Claim Missing Document
Check
Articles

Kegiatan observasi status gizi dan kesehatan pada penyandang disabilitas Sari, Fitri Eka; Perdana, Agung Aji; Aryawati, Wayan
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 8 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v5i8.1576

Abstract

Backghround: Meeting nutritional needs in children and adolescents is a key component of growth and development, particularly for persons with disabilities who have physical limitations. A 2023 UNICEF report revealed that children with disabilities in Indonesia face higher rates of malnutrition than children without disabilities. The prevalence of underweight and wasting is also higher in this group. Purpose: To describe the nutritional status of persons with disabilities aged 15–30 years at the Lampung Province Social and Disability Service Unit. Method: Observation activities to collect data by directly observing behavior or phenomena without intervention were conducted using a descriptive observational design at the Lampung Province Social and Disability Service Unit. Data collection was carried out through a survey with observation and interviews. The population in this study was all persons with disabilities aged 15–30 years in Bandar Lampung City, specifically those registered with the Uptd Disability Service Unit. Using a random sampling technique, 30 respondents were selected, consisting of individuals with hearing impairments, blindness, and physical disabilities. The instruments used have been designed to elicit relevant information regarding the experiences and needs of people with disabilities. Results: The majority of persons with disabilities at the Lampung Province Social and Disability Service Unit (UPTD) experience nutritional problems, primarily being underweight, likely due to low consumption of nutritious food and physical activity. Data shows that 69.9% of respondents are underweight, with low consumption of fruits, vegetables, protein (meat, fish, eggs, milk), and water. Seventy-three percent of respondents skip breakfast, with nearly half (46.7%) experiencing difficulty accessing nutritious food, lacking regular physical activity, and most only exercising once or twice a week. Common health problems include anemia, dizziness, fatigue, and digestive disorders. The majority (73.4%) of respondents have never received nutrition counseling, but consumption of supplemental vitamins remains uneven. Conclusion: This observation indicates that the majority of persons with disabilities at the Lampung Province Social and Disability Service Unit experience nutritional problems, with 69.9% of respondents categorized as underweight based on their body mass index (BMI). Furthermore, only 26.7% of respondents have received counseling on nutrition and healthy eating patterns. These findings indicate an urgent need for better nutritional interventions for people with disabilities, particularly in terms of education, food access, and nutritional status monitoring. Suggestion: Regular nutritional counseling programs, particularly on balanced nutrition and healthy eating patterns, are needed for people with disabilities in social institutions, using a friendly and easy-to-understand approach. Providing healthy food assistance by the government or social institutions is essential to ensure the availability and easy access of nutritious food for people with disabilities through subsidies or nutritional food assistance programs. As a follow-up program, health services are expected to conduct regular health monitoring, including nutritional and health status checks, for early detection of malnutrition and related diseases. Keywords: Disability health check-up; Nutritional needs; Nutritional status; People with disabilities Pendahuluan: