p-Index From 2021 - 2026
7.893
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KUNJUNGAN NEONATAL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MOJO KABUPATEN PEMALANG Ni’mah, Muflihatun; -, Yuniarti; Irawan, Teguh
Jurnal Kesmas Prima Indonesia Vol. 8 No. 2 (2024): Edisi Juli
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jkpi.v8i2.5316

Abstract

Salah satu indikator yang digunakan untuk menentukan derajat kesehatan di suatu negara dapat dilihat dari jumlah angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB). Untuk mengatasi angka kematian neonatal tersebut dilakukan dengan program kunjungan neonatal. Kunjungan neonatal merupakan pemeriksaan pada bayi baru lahir yang berusia 0-28 hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kunjungan neonatal di Wilayah Kerja Puskesmas Mojo Kabupaten Pemalang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel seluruh ibu yang memiliki bayi berusia 0-28 hari di Wilayah Kerja Puskesmas Mojo Kabupaten Pemalang yang berjumlah 100 responden. Berdasarkan hasil analisis dari Uji Rank Spearman, diperoleh nilai signifikan untuk variabel persepsi keparahan nilai p-value 0,043, variabel persepsi manfaat nilai p-value 0,041, dan variabel persepsi hambatan nilai p-value 0,038. Berdasarkan nilai tersebut dapat disimpulkan bahwa p-value < 0,05 maka ada hubungan antara persepsi keparahan dengan kunjungan neonatal, ada hubungan antara persepsi manfaat dengan kunjungan neonatal, dan ada hubungan antara persepsi hambatan dengan kunjungan neonatal. Karena nilai p-value < 0,05 maka Ha diterima dan H0 ditolak. Kata Kunci : Persepsi, Kunjungan Neonatal, Puskesmas
Kajian implementasi program integrasi layanan kesehatan primer di puskesmas Sokorejo Kota Pekalongan Yulisindriyanti; Teguh Irawan; Eva Risqiyanti; Intan Mukti Juwita; Umi Fadilah; Dyah Ayu Nurul Jannah; Agna Okta Fii Annisa; Oktaviani Maydasari
BEMAS: Jurnal Bermasyarakat Vol 6 No 2 (2026): BEMAS: Jurnal Bermasyarakat
Publisher : LPPMPK- Universitas Muhammadiyah Cileungsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37373/bemas.v6i2.1785

Abstract

Pelayanan Kesehatan Primer di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, terutama terkait ketimpangan dalam akses dan kualitas layanan. Hal ini sangat terasa di daerah-daerah yang memiliki sarana terbatas dan distribusi tenaga kesehatan yang belum merata. Untuk mengatasi masalah ini, Kementerian Kesehatan mendorong pelaksanaan Integrasi Layanan Primer (ILP) di puskesmas, yang bertujuan untuk meningkatkan akses, mutu, dan efektivitas pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana ILP dilaksanakan di Puskesmas Sokorejo Kota Pekalongan, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaannya. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif studi kasus, dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi pada Mei-Juni 2025. Informan dalam penelitian ini meliputi kepala puskesmas, tenaga kesehatan, kader ILP, dan kelompok sasaran. Hasil pencapaian program ILP di Puskesmas Kalibaros dan Setono selama periode Januari–Juni masih belum mencapai optimalitas, dengan adanya kesenjangan yang signifikan antara target dan realisasi kehadiran peserta pada hampir semua kelompok sasaran. Pencapaian tertinggi terdapat pada kelompok balita di Kalibaros (62,4%-73,0%), kelompok remaja dan usia produktif di Kalibaros dan Setono menunjukkan partisipasi terendah, dengan capaian 1,7%-8,6% untuk remaja, dan 3,5%-7,4% untuk usia produktif. Keterbatasan sarana prasarana, jadwal layanan yang belum optimal, dan pemahaman masyarakat yang bervariasi menjadi kendala. Secara keseluruhan, ILP di Puskesmas Sokorejo dapat dijadikan model untuk pelayanan kesehatan primer yang holistik, terkoordinasi, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan strategi sosialisasi yang inklusif dan penguatan kolaborasi lintas sektor agar program ini dapat berkelanjutan dan manfaatnya dapat diperluas di masa depan.
Evaluasi Program Pengelolaan Penyakit Kronis (PROLANIS) Dalam Pengendalian Diabetes Melitus Di Wilayah Kerja Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Tirto I Irawan, Teguh; Indriyani, Yulis; Sa'adah, Lailis; Aulia, Sabrina Putri; Putri, Elsa Cornelia; Navisa, Dita Khafka; Athaya, M Hanan; Agustin, Andintya
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 11 (2025): Volume 12 Nomor 11
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i11.21523

