Claim Missing Document
Check
Articles

EKSISTENSI TARI LIKOK PULO DI PULAU ACEH KABUPATEN ACEH BESAR (TAHUN 2005-2015) Panji Gunawan; Ahmad Syai; Aida Fitri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 1, No 4 (2016): NOVEMBER
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.239 KB)

Abstract

ABSTRAK             Penelitian ini berjudul Eksistensi Tari Likok Pulo di Pulau Aceh Kabupaten Aceh Besar (Tahun 2005-2015) rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana eksitensi tari Likok Pulo di Pulau Aceh Kabupaten Aceh Besar Tahun (2005-2015) Tujuan  penelitian ini adalah mendeskripsikan Eksistensi Tari Likok Pulo di Pulau Aceh Kabupaten Aceh Besar (Tahun 2005-2015). Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Jenis penelitian ini adalah penelitian Deskriptif. Sumber data yang diperoleh dari Syeh tari tradisional Likok Pulo, masyarakat di Pulau Aceh, dan para penari Likok Pulo. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tari tradisional Likok Pulo merupakan salah satu kesenian tradisional Aceh yang berasal dari Pulau Aceh. Tarian tradisional Likok Pulo ini sudah tidak eksis lagi di kalangan masyarakat luas tapi masih tetap digemari oleh masyarakat pulau aceh tersebut Seniman yang ada di pulau aceh ini sangat prihatin dengan kondisi yang terjadi di masyarakat,bahwa pemerintah masih kurang peduli terhadap keberadaan tarian ini, hasilnya banyak masyarakat yang kurang berminat dan mulai meninggalkan tarian tradisional tersebut. Di kalangan pemuda dan pemudi daerah itu sendiri juga tidak banyak yang melestarikan adat dan istiadat tersebut, dikarenakan oleh alasan tertentu seperti, harus pergi ke sekolah, bekerja, dan malu untuk menarikan tarian tradisional, dikarenakan yang menari itu mayoritasnya adalah wanita.Kata kunci: eksistensi, tari Likok Pulo, masyarakat, kesenian.
PEMBELAJARAN ALAT MUSIK GORDANG SAMBILAN DENGAN MENGGUNAKAN MODEL TEAMS GAMES TOURNAMENT PADA MATERI MUSIK TRADISIONAL NUSANTARA DI MTsN RUKOH Harvan Juliawan; Taat Kurnita; Aida Fitri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 1, No 1 (2016): FEBRUARI 2016
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.692 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berjudul “Pembelajaran Alat Musik Gordang Sambilan dengan Menggunakan Model Teams Games Tournament pada Materi Musik Tradisional Nusantara di MTsn Rukoh” mengangkat masalah bagaimana proses pembelajaran dan hasil belajar yang menggunakan model TGT dengan yang tidak menggunakan model TGT. Penelitian ini bertujuan untuk proses dan hasil belajar pada kelas kontrol dan kelas eksperiment. Sumber data dalam penelitian ini adalah guru bidang studi seni budaya dan siswa di Mtsn Rukoh. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara serta dokumentasi. Hasil penelitian adalah 
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR TARI TRADISIONAL GUEL DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO-VISUAL DAN TANPA AUDIO-VISUAL DI SMP N 1 DARUSSALAM Susi Triani; Aida Fitri; Lindawati Lindawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 3, No 2 (2018): MEI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.93 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul Perbandingan Hasil Belajar Tari Tradisional Guel Dengan Menggunakan Media Audio-visual dan Tanpa Audio-visual di SMPN 1 Darussalam. Mengangkat masalah bagaimanakah perbandingan hasil belajar siswa kelas VIII-1 dan kelas VIII-2 pada materi tari tradisional Guel menggunakan media audio-visual dan tanpa audio-visual di SMPN 1 Darussalam. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan hasil belajar siswa kelas VIII-1 dan kelas VIII-2 pada materi tari tradisional Guel menggunakan media audio-visual dan tanpa media audio-visual. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMPN 1 Darussalam yang berjumlah 297 siswa. Sampel penelitian adalah kelas VIII-1 sebagai kelas eksperimen yang beranggotakan 21 siswa/i dan kelas VIII-2 sebagai kelas kontrol beranggotakan 26 siswa/i. Pengambilan sampel pada penelitian ini adalah dengan pertimbangan tertentu (purposive sampling).Teknik Pengumpulan data diperoleh dengan tes praktik. Teknik analisis data dilakukan dengan mentabulasi data dalam daftar distribusi frekuensi dan uji hipotesis dengan menggunakan uji-t. Berdasarkan hasil penelitian ini maka dapat disimpulkan bahwa perbandingan hasil belajar siswa kelas VIII-1 dengan menggunakan media audio-visual tidak lebih meningkat dikarenakan pemutaran audio-visual yang sulit dihenti-hentikan ketika sedang berlangsung, dibandingkan siswa kelas VIII-2 yang tanpa menggunakan media audio-visual dengan perbandingan nilai yaitu 76 77. Dengan kriteria pengujian hipotesis, yaitu “terima H0, jika thitung ttabel dan dalam hal lain H0 ditolak”. Berdasarkan uji hipotesis diperoleh hasil bahwa terima H0 karena thitung ttabel yaitu 0,0002 2,05 dengan derajat kebebasan 25 dan taraf signifikan 0,05. Sehingga dapat dibuktikan bahwa hasil penelitian belajar menggunakan media audio-visual tidak sama dengan siswa yang tanpa menggunakan media audio-visual. Kata kunci: hasil belajar, media Audio-Visual.
PERKEMBANGAN MUSIK IRINGAN TARI GUEL DI KABUPATEN ACEH TENGAH Reny Fharina; Aida Fitri; Ramdiana Ramdiana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 4, No 1 (2019): FEBRUARI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tari Guel merupakan, tari yang berasal dari Kabupaten Aceh Tengah. Sedangkan musik iringan adalah musik pengiring sebagai pengendali keselarasan sebuah prosesi tari. Penelitian mengangkat masalah bagaimana perkembangan alat musik iringan Tari Guel di Kabupaten Aceh Tengah. Pendekatan dalam penelitian ini adalah Kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian adalah S. Kobat, Mukhlis Gayo, Ibrahim Kadir dan Teuku Aga. Sedangkan yang menjadi objek dalam penelitian ini adalah perkembangan alat musik iringan Tari Guel. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu, dokumentasi, wawancara, dan observasi. Sedangkan untuk teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu mereduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan alat musik iringan Tari Guel yang dipentaskan di Kabupaten Aceh Tengah mengalami perkembangan dalam beberapa periode, periode pertama 1972-1980 menggunakan gegedem, canang, gong dan vokal dengan dinamik lembut, dengan tempo bervariasi, irama dinamis dan terdengar harmoni. Kemudian berkembang pada periode kedua yaitu pada tahun 1980-2000 ada penambahan alat musik pendukung seperti teganing, bantal didong, bensi dan syair untuk membuat bunyi musik lebih beragam dan tidak mengubah unsur musik pada periode sebelumnya. Selanjutnya periode tahun 2000-2012 terdapat penambahan syair internal, penambahan alat musik suling untuk menggantikan vokal dan mengurangi alat musik pendukung sebelumnya, alasannya karena sulitnya mencari pelantun tradisi saat itu dan sebagai bentuk kreativitas seniman , dinamik menjadi agak cepat dan tempo tidak banyak variasi dan menjadi cepat juga, alat musik pada periode adalah gegedem, canang, gong, dan suling.  Perkembangan terakhir tahun 2012-2018 yaitu, pergantian alat musik gegedem menjadi rapa’i karena sulitnya mencari gegedem dan rapa’i dianggap lebih sesuai kebutuhan pentas, unsur musik dinamik dalam periode terakhir ini menjadi lebih cepat dan juga tempo yang lebih cepat dari tempo periode sebelumnya, alat musik yang digunakan pada periode ini diantaranya adalah rapa’i, gong, canang, suling, dan bantal didong.Kata Kunci: perkembangan alat musik iringan, tari Guel.
