Claim Missing Document
Check
Articles

MEDIATING ROLE OF BRAND IMAGE IN THE EFFECT OF EWOM ON PURCHASE INTENTION OF ONLINE TICKETING APPS Yuszana, Alfa; Tunjungsari, Hetty Karunia
International Journal of Application on Economics and Business Vol. 2 No. 1 (2024): February 2024
Publisher : Graduate Program of Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ijaeb.v2i1.2812-2821

Abstract

This research aims to analyze the impact of Electronic Word of Mouth (EWOM) on the brand image perception of the Tiket.com application, understand how this brand image perception influences the purchase intention of Tiket.com application users, identify the direct impact of EWOM on the purchase intention of Tiket.com application users, and assess the indirect impact of EWOM on purchase intention through brand image as a mediating variable for Tiket.com application users. The research sample consisted of 203 respondents aged 18 and above, residing in the Greater Jakarta area, and having used the Tiket.com service at least twice in the last year. Respondent data were collected through an online questionnaire using Google Forms with non-probability sampling and purposive sampling techniques. Data analysis was performed using PLS-SEM with SmartPLS v3.2.9 software. The results of the study indicate that EWOM has a positive and significant impact on the brand image perception of the Tiket.com application. Brand image perception has a positive and significant impact on the purchase intention of Tiket.com application users. EWOM also has a positive and significant impact on the purchase intention of Tiket.com application users, and EWOM has a positive indirect impact on purchase intention through the brand image of the Tiket.com application.
ANALISIS KEGIATAN MBKM-KEWIRAUSAHAAN: CULINARY CORONET Tunjungsari, Hetty Karunia; Demetrius, Felix; Hartojo, Graciella Jocelyn; Leviani, Marissa; Alvindy
Jurnal Serina Abdimas Vol 2 No 3 (2024): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v2i3.32394

Abstract

This study analyzes the impact of the MBKM-Entrepreneurship Program on the development of the Culinary Coronet (CuCo) business, a pastry venture founded by four Management students from Tarumanagara University. CuCo, with its flagship product named Culinary Coronet, is committed to becoming a leading pastry producer in Indonesia through innovation and high quality. This research uses a qualitative descriptive method with a case study approach, collecting data through observation, interviews, and document analysis. During the period from April to September 2024, CuCo increased production quantity from 250 to 500 units per month and revenue from Rp4,500,000 to Rp9,000,000 per month. Financial reports show an increase in gross profit and a positive net cash flow. The results of the study indicate that the MBKM-Entrepreneurship Program had a significant positive impact on CuCo's development, enabling the team to develop innovative products, expand marketing networks, and improve operational efficiency through training and guidance. Support from supervising lecturers and university facilities also played an important role in this success. The conclusion of this study is that the MBKM-Entrepreneurship Program effectively promotes student business development, particularly in the pastry industry in Indonesia. This program successfully enhanced the capacity and capability of the CuCo team, contributing to sustainable business growth. This research is expected to serve as a reference for the development of similar programs in the future and provide inspiration for other students to develop their own ventures. ABSTRAK Penelitian ini menganalisis pengaruh Program MBKM-Kewirausahaan terhadap pengembangan bisnis Culinary Coronet (CuCo), sebuah usaha pastry yang didirikan oleh empat mahasiswa Manajemen dari Universitas Tarumanagara. CuCo, dengan produk unggulan bernama Culinary Coronet, berkomitmen menjadi produsen pastry terkemuka di Indonesia melalui inovasi dan kualitas tinggi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus, mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen terkait. Selama periode April hingga September 2024, CuCo meningkatkan kuantitas produksi dari 250 menjadi 500 unit per bulan dan pendapatan dari Rp4.500.000 menjadi Rp9.000.000 per bulan. Laporan keuangan menunjukkan peningkatan laba kotor dan arus kas bersih yang positif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program MBKM-Kewirausahaan memberikan dampak positif signifikan terhadap pengembangan CuCo, memungkinkan tim mengembangkan produk inovatif, memperluas jaringan pemasaran, serta meningkatkan efisiensi operasional melalui pelatihan dan bimbingan. Dukungan dari dosen pembimbing dan fasilitas universitas juga berperan penting dalam keberhasilan ini. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa Program MBKM-Kewirausahaan efektif mendorong pengembangan bisnis mahasiswa, khususnya dalam industri pastry di Indonesia. Program ini berhasil meningkatkan kapasitas dan kapabilitas tim CuCo, berkontribusi pada pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Penelitian ini diharapkan menjadi referensi bagi pengembangan program serupa di masa mendatang dan memberikan inspirasi bagi mahasiswa lain untuk mengembangkan usaha mereka.
ANALISIS KEGIATAN MBKM KEWIRAUSAHAAN: DECO DELIGHT Tunjungsari, Hetty Karunia; Albino, Danovan Putra; Monica, Angelina; Phang, Stephanie; Lie, Vincent; Chandra, Richard
Jurnal Serina Abdimas Vol 2 No 3 (2024): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v2i3.32459

