Claim Missing Document
Check
Articles

Penerapan Konsep Deep Learning Dalam Pembelajaran Pendidikan Islam Gustina, Elvy; M, Iswantir; Wati, Salmi
Ikhtisar: Jurnal Pengetahuan Islam Vol 5 No 1 (2025): Ikhtisar: Jurnal Pengetahuan Islam
Publisher : Institut Agama Islam Sumatera Barat Pariaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55062/ijpi.v5i1.776

Abstract

This study aims to analyze the application of the deep learning concept in Islamic Religious Education (PAI) and explore the potential and challenges associated with its implementation. Using the literature review method, this research examines relevant literature on deep learning technology, its implementation in education, and how it can be aligned with the Islamic Education curriculum. The findings suggest that deep learning holds great potential to improve the quality of PAI learning through personalized and adaptive learning experiences. However, challenges such as human resource readiness, limited technological infrastructure, and alignment of content with authentic Islamic teachings need to be addressed. This study provides insights into how deep learning can be effectively applied in the context of Islamic Religious Education while maintaining the values and principles of Islamic teachings.
Penggunaan Media Sosial Sebagai Double Edge Sword dalam Membentuk Literasi Keagamaan Siswa Madrasah Aliyah Wati, Salmi; Eliwatis, Eliwatis; Akhyar, Muaddyl
at-Tarbiyah al-Mustamirrah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : IAIN Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/atjpi.v6i1.14937

Abstract

This study aims to explore how social media can be utilized to enhance students' religious understanding in Madrasah Aliyah, with a focus on fiqh and aqidah-akhlak. The research employs a qualitative method with a case study approach, using interviews, observations, and documentation as data collection techniques. The findings indicate that social media, despite its risk of misinformation, can serve as an effective learning tool when wisely utilized by teachers. These findings contribute significantly to the development of digital religious literacy, offering recommendations for educators to guide students in filtering valid religious information. This study also opens opportunities for further research on the long-term impact of social media use in religious education.
Reformasi dan Arah Baru Pendidikan Agama Islam Masa Depan Zain, Najmal Hadi; Iswantir, Iswantir; Wati, Salmi; Zakir, Supratman
Invention: Journal Research and Education Studies Volume 6 Nomor 2 Juli 2025
Publisher : CV. PUSDIKRA MITRA JAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/invention.v6i2.2655

Abstract

Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan moral generasi bangsa, khususnya dalam menghadapi tantangan globalisasi, perkembangan teknologi, dan krisis etika sosial. Reformasi PAI bukan sekadar perubahan teknis pada kurikulum atau metode pembelajaran, melainkan transformasi paradigma dalam memahami dan memaknai kembali hakikat pendidikan agama. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji arah baru PAI masa depan dengan menitikberatkan pada enam pilar utama reformasi, yaitu moderasi beragama, integrasi ilmu, pendekatan kritis dan reflektif, pembentukan nilai dan karakter, pemanfaatan teknologi digital, serta penguatan kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif melalui telaah literatur dari buku-buku akademik, jurnal ilmiah, dan kebijakan pendidikan nasional. Hasil kajian menunjukkan bahwa arah baru PAI harus bersifat inklusif, kontekstual, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Pendekatan moderat, integratif, dan berbasis karakter dinilai krusial dalam menanggulangi tantangan radikalisme, dikotomi ilmu, dan degradasi moral. Selain itu, pemanfaatan big data dan artificial intelligence juga berpotensi memperkuat personalisasi pembelajaran PAI yang lebih efektif. Reformasi PAI masa depan tidak hanya dituntut untuk mencetak peserta didik yang taat beragama, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan sosial yang toleran, cerdas, dan berakhlak mulia.
Reformasi dan Arah Baru Pendidikan Agama Islam Masa Depan Zain, Najmal Hadi; Iswantir, Iswantir; Wati, Salmi; Zakir, Supratman
Invention: Journal Research and Education Studies Volume 6 Nomor 2 Juli 2025
Publisher : CV. PUSDIKRA MITRA JAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/invention.v6i2.2655

