Claim Missing Document
Check
Articles

POLA RITME RAPA’I HAJAT DI SANGGAR RAPA’I TUHA DESA LAMREUNG ACEH BESAR Reza Fahlevi; Rida Safuan Selian; Aida Fitri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 3, No 2 (2018): MEI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.93 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berjudul “Pola Ritme Rapa’i Hajat di sanggar Rapa’i Tuha desa Lamreung Aceh Besar. Mengangkat masalah tentang bagaimana pola ritme rapa’i pada rapa’i hajat di sanggar Rapa’i Tuha desa Lamreung Aceh Besar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola ritme rapa’i hajat di sanggar Rapa’i Tuha desa Lamreung Aceh Besar. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah Sulaiman sebagai syeh dan pemain Rapa’i. Sedangkan yang menjadi objek dalam penelitian ini adalah pola-pola ritme rapa’i hajat. Teknik pengolahan dan analisis data dengan mereduksi data, display data dan verifikasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa untuk penulisan pola ritme rapa’i sampai saat ini belum memiliki notasi ritme baku yang dapat dijadikan pedoman dalam menentukan cara penulisan pola ritme atau pola pukulan dalam memainkan rapa’i dalam bentuk notasi. Para pemain rapa’i telah mengikuti notasi-notasi yang telah dibuat oleh penulis dalam memainkan rapa’i hajat. Oleh karena penulis masih mengikuti standar penulisan pola ritme pada umumnya serta dalam penentuan simbol ritme rapa’i peneliti akan menggunakan simbol-simbol yang peneliti ketahui. Pola irama rapa’i hajat ini berbeda dengan rapa’i lain pada umumnya, karena pola irama rapa’i yang digunakan oleh pemain rapa’i hanya menggunakan pukulan rapa’i sa, dua, dan rapa’i lhee. Kata Kunci: pola ritme, rapa’i hajat.
MECANANG GUNG PADA PESTA PERNIKAHAN SUKU KLUET KECAMATAN KLUET TENGAH KABUPATEN ACEH SELATAN Jalil Irfandi; Ismawan Ismawan; Aida Fitri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 1, No 1 (2016): FEBRUARI 2016
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.703 KB)

