Claim Missing Document
Check
Articles

PENYULUHAN PROGRAM PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DI PANTI ASUHAN PEDULI HARAPAN BANGSA Wayan Aryawati; Fiqri Ardiansyah Romadon; Bernadeta Ramah Antika
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2023): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i3.864-868

Abstract

 Kalangan umum berpendapat bahwa determinan utama dari derajat kesehatan masyarakat tersebut selain lingkungan adalah perilaku masyarakat. PHBS merupakan salah satu pilar utama dalam Indonesia Sehat dan merupakan salah satu cara untuk dapat mengurangi beban negara dan masyarakat terhadap pembiayaan kesehatan. Panti asuhan adalah lembaga kesejahteraan sosial yang mempunyai tanggung jawab untuk memberikan pelayanan kesejahteraan sosial untuk anak-anak terlantar dengan melakukan penyantunan dan pengentasan anak terlantar, memberikan pelayanan pengganti orang tua atau wali untuk mereka. Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat ini berupa pemberian edukasi berupa penyuluhan/ceramah dan Tanya jawab berkaitan dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Peserta sebanyak 15 orang yang terdiri dari warga panti asuhan peduli harapan bangsa. Hasil survei yang dilakukan melalui kegiatan observasi dan wawancara dengan pengurus panti asuhan masih banyak anggota panti asuhan yang belum menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat karena masih kurangnya pengetahuan juga kesadaran tentang pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, Terdapat peningkatan signifikan antara pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan terkait PHBS di Panti Asuhan Peduli Harapan Bangsa. 
Hubungan Pola Asuh, Pemberian Asi Eksklusif, dan Riwayat Infeksi dengan Kejadian Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Kebun Tebu Lampung Barat Ernawati Ernawati; Ana Mariza; Wayan Aryawati
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 1 (2025): Volume 7 Nomor 1 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i1.11776

Abstract

ABSTRACT Stunting remains a health issue that requires attention. Stunting data in West Lampung Regency in 2021 was 22.7%. The prevalence of stunting at Kebun Tebu Public Health Center in West Lampung is high, reaching 27.1%. The impact of stunting on toddlers includes metabolic disorders, infections and immunity issues, digestive system disturbances, neural development and intelligence effects, socioeconomic implications, and health risks. The purpose is To understand the relationship between parenting patterns, exclusive breastfeeding, and history of infections with the occurrence of stunting. Methods in This study was quantitative design, utilizing an analytical survey design with a cross-sectional time approach. The population for this research consisted of all mothers with toddlers in the working area of Kebun Tebu Public Health