Claim Missing Document
Check
Articles

KERAJINAN TAS ACEH DITINJAU DARI PERSPEKTIF INTRA ESTETIK DI ACEH UTARA Siti Nurhaliza; Rida Safuan Selian; Aida Fitri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 4, No 2 (2019): MEI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul “Kerajinan Tas Aceh Ditinjau dari Perspektif Intra Estetik di Aceh Utara”. Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah kerajinan tas Aceh ditinjau dari perspektif intra estetik di Aceh Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kerajinan tas Aceh ditinjau dari perspektif intra estetik. Pendekatan yang digunakan pendekatan kualitatif dengan jenis pendekatan deskriptif. Lokasi penelitian ini di rumah produksi kerajinan tas Aceh yang ada di Gampong Meunasah Aron Kecamatan Muara Batu Kabupaten Aceh Utara, subjek penelitian adalah pemilik dan beberapa pengrajin rumah produksi kerajinan tas Aceh dan objek penelitian adalah bentuk, motif dan warna pada kerajinan tas Aceh. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan data reduction, data display dan kesimpulan serta mengecek keabsahan data dengan menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk kerajinan tas memiliki 4 bentuk diantaranya yaitu kotak, persegi panjang, bulat dan oval. Bentuk kotak terdiri dari tas tiara, tas hantaran, tas golf kulit, tas golf, tas luna, tas ransel cewek dan tas eumpang. Bentuk persegi panjang terdiri dari tas guci, dan tas dompet. Pada bentuk bulat terdiri dari tas rotan serta bentuk oval terdiri dari tas ransel. Pada tas ransel, tas selempang dan tas jinjing terdapat 11 motif yaitu Pinto Aceh, Bungong Meucanek, Pucok Bungong, Angka Lapan, Angka Nam, Kacang Goreng, Angka siploh, Taloe Ie, Awan Bungong, Bungong Ek Leuk, Bungong Lawang. Pada tas ransel terdapat motif Pinto Aceh, Bungong Meucanek, Pucok Bungong, Angka Lapan, Angka Nam, Kacang Goreng, Bungong Lawang, Taloe Ie, dan Angka Siploh. Warna yang terdapat pada kerajinan tas Aceh yaitu kuning, merah, hijau, hitam dan biru.Kata Kunci: kerajinan, perspektif, intra estetik
TENUN SONGKET ACEH “NYAKMU” DI DESA SIEM KABUPATEN ACEH BESAR Yasmin Afrilla Utami; Rida Safuan Selian; Aida Fitri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 4, No 1 (2019): FEBRUARI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian yang berjudul Tenun Songket Aceh “Nyakmu” di desa Siem Kabupaten Aceh Besar mengangkat masalah bagaimana proses pembuatan dan apa saja motif-motif yang digunakan pada kain songket Aceh “Nyakmu” di desa Siem Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembuatan kain songket tenun dan motif-motif apa saja yang digunakan pada songket Aceh “Nyakmu”. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah Dahlia dan Ida yang merupakan pengrajin tenun songket Aceh di desa Siem Kabupaten Aceh Besar. Objek dalam penelitian ini adalah proses pembuatan kain songket dan motif-motif yang digunakan pada songket Aceh “Nyakmu” di desa Siem Kabupaten Aceh Besar. Teknik pengumpulan data digunakan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumetasi. Sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis induktif yang meliputi 3 langkah, yaitu: Reduksi data, Penyajian data dan Penarikan kesimpulan. Hasil analisis data menunjukkan bahwa proses pembuatan kain songket terdiri dari 5 tahap, yaitu: 1) peuglah beuneung sutera (menggulung benang sutera), 2) seumiweut (menghani benang sutera), 3) peuget idong (membuat simpul benang lungsi yang akan dililit pada batang kumpar), 4) dong teupeun (melilit benang lungsi pada batang kumpar), 5) nyulek motif (mendesain motif) dan motif yang digunakan pada kain songket berjumlah 63 motif yang dibagi menjadi ragam hias geometris ada 25 motif sedangkan ragam hias flora ada 38 motif.Kata Kunci: proses pembuatan, Songket, motif, tenun.