BENTUK PENYAJIAN TARI PELEBAT DI SANGGAR LAC SUKU ALAS KABUPATEN ACEH TENGGARA Mellya Safitri; Tri Supadmi; Aida Fitri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 2, No 2 (2017): MEI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.419 KB)

Abstract

ABSTRAK  Penelitian yang berjudul “Bentuk Penyajian Tari Pelebat di sanggar LAC Suku Alas Kabupaten Aceh Tenggara” ini mengangkat masalah bagaimanakah bentuk penyajian tari Pelebat. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk penyajian tari Pelebat. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah ketua sanggar, anggota penari dan majelis adat yang mengetahui sejarah tari Pelebat ini. Sedangkan objek dalam penelitian ini adalah bentuk penyajiantari Pelebat suku Alas di sanggar LAC Kabupaten Aceh Tenggara. Pengumpulan data yang digunakan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk penyajian tari Pelebat di sanggar LAC Suku Alas Kabupaten Aceh Tenggara memiliki 5 ragam gerak tari yaitu: gerak penghormatan, gerak pengukuran pedang, gerak langkah 3 (mengiringi), gerak ningcingi (lompat-lompat), gerak pukulan. Pola lantai yang digunakan pola lantai melingkar dengan menggunakan gerak langkah tiga. Pengiring tari menggunakan alat musik yaitu canang yang terbuat dari kaleng ikan dencis dan kayu sebagai pemukul alat musik. Tarian ini tidak menggunakan tata rias tampil apa adanya karena penari dari kalangan lelaki dewasa. Tata busana menggunakan pakaian adat alas baju hitam dan celana hitam yang sudah dihiasi motif sikhat dalam bahasa alas, benang emas dalam bahasa sehari-hari songket dan penutup kepala bulang bulu. Tari ini menggunakan properti bambu dengan panjangnya 1 meter dan tarian ini menggunakan pentas arena yang dapat dilihat dari berbagai sisi.Kata kunci: bentuk penyajian, tari tradisional Pelebat
DINAMIKA PEMBELAJARAN PADUAN SUARA PADA KEGIATAN EKSTRAKURIKULER DI SMAN 1 KOTA SABANG Nurhasanah Nurhasanah; Ahmad Syai; Aida Fitri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 3, No 3 (2018): AGUSTUS
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tentang “Dinamika Pembelajaran Paduan Suara pada Kegiatan Ekstrakurikuler di SMAN 1 Kota Sabang ” ini mengangkat masalah bagaimana dinamika pembelajaran paduan suara pada kegiatan ekstrakurikuler di SMAN 1 Kota Sabang, yang bertujuan untuk mendeskripsikan dinamika pembelajaran paduan suara pada kegiatan ekstrakurikuler di SMAN 1 Kota Sabang. Penelitian ini menggunakan pendekatan Kualitatif dengan jenis deskriptif yang bertujuan untuk mendapat gambaran secara mendalam tentang Dinamika Pembelajaran Paduan Suara Pada Kegiatan Ekstrakurikuler di SMAN 1 Kota Sabang. Subjek penelitian adalah guru pengasuh/pembimbing paduan suara SMAN 1 Kota Sabang serta siswa yang tergabung dalam tim paduan suara di SMAN 1 Kota Sabang, sedangkan yang menjadi objek penelitian adalah pembelajaran paduan suara. Data diperoleh dengan teknik observasi, dokumentasi dan wawancara. Analisis yang digunakan adalah dengan mereduksi data terlebih dahulu kemudian menyajikannya dalam bentuk uraian singkat dan akhirnya dilakukan penarikan kesimpulan..Hasil penelitian menunjukkan bahwa Berdasarkan hasil temuan di lapangan, pelaksanaan pembelajaran paduan suara pada kegiatan ekstrakurikuler di SMAN 1 Kota Sabang secara umum mengalami dinamika perkembangan mulai tahun 2017 hingga saat ini tahun 2018. Pada tahun 2014 sampai dengan tahun 2016, pembelajaran paduan suara pada kegiatan ekstrakurikuler  di SMAN 1 Kota Sabang ini masih dilaksanakan seadanya saja. Hal tersebut terlihat pada beberapa segi, seperti: (1) pelaksanaan pembelajaran dan (2) prestasi yang pernah diraih oleh peserta paduan suara pada kegiatan ekstrakurikuler di SMAN 1 Kota Sabang. Kata Kunci: dinamika, pembelajaran, paduan suara, ekstrakurikuler
PEMBELAJARAN VOKAL DENGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE GITAR PRO PADA KEGIATAN EKSTRAKURIKULER MUSIK DI SMP NEGERI 1 BANDA ACEH Reza Arismunandar; Ismawan Ismawan; Aida Fitri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 1, No 1 (2016): FEBRUARI 2016