Center in West Lampung, totaling 193 individuals. The sampling technique employed is proportional random sampling. Chi-square test is used for statistical analysis. Result is The statistical test results showed that variable parenting patterns get a p-value = 0.034, and OR = 2.308, exclusive breastfeeding p-value = 0.000, and OR = 6.369, and history of infectious diseases (p-value = 0.000, and OR = 5.995), and the occurrence of stunting. Conclusion is The research findings indicated a relationship between parenting patterns, exclusive breastfeeding, history of infectious diseases, and the occurrence of stunting. Suggestion: hoped that healthcare professionals enhance efforts to improve the nutritional status of toddlers through supplementary feeding and provide education on exclusive breastfeeding and Early Initiation of Breastfeeding (EIB) for mothers starting from pregnancy. Keywords: Parenting Patterns, Exclusive Breastfeeding, History of Infections, Stunting  ABSTRAK Stunting hingga saat ini masih menjadi masalah kesehatan yang perlu diperhatikan. Data stunting di Kabupaten Lampung Barat tahun 2021 yaitu 22,7%. Prevalensi stunting di Puskesmas Kebun Tebu Lampung Barat cukup tinggi yaitu 27,1%. Dampak stunting bagi balita meliputi gangguan metabolik, infeksi dan imunitas, sistem digestif/ pencernaan, dampak perkembangan saraf dan kecerdasan, sosial ekonomi, serta risiko kesehatan. Tujuan penelitian ini Diketahui hubungan pola asuh, pemberian ASI eksklusif, dan riwayat infeksi dengan kejadian stunting. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Rancangan survey analitik dengan pendekatan waktu cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki balita di Wilayah Kerja Puskesmas Kebun Tebu Lampung Barat, dengan jumlah 193 orang, dan teknik sampling proportional random sampling. Uji stastistik menggunakan uji chi-square. Hasil uji statistik variabel pada  pola asuh orangtua diperoleh  p-value = 0,034, dan OR = 2,308, pemberian ASI eksklusif p-value = 0,000, dan OR= 6,369, dan riwayat penyakit infeksi p-value = 0,000, dan OR= 5,995. Kesimpulan yaitu Hasil penelitian diperoleh ada hubungan pola asuh orangtua, pemberian ASI eksklusif, dan riwayat penyakit infeksi dengan kejadian stunting. Saran dalam penelitian ini diharapkan tenaga kesehatan dapat meningkatkan upaya perbaikan status gizi balita dengan pemberian makanan tambahan dan penyuluhan ASI eksklusif dan Inisiasi Menyusui Dini (IMD) bagi ibu sejak masa kehamilan. Kata Kunci: Pola Asuh, Pemberian ASI Eksklusif, Riwayat Infeksi, Stunting
Pengaruh Penyuluhan dengan Media LCD terhadap Peningkatan Pengetahuan Remaja Putri tentang Keputihan di SMAN 1 Bandar Negeri Suoh (BNS) Sri Utami; Ana Mariza; Wayan Aryawati; Anisa Ermasari
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 1 (2025): Volume 7 Nomor 1 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i1.11855

