Claim Missing Document
Check
Articles

Media Papan Magnet untuk Pembelajaran Ritmis Siswa Sekolah Dasar Nur Hayati; Aan Kusdiana; Resa Respati
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 6, No 1 (2019): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (750.621 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v6i1.12797

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pengembangan musikalitas siswa dalam pembelajaran seni musik di Sekolah Dasar. Pembelajaran musik yang dilaksanakan umumnya belum mampu mengembangkan musikalitas siswa. Selain itu,  belum ada media pembelajaran yang didesain khusus dalam pembelajaran seni musik di Sekolah Dasar. Misalnya dalam pembelajaran pola irama, umumnya guru mengisi pembelajaran dengan bernyanyi tanpa mengajarkan terlebih dahulu rasa irama siswa. Media pembelajaran dalam pembelajaran ritmis sangat berperan penting sebagaimana fungsi dan peran media yang sangat membantu siswa dalam pembelajaran.  Dalam semua musik dari semua budaya, irama sangat penting bagi pengalaman dan pemahaman musikal. Mempelajari pola irama atau ritme sangat bermanfaat bagi siswa dalam menumbuhkan musikalitas terhadap musik. Sensitifitas siswa terhadap musik terkhusus irama dapat dikembangkan melalui latihan ritmis. Ritmis adalah bunyi yang dihasilkan dari alat musik atau pun bukan alat musik dan membentuk suatu bunyi berpola atau pun bunyi tidak berpola. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan aspek-aspek yang dibutuhkan dalam pengembangan produk, desain/rancangan pengembangan produk, uji kelayakan produk, sehingga memperoleh refleksi dari pengembangan produk berupa media papan magnet untuk pembelajaran ritmis siswa sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah metode design based research. Penelitian ini melibatkan ahli, guru sekolah dasar, dan siswa sekolah dasar. Produk yang dikembangkan dapat digunakan untuk latihan bentuk dan variasi pola irama. Penelitian ini menghasilkan media papan magnet untukpembelajaran ritmis siswa sekolah dasar. Kesimpulannya, rancangan media papan magnet untuk pembelajaran ritmis siswa sekolah dasar layak digunakan sebagai penunjang dalam pembelajaran pola irama.
Pengenalan Pembelajaran Irama Model Eurhytmic di Sekolah Dasar Chairunnisaa Chairunnisaa; Resa Respati; Ahmad Mulyadiprana
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 7, No 2 (2020): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.223 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v7i2.26380

Abstract

Memiliki sensibilitas pada irama dalam belajar seni musik merupakan salah satu faktor meningkatkan musikalitas seorang anak. Seorang guru di Sekolah Dasar dapat menerapkan banyak cara untuk memberikan pemahaman pada anak tentang irama. Namun dengan monotonnya pembelajaran irama pada seni musik dinilai monoton sehingga anak tidak memiliki pengalaman langsung untuk melatih sensibilitasnya terhadap irama. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan model euritmik sebagai sarana mendapatakan pengalaman anak di sekolah dasar untuk meningkatkan sensibilitasnya dalam belajar irama. Model Euritmik yang dikemukakan oleh Dalcroze mampu menjadi cara meningkatkan sensibilitas anak terhadap irama karena disajikan melalui pengalaman langsung. Telah dijelaskan bahwa semua aktivitas tubuh — detak jantung, denyut nadi, dan pernapasan — adalah ritmis, dan karenanya, kelas Dalcroze yang khas terlibat dengan koordinasi yang sederhana, improvisasi gerakan tubuh yang dibuat dengan irama musik sebagai sarana ekspresi diri. Guru dalam penerapannya dapat membantu anak-anak mengembangkan pemahaman tentang musikal dasar konsep melalui gerakan ke musik.
Tari Egrang Batok di Sekolah Dasar Amelinda Suryanda Pratiwi; Resa Respati; Rosarina Giyartini
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 7, No 3 (2020): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.306 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v7i3.26195