Abstract

This research contains an analysis of the influence of the MBKM-Entrepreneurship Program on the development of Deco Delight business. Deco Delight is a venture in the field of Creative Arts applied in Phone Case technology. Deco Delight was founded by five Management students from Tarumanagara University. Deco Delight started in April 2024 with the aim of becoming a Phone Case business with Artistic Creativity created by popular handcraft artistic creations, liked, and beneficial to the Indonesian community. This research explains the working process of Deco Delight and the development of the business. The results of this research show that the MBKM-Entrepreneurship Program has a positive impact on Deco Delight business, by enhancing insights into a business and the development of creative and innovative products. The conclusion of this research is that the development of Deco Delight is rapidly aided by the MBKM-Entrepreneurship Program, which yields positive results. The MBKM-Entrepreneurship Program greatly assists students in running a business with good guidance and direction for starting and growing a business. This research is expected to be helpful for people in need of references for the development of programs or ventures to become better. ABSTRAK Penelitian ini berisisi analisis tentang pengaruh Program MBKM-Kewirausahaan terhadap pengembangan bisnis Deco Delight. Deco Delight merupakan sebuah usaha dalam bidang Seni Kreativitias yang diterapkan dalam teknologi Casing Handphone. Deco Delight didirikan oleh lima Mahasiswa jurusan Manajemen dari Universitas Tarumanagara. Deco Delight berdiri dari bulan April 2024, dengan tujuan untuk menjadi usaha Casing dengan Seni Kreativitas yang dibuat oleh kreasi kesenian tangan yang populer, disukai dan bermanfaat bagi masyarakat Indonesia. Penelitian ini menjelaskan bagaimana cara proses kerja Deco Delight dan pengembangan usaha Deco Delight. Hasil dari penelitian ini menunjukan Program MBKM-Kewirausahaan memberikan dampak baik terhadap usaha Deco Delight, dengan menambah wawasan terhadap suatu bisnis serta pengembangan produk yang kreatif dan inovatif. Kesimpulan dari penelitian ini adalah perkembangan dari Deco Delight terbantu pesat oleh Program MBKM-Kewirausahaan yang memberikan hasil positif, Program MBKM-Kewirausahaan sangat membantu mahasiswa dalam menjalankan usaha bisnis dengan panduan dan arahan yang baik untuk memulai dan pertumbuhan suatu bisnis. Penelitian ini diharapkan dapat membantu bagi masyarakat yang membutuhkan referensi dalam perkembangan program atau usaha yang dijalankan untuk menjadi lebih baik
PENGEMBANGAN KEMASAN SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN POTENSI PEMASARAN CRÈME ROYALE Tunjungsari, Hetty Karunia; Yukianti, Chiara Rizka; Buana, Salsabilla Ayundha Martsha
Jurnal Serina Abdimas Vol 2 No 3 (2024): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v2i3.32481