Abstract

ABSTRACT Leucorrhoea is discharge other than blood from the vaginal canal that is out of the ordinary, whether it smells or not, and is accompanied by itching. Leucorrhoea can be caused by an infection/inflammation. In addition, it can be caused by hormonal problems and lack of awareness and knowledge to maintain good feminine hygiene. Leucorrhoea is a common thing experienced by women, one of which is young women, especially high school students. Quantitative research, quasy experimental research design with a two group pre and posttest approach. The population of this study were all teenagers at SMAN 1 Bandar Negeri Suoh (BNS) as many as 192 people with a sample used as many as 66 respondents divided into 33 intervention groups and 33 control groups using quota sampling. The research was conducted at SMAN 1 Bandar Negeri Suoh (BNS) in June 2023. Data collection by questionnaire. Data analysis was univariate (average) and bivariate (wilcoxon). There is an effect of counseling with LCD media on increasing the knowledge of adolescent girls about vaginal discharge at SMAN 1 Bandar Negeri Suoh (BNS). Showed that the knowledge of adolescents about vaginal discharge before being given to the intervention group was 7.8 and after the intervention was 11.8. While the knowledge of adolescents about vaginal discharge before the control group was 9.12 and knowledge of adolescents about vaginal discharge after the control group was 11.0. There is an effect of counseling with LCD media on increasing the knowledge of adolescent girls about vaginal discharge at SMAN 1 Bandar Negeri Suoh (BNS) (p-value = 0.000). For the school to further improve the counseling about vaginal discharge in collaboration with the local health center to provide information about reproductive health. Keywords: Counseling, Vaginal Discharge, Adolescent Knowledge  ABSTRAK Keputihan adalah keluarnya cairan selain darah dari liang vagina di luar kebiasaan, baik berbau atau tidak, serta disertai gatal. Keputihan dapat disebabkan oleh adanya infeksi/peradangan.Salah satu cara untuk mencegah keputihan adalah meningkatkan pengetahuan melalui  penyuluhan melalui media LCD. Dari 10 remaja tersebut sebanyak 70% diantaranya belum mendapatkan informasi tentang keputihan. Hal ini disebabkan karena belum pernah diadakan penyuluhan terkait keputihan di sekolah. Sebanyak 60% dari 10 siswa tersebut, tidak mengetahui bagaimana cara membasuh setelah BAB dan BAK yang benar (dari depan kebelakang).Tujuan penelitian ini adalah diketahui pengaruh penyuluhan dengan media LCD terhadap peningkatan pengetahuan remaja putri tentang keputihan di SMAN 1 Bandar Negeri Suoh (BNS). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, desain penelitian menggunakan quasy eksperimen dengan pendekatan two group pre and posttest. Populasi penelitian ini adalah seluruh remaja yang berada di SMAN 1 Bandar Negeri Suoh (BNS) sebanyak 192 orang dengan sampel yang digunakan sebanyak 66 responden dibagi menjadi 33 kelompok intervensi dan 33 kelompok kontrol dengan teknik sampling yang digunakan yaitu sampling kuota. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner serta analisis data  yang dilakukan secara univariat (rata-rata) dan bivariat (wilcoxon). Ada pengaruh penyuluhan dengan media LCD terhadap peningkatan pengetahuan remaja putri tentang keputihan di SMAN 1 Bandar Negeri Suoh. Hasil Penelitian diketahui pengetahuan remaja tentang keputihan sebelum diberikan pada kelompok intervensi adalah 7,8 dan sesudah intervensi adalah 11,8. Sedangkan pengetahuan remaja tentang keputihan sebelum kelompok kontrol adalah 9,12 dan pengetahuan remaja tentang keputihan sesudah kelompok kontrol adalah 11,0. Ada pengaruh penyuluhan dengan media LCD terhadap peningkatan pengetahuan remaja putri tentang keputihan di SMAN 1 Bandar Negeri Suoh (BNS) (p-value = 0,000). Bagi pihak sekolah agar lebih meningkatkan lagi penyuluhan tentang keputihan dengan bekerjasama dengan pihak puskesmas setempat untuk memberikan informasi tentang kesehatan reproduksi. Kata Kunci: Penyuluhan, Keputihan, Pengetahuan Remaja
Faktor yang berhubungan dengan kejadian tuberkulosis paru pada anak (usia 0-14 tahun) Nabigha, Zehan Aura; Aryawati, Wayan; Aryastuti, Nurul
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 12 (2026): Volume 19 Nomor 12
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i12.759

