Claim Missing Document
Check
Articles

Tradisi Nyesek : Belenggu Bagi Perempuan Suku Sasak Ditengah Hegemoni Maskulinitas Susmawati, Susmawati; Hamidsyukrie ZM, Hamidsyukrie ZM; Wahidah, Ananda
Sosioglobal Vol 8, No 2 (2024): Sosioglobal: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi
Publisher : Department of Sociology, Faculty of Social and Political Science, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsg.v8i2.54276

Abstract

ABSTRAKTradisi nyesek (menenun) menjadi tolak ukur kedewasaan dan makna tubuh bagi perempuan yang masih dilestarikan oleh masyarakat Suku Sasak Dusun Sade Kabupaten Lombok Tengah. Tradisi nyesek menjadi salah satu syarat menikah bagi perempuan. Eksistensi tradisi ini mencerminkan adanya hegemoni maskulinitas sehingga menyebabkan terbatasnya aksesibilitas bagi perempuan di masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hegemoni maskulinitas dalam tradisi nyesek serta eksistensi tradisi nyesek bagi perempuan Suku Sasak. Metode penelitian menggunakan etnografi dengan wawancara mendalam. Informan penelitian ini terdiri dari 10 orang, 6 orang perempuan dan 4 orang laki-laki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya label maskulinitas terhadap laki-laki seperti macho, bertanggung jawab, berjiwa pemimpin, rasional dan kuat. Label tersebut mendorong terciptanya hegemoni sehingga membuat laki-laki tidak terlibat dalam tradisi nyesek dan tidak menjadi syarat menikah. Berbanding terbalik bagi perempuan, dimana nyesek menjadi hal yang wajib dan sebagai syarat untuk menikah. Selain itu, adanya pelabelan tersebut membuat akses yang tidak terbatas bagi laki-laki untuk mengenyam pendidikan. Hal ini juga membuat laki-laki lebih leluasa untuk bekerja di ranah publik sementara perempuan hanya di ranah domestik. Kata Kunci : Hegemoni Maskulinitas, Nyesek , PerempuanABSTRACTNyesek (weave) becomes an indicator of maturity and body meaning to women in which still be preserved by people of Sasak in Dusun Sade Central Lombok regency. This costume becomes one of the women's obligatory marriage requirements. The existence of this costume reflects the hegemonic masculinity so therefore brings forth the limitation of accessibility to the women in the society. This research is aimed to discover the hegemonic masculinity in nyesek tradition and the existence of this tradition for Sasaknese women. This research utilized the ethnography method with deep interviews. The Informants, furthermore, consisted of 10 people with 6 women and 4 men. The result of this research indicates that with the presence of masculinity to men such as macho, being responsible, leadership spirit, rational, and strong. Those labels bring forth the emergence of hegemony and therefore make men not involved in the tradition. On the contrary with women in which nyesek becomes obligatory marriage requirements. The presence of those labels, furthermore, makes the educational access for men being unlimited. As a result, men are more unimpeded to work in a public domain while women in a domestic domain.Keyword : Hegemonic Masculinity, Nyesek, Woman  
Kolaborasi Model OLO (Olympiad-Oriented) Task dengan Media YouTube Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Tansuri, Ardarila; Sukardi, Sukardi; Ananda Wahidah
Journal of Classroom Action Research Vol. 6 No. 3 (2024): Agustus 2024
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v6i3.8394