Abstract

The number of Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) in Indonesia reaches 64.2 million, contributing more than 60% to Gross Domestic Income (GDP) and playing a key role in Indonesia's economic growth. The Covid-19 pandemic has encouraged a change in consumer shopping patterns from offline to online, opening up opportunities and challenges for MSMEs, especially in the food and beverage sector. Ice cream products have great potential in Indonesia driven by the lifestyle of the millennial generation who love snacks, especially ice cream, providing opportunities for MSMEs in the food and beverage sector. Packaging is considered important to add value to products, attract consumers' attention, and increase marketing potential. Through packaging development training and focus group discussions, the Universitas Tarumanagara community engagement team aims to improve the ability of Crème Royale MSMEs, in developing packaging that can have a positive impact on the marketing of ice cream products. These activities include training in the use of design making applications, material selection, and social media management for online marketing. Crème Royale has used the Whatsapp and Instagram platforms for bookings and promotions. The development of packaging is expected to help Crème Royale market its products more effectively, increase sales, and contribute to economic growth. The resulting activities are packaging design development, comprehensive knowledge of packaging design, and focus group discussion to develop packaging that can be implemented by Crème Royale. The community engagement team registered Intellectual Property Rights for the design of Crème Royale ice cream packaging. This activity was carried out for Crème Royale partners with the aim of providing assistance in developing packaging, increasing marketing potential, and preparing the basis for a follow-up activity plan after the implementation of community engagement activities. ABSTRAK Jumlah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia mencapai 64,2 juta, menyumbang lebih dari 60% terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB) dan memegang peran kunci dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia. Adanya pandemi Covid-19 mendorong perubahan pola belanja konsumen dari offline menjadi online sehingga membuka peluang dan tantangan bagi UMKM, terutama di sektor makanan dan minuman. Produk es krim memiliki potensi besar di Indonesia didorong oleh gaya hidup generasi milenial yang menyukai makanan ringan, terutama es krim, memberikan peluang bagi UMKM di bidang makanan dan minuman. Kemasan dianggap penting untuk memberikan nilai tambah pada produk, menarik perhatian konsumen, dan meningkatkan potensi pemasaran. Melalui pelatihan pengembangan kemasan dan focus group discussion, Tim PKM Universitas Tarumanagara bertujuan untuk meningkatkan kemampuan UMKM Crème Royale, dalam mengembangkan kemasan yang dapat berdampak positif terhadap pemasaran produk es krim. Kegiatan ini mencakup pelatihan dalam penggunaan aplikasi pembuatan desain, pemilihan bahan, dan manajemen media sosial untuk pemasaran online. Crème Royale telah menggunakan platform Whatsapp dan Instagram untuk pemesanan dan promosi. Pengembangan kemasan diharapkan dapat membantu Crème Royale memasarkan produknya dengan lebih efektif, meningkatkan penjualan, dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi. Luaran kegiatan yang dihasilkan adalah pengembangan desain kemasan, pengetahuan menyeluruh tentang desain kemasan, dan focus group discussion untuk mengembangkan kemasan yang dapat diimplementasikan oleh Crème Royale. Tim PKM pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual untuk desain kemasan es krim Crème Royale. Kegiatan ini dilaksanakan untuk mitra Crème Royale dengan tujuan memberikan bantuan dalam mengembangkan kemasan, meningkatkan potensi pemasaran, dan menyusun dasar rencana kegiatan lanjutan setelah pelaksanaan kegiatan PKM.
ANALISIS HASIL KEGIATAN MBKM KEWIRAUSAHAAN: SUSPECT STAINS Tunjungsari, Hetty Karunia; Jerico, Hernando; Ernesto, Farrel; Heryanto, Jacky; Hardion, Rifaldo
Jurnal Serina Abdimas Vol 2 No 3 (2024): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v2i3.32498