Abstract

Background: Tuberculosis (TB) is an infectious disease caused by the bacterium Mycobacterium tuberculosis and can affect all ages, including children. The incidence of pulmonary TB in children is influenced by various factors, such as host, agent, and environment. These factors include exclusive breastfeeding, Bacille Calmette-Guérin (BCG) immunization status, low birth weight (LBW), socioeconomic status, and history of contact with TB patients. Rajabasa Indah Community Health Center ranked third in terms of TB cases in Bandar Lampung in 2022, with 125 cases in adults and 40 cases in children. If risk factors are not addressed, the number of new cases will continue to increase. Purpose: To identify factors associated with the incidence of pulmonary TB in children aged 0-14 years. Method: This was a quantitative study with a case-control design. The sampling technique used purposive sampling, with a total of 120 children participating, divided into 30 cases and 90 controls. Data analysis was performed using chi-square tests and multiple logistic regression. Results: In the case group, 76.7% had a history of exclusive breastfeeding, 70% had received BCG immunization, 63.3% had no history of low birth weight (LBW), 53.2% were from low socioeconomic status, and 60% had no history of contact with TB patients. Meanwhile, in the control group, 68.9% had a history of exclusive breastfeeding, 94.4% had received BCG immunization, 91.1% had no history of low birth weight (LBW), 56.7% were from high socioeconomic status, and 86.7% had no history of contact with TB patients. There was a significant association between a history of low birth weight (p = 0.001), BCG immunization status (p = 0.001), and a history of contact with TB patients (p = 0.004) and the incidence of pulmonary TB in children. The dominant factor influencing the incidence of pulmonary TB in children was BCG immunization status (p = 0.002). Conclusion: There is a significant association between BCG immunization status, history of low birth weight (LBW), and history of contact with TB patients with the incidence of pulmonary TB in children. BCG immunization is a dominant factor in TB prevention, therefore, the public is encouraged to ensure that children receive complete basic immunizations, especially BCG from birth, to prevent pulmonary TB and more severe TB cases. Suggestion: Further research can be conducted with a larger sample size to provide information regarding the description of risk factors for TB incidents in children.   Keywords: Children; Bacille Calmette-Guérin (BCG) Immunization; Low Birth Weight (LBW); Tuberculosis.   Pendahuluan: Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis dan dapat menyerang segala usia, termasuk anak-anak. Kejadian TB paru pada anak dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti host, agent, dan lingkungan, yang meliputi pemberian ASI eksklusif, status imunisasi Bacille Calmette-Guérin (BCG), berat badan lahir rendah (BBLR), status sosial ekonomi, serta riwayat kontak dengan penderita TB. Puskesmas Rajabasa Indah menempati urutan ketiga dalam jumlah kasus TB terbanyak di Bandar Lampung pada tahun 2022, dengan 125 kasus pada orang dewasa dan 40 kasus pada anak-anak. Jika faktor risiko tidak dicegah, jumlah kasus baru akan terus bertambah. Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian TB paru pada anak usia 0-14 tahun Metode: Penelitian kuantitatif dengan rancangan case-control. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling, dengan total 120 anak sebagai partisipan, yang terbagi menjadi kelompok kasus sebanyak 30 anak dan kelompok kontrol sebanyak 90 anak. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square dan regresi logistik ganda. Hasil: Pada kelompok kasus, 76.7% memiliki riwayat ASI eksklusif, 70% telah mendapatkan imunisasi BCG, 63.3% tidak memiliki riwayat BBLR, 53.2% berasal dari status sosial ekonomi rendah, dan 60% tidak memiliki riwayat kontak dengan penderita TB. Sementara pada kelompok kontrol, 68.9% memiliki riwayat ASI eksklusif, 94.4% telah mendapatkan imunisasi BCG, 91.1% tidak memiliki riwayat BBLR, 56.7% berasal dari status sosial ekonomi tinggi, dan 86.7% tidak memiliki riwayat kontak dengan penderita TB. Terdapat hubungan yang signifikan antara riwayat BBLR (p = 0.001), status imunisasi BCG (p = 0.001), dan riwayat kontak dengan penderita TB (p = 0.004) dengan kejadian TB paru pada anak. Faktor dominan yang berpengaruh terhadap kejadian TB paru pada anak adalah status imunisasi BCG (p = 0.002). Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara status imunisasi BCG, riwayat BBLR, dan riwayat kontak dengan penderita TB dengan kejadian TB paru pada anak. Imunisasi BCG merupakan faktor dominan dalam pencegahan TB, sehingga masyarakat diimbau untuk memastikan anak-anak mendapatkan imunisasi dasar lengkap, terutama BCG sejak lahir, guna mencegah kejadian TB paru dan kasus TB yang lebih berat. Saran: Penelitian selanjutnya dapat dilakukan dengan jumlah sampel yang lebih banyak diperlukan guna memberikan informasi terkait gambaran faktor resiko kejadian TB pada anak.   Kata Kunci: Anak; Berat Badan Lahir Rendah (BBLR); Imunisasi Bacille Calmette-Guérin (BCG);  Tuberkulosis.
The Relationship Factors of Peers and the Role of Parents in Adolescent Smoking Behavior Renna Oktavia Rudi; Wayan Aryawati; Agung Aji Perdana; Samino Samino
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No 6 (2023): June
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i6.3630

