Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

PROBLEMATIKA PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI UNIVERSITAS MERANGIN Bransika, Dien Muhammad Ismal; Iswantir, Iswantir; Wati, Salmi; Husni, Arman; Zakir, Supratman
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v5i2.6213

Abstract

Islamic Religious Education (PAI) in Public Universities (PTU) has a strategic role in shaping the character of students who are moderate, religious, and moral. However, in practice, the implementation of PAI still faces various challenges that cause discrepancies between the ideal curriculum and factual implementation in the field. This study aims to examine the curriculum structure, integration of religious moderation values, challenges in developing teaching materials, and the perceptions of lecturers and students regarding the effectiveness of PAI learning at Merangin University. The method used is a qualitative approach with case studies, through observation, in-depth interviews, and documentation. The results of the study show that although the curriculum has referred to PMA No. 33 of 2021, its implementation is still textual, rigid, and has minimal contextualization. The learning method is dominated by lectures, teaching materials tend to be normative, and have not been effectively integrated with other disciplines. The Islamization of knowledge and the value of moderation have not been fully internalized in the learning process. Lecturers face pedagogical limitations, and students lack critical and creative space. This study recommends strengthening lecturer competencies, developing contextual teaching materials, and integrating Islamic values ??with contemporary science as strategies for renewing Islamic Religious Education at PTU. ABSTRAKPendidikan Agama Islam (PAI) di Perguruan Tinggi Umum (PTU) memiliki peran strategis dalam membentuk karakter mahasiswa yang moderat, religius, dan berakhlak. Namun dalam praktiknya, pelaksanaan PAI masih menghadapi berbagai tantangan yang menyebabkan terjadinya diskrepansi antara kurikulum ideal dan implementasi faktual di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji struktur kurikulum, integrasi nilai-nilai moderasi beragama, tantangan pengembangan bahan ajar, serta persepsi dosen dan mahasiswa terhadap efektivitas pembelajaran PAI di Universitas Merangin. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus, melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun kurikulum telah merujuk pada PMA No. 33 Tahun 2021, implementasinya masih bersifat tekstual, kaku, dan minim kontekstualisasi. Metode pembelajaran didominasi ceramah, bahan ajar cenderung normatif, serta belum terintegrasi dengan disiplin ilmu lain secara efektif. Islamisasi pengetahuan dan nilai moderasi belum diinternalisasi secara utuh dalam proses pembelajaran. Dosen menghadapi keterbatasan pedagogik, dan mahasiswa kurang mendapat ruang kritis dan kreatif. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kompetensi dosen, pengembangan bahan ajar kontekstual, serta integrasi nilai keislaman dengan keilmuan kontemporer sebagai strategi pembaruan PAI di PTU.
Pengaruh Kompetensi Kepribadian Guru Akidah Akhlak, Budaya Religius terhadap Kecerdasan Spiritual Siswa di MAN 2 Agam Kecamatan Tilatang Kamang Lathifa, Nurrahmi; M, Iswantir; Wati, Salmi; Charles, Charles
Instructional Development Journal Vol 7, No 2 (2024): IDJ
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/idj.v7i2.32079