Abstract

The Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) entrepreneurship program aims to develop students' business skills through practical experience. This paper evaluates the outcomes of the MBKM program, focusing on the oversized t-shirt business of the Suspect Stains brand. The methods used include direct observation of business activities and sales analysis. The results show that participation in this program enhances students' understanding of marketing, financial management, and production. Suspect Stains' oversized t-shirts successfully attract consumers through creative designs and high-quality materials, contributing to increased sales. Challenges such as supply chain issues and market competition were also identified. Overall, the MBKM program is effective in equipping students with entrepreneurial skills and knowledge. Recommendations for further development include increased mentor support and access to business networks. ABSTRAK Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) kewirausahaan bertujuan mengembangkan keterampilan bisnis mahasiswa melalui praktik langsung. Makalah ini mengevaluasi hasil program MBKM dengan fokus pada bisnis kaos oversize dari merek Suspect Stains. Metode yang digunakan mencakup observasi langsung kegiatan usaha, dan analisis penjualan. Hasilnya, partisipasi dalam program ini meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang pemasaran, manajemen keuangan, dan produksi. Kaos oversize Suspect Stains berhasil menarik konsumen melalui desain kreatif dan kualitas bahan yang baik, yang berkontribusi pada peningkatan penjualan. Tantangan seperti pasokan dan persaingan pasar juga teridentifikasi. Secara keseluruhan, program MBKM efektif dalam membekali mahasiswa dengan keterampilan dan pengetahuan kewirausahaan. Rekomendasi untuk pengembangan mencakup peningkatan dukungan mentor dan akses jaringan bisnis.
PKM PENINGKATAN POTENSI PEMASARAN EDI PRINT DI BALI Tunjungsari, Hetty Karunia; Victoria Valentina
Jurnal Serina Abdimas Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v3i2.35158

Abstract

This Community Servic program aims to enhance the marketing potential of Edi Print in Bali through a comprehensive strategy. The methods applied in this program include surveys, training, mentoring, and evaluation. The survey was conducted to identify the needs and challenges faced by Edi Print artisans in Bali. The training sessions focused on improving innovative design skills in line with market trends, utilizing digital marketing technologies, and developing a strong and recognizable brand. Mentoring was provided to assist artisans in implementing the marketing strategies they had learned. The results of the program show that Edi Print artisans in Bali face challenges such as a lack of innovative designs, limited access to digital marketing technology, and insufficient understanding of branding. Through training and mentoring, artisans were able to enhance their design skills, leverage social media for digital marketing, and build a stronger, more widely recognized brand. In conclusion, this program successfully improved the marketing potential of Edi Print in Bali. These improvements contributed to the development of new designs better suited to consumer preferences, enhanced digital marketing capabilities, and greater branding awareness, which helped their batik products gain market recognition. The implication of this program is that similar initiatives can be implemented in other regions to support the growth of local creative industries while expanding product reach. ABSTRAK Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan potensi pemasaran Edi Print di Bali melalui strategi yang komprehensif. Metode yang digunakan dalam kegiatan PKM ini meliputi survei, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. Survei dilakukan untuk mengidentifikasi kebutuhan dan tantangan yang dihadapi oleh perajin Edi Print di Bali. Pelatihan difokuskan pada peningkatan keterampilan desain yang inovatif dan sesuai dengan tren pasar, penggunaan teknologi pemasaran digital, dan pengembangan merek yang kuat dan dikenal di pasar. Pendampingan dilakukan untuk membantu perajin dalam mengimplementasikan strategi pemasaran yang telah dipelajari. Hasil PKM menunjukkan bahwa perajin Edi Print di Bali menghadapi tantangan dalam hal desain yang kurang inovatif, keterbatasan akses terhadap teknologi pemasaran digital, dan kurangnya pemahaman tentang branding. Melalui pelatihan dan pendampingan, perajin mampu meningkatkan keterampilan desain, memanfaatkan media sosial untuk pemasaran digital, juga membangun merek yang lebih kuat dan dikenal luas. Kesimpulan dari kegiatan PKM ini berhasil meningkatkan potensi pemasaran Edi Print di Bali. Peningkatan ini berkontribusi pada peningkatan desain-desain baru yang lebih sesuai dengan selera konsumen, kemampuan pemasaran digital, dan pemahaman branding yang membuat produk batik mereka dikenal di pasar. Implikasi dari PKM ini adalah bahwa program serupa dapat diterapkan di daerah lain untuk mendukung pengembangan industri kreatif lokal, sekaligus memperluas jangkauan produk.
ANALISIS POTENSI BERWIRAUSAHA PADA KELOMPOK PEREMPUAN DI DESA KENDRAN, SINGARAJA, BALI Tunjungsari, Hetty Karunia; Victoria Valentina
Jurnal Serina Abdimas Vol 3 No 3 (2025): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v3i3.35749