Abstract

One of the problems that often occur in adolescents is smoking-related problems. Smoking, seen from any point of view, is very harmful, both for oneself and those around one. Peer factors and the role of parents can influence adolescent smoking behavior. This study aimed to determine the relationship between peer factors and the part of parents and teenage smoking behavior at SMPN 3 Menggala, Tulang Bawang Regency, in 2023. The type of research in this research is quantitative, using analytic methods with a cross-sectional approach. The population in this study were all male students at SMPN 3 Menggala, Tulang Bawang Regency, in 2023, with a total of 127 students. The sampling technique used is total sampling. This research instrument uses a questionnaire. Data analysis used univariate and bivariate (chi-square). The results of this study indicate that 80 (63%) of respondents have positive behavior, 84 (66.1%) of respondents get support from peers, and 86 (67.7%) of respondents have a parental role. The chi-square test results found a relationship between peer factors (p-value 0.011 and OR = 2.875) and the part of parents (p-value 0.036 and OR = 2.423) with adolescent smoking behavior at SMPN 3 Menggala, Tulang Bawang Regency in 2023. Suggestions need to be supervised by strict regulations by the school regarding students' smoking habits and the provision of severe sanctions for those who are caught smoking.
The effect of green bean juice and honey on increasing hb levels of adolescents who experience anemia Ana Mariza; Kiswari Kiswari; Sunarsih Sunarsih; Wayan Aryawati
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 5 No. 1 (2026): April Edition 2026
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v5i1.1593

Abstract

Background: Anemia remains a health concern among adolescents, with a national prevalence of 32% among girls aged 15–24 years. At Roudlatul Qur’an Islamic Boarding School in Metro City, 40% of female students were found to be anemic. Anemia causes fatigue, reduced concentration, poor academic performance, and future obstetric risks. Mung bean juice and honey contain iron, folic acid, and enzymes that support hemoglobin production naturally. Purpose: To determine the effect of mung bean juice and honey on increasing hemoglobin levels among anemic adolescents. Method: This study used a quantitative approach with a pre-experimental one-group pretest-posttest design. A total of 26 adolescent girls with mild anemia were selected through purposive sampling. Data were collected using observation sheets and analyzed using a paired sample t-test. Results: The average Hb level increased from 10.8 g/dL before intervention to 11.77 g/dL after. The statistical test showed a significant effect of mung bean juice and honey on increasing hemoglobin levels (p-value < 0.001). Conclusion: The administration of mung bean juice and honey effectively increases hemoglobin levels in adolescents with mild anemia. Suggestion: Adolescents are encouraged to regularly consume mung bean juice and honey. Islamic boarding schools should consider incorporating mung bean-based dishes into weekly meal plans.
Analisis Faktor Host dan Health Belief Model sebagai Determinan Penerimaan Terhadap Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) pada Kontak Serumah Pasien Tuberkulosis di Kota Metro Tahun 2026 Ria Putriono; Wayan Aryawati; Khoidar Amirus; Karbito Karbito
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61596

Abstract

Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, sedangkan penerimaan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) pada kontak serumah pasien TB belum optimal. Faktor host dan persepsi berdasarkan Health Belief Model (HBM) diduga memengaruhi penerimaan TPT. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor host dan HBM sebagai determinan penerimaan TPT pada kontak serumah pasien tuberkulosis di Kota Metro Tahun 2026. Penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross sectional pada 120 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Analisis data meliputi uji univariat, bivariat dengan Chi-Square, dan multivariat menggunakan regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan 52,5% responden menerima TPT. Sikap berhubungan dengan penerimaan TPT (p<0,001; OR=8,49; 95%CI=3,71–19,40) dan persepsi berdasarkan HBM berhubungan secara signifikan (p<0,001; OR=14,64; 95%CI=6,03–35,47), sedangkan pekerjaan (p=0,680), pengetahuan (p=0,100), dan komorbid (p=0,342) tidak berhubungan. Analisis multivariat menunjukkan persepsi berdasarkan HBM merupakan faktor yang paling dominan memengaruhi penerimaan TPT (Adjusted OR=11,784; 95%CI=4,428–31,362; p<0,001). Penguatan edukasi dan konseling berbasis HBM diperlukan untuk meningkatkan penerimaan TPT pada kontak serumah pasien tuberkulosis.
Analisis Faktor Environment sebagai Determinan Penerimaan terhadap Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) pada Kontak Serumah Pasien Tuberkulosis di Kota Metro Tahun 2026 Ita Novi Sulistiyani; Wayan Aryawati; Khoidar Amiruz; Karbito Karbito
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61765