Abstract

Pada kurikulum 2013 pembelajaran seni tari di sekolah dasar hanya memiliki satu KI dan KD di setiap jenjang kelasnya. Pembelajaran seni yang diberikan bukanlah pembelajaran yang menuntut siswa untuk menjadi seorang seniman tari, tetapi untuk mendorong siswa untuk mengetahui seni dari sudut kognitif, afektif, dan psikomotor yang harus dikuasai. Pembelajaran seni tari di sekolah dasar merupakan bagian dari upaya pendidikan untuk mengembangkan kreativitas anak, bangsa, khususnya pembelajaran tari kreasi daerah. Tari kreasi merupakan bentuk tari yang muncul karena adanya kesadaran untuk mengembangkan, mengolah, menciptakan, dan mengubah dari sebuah permainan tradisional menjadi bentuk tari. Tujuan penelitian ini yaitu, untuk menguji coba bahan ajar tari kreasi daerah tari egrang batok sebagai penunjang pembelajaran di sekolah dasar. Tari Egrang Batok ini berasal dari permainan tradisional yang suka digunakan saat bermain zaman dahulu yaitu permainan Egrang Batok, permainan Egrang Batok di modifikasi menjadi tari kreasi Tari Egrang Batok. Permainan adalah sebuah kebiasaan yang digunakan untuk anak mengisi waktu luang agar tidak bosan. Permainan bisa dilakukan di luar ruangan maupun di dalam ruangan. Permainan yang banyak dilakukan di luar ruangan seperti permainan tradisional egrang batok. Permainan egrang batok bisa meningkatkan kekuatan otot tungkai, kaki, lengan dan tangan sehingga dapat melatih keseimbangan serta kelenturan tubuh. Selain menjadi permainan tradisional, egrang batok juga dapat di modifikasi menjadi sebuah tarian, dengan jumlah peserta 4 orang.
Upacara Seren Taun Masyarakat Sunda Sebagai Media Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar Resa Respati; Tati Narawati; Trianti Nugraheni
Naturalistic: Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 7 No. 2 (2023): Naturalistic: Jurnal Kajian Penelitian dan Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal ini diterbitkan oleh: PGSD FKIP Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/naturalistic.v7i2.3225

Abstract

Education is an educational process to educate children. Education does not only make children smart and skilled, but education also has a more important goal, namely to make children have a good attitude. This change in attitude occurs because of the veil of values through character education. Currently, character values in children have begun to fade due to the influence of various technological advances in all fields. This will certainly facilitate and speed up the entry of foreign values and culture that are not yet known about the good and bad for children. Efforts to cover national character can be done by combining aspects of education and aspects of local culture. In practice, local coloring is colored with a variety of positive values that can be used as meaning in living life. This study aims to analyze the character values contained in the Sundanese seren taun ceremony. The method used is descriptive analysis. Data collection was obtained by conducting direct review of documents, photos, videos. The seren tau ceremony is a cultural activity in West Java. In its implementation, the ceremony has a variety of cultural activities in which it has its own value and meaning. These activities can be used as educational media for elementary school students as an effort to build character.
Rhythm Section sebagai Media Pembelajaran Musik di Sekolah Dasar Herdiyana Herdiyana; Resa Respati
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 10, No 1 (2023): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v10i1.53683

Abstract

Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Savi (Somatis, Auditori, Visual, Intelektual) Terhadap Musikalitas Peserta Didik Sekolah Dasar Dwina Nurmila; Resa Respati; Akhmad Nugraha
Naturalistic: Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 8 No. 1 (2023): Naturalistic: Jurnal Kajian Penelitian dan Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal ini diterbitkan oleh: PGSD FKIP Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/naturalistic.v8i1.2375

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendapatkan informasi mengenai pengaruh model pembelajaran SAVI terhadap musikalitas peserta didik sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode Pre Experimental Design  dengan bentuk One-Group Pretest-Postes Design, dengan pengumpulan data menggunakan instrumen berupa tes (pre-test dan post-test) yang mengacu pada rubrik penilaian. Terdapat dua variabel dalam penelitian ini, yaitu dengan variabel bebas atau variabel independen penggunaan model pembelajaran SAVI dan variabel terikat atau variabel dependen berupa peningkatan kemampuan musikalitas peserta didik sekolah dasar. Sampel dalam penelitian ini SDN 1 Sukahurip kecamatan Pamarican kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Data dari hasil pre-test dan post-test diolah dengan menggunakan SPSS. Sehingga dapat diketahui pengaruh model pembelajaran SAVI terhadap musikalitas peserta didik sekolah dasar. Penelitian ini diharapkan memiliki manfaat untuk membantu dalam pembelajaran musik khususnya dalam meningkatkan kemampuan musikalitas peserta didik sekolah dasar. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan terdapat peningkatan musikalitas peserta didik setelah diterapkannya model pembelajaran SAVI. Hal ini dibuktikan dengan perolehan nilai data dari SPSS melalui uji paired sample t test diketahui Sig. (2-tailed) sebesar 0.00 < 0,05. Hal tersebut menunjukkan bahwa model pembelajaran SAVI berpengaruh dan lebih efektif digunakan dalam meningkatkan musikalitas peserta didik sekolah dasar.
Development of Students’ Musical Potency in Music Learning : What Do Primary School Teachers Perceive? Resa Respati; Yudi Sukmayadi; Rita Milyartini
Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Pembelajaran Vol 9, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jk.v9i4.8662