Abstract

Kemampuan berpikir kritis yang rendah terus menjadi permasalahan pembelajaran sehingga diperlukan suatu model yang cocok. Model pembelajaran yang digunakan yaitu OLO (Olympiad-Oriented) Task, sehingga tujuan dari penelitian ini untuk memahami model pembelajaran OLO (Olympiad-Oriented) Task yang dikolaborasikan dengan media YouTube mempengaruhi berpikir kritis siswa pada mata pelajaran IPS lebih tepatnya Sosiologi. Penelitian ini mengambil pendekatan kuantitatif dengan jenis eksperimen yang berbentuk Pre-Eksperimen. Desain penelitian yang digunakan the one grup Pretest Posttest. Instrumen pengumpulan data telah melalui tinjauan deskriptif yang telah lolos uji validasi dan reliabel. Uji hipotesis dan seluruh data penelitian dianalisis menggunakan SPSS 25.0 untuk perangkat Windows. Pada hasil penelitian menyatakan bahwa model pembelajaran OLO Task yang dikolaborasikan dengan media YouTube memberikan pengaruh terhadap berpikir kritis siswa dengan pengaruh efektivitas sebesar 59%, dengan mean post-test (75,96) lebih tinggi dibandingkan pre-test (41.29) berarti (75.96) > (41.29). Hal ini meningkat karena Tugas OLO berkonstribusi dalam pemecahan masalah bertahap dari menganalisisi-menciptakan (C4-C6), sehingga siswa didorong untuk bertanya, menjawab pertanyaan, dan memecahkan pertanyaan baik secara individu, berpasangan maupun kelompok.
Merdeka Belajar: Pengaruh Implementasi Pembelajaran P5 Terhadap Sikap Mandiri Siswa Andini, Adri; sukardi, sukardi; Ananda Wahidah
Journal of Classroom Action Research Vol. 6 No. 3 (2024): Agustus 2024
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v6i3.8405

Abstract

Tujuan penelitian adalah mengetahui keterlaksanaan Merdeka Belajar: Pembelajaran P5 Terhadap Sikap Mandiri Siswa di Mataram. Pendekatan penelitian ini bersifat kuantitatif dengan jenis penelitian ex post facto. Populasi penelitian sebanyak 329. siswa, teknik penetuan sampel menggunakan rumus Slovin dengan jumlah sampel yang didapat sebanyak 180. Metode pengambilan sampel yaitu simple random sampling., Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisis statistik deskriptif. Sebelum instrumen disebarkan, terlebih dahulu dilakukan uji coba kepada 35 siswa. Untuk menguji validitas instrument menggunakan korelasi product moment dan rumus Cronbach’s alpha untuk menguji reliabilitas lalu diperoleh hasil sebesar 0,860. Uji persyaratan terdiri dari uji normalitas dan linearitas. Penghitungan hipotesis menggunakan analisis korelasi dan simple linier regression yang dihitung menggunakan SPSS versi 27' windows. Hasil penelitian menunjukkan terdapat korelasi antara variabel merdeka belajar:  pembelajaran P5 (x) dan sikap mandiri (y) karena uji hipotesis analisis korelasi sebesar 0,000 kurang dari 0,05. Sedangkan untuk uji hipotesis simple linier regression diperoleh perhitungan thitung 4,453 > ttabel 1653. Hasil uji regresi linier sederhana terdapat pengaruh merdeka belajar: pembelajaran P5 terhadap sikap mandiri siswa, dengan variabel yang dipengaruhi sebesar 10,0%.
Development Of Project-Based E-Modules For Sociology Curriculum Study Suryanti, Ni Made Novi; Nursaptini, Nursaptini; Wahidah, Ananda
Journal of Classroom Action Research Vol. 6 No. 3 (2024): Agustus 2024
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v6i3.8876

Abstract

A This study aims to develop and find out the effectiveness of project-based E-modules for students of the FKIP Sociology Education Study Program. This development research uses a 4D model, namely define, design, develop, and disseminate. The results showed that e-modules are one of the teaching materials that can support student learning independence both in online and offline learning. The results of the validity test show that the e-module developed shows a valid category because it is in internal 2.5<SR£3.5. The e-module has also met the practicality test because the average score obtained is internal 2.5<SR£3.5. The output score obtained at the N-Gain Score of 0.52 in the internal range of 0.3£g£0.7 refers to the medium category which shows that the e-module developed is effective in improving student learning outcomes.
Pengaruh Model Pembelajaran FGD (Focus Group Discussion) Berbantuan Poster Terhadap Partisipasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Sosiologi Erlina, Ayu; Sukardi, Sukardi; Wahidah , Ananda
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 9 No. 4 (2024): November
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v9i4.2834

