p-Index From 2021 - 2026
7.438
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Diskursus Islam Jurnal Noken: Ilmu-Ilmu Sosial Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman Al-Maslahah JURNAL PUSAKA : Media Kajian dan Pemikiran Islam Al-Fatih: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Journal Idea of History JPMB: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Berkarakter Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) MAQASHID : Jurnal Hukum Islam Jurnal Aksi Afirmasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Media Akuatika: Jurnal Ilmiah Jurusan Budidaya Perairan Tanjak: Jurnal Sejarah dan Peradaban Islam International Journal of Islamic Education, Research and Multiculturalism (IJIERM) Journal of Islamic History Jurnal Riset sosial humaniora, dan Pendidikan (Soshumdik) Jurnal Pendidikan dan Perhotelan Vicratina : Jurnal Ilmiah Keagamaan Jurnal Pengabdian Masyarakat Waradin Concept: Journal of Social Humanities and Education Jurnal Cendekia : Media Komunikasi Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Islam IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Jurnal Ilmiah Research Student Interdiciplinary Journal of Education Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum QOSIM: Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Jurnal Akademik Pengabdian Masyarakat Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Jurnal Media Akademik (JMA) Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara QAZI : Journal of Islamic Studies Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Indonesian Journal of Sharia and Socio-Legal Studies
Claim Missing Document
Check
Articles

Musyawarah Kitab sebagai Upaya Menumbuhkan Edukasi dalam Public Speaking dan Critical Thinking Agus Nuril Anwar; Muhammad Husni
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 10 No. 1 (2026): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendampingan Epistemologis dalam Perumusan Hukum Kekerasan Pendidikan: Studi PAR Pada Bahtsul Masail PWNU Jawa Timur Fahim Ali Masdar; Muhammad Husni
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 10 No. 1 (2026): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Violence in education often occurs due to a misunderstanding of the concept of ta'dib (right to discipline) in Islam. This Community Service Program (PKM) aims to provide epistemological assistance in the Bahtsul Masail PWNU East Java forum to formulate clear legal boundaries regarding physical and verbal violence. Using the Participatory Action Research (PAR) method through participatory observation techniques, this assistance records and analyzes the dynamics of legal formulation. The results show that the forum succeeded in reactualizing fiqh with three main findings. First, the classification of verbal/psychological violence as a criminal act (jinayah) if it hurts feelings, equivalent to physical violence. Second, the codification of seven strict conditions for ta'dib oriented towards salamat al-‘aqibah (safety), including the crucial debate regarding the urgency of parental permission. Third, the affirmation of the obligation of victim rehabilitation and compensation (daman) for perpetrators. These findings confirm that pesantren epistemology is capable of adapting to the Child Protection Law and modern psychology without abandoning its turats traditions. Kekerasan di dunia pendidikan seringkali terjadi karena kesalahpahaman terhadap konsep ta'dib (hak mendidik) dalam Islam. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan melakukan pendampingan epistemologis dalam forum Bahtsul Masail PWNU Jawa Timur untuk merumuskan batas hukum yang jelas terkait kekerasan fisik dan verbal. Menggunakan metode Participatory Action Research (PAR) melalui teknik observasi partisipatoris, pendampingan ini merekam dan menganalisis dinamika perumusan hukum yang terjadi. Hasil pendampingan menunjukkan bahwa forum berhasil melakukan reaktualisasi fiqh dengan tiga temuan utama. Pertama, pengklasifikasian kekerasan verbal/psikis sebagai tindak pidana (jinayah) jika melukai perasaan, setara dengan kekerasan fisik. Kedua, kodifikasi tujuh syarat ketat ta'dib yang berorientasi pada salamat al-‘aqibah (keselamatan), termasuk perdebatan krusial mengenai urgensi izin wali. Ketiga, penegasan kewajiban rehabilitasi korban dan ganti rugi (daman) bagi pelaku. Temuan ini menegaskan bahwa epistemologi pesantren mampu beradaptasi dengan UU Perlindungan Anak dan psikologi modern tanpa meninggalkan akar tradisi turats.
