Claim Missing Document
Check
Articles

PERTUMBUHAN BIBIT SATU MATA TUNAS YANG BERASAL DARI NOMOR MATA TUNAS BERBEDA PADA TANAMAN TEBU ( Saccaharum officinarum L. ) VARIETAS BULULAWANG DAN PS862 Anindita, Devina Cinantya; Sebayang, Husni Thamrin; Tyasmoro, Setyono Yudo
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/399

Abstract

Salah satu penyebab rendahnya produktivitas tebu dan rendemen adalah kualitas bibit tebu yang kurang baik. Alternatif untuk meningkatkan kualitas bibit dengan sistem single bud planting. Salah satu metode dari single bud planting yaitu bud chip. Single Bud Planting merupakan perbanyakan bibit tebu yang menggunakan satu mata tunas yang dipindahkan ke kebun pada umur 2,5 – 3 bulan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan interaksi nyata antara letak mata tunas dengan dua varietas tebu (Saccharum officinarum L.), dan memperoleh letak mata tunas terbaik pada setiap varietas. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Januari hingga April 2015 di kebun percobaan P3GI, Pasuruan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Petak Terbagi dengan faktor pertama varietas dan faktor kedua letak mata tunas. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi antara perlakuan varietas dengan letak mata tunas pada pembibitan tebu. Varietas Bululwang nomor mata tunas 7, 8, 9 dan Varietas PS862 nomor mata tunas 7, 8, 9, 10 dan 11 pada parameter bobot kering total tanaman menunjukkan interaksi nyata terhadap perlakuan lainnya. Nomor mata tunas terbaik pada varietas Bululawang ialah 7, 8, 9 dan Varietas PS862 terdapat pada nomor mata tunas yang sama yaitu 7, 8, 9, 10 dan 11 pada parameter bobot kering total tanaman
PENGARUH PEMBERIAN PGPR (Plant Growth Promoting Rizhobacteria) DAN PUPUK KOTORAN KELINCI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) Wahyuningsih, Etty; Herlina, Ninuk; Tyasmoro, Setyono Yudo
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 4 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/418

Abstract

Akar menentukan kemampuan tanaman untuk menyerap nutrisi dan air, pertumbuhannya ditentukan oleh area daun yang aktif melakukan fotosintesis karena akar bergantung pada penangkapan energi olehdaun. Penghambat peningkatan produksi bawang merah adalah daerah perakaran tanaman kekurangan mikro-organisme menguntungkan yang dapat menyebabkan tanaman menjadi terserang berbagai macam penyakit akar. Alternatif lain pengendalian penyakit pada tanaman bawang merah salah satunya dapat dilakukan dengan penggunaan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) pada media pupuk hayati pada tanaman bawang merah.Penambahan bahan organik berupa kotoran kelinci dapat bermanfaat sebagai alternatif penyuplai unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman bawang merah. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan hubungan antara PGPR(Plant Growth Promoting Rhizobacteria)dan pupuk kotoran kelinci terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah. Penelitian dilaksanakan bulan Februari-April 2015 di Dusun Areng-areng Desa Dadaprejo Kecamatan Dau Kabupaten Malang terletak pada ketinggian 600 mdpl diatas permukaan laut. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAK Faktorial) yang terdiri dari 12 perlakuan dan 3 kali ulangan. Hasil Penelitian menunjukkan adanya interaksi pada fase pertumbuhan tanaman parammeter panjang tanaman, jumlah daun dan luas daun. Sedangkan pada komponen hasil menunjukkan adanya interaksi pada parameter bobot segar umbi, bobot kering umbi matahari, diameter umbi dan produksi/ha.
PENGARUH PENGENDALIAN GULMA PADA PERTUMBUHAN VEGETATIF DUA JENIS BIBIT TANAMAN TEBU (Saccharum officinarum L.) Raharjo, Erwansyah Budi; Tyasmoro, Setyono Yudo; Sebayang, Husni Thamrin
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 4 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/425