Abstract

Tuberkulosis (TBC) masih menjadi masalah kesehatan global dengan beban tinggi di Indonesia, sementara cakupan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) pada kontak serumah masih rendah. Keberhasilan TPT dipengaruhi berbagai faktor, terutama faktor lingkungan. Rendahnya penerimaan TPT di Puskesmas se-Kota Metro menunjukkan perlunya penelitian mengenai determinan penerimaan TPT sebagai dasar penyusunan strategi pengendalian TBC yang lebih efektif.. Penelitian ini bertujuan faktor environment sebagai determinan penerimaan terapi pencegahan Tuberkulosis pada kontak serumah pasien TBC di Puskesmas se-Kota Metro Tahun 2026. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh kontak serumah pasien Tuberkulosis (TBC) di wilayah kerja Puskesmas Se-Kota Metro sebanyak 242 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner terstruktur. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji chi-square, dan multivariat menggunakan regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 46,7% responden menerima Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT). Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan bermakna antara dukungan keluarga (p<0,001; OR=3,995), stigma sosial (p=0,004; OR=3,107), peran tenaga kesehatan (p=0,032; OR=2,333), waktu pelayanan (p<0,001; OR=4,167), dan jarak tempat pelayanan kesehatan (p=0,001; OR=3,686) dengan penerimaan TPT. Analisis regresi logistik menyatakan bahwa stigma sosial, peran tenaga kesehatan, dan waktu pelayanan berhubungan signifikan dengan penerimaan TPT, dengan peran tenaga kesehatan sebagai faktor paling dominan (OR=3,483; 95% CI=1,358–8,929; p=0,009). Disarankan kepada Dinas Kesehatan dan UPTD Puskesmas se-Kota Metro untuk memperkuat edukasi dan konseling, serta meningkatkan kualitas pelayanan TPT untuk mengurangi stigma dan meningkatkan penerimaan TPT pada kontak serumah pasien tuberkulosis.
Rumah Sehat, Anak Terlindungi: Faktor Lingkungan Fisik Rumah yang Berhubungan dengan Kejadian Tuberkulosis Anak Ahmad Akbar Nafi; Samino Samino; Setiawati Setiawati; Wayan Aryawati
JURNAL WACANA KESEHATAN Vol 11, No 1 (2026): Juli
Publisher : Universitas Dharma Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52822/jwk.v11i1.986

Abstract

Tuberkulosis (TB) anak masih menjadi masalah kesehatan masyarakat karena mencerminkan adanya transmisi TB yang berlangsung di komunitas dan lingkungan rumah tangga. Kondisi fisik rumah yang tidak memenuhi standar kesehatan berpotensi meningkatkan paparan anak terhadap droplet nuclei yang mengandung Mycobacterium tuberculosis. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan faktor lingkungan fisik rumah dengan kejadian TB pada anak usia 0–14 tahun di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Metro Pusat tahun 2026. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif analitik dengan desain case-control. Sampel berjumlah 192 responden, terdiri atas 96 kasus TB anak dan 96 kontrol. Variabel independen meliputi ventilasi rumah, kepadatan hunian, pencahayaan alami, kelembaban rumah, serta jenis lantai dan/atau dinding. Data dikumpulkan melalui telaah rekam medis, wawancara, observasi rumah, dan pengukuran lingkungan menggunakan meteran, lux meter, dan hygrometer. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-Square, dan multivariat menggunakan regresi logistik ganda. Hasil bivariat menunjukkan seluruh variabel lingkungan fisik rumah berhubungan bermakna dengan kejadian TB anak, yaitu ventilasi (OR=4,213; 95% CI=2,303–7,707), kepadatan hunian (OR=3,215; 95% CI=1,776–5,820), pencahayaan alami (OR=2,935; 95% CI=1,628–5,294), kelembaban (OR=4,411; 95% CI=2,406–8,085), serta jenis lantai dan/atau dinding (OR=3,462; 95% CI=1,895–6,335). Hasil multivariat menunjukkan kelembaban rumah merupakan faktor paling dominan (OR=4,791; 95% CI=2,310–9,936), diikuti ventilasi rumah (OR=4,702; 95% CI=2,250–9,826). Kesimpulan penelitian ini adalah faktor lingkungan fisik rumah berhubungan secara bermakna dengan kejadian TB anak. Intervensi pengendalian TB anak perlu mengintegrasikan investigasi kontak dengan promosi rumah sehat, khususnya pengendalian kelembaban dan perbaikan ventilasi.Kata kunci: TB anak; ventilasi rumah; kepadatan hunian; pencahayaan alami; kelembaban rumah.
Faktor Host Yang Berhubungan Dengan Kejadian TB Anak Irawesi Afif; Samino Samino; Setiawati Setiawati; Wayan Aryawati
JURNAL WACANA KESEHATAN Vol 11, No 1 (2026): Juli
Publisher : Universitas Dharma Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52822/jwk.v11i1.987