Strategi Inovatif Revitalisasi Diba' di Desa Karangsuko Pagelaran Sebagai Penguatan Spiritualitas dan Solidaritas Fatayat Alfin Nuris Sa’adah; Muhammad Husni
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 10 No. 1 (2026): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study analyzes innovative strategies for revitalizing the Diba’ tradition among Fatayat NU members in Karangsuko Village as a medium for enhancing spirituality and social solidarity. Using descriptive qualitative methods through observation, in-depth interviews with 15 members, and three months of documentation, the research finds that innovations such as interactive Diba’, artistic collaboration, vocal training, public speaking sessions, and digital content creation increase participation by up to 65%. Revitalized Diba’ activities strengthen religious practice, enhance understanding of Islamic teachings, and reinforce community cohesion. This study concludes that innovative revitalization of Diba’ effectively strengthens collective spirituality and the social solidarity of young NU women. Tradisi lokal keagamaan, seperti praktik Diba', membutuhkan upaya adaptif untuk tetap relevan di tengah arus modernisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses revitalisasi tradisi Diba' di Desa Karangsuko, Pagelaran, dan dampaknya sebagai media penguatan spiritualitas serta solidaritas masyarakat setempat. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi kegiatan partisipatif di Desa Karangsuko. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa revitalisasi yang efektif mencakup inovasi dalam metode penyampaian dan pelibatan generasi muda, yang berhasil meningkatkan kembali antusiasme partisipasi masyarakat. Kegiatan kolektif Diba' ini terbukti berfungsi optimal sebagai ruang komunal untuk memupuk nilai-nilai spiritual keagamaan dan sekaligus mempererat ikatan sosial atau solidaritas antar warga. Studi ini menyimpulkan bahwa tradisi Diba' yang terawat dan direvitalisasi secara kontekstual memiliki peran krusial dalam menjaga kohesi sosial dan memperkaya kehidupan spiritual komunitas lokal.
Implementasi Pendampingan Legalitas Usaha dan Sertifikasi Halal UMKM Desa Sukosari untuk Peningkatan Daya Saing Ekonomi Lokal Hittotun Nahdiyah; Muhammad Husni
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 10 No. 1 (2026): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a vital role in the national economy, yet many business owners in Sukosari Village face significant challenges regarding business legality and halal product assurance, which hinders their competitiveness. This community service activity aims to provide comprehensive education and technical assistance to MSME owners in obtaining Business Identification Numbers (NIB) and registering for halal certification through the self-declare scheme. The methods implemented included a persuasive approach via door-to-door socialization, operational assistance with the Online Single Submission (OSS) system, and field verification to ensure the halal status of raw materials. The results of the assistance showed a significant increase in digital literacy and administrative compliance, where out of the 10 identified business owners, all (100%) successfully issued their NIB as a fundamental legal requirement. Furthermore, two business owners successfully obtained official halal certificates from the Halal Product Assurance Organizing Body (BPJPH), while other participants are currently awaiting the final verification process from the relevant agencies. This program also succeeded in transforming the community's negative perception of licensing bureaucracy, proving that the legality process can be carried out easily, free of charge, and transparently. It is concluded that strategic collaboration between academics and the village government is capable of overcoming administrative barriers while simultaneously strengthening legal legitimacy and consumer trust in local economic products. Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memegang peran vital dalam perekonomian nasional, namun banyak pelaku usaha di Desa Sukosari menghadapi kendala dalam kepemilikan legalitas usaha dan jaminan kehalalan produk yang menghambat daya saing. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi komprehensif serta pendampingan teknis kepada pelaku UMKM dalam pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan pendaftaran sertifikasi halal melalui skema self-declare. Metode yang diterapkan meliputi pendekatan persuasif melalui sosialisasi door-to-door, pendampingan operasional sistem Online Single Submission (OSS), serta verifikasi lapangan untuk memastikan kehalalan bahan baku. Hasil pendampingan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada literasi digital dan kepatuhan administrasi, di mana dari 10 pelaku usaha yang teridentifikasi, seluruhnya (100%) berhasil menerbitkan NIB sebagai legalitas dasar. Lebih lanjut, dua pelaku usaha telah sukses memperoleh sertifikat halal resmi dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), sedangkan peserta lainnya sedang menunggu proses verifikasi akhir dari instansi terkait. Program ini juga berhasil mengubah persepsi negatif masyarakat mengenai birokrasi perizinan, membuktikan bahwa proses legalitas dapat dilakukan dengan mudah, gratis, dan transparan. Disimpulkan bahwa kolaborasi strategis antara akademisi dan pemerintah desa mampu mengatasi hambatan administratif sekaligus memperkuat legitimasi hukum dan kepercayaan konsumen terhadap produk ekonomi lokal.