Abstract

Tebu ialah bahan utama yang digunakan dalam pembuatan gula. Tanaman tebu  tumbuh dengan baik pada daerah beriklim tropis khususnya Indonesia. Tebu sebagai salah satu komoditi pokok di kalangan masyarakat petani tebu. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan cara pengendalian gulma pada pertumbuhan vegetatif dua jenis bibit tanaman tebu yang dimulai pada bulan Februari sampai Juni 2015 di PG. Krebet Baru, PT PG. Rajawali I, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Penelitian disusun  menggunakan Rancangan Acak Kelompok Sederhana yang terdiri dari 8 perlakuan dan 3 ulangan, yaitu : dua bibit budset + tanpa pengendalian gulma (P1), dua bibit budset penyiangan 1 dan 2 bulan (P2), dua bibit budset + herbisida glifosat + penyiangan 2 bulan (P3), dua bibit budset + herbisida glifosat + herbisida ametrin 2 bulan (P4), bibit bagal mata dua + tanpa pengendalian gulma (P5), bibit bagal mata dua + penyiangan 1 dan 2 bulan (P6), bibit bagal mata dua + herbisida glifosat + penyiangan 2 bulan (P7), bibit bagal mata dua + herbisida glifosat + herbisida ametrin 2 bulan (P8). Pengendalian gulma pada perlakuan penyiangan 1 dan 2 bulan, herbisida glifosat + penyiangan 2 bulan, dan herbisida glifosat + herbisida ametrin 2 bulan baik pada dua bibit budset maupun bibit bagal mata dua berpengaruh nyata pada tinggi tanaman, jumlah daun per tanaman, jumlah anakan, diameter batang, bobot kering gulma dan analisis vegetasi.  Hasil penyiangan 1 dan 2 bulan paling nyata menekan pertumbuhan gulma baik pada dua bibit budset maupun bibit bagal mata dua.
PENGARUH KADAR KELENGASAN TANAH DAN PEMBERIAN POLIMER ACRYLIC PADA PERTUMBUHAN ANAKAN TANAMAN TEBU (Saccharum officinarum L.) Bintara, Andar Kaneka Putra; Tyasmoro, Setyono Yudo; Nugroho, Agung
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 5 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (587.255 KB) | DOI: 10.21776/433

Abstract

Sebuah percobaan lapang dilakukan untuk mempelajari pengaruh polimer acrylic dan kadar lengas tanah pada pertumbuhan awal tanaman tebu. Penelitian telah dilaksanakan di Desa Sempalwadak, Kecamatan Bululawang, Malang. pada September hingga Desember 2014. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT). Petak utama adalah Kadar lengas tanah yang terdiri atas 3 taraf yaitu Kontrol (A0), Kadar lengas tanah 40% (A1), Kadar lengas tanah 80% (A2). Anak petak adalah dosis polimer acrylic yang terdiri atas 5 taraf yaitu Tanpa polimer acrylic (S0), polimer acrylic 10 kg ha-1 (S1), polimer acrylic 20 kg ha-1 (S2), polimer acrylic 30 kg ha-1 (S3), dan polimer acrylic 40 kg ha-1 (S4). Hasil penelitian menunjukkan terjadi interaksi nyata antara perlakuan kadar lengas tanah dan dosis polimer acrylic pada pengamatan panjang tanaman 75 hst. Pada kondisi lengas tanah kontrol, perlakuan tanpa polimer acrylic menghasilkan panjang tanaman yang lebih tinggi dibandingkan perlakuan penggunaan polimer acrylic dengan dosis 10 kg ha-1 dan 30 kg ha-1. Pada kadar lengas tanah 40%, perlakuan tanpa polimer acrylic menghasilkan panjang tanaman yang lebih tinggi dibandingkan penggunaan polimer acrylic dosis 20 kg ha-1. Penggunaan polimer acrylic dengan dosis 40 kg ha-1 pada kondisi lengas tanah 80% justru memiliki panjang tanaman tebu yang paling rendah.
PENGARUH JENIS DAN KETEBALAN MULSA DALAM MEMPERTAHANKAN KANDUNGAN AIR TANAH DAN DAMPAKNYA TERHADAP TANAMAN KEDELAI (Glycine max (L.) DI LAHAN KERING Lubis, Perry Ansyari; Tyasmoro, Setyono Yudo; Sudiarso, Sudiarso
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 5 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.373 KB) | DOI: 10.21776/444