Abstract

Tuberkulosis pada anak masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, terutama pada wilayah dengan potensi penularan aktif di lingkungan keluarga dan komunitas. Faktor host dapat meningkatkan kerentanan anak terhadap infeksi tuberkulosis dan progresivitas menjadi penyakit aktif. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan usia, status gizi, dan status imunisasi BCG dengan kejadian tuberkulosis anak di Kecamatan Metro Pusat Tahun 2026. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif analitik observasional dengan desain case-control yang melibatkan 192 anak usia 0–14 tahun, terdiri dari 96 kasus tuberkulosis dan 96 kontrol. Data diperoleh melalui telaah rekam medis, wawancara orang tua, observasi bekas imunisasi atau catatan imunisasi BCG, serta penilaian status gizi berdasarkan berat badan menurut umur. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-square, dan multivariat menggunakan regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia tidak berhubungan bermakna dengan kejadian tuberkulosis anak (p=0,300; OR=1,359; 95% CI: 0,760–2,432). Status gizi berhubungan bermakna dengan kejadian tuberkulosis anak (p=0,000; OR=4,586; 95% CI: 2,210–9,519), demikian pula status imunisasi BCG (p=0,000; OR=4,300; 95% CI: 1,971–9,383). Analisis multivariat menunjukkan bahwa status gizi dan status imunisasi BCG merupakan determinan host penting terhadap kejadian tuberkulosis anak. Penguatan program perbaikan gizi, optimalisasi imunisasi BCG, dan skrining dini pada anak berisiko direkomendasikan untuk mendukung pengendalian tuberkulosis anak. Kata Kunci: Faktor Host; Imunisasi BCG; Status Gizi; Tuberkulosis Anak
Co-Authors Ab, Fitriana Abadi, Adelia Nurul Abkonita, Ria Achmad Farich Afifah Khoirur Rizqi Agung Aji Perdana Agung, Rahmat Agus Kelana Benni Ahmad Akbar Nafi Akhmalbih, Muhamad Alek Iskandar Amelia Hayati Amelia Hayati Angelina F, Christin Angkas Mandala Putra Anisa Ermasari Anita Bustami Annisa Indriani Aprilia Belkis, Happy Aprilia Susanti, Fitri Aprina Apriwesa, Teloe Artina, Selvi Aryastuti, Nurul Astari, Yulia Astawa, I Gusti Made Yoga Astri Aulia, Hanifah Astriana Astriana, Astriana Aulyya Rahmah Ayu L, Dwi Azzahra Kania Fatihah Bagus Perdana Kusuma Zain Bella Kurniane Hartono Bernadeta Ramah Antika Bustami, Anita Christin Angelina Christin Angelina F Christin Angelina Febriani Daka, Rohman Daniel Happy Putra Dekotyanti, Trivira Desi Nurzana Desy Fatmawaty Devita Anggraini Dewi Sintwati Dian Purnama Oktera Diana Sari Dina Dwi Nuryani Divia Oktari Khairunnisa Dwiyana, M Rizal Dyah Ayu, Dyah Dyah Gaby Kesuma Easter Yanti, Dhiny Echa Rafika Eka Sari, Fitri Eka Yuliana Ekasari, Fitri Elsa Rizki Lilian