Pemenuhan kebutuhan gizi pada anak dan remaja merupakan wujud utama dari proses pertumbuhan dan perkembangan. Khususnya bagi penyandang disabilitas yang memiliki kekurangan fisik. Laporan UNICEF tahun 2023 mengungkapkan bahwa anak penyandang disabilitas di indonesia menghadapi tingkat malnutrisi yang lebih tinggi dibandingkan anak tanpa disabilitas. Prevalensi underweight dan wasting juga lebih tinggi pada kelompok ini. Tujuan: Menggambarkan kondisi gizi penyandang disabilitas usia 15–30 tahun di Uptd Dinas Sosial Disabilitas Provinsi Lampung Metode: Kegiatan observasi untuk mengumpulkan data dengan mengamati langsung perilaku atau fenomena tanpa intervensi, yang dilakukan dengan disain deskriptif observasional yang dilaksanakan di Uptd Dinas Sosial Disabilitas Provinsi Lampung. Merupakan kegiatan pengambilan data melalui survei dengan observasi dan wawancara. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penyandang disabilitas usia remaja hingga dewasa (15–30 tahun) yang berada di wilayah Kota Bandar Lampung, khususnya mereka yang terdaftar di Uptd Dinas Sosial Disabilitas. Dengan menggunakan teknik random sampling mendapatkan 30 orang sebagai responden yang terdiri dari individu dengan kondisi tuna rungu, tuna netra, dan tuna daksa. Instrumen yang digunakan telah dirancang untuk menggali informasi yang relevan terkait pengalaman dan kebutuhan penyandang disabilitas. Hasil: Mayoritas penyandang disabilitas di Uptd Dinas Sosial Disabilitas Provinsi Lampung mengalami masalah gizi, terutama kekurangan berat badan dan besar kemungkinan karena konsumsi makanan bergizi dan aktivitas fisik yang masih rendah. Data menunjukkan sebanyak 69.9% responden tergolong underweight, konsumsi buah, sayur, protein (daging, ikan, telur, susu), dan air putih masih rendah. Sebanyak 73.4% responden tidak sarapan setiap pagi dimana hampir setengah responden (46.7%) mengalami kesulitan mengakses makanan bergizi, aktivitas fisik rutin masih kurang, dan sebagian besar hanya olahraga 1-2 kali seminggu. Masalah kesehatan yang sering dialami antara lain anemia, pusing, mudah lelah, dan gangguan pencernaan. Sebagian besar (73.4%) responden belum pernah mendapat penyuluhan gizi tetapi konsumsi vitamin tambahan masih belum merata. Simpulan: Berdasarkan kegiatan observasi ini menunjukkan bahwa mayoritas penyandang disabilitas di Uptd Dinas Sosial Disabilitas Provinsi Lampung mengalami masalah gizi, dengan 69.9% responden berada dalam kategori underweight berdasarkan indeks massa tubuh (IMT). Di samping itu, hanya 26.7% responden yang pernah mendapatkan penyuluhan tentang gizi dan pola makan sehat. Temuan ini menunjukkan adanya kebutuhan mendesak akan intervensi gizi yang lebih baik bagi penyandang disabilitas, khususnya dalam hal edukasi, akses pangan, dan pemantauan status gizi. Saran: Perlunya dilakukan penyuluhan gizi dengan program yang berkala terutama mengenai gizi seimbang dan pola makan sehat bagi penyandang disabilitas di lembaga sosial, dengan pendekatan yang ramah dan mudah dipahami. Pemberian bantuan pangan sehat oleh pemerintah atau lembaga sosial sangat diperlukan untuk menjamin ketersediaan dan kemudahan akses bagi penyandang disabilitas terhadap makanan bergizi berupa subsidi atau program bantuan pangan bergizi. Sebagai program lanjutan, diharapkan pihak dinas kesehatan untuk melakukan pemantauan kesehatan secara berkala meliputi pemeriksaan status gizi dan kesehatan untuk mendeteksi dini masalah malnutrisi dan penyakit terkait.  
Effect Of Health Promotion On The Bride And Groom Knowledge About The First 1000 Days Of Life Ermawati, Rosi; Mariza, Ana; Astriana, Astriana; Aryawati, Wayan
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 11 (2025): Volume 11 Nomor 11 November 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i10.7875