Abstract

This community service activity aims to increase the awareness and understanding of West Jakarta Methodist High School students about risks in entrepreneurship. The background of this activity is based on the importance of equipping students with relevant knowledge and skills to face the challenges of the business world, as well as students' lack of understanding of the risks associated with entrepreneurial activities. The method used is interactive socialization involving lectures, presentations, discussions, and case studies. The participants of the activity were Methodist High School students, with a focus on students in grades X and XII. The results of the activity showed a significant increase in students' knowledge about entrepreneurial risks, as evidenced by the enthusiasm of the participants in participating in the activity and the ability of students to do the assignments in the Worksheet. The evaluation questionnaire showed that most students rated the material useful, the delivery of the material was easy to understand, and the activities increased their interest in entrepreneurship. Participant observations also showed a high level of student involvement during activities. The conclusion of this activity is that socialization about entrepreneurial risks is effective in increasing students' knowledge and interests. The practical implication is that this activity can be a model for the development of entrepreneurship education programs in other schools. Suggestions for further development include larger-scale research, long-term evaluations, and improvements to materials and delivery methods. Thus, this activity makes a real contribution in preparing students to face challenges in the world of entrepreneurship and encouraging the spirit of entrepreneurship among the younger generation. Kegiatan ini bertujuan untuk menganalisis potensi berwirausaha pada kelompok perempuan di Desa Kendran, Bali. Pengumpulan data dan analisis dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif yaitu metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan informan kunci, observasi partisipan, dan studi dokumen. Hasil kegiatan abdimas menunjukkan bahwa perempuan di Desa Kendran memiliki potensi berwirausaha yang signifikan, didukung oleh beberapa faktor. Pertama, adanya keterampilan tradisional yang relevan dengan kebutuhan pasar, seperti keterampilan membuat kerajinan tangan dan mengolah makanan lokal. Kedua, adanya modal sosial yang kuat dalam bentuk jaringan kekerabatan dan komunitas yang mendukung kegiatan wirausaha. Ketiga, meningkatnya kesadaran akan pentingnya kemandirian ekonomi dan kontribusi terhadap keluarga. Keempat, dukungan dari pemerintah daerah dan organisasi masyarakat dalam bentuk pelatihan, pendampingan, dan akses terhadap modal. Namun, terdapat pula tantangan, seperti keterbatasan akses terhadap informasi pasar, modal usaha, dan teknologi. Kegiatan ini merekomendasikan pentingnya peningkatan kapasitas melalui pelatihan yang berkelanjutan, pengembangan jejaring pemasaran, dan fasilitasi akses terhadap sumber daya finansial untuk mengoptimalkan potensi wirausaha perempuan di Desa Kendran. Implikasi dari kegiatan ini adalah kontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan keluarga dan pemberdayaan perempuan secara berkelanjutan.
SOSIALISASI PEMANFAATAN MINYAK JELANTAH MENJADI PRODUK BERNILAI GUNA DALAM BENTUK SABUN CUCI Tunjungsari, Hetty Karunia; Marchia, Viella; Valentina, Victoria
Jurnal Abdimas Sangkabira Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Abdimas Sangkabira, Desember 2025
Publisher : Program Studi Diploma III Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdimassangkabira.v6i1.2684