Abstract

Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan moral generasi bangsa, khususnya dalam menghadapi tantangan globalisasi, perkembangan teknologi, dan krisis etika sosial. Reformasi PAI bukan sekadar perubahan teknis pada kurikulum atau metode pembelajaran, melainkan transformasi paradigma dalam memahami dan memaknai kembali hakikat pendidikan agama. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji arah baru PAI masa depan dengan menitikberatkan pada enam pilar utama reformasi, yaitu moderasi beragama, integrasi ilmu, pendekatan kritis dan reflektif, pembentukan nilai dan karakter, pemanfaatan teknologi digital, serta penguatan kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif melalui telaah literatur dari buku-buku akademik, jurnal ilmiah, dan kebijakan pendidikan nasional. Hasil kajian menunjukkan bahwa arah baru PAI harus bersifat inklusif, kontekstual, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Pendekatan moderat, integratif, dan berbasis karakter dinilai krusial dalam menanggulangi tantangan radikalisme, dikotomi ilmu, dan degradasi moral. Selain itu, pemanfaatan big data dan artificial intelligence juga berpotensi memperkuat personalisasi pembelajaran PAI yang lebih efektif. Reformasi PAI masa depan tidak hanya dituntut untuk mencetak peserta didik yang taat beragama, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan sosial yang toleran, cerdas, dan berakhlak mulia.
Pengaruh Model Pembelajaran Probing Promting terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 2 Siabu Kab. Mandailing Natal Nst, Aflah Mufidah Yazid; Sesmiarni, Zulfani; Mustafa, Mustafa; Wati, Salmi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran pendidikan agama Islam di SMP Negeri 2 Siabu. Hal ini di akibatkan karena model pembelajaran yang di pakai guru PAI masih berpusat kepada guru dengan menggunakan model Konvensional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran probing promting terhadap hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran pendidikan agama Islam. Jenis penelitian ini adalah Quasi Eksperimental Design dengan tipe Post-test Only Nonequivalent Control Group. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 2 Siabu Kab. Mandailing Natal pada kelas VIII dengan menggunakan 2 kelas sebagai kelas kontrol dan kelas eksperimen. Kelas kontrol berjumlah 22 siswa dan kelas eksperimen berjumlah 22 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan Tes berupa soal pilihan berganda dan di analisa menggunakan uji Normalitas, uji homogenitas dan Uji-T. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil hipotesis yang di peroleh nilai sig (2-tailed) 0,000< 0,05. Oleh karena itu H0 ditolak dan H1 diterima, makasih dapat di simpulkan terdapat pengaruh model pembelajaran probing promting terhadap hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran pendidikan agama Islam di SMP Negeri 2 Siabu Kab. Mandailing Natal.
Konsep Ilmu Menurut Hamka dan Implikasinya Terhadap Kurikulum Pendidikan Islam Coil, Coil; Aprison, Wedra; Wati, Salmi; Husni, Arman
Indonesian Research Journal on Education Vol. 3 No. 1 (2023): irje 2023
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.858 KB) | DOI: 10.31004/irje.v3i1.228

Abstract

This research is motivated by the importance of the position of science in human life which is one of the basic human rights. Knowledge gained in the educational process is a primary need that must be obtained by every human being. With the knowledge it will increase the degree of human beings. Islam is very concerned about science, because with science humans can work and achieve. The purpose of this study was to find out Hamka's view of science and its implications for the Islamic education curriculum. This type of research is Library Research which is a descriptive research. The method used to analyze the data is Content analysis, which explores Hamka's view of the concept of science and its implications forthe Islamic education curriculum. After conducting an in-depth study, the results showed that the concept of science according to Hamka is the equivalent of knowledge that includes general science and religion, and to achieve this process science must be based on faith and then put it into practice. Science is not only to help humans earn a decent living, but more than that, with knowledge humans will be able to know their God, form their morals, and always seek the pleasure of Allah. The implication of the concept of Science on the Islamic education curriculum according to Hamka is that science must cover all sciences without separating general science and religious knowledge. According to Hamka, the educational materials contained in the Islamic education curriculum consist of at least: monotheism,interpretation, fiqh, hadith, nahwu, mantiq, bayan, history, philosophy, literature, arithmetic, earthscience, astronomy, body and soul science. human, social science, plant science, government science, archery skills, swimming, and horse riding, and others.
Program Tahfizd Qur’an untuk Menghasilkan Peserta Didik Penghafal Al-Qur’an Yang Berkarakter Serta Menguasai Ilmu Pengetahuan dan Pandai Membaca Al-Qura’an Dengan Benar di SMPN 3 Kinali Fauziah, Fauziah; Wati, Salmi; Siskaramayanti, Siskaramayanti
Indonesian Research Journal on Education Vol. 3 No. 1 (2023): irje 2023
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.905 KB) | DOI: 10.31004/irje.v3i1.374

Abstract

This research is motivated by a Tahfidz al-Qur'an program that has been carried out by a schooleducation at SMPN 3 Kinali, which is based on that reading the Koran is something that is mandatoryand must be done by every Muslim. without exception. However, there are still some students who are not fluent in reading the Koran correctly, so these students will be fostered in the process of reading the Koran correctly so that they can memorize the Koran easily through the iqra' program. And also with the tahfidz al-Qur'an program, students are not only good at reading but also have to practice what is in the contents of the al-Qur'an. Indeed, in reading the Koran in Arabic, we must also learn the meaning andunderstand the meaning of the verses of the Koran. So the research focused on a program implemented at SMPN 3 Kinali, namely the tahfidz Qur'an program, which is an excellent program that is carried out to produce students who memorize the Koran and shape the character of students, master science and be able to read al-Quran. -Quran properly. With the tahfidz Qur'an program, students will be coached on how to read the Koran correctly and how morals must be applied as memorizers of the Koran.
The Peranan Pendidikan Spiritual / Spitiyual Quotient (SQ) Dalam Pendidikan Islam Fitri, Siska Wahyuni; Wati, Salmi
Indonesian Research Journal on Education Vol. 3 No. 2 (2023): irje 2023
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v3i2.379