Abstract

Lahan kering ialah lahan yang tidak di-genangi air dari sebagian besar waktu dalam setahun. Soil Survey Staffs (1990), lahan kering memiliki permasalahan ter-hadap ketersediaan air tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis mulsa dan ketebalan mulsa organik dalam mem-pertahankan kandungan air tanah terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai di lahan kering. Penelitian dilaksanakan pada bulan September 2014 - Januari 2015 di kebun percobaan Universitas Brawijaya, Jatikerto, kabupaten Malang. Alat yang digunakan adalah timbangan analitik, termometer, soil moisture tester, cangkul, penggaris, tali rafia, oven, Leaf Area Meter (LAM), kamera. Bahan yang digunakan ialah benih kedelai varietas Wilis, pupuk Urea (46% N), KCL (50% K2O), SP-36 (36% P205), jerami padi, sekam, mulsa plastik hitam, mulsa plastik perak, mulsa plastik bening. Penelitian menggunakan RAK dengan perlakuan kombinasi jenis dan ketebalan mulsa yang terdiri dari 10 taraf, macam perlakuan adalah : P0 = tanpa mulsa (kontrol), P1 = jerami 4 cm, P2 = jerami 6 cm, P3 = jerami 8 cm, P4 = sekam 4 cm, P5 = sekam 6 cm, P6 = sekam 8 cm, P7 = mulsa bening, P8 = mulsa perak dan P9 = mulsa hitam. Perlakuan mulsa memberikan pengaruh yang berbeda pada setiap jenis maupun tingkat ketebalan mulsa terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai. Mulsa sekam dengan ketebalan 8 cm mampu meningkatkan kadar air tanah sebesar 16,46% dan hasil tanaman kedelai pada bobot 100 biji sebesar 10,25% maupun bobot kering tanaman sebesar 9,04% jika dibandingkan dengan pelakuan tanpa mulsa.
PENGARUH TEKNIK PENGENDALIAN GULMA PADA TANAMAN PADI (Oryza sativa L.) Purnamasari, Chici Dwi; Tyasmoro, Setyono Yudo; Sumarni, Titin
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 5 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/454

Abstract

Salah satu kendala dalam penanaman padi adalah keberadaan gulma. Gulma adalah tumbuhan yang keberadaannya pada lahan budidaya tidak dikehendaki oleh manusia pada suatu lokasi yang mampu menurunkan hasil pertanian. Teknik pengendalian gulma pada tanaman padi dapat dilakukan dengan penyiangan manual dan penggunaan herbi-sida. Penelitian ini bertujuan untuk menge-tahui efektivitas berbagai tingkat dosis herbisida 2,4-D dalam mengendalikan gulma pada pertanaman padi. Penelitian di-laksanakan pada bulan Februari hingga Mei 2015 di Desa Ngajum, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang. Penelitian mengguna-kan rancangan RAK non-faktorial. Pe-ngamatan yang dilakukan meliputi gulma, pertumbuhan dan hasil tanaman padi pada sebelum aplikasi, 1 MSA, 3 MSA dan 5 MSA. Hasil penelitian menunjukkan metode pengendalian gulma menggunakan herbi-sida 2,4-D dosis 1,5 l ha-1 efektif untuk me-ngendalikan gulma pertanaman padi seperti spesies Marsilea crenata Presl., Monochoria vaginalis (Burm.f.) Presl., dan Cyperus difformis L. Herbisida 2,4-D dosis 1,5 l ha-1 dan 2,0 l ha-1 masing-masing mampu meng-hasilkan bobot gabah kering giling (GKG)  4,15 ton ha-1 dan 3,97 ton ha-1 (lebih rendah 28,45% dan 31,79%) sedangkan dosis 2,5 l ha-1 dan 3,0 ton ha-1 masing-masing meng-hasilkan bobot gabah kering giling (GKG) 3,82 ton ha-1 dan 3,52 ton ha-1 (lebih rendah 34,36% dan 39,52%) dibandingkan pe-nyiangan manual yang menghasilkan bobot gabah kering giling (GKG) 5,82 ton ha-1.
RESPON TANAMAN KENTANG (Solanum tuberosum L.) PADA BERBAGAI DOSIS DAN WAKTU APLIKASI PUPUK KALIUM Husadilla, Ardiani; Tyasmoro, Setyono Yudo; Suminarti, Nur Edy
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 6 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/458