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.864 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul “Pembelajaran Vokal dengan Menggunakan Media Software Gitar Pro pada Kegiatan Ekstrakurikuler Musik di SMP Negeri 1 Banda Aceh”. Adapun yang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana proses pembelajaran vokal dan hambatan apa saja yang dialami siswa-siswi dalam mempelajari seni vokal dengan menggunakan software gitar pro pada kegiatan ekstrakurikuler musik di SMP Negeri 1 Banda Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembelajaran dan hambatan yang dialami siswa-siswi dalam mempelajari software gitar pro pada kegiatan ekstrakurikuler musik di SMP Negeri 1 Banda Aceh. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, danverifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran vokal dengan menggunakan media software gitar pro pada kegiatan ekstrakurikuler membuat peserta didik lebih mudah dalam mempelajari notasi-notasi lagu baru serta bisa menyanyikan lagu sesuai nada yang dibuat dalam software gitar pro. Kemudian peserta didik jadi lebih tertarik dan bersemangat dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler, terlihat dari kemauan peserta didik dalam mempelajari vokal pada lagu baru. Hambatan yang dialami pada pesrta didik adalah keterbatasan fasilitas, kurangnya pengetahuan dasar peserta didik tentang notasi dan ketidakhadiran peserta didik yang mengganggu proses pembelajaran.Kata Kunci: Pembelaran, vokal, software Gitar Pro
BENTUK PENYAJIAN DAN MAKNA GERAK TARI TRADISIONAL LANDOK ALUN DI DESA TELENGAT PAGAN KABUPATEN ACEH TENGGARA Hikma Afnia Sara; Taat Kurnita; Aida Fitri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 3, No 2 (2018): MEI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.93 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berjudul “Bentuk Penyajian dan Makna Gerak Tari Tradisional Landok Alun di Desa Telengat Pagan Kabupaten Aceh Tenggara”. Mengangkat masalah bagaimana Bentuk Penyajian Tari Tradisional Landok Alun di Desa Telengat Pagan Kabupaten Aceh Tenggara dan bagaimana Makna Gerak Tari Tradisional Landok Alun di Desa Telengat Pagan Kabupaten Aceh Tenggara. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk penyajian tari tradisional Landok Alun di Desa Telengat Pagan Kabupaten Aceh Tenggara, dan mendeskripsikan makna gerak tari tradisional Landok Alun di Desa Telengat Pagan Kabupaten Aceh Tenggara. Pendekatan pada penelitian ini adalah pendekatan Kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah tokoh masyarakat dan seluruh penari tari Landok Alun dan objek dalam penelitian ini adalah bentuk penyajian dan makna gerak tari tradisional Landok Alun di Desa Telengat Pagan Kabupaten Aceh Tenggara. Teknik pengumpulan data yang digunakan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tarian Landok Alun ini disajikan pada acara adat pernikahan, sunat Rasul dan acara Adat dan Kebudayaan. Tema dari tari Landok Alun ialah kegembiraan dari para petani yang mendapatkan lahan pertanian yang baru dengan kondisi tanah yang baik. Tari Landok Alun diartikan sebagai tarian yang lembut atau lambat, dalam hal ini yang perlu ditekankan arti alun yaitu lembut atau lambat bukan dalam gerak tarinya saja, akan tetapi alun diartikan lambat dalam hal ruang gerak tarinya yang tidak jauh berpindah dari satu posisi ke posisi yang lain. Tari Landok Alun hanya menggunakan pola lantai horizontal. Instrumen musik pengiring adalah lantunan syair yang dilantunkan seperti melagam (bersenandung) dan alat musik pengiring lainnya yaitu canang. Rias penari hanya menggunakan rias natural. Busana yang digunakan adalah busana khas Alas yang disebut baju mesikhat dengan dilengkapi penutup kepala yang disebut dengan bulang buluh. Tempat pementasan tari Landok Alun di ruangan tertutup atau di halaman terbuka (lapangan). Kata Kunci: bentuk penyajian, makna gerak, tari tradisional Landok Alun. 