Abstract

This study aims to reveal the phenomenon of teachers’ perception in developing students’ musical potency and to reveal teachers’ efforts in developing musical potency through learning implementation in elementary school. The study method used was a descriptive method with a qualitative approach. The data was collected by interviewing 13 teachers of an elementary school in Tasikmalaya City, West Java, conducting observations, and studying documents. Data analysis used interactive analysis, and its validity was checked by triangulation. The result showed that the teachers did not fully understand the students’ musical potency because the majority of teachers still interpreted the musical potency partially. It implicated in strategy, method, medium, teaching material, and learning evaluation, which were implemented. Therefore, training is needed to improve teachers’ competence relating to musical potency development.
Bahan Ajar Musik Ansambel untuk Siswa SD Ulfah Samrotul Fuadah; Resa Respati; Momoh Halimah
Indonesian Journal of Primary Education Vol 1, No 1 (2017): Indonesian Journal of Primary Education: June 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ijpe.v1i1.7493

Abstract

Pendidikan seni musik merupakan salah satu bidang keilmuan yang dipelajari oleh siswa Sekolah Dasar. Seni musik salah satunya melalui kegiatan ansambel memberikan manfaat seperti memunculkan sikap bekerja sama dan harmonis antar siswa. Namun pada kenyataannya, pembelajaran ansambel dalam bidang seni musik di sekolah belum efektif. Hal tersebut diakibatkan beberapa faktor seperti belum tersedianya bahan ajar yang mudah dipahami dan dibaca. Sebagai solusi pemecahan masah, peneliti mengembangkan bahan ajar musik ansambel. Tujuan peneliti melakukan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan rancangan, kelayakan, serta implementasi bahan ajar musik ansambel untuk siswa kelas tinggi sekolah dasar di Kota Tasikmalaya. Metode penelitian yang digunakan yaitu Design Based Reseach (DBR) dengan prosedur penelitian menurut Reeves. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, Expert Judgement, Angket, dan studi dokumentasi. Penelitian menghasilkan produk bahan ajar berbentuk modul dengan judul Ansambel untuk Siswa Sekolah Dasar. Kerangka bahan ajar terdiri dari: (1) deskripsi tujuan; (2) petunjuk belajar; (3) uraian materi; dan (4) tugas atau latihan yang telah divalidasi dan direvisi sesuai saran dari para ahli. Latihan praktik dalam bahan ajar terdiri dari latihan memainkan nada sederhana dan lagu hasil aransemen. Lagu aransemen dilengkapi dengan full score dan partisi untuk memudahkan dalam membaca notasi sesuai instrumen musik yang dimainkan. Bahan ajar juga dilengkapi CD berisi instrumen musik pengiring lagu. Hasil uji coba menggambarkan bahwa bahan ajar dapat digunakan oleh siswa dan dapat membimbing siswa dalam melaksanakan kegiatan ansambel sehingga pembelajaran lebih efektif dan menyenangkan.
PEMBELAJARAN ANSAMBEL MUSIK UNTUK SISWA KELAS TINGGI SEKOLAH DASAR Resa Respati; Ulfah Samrotul Fuadah
Indonesian Journal of Primary Education Vol 2, No 1 (2018): Indonesian Journal of Primary Education: June 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ijpe.v2i1.11755