Nofita Sari Ermawati, Rosi Ernawati Ernawati Evi Herlinda Evi Mefriyanti Fadhilah Amanda Sari Farah Ulya Suryadana Farida Aryani Farra Hayka Salsabilla Febrani, Christin Angelina Febriani, Christin Febrianti Febrianti Febrianti Fidel Rama Nugraha Fiqri Ardiansyah Romadon Fitri Aprilia Susanti Fitri Eka Sari Siregar Fitri Ekasari Forcepta, Chania Ghina Gabriella Yusuf Gusnita Silaen, Rahel Hafiratul Fitri Usfa Hanifah Astri Aulia Hanifah Shabrina Happy Aprilia Belkis Herlinda, Evi Hermawan, Desi Hermawan, Dessy Ida Maya Meika Sari Iing Lukman Indah Mulia Herwisdiane Irawesi Afif Ismunarti, Diah Ita Novi Sulistiyani Jaya, Satrya Juwita Lestari Kania Fatihah, Azzahra Karbito Karbito Karbito Karbito Karunia Viandra Yoanisa Kelana Benni, Agus Kharisma, Rr.Salwa Zasya Aura Khoidar Amirus Khoidar Amiruz Khoirur Rizqi, Afifah Kiswari Kiswari Kurniasari, Devi Lathifah, Neneng Siti Lestari, Juwita Lina Safitri Lintang Safitri, Nafisa Lolita Sary Lydia Sihotang Marina, Ni Nyoman Marisa Marisa Mariyam, Riyanti Mariza, Ana Maryam, Riyanti Muhammad Shendy Febrian Sahapati Muhani, Nova Mukhlisin Mukhlisin Nabigha, Zehan Aura Nabila, Nia Nadya Salsabilla Nafisa Lintang Safitri Natalia, Betseba Nawawi, Achmad Nova Muhan Nova Muhani Nuke Indrawati Nur Hasanah Nur Izzati, Syahdila Nurhalina Sari Nurhasanah Nurliyani Nurliyani Nurul Aryastuti Nurzana, Desi Octa Reni Setiawati Oktari Khairunnisa, Divia Perdana Kusuma Zain, Bagus Pramata, Gilang Raka Pratama, Gilang Raka Puspita, Elvia Putri Puspita sari Rafika, Echa Rahel Gusnita Silaen Rahmat Agung Ratih Mary Farahdisa Rayhan Arnando, RD RD Rayhan Arnando Renna Oktavia Rudi Reviza SF, Zeni Ria Abkonita Ria Putriono Riantik, Sofia Risdinar, Risa Rismaya Riyanti Riyanti Rohman Daka Rohman Taufik Safitri, Lina Salsabilla, Nadya Samino Samino Samino Samino Samino, Saminp Saputri, Desty Alifia Saputri, Firdha Azzahra Sari Prawardani Sari, Fadhilah Amanda Sari, Fitri Eka Sari, Nita Evriana Sari, Yunila Sastini, Ketut Satrya Jaya Setiawati Setiawati Setiawati, Tengku Ani Setya P., Kevin Andhara Shabrina, Hanifah Shintani, Clara Sihotang, Lydia Silaen, Rahel Gusnita Sintawati, Dewi Sintwati, Dewi Siti Lis Jarsiyah Sofia Riantik Sri Diastuti Sri Utami Sri Wahyuni Suharman Suharman Suharman Suharman, Suharman Sunarsih Sunarsih Sutarmi, Sutarmi Suti, Shalsabila Suti, Shasabila Tamara, Yayang Suci Utami, Vida Wira Vera Yulyani Viandra Yoanisa, Karunia Wirawan Anggorotomo, Wirawan Yanti, Dhiny Yanti, Dhiny Easter Yogi Ari Ghopican Yohanes, Efriza Yolandha Adinda Pratiwi Yulia Astari Yulyani, Vera Yunila Sari Yunita Sari Yusuf Firmansyah Yusuf, Ghina Gabriella Zahra Shafa Anisa Zainab Nazaahah Zeni Reviza SF Zulius Alfandi