Abstract

Partisipasi belajar merupakan salah satu tolak ukur untuk melihat ketercapaian tujuan pembelajaran, apabila partisipasi belajar peserta didik baik, maka kemungkinan besar tujuan pembelajaran yang sudah direncanakan oleh guru dalam RPP dapat didicapai secara maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh penggunaan model pembelajaran FGD (Focus Group Discussion) berbantuan poster terhadap partisipasi belajar peserta didik pada mata pelajaran Sosiologi. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quasi Eksperiment, sedangkan design penelitian yang digunakan adalah Posttest Only With Nonequivalent. Populasi yang diteliti adalah peserta didik SMAN 10 Mataram dengan sample dari dua kelas yakni XII-IPS D sebagai kelas eksperimen dan XII-IPS E sebagai kelas kontrol, dengan menggunakan teknik pengambilan simple random sampling. Instrumen pengumpulan data telah melalui uji validitas dan reliabilitas sebelum digunakan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan SPSS 25 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas eksperimen mendapat rata-rata skor (38,06) lebih tinggi dari kelas kontrol (28,84), data tersebut menunjukan adanya perbedaan rata-rata skor yang diperoleh kelas eksperimen dan kelas kontrol, sehingga dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran FGD (Focus Group Discussion) berbantuan poster berpengaruh pada partisipasi belajar Sosiologi.
PENGUATAN IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA PADA MUSYAWARAH GURU MATA PELAJARAN (MGMP) SOSIOLOGI SMA/MA KOTA MATARAM Ni Made Novi Suryanti; Syafruddin; Hamidsyukrie ZM; Masyhuri; Nursaptini; Ananda Wahidah
Jurnal Pepadu Vol 5 No 3 (2024): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v5i3.5983

Abstract

Perubahan kurikulum merupakan bagian untuk meningkatkan sistem pendidikan yang ada di Indonesia. Pengembangan dan pembaruan kurikulum pendidikan sangat penting dan perlu dilakukan. Kurikulum pendidikan bersifat dinamis, kurikulum harus menyesuaikan kebutuhan dan karakteristik peserta didik sesuai dengan masanya. Perubahan kurikulum dengan demikian menjadi keniscayaan. Perkembangan IPTEKS yang sangat cepat menuntut kurikulum harus disesuaikan. Pada saat ini Indonesia sedang mengimplementasikan kurikulum baru yaitu Kurikulum Merdeka. Pada pelaksanaanya banyak guru yang masih kurang paham dalam pengimplementasiannya terutama pada pelaksanaan pembelajaran. Oleh karena itu perlu diadakan pengabdian pada masyarakat dengan topik Penguatan Implementasi Kurikulum Merdeka pada Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). Teknik yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi beberapa tahapan diantaranya: persiapan dilakukan dengan koordinasi kepada mitra pengabdian pada masyarakat. Selanjutnya pelaksanaan yang berisi pelatihan tentang penguatan implementasi kurikulum merdeka bagi guru yang tergabung dalam MGMP Sosiologi. Tahap akhir yaitu evaluasi dan pelaporan. Evaluasi untuk mengukur keberhasilan kegiatan yang akan dijadikan dasar ketercapaian tujuan pengabdian kepada masyarakat dan penyusunan laporan tentang pelaksanaan kegiatan secara keseluruhan.
PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI PADA REMAJA SEBAGAI PENCEGAHAN PERNIKAHAN DINI Syafruddin Syafruddin; Ni Made Novi Suryanti; Nursaptini Nursaptini; Imam Malik; Ananda Wahidah; Aryati Risma Ade
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i4.18049