Abstract

Teacher Strategy, Guiding Learning, Broken HomeIn order to educate the nation's life, spiritual intelligence plays a very important role in the world of education because in fact in this life it is not only needed to be intellectually intelligent which is logical, realistic but also requires a spirit of spirit to be divine, that we are well aware that our life is controlling, regulating, and determining, namely Allah SWT, we must also realize that every achievement, and a great achievement because of his will, so that humans are only able to try and beg, pray to Allah SWT which in this case is the implementation of spiritual education in every individual who lives in this world. From the results of the study, there are several conclusions including that there is a very significant difference in conditions before the implementation of spiritual education and after the implementation of spiritual questions education with valid evidence that researchers find there is a change in attitude, namely after routinizing spiritual education both teachers and students become calmer at heart, honest attitude, discipline, increasing day by day. Although there are problems inhibiting the implementation of spiritual quotient education, especially at the beginning of the implementation, namely students are still difficult to manage and so theorder has not been realized properly, over time the solution to the implementation of the orderaccompanied by intensive teacher supervision so that over time children appear their awareness without coercion from anyone to carry out spiritual questions education.
Pengaruh Metode Drill terhadap Keaktifan Siswa Belajar Fiqih di Kelas VII Mtsn 1 Lima Puluh Kota Fauziah, Hafizatil; ilmi, Darul; Wati, Salmi; Deswalantri, Deswalantri
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh beberapa masalah yang penulis temukan di kelas VII MTsN 1 Lima Puluh Kota pada mata pelajaran fiqih. Di dalam proses pembelajaran terdapat kurangnya keaktifan belajar siswa. Proses pembelajaran yang bersifat monoton, kurangnya pemahaman siswa terhadap materi yang dipelajari, kurangnya keberanian siswa saat tampil didepan kelas, pembelajaran masih berpusat kepada guru. Guru menggunakan metode konvensional. yang menyebabkan peserta didik kurang aktif dalam pembelajaran. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode quasi eksperimen. Berlokasi di MTsN 1 Lima Puluh Kota. Adapun sampel pada penelitian ini berjumlah 64 siswa di kelas kontrol berjumlah 32 siswa dan dikelas eksperimen berjumlah 32 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan dokumentasi. Teknik analisis data dari uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan dari data penelitian diperoleh hasil uji hipotesis menggunakan independent sampel t test, maka hasilnya menunjukan signifikansi 0,000, diketahui jika sig (2-tailed = 0,000 < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat Pengaruh Metode Drill Terhadap Keaktifan Siswa Belajar Fiqih Di Mtsn 1 Lima Puluh Kota.
Pendidikan Keterampilan Dalam Al Qur’an Nelfia Nofitri; Wati, Salmi
Jurnal Ilmiah Al-Furqan: Al-qur'an Bahasa dan Seni Vol. 10 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Al-Furqan: Al-qur'an Bahasa dan Seni
Publisher : Institut Darul Quran Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69880/alfurqan.v10i2.63

Abstract

Abstrak Pendidikan pada hakikatnya merupakan usaha manusia untuk memanusiakan atau memulihkan kemanusian manusia itu sendiri. Sementara peran penting pendidikan dalam mempersiapkan generasi bangsa yang memiliki wawasan pengetahuan agama tinggi serta menguasai berbagai keahlian yang berkompeten. Pendidikan adalah suatu yang sangat esensial bagi manusia bisa belajar menghadapi berbagai fenomena kehidupan yang semakin kompleks. Meninjau pentingnya ilmu pengetahuan bagi kehidupan manusia agar tercipta tatanan kehidupan yang baik, Islam memberikan perhatian khusus terhadap perkembangan pendidikan bagi kelangsungan hidup manusia. Manusia adalah satu-satunya makhluk yang menerima amanah Allah untuk menjadi khalifah di muka bumi. Ia telah diciptakan dengan sebaik-baik bentuk dan kejadian. Manusia juga dibekali dengan bermacam-macam potensi untuk dapat mengolah alam sesuai dengan amanah Allah. Sumber daya alam yang disediakan Allah, umumnya mentah. Manusia harus berfikir dan bekerja keras memanfaatkan dan mengolah alam menjadi siap pakai. Untuk itu dibutuhkan proses pembelajaran yang bertujuan mengembangkan potensi diri peserta didik untuk memiliki kekuatan spritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara. Sehingga tercipta peserta didik yang mampu mengembangkan potensi dirinya, baik jasmani maupun rohani untuk cakap melaksanakan tugas, dan profesional dalam bidangnya, berfikir sistematis, punya kreasi yang tinggi untuk kehidupan yang lebih sempurna.