Abstract

Kentang varietas granola adalah salah satu bahan pangan subtitusi sumber karbohidrat yang mempunyai nilai ekonomis tinggi yang kebutuhannya terus meningkat tiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dosis dan waktu aplikasi pupuk K yang tepat guna mencapai pertumbuhan tanaman kentang yang baik serta hasil yang tinggi. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Maret 2014 hingga bulan Juni 2014 di Kebun Percobaan Universitas Brawijaya, yang terletak di Desa Sumber Brantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu dengan ketinggian 1700 mdpl dan suhu rata-rata 180C. Bahan yang digunakan antara lain bibit kentang Granola, pupuk N (Urea), pupuk P (SP 36) dan pupuk K (KCl). Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan petak terbagi yang terdiri dari 5 petak utama dan 3 anak petak. Dalam petak utama terdiri dari : K1 = pupuk K dosis 357 kg K2O ha-1, K2 = pupuk K dosis 306 kg K2O ha-1, K3 = pupuk K dosis 255 kg K2O ha-1, K4 = pupuk K dosis 204 kg K2O ha-1, K5 = pupuk K dosis 153 kg K2O ha-1. Sedangkan anak petak terdiri atas 3 jenis yaitu : T1 = waktu aplikasi K saat (0 hst - 15 hst), T2 = waktu aplikasi K saat (0 hst - 30 hst) dan T3 = waktu aplikasi K saat (15 hst - 30 hst) sehingga pada percobaan terdapat 15 perlakuan yang masing-masing diulang sebanyak tiga kali. Berdasarkan hasil analisis tani yang dilakukan menunjukkan bahwa pemberian dosis pupuk K sebanyak 306 kg K2O ha-1 adalah lebih efisien, dengan nilai B/C tertinggi yaitu sebesar 2,37.
PENGATURAN JARAK TANAM DAN JUMLAH BIBIT PER LUBANG PADA MESIN TANAM RICE TRANSPLANTER TERHADAP PADI SAWAH (Oryza sativa L.) VARIETAS CIHERANG Fitriani, Riza; Tyasmoro, Setyono Yudo; Suryanto, Agus
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 6 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.475 KB) | DOI: 10.21776/472