Abstract

Seribu Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK) merupakan fase kehidupan yang sangat penting dalam upaya pencegahan stunting. Berdasarkan data UNICEF (United Nations Children's Fund) tahun 2019, sebanyak 21,3% anak mengalami stunting, khususnya di Kabupaten Lampung Tengah sebanyak 1420 balita, di Wilayah Kerja Puskesmas Candi Rejo. Balita tersebut termasuk dalam kategori sangat pendek sebanyak 107 orang dan balita pendek sebanyak 263 orang. Upaya penurunan stunting yang dilakukan adalah dengan memberikan promosi kesehatan kepada calon pengantin terkait fase 1000 HPK balita. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh promosi kesehatan terhadap pengetahuan calon pengantin tentang 1000 hari pertama kehidupan di Wilayah Kerja Puskesmas Candi Rejo, Kecamatan Way Pengubuan, Kabupaten Lampung Tengah tahun 2022.Penelitian kuantitatif menggunakan pendekatan one group pretest-postest. Populasi penelitian ini adalah seluruh calon pengantin dengan sampel sebanyak 31 orang secara total sampling dengan pendekatan one group pretest-postest. Penelitian dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Candi Rejo, Kecamatan Way Pengubuan, Kabupaten Lampung Tengah pada bulan Juli 2022. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi.Hasil rerata pengetahuan calon pengantin tentang 1000 hari pertama kehidupan sebelum diberikan promosi kesehatan adalah 35,3 dan setelah diberikan promosi kesehatan adalah 95,9. Pengaruh promosi kesehatan terhadap pengetahuan calon pengantin tentang 1000 hari pertama kehidupan di Wilayah Kerja Puskesmas Candi Rejo, Kecamatan Way Pengubuan, Kabupaten Lampung Tengah tahun 2022 menunjukkan nilai p = 0,000. Saran: Bagi tenaga kesehatan, diharapkan untuk lebih meningkatkan edukasi yang diberikan berupa leaflet kepada calon pengantin tentang pentingnya 1000 hari pertama kehidupan. Kata Kunci : 1000 hari pertama kehidupan, promosi kesehatan, pengetahuan, calon pengantin ABSTRACT The First Thousand Days of Life (1000 HPK) is a very important phase of life in stunting prevention efforts. Based on UNICEF (United Nations Children's Fund) data in 2019, as many as 21,3% of children are stunted, particularly in Central Lampung Regency as many as 1420 toddlers, in the Working Area of the Candi Rejo Health Centre. The toddler is included in the very short category as many as 107 people and short toddlers as many as 263 people. The efforts to reduce stunting are providing health promotion to brides and grooms related to the 1000 HPK toddler phase. The purpose of the study is to determine the effect of health promotion on the bride and groom's knowledge about the first 1000 days of life in the Working Area of the Candi Rejo Health Center, Way Pengubuan District, Central Lampung Regency in 2022.Quantitative research was used with one group pretest-postest approach. The population of this study is the entire bride and groom with a sample used as many as 31 people in total sampling by means of one group pretest-postest. The study was conducted in the Working Area of the Candi Rejo Health Center, Way Pengubuan District, Central Lampung Regency in July 2022. Data collection used observation sheet.The average results of the bride and groom knowledge about the first 1000 days of life before given health promotion was 35.3 and after given health promotion was 95.9. The effect of health promotion on the knowledge of the bride and groom about the first 1000 days of life in the Working Area of the Candi Rejo Health Center, Way Pengubuan District, Central Lampung Regency in 2022 showed a p-value = 0.000. Suggestion: For health workers, it is expected to further improve the education given in the form of leaflets to the bride and groom on the importance of 1000 days of life. Keywords : first 1000 days, health promotion, knowledge, bride and groom 
Analisis Faktor Risiko Analisis Paritas Terhadap Kejadian Stunting Usia 0-24 Bulan di Indonesia (Studi Data Sekunder Ssgi 2022) Wayan Aryawati; Dyah Gaby Kesuma; Christin Angelina F; Fitri Eka Sari; Nova Muhani
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.49513