Abstract

                                                                        ABSTRAK Penelitian ini berjudul “Mecanang Gung pada Pesta Pernikahan Suku Kluet Kecamatan Kluet Tengah”. Penelitian ini mengangkat masalah tentang Penyajian Mecanang Gung pada Pesta Pernikahan Suku Kluet Kecamatan Kluet Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penyajian mecanang gung pada pesta pernikahan. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Kluet Tengah. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan mereduksi, menyajikan data, dan verifikasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan penyajian mecanang gung pada pesta pernikahan suku Kluet Kecamatan Kluet Tengah melalui beberapa langkah yaitu dengan mengunjungi pesta pernikahan, mendokumentasikan data, mengamati penyajian mecanang gung yang terdiri dari pemusik, alat musik, kostum, waktu dan tempat pertunjukan serta ritme mecanang gung pada pesta pernikahan suku Kluet Kecamatan Kluet Tengah. Acara persandingan pengantin laki-laki dengan perempuan dilakukan pada siang hari di rumah pengantin laki-laki sedangkan di rumah pengantin perempuan dilakukan pada malam hari. Pertunjukan mecanang gung pada pesta pernikahan yang dilakukan di belakang rumah atau di dapur, dilaksanakan setelah mato sepat dan pada saat mangan dalung. Pelaksanaan mecanang gung pada saat mangan dalung adalah pada malam hari yang biasanya dimulai dari pukul 22.00WIB. sampai dengan selesai. Penyebutan pola permainan mecanang gung pada pesta pernikahan suku Kluet yaitu tekah, slalu dan gung sedangkan penulisan terhadap pola tersebut menggunakan simbol ₸ untuk Tekah, $ untuk Slalu dan β untuk Indung. Kata Kunci: Penyajian, Mecanang Gung, Pesta Pernikahan, Suku Kluet
PENYAJIAN MUSIK IRINGAN TARI LIKOK PULO DI PULAU ACEH KABUPATEN ACEH BESAR Ridha Faluthia Fahlafi; Taat Kurnita; Aida Fitri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 1, No 4 (2016): NOVEMBER
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.31 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berjudul “Penyajian Musik iringan tari Likok Pulo di pulau Aceh kabupaten Aceh Besar” mengangkat masalah bagaimanakah penyajian  musik iringan tari Likok Pulo di pulau Aceh Kabupaten Aceh Besar. Tujuan penelitian ini yaitu, untuk mendeskripsikan penyajian  musik iringan tari Likok Pulo di pulau Aceh Kabupaten Aceh Besar. Pendekatan dan jenis penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini yaitu terdiri dari syah dan pemain rapai dan objeknya yaitu musik iringan tari Likok Pulo. Teknik pegumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian terkait dengan penyajian musik iringan tari Likok Pulo memiliki unsur-unsur yaitu:.pemusik terdiri dari tiga orang yaitu syeh dan dua orang pemukul rapa’i.  Busana yang dikenakan oleh pemusik iringan tari Likok Pulo yaitu baju tradisional Aceh, celana hitam dan songket merah. Syair pada musik iringan tari Likok Pulo memiliki 13 syair yang pada hakikatnya menceritakan tentang kisah dan nasihat. Alat musik yang musik iringan tari Likok Pulo yaitu mengunakan Rapai. Pola ritme pada musik iringan tari Likok Pulo memiliki variasi pada setiap bagian. Tempo pada musik iringan tari Likok Pulo pada setiap bagian dimulai dengan tempo sedang dan berakhir dengan tempo cepat. Panggung pada penyajian musik iringan tari Likok Pulo mengikuti tata penyajian tari jika pada tata penyajian biasa mengunakan pangung arena dan pada tatat penyajian tunang biasanya ditampilkan di lapangan terbuka.Kata Kunci: penyajian musik iringan, tari Likok Pulo.i
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP IMPLEMENTASI ADAT SEUMANOE PUCOK DI MASYARAKAT MEUKEK ACEH SELATAN Okta Viola; Tengku Hartati; Aida Fitri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 3, No 3 (2018): AGUSTUS
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian yang berjudul “Persepsi Masyarakat Terhadap Implementasi Adat Seumanoe Pucok di Masyarakat Meukek Aceh Selatan”. Adapun yang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana persepsi masyarakat Kecamatan Meukek terhadap implementasi adat Seumanoe Pucok dan makna yang terkandung dalam unsur-unsur penyajian Seumanoe Pucok. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi masyarakat Kecamatan Meukek terhadap implementasi adat Seumanoe Pucok dan makna yang terkandung dalam unsur-unsur penyajian Seumanoe Pucok. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah tokoh masyarakat, tuha peut serta seniman. Objek dalam penelitian ini adalah implementasi adat Seumanoe Pucok di masyarakat Meukek Aceh Selatan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik kuesioner (angket), wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan data reduction (reduksi data), data display (penyajian data), conclusion drawing/verification (penarikan kesimpulan), dan menggunakan rumus skala likert. Hasil analisis data dari hasil persentase jawaban angket menunjukan bahwa 98% pelaksanaan adat di Kecamatan Meukek sudah berjalan dengan baik, Seumanoe Pucok bukanlah termasuk salah satu adat melainkan resam dalam acara perkawinan maupun sunat rasul, dan Seumanoe Pucok memiliki makna perbuatan terakhir yang dilakukan oleh kedua orang tua kepada anaknya dan juga memiliki makna  pensucian, adapun makna yang terkandung dalam unsur-unsur penyajiannya ada 4 yaitu memayungi, syair, peusijuk dan siraman terakhir.Kata kunci: persepsi, implementasi, adat, Seumanoe Pucok
KAJIAN KOREOGRAFI TARI CANGKLAK DI SANGGAR RAMPOE KOTA BANDA ACEH Aida Humaira; Taat Kurnita; Aida Fitri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 2, No 2 (2017): MEI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.259 KB)