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah: Untuk menganalisis pengaruh kompetensi kepribadian guru Akidah Akhlak terhadap kecerdasan spiritual siswa di MAN 2 Agam, Untuk menganalisis pengaruh budaya religious terhadap kecerdasan spiritual siswa di MAN 2 Agam, Untuk menganalisis signifikan Pengaruh kompetensi kepribadian guru Akidah Akhlak dan budaya religious terhadap kecerdasan spiritual siswa di MAN 2 Agam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan sumber data siswa di MAN 2 Agam Kecamatan Tilatang Kamang dengan Jumlah responden 181 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan analisis data menggunakan Regresi Linear Berganda. Penelitian menyimpulkan bahwa: Hasil pengujian B (koefisien) sebesar 0,124 dan uji “t” pada hipotesis I sebesar 2.749 ini berarti thitung > ttabel sebesar (2.749 > 1.973) dan signifikansi t lebih kecil dari 0,05 (0.007 < 0,05 ) maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh Kompetensi Kepribadian Guru Akidah Akhlak (X1) berpengaruh signifkan terhadap Kecerdasan Spiritual Siswa (Y) MAN 2 Agam Kecamatan Tilatang Kamang, hipotesis II pengujian nilai B sebesar 0,556 pengujian uji “t” (6.911 > 1.973) dan signifikansi (0,000 < 0,05) maka Budaya Religius (X2) berpengaruh terhadap Kecerdasan Spiritual siswa (Y) MAN 2 Agam Kecamatan Tilatang Kamang, dan Hipotesis III hasil Uji R adjusted Square sebesar 0, 431 menunjukkan bahwa terdapat pengaruh secara Bersama-sama Kompetensi Kepribadian Guru Akidah Akhlak (X1) dan Budaya Religius (X2) terhadap Kecerdasan Spiritual Siswa (Y) di MAN 2 Agam Kecamatan Tilatang Kamang dengan presentase 43% sedangkan 57% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian.
SISTEM PENDIDIKAN PESANTREN MODERN STUDI KASUS PENDIDIKAN PESANTREN DI PONDOK PESANTREN SUMATERA THAWALIB PARABEK Yuliani , Wulantika; Wati, Salmi; Bisdawati, Bisdawati
JURNAL PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Vol. 2 No. 1 (2024): Januari
Publisher : CV. ADIBA AISHA AMIRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Education as an effort to improve the quality of human life, both physical and spiritual, individual and social, must be based on a planned system and followed by the implementation of an appropriate and correct curriculum. This is intended to achieve the desired educational goals and is in line with current developments. Therefore, the success of the educational process is very dependent on the curriculum used, although this does not deny the importance of the role of other educational aspects.Considering that the role of the curriculum in an education system is so vital, every educational institution must be able to implement and systematize a form of curriculum that is considered capable of leading to ideal educational conditions. Conditions that describe the essence of the aim of education in forming individuals who are intellectually capable, skilled and moral and able to demonstrate their existence as an educational institution that is able to survive in every development of the times without having to give up its original identity. as an educational institution that consistently maintains old traditions.
STRATEGI GURU AKIDAH AKHLAK DALAM MENGATASI KECANDUAN SISWA BERMAIN GAME ONLINE HIGGS DOMINO ISLAND DI MTSN 9 AGAM Febrianto, Romi; Husni, Arman; Wati, Salmi; Aprison, Wedra
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 1 (2024): Volume 7 No 1 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i1.24954