Abstract

Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat utama di Indonesia, khususnya pada anak usia 0–24 bulan, dengan dampak meliputi keterlambatan pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, produktivitas masa depan, dan risiko penyakit kronis. Tujuan penelitian ini menganalisis hubungan antara paritas ibu dan faktor pelayanan kesehatan, seperti kunjungan antenatal care (ANC), ASI eksklusif, pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI), serta akses layanan kesehatan, dengan kejadian stunting. Metode: Penelitian cross-sectional menggunakan data sekunder Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022, melibatkan 124.250 anak usia 0–24 bulan, dianalisis dengan regresi logistik univariat, bivariat, dan multivariat. Hasil: Prevalensi stunting sebesar 7,7%. Analisis bivariat menunjukkan hubungan signifikan antara stunting dengan paritas (p=0,000), ASI eksklusif (p=0,006), dan kunjungan ANC (p=0,000). Analisis multivariat mengonfirmasi paritas sebagai determinan signifikan stunting (p=0,000; OR=0,908; 95% CI: 0,871–0,946), terutama pada anak dari ibu multiparitas. Kesimpulan: Pencegahan stunting perlu fokus pada peningkatan cakupan dan kualitas ANC, akses layanan kesehatan, serta edukasi kesehatan reproduksi untuk ibu multigravida.
Analisis Faktor Risiko Antenatal Care Terhadap Stunting Usia 0-24 Bulan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2022 Wayan Aryawati; Annisa Indriani; Christin Angelina F; Fitri Eka Sari; Nova Muhani
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.49514

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi utama yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan. Pelayanan antenatal (ANC) menjadi strategi kunci pencegahan stunting, namun kepatuhan terhadap standar ANC masih rendah. Tujuan penelitian ini menganalisis hubungan kepatuhan ANC standar dengan kejadian stunting pada anak usia 0–24 bulan di Indonesia menggunakan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022. Metode: Studi potong lintang kuantitatif ini menggunakan data sekunder SSGI 2022 dengan populasi 334.878 individu dan sampel 118.736 anak usia 0–24 bulan. Data dianalisis dengan metode univariat, bivariat (Chi-Square), dan multivariat (regresi logistik biner). Hasil: Terdapat hubungan signifikan antara stunting dengan kunjungan ANC standar (p=0,000), paritas (p=0,000), ASI eksklusif (p=0,000), dan akses layanan kesehatan (p=0,000). Usia ibu saat hamil pertama (p=0,776) dan pemberian MP-ASI (p=0,349) tidak signifikan. Anak dari ibu tanpa ANC standar berisiko stunting 1,33 kali lebih tinggi. Kesimpulan: Ketidakpatuhan ANC meningkatkan risiko stunting. Penguatan layanan ANC dan edukasi kesehatan ibu hamil penting untuk menurunkan stunting.
Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Asfiksia Pada Bayi Baru Lahir di Rumah Sakit Bhayangkara Bandar Lampung Wayan Aryawati; Bella Kurniane Hartono; Dhiny Easter Yanti; Nurul Aryastuti; Setiawati Setiawati
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.49515

Abstract

Masalah kesehatan ibu dan anak merupakan isu global dalam SDGs 2030, menargetkan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) ≤70 per 100.000 kelahiran hidup dan Angka Kematian Bayi (AKB) ≤12 per 1.000 kelahiran hidup. Pada 2021, kematian balita di Indonesia mencapai 27.566, turun dari 28.158 pada 2020, dengan 73,1% terjadi pada masa neonatal, terutama usia 0–6 hari (79,1%). Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor penyebab asfiksia neonatorum di RS Bhayangkara Bandar Lampung pada 2024. Menggunakan desain case control, penelitian kuantitatif analitik ini melibatkan 276 bayi (138 kasus dan 138 kontrol) dari 394 persalinan, dengan data sekunder dari rekam medis. Hasil menunjukkan hubungan signifikan antara asfiksia dengan usia kehamilan (p=0,000; OR=2,361), hipertensi (p=0,001; OR=2,255), anemia (p=0,002; OR=2,144), ketuban pecah dini (p=0,004; OR=2,040), dan berat lahir (p=0,016; OR=1,795). Faktor dominan adalah usia kehamilan (OR=2,629). Disarankan ibu hamil rutin memeriksakan kehamilan untuk memantau usia kehamilan dan mencegah risiko kelahiran prematur atau postterm. Kata Kunci: neonatus, asfiksia dan usia kehamilan
Analisis Faktor Risiko Akses Pelayanan Kesehatan Anak Balita Terhadap Kejadian Stunting Usia 0–24 Bulan di Indonesia SSGI 2022 Wayan Aryawati; Christin Angelina F; Ratih Mary Farahdisa; Nova Muhan; Fitri Eka Sari
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.49654