Abstract

ABSTRAK             Penelitian ini mengangkat masalah bagaimana Koreografi Tari Cangklak di Sanggar Rampoe Kota Banda Aceh. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan Koreografi Tari Cangklak di Sanggar Rampoe Kota Banda Aceh. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian ini adalah koreografer sanggar Rampoe, ketua sanggar Rampoe, penari dan pemusik sanggar Rampoe. Objek dalam penelitian ini adalah tari Cangklak. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa koreografi tari Cangklak termasuk ke dalam tari kreasi yang berpola tradisi. Indikator dari koreografi tari Cangklak ini adalah menentukan tema, eksplorasi dan improvisasi gerak, komposisi dan evaluasi gerak, menentukan musik pengiring tari dan merancang tata busana dan tata rias tari. Tema tari Cangklak ini diambil dari bahasa Aceh yang artinya centil. Eksplorasi atau penjelajahan gerak dilakukan dengan melihat kebiasaan sehari-hari wanita Aceh yang dikaitkan dengan beberapa properti yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari oleh seorang wanita, seperti payung, kipas, gelang kaki dan sapu tangan serta improvisasi gerak dilakukan secara spontan dan gerak yang belum biasa dilakukan oleh wanita dalam penggunaan properti tersebut. Setelah eksplorasi dan improvisasi gerak dilakukan, maka gerak yang telah didapatkan akan dievaluasi jika ada gerak yang dirasa tidak nyaman akan diganti atau dibuang jika dirasa gerakan tersebut tidak cocok. Tata busana yang dikenakan telah disesuaikan dengan tema tarian oleh koreografer tari yaitu memakai pakaian Aceh serta dilengkapi dengan berbagai accesoris yang menunjang tari agar sesuai dengan tema. Tata rias yang digunakan adala tata rias cantik sesuai dengan tema penggambaran pesona wanita Aceh.Kata Kunci: koreografi, tari Cangklak
PEMBELAJARAN TARI TRADISIONAL ACEH PADA SANGGAR DI KOTA BANDA ACEH Intan Intan; Taat Kurnita; Aida Fitri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 3, No 2 (2018): MEI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.93 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berjudul “Pembelajaran Tari Tradisional Aceh Pada Sanggar di Kota Banda Aceh”. Adapun yang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah pembelajaran tari tradisional Aceh pada sanggar di Kota Banda Aceh, dan kendala-kendala apa saja yang dialami dalam pembelajaran tari tradisional Aceh pada sanggar di Kota Banda Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran tari tradisional Aceh pada sanggar di Kota Banda Aceh, dan untuk mendeskripsikan kendala-kendala yang dialami dalam pembelajaran tari tradisional Aceh pada sanggar di Kota Banda Aceh. Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Lokasi yang digunakan yaitu lima sanggar yang ada di Kota Banda Aceh. Subjek dalam penelitian ini adalah sanggar yang mengikuti pembelajaran tari tradisional Aceh yaitu sanggar Budaya Aceh Nusantara, sanggar Geunta Nanggroe, sanggar Putroe Phang, sanggar Radat, dan sanggar Seulaweut. Objek penelitian dalam penelitian ini yaitu pembelajaran tari tradisional Aceh. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran tari tradisional Aceh pada sanggar di Kota Banda Aceh sudah berjalan dengan baik. Walaupun diantaranya masih ada sanggar yang belum menggunakan komponen pembelajaran dengan sepenuhnya. Namun, dengan adanya usaha pelatih dalam meningkatkan kemampuan penari, maka kelima sanggar ini menerapkan beberapa tahapan kegiatan pembelajaran diantaranya dengan melakukan (1) kegiatan pra instruksional, (2) kegiatan instruksional, serta (3) kegiatan evaluasi/tindak lanjut. Pembelajaran tari tradisional Aceh ini juga terdapat kendala. Adapun kendala yang dialami ketika pembelajaran yaitu dari faktor (1) pelatih, (2) penari, dan (3) tempat. Kata Kunci: pembelajaran, tari tradisional Aceh  
KEGIATAN EKSTRAKURIKULER TARI TRADISIONAL MEUSAREE-SAREE DI SDIT AL-FITYAN LAMPEUNEURUT ACEH BESAR Dawati Amalia Hadi; Tri Supadmi; Aida Fitri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 3, No 1 (2018): FEBRUARI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.93 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian yang berjudul “Kegiatan Ekstrakurikuler Tari Tradisional Meusaree-saree di SDIT AL-Fityan Lampeuneurut Aceh Besar” ini mengangkat masalah bagaimana pembelajaran tari tradisional Meusaree-saree pada kegiatan ekstrakurikuler. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran tari tradisional Meusaree-saree pada kegiatan ekstrakurikuler di SDIT AL-Fityan Lampeuneurut Aceh Besar. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah pelatih, siswa dan guru, objek penelitian ini adalah tari Tradisional Meusaree-saree. Teknik Pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler Tari Tradisional Meusaree-saree dilaksanakan empat kali pertemuan, setiap pertemuan memiliki 3 tahapan yaitu kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan penutup. Kegiatan pembelajaran tari tradisional Meusaree-saree di ikuti oleh kelas 4 dan kelas 5 yang dengan jumlah 8 orang penari perempuan yang dilaksanakan secara langsung di ruang aula sekolah. Properti yang digunakan dalam menari yaitu tali jaring untuk menangkap ikan. Adapun metode yang diajarkan pada pembelajaran kegiatan ekstrakurikuler tari tradisional adalah metode demonstrasi. Guru juga menerapkan metode pemberian tugas berupa latihan secara individu agar pembelajaran kegiatan ekstrakurikuler tercapai. Evaluasi yang digunakan dalam pembelajaran Kegiatan Tari Tradisional Meusaree-saree yaitu evaluasi secara pengulangan setiap pertemuan agar siswa dapat mengingat pembelajaran yang sudah diajarkan. Kata Kunci: pembelajaran, ekstrakurikuler, tari Meusaree-saree
Prevalence and Risk Factors of Iron Deficiency Anemia among Postpartum Women Darmawati Darmawati; Syahbandi Syahbandi; Aida Fitri; Masyithah Audina
Journal of Nursing Care Vol 3, No 3 (2020): Journal of Nursing Care
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnc.v3i3.27463