Abstract

Minyak jelantah merupakan limbah rumah tangga yang dapat mencemari lingkungan dan membahayakan kesehatan apabila tidak dikelola dengan baik. Namun, limbah ini masih memiliki potensi untuk diolah menjadi produk bernilai guna, salah satunya adalah sabun cuci. Kegiatan pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk mensosialisasikan dan memberikan pelatihan kepada masyarakat mengenai pemanfaatan minyak jelantah sebagai bahan baku pembuatan sabun cuci. Survei dilakukan untuk mengukur tingkat pengetahuan masyarakat sebelum dan sesudah pelatihan, sedangkan wawancara dan observasi digunakan untuk memahami pengalaman peserta serta efektivitas kegiatan pelatihan. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dalam beberapa tahap, yaitu persiapan bahan dan alat, sosialisasi mengenai dampak negatif minyak jelantah terhadap lingkungan dan kesehatan, pelatihan teknis pembuatan sabun cuci, serta evaluasi hasil kegiatan. Pelatihan diberikan secara langsung kepada kelompok masyarakat di lingkungan tempat tinggal yang telah ditentukan, dengan pendekatan partisipatif dan berbasis praktik. Hasil dari kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan signifikan dalam pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan limbah minyak jelantah dan kemampuan mereka dalam memproduksi sabun cuci secara mandiri. Selain itu, masyarakat mulai melihat potensi ekonomi dari produksi sabun ini sebagai peluang usaha rumah tangga. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kesadaran lingkungan, tetapi juga mendukung pengelolaan limbah yang berkelanjutan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat secara lokal. Dengan demikian, pelatihan ini diharapkan dapat menjadi model kegiatan yang dapat direplika di wilayah lain yang menghadapi permasalahan serupa.
Co-Authors Abimantrana, Intar Adelia Adi Zakaria Afiff Agung Surya Dwianto Akbar Bimadi Albino, Danovan Putra Alvin Alvin Christianto Alvindy Angeline Suwandi Anggit Mardiana Permatasari Anny Valentina Antonia, Caren Evelyn Ardianto, Jesica Ariamurti, Febby Ariawan Gunadi Asri, Marselinus Aurea Beryl Nathania Bomer Bagus Mulyawan bagus Mulyawan Barasa, Robert Tua Bernadeth Tongli Buana, Salsabila Ayunda Martsa Buana, Salsabilla Ayundha Martsha Cahya, David Dwi Cahyadi, Febrianne Clarissa Calvinus, Yohanes Canny, Canny Chairy Chairy Chairy Chairy Chandra, Chiquita Christella Chandra, Richard Christian Wiradendi Wolor Christofen Michael Darren Clarice Alverina Cynthia Cynthia Dafit Ari Hardiyanto Dany Lumanau Demetrius, Felix Dennis Lunardy Denzel Edgar Desi Arisandi Desmond Desmond Edwin Handoko Ellen Ellen Endah Setyaningsih Eric Cantona Ernesto, Farrel Fajar Saputra Fellycia Chandra Frangky Selamat Frangky Selamat Frangky Selamat Frangky Slamet Franky Selamat Fransisca Iriani Roesmala Dewi Gabriela Widya Wulandari Handoko Gozali, Tiffany Hardion, Rifaldo Hartojo, Graciella Jocelyn Helen Helen Heliza Septiani Herman, Abdullah Arbian Hery Widijanto Heryanto, Jacky Hoo, Wong Chee Ibnaty Fauziah Ismayani, Elygia Putri Jap Tji Beng Jerico, Hernando Jonathan, Darren Kamil, Mas M. Rafi Futuwah Kennedy Lianto Kevin Adhi Dhamma Setiawan Khoiron Khoiron Komar, Husin Kusnadi, Darren Kusuma, Jesslyn Putri Leviani, Marissa Lie, Vincent Liong, Angelica David Livina, Livina Louis Geraldi Marcellita Oktaviani Marchia, Viella Marlie, Virla Morelin Mei Ie Mei Ie Mellisa, Mellisa Melshaf Miccolie, Jose Almeyda Michelle Augustine Mohamad Sajili Monica, Angelina Mutiara, Maitri Widya Nelviluvita Nelviluvita Novario Jaya Perdana Novraldy Xaverius Lihawa Patricia Sarlin Gozali Phang, Stephanie Pison Febrian Selamat, Frangky Septihani Michella Wijaya Sherly Friszkilia Alexander Solikhah, Nafia Sri Tiatri Sriatmojo, Wibowo Stephanie Stephanie Sudharmono, Johny Supriwanto, Supriwanto Syahrivar, Jhanghiz Theresia Viony Wijaya Utama, Didi Widya Vanessya Blandina Dasmasela Velen Velen Victoria Valentina Vindi Jessika Sampe Viny Christanti M Vony Riyanto Widarko, Ronald Widya Nur Hidayati William Vernandez Willyanto, Vinnie Wulan Purnama Sari Yohanes Arief Pratama Yukianti, Chiara Yukianti, Chiara Rizka Yuszana, Alfa