Abstract

Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia, terutama pada anak usia 0–24 bulan, dengan dampak buruk terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan produktivitas jangka panjang. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan akses layanan kesehatan anak dengan kejadian stunting serta mengidentifikasi faktor dominan yang memengaruhinya. Menggunakan desain potong lintang, penelitian ini memanfaatkan data sekunder Survei Status Gizi Indonesia (SGII) 2022 dari 124.250 anak usia 0–24 bulan. Analisis data dilakukan dengan metode univariat, bivariat (uji chi-kuadrat), dan multivariat (regresi logistik berganda). Hasil bivariat menunjukkan hubungan signifikan antara stunting dengan akses layanan kesehatan (p=0,000; OR=0,880; 95% CI: 0,842–0,920), kunjungan antenatal care (ANC) (p=0,000; OR=1,215; 95% CI: 1,161–1,271), dan ASI eksklusif (p=0,000; OR=0,879; 95% CI: 0,842–0,918). Analisis multivariat mengungkapkan kunjungan ANC sebagai faktor paling dominan (p=0,000; OR=1,228; 95% CI: 1,174–1,285). Temuan ini menegaskan bahwa akses layanan kesehatan bersifat protektif, dengan kunjungan ANC memiliki pengaruh terkuat dalam mencegah stunting. Intervensi disarankan berfokus pada peningkatan cakupan dan kualitas ANC, perluasan akses layanan kesehatan primer, serta edukasi usia ideal kehamilan untuk menurunkan prevalensi stunting dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia.
Determinan Kejadian Tuberkulosis pada Anak Balita di Indonesia: Analisis Data Sekunder dari SSGI 2022 Wayan Aryawati; Yogi Ari Ghopican; Nova Muhani; Samino Samino; Khoidar Amirus
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52442

Abstract

Abstract Tuberculosis (TB) in toddlers remains a serious public health problem in Indonesia, especially among vulnerable groups. This study aims to analyze the determinants of TB incidence in toddlers using secondary data from the 2022 Indonesian Nutritional Status Survey (SSGI) through a cross-sectional design. Of the 334,848 toddlers interviewed in 33 provinces and 486 districts/cities, after data cleaning, a final sample of 42,379 toddlers was obtained. Univariate, bivariate (chi-square), and multivariate (binary logistic regression) analyses showed that only poor nutritional status (p=0.013; OR=1.983) and untimely provision of complementary foods (p=0.049; OR=0.704) were significantly associated with TB incidence. Other variables such as exclusive breastfeeding (p=0.068), access to health services (p=0.129), drinking water sources (p=1.000), and completeness of immunizations (p=0.475) were not significant. Poor nutritional status is the strongest risk factor, almost doubling the likelihood of developing TB. Therefore, improving nutritional status, providing timely complementary foods, promoting exclusive breastfeeding, and increasing coverage of complete basic immunization through promotive and preventive approaches are priority strategies to reduce TB incidence among toddlers in Indonesia. Keywords: Tuberculosis, toddlers, SSGI
A MANAGEMENT ANALYSIS OF DENGUE HEMORRHAGIC FEVER (DHF) CONTROL AT ROWOREJO PUBLIC HEALTH CENTER, NEGERI KATON SUBDISTRICT, PESAWARAN REGENCY, 2025 Sari, Yunita; Aryawati, Wayan; Muhani, Nova
HEARTY Vol 14 No 1 (2026): FEBARURI
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/hearty.v14i1.21134

