologi digital secara strategis. Meskipun teknologi seperti media sosial, mobile health (mHealth), kecerdasan buatan (AI), dan Internet of Things (IoT) menawarkan peluang besar, berbagai inisiatif promosi kesehatan digital masih menunjukkan tingkat keberhasilan yang terbatas akibat lemahnya perencanaan dan implementasi strategis. Tinjauan literatur sistematis ini bertujuan untuk menganalisis penerapan prinsip-prinsip manajemen strategi dalam program promosi kesehatan berbasis digital. Metode Systematic Literature Review (SLR) dilakukan dengan pedoman PRISMA 2020 melalui penelusuran basis data Scopus, PubMed, Web of Science, dan Google Scholar untuk publikasi periode 2013–2024. Dari sekitar 1.200 artikel yang teridentifikasi, sebanyak 46 artikel memenuhi kriteria inklusi. Analisis tematik mengungkap empat temuan utama. Pertama, strategi yang efektif mengintegrasikan analisis lingkungan digital, formulasi strategi berbasis Resource-Based View (RBV), implementasi agile dan design thinking, serta evaluasi kinerja menggunakan Balanced Scorecard yang dimodifikasi. Kedua, keberhasilan program didorong oleh infrastruktur digital yang memadai, kepemimpinan visioner, partisipasi pengguna, serta pemanfaatan big data dan AI. Ketiga, hambatan utama meliputi kesenjangan digital, isu privasi data, keterbatasan SDM, dan lemahnya evaluasi dampak jangka panjang. Keempat, diperlukan integrasi kerangka manajemen strategi, teori adopsi teknologi, dan teori perubahan perilaku kesehatan. Simpulannya, promosi kesehatan digital harus diposisikan sebagai transformasi strategis organisasi untuk menjamin keberlanjutan dan efektivitas program.
Analisis Literatur Review: Diversifikasi Pelayanan Kesehatan melalui Integrasi Teknologi Digital dan Dampaknya pada Pelayanan Kesehatan Rahmawati, Dewi; Mokodompit, Eliyanti Agus
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4795

Abstract

Diversifikasi pelayanan kesehatan melalui integrasi teknologi digital menjadi strategi krusial dalam menjawab tuntutan peningkatan kualitas, efisiensi, dan aksesibilitas layanan kesehatan di era transformasi digital. Perkembangan teknologi informasi mendorong perubahan model pelayanan kesehatan dari yang bersifat konvensional menuju layanan yang lebih fleksibel, terintegrasi, dan berorientasi pada kebutuhan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis temuan-temuan penelitian terkait bentuk diversifikasi pelayanan kesehatan yang dihasilkan dari penerapan teknologi digital serta dampaknya terhadap pelayanan kesehatan. Metode penelitian yang digunakan adalah literature review dengan menelaah artikel ilmiah dari jurnal nasional dan internasional yang relevan dengan topik integrasi teknologi digital dalam pelayanan kesehatan. Penelusuran literatur dilakukan melalui basis data ilmiah dengan kriteria inklusi tertentu, kemudian dianalisis secara deskriptif dan tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi teknologi digital, seperti telemedicine, sistem informasi kesehatan, rekam medis elektronik, aplikasi kesehatan berbasis mobile, dan pemanfaatan kecerdasan buatan, mendorong diversifikasi pelayanan kesehatan dalam bentuk layanan jarak jauh, pelayanan berbasis data, serta pelayanan yang lebih personal dan responsif. Dampak positif yang diidentifikasi meliputi peningkatan efisiensi operasional, percepatan proses pelayanan, peningkatan akurasi pengambilan keputusan klinis, serta perluasan akses layanan kesehatan, khususnya bagi masyarakat di wilayah terpencil. Namun demikian, kajian ini juga menemukan sejumlah tantangan, antara lain keterbatasan infrastruktur teknologi, kesenjangan literasi digital tenaga kesehatan dan masyarakat, serta isu keamanan dan kerahasiaan data. Secara keseluruhan, diversifikasi pelayanan kesehatan melalui integrasi teknologi digital memiliki potensi besar dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, namun memerlukan dukungan kebijakan, kesiapan sumber daya manusia, dan penguatan sistem agar implementasinya berjalan optimal dan berkelanjutan.
Efektivitas Strategi Sosialisasi Pencegahan Narkoba: Tinjauan Literatur terhadap Kesenjangan antara Pengetahuan dan Perilaku Najarudin, Najarudin; Mokodompit, Eliyanti Agus
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4801