Abstract

Padi merupakan salah satu tanaman pokok warna Negara indonesia. Secara umum petani melakukan penanaman padi masih secara konvesional. Penggunaan bibit yang digunakan terlalu banyak dan jarak tanam yang digunakan tidak teratur. Kemudian pada saat waktu tanam padi tenaga kerja yang terserap sangat banyak.   Penanaman secara konvensional dapat mengurangi produksi tanaman padi sawah dan kurang efisien. Sehingga untuk meningkatkan produksi padi diperlukan proses budidaya menggunakan rice transplanter.   Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari jarak tanam yang tepat dan jumlah bibit terbaik terhadap padi sawah (Oryza sativa L.) varietas ciherang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai bulan Mei 2015 di Desa Surat, Kecamatan Mojo Kabupaten Kediri. Metode yang digunakan adalah Rancangan Petak Terbagi dengan petak utama adalah jarak tanam dan anak petak adala jumlah bibit.. Hasil penelitian antara lain tidak terdapat interaksi antara jarak tanam dan jumlah bibit Perlakuan Jarak tanam 30 x 22 cm mampu memberikan hasil yang terbaik pada komponen pertumbuhan dan komponen hasil. Untuk perlakuan jumlah bibit mampu memberikan hasil terbaik pada komponen pertumbuhan dan komponen hasil yang meliputi bobot kering total tanaman, jumlah malai, jumlah gabah per malai, bobot 1000 butir dan hasil GKP ton ha-1.
KAJIAN UMUR TRANSPLANTING TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BERBAGAI VARIETAS PADI (Oryza sativa L.) Widiana, Aris Nikmatul; Tyasmoro, Setyono Yudo; Islami, Titiek
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 6 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/473

Abstract

Padi merupakan sumber tanaman pokok sebagian besar penduduk Asia di dunia. Para petani sebagian besar melakukan persemaian yang memakan waktu lama dan diikuti dengan memindahkan tanaman padi ke lahan budidaya. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mendapat umur transplanting terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil pada tiga varietas tanaman padi. Penelitian dilaksanakan  pada bulan Maret sampai bulan Juni 2015 di Desa Sidorejo Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok pola faktorial yaitu dengan dua faktor. Faktor pertama umur transplanting (7, 14 dan 21 hari) dan faktor kedua varietas dengan 3 macam varietas (Bundha Srimadrim, Intani-2 dan Ciherang). Faktor pertama dan faktor kedua tersebut diperoleh 9 kombinasi perlakuan, setiap perlakuan diulang 3 kali sehingga didapat 27 petak percobaan. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa tidak terdapat interaksi antara umur transplanting dan varietas, namun secara terpisah terdapat berbeda nyata. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa perlakuan varietas Bundha Srimadrim, Intani-2 dan Ciherang pada umur transplanting 14 hari menunjukan hasil tertinggi yaitu 7,60 ton   ha-1 dibanding dengan umur transplanting 7 dan 21 hari yaitu 4,82 dan 4,04 ton ha-1.
RESPON DUA VARIETAS KEDELAI (Glycine max (L.) Merr) TERHADAP PERBEDAAN INTENSITAS CAHAYA PADA SISTEM AGROFORESTRY BERBASIS SENGON Rahmanda, Riefna; Sumarni, Titin; Tyasmoro, Setyono Yudo
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 9 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/541

