Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Buletin Agrohorti

Perbandingan Kinerja Alat Pangkas Mesin dan Manual terhadap Pertumbuhan Tanaman Teh (Camellia sinensis (L.) O. Kuntze) di Kebun Gambung, Bandung Rahayu, Mila; Hariyadi; Ritonga, Arya Widura
Buletin Agrohorti Vol. 12 No. 3 (2024): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v12i3.51575

Abstract

Tanaman teh termasuk salah satu komoditas perkebunan yang berperan penting dalam perekonomian nasional. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari sampai Mei 2022 di Kebun Gambung, Bandung. Penelitian bertujuan mengevaluasi alat pangkas mesin dan manual terhadap pertumbuhan tanaman teh. Pemangkasan manual menggunakan gaet dan mekanis menggunakan mesin Tasco CG 430 dan Tasto TK- 328G. Percobaan disusun menggunakan uji-t berpasangan dengan membandingkan alat pangkas manual dan mesin terhadap pertumbuhan tanaman teh. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa persentase pucuk burung di lapangan sebanyak >70% sehingga baik untuk dilakukan pemangkasan. Kerusakan cabang akibat pangkas mesin dan manual tidak berbeda nyata, namun kerusakan pada perlakuan mesin lebih tinggi 4.13% dibandingkan perlakuan manual. Rata-rata komposisi cabang <1 cm perlakuan mesin dan manual berbeda nyata, dengan perlakuan mesin sebesar 30.99 dan manual sebesar 27.83 sedangkan cabang >1 cm tidak berbeda nyata. Pertumbuhan tunas pada perlakuan mesin dan manual tidak berbeda nyata. Penggunaan pangkas mesin lebih efisien dibandingkan pangkas manual dilihat dari biaya dan kebutuhan tenaga kerja. Kata kunci: kadar pati, pemangkasan, pertumbuhan tunas, pucuk burung, produksi
Respons Pertumbuhan dan Hasil Produksi Tanaman Pakcoy (Brassica rapa L.) terhadap Penggunaan Pupuk Kasgot Eka Maulidiya, Sherly; Ummah, Kuntum Khaira; Miftahurridho, Muhammad Toha; Agusta, Herdhata; Hariyadi
Buletin Agrohorti Vol. 12 No. 3 (2024): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v12i3.57003

Abstract

Pupuk bekas maggot (kasgot) adalah jenis pupuk organik yang dihasilkan dari proses pengomposan limbah organik menggunakan larva black soldier fly (Hermetia illucens). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kasgot terhadap pertumbuhan pakcoy. Penelitian dilakukan di Agribusiness and Technology Park (ATP) IPB University, Cikarawang, Bogor pada bulan Maret hingga April 2024. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan empat perlakuan dan lima ulangan, sehingga menghasilkan 20 satuan percobaan. Perlakuan yang diberikan adalah dosis kasgot dengan K0 (kontrol/tanpa pupuk maggot), K1 (pupuk maggot 100 g), K2 (pupuk maggot 200 g), dan K3 (pupuk maggot 100 g) per polibag ukuran 35 cm x 35 cm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kasgot dapat meningkatkan hasil dan morfologi tanaman pakcoy. Produksi dan morfologi tanaman pakcoy dibandingkan dengan tanaman kontrol. Berdasarkan hasil penelitian, peningkatan dosis pupuk dari 100 g per polibag hingga 300 g per polibag tidak memberikan perbedaan yang signifikan terhadap beberapa parameter pertumbuhan tanaman pakcoy, seperti tinggi tanaman, lebar daun, dan panjang akar. Tinggi tanaman berkisar antara 17.10 cm hingga 19.00 cm, lebar daun antara 5.12 cm hingga 6.22 cm, dan panjang akar antara 12.60 cm hingga 15.00 cm. Hal ini menunjukkan bahwa dosis pupuk sebesar 100 g per polibag sudah cukup untuk mendukung pertumbuhan optimal tanaman pakcoy, dan peningkatan dosis lebih lanjut tidak memberikan efek positif yang berarti. Kata kunci: dosis, maggot, morfologi, pupuk organik
Perbandingan Cara Pemetikan Mesin dan Gunting di Perkebunan Teh Rancabali, Bandung, Jawa Barat Sepriana, Regina Maulidina; Supijatno; Hariyadi
Buletin Agrohorti Vol. 11 No. 3 (2023): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v11i3.48220