Abstract

Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit kronis yang prevalensinya terus meningkat secara global, termasuk di Indonesia. Untuk menanggulangi hal ini, pemerintah melalui BPJS Kesehatan menginisiasi Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup penderita penyakit kronis melalui pelayanan kesehatan proaktif dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan Program Prolanis dalam pengendalian diabetes melitus di wilayah kerja Puskesmas Tirto I. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam kepada pengelola program, tenaga kesehatan, dan peserta Prolanis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Prolanis di Puskesmas Tirto I masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan sumber daya manusia, partisipasi peserta yang fluktuatif, keterbatasan akses transportasi, serta kurangnya inovasi dalam edukasi kesehatan. Meskipun demikian, program ini memberikan manfaat nyata bagi peserta dalam hal pemantauan kesehatan rutin dan peningkatan pengetahuan tentang pengelolaan diabetes. Diperlukan perbaikan dalam koordinasi, evaluasi program, dan pendekatan edukatif untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan Prolanis.
Study of Predisposing, Enabling, Reinforcing Factors: Adolescent Participation in the Integrated Primary Care Program Indriyani, Yulis; Irawan, Teguh; Khoiro, Afrida Isnania; Febriliyanti, Imelia; Fajriyah, Andini Hidayah; Sari, Safira Imelda; ‘Amali, Muhammad Shodiqul; Nugroho, Muhammad Aulia Shidiq; Nurfandila, Anggita Dias
Ahmar Metastasis Health Journal Vol. 5 No. 3 (2025): Ahmar Metastasis Health Journal
Publisher : Yayasan Ahmad Mansyur Nasirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53770/amhj.v5i3.552

Abstract

Adolescent participation in the Integrated Primary Care (ILP) Program remains low in many rural areas in Indonesia, despite national efforts to strengthen primary health care as part of the Healthy Indonesia 2045 agenda. Limited studies have examined the determinants of adolescent engagement, as previous research has predominantly focused on ILP implementation among mothers, toddlers, and health cadres. This study aims to analyze the predisposing, enabling, and reinforcing factors influencing adolescents participation in ILP activities using Lawrence Green’s PRECEDE-PROCEED Model. A descriptive qualitative design was employed, involving 10 adolescents aged 10-24 years registered in the ILP Posyandu of Karanganyar Village, Tirto District, Pekalongan Regency. Additional triangulation informants included one village midwife, two ILP cadres, and two policy makers, all selected through purposive sampling. Data were collected through in-depth semi-structured interviews and analyzed thematically. The findings indicate that predisposing factors, particularly adolescents limited understanding of ILP objectives and benefits, contribute to low engagement, with some expressing fear of examination results. Enabling factors show that facilities, equipment, and financing are adequate, yet participation is hindered by scheduling conflicts with school hours, despite the close proximity of ILP locations to adolescents homes. Reinforcing factors emerged as the strongest influence, with active communication from health workers, moral encouragement from families, and strong peer support playing crucial roles in motivating adolescents to attend ILP activities. Overall, the study reveals that low participation is shaped by interacting barriers across cognitive, structural, and social domains. Strengthening adolescent health literacy, adjusting activity schedules, and enhancing family and peer-based reinforcement are essential to improving sustainable adolescent engagement in ILP services. These findings highlight the importance of community-centered strategies and cross-sector collaboration to support the on going transformation of primary health care at the village level.
Pendampingan dan Pelatihan Pembuatan Video Kampanye Remaja Anti Narkoba di Desa Purworejo Kecamatan Sragi Kabupaten Pekalongan Maulana, Jaya; Fitriyani, Nur Lu’lu; Irawan, Teguh; Anggraeni, Diva Alya; Salsabilla, Salsabilla; Prasyanti, Agustina Ayu; Falujatunnisa, Nirmala; Safitri, Keisya Ayu Nuansa
Jurnal Pengabdian Nasional (JPN) Indonesia Vol. 7 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STMIK Indonesia Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63447/jpni.v7i1.1758