Abstract

Adapun yang memotivasi penulis melakukan penelitin ini dilatar belakangi oleh kondisi siswa yang krisis terhadap kecanduan bermain game Higgs Domino Island, sehingga dari kecanduan tersebut mempengaruhi adab, tingkah laku serta perilaku siswa yang tidak sesuai dengan ajaran agama Islam/ maka diperlukan sebuah strategi untuk mengatasi krisis tersebut agar siswa tidak terjerumus kepada hal-hal yang berdampak negatif dari kecanduan game tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : apa saja faktor-faktor penyebab siswa kecanduan bermain game Higgs Domino Island dan bagaimana strategi guru Akidah Akhlak dalam mengatasi kecanduan siswa dalam bermain game Higgs Domino Island di MTsN 9 Agam. Penelitian ini menggunakan pendekatan jenis penelitian kualitatif. Data dikumpulkan melalui metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Data yang diperoleh disusun dengan memilih dan menyederhanakan data. Selanjutnya dilakukan penyajian data untuk dapat ditarik kesimpulannya. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa strategi yang di pakai oleh guru Akidah Akhlak dalam mengatasi kecanduan siswa bermain game Higgs Domino Island menggunakan strategi secara langsung diantaranya pendekatan personal, pembiasaan, memberikan keteladanan, serta ajakan atau anjuran. Dan strategi secara tidak langsung seperti pengawasan, bekerja sama denga orang tua, dan juga memberikan hukuman dan sanksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab serta dampak negatif dari kecanduan siswa bermain game Higgs Domino Island dan untuk mengetahui strategi dan upaya Guru akidah Akhlak dalam mengatasi kecanduan siswa bermain game Higgs Domino Island. Faktor penyebab kecanduan siswa bermain game Higgs Domino Island disebabkan dari faktor internal dan eskternal, dampak negatif yang ditimbulkan dari game Higgs Domino Island menyebabkan siswa suka berkata kotor,kasar, suka emosi, menghabiskan uang dan waktu, menurunkan samangat dan minat belajar, dan perilaku perjudian online. Faktor penghambat yang menjadi kendala strtegi guru akidah akhlak dalam mengatsi kecanduan siswa bermain game Higgs Domino Island yaitu kurangnya kesadaran siswa, tidak mendengarkan perkataan gur dan orang tua, kurangnya ketelibatan orang tua, dan kerja sama antar sesama guru di sekolah.
Integrating Ecopedagogy into the Islamic Religious Education Curriculum to Foster Ecological Awareness Wati, Salmi; Eliwatis; Kuriaya, Kunalan; Akhyar, Muaddyl
Dirasah : Jurnal Studi Ilmu dan Manajemen Pendidikan Islam Vol. 8 No. 2 (2025): DIRASAH
Publisher : Institut Agama Islam (IAI) Faqih Asy'ari Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Environmental degradation and climate change pose serious global challenges that demand educational responses, including in religious education. This study examines the integration of ecological awareness into the Islamic Religious Education (PAI) curriculum through an ecopedagogical approach rooted in Islamic values. Utilizing a literature review method, the study reveals that the current PAI curriculum remains focused on theological aspects, ritual worship, and moral development, while the ecological dimension embodied in Islamic teachings such as the concepts of khalifah fil ard (humans as stewards of the Earth) and fiqh al-bi’ah (environmental ethics) has not been comprehensively accommodated. The analysis indicates a substantial gap between Islamic teachings emphasizing environmental preservation and their implementation at the educational level, resulting in low levels of ecological awareness and concern among students. As a constructive alternative, the development of a more integrative and transformative PAI curriculum incorporating ecopedagogical principles based on Islamic values is proposed. Through this approach, students are expected not only to be religious in a ritual sense but also to develop a high level of ecological consciousness and to internalize social and spiritual responsibilities in preserving the environment. The novelty of this study lies in the formulation of a PAI curriculum model grounded in ecopedagogy that integrates Islamic spirituality with environmental sustainability principles, thus offering practical contributions to character education enhancement and the development of ecological awareness among young Muslim generations. The research findings imply the need for policy reforms and curriculum redesign to ensure Islamic education actively contributes to shaping environmentally responsible future generations.
Emotional Intelligence, Spiritual Intelligence, and Academic Achievement in Islamic Religious Education: An Ex Post Facto Study at SMP Negeri 3 Bukittinggi Febrianda, Febi; Wati, Salmi
DAYAH: Journal of Islamic Education Vol. 9 No. 2 (2026): DAYAH: Journal of Islamic Education
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Aceh, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jie.v9i2.34090

Abstract

This study examined the associations between emotional intelligence, spiritual intelligence, and students’ academic achievement in Islamic Religious Education at SMP Negeri 3 Bukittinggi. A quantitative, nonexperimental approach with an ex post facto design was employed. The population consisted of 510 students in Grades VII, VIII, and IX, from whom 224 respondents were selected through proportional random sampling. Emotional intelligence and spiritual intelligence were measured using two self-report questionnaires, each consisting of 25 items rated on a five-point Likert scale. Academic achievement data were obtained from students’ documented Islamic Religious Education scores. The emotional intelligence scale produced a Cronbach’s alpha coefficient of 0.892, while the spiritual intelligence scale produced a coefficient of 0.967. Data were analyzed using descriptive statistics, bivariate correlation analysis, and multiple linear regression with IBM SPSS Statistics version 25. Emotional intelligence was positively associated with academic achievement, r=0.335, r2=0.112, p<.001. Spiritual intelligence was also positively associated with academic achievement, r=0.339, r2=0.115, p<.001. When considered jointly, the two predictors were significantly associated with academic achievement, R=0.502, R2=0.252, F(2,221)=37.26, p<.001. The findings indicate that emotional and spiritual intelligence are relevant to students’ academic performance, although most of the variation in achievement remained associated with factors outside the model.