Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Workshop Virtual: Peningkatan Keterampilan Penggunaan Mendeley dan Pemanfaatan Sumber Pustaka Melalui Layanan Penguasaan Konten Oktasari, Maria; Solihatun, Solihatun; Syahputra, Yuda
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Vol 5 No 2 (2021): Volume 5 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/ja.v5i2.15548

Abstract

The preparation of final assignments/scientific articles carried out by students is often faced with various problems. One of them is the difficulty in finding a reference source / reference for making a final project/ scientific article and the limited skills of students in using citation and reference software: mendeley. This community service aims to improve skills in using mendeley and utilizing library sources for students. Participants consisted of 186 people from 23 university in Indonesia, who were obtained through random samplingThe data was collected online using 10 questions related to the skill of using Mendeley with the Guttman Scale model (multiple choice). Data were analyzed using nonparametric statistical techniques using the Wilcoxon Signed Ranks Test. The findings show that content mastery services with virtual workshops are effective in improving mendeley skills and utilization of student library resources.
Correlation between teacher personality and professional development literacy of teachers at SMK YAPPA Depok Solihatun, Solihatun; Dinihari, Yulian; Aditia, Gilang Rizkia; Rachmat, Dieta Putri; Handayani, Sulis Setioharti; Ruth, Burju; Radyati, Ajeng
Cendikia : Media Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol 16 No 3 (2026): January: Education Science
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/cendikia.v16i3.7027

Abstract

In the Merdeka Curriculum framework, teachers serve as agents in implementing adaptive, learner-centered instruction. Accordingly, teacher development extends beyond pedagogical and professional competencies and is connected to personality competence as an internal foundation of professional practice. Teacher personality is assumed to influence professional development literacy, defined as teachers’ capacity to understand, plan, implement, and reflect on continuous professional growth. However, empirical evidence examining this relationship remains limited, particularly in vocational education contexts. This study aims to analyze the relationship between teacher personality and professional development literacy among teachers at SMK YAPPA Depok. The null hypothesis states that no relationship exists between the variables, whereas the alternative hypothesis assumes a significant relationship. A quantitative descriptive-correlational design was employed, involving all fifteen teachers through a saturated sampling technique. Data were analyzed using descriptive statistics and Spearman’s Rho correlation due to non-normal data distribution and ordinal measurement scales. The results indicate that teacher personality and professional development literacy are generally at moderate to high levels, with variation among respondents. Furthermore, correlation analysis reveals a significant relationship between teacher personality and professional development literacy, leading to rejection of the null hypothesis. These findings highlight the role of teacher personality in strengthening professional development literacy.
Peran Guru dalam Membentuk Karakter Siswa melalui Konsep Bahasa Kasih di SDN Plawad II Wati, Septa; Putri, Delia Achadina; Ardiansyah, Bayu; Solihatun, Solihatun
Kapas: Kumpulan Artikel Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/ks.v4i2.4462

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kepekaan guru terhadap kondisi emosional siswa melalui penerapan bahasa kasih (love language) dalam pembentukan karakter siswa di SDN Plawad II, Karawang Timur. Pelatihan ini dilaksanakan melalui sosialisasi, diskusi, dan praktik langsung tentang penerapan lima bentuk bahasa kasih dalam proses pembelajaran. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pre test dan post test dengan skala Likert 1- 4 yang mencakup tujuh butir pernyataan mengenai kemampuan guru mengenali dan merespons emosi siswa. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif melalui rata-rata skor dan persentase capaian. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan dari rata-rata skor pre test 2,31 (57%) menjadi post test 3,43 (85%). Peningkatan ini menggambarkan bahwa pelatihan efektif dalam menumbuhkan pemahaman guru mengenai pentingnya kasih sayang, empati, dan komunikasi positif dalam membentuk karakter siswa. Kegiatan ini diharapkan berdampak panjang terhadap praktik pembelajaran di sekolah dasar melalui penguatan profesionalisme guru dalam mendampingi perkembangan emosional dan karakter siswa.
Bahasa Kasih sebagai Fondasi Perkembangan Sosial-Emosional Anak: Pendekatan Efektif Untuk Orang Tua Siswa Solihatun, Solihatun; Aminudin, Djoni; Radyati, Ajeng; Susiati, Susiati; Ruth, Burju; Sri Handayani, Kartika
Jurnal Pengabdian Masyarakat, Ilmu, dan Aksi Vol. 2 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat, Ilmu, dan Aksi (ABDIMASIA)
Publisher : Asosiasi Asesmen Pendidikan (AAP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63203/abdimasia.v2i1.486

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman orang tua dan guru mengenai penerapan bahasa kasih sebagai strategi mendukung perkembangan sosial-emosional dan pencapaian tugas perkembangan siswa Sekolah Dasar di SD Islam Darussalaam Cikunir. Permasalahan mitra menunjukkan keterbatasan keterampilan komunikasi afektif yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak usia sekolah dasar. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi materi, pelatihan interaktif berbasis studi kasus, diskusi kelompok, serta evaluasi menggunakan pretest dan posttest. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan skor rata-rata pemahaman peserta dari 40% menjadi 70%, atau naik 30 poin persentase. Sebanyak 85% peserta mengalami peningkatan skor individu, dan 78% peserta mampu mengidentifikasi serta menerapkan sedikitnya tiga bentuk bahasa kasih dalam interaksi sehari-hari. Refleksi kualitatif menunjukkan perubahan pola komunikasi menjadi lebih empatik dan responsif. Temuan ini menegaskan efektivitas pelatihan dalam memperkuat kompetensi sosial-emosional orang tua dan guru secara terukur. Oleh karena itu, program ini direkomendasikan untuk diintegrasikan secara berkelanjutan dalam agenda penguatan pendidikan karakter dan pengembangan kompetensi sosial-emosional di sekolah dasar.