Abstract

One of the problems that contributes to the highest number of maternal mortality and morbidity is postpartum anemia. It is estimated that 50–80% of women experience anemia within 48 hours after giving birth. Globally, the commonest cause of anemia is iron deficiency. In Aceh, study on anemia in the postpartum period is still rare and requires to get more attention. This study aims to identify the prevalence of anemia among postpartum women and the associated risk factors that influence the incidence of postpartum iron deficiency anemia. This study is a quantitative study with a cross-sectional study design conducted at dr. Zainoel Abidin Hospital. Participants in this study were recruited using a non-probability sampling method and obtained 102 participants. Data were analyzed using chi-square tests with a confidence level of 95%. This study showed that 49.0% of the postpartum women had mild anemia, 10.8% of them had moderate anemia, and another 40.2% do not have anemia. It is found that there is a significant relationship between obstetric factors (type of labor, delivery complications) with anemia among anemia postpartum mothers ( .014 and .047 respectively).
Perbandingan Respon Glikemik akibat Pemberian Nasi Putih Organik dan Nasi Putih Nonorganik pada Mahasiswa dengan Overweight Aida Fitri; Marisa Marisa; Wilda Mahdani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Medisia Vol 2, No 3: Agustus 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Medisia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (19.213 KB)

Abstract

Respon glikemik merupakan kondisi fisiologis pada kadar glukosa selama periode tertentu setelah seseorang mengonsumsi suatu pangan. Setiap pangan yang mengandung karbohidrat mempunyai respon glikemik yang berbeda-beda. Pangan yang dapat menaikkan kadar glukosa darah dengan cepat memiliki indeks glikemik yang tinggi, salah satunya adalah nasi putih. Overweight adalah hasil dari ketidakseimbangan energi dimana terlalu banyak kalori yang dimakan dibandingkan energi yang digunakan oleh tubuh untuk melakukan aktivitas fisik. Orang overweight cenderung mudah terkena penyakit-penyakit metabolisme seperti diabetes mellitus. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbandingan respon glikemik akibat pemberian nasi putih organik dan nasi putih nonorganik pada mahasiswa yang overweight. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan desain cross-over acak pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala. Sampel berjumlah 30 orang yang masing-masing mendapatkan 2 perlakuan yang sama yaitu mendapatkan nasi putih organik dan nasi putih nonorganik. Data dikumpulkan dengan menggunakan wawancara, pengukuran antropometri dan respon glikemik yang diambil dari sampel darah kapiler. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji t dependent. Hasil penelitian ini,  respon glikemik pada pemberian nasi putih organik lebih rendah secara bermakna (p = 0,013) dibandingkan dengan respon glikemik pada pemberian nasi putih nonorganik pada mahasiswa yang overweight. Kesimpulan mengkonsumsi nasi putih organik memperlihatkan respon glikemik lebih rendah, menunda rasa lapar dan mempertahankan rasa kenyang lebih lama dibandingkan nasi putih nonorganik.Glycemic response is a physiological condition in glucose levels during a certain period after a person consumes food. Every food which contains carbohydrates has a different glycemic response. The food that can raise blood glucose levels rapidly have a high glycemic index, one of them is white rice. Overweight is a result of inequity energy which caused by calories that have been consumed is larger than the used of energy by the body to do the physical activity. Overweight people are prone to metabolic diseases such as diabetes mellitus. This study is aimed to compare the glycemic response to the consequence of consuming organic white rice and non-organic white rice on overweight students. This study is an experimental study with a randomized cross-over design to the students of Faculty Medicine, University of Syiah Kuala. The samples were 30 people and each of them gets two of equal treatment to consume organic white rice and non-organic white rice. The data was collected using interviews, anthropometric measurements, and glycemic response drawn from capillary blood sample. The data were analyzed using t-test dependent. The results of this study is the glycemic response to the consumption of organic white rice was significantly lower (p = 0.013) compared to the glycemic response of  the consumption non-organic white rice on overweight students. Conclution in this study is the consume of organic white rice showed the lower glycemic response, postponted hunger feeling and maintained the satiety longer than non-organic white rice
SYNTHESIS OF RUTILE TIO2 NANOPARTICLES BY CO-PRECIPITATION METHOD Nazaruddin Nasution; Aida Fitri
FISITEK: Jurnal Ilmu Fisika dan Teknologi Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.168 KB) | DOI: 10.30821/fisitek.v2i2.1808