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is a disease caused by the dengue virus, transmitted through the Aedes mosquito vector, which breeds in water containers that collect rainwater. The rainy season is the period when DHF cases occur most frequently. In Pesawaran Regency, the prevalence of DHF declined in 2023 compared to the previous year, with 149 cases reported in 2023, down from 432 cases in 2022. However, data from the Pesawaran District Health Office in 2024 indicated an increase to 252 DHF cases. This rising trend warrants serious attention to understand the contributing factors behind the increase in DHF cases in Pesawaran. This study aims to analyze the management of DHF control at the Roworejo Public Health Center in Pesawaran Regency. This is a qualitative study involving six informants, using in-depth interviews as the primary data collection method. The findings reveal that DHF control planning at the Roworejo Public Health Center has been systematically designed in accordance with existing guidelines, covering aspects such as budgeting, methods, facilities, and community participation. However, shortcomings remain in the provision of incentives for health cadres and the maintenance of facilities. The organizational structure operates based on a task-based and function-oriented (tupoksi) approach. All DHF control measures, including fogging, vector control (PSN), health education, and epidemiological investigations, have been implemented in accordance with Standard Operating Procedures. Supervision of DHF control efforts is considered adequate from both management and field implementation perspectives.
Community Outreach on Dengue Fever Prevention and the Use of Ovitraps: A Collaborative Initiative Between the Faculty of Health Sciences, Malahayati University, and Universiti Putra Malaysia Perdana, Agung Aji; Nuryani, Dina Dwi; Sary, Lolita; Muhani, Nova; Aryawati, Wayan; Riyanti, Riyanti; Retnaningsih, Agustina; Winahyu, Diah Astika; Soliha, Annisa Mayang; Arisandi, Syafik; Kartini, Maharani; Pratama, Muhammad Putra
Shihatuna : Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Vol 6 No 1 (2026): April
Publisher : FKM UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/shihatuna.v6i1.28544

