This Author published in this journals
All Journal Primary: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Jurnal Pembangunan dan Alam Lestari El Tarbawi Jurnal Ilmu Produksi dan Teknologi Hasil Peternakan Jurnal Utilitas Jurnal Pendidikan Islam Indonesian As-Salam: Jurnal Studi Hukum Islam & Pendidikan JPM (Jurnal Pemberdayaan Masyarakat) Jurnal Moral Kemasyarakatan AL-ATHFAL : JURNAL PENDIDIKAN ANAK Solidaritas Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Tadbir Muwahhid Tribakti: jurnal pemikiran keIslaman Tawazun: Jurnal Pendidikan Islam SOSIOEDUKASI : JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN SOSIAL Target : Jurnal Manajemen Bisnis Coopetition : Jurnal Ilmiah Manajemen Edulab : Majalah Ilmiah Laboratorium Pendidikan Educreative: Jurnal Pendidikan Kreativitas Anak JURNAL AKSIOMA AL-ASAS Jurnal Alwatzikhoebillah : Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora Edusiana : Jurnal Manajemen dan Pendidikan Islam Ma'alim: Jurnal Pendidikan Islam JP2KG AUD (Jurnal Pendidikan, Pengasuhan, Kesehatan dan Gizi Anak Usia Dini) Elementary School: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran ke-SD-an Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Tadris: Jurnal Pendidikan Islam Journal of Hospital Administration and Management (JHAM) Indonesian Journal of Early Childhood : Jurnal Dunia Anak Usia Dini Iqtida: Journal of Da'wah and Communication Indonesian Journal of Interdisciplinary Islamic Studies (IJIIS) Linguanusa : Social Humanities, Education and Linguistic Al-Bidayah : jurnal pendidikan dasar Islam Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman Edukasia Islamika: Jurnal Pendidikan Islam Edukasi dan Didatika: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar As-Sulthan Journal of Education Jurnal Akuntansi dan Keuangan Entitas Nemui Nyimah Itibar: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini. Jurnal Pelita Manajemen Pendidikan
Claim Missing Document
Check
Articles

Analysis of the Needs for Developing MI/SD Science Learning Design Based on Local Wisdom Daluti Delimanugari; Na'imah; Suyadi; Fitrotunisa, Ana; Amin, Lailla Hidayatul; Sari, Rita
Al-Bidayah : Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol. 17 No. 1 (2025): Al-Bidayah : jurnal pendidikan dasar Islam
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/al-bidayah.v17i1.9906

Abstract

This study aims to develop a science learning design based on local wisdom in MI/SD Gunungkidul by utilising the uniqueness of local culture and natural resource wealth, such as traditional agricultural practices, natural resource management, and local community lifestyles. This research uses a qualitative approach involving 17 teachers as the main source to obtain in-depth data about their experiences, challenges, and needs in implementing local wisdom-based learning. With semi-structured interview instruments and data analysis through three stages data reduction, data presentation, and conclusion, the study is guided by three problem formulations: (1) how local wisdom-based science learning is implemented in schools, (2) why such a design is important in Gunungkidul, and (3) what its impacts are. These problems directly align with the research objectives, which are to explore current implementation practices, analyse the urgency and contextual relevance of integrating local wisdom into science education, and evaluate its potential impact on science literacy, cultural and environmental preservation, and student creativity. The findings show varying levels of implementation, with some schools beginning integration despite challenges such as limited facilities and teacher readiness. Overall, the local wisdom-based science learning approach makes lessons more meaningful and relevant to students' lives.
PENINGKATAN KREATIVITAS PADA ANAK USIA DINI MELALUI KEGIATAN MENGGAMBAR Hadijah; Suyadi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 9 No. 04 (2024): Volume 09 No. 04 December 2024 In Press.
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v9i04.19995