ANALISIS BENTUK GERAK TARI KREASI GEUNTA PADA SANGGAR SEULAWEUET Rina Syafriana; Tri Supadmi; Aida Fitri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 1, No 2 (2016): MEI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.103 KB)

Abstract

ABSTRAK             Penelitian ini berjudul “Analisis bentuk gerak tari kreasi Geunta di sanggar Seulaweuet” adapun yang menjadi masalah pada penelitian ini adalah bagaimanakah analisis  bentuk gerak tari kreasi Geunta di sanggar Seulaweuet. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan analisis bentuk gerak tari kreasi Geunta di sanggar Seulaweuet. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Subjek penelitian adalah Pemimpin Sanggar Seulaweuet dan penari tari Geunta sedangkan yang menjadi objek adalah tari Geunta. Data diperoleh dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis menggunakan reduksi data, penyajian data, dan vertifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tari Geunta memiliki ragam gerak yang membentuk satu kesatuan yang selaras dan ragam gerak yang disajikan sangat bervariasi karena adanya  pengulangan gerak, arah gerak, yang menggunakan motif transisi unison, balance, alternate, dan broken, klimaks yang terdapat pada gerak 37-43. Kata kunci: analisis, bentuk gerak, tari Geunta
PROSES PEMBUATAN KASAB DI DESA GEULUMBUK KECAMATAN KLUET SELATAN KABUPATEN ACEH SELATAN Nelva Puspita; Ismawan Ismawan; Aida Fitri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 1, No 1 (2016): FEBRUARI 2016
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.268 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berjudul “Proses Pembuatan Kasab di desa Geulumbuk Kecamatan Kluet Selatan Kabupaten Aceh Selatan”. Mengangkat tentang bagaimana proses pembuatan kasab di desa Gelumbuk Kecamatan Kluet Selatan Kabupaten Aceh Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mendeskripsikan proses pembuatan kasab di desa Gelumbuk Kecamatan Kluet Selatan Kabupaten Aceh Selatan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah pengrajin kasab di desa Geulumbuk Kecamatan Kluet Selatan Kabupaten Aceh Selatan. Sedangkan yang menjadi objek dalam penelitian ini adalah kasab di desa Geulumbuk Kecamatan Kluet Selatan Kabupaten Aceh Selatan.Teknik pengolahan dan analisis data dengan mereduksi, display dan verifikasi. Alat-alat yang diperlukan untuk pembuatan kasab adalah kayu pemedangan, jarum jahit, benang jahit, pena, pentul, gunting, bantal. Adapun bahan-bahan yang digunakan untuk pembuatan kasab adalah kain beludru, benang emas. Proses awal yang dilakukan dalam pembuatan kasab adalah membuat pola di atas kain beludru, kemudian benang dilipat dua dan dijepit dengan jarum pentul lalu dijahit dengan benang jahit di atas pola yang telah digambarkan di atas kain beludru. Kata Kunci: Seni rupa, kriya, motif, kerajinan, Kasab
MOTIF UNTUK PUKULAN RAPA’I PASEE PADA PERTUNJUKAN UROEH DI DESA GLUMPANG VII KECAMATAN MATANGKULI KABUPATEN ACEH UTARA Cut Amarlia; Aida Fitri; Cut Zuriana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 4, No 1 (2019): FEBRUARI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian berjudul Motif untuk pukulan Rapa’i Pasee pada pertunjukan Uroeh di Desa Glumpang VII Kecamatan Matangkuli Kabupaten Aceh Utara. Mengangkat masalah (1) Bagaimana motif untuk pukulan Rapa’i Pasee pada pertunjukan Uroeh dan aturan-aturan yang terkandung pada pertunjukan Uroeh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan motif untuk pukulan Rapa’i Pasee dan aturan-aturan pada pertunjukan Uroeh di Desa Glumpang VII Kecamatan Matangkuli Kabupaten Aceh Utara. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Kemudian menganalisis data dengan reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dalam penyajian pertunjukan Uroeh Rapa’i Pasee terdapat motif pukulan yang berbeda diantara motif satu dan lainnya yang disebut dengan istilah lagu (gaya) yang terdiri dari lagu sa, lagu dua, lagu lhee, lagu limong, laagu tujoh, lagu sikureung dan lagu duablah. Motif pukulan (lagu) juga dapat divariasikan dan dikembangkan oleh syeh (petua) yang konteksnya lebih bersifat hiburan atau untuk menambah variasi lagu-lagu yang dibawakan pada saat pertunjukan Uroeh seperti pukulan ekstra (hot) yang ikuti oleh awak rapa’i dan dimainkan secara berulang-ulang oleh para awak rapa’i dalam jangka waktu yang lama menurut kesepakatan yang telah dibuat bersama diantara dua kelompok (kuru). Dalam pertunjukan Uroeh Rapa’i Pasee ada 10 turan-aturan yang ditetapkan pada pertunjukan Uroeh merupakan kesepakatan diantara kedua kelompok (kuru) sebelum pertunjukan berlangsung atau pada saat proses latihan.Kata Kunci: motif Rapa’i Pasee, Uroeh dan Kuru.
TARI KREASI PANYOET RATOEH MEUTALO DI SANGGAR BILAPASIE KECAMATAN INGIN JAYA ACEH BESAR Cut Hidayani; Taat Kurnita; Aida Fitri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 2, No 2 (2017): MEI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.735 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berjudul “Tari Kreasi Panyoet Ratoeh Meutalo di Sanggar Bilapasie Kecamatan Ingin Jaya Aceh Besar” mengangkat masalah tentang bagaimana bentuk penyajian tari kreasi Panyoet Ratoeh Meutalo Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Bentuk penyajian tari Kreasi Panyoet Ratoeh Meutalo di Sanggar Bilapasie Kecamatan Ingin Jaya Aceh Besar. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif, dan yang menjadi sumber data dan lokasi dalam penelitian ini adalah koordinator sanggar Bilapasie Usman SE, dan penari sanggar Bilapasie. Pengumpulan data digunakan dengan teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dan teknik pengolahan dan analisis data dengan mereduksi, display, serta verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tari Panyoet Ratoeh Meutalo diciptakan oleh Usman pada tahun 2004 yang ditarikan oleh 6-12 orang penari wanita. Tarian ini memiliki 30 ragam gerak. Gerak yang terdapat pada tari ini adalah gerak membawa panyoet dan gerak gabungan dari 2 tari tradisional yang ada di Aceh, yaitu tari ratoeh duek, dan tari meutalo (tarek pukat). kedua tari tradisional ini tidak meliputi keseluruhan tari tersebut, pada bagian tari ratoeh hanya terdapat 8 ragam gerak dan tari meutalo terdapat 6 ragam gerak. Desain lantai tari ini berjumlah 11 diantaranya yaitu lurus, berbanjar, melingkar, leter U, zig-zag. Busana yang digunakan adalah busana Adat Aceh serta properti yang digunakan adalah Panyoet dan Tali. Tata rias yang digunakan adalah riasan cantik, sedangkan alat musik yang digunakan adalah alat musik tradisional seperti rapai, serune kalee dan gendang. Tari Panyoet Ratoeh Meutalo termasuk ke dalam tari pertunjukan yang berfungsi sebagai hiburan semata.Kata Kunci: tari kreasi Panyoet Ratoeh Meutalo