Abstract

Indonesia is in a state of emergency due to narcotics and illegal drugs (narcotics). By 2024, the prevalence of drug abuse in Indonesia had reached 3.3 million people, dominated by the younger generation, especially teenagers aged 15 to 24. Drug abuse was the highest or most common case in Pekalongan Regency throughout 2024, with 29 cases. This is based on data from the Pekalongan Police Department regarding all cases uncovered over the past year. Drug cases in Pekalongan Regency were spread across several sub-districts, one of which was Sragi Sub-district. The purpose of this Community Service (PKM) activity was to provide education on the dangers of drug abuse using lectures, jigsaw puzzles, and role-play methods. Results: This activity took place on Sunday, March 5, 2023, at Purworejo Public Elementary School. The community service participants consisted of four female cadres and 16 adolescent members of the youth integrated health post (Posyandu) in Purwoharjo Village, Sragi Sub-district.
Assessment Of The Polio 4 Immunization Program: Study At The Puskesmas Rowosari, Pemalang Rural Area Sofa Fuadiya; Yulis Indriyani; Teguh Irawan; Nadzifa Ziada Amalia; Putri Helmania; Malika Sabina Meiarisanti; Muh. Zuhad Mahya Raul
Journal of Public Health Indonesian Vol. 1 No. 3 (2024): September-JPHI
Publisher : PT. Anagata Sembagi Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62872/7qnvpd58

Abstract

Immunization is still the mainstay of the strategy to reduce the number of infectious diseases in toddlers. In 2023 Rowosari Puskesmas, Pemalang only reached 82.61% of polio 4 immunization achievements which had not reached the 100% target. To assess the evaluation of polio 4 immunization program at Rowosari Puskesmas, Pemalang. This study used a qualitative research type with a descriptive approach. To gather information, in-depth interviews were conducted with five informants, namely the immunization program manager (main informant), two village midwives (supporting informants), and two mothers of children under five (triangulation informants) through direct observation to the research location. Wiyorowetan Village has the lowest immunization achievement, the level of knowledge of mothers of toddlers is still lacking on the importance of immunization, lack of family support in immunization activities, small number of children in immunization implementation, low effectiveness of polio vaccine usage index (IPV) utilization, and lack of support from health workers to remind follow-up immunization schedule. Meanwhile, Bumirejo Village has the highest immunization achievement. This research study found barriers in the knowledge level of mothers of children under five, family support, number of children, utilization of index vaccine use (IPV), and health worker support.
Integration of Primary Health Care Services at Puskesmas in East Pekalongan Sub-district with a Formative Evaluation Approach Teguh Irawan; Jaya Maulana; Siwi Sri Widhowati; Arni Zulfa Laila
Journal of Public Health Indonesian Vol. 1 No. 5 (2025): JANUARY-JHH
Publisher : PT. Anagata Sembagi Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62872/8h8vx292

Abstract

Primary care integration (ILP) is a pillar of health transformation to strengthen primary health care by bringing health services closer to the village level, targeting the entire life cycle, and strengthening local area monitoring (PWS). The purpose of the study was to analyze the implementation of Primary Care Integration (ILP) at Puskesmas in East Pekalongan District. The research method used qualitative analysis with a case study approach. Data collection was carried out at the Puskesmas in the East Pekalongan sub-district of Pekalongan City. Data collection with in-depth interviews involving 20 informants and data processing using thematic analysis with CIPP variables. This study found that in the context aspect, the goal has not been achieved optimally to bring health services closer and expand due to the lack of cadres, influential factors are family support and officer involvement and infrastructure, targeting the entire life cycle.  In the input aspect, human resources are not sufficient, especially medical personnel and cadres for many targets, funding is insufficient for activities, infrastructure for tools is sufficient but the place of implementation is still not large enough and health test kits are still lacking. In the process aspect, planning has gone well, organizing is well structured, it's just that the number of cadres and health workers is still lacking to serve all life cycles, for Pekalsanaan it is still running as much as possible and for evaluation it still refers to the old mechanism and for evaluations carried out regularly every month. In the product aspect, the results of activities can increase the level of visits and the community becomes more enthusiastic in participating in the ILP posyandu.      
Strategi Promosi Kesehatan Menuju Kawasan Tanpa Asap Rokok Di Wilayah Kampus Universitas Pekalongan Indriyani, Yulis; Irawan, Teguh; Putri, Fadia Hami; Nabila, Zuhaira; Syaharani, Dimas Tsani Laila; Nabila, Alya Nasya; Cahyarani, Deska Ayunda; Hidayati, Sri Rakhmah; Imania, Tsania Anna
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 2 (2026): Volume 13 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i2.21812