Abstract

Pendidikan seni musik memberikan pelatihan untuk mengekspresikan dan mengapresiasikan seni secara kreatif untuk mengembangkan kepribadian siswa, sikap dan emosional, serta melatih kreativitas dengan memanfaatkan berbagai unsur yang ada dalam musik. Salah satu materi yang dipelajari yaitu ansambel. Dilapangan, masih banyak guru yang kebingungan dalam melaksanakan pembelajaran ansambel. Banyak faktor yang menghambat mulai dari bahan ajar, model pembelajaran, alat musik, serta motivasi. Dalam artikel ini dibahas mengenai pembelajaran ansambel musik untuk siswa kelas tinggi SD dengan model pembelajaran dan bahan ajar yang inovatif dan menyenangkan. Model pembelajaran yang digunakan yaitu model cooperative learning tipe jigsaw. Bahan ajar yang digunakan yaitu bahan ajar yang dirancang melalui tahap penelitian, sehingga bahan ajar tersebut telah disesuaikan dengan kemampuan siswa SD,  dapat dipahami dengan baik, serta teruji kelayakannya. Berdasarkan kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan melalui penelitian, siswa mengalami peningkatan cukup baik dalam bermain ansambel musik
THE DEVELOPMENT OF MARBLE TRADITIONAL GAME BASED-PROTOTYPE CURRICULUM Muslihin, Heri Yusuf; Respati, Resa; Susanti, Putri Irma
Jurnal Tatsqif Vol. 20 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (750.606 KB) | DOI: 10.20414/jtq.v20i2.5972

Abstract

The lack of understanding of the benefits of traditional games for children's growth and development is the background of research, thus causing the extinction of traditional games from the community. In fact, traditional games have many benefits for children's growth and development, especially games played outside the home. Besides being played in the community, traditional games can also be used as learning media for children at school. However, this has not been done much because traditional games are still limited to local content where the implementation is returned to the school concern. The purpose of this study was to develop a prototype curriculum based on the traditional game of marbles to develop the growth and development of early childhood. This study uses a qualitative approach and the research method used is Design Based Research (DBR). The research instrument is the researcher and the participant. The steps taken in data analysis in this study were data reduction (organizing data), data display (making detailed descriptions), and conclusion drawing/verification (interpreting and drawing conclusions). The result of this research is the development of learning tools in the form of RPPH (daily lesson implementation plan) based on the traditional game of marbles.
Co-Authors Aan Kusdiana Afiffah, Siti Harumatus Afiffah, Siti Harumatus Ahmad Mulyadi Prana Ahmad Mulyadiprana Aini Loita Aini Loita Aini Loita Akbar Maulana Akhmad Nugraha Amani, Tazkya Amelinda Suryanda Pratiwi Amir Prihartono Anggit Merliana Aninnafidz Ahmad Naufal Anita Oktavianti Br. Tarigan Annisa Widya Garini Anti Santika Anjarani Apriliya, Seni Asep Nuryadin Ayu Shinta Bella Chairunnisaa Chairunnisaa Cindy Aurellia Dadan Nugraha Dede Romi Saepul Rohmat Dindin Abdul Muiz Lidinillah Dini Pratiwi DWI ALIA, DWI Dwina Nurmila Epon Nur&#039;aeni L Epon Nur’aeni L Euis Aminah Qodarwati Fitri Lestari Gandana, Gilar Ghia Ghaida Kanita, Ghia Ghaida Ghullam Hamdu Haerani, Zulpa Hana Nurseha Mahmudah herdiyana, Herdiyana Hidayat, Syarip Hodidjah Hodidjah Hodidjah, Hodidjah Iqhli Shobihi Ira Laelasari Karlimah Karlimah Khoerunnisa, Pramesti Lestari, Dinda Rizki Mahardika, Putri Momoh Halimah Monica Monica, Monica Muhammad Rijal Wahid Muharram Muharram, Muhammad Rijal W Muslihin, Heri Yusuf Nana Ganda Nur Azizah Nur Hayati Nur, Lutfi Nuraeni, Neni Nurjanah, Risa Siti Nurussaadah, Thiani Pidi Mohamad Setiadi Putri Alawiyah Putri Andani Intan Permatasari Putriani, Syita Nurcahya Rahma Nur Fauziah Rahmah, Agits Aulia Rara Annisa Fazriana Rika Mustika Sari Rita Milyartini Rizal Ridwan Suhendar Rizkiana Pratama Rosarina Giyartini Shinta Herdianti Siti Alifya Shafira Siti Harumatus Afiffah Sri Kartika Dewi Sumardi, Sumardi Susanti, Putri Irma Syarip Hidayat Syifa Mutmainnah Shafarina Taopik Rahman Tati Narawati Tb. Moh. Irma Ari Irawan Tika Yulianti Trianti Nugraheni Ulfah Samrotul Fuadah Ulfah Samrotul Fuadah Utari Dayya Suci Nurani Wiarsih, Wida Mutiara Yudi Sukmayadi Yusuf Suryana