Abstract

Penyalahgunaan narkoba hingga saat ini masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat dan sosial yang serius, meskipun berbagai strategi sosialisasi pencegahan telah dilakukan secara masif oleh pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara intensitas sosialisasi yang tinggi dan capaian penurunan prevalensi pengguna narkoba. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif strategi sosialisasi pencegahan narkoba yang telah diterapkan serta mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan strategi tersebut belum mampu menghasilkan perubahan perilaku yang signifikan. Metode penelitian yang digunakan adalah literature review dengan pendekatan naratif berbasis sintesis tematik terhadap artikel jurnal ilmiah dan laporan institusi nasional maupun internasional yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa sebagian besar strategi sosialisasi masih berorientasi pada penyampaian informasi dan peningkatan pengetahuan mengenai bahaya narkoba. Pendekatan ini efektif dalam meningkatkan kesadaran, tetapi memiliki keterbatasan dalam mendorong perubahan perilaku jangka panjang. Faktor lingkungan sosial, tekanan teman sebaya, lemahnya keterlibatan keluarga, stigma terhadap pengguna narkoba, serta kurangnya integrasi antara sosialisasi dan layanan kesehatan serta rehabilitasi menjadi penghambat utama keberhasilan pencegahan. Selain itu, banyak program sosialisasi bersifat insidental dan tidak berkelanjutan, sehingga dampaknya cenderung sementara. Kesimpulan dari kajian ini menegaskan bahwa efektivitas sosialisasi pencegahan narkoba sangat bergantung pada perubahan paradigma, dari pendekatan informatif menuju pendekatan yang berbasis keterampilan hidup, berkelanjutan, melibatkan keluarga dan komunitas, serta terintegrasi dengan layanan kesehatan. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengembangan strategi pencegahan narkoba yang lebih holistik dan berorientasi pada perubahan perilaku
Co-Authors -, Samdin Abdul, Asbi Abdurrafi, Ahmad Abubakar, Muhammad Masyhur Yunus Afandi, Rifan Aganaim, Ardiansyah Agus Maulana Agustin, Nurul Chomariah Aifu, Dewi Kurniati Akbar Akbar Akifah, Akifah Alhasran, Laode Amiruddin, Ahmad Arsyat, Arsyat Asmini, Riskayanti Astuti, Rini Puji Candra Kirana Dano, Muhammad Guntur DEWI RAHMAWATI Dharmawati, Tuti Dwianto, Ikhsan Fahlevi, Anugrah Ryandra Faozi, Muhamad Ilham Fathuddin Fathuddin, Fathuddin Fhandika, Fhandika Firdani, Winda Sari Fitriah, Fifi Gugat, Rudy Max Damara Harfiadin, Harfiadin Hastuti Hastuti Herik, Eva Hidayat, Sabrina Humaerah, Amelia Sari I., Farhan Ramdhani Intan Hesti Indriana Irawan, Ady Januri, Januri Juliana, Nur Jumanudin, Jumanudin Kartika, Sovya Nur khusnul khotimah Kohawan, Rivan Kraugusteeliana Kraugusteeliana Kusumaningtyas, Daru Putri Laode, Ringo Taufan Laxmi, Laxmi Likmar, Wa Ode Lisna Lisna, Lisna LJ, Sumarni Male, Minarti Masri, La Ode Mohammad Masri, Muhammad Mawaldi, Indra Meilia, Safina Miranda, Miranda N., Nirmalasari Najarudin, Najarudin Nangsih, Ayu Nasrul Nasrul Natashya, Anggita Nengsi, Wahyuni Noviyanti Noviyanti, Noviyanti Nurholis, Khaeril Nuryamin Budi Nusran, Muhammad Pabeta, Yuniati Krisdian Pramudia, Alif Prananingrum, Dwi Kartika Putera, Asrip Putri, Freddrika Rahmat Inggi Rahmat, Nur Cahyani Amaliawati Rahmiatin, Sitti Ramiu, La Ode Razak, Al Retno, Bayu Roslia, Roslia Rosmiati Rosmiati Sadikin, Abdurrahman Sahlan, Muh. Faisal Saing, Fatmawati M Samdin, Samdin SARNIATI, SARNIATI Sartika, Juli Sartika, Wa Ode Siagawati, Meli Sitti Hadijah, Sitti Sjcahrawy, La Ode Muhammad Ichwan Sugarni, Mika Suherni, Wa Ode Sukotjo, Endro Sumarniwati, Putu Syaban, Abdul Syahrudin, Dinda Rahayu Syam, Syamsir Ulfa Matoka, Ulfa Umar, Sutriasi Usman Usman Wardiningsih, Harpiang Wati, Enny Werweti, Werweti Wulan, Wulan Wulandari, Bety Anisa Younita, Vivi Yusran, Sartiah YUSUF -