PENYAJIAN RAPA’I SAMAN Dl SANGGAR TANGLOENG DONYA DESA IE BEUDOH KECAMATAN SEUNAGAN TIMUR KABUPATEN NAGAN RAYA Cut Masyitah; Ari Palawi; Aida Fitri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 3, No 3 (2018): AGUSTUS
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul “Penyajian Rapa’i Saman di Sanggar Tangloeng Donya Desa Ie Beudoh Kecamatan Seunagan Timur Kabupaten Nagan Raya”. Masalah penelitian bagaimana bentuk penyajian Rapa’i Saman di Sanggar Tangloeng Donya Desa Ie Beudoh Kecamatan Seunagan Timur Kabupaten Nagan Raya. Tujuan penelitian mendeskripsikan bentuk penyajian Rapa’i Saman di Sanggar Tangloeng Donya Desa Ie Beudoh Kecamatan Seunagan Timur Kabupaten Nagan Raya. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Sumber data penelitian yaitu, Saiful Anwar (Syeh Teh), Syeh Ramli, dan Cut Julinda selaku pelatih dan pengelola sanggar Rapa’i Saman serta seniman di Nagan Raya. Teknik pengumpulan data dalam penelitian: observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian: mereduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rapa’i Saman berasal dari Rapa’i Tuha yang sudah ada sejak tahun 1946, setelah beberapa kali dikombinasi pada tahun 1981 menjadi Rapa’i Saman yang seluruh rangkaian geraknya diciptakan oleh almarhum Syeh Sabirin dengan ciri khas permainkan Rapa’i dengan gerakan Saman dengan sebelas orang penari dan satu orang Syeh. Gerakan Saman pada penyajian Rapa’i Saman bukan gerakan Saman Gayo karena gerakan dan Syairnya berdeda. Bentuk penyajian Rapa’i Saman di Sanggar Tangloeng Donya memiliki dua sesi permainan dan sebelas sesi permainan yaitu: Seulawet Nabi, Saleum, Jaroe Ayem, Peh demo, Syair Kisah, lambang Garuda, Jak Adek jak keuno ku ayon, Meu’cae, Kisah Aceh, Dibabah Kila (gerakan Saman), dan Boeh Gadong Paya. Tarian ini diiringi dengan syair bahasa Aceh dan alat musik Rapa’i. Pola lantai duduk atau berdiri sejajar dan berbentuk letter V. Busana baju kurung Aceh, songket Aceh, celana hitam, tali pinggang, dan celemek. Tata rias yang digunakan rias sederhana. Tarian ini ditampil pada acara-acara sakral seperti perkawinan, upacara adat, Sunat Rasul, aqiqahan, dan lomba-lomba seni yang biasanya dipentaskan di luar atau di dalam gedung.Kata Kunci: bentuk, penyajian, Rapa’I Saman.
PEMBELAJARAN SENTRA SENI MUSIK DRUM DI TAMAN KANAK-KANAK BHAYANGKARI Dinda Rhesti Gandhis; Taat Kurnita; Aida Fitri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 1, No 2 (2016): MEI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.414 KB)

Abstract

ABSTRAK             Penelitian yang berjudul “Pembelajaran Sentra Seni Musik Drum di Taman Kanak-Kanak Bhayangkari”. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran sentra seni musik drum di Taman Kanak-Kanak Bhayangkari. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang dilakukan dengan reduksi data (data reduction), penyajian data (data display), dan verifikasi data (conclusion drawing). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran sentra seni musik drum di Taman Kanak-Kanak Bhayangkari pada dasarnya sama dengan pembelajaran di Taman Kanak-Kanak lainnya. Sebelum guru melakukan pembelajaran, guru mempersiapkan hal-hal penting dalam proses belajar mengajar, yang meliputi perencanaan pembelajaran, mempersiapkan alat musik drum, dan mempersiapkan tempat pembelajaran. Pelaksanaan pembelajaran musik drum di Taman Kanak-Kanak Bhayangkari yang meliputi pemilihan metode, pengenalan alat musik beserta