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) remains a significant public health problem in tropical regions, including Indonesia and Malaysia. Population mobility, environmental changes, and limited community participation in vector control contribute to the persistence of dengue transmission. This community service activity was conducted in Hajimena Village, South Lampung Regency, on October 30, 2025, as a promotive and preventive effort in community-based dengue prevention. The program aimed to improve community understanding and awareness of dengue prevention through integrated health education and the utilization of ovitraps as a simple and environmentally friendly appropriate technology. The activity was implemented through collaboration between the Faculty of Health Sciences, Universitas Malahayati, and Universiti Putra Malaysia using a participatory education approach, interactive discussions, and hands-on practice in making and installing ovitraps. The evaluation was conducted using a qualitative descriptive approach through participatory observation, group discussions, and participant feedback. The results indicated an improvement in participants’ understanding of dengue, the life cycle of Aedes aegypti mosquitoes, and the importance of environmental-based vector control. Participants also demonstrated interest and readiness to independently apply ovitraps in their residential environments. This activity highlights that cross- institutional and cross-national collaboration can strengthen promotive and preventive efforts in community-based dengue control.
Co-Authors Ab, Fitriana Abadi, Adelia Nurul Abkonita, Ria Afifah Khoirur Rizqi Agung Aji Perdana Agung, Rahmat Agus Kelana Benni Akhmalbih, Muhamad Amelia Hayati Amelia Hayati Angelina F, Christin Angkas Mandala Putra Annisa Indriani Aprilia Belkis, Happy Aprilia Susanti, Fitri Aprina Apriwesa, Teloe Arisandi, Syafik Artina, Selvi Aryastuti, Nurul Astari, Yulia Astawa, I Gusti Made Yoga Astri Aulia, Hanifah Astriana Astriana, Astriana Aulyya Rahmah Ayu L, Dwi Azzahra Kania Fatihah Azzahra, Dhika Bagus Perdana Kusuma Zain Bella Kurniane Hartono Bustami, Anita Christin Angelina F Christin Angelina Febriani Daka, Rohman Daniel Happy Putra Dekotyanti, Trivira Desi Nurzana Desy Fatmawaty Devita Anggraini Dewi Sintwati Dian Purnama Oktera Diana Sari Dina Dwi Nuryani Dina Dwi Nuryani Divia Oktari Khairunnisa Dwiyana, M Rizal Dyah Ayu, Dyah Dyah Gaby Kesuma Easter Yanti, Dhiny Echa Rafika Eka Sari, Fitri Eka Yuliana Ekasari, Fitri Elsa Rizki Lilian Nofita Sari Ermasari, Anisa Ermawati, Rosi Ernawati Ernawati Evi Herlinda Fadhilah Amanda Sari Farah Ulya Suryadana Farida Aryani Farra Hayka Salsabilla Febrani, Christin Angelina Febriani, Christin Febrianti Febrianti Fidel Rama Nugraha Fitri Aprilia Susanti Fitri Eka Sari Fitri Eka Sari Siregar Forcepta, Chania Ghina Gabriella Yusuf Gusnita Silaen, Rahel Hadinata, Andri Hafiratul Fitri Usfa Hanifah Astri Aulia Hanifah Shabrina Happy Aprilia Belkis Herlinda, Evi Hermawan, Desi Hermawan, Dessy Ida Maya Meika Sari Iing Lukman Indah Mulia Herwisdiane Ismunarti, Diah Jaya, Satrya Juwita Lestari Kania Fatihah, Azzahra Kartini, Maharani Karunia Viandra Yoanisa Kelana Benni, Agus Kharisma, Rr.Salwa Zasya Aura Khoidar Amirus Khoirur Rizqi, Afifah Kundayani, Tri Kurniasari, Devi Lathifah, Neneng Siti Lestari, Juwita Lina Safitri Lintang Safitri, Nafisa Lolita Sary Lydia Sihotang Marina, Ni Nyoman Marisa Marisa Mariyam, Riyanti Mariza, Ana Maryam, Riyanti Muhammad Shendy Febrian Sahapati Muhani, Nova Mukhlisin Mukhlisin Nabila, Nia Nafisa Lintang Safitri Natalia, Betseba Nawawi, Achmad Nova Muhan Nova Muhani Nuke Indrawati Nur Hasanah Nur Izzati, Syahdila Nurhalina Sari Nurliyani Nurliyani Nurul Aryastuti Nurzana, Desi Oktari Khairunnisa, Divia Perdana Kusuma Zain, Bagus Pramata, Gilang Raka Pratama, Gilang Raka Pratama, Muhammad Putra Puspita, Elvia Putra, Indra Jaya Putri Puspita sari Rafika, Echa Rahel Gusnita Silaen Rahmat Effendi, Rahmat Ratih Mary Farahdisa Rayhan Arnando, RD RD Rayhan Arnando Retnaningsih, Agustina Reviza SF, Zeni Ria Abkonita Riantik, Sofia Risdinar, Risa Rismaya Riyanti Riyanti Rohman Daka Rudi, Renna Oktavia Safitri, Lina Salsabilla, Nadya Samino Samino Samino Samino Samino, Saminp Saputri, Desty Alifia Saputri, Firdha Azzahra Sari Prawardani Sari, Dayu Linda Sari, Fadhilah Amanda Sari, Fitri Eka Sari, Nita Evriana Sari, Yunila Sastini, Ketut Satrya Jaya Setiawati Setiawati Setiawati, Tengku Ani Setya P., Kevin Andhara Shabrina, Hanifah Shintani, Clara Sihotang, Lydia Silaen, Rahel Gusnita Sintawati, Dewi Sintwati, Dewi Sofia Riantik Soliha, Annisa Mayang Sri Utami Sri Wahyuni Suharman Suharman Suharman Suharman, Suharman Sutarmi, Sutarmi Suti, Shalsabila Suti, Shasabila Tamara, Yayang Suci Taufik, Rohman Trikundayani, Trikundayani Utami, Vida Wira Viandra Yoanisa, Karunia Winahyu, Diah Astika Wirawan Anggorotomo, Wirawan Yanti, Dhiny Yanti, Dhiny Easter Yogi Ari Ghopican Yohanes, Efriza Yolandha Adinda Pratiwi Yuli Yantina Yulia Astari Yulyani, Vera Yunila Sari Yunita Sari Yusuf, Ghina Gabriella Zahra Shafa Anisa Zeni Reviza SF Zulius Alfandi