Abstract

Abstract. The objective of this research is to produce rutile TiO2 nanoparticles by co-precipitation method and to determine its characterization using Scanning Electron Microscopy (SEM), Energy Dispersive X-ray Spectroscopy (EDS), X-ray Diffractometry (XRD), and Particle Size Analysis (PSA) methods. Synthesis of rutile TiO2 nanoparticles by co-precipitation method in this study was initiated by mixing 15% TiCl3 solution into distilled water while stirring at constant speed for some time. Then, pH is adjusted to 11-13 by dripping ammonia (NH4OH) solution while continuing to stir. The precipitate (white gel) is then dried in the oven and crushed to produce TiO2 powder. The morphology of the TiO2 particles obtained is spherical and tends to agglomerate. The average particle size of TiO2 produced is 192.2 nm. The EDS results show that the percentage of Ti mass in TiO2 particles is 59.52%. Based on XRD analysis, there are two phases formed namely anatase and rutile with a tetragonal crystal system.Keywords: Co-precipitation method, nanoparticles, and rutile.
Co-Authors Agung Prastya Ahmad Syai Aisyatur Radhiah Alfi Syahrin, Alfi Alif Restu Aristi Almaycano Ginting Annisa Rahmania Farcha Ari Palawi Aris Munandar Asnita Sinaga Bastian Lubis Budi Safatul Anam Bukhari Bukhari Chairil Amin Batubara Chairiya, Dewi Fortuna Cut Amarlia Cut Hidayani Cut Masyitah Cut Zuriana Darmawati Darmawati Darmawati Dawati Amalia Hadi Devi Artanti Diana Febrita Dinda Rhesti Gandhis Disha, Safira Elka Halifah Erniana Mentari Fani Sartika FAUZI Fauzi Fauzi Fithria Fitri Handayani Fitriyati Nurmah Yuni Ghufron Andika Harbiyah G Harbiyah Gani Harvan Juliawan Heni Tiurmaida Hikma Afnia Sara Humaira, Aida Imran Saputra Surbakti Intan Intan Intan Safiah irma Liana Ismawan Ismawan Jalil Irfandi Kamelia Sinaga Khairun Nisa Latifa Islami Anuar Lindawati Lindawati Lula Amalia Mariatul Kiftia Marisa Marisa Masyithah Audina Mellya Safitri MIFTAHUL JANNAH Mimiasri Mimiasri Mira Rizkia Mira Rizkia Mislinawati Mislinawati Muhammad Husin Muhammad Jaka Wiratama Nara Pristiwa Nazaruddin Nasution Nelva Puspita Ninda Fazlina Novita Hidayani Novysa Basri Novysa Basri Nurmalis Nurmalis Nurmasyitah Nurmasyitah Nurul Fitriah Okta Viola Panji Gunawan Rahmah Hayati Rati Eva Zulaiha Reny Fharina Retno Setyaningrum Reza Arismunandar Reza Fahlevi Rida Safuan Selian Ridha Faluthia Fahlafi Rika Melisa Rina Syafriana Riski Prastiya Rizki Rahmad Rudy Juli Saputra S.Pd. M Kes I Ketut Sudiana . Sakdiyah Sakdiyah Siti Nurhaliza Suci Fitriani Surbakti, Khairul Putra Surya Fatma Susi Triani Syahbandi Syahbandi Syahbandi Syahral Helfiva Syahral Helfiva Syaifulllah Syaifullah Syifa Az-zahra Syifa Azzahra Taat Kurnita Tara Zulia Putri Tengku Hartati Thasrif Murhadi Tri Ngudi Wiyatno Tri Supadmi Triana, Hetti Waluati Ulsa Osama Umul Aiman Wilda Mahdani Wirna Pudespa Yasmin Afrilla Utami Yufni Faisol Zharifah Munawarah Munawarah