Abstract

Masalah merokok tetap menjadi tantangan dalam pelaksanaan Kebijakan Kawasan Tanpa Asap Rokok (KTR) di Universitas Pekalongan. Studi ini bertujuan untuk menganalisis strategi promosi kesehatan yang mendukung kebijakan KTR dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam serta observasi terhadap mahasiswa, dosen, staf, dan pejabat kampus. Temuan penelitian menunjukkan bahwa strategi advokasi telah mulai diimplementasikan, tetapi belum merata di setiap unit kampus. Bina suasana dilakukan dengan pemasangan media sosialisasi KTR, namun belum maksimal dan kurang luas. Masyarakat telah bergerak, terutama berkat peran aktif mahasiswa dalam organisasi kesehatan, namun masih terhambat oleh rendahnya kesadaran individu. Di sisi lain, kolaborasi dengan pemerintah daerah telah berlangsung dengan adanya dukungan peraturan daerah mengenai KTR. Masalah utama mencakup kebiasaan merokok yang sudah mandarah daging, kurangnya pengawasan, serta sanksi yang belum tegas. Dengan demikian, diperlukan peningkatan strategi promosi kesehatan yang lebih menyeluruh dan kolaboratif dengan melibatkan seluruh anggota civitas akademika untuk mewujudkan lingkungan kampus yang sehat serta bebas dari asap rokok.  
Keberhasilan Pemberian ASI Eksklusif untuk Mendukung Intervensi Gizi Spesifik Penurunan Stunting di Puskesmas Warungasem Rubaila Nachla Aliya Haque; Yuniarti; Wahyuningsih; Teguh Irawan
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2026): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v2i1.182