ANALISIS KOREOGRAFI TARI KREASI JAMEUN DI SANGGAR RAMPOE BANDA ACEH Agung Prastya; Taat Kurnita; Aida Fitri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 2, No 1 (2017): FEBRUARI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.724 KB)

Abstract

ABSTRAK             Penelitian ini berjudul “Analisis Koreografi Tari Jameun di Sanggar Rampoe Kota Banda Aceh”. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana analisis koreografi tari kreasi Jameun disanggar Rampoe Banda Aceh. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan analisis koreografi tari Jameun disanggar Rampoe Banda Aceh. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran secara mendalam tentang proses penggarapan tari Jameun di sanggar Rampoe Banda Aceh. Subjek penelitian ini adalah koreografer sanggar Rampoe, ketua sanggar Rampoe, penari dan pemusik sanggar Rampoe. Objek dalam penelitian ini adalah tari Jameun. Data pada penelitian ini dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Dari hasil penelitian menunjukkan koreografi tari Jameun termasuk ke dalam tari kreasi baru. Dalam proses koreografi tari Jameun, tarian ini memerlukan langkah-langkah yaitu dengan cara mengeksplorasi gerak, komposisi tari dan mengevaluasi gerak sehingga tercipta tari Jameun di sanggar Rampoe. Tari Jameun diciptakan pada tahun 2008 oleh Yusri Sulaiman, yang menceritakan aktivitas masyarakat Aceh di masa dahulu dengan segala keterbatasan yang ada mencoba untuk mengekspresikan diri lewat seni dengan menceritakan kegiatan masyarakat Aceh pada zaman dahulu. Tari ini memiliki 46 ragam gerak, 23 pola lantai dan 8 orang penari wanita. Tata rias yang digunakan pada tari Jameun adalah tata rias cantik. Tata busana yang digunakan pada tari Jameun adalah busana tradisional Aceh seperti celana hitam, baju Aceh hitam polos lengan panjang dan songket. Perlengkapan atas kepala yang digunakan adalah sanggul, harnal, jaring kuning, jaring manik, dan aksesoris yang digunakan adalah bross dan anting. Properti yang digunakan terdiri dari kendi, lentera atau panyoet, selendang. Alat musik yang digunakan adalah rapa’i, geuderang, jimbe dan menggunakan syair dibeberapa gerakan tertentu.Kata Kunci: koreografi, tari Jameun
PERGESERAN PERAN PELAKU PONGOT DALAM ADAT PERNIKAHAN DI KABUPATEN GAYO LUES Fitri Handayani; Tri Supadmi; Aida Fitri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 3, No 3 (2018): AGUSTUS
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul Pergeseran Peran Pongot dalam Adat Pernikahan di Kabupaten Gayo Lues, mengangkat masalah bagaimana pergeseran peran Pongot dalam adat pernikahan dan faktor yang mempengaruhi pergeseran peran Pongot dalam adat pernikahan di Kabupaten Gayo Lues. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan jenis peneltian deskriftif. Penelitian dilaksanakan di kampung Panglime Linting Kecamatan Dabun Gelang Kabupaten Gayo Lues. Subjek penelitian ini yaitu tokoh adat, tokoh masyarakat dan pemeran pengganti (Ceh Pongot), dan subjek penelitian ini adalah pergeseran peran pongot dalam adat pernikahan di Kabupaten Gayo Lues. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara dan teknik dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu mereduksi data, display, dan verifikasi. Hasil penelitian mengungkapkan pergeseran peran ini terjadi pada tahun 90-an. Penyebab awal terjadinya pergeseran peran pongot ini  karena pada awalnya ada seorang anak dari sebuah keluarga yang hendak menikah dan hal ini memberi kesan yang sangat sedih dalam hati orang tuanya, namun orang tua tidak mampu menyalurkan rasa sedihnya dalam pongot tersebut, sehingga orang tua membayar pemeran pengganti untuk menggantikan posisinya dalam menyalurkan kesedihannya. Bayaran atau upah yang diberikan kepada peran pengganti pada saat ini sudah di tentukan oleh pemeran pengganti, yaitu berupa uang senilai 200 sampai 300 ribu sebagai bentuk terimakasih dari pihak keluarga. Faktor penyebab bergesernya peran pongot ini dipengaruhi banyak hal diantaranya perkembangan zaman, kurangnya dukungan bakat dan minat dari masyarakat setempat, lingkungan atau masyarakat, media, gaya hidup, timbulnya rasa malu dari diri seseorang. pongot yang dilakukan oleh pihak keluarga atau pemeran asli tempat nya tidak menentu namun pongot yang dilakukan oleh peran pengganti ditentukan oleh pihak keluarga dan sudah menjadi sebuah hiburan dalam acara pesta pernikahan Di Kabupaten Gayo Lues. Bergesernya peran pongot di lingkungan masyarakat memberi dampak terhadap sistem sosialnya seperti tidak stabilnya sebuah penjiwaan dan pencapaian hal yang diinginkan tentang pencapaian pongot tersebut karena ia sudah tidak berprilaku sesuai apa yang diharapkan.Kata kunci: pergeseran, peran, Pongot, adat pernikahan
Co-Authors Agung Prastya Ahmad Syai Aisyatur Radhiah Alfi Syahrin, Alfi Alif Restu Aristi Almaycano Ginting Annisa Rahmania Farcha Ari Palawi Aris Munandar Asnita Sinaga Bastian Lubis Budi Safatul Anam Bukhari Bukhari Chairil Amin Batubara Chairiya, Dewi Fortuna Cut Amarlia Cut Hidayani Cut Masyitah Cut Zuriana Darmawati Darmawati Darmawati Dawati Amalia Hadi Devi Artanti Diana Febrita Dinda Rhesti Gandhis Disha, Safira Elka Halifah Erniana Mentari Fani Sartika FAUZI Fauzi Fauzi Fithria Fitri Handayani Fitriyati Nurmah Yuni Ghufron Andika Harbiyah G Harbiyah Gani Harvan Juliawan Heni Tiurmaida Hikma Afnia Sara Humaira, Aida Imran Saputra Surbakti Intan Intan Intan Safiah irma Liana Ismawan Ismawan Jalil Irfandi Kamelia Sinaga Khairun Nisa Latifa Islami Anuar Lindawati Lindawati Lula Amalia Mariatul Kiftia Marisa Marisa Masyithah Audina Mellya Safitri MIFTAHUL JANNAH Mimiasri Mimiasri Mira Rizkia Mira Rizkia Mislinawati Mislinawati Muhammad Husin Muhammad Jaka Wiratama Nara Pristiwa Nazaruddin Nasution Nelva Puspita Ninda Fazlina Novita Hidayani Novysa Basri Novysa Basri Nurmalis Nurmalis Nurmasyitah Nurmasyitah Nurul Fitriah Okta Viola Panji Gunawan Rahmah Hayati Rati Eva Zulaiha Reny Fharina Retno Setyaningrum Reza Arismunandar Reza Fahlevi Rida Safuan Selian Ridha Faluthia Fahlafi Rika Melisa Rina Syafriana Riski Prastiya Rizki Rahmad Rudy Juli Saputra S.Pd. M Kes I Ketut Sudiana . Sakdiyah Sakdiyah Siti Nurhaliza Suci Fitriani Surbakti, Khairul Putra Surya Fatma Susi Triani Syahbandi Syahbandi Syahbandi Syahral Helfiva Syahral Helfiva Syaifulllah Syaifullah Syifa Az-zahra Syifa Azzahra Taat Kurnita Tara Zulia Putri Tengku Hartati Thasrif Murhadi Tri Ngudi Wiyatno Tri Supadmi Triana, Hetti Waluati Ulsa Osama Umul Aiman Wilda Mahdani Wirna Pudespa Yasmin Afrilla Utami Yufni Faisol Zharifah Munawarah Munawarah