Abstract

ABSTRAKKegiatan pengabdian kepada masyarakat dilatarbelakangi  kondisi yang memprihatinkan tentang kecenderungan tingginya angka pernikahan dini dan masih rendahnya pemahaman tentang kesehatan reproduksi di kalangan remaja terutama siswa Sekolah Menengah Pertama. Remaja harus disiapkan menjadi Sumber Daya Manusia berkualitas karena menentukan masa depan suatu bangsa. Pendidikan kesehatan reproduksi pada remaja sebagai pencegahan pernikahan dini sangat perlu untuk dilakukan. Tujuan dari pengabdian pada masyarakat ini dengan topik pendidikan kesehatan reproduksi pada remaja sebagai pencegahan pernikahan dini adalah meningkatnya pemahaman siswa akan kesehatan reproduksi dan dampaknya. Adapun pengabdian masyarakat dilakukan melalui jalur pendidikan formal dengan metode penyuluhan yang terdiri dari beberapa tahapan yaitu sosialisasi dan koordinasi kepada sekolah mitra, penyuluhan terkait pendidikan kesehatan reproduksi dan dampak buruk pernikahan dini, tahapan lainnya yang dilakukan yaitu diskusi dan tanya jawab serta evaluasi.  Hasil pengabdian masyarakat yang telah dilakukan yaitu siswa memiliki pemahaman tentang konsep kesehatan reproduksi, pentingnya pendidikan kesehatan reproduksi, dan dampak buruk pernikahan dini bagi kesehatan reproduksi. Kata kunci: pendidikan;; kesehatan reproduksi; remaja; pernikahan dini ABSTRACTCommunity service activities are motivated by worrying conditions regarding the tendency of high rates of early marriage and low understanding of reproductive health among teenagers, especially junior high school students. Teenagers must be prepared to become quality human resources because they determine the future of a nation. Reproductive health education for teenagers as a prevention of early marriage is very necessary. Tujuan dari pengabdian pada masyarakat ini dengan topik pendidikan kesehatan reproduksi pada remaja sebagai pencegahan pernikahan dini adalah meningkatnya pemahaman siswa akan kesehatan reproduksi dan dampaknya. Meanwhile, community service is carried out through formal education with an outreach method which consists of several stages, namely socialization and coordination with partner schools, counseling related to reproductive health education and the negative impacts of early marriage, other stages carried out are discussion, question and answer and evaluation. The results of the community service that has been carried out are that students have an understanding of the concept of reproductive health, the importance of reproductive health education, and the negative impact of early marriage on reproductive health. Keywords: education; reproduction health; teenager; early-age marriage
ANALISIS DIMENSI INTERKULTURAL ANTAR MASYARAKAT BERAGAMA STUDI FENOMENOLOGI PADA MASYARAKAT KOTA MATARAM Malik, Imam; Syafruddin, Syafruddin; Wahidah, Ananda; Aryat, Rismaade
SOSIO EDUKASI Jurnal Studi Masyarakat dan Pendidikan Vol. 8 No. 1 (2024): SOSIO EDUKASI Jurnal Studi Masyarakat dan Pendidikan
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/sosedu.v8i1.27919