Abstract

Studi ini menyelidiki bagaimana kegiatan menggambar membantu anak-anak usia lima hingga enam tahun meningkatkan kreativitas mereka. Kegiatan yang dipilih didasarkan pada kebutuhan dan karakteristik anak-anak pada usia ini, yang mana pada usia ini anak-anak ini masih dalam tahap bermain dan meniru. Penelitian ini sangat relevan dengan pendidikan anak usia dini karena penelitian ini mengkaji apakah program sesuai dengan kebutuhan. Oleh karena itu, penelitian ini sangat penting dilakukan untuk mengetahui bagaimana strategi menggambar membantu anak menjadi lebih kreatif. Studi ini berfokus pada metode untuk meningkatkan kreativitas anak. Proses penggalian data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Ketiga teknik tersebut mengarahkan peneliti untuk bersentuhan secara langsung dengan fenomena yang ada di lapangan. Data yang telah dianalisis kemudian disajikan dalam bentuk deskriptif kualitatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa guru menggunakan strateginya untuk membiasakan anak dengan kegiatan tersebut. Karakteristik individu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak semua anak didik berkembang sesuai harapan (BSH). Mengikuti kegiatan menggambar akan membangkitkan kepercayaan diri anak untuk menemukan cara dan polanya sendiri untuk menyelesaikan tugas menggambar. (1) Mengajak anak didik untuk belajar di luar kelas, (2) memberikan materi yang mudah dipahami oleh anak didik, dan (3) menerapkan tindakan pengawasan, bantuan, dan pendampingan adalah semua langkah yang diperlukan untuk mencapai pembiasaan. Selanjutnya, hasil belajar diukur melalui penilaian portofolio. Teknik ini dianggap dapat mengukur tingkat keberhasilan anak setiap hari.
BANTUAN TEKNIS PEMBUATAN PETA KONDISI JALAN DUSUN SUKARAME DI DESA NATAR – KABUPATEN LAMPUNG SELATAN Suyadi; Fajriyanto; Armijon; Sari, Atika
Nemui Nyimah Vol. 3 No. 2 (2023): Nemui Nyimah Vol.3 No.2 2023
Publisher : FT Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/nm.v3i2.98

Abstract

Dusun Sukarame merupakan Dusun yang terletak di Desa Natar, Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan. Kondisi eksisting jalan di Dusun Sukarame Desa Natar Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan tidak seragam, ada yang sudah lapis aspal (Lapen), paving block, onderlagh dan jalan tanah. Tentu hal ini akan membuat kebingungan tersendiri terkait dengan rencana/usulan perbaikan jalan yang dapat diterapkan pada kondisi jalan-jalan tersebut. Sesuai Permendagri No. 114 Tahun 2014 maka Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDesa) dan Rencana Kerja Pembangunan Desa (RKPDesa) merupakan dokumen dasar dalam perencanaan Desa. Dalam rangka mendukung perencanaan tersebut maka salah satu alat untuk mengumpulkan data kondisi dan potensi desa adalah dengan penyusunan peta desa dan kondisi jalan. Peta ini memiliki peranan antara lain, penegasan batas wilayah dusun, potensi perdagangan dan jasa, inventaris aset dusun, membantu perencanaan pembangunan infrastruktur dan dasar informasi pembangunan. Penggabungan pemanfaatan keilmuan Teknik Sipil dan Geodesi dalam hal ini adalah pembuatan peta dan kondisi jalan dengan melakukan survey lapangan seperti pemetaan batas dengan menggunakan GNSS, survey inventory jalan dan marking titik-titik seperti perdagangan jasa di lapangan yang selanjutnya akan di tampilkan dalam bentuk peta dusun.
Proses Penetapan dan Penegasan Batas Dusun 1 Induk, Desa Natar, Lampung Selatan Melalui Bimbingan Teknis Berbasis Parsipatory Mapping Fajriyanto; Tridawati, Anggun; Novianti, Tika Christy; Suyadi
Nemui Nyimah Vol. 3 No. 2 (2023): Nemui Nyimah Vol.3 No.2 2023
Publisher : FT Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/nm.v3i2.104