Abstract

Stunting merupakan permasalahan gizi kronis yang masih menjadi prioritas kesehatan masyarakat karena berdampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia. Salah satu intervensi gizi spesifik yang berperan penting dalam pencegahan stunting adalah pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keberhasilan pemberian ASI eksklusif dalam mendukung intervensi gizi spesifik penurunan stunting di Puskesmas Warungasem. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif deskriptif dengan pendekatan evaluatif. Informan penelitian terdiri atas lima ibu balita sebagai informan utama, lima kader posyandu sebagai informan pendukung, serta satu petugas gizi puskesmas sebagai informan triangulasi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cakupan pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Warungasem telah mencapai target pelayanan dan menunjukkan kecenderungan meningkat. Keberhasilan program didukung oleh pengetahuan ibu yang cukup baik, pelaksanaan inisiasi menyusu dini yang optimal, dukungan keluarga, serta peran aktif tenaga kesehatan dan kader posyandu dalam edukasi dan pemantauan. Namun, masih ditemukan beberapa kendala seperti persepsi ibu terhadap kecukupan ASI dan keterbatasan kehadiran ibu dalam kegiatan posyandu. Secara keseluruhan, pemberian ASI eksklusif di Puskesmas Warungasem dinilai berhasil sebagai bagian dari intervensi gizi spesifik dalam upaya penurunan stunting.
Co-Authors Abidin, Muhammad Ayassy Malik Adelia Solecha Putri Adib Rachmawan Adika Nggofur Rurrochim Adinda Ismail Putri Agna Okta Fii Annisa Agung Hermawan Agustin, Andintya Amalia, Putri Rika Amalia, Salsabila Ananda Putri Amalia Anggraeni, Diva Alya Angraeni, Diva Alya Anik Indriono Anis Tiara Sari Wihar Anisa , Fadhilla Anisa Salma, Tiara Aprilia Aprilia Aprilia, Aprilia Aqila, Hasna Labibah Ardiana Priharwanti Arini Zulfa Arini Zulfa Laila Arni Zulfa Laila Athaya, M Hanan Aulia, Mahda Aulia, Mahda Ridhotul Aulia, Sabrina Putri Avi Mulyani Azmi, Zubaidah Tsania Ulul Azridjal Aziz Azzahra, Meila Azzahra, Meila Cahyarani, Deska Ayunda Chelsy Rachel Dwindasari Chosyiyah, Atut Indah Ciciani, Iqro Daffa Rifati Tsania Devi Liani Putriandi Dewi Amina, Nia Dewi Nugraheni Restu Mastuti Dewi Nugraheni RM Dina Nabilah Dyah Ayu Nurul Jannah Erinda Keysha Mardiarini Ernawati, Sitti Eva Risqiyanti Evia Fardiana Faiqi, Muhammad Nasyith Faiz Mazda Niamy Fajar Maulana Rifky Fauzan Fajri, Mega Prima Nur Fajriyah, Andini Hidayah Falujatunnisa, Nirmala Farah Angelina Pratiwi Farah Diba Arnis Ardinar Fatiyah, Sali Febriliyanti, Imelia Febrymellinia, Karine Laurenza Aulia Firmansyah, M. Rifki Fitriyani, Nur L. Fitriyani, Nur Lu’lu Hairil Akbar Hamdan, Muhamad Hasbibie, Caesar Thoriq Kemal Hermawan, Agung Hidayanti, Sukma Hidayati, Sri Rakhmah Hijriwati, Siti As adah Imam Purnomo Imam Purnomo Imania, Tsania Anna indriani, yulis Intan Mukti Juwita Intan Purnamasari Iqro Ciciani Isna Wida Khafidho ISNAENI, NUR Jaya Maulana Khoiro, Afrida Isnania Kusuma, Nurul Widya Kusumaningtyas, Dwi L., Pakerti Luhur Laila, Arni Zulfa Larasati Putriyani Lulu Fitriyani Luthfiyatul Karimah M. Luhur Pangestu Mafaza Zulfa, Nida Malika Sabina Meiarisanti Marfuatun Marfuatun Maula, Muhammad Fatih Izzul Maulana, Fajar Moch Syarief Hidayat Mochammad Hilmy Muflihatun Ni’mah Muh. Zuhad Mahya Raul Muhammad Labib Muhammad Labib, Muhammad Muhammad Syaikhon Yahya Mutakin, Fakhruddin Mutiafani, Amelia Mutiara Nabila, Alya Nasya Nabila, Zuhaira Nabilah, Putri Nilna Nadzifa Ziada Amalia Nafilla, Nur Naila Rochvika Wati Nasywa, Jauzatu Navisa, Dita khafka Nazara, Zelima Neila Himayati Nia Dewi Amina Nia Dewi Amina Nida Mafaza Zulfa Nila Afida Ni’mah, Muflihatun Novalista Ananda Putri Nugroho, Muhammad Aulia Shidiq Nur Isnaeni Nurfandila, Anggita Dias Nursyafti, Yolana Nurul Falla, Aisya Oktaviani Maydasari Pangestu, M. Luhur Paramitha, Dhiya Ayu Pasya, Restu Yusuf Pasya, Restu Yusuf Pradnya Permanasari Pramesti, Syecha Ardia Pramudhia, Cita Windu Prasetyotomo, Heru Prasyanti, Agustina Ayu Pratiwi, Farah Angelina Purwanti, Khansa Nabila Purwanti, Khansa Nabila Pusparita, Sonia Putra, Meiyaldi Eka Putri Helmania Putri Stevany Agustin Putri, Elsa Cornelia Putri, Fadia Hami Putri, Soffy Aura Qhotriena, Elica Rahma, Sarah Aulia Rahmadani, Fidya Rahmadani, Fidya Rahmat Iman Mainil Rahmatika, Shilnia Ramadina, Novia Riski Rantika Bintang Rindhasari, Amelia Rizqiyyah, Maya Fathiyyatur Rizqiyyah, Naili Rizqiyyah, Naili Rr. Vita Nurlatif Rubaila Nachla Aliya Haque Sa'adah, Lailis Safa Lahalisi Safitri, Keisya Ayu Nuansa Sajidan, Muhammad Naja Salsabilla Dwi Ramadhani Salsabilla, Salsabilla Sari, Alya Amelia Sari, Safira Imelda Septiyana, Nadhifa Bunga Setiawan, Bagas Budi Setiawan, Danur Setiawan, Danur Sinta Wulandari Sinta Wulandari Siti Maesaroh Siwi Sri Widhowati Siyam, Sania Rahmawati Laili Sofa Fuadiya Sofa Fuadiya Suwondo Suwondo Syaharani, Dimas Tsani Laila Syamsiar, Syamsiar Tiara Anisa Salma Umi Fadilah Wahyu Ningsih Wahyuningsih Wahyuningsih Wahyuningsih Wahyuningsih Wahyuningsih, Ita Wida Khafidho, Isna Yakzhan, Ahrenza Yulis Indriyani Yulisindriyanti Yuniarti Yuniarti Yuniarti - Yuniarti Yuniarti Yusuf, Muhammad Lutfi Zahra, Gisya Ainnaya Zahro Zahro Zahro Zahro, Fatimata ‘Amali, M Shodiqul ‘Amali, Muhammad Shodiqul