Abstract

Penelitian dilaksanakan di Kebun Rancabali, Bandung, Jawa Barat pada bulan Januari hingga April 2020. Tujuan penelitian adalah membandingkan cara pemetikan dengan menggunakan gunting dan mesin pemetik teh. Metode yang digunakan adalah pengamatan terhadap beberapa peubah pemetikan yaitu tinggi bidang petik, proporsi pucuk dalam satu perdu, hanca petik, kebutuhan tenaga petik, kapasitas pemetik, dan analisis pucuk. Hasil pengamatan di uji menggunakan Uji t-student. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tinggi bidang petik kedua cara pemetikan tidak berbeda, gilir petik menggunakan mesin lebih panjang (55-72 hari) dibandingkan dengan gunting (25-28 hari). Selain itu kemampuan pemetikan dengan mesin juga lebih besar, yaitu 0.40 ha per mesin dengan kapasitas mesin mencapai 146.81 kg HOK-1 sedangkan gunting hanya 0.08 ha HOK-1. Kapasitas gunting mencapai 100.18 kg HOK-1. Walaupun kapasitas pemetikan kedua cara tersebut masih di bawah standar perusahaan, tetapi mutu hasil pemetikan dengan mesin masih lebih baik jika dibandingkan dengan pemetikan gunting. Penggunaan mesin petik memiliki keunggulan dibandingkan gunting petik, diantaranya mesin petik membutuhkan waktu yang lebih singkat, dan produksi yang dihasilkan lebih tinggi. Berdasarkan efisiensi jumlah tenaga pemetik dan mutu petikan yang dihasilkan, pemetikan mesin memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan pemetikan gunting. Kata kunci: bidang petik, hanca petik, kapasitas pemetik, pucuk
Pengelolaan Pemeliharaan Tanaman Teh (Camellia sinensis (L.) O. Kuntze) dengan Aspek Khusus Pemangkasan di Unit Produksi Pagilaran Aryaprasetya, Salsabila Putri; Hariyadi; Junaedi, Ahmad
Buletin Agrohorti Vol. 13 No. 3 (2025): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.13.3.67099