Abstract

Kedelai ialah komoditi penting yang dibutuhkan masyarakat Indonesia. Produksi kedelai saat ini setiap tahunnya semakin menurun, penurunan produksi kedelai tersebut salah satunya dipengaruhi oleh faktor menurunnya luas lahan. Lahan yang tersedia di Indonesia lebih banyak digunakan petani untuk membudidayakan tanaman yang berpotensi untuk mencukupi kebutuhan ekonomi mereka, sehingga sedikit sekali petani yang menggunakan lahannya untuk tanaman kedelai. Saat ini lahan yang tersedia secara luas berada di areal perhutanan atau biasa disebut Agroforestry. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh kedelai varietas Argomulyo dan Wilis terhadap intensitas cahaya yang berbeda pada agroforestry sengon. Penelitian dilaksanakan pada areal perkebunan Sengon dengan tiga intensitas cahaya yang berbeda di Desa Sidodadi, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Bahan yang digunakan pada penelitian ini ialah benih kedelai varietas Argomulyo dan Wilis, juga pupuk Anorganik yang digunakan sesuai rekomendasi. Metode penelitian menggunakan (Nested Design) Rancangan Petak Tersarang dengan empat ulangan. Faktor pertama ialah perlakuan intensitas cahaya pada lahan sengon, meliputi: (1) Penanaman pada naungan sengon umur 2 tahun, (2) Penanaman pada naungan sengon umur 4 tahun, dan (3) Penanaman pada naungan sengon umur 6 tahun. Faktor kedua ialah perlakuan dua varietas kedelai, meliputi: (1) Varietas Argomulyo dan (2) Varietas Wilis.Penelitian menunjukkan bahwa varietas Argomulyo lebih tahan naungan dibandingkan varietas Wilis, karena penurunan pertumbuhan dan hasil dalam naungan sengon umur 2 tahun sampai 6 tahun menunjukkan penurunan yang stabil.
Co-Authors Achmad Noerkhaerin Putra Adi Kurniawan Adi Setiawan Agung Nugroho Agus Suryanto Agus Suryanto Aini Nurul Aini, Nurul Akbar Pamungkas, Ilham Al Ghifari, Mochammad Fachrurrozi Alan Randall Ginting Alfarisi, Romzul Islami AmaliaPangestu Yulianingtyas Pangestu Yulianingtyas, AmaliaPangestu Yulianingtyas Pangestu Andhi Dwi Prasetyo Anggriawan, Fahjar Anggriawan, Fahjar Anindita, Devina Cinantya Anna Satyana Karyawati Aryanada, Povarezza Astri Yogatama Azizah, Nur Bambang Guritno Barunawati, Nunun Bintara, Andar Kaneka Putra Bintara, Andar Kaneka Putra Br Ginting, Wirda Dayanti Br Ginting, Wirda Dayanti Bramantio Adi Prasojo Budi Kusuma, Febrian Candra Budi Kusuma, Febrian Candra Devina Cinantya Anindita Dewantari, Rima Putri Dewantari, Rima Putri Djajadi Djajadi Djajadi, Djajadi Djumali Djumali Dwi Firmansyah Putra Eismawan, Adi Eismawan, Adi Eko Widaryanto Elvira Ambarasti Rahmiana Fachry Abda El Rahman Firokhman, Alnguda Firokhman, Alnguda Fitriani, Riza Frelyta Ainus Zahro Ginting, Alan Randall Ginting, James Aloycius Gita Pramudika Hamawi, Mahmudah Haryono, Budi Haryono, Budi Hidayat, Fandy Hidayat, Fandy Husadilla, Ardiani Husadilla, Ardiani Husni Thamrin Sebayang Husni Thamrin Sebayang Indar Sugiarto Ito, Satoshi Iva Dewi Lestariningsih, Iva Dewi Joni Prasetyo, Joni Junaidi, Tassha Kartika Yurlisa, Kartika Karuniawan Puji Wicaksono Karuniawan Puji Wicaksono Khoiril Anam, Khoiril Kristantyo, Yohanes Kristianti, Natalia Kurniawan, Adi