Musyawarah Kitab sebagai Upaya Menumbuhkan Edukasi dalam Public Speaking dan Critical Thinking Agus Nuril Anwar; Muhammad Husni
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 10 No. 1 (2026): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendampingan Epistemologis dalam Perumusan Hukum Kekerasan Pendidikan: Studi PAR Pada Bahtsul Masail PWNU Jawa Timur Fahim Ali Masdar; Muhammad Husni
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 10 No. 1 (2026): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Violence in education often occurs due to a misunderstanding of the concept of ta'dib (right to discipline) in Islam. This Community Service Program (PKM) aims to provide epistemological assistance in the Bahtsul Masail PWNU East Java forum to formulate clear legal boundaries regarding physical and verbal violence. Using the Participatory Action Research (PAR) method through participatory observation techniques, this assistance records and analyzes the dynamics of legal formulation. The results show that the forum succeeded in reactualizing fiqh with three main findings. First, the classification of verbal/psychological violence as a criminal act (jinayah) if it hurts feelings, equivalent to physical violence. Second, the codification of seven strict conditions for ta'dib oriented towards salamat al-‘aqibah (safety), including the crucial debate regarding the urgency of parental permission. Third, the affirmation of the obligation of victim rehabilitation and compensation (daman) for perpetrators. These findings confirm that pesantren epistemology is capable of adapting to the Child Protection Law and modern psychology without abandoning its turats traditions. Kekerasan di dunia pendidikan seringkali terjadi karena kesalahpahaman terhadap konsep ta'dib (hak mendidik) dalam Islam. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan melakukan pendampingan epistemologis dalam forum Bahtsul Masail PWNU Jawa Timur untuk merumuskan batas hukum yang jelas terkait kekerasan fisik dan verbal. Menggunakan metode Participatory Action Research (PAR) melalui teknik observasi partisipatoris, pendampingan ini merekam dan menganalisis dinamika perumusan hukum yang terjadi. Hasil pendampingan menunjukkan bahwa forum berhasil melakukan reaktualisasi fiqh dengan tiga temuan utama. Pertama, pengklasifikasian kekerasan verbal/psikis sebagai tindak pidana (jinayah) jika melukai perasaan, setara dengan kekerasan fisik. Kedua, kodifikasi tujuh syarat ketat ta'dib yang berorientasi pada salamat al-‘aqibah (keselamatan), termasuk perdebatan krusial mengenai urgensi izin wali. Ketiga, penegasan kewajiban rehabilitasi korban dan ganti rugi (daman) bagi pelaku. Temuan ini menegaskan bahwa epistemologi pesantren mampu beradaptasi dengan UU Perlindungan Anak dan psikologi modern tanpa meninggalkan akar tradisi turats.
Strategi Inovatif Revitalisasi Diba' di Desa Karangsuko Pagelaran Sebagai Penguatan Spiritualitas dan Solidaritas Fatayat Alfin Nuris Sa’adah; Muhammad Husni
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 10 No. 1 (2026): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study analyzes innovative strategies for revitalizing the Diba’ tradition among Fatayat NU members in Karangsuko Village as a medium for enhancing spirituality and social solidarity. Using descriptive qualitative methods through observation, in-depth interviews with 15 members, and three months of documentation, the research finds that innovations such as interactive Diba’, artistic collaboration, vocal training, public speaking sessions, and digital content creation increase participation by up to 65%. Revitalized Diba’ activities strengthen religious practice, enhance understanding of Islamic teachings, and reinforce community cohesion. This study concludes that innovative revitalization of Diba’ effectively strengthens collective spirituality and the social solidarity of young NU women. Tradisi lokal keagamaan, seperti praktik Diba', membutuhkan upaya adaptif untuk tetap relevan di tengah arus modernisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses revitalisasi tradisi Diba' di Desa Karangsuko, Pagelaran, dan dampaknya sebagai media penguatan spiritualitas serta solidaritas masyarakat setempat. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi kegiatan partisipatif di Desa Karangsuko. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa revitalisasi yang efektif mencakup inovasi dalam metode penyampaian dan pelibatan generasi muda, yang berhasil meningkatkan kembali antusiasme partisipasi masyarakat. Kegiatan kolektif Diba' ini terbukti berfungsi optimal sebagai ruang komunal untuk memupuk nilai-nilai spiritual keagamaan dan sekaligus mempererat ikatan sosial atau solidaritas antar warga. Studi ini menyimpulkan bahwa tradisi Diba' yang terawat dan direvitalisasi secara kontekstual memiliki peran krusial dalam menjaga kohesi sosial dan memperkaya kehidupan spiritual komunitas lokal.