Abstract

Pemetaan partisipatif memberikan representasi visual yang unik tentang apa yang masyarakat anggap sebagai tempat dan mengidentifikasi ciri-cirinya secara signifikansi di dalamnya, baik secara fisik maupun sosiokultural (Bird 1995; Tobias 2000). Lebih jauh lagi, proses pemetaan partisipatif mengakui nilai intrinsik dari pemetaan partisipatif yang menciptakan lingkungan inklusif dimana semua atau sebagian memiliki ruang untuk berekspresi (Rambaldi dkk. 2006). Pemetaan partisipatif menggunakan berbagai alat/teknik termasuk pemetaan sketsa, pemetaan transek, dan pemodelan tiga dimensi partisipatif. Inisiatif pemetaan partisipatif telah dimulai menggunakan teknologi informasi geografis termasuk Global Positioning Systems (GPS), foto udara dan penginderaan jauh (dari satelit), dan geospasial web (IFAD 2009; Johnson 2017). Tahapan pekerjaan yang dilakukan dalam memetakan suatu wilayah meliputi proses pengambilan/pengukuran, pengolahan, dan penyajian data dalam bentuk peta garis serta peta foto. Pemetaan dengan menggunakan metode fotogrametri dan pemetaan darat serta peran aktif dari perangkat desa dan masyarakat yang merupakan salah satu metode mengambilan data spasial. Teknologi yang digunakan yaitu pesawat tanpa awak dalam hal ini menggunakan drone. Teknologi ini merupakan salah satu cara untuk mendapatkan data spasial (posisi, luasan, dimensi) yang dilakukan secara cepat, akurat dan fleksibel serta efesien dalam segi biaya (low cost). Hasil kegiatan bantuan teknis ini dapat merealisasikan pengadaan peta yang dibutuhkan oleh warga Dusun 1 Induk, Desa Natar, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan Propinsi Lampung. Produk akhir berupa pilar dan batas Dusun sebanyak 124 titik batas, 1 peta kartografi serta daftar koordinat titik batas guna meminimalisir terjadinya konflik pada daerah yang berbatasan.
THE ROLE OF LONG-TERM MEMORY IN QUR'AN LEARNING: COGNITIVE NEUROSCIENCE PERSPECTIVES Permadi, Adi; suyadi
As-Sulthan Journal of Education Vol. 2 No. 2 (2025): November
Publisher : As-Sulthan Journal of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Memorizing the Qur’an (tahfidz) constitutes a fundamental practice within Islamic education that integrates spiritual discipline with complex cognitive mechanisms. This study investigates the role of long-term memory in tahfidz learning through a cognitive neuroscience framework. Employing a literature review approach, the analysis synthesizes scholarly sources in neuroscience, cognitive psychology, and Islamic pedagogy to elucidate how memory processes—encoding, consolidation, storage, and retrieval—operate in Qur’anic memorization. The reviewed evidence indicates that neural structures including the hippocampus, prefrontal cortex, medial temporal cortex, and amygdala play essential roles in organizing, stabilizing, and retrieving memorized verses. Empirical findings also support the effectiveness of strategies such as spaced repetition, mushaf-based visual mapping, semantic association, and mnemonic patterning in strengthening synaptic connectivity and retention. Furthermore, emotional regulation and spiritual engagement are shown to facilitate memory consolidation via activation of the limbic system, while restorative sleep, peer interaction, and collaborative learning in halaqah settings enhance long-term recall. Collectively, these insights demonstrate that tahfidz represents a holistic neurocognitive process that synergistically integrates devotional motivation, affective states, and memory system dynamics. The study underscores the pedagogical significance of developing neuroscience-informed tahfidz methodologies that align cognitive, emotional, and spiritual elements within instructional design. Future research opportunities include experimental neuroeducation models to quantitatively evaluate the efficacy of memory-enhancement protocols in broader Islamic learning contexts.
UPAYA MENINGKATKAN PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK USIA DINI MELALUI PERMAINAN LABIRIN Hafidhoh, Husnul; Suyadi
Jurnal I TIBAR Vol. 6 No. 02 (2022): Desember 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/itibar.v6i02.202