Kurniawan, Hideo Lubis, Perry Ansyari Lubis, Perry Ansyari Luqman Qurata Aini Manalu, Tommy Japister Medha Baskara Menak Simbolon Mochammad Fachrurrozi Al Ghifari Muh. Afif Juradi Nainggolan, Felix Andreas Nainggolan, Felix Andreas Ningrum, Wulan Asri Ningrum, Wulan Asri Ninuk Herlina Ninuk Herlina Nugroho, Agung Nugroho, Agung Nuhfil Hanani Nunik Eka Diana Nunun Barunawati, Nunun Nur Azizah Nur Edy Suminarti Nur Hidayat Nurani, Annisa Bela Pamungkas, Bayu Aji Pamungkas, Georgius Vicky Kurnia Sateria Pamungkas, Georgius Vicky Kurnia Sateria Pangestu, Prabowo Pangestu, Prabowo Paramyta Nila Permanasari Paramyta Nila Permanasari, Paramyta Nila Pasaribu, Charliana Pasaribu, Rugun Pasaribu, Rugun Patria Pikukuh, Patria Permadi, Diki Yuse Permadi, Diki Yuse Permana, Yogi Iwan Permana, Yogi Iwan Pikukuh, Patria Pramudika, Gita Prasetyo, Andhi Dwi Prasetyo, Joni Prasojo, Bramantio Adi Pratama Timor, Bella Agusta Pratama Timor, Bella Agusta Priasmoro, Yuda Pangestu Priasmoro, Yuda Pangestu Purnamasari, Chici Dwi Purnamasari, Chici Dwi Putra, Dwi Firmansyah Putra, Rangga Fariyana Raharjo, Erwansyah Budi Raharjo, Erwansyah Budi Rahmah Dewi Yustika, Rahmah Dewi Rahman, Bagus Taufiqur Rahman, Bagus Taufiqur Rahmanda, Riefna Rahmanda, Riefna Rahmawati, Astie Dyah Rahmawati, Astie Dyah Rahmiana, Elvira Ambarasti Ramadhan, Varotama Putra Rangga Fariyana Putra Riyantini, Indah Puspitasari Riyantini, Indah Puspitasari Riza Fitriani, Riza Rodhiyatus Shofiah, Dian Khoiratun Rodhiyatus Shofiah, Dian Khoiratun Roedy Soelistyono Rosihan Asmara Ruliwicaksono, Muhammad Rizky Ruliwicaksono, Muhammad Rizky Saitama, Akbar Saitama, Akbar Sebayang, Husni Thamrin Sembiring, Alger Hissman Sembiring, Alger Hissman Setiawan, Adi Setiawan, Mohamad Dana Setyowati Pertiwi, Indah Siagian, Theresia Victoria Siagian, Theresia Victoria Siahaan, Gretty Febriola Siahaan, Gretty Febriola Silalahi, Samuel Hartanto Siltor, Reinaldy Siltor, Reinaldy Simanjuntak, Chyntia Simanjuntak, Chyntia Simanjuntak, Devi Arinda Simanjuntak, Devi Arinda Simanjuntak, Rionaldo Simanjuntak, Rionaldo Simbolon, Bona Hasian Simbolon, Menak Sinaga, Adi Putri Sinaga, Adi Putri Sinaga, Andrey Pradana Sinaga, Nico Van Maestro Sinaga, Nico Van Maestro Sitindaon, Pasca Timothy Sitindaon, Pasca Timothy Sitohang, Denny Sitohang, Denny Sitorus, Gemi Nastiti Ruth Sitorus, Gemi Nastiti Ruth Sitorus, Mariyanti Panduwinata Sitorus, Michael P. H. Sitorus, Michael P. H. Soedharmo, Gita Gowinda Soedharmo, Gita Gowinda Soenaryo Soenaryo Soenaryo, Soenaryo Sri Winarsih Sudiarso Sudiarso Sudiarso, Sudiarso Sujarwo Sujarwo Sulo Marimpan, Lusia Suratman Suratman Syamsul Arifin Syib'li, Muhammad Akhid Tassha Junaidi Taufikurrahman Taufikurrahman Tika Noviana Dewi Titiek Islami Titik Islami Titin Sumarni Tommy Japister Manalu Udayana, Cicik Uma Khumairoh Utama, Ari Pradipta Utama, Ari Pradipta Veronica, Neny Tiara Veronica, Neny Tiara Wahyuningsih, Etty Wahyuningsih, Etty Wibowo, Nanang Yekti Wibowo, Nanang Yekti Widiana, Aris Nikmatul Widiana, Aris Nikmatul Yani Kurniawan, Yani Yogi Sugito Yohana Avelia Sandy Yohanes Kristantyo Yulianingtyas, AmaliaPangestu Yulianingtyas Pangestu zulfikar, Aji