Abstract

Teh merupakan salah satu tanaman perkebunan bernilai ekonomis dengan umur produktif yang sangat dipengaruhi oleh teknik budidaya. Pengelolaan pemeliharaan berperan penting dalam mempertahankan dan meningkatkan produksi pucuk teh. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengelolaan pemangkasan untuk peningkatan produksi teh di kebun Pagilaran. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa tanaman teh pada blok yang diamati telah memenuhi beberapa syarat dasar pemangkasan, seperti tinggi tanaman (112.63 cm) dan penurunan produktivitas (persentase pucuk burung 62%-80%). Umur pangkas kedua blok pengamatan belum mencapai standar (48 bulan), tetapi sudah mendekati (44-46 bulan). Tinggi pangkasan tanaman teh belum sesuai dengan standar kebun (40-45 cm). Kerusakan cabang yang terjadi berkisar 10%-14%. Berdasarkan uji t-student, lama kerja dan usia pemangkas berpengaruh nyata terhadap keterampilan tenaga pangkas. Pengawasan lebih lanjut dari pembimbing (mandor) sangat diperlukan untuk menghindari timbulnya kesalahan di lapangan. Luas areal pangkas yang dilakukan pada tahun 2019 melebihi luas areal yang disarankan, yaitu 25%. Tenaga pangkas yang digunakan telah memenuhi jumlah pemangkas standar dan kapasitas pemangkas sudah mencapai target yang ditetapkan. Pertumbuhan tunas sangat penting diperhatikan untuk menghitung gilir petik. Laju pertumbuhan tunas paling cepat terjadi pada cabang kecil dengan jenis bahan tanam KIARA. Tanaman yang berasal dari biji/seedling mengalami laju pertumbuhan paling lambat dibandingkan jenis bahan tanam lainnya. Kata kunci: kerusakan cabang, klon, laju pertumbuhan, pemangkasan, pucuk burung
Co-Authors Abidah, Anisa Shifa Nur ADANG AGUSTIAN Agustin Mahardika Hariyadi Agustini, Endang AHMAD JUNAEDI Ahmad, Gofur Akbar Makkulau Al Ashadi Alimin, Al Ashadi Aluh Hanisa N. Anam, M. Khairul Andry Priharta Anis Zubaidah Anita_iaijamiatkheir Aqriansyah, M. Yani Aryaprasetya, Salsabila Putri Astuti, Dian Indri Bachtiar, Jasmine Chanifah Uzdah Bernadus Wahyudi Joko Santoso Buan Anshari Cahyaningtyas, Ndaru Ciptasari, Endang Dedy Kristanto Dwi Guntoro Dwi Ridwana, Salzabillah Edi Santosa Eka Maulidiya, Sherly Elis Puspitasari Fadilah, M. Affan Fahruddin Arfianto Fajri, Ahsani Taqwiim Fatahillah, Azhar Faari Fitri Wulansari Fitriani, Khairunnisa Hakim, Muh Yusuf Hansi Effendi Harahap, Adiansyah Hartana Hastuti, Rela Herdhata Agusta Hidayati, Nadia Dwi Hutauruk, Jeremia Ida Ayu Oka Suwati Sideman Imam Santosa Indriani, N.K.A. Intan Putri Mentari Irzan, Muhamad Isa Wahyuni Iswantoni Jannah, Janiatul Jauhar Fajrin, Jauhar Jelita Jiwandono, ⁠Ilham Syahrul Juwariyah, Aisiatul Kansa Dianti Putri Karina Larasati Kaut, Patriescia Rantika Dini Carollita Khair, Muhammad Irfan Khalida, Rahmi Kristanto, Dedy LILIK BUDIPRASETYO Mariaty Mariaty Martanissa, Dinda Maulidya, Shafira Miftahuddin Miftahurridho, Muhammad Toha Mochammad Zaka Ardiansyah Muh. Azhari Muhammad Hasjim Bintoro Djoefrie Hasjim Bintoro Djoefrie Muhammad Thamimi, Muhammad Mulyadi, Ahmad Iman Muskhir, Mukhlidi Mutahir, Arizal Nanda Syukerti Nata Waskita, Kuncara Ngudiyono Ni Nyoman Kencanawati Nofrifaldi Nugraha, Fanata Yudha Nur Halimah Nur Kholis Nurdiansyah, Shaquille Nurfitriana, Saumi Oktavia, Baiq Wulandari Novia Paradhita, Windyanesha Paris J.M. Senda Patrisia, Putri Pienyani Rosawanti Puspitasari Putri, Intan Qothrunnada A.S. RAHAYU WIDYASTUTI Rahayu, Mila Rajiv Umardi, Muhammad Raniaziza, Tansya Rianti, Ayu Risa Wentasari Rita Nurmalina Ritonga, Arya Widura Sepriana, Regina Maulidina Sidiq, Egi Nur Muhamad Sintho Wahyuning Ardie Sotyania Wardhianna, Sotyania Sridanti, Irma Lisa Sudirman Yahya Sudoyo, Bobot Sudradjat Sudrajat Supijatno Suprihatin Susilowati Syaiful Anwar Tasdik Tona Teti Handayani Tri Rini Widyastuti Tutut Dwi Purwani Tyas Pitaloka Tyas Retno Wulan Ufrah ummah, kuntum khaira Utami, Ni Putu Ayu Chandra Wahyudin, Cecep Waraqi, Bismo Wibowo Windyanesha Paradhita Yuliansyah, Aqis Yusgiantoro, Luky Agung Zadzali, Helmi