Abstract

This study aims to determine the role of labyrinth games in improving cognitive abilities of early childhood on the subject of recognizing geometric shapes, numbers 1-10 and various animals at RA Imama Mijen Semarang. To obtain data in this study using the method of classroom action research (CAR) from data through observation and interviews. This research was conducted in group B RA IMAMA Mijen Semarang with a total of 15 people. The results showed that children's cognitive development increased after the action through the maze game. At the time of pre-action observation the percentage of cognitive development was 35.40%. then it experienced an increase in cycle 1 of 50.16%, and in the implementation of cycle II it experienced a very good increase of 81.34%. steps taken so that children's cognitive development increases: pre-development activities, development activities, and closing activities. Active briefing is carried out during development activities and during closing activities.
INTEGRATING MONTESSORI, NEUROSCIENCE, AND ISLAMIC VALUES IN EARLY SCIENCE AND MATH LEARNING: - Yuniarti, Nita; Suyadi
JP2KG AUD (Jurnal Pendidikan, Pengasuhan, Kesehatan dan Gizi Anak Usia Dini) Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : PG PAUD Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper aims to analyze and integrate the Montessori approach and neuroscience in early childhood science and mathematics education with Islamic values. One of the main challenges of early childhood education in Indonesia is the low interest in science and mathematics, which are often perceived as abstract and difficult, reflected in the country’s relatively low global ranking. Neuroscience emphasizes that early childhood represents a golden age to optimize children’s potential for logical, critical, and exploratory thinking. The Montessori method, which is grounded in concrete experiences and multisensory stimulation, can help children construct abstract concepts through real-life activities (tarbiyah bil hal). Integration with Islamic values further enriches the spiritual dimension, guided by the Qur’anic encouragement for humans to yatafakkar (reflect), yatadabbar (contemplate), ta’ammul (engage in deep reflection), and yansur (observe/investigate) the order of Allah’s creation. Moreover, this approach highlights the importance of education through lived example, so that children learn not only with their intellect, but also with their hearts and behavior. This study employs a descriptive literature review by analyzing both classical and contemporary sources on Montessori, neuroscience, and Islamic education. The findings indicate that a Montessori–Neuroscience–Islam integrated model in science and mathematics education not only stimulates cognitive development, but also nurtures children’s spiritual awareness, thus offering a holistic, integrative, and contextually relevant alternative for early childhood education in Indonesia.
Pengaruh STEAM QUEST terhadap Keterlibatan, Berpikir Kritis, dan Hasil Belajar IPAS serta Gender Ariyansyah Noor, Muhammad; Suciati; Suyadi
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v5i1.3013

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterlibatan dan kemampuan berpikir kritis peserta didik dalam pembelajaran konvensional yang cenderung pasif. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh pendekatan STEAM terhadap keterlibatan, kemampuan berpikir kritis, dan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS), serta mengkaji respons berdasarkan gender. Metode yang digunakan adalah quasi-experimental dengan desain kelompok kontrol nonekuivalen. Penelitian dilaksanakan di SD Negeri 034 Kampung Bugis, melibatkan 53 peserta didik kelas IV. Sampel dibagi menjadi kelas eksperimen yang menerapkan model pembelajaran inovatif STEAM QUEST meliputi tahap Question (pertanyaan ajaib), Understand (berburu jawaban), Explore (membuat model), Solve (uji coba), dan Tell (bagikan cerita), kelas kontrol dengan pembelajaran konvensional. Data kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar dikumpulkan melalui tes awal dan tes akhir, sedangkan data keterlibatan dikumpulkan menggunakan angket pada akhir penelitian. Hasil penelitian menunjukkan pendekatan STEAM memberikan pengaruh signifikan dan lebih unggul pada ketiga variabel. Terdapat perbedaan signifikan dalam keterlibatan dengan nilai p = 0,002, peningkatan kemampuan berpikir kritis dengan N-Gain 0,41 kategori sedang di kelas eksperimen berbanding 0,26 di kelas kontrol serta nilai p = 0,032, dan hasil belajar dengan nilai p = 0,002. Analisis gender menunjukkan pendekatan ini menciptakan lingkungan belajar yang lebih inklusif dengan menyempitnya kesenjangan gender. Disimpulkan bahwa pembelajaran berbasis STEAM secara signifikan lebih efektif dalam meningkatkan aspek-aspek tersebut dibandingkan pembelajaran konvensional, serta mendorong partisipasi yang lebih seimbang antar gender.
Constructing Postcolonial Muslim Identity: A Dual-Theory Framework of Qur'anic Learning in Indonesia Sriyanto, Agus; Rafiq, Ahmad; Suyadi
Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 37 No. 1 (2026): Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman
Publisher : Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/tribakti.v37i1.8038