cara memakainya dan pengenalan kode pukulan melalui suara beserta menggunakan jari. Tidak semua Taman Kanak-Kanak menggunakan alat musik drum, bahkan dari beberapa Taman Kanak-Kanak peneliti temui hanya di Taman Kanak-Kanak Bhayangkari peneliti menemukan alat musik drum yang dipergunakan untuk mengajar. Kendala-kendala yang dialamai guru ketika proses pembelajaran musik drum di Taman Kanak-Kanak Bhayangkari terdapat beberapa kesulitan yang wajar seperti peserta dididk tidak fokus pada saat latian, guru tidak bisa mengajar dengan maksimal, kehadiran siswa tidak tepat waktu dan kurangnya pemahaman peserta didik dalam ketukan yang telah diberikan. Kata Kunci: pembelajaran, sentra seni, musik Drum  
FUNGSI DAN BENTUK PENYAJIAN ALAT MUSIK CANANG DALAM PROSESI ADAT PERKAWINAN MASYARAKAT GAYO DI KABUPATEN ACEH TENGAH Nurul Fitriah; Ahmad Syai; Aida Fitri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 3, No 2 (2018): MEI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.93 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul Fungsi dan Bentuk Penyajian Alat Musik Canang Dalam Prosesi Adat Perkawinan Masyarakat Gayo di Kabupaten Aceh Tengah. Dengan rumusan masalah Bagaimana fungsi alat musik Canang dalam prosesi adat perkawinan masyarakat Gayo di Kabupaten Aceh Tengah, dan Bentuk Penyajian alat musik Canang dalam prosesi adat perkawinan masyarakat Gayo di Kabupaten Aceh Tengah. Tujuan penelitian adalah untuk mendeksripsikan fungsi dan Bentuk Penyajian alat musik Canang dalam prosesi adat perkawinan masyarakat Gayo di Kabupaten Aceh Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif   dengan   jenis   penelitian   deskriptif.   Pengumpulan   data   dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi.  Teknik  analisis  data dilakukan  secara kualitatif yaitu berupa reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 2 prosesi dalam adat perkawinan, yaitu Beguru yang berfungsi meliputi: (1) Canang sebagai hiburan (2) Canang sebagai ungkapan emosional (3) Canang sebagai sarana komunikasi (4) Canang sebagai simbolis, Mah bayi yang berfungsi meliputi: (1) Canang sebagai hiburan (2) Canang sebagai sarana komunikasi (3) Canang sebagai simbolis, dan bentuk penyajian  alat musik  Canang dalam prosesi Beguru meliputi: (1) Pemain Canang (2) Intrument yang digunakan yaitu, Canang, Memong, Gong Rebana, Pemukul Canang (3) Waktu dan tempat pertunjukan (4) Kostum pemain (5) Lagu/irama, dan bentuk penyajian alat musik Canang dalam prosesi  Mah bayi meliputi: (1) Pemain Canang (2) Intrument yang digunakan yaitu, Canang, Memong, Gong Rebana, Pemukul Canang, peluit (3) Waktu dan tempat pertunjukan (4) Kostum pemain (5) Lagu/irama. Kata Kunci: fungsi, bentuk penyajian, alat musik Canang
PEMBELAJARAN PIANO UNTUK ANAK AUTISME DI SEKOLAH MUSIK MORITZA Lula Amalia; Ismawan Ismawan; Aida Fitri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 2, No 1 (2017): FEBRUARI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.637 KB)

Abstract