Abstract

This research examines the construction of religious identity through decolonization in Qur'anic learning in postcolonial Indonesia by integrating Berger and Luckmann's Social Construction Theory and Tajfel and Turner's Social Identity Theory within a decolonial framework. Through a systematic literature review of 53 peer-reviewed academic publications (2014-2025) selected through purposive sampling based on relevance to Qur'an pedagogy, identity formation, and decolonial discourse in Indonesia, this study employs thematic analysis within an interpretive, qualitative, and postcolonial approach. Identity formation operates through three mechanisms: externalization of religious values, objectivation in Islamic institutions, and transformative internalization. Decolonization strategies emerge through epistemological reintegration and pedagogical contextualization that bridge Qur'an teachings with the contemporary reality of Indonesia. The multidimensional model conceptualizes identity formation as a process unfolding across three dialectical axes: temporal (deconstruction, reconstruction, co-construction), social (individual, communal, national), and cultural (universality, locality, globality). The synthesized literature findings challenge Western-centered theoretical assumptions: Indonesian Muslims demonstrate multi-layered and intersecting categorizations, culturally meaningful identifications, and reflective comparisons that are contributory rather than competitive. This study advances decolonial Islamic thought by positioning Qur'an learning as an emancipatory epistemological praxis that transcends the anti-Western or pro-Western dichotomy. The Indonesian model shows how decolonization manifests in daily pedagogical practices rather than in abstract discourse, offering a replicable framework for global Muslim communities that negotiate authentic identity within postcolonial modernity without reproducing Western hegemony or reactive fundamentalism.
Pengaruh Media Congkremat (Congklak Kreasi Matematika) Terhadap Hasil Belajar dan Motivasi Siswa Materi KPK dan FPB Yani, Suryani; Suyadi; Ericka Chris Syanti
Edukatika Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/aj1xb439

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh penggunaan media permainan Congkremat (Congklak Kreasi Matematika) terhadap hasil belajar dan motivasi siswa kelas V SD pada materi KPK dan FPB. Latar belakang penelitian ini didasari oleh rendahnya hasil belajar dan motivasi siswa dalam kegiatan belajar matematika yang dianggap sulit dan abstrak, serta minimnya penggunaan media pembelajaran konkret. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif menggunakan metode quasi-experimental dengan desain one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 13 siswa di SD Negeri 1 Temengeng. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa tes kognitif untuk hasil belajar dan angket untuk motivasi. Diperoleh hasil penelitian adanya peningkatan signifikan nilai rata-rata siswa, dari rentang pretest 10–40 menjadi rentang posttest 60–90. Sebanyak 12 dari 13 siswa berhasil mencapai KKM. Rata-rata N-gain score sebesar 0,3299 atau 32,99%, termasuk kategori sedang namun cenderung tidak efektif. Hasil angket menunjukkan bahwa siswa berpartisipasi aktif dan merasa senang sehingga menumbuhkan motivasi belajar mereka. Dapat disimpulkan bahwa penerapan media Congkremat (Congklak Kreasi Matematika) memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan hasil belajar serta motivasi siswa karena mampu mengubah konsep abstrak menjadi konkret dan menyenangkan.