ABSTRAK             Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembelajaran piano untuk anak autisme di Sekolah Musik Moritza. Subjek dalam penelitian ini adalah murid dan guru piano di Sekolah Musik Moritza. Sedangkan objek penelitiannya adalah pembelajaran piano di Sekolah Musik Moritza. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan yaitu, teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Selanjutnya, teknik pengolahan dan analisis data dengan mereduksi, display, serta verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran piano untuk anak Autisme di Sekolah Musik Moritza terdiri dari kegiatan menyapa murid, me-riview pelajaran yang dilakukan selama 3 menit, memberikan materi, guru melakukan evaluasi kepada murid, dan mengajarkan bernyanyi kepada murid di waktu 5 menit terakhir. Materi yang digunakan merupakan buku I (easy part piano 01) dan buku II (easy part piano 02). Selain itu, ada pula lagu pop dan lagu anak-anak. Metode yang diajarkan berupa reading,hearing, memory singing, dan finger drill. Reading yaitu tahap melatih murid untuk membaca notasi balok. Hearing yaitu tahap dimana murid mendengar dan peka terhadap dinamika maupun aksen dalam musik. Memory singing yaitu murid menyanyikan lagu yang sudah pernah bahkan sering dinyanyikan sebelumnya (notation singing) guna melatih daya ingat murid. Pada metode finger drill melatih keterampilan dan penjarian murid dalam bermain piano, yang diawali dengan memainkan tangga nada C mayor. Terdapat pula metode Q yang memiliki komponen diantaranya; murid harus paham tujuan belajar mereka dan apa yang sedang dan akan mereka lakukan, guru menjelaskan materi secara visual dan matematikal, guru mengajarkan satu materi dalam satu waktu, guru mengajarkan yang mudah terlebih dahulu, guru melakukan review pelajaran sebelumnya, guru melakukan kritik permainan yang bersifat positif, dan guru harus mampu membesarkan kepercayaan diri murid. Kata kunci: pembelajaran piano, anak autisme
Co-Authors Agung Prastya Ahmad Syai Aisyatur Radhiah Alfi Syahrin, Alfi Alif Restu Aristi Almaycano Ginting Annisa Rahmania Farcha Ari Palawi Aris Munandar Asnita Sinaga Bastian Lubis Budi Safatul Anam Bukhari Bukhari Chairil Amin Batubara Chairiya, Dewi Fortuna Cut Amarlia Cut Hidayani Cut Masyitah Cut Zuriana Darmawati Darmawati Darmawati Dawati Amalia Hadi Devi Artanti Diana Febrita Dinda Rhesti Gandhis Disha, Safira Elka Halifah Erniana Mentari Fani Sartika FAUZI Fauzi Fauzi Fithria Fitri Handayani Fitriyati Nurmah Yuni Ghufron Andika Harbiyah G Harbiyah Gani Harvan Juliawan Heni Tiurmaida Hikma Afnia Sara Humaira, Aida Imran Saputra Surbakti Intan Intan Intan Safiah irma Liana Ismawan Ismawan Jalil Irfandi Kamelia Sinaga Khairun Nisa Latifa Islami Anuar Lindawati Lindawati Lula Amalia Mariatul Kiftia Marisa Marisa Masyithah Audina Mellya Safitri MIFTAHUL JANNAH Mimiasri Mimiasri Mira Rizkia Mira Rizkia Mislinawati Mislinawati Muhammad Husin Muhammad Jaka Wiratama Nara Pristiwa Nazaruddin Nasution Nelva Puspita Ninda Fazlina Novita Hidayani Novysa Basri Novysa Basri Nurmalis Nurmalis Nurmasyitah Nurmasyitah Nurul Fitriah Okta Viola Panji Gunawan Rahmah Hayati Rati Eva Zulaiha Reny Fharina Retno Setyaningrum Reza Arismunandar Reza Fahlevi Rida Safuan Selian Ridha Faluthia Fahlafi Rika Melisa Rina Syafriana Riski Prastiya Rizki Rahmad Rudy Juli Saputra S.Pd. M Kes I Ketut Sudiana . Sakdiyah Sakdiyah Siti Nurhaliza Suci Fitriani Surbakti, Khairul Putra Surya Fatma Susi Triani Syahbandi Syahbandi Syahbandi Syahral Helfiva Syahral Helfiva Syaifulllah Syaifullah Syifa Az-zahra Syifa Azzahra Taat Kurnita Tara Zulia Putri Tengku Hartati Thasrif Murhadi Tri Ngudi Wiyatno Tri Supadmi Triana, Hetti Waluati Ulsa Osama Umul Aiman Wilda Mahdani Wirna Pudespa Yasmin Afrilla Utami Yufni Faisol Zharifah Munawarah Munawarah