Abstract

This research aims to measure and analyze intercultural dimensions in the context of creating effective relationships among religious communities and to formulate effective strategies and approaches to mitigate potential conflicts and create harmonious relationships amidst a society with diverse cultures and religions. This research was conducted in the city of Mataram. This research uses a qualitative approach with a phenomenological method to collect data from various religious and cultural groups in different areas of Mataram. The research instruments include in-depth interviews and non-participatory observations; this step was chosen because issues of ethnicity, religion, race, and inter-group relations (SARA) are sensitive topics to discuss. The data collected was then analyzed using a qualitative approach such as content analysis to identify patterns of relationships between religious and cultural groups. The research results show several factors influencing interactions between religious communities, namely the level of education, knowledge about the cultures and religions of each group, and intensive communication. Additionally, it was found that an effective form of interaction is one filled with open dialogue between groups and individual openness to differences in each intercultural interaction session. The findings of this research can serve as a basis for developing policies that support cultural and religious diversity in society and promote understanding and cooperation among religious groups to achieve more harmonious relationships.
Media Online? : Media Baru Bagi Eksistensi Kekerasan Gender Pada Mahasiswa Di Tengah Hegemoni Maskulinitas Masyarakat Wahidah, Ananda; ZM, Hamidzyukrie; Malik, Imam
Sosioglobal Vol 9, No 1 (2024): Sosioglobal: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi
Publisher : Department of Sociology, Faculty of Social and Political Science, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsg.v9i1.58398

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menjabarkan latar belakang terjadinya kekerasan gender berbasis online pada  mahasiswa se-Kota Mataram dan bagaimana dampak dari KGBO tersebut. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi melalui wawancara mendalam. Informan dalam penelitian ini merupakan 8 orang mahasiswa di Kota Mataram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan latar belakang secara fisik, sikap, bahasa, gaya hidup dan penampilan individu menjadi pemantik awal/faktor terjadinya kekerasan gender berbasis online. Selain itu, terdapat stereotip gender dan bias gender turut menjadi pemicu, dimana ketika informan memposting sesuatu yang tidak sesuai dengan ekspektasi masyarakat umum maka akan mendapatkan penghinaan, pelecehan berupa hate speech ataupun hate comment. Hal ini tentunya memberikan dampak yang dominan negatif baik secara fisik maupun psikologis. Kehilangan rasa percaya diri, takut bermain sosial media, stress bahkan depresi. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa korban kekerasan gender berbasis online lebih banyak berasal dari kalangan perempuan. Hal ini terjadi dikarenakan masih eksisnya dominasi laki-laki yang kuat dan bagaimana posisi laki-laki di masyarakat. Kenyataan tersebut memperkuat penindasan kepada perempuan yang masih dianggap sebagai hal sepele dan “biasa” karena kaum perempuan dianggap lebih lemah.Kata Kunci : Hegemoni, Kekerasan Gender Berbasis Online, Maskulinitas  ABSTRACTThis research aims to explain the background of online-based gender violence in students in Mataram City and how the impact of the KGBO. The method used is a phenomenological method with in-depth interviews. The informants in this study consisted of 8 students in Mataram City. The results of the study show that differences in individual physical backgrounds, attitudes, language, lifestyle, and appearance are the initial triggers/factors for the occurrence of online-based gender violence. In addition, there are gender stereotypes and gender biases that are also triggers, where when an informant posts something that is not to the expectations of the general public, they will get insults, and harassment in the form of hate speech or hate comments. This certainly has a dominant negative impact both physically and psychologically. Loss of confidence, fear of playing on social media, stress, and even depression. The results of this study also show that more victims of online-based gender violence come from women. This happens because of the existence of strong male dominance and what is the position of men in society. This reality reinforces the oppression of women who are still considered trivial and "ordinary" because women are considered weaker.Keywords : Hegemony, Online-based Gender Violence, Masculinity  
Internalisasi Keterampilan Sosial Abad 21 Berbasis Nilai Multikultural dalam Mencegah Bullying di Kota Mataram: Studi Kualitatif dengan Pendekatan Naturalistik ZM, Hamidsyukrie; Ilyas, Muhammad; Wahidah, Ananda; Aryati, Risma Ade; Susmawati, Susmawati
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 8 No. 6 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v8i6.6944

Abstract

Pada abad ke-21, berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk lingkungan sekolah, menghadapi tantangan seperti bullying. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses internalisasi dan bentuk keterampilan abad ke-21 berbasis nilai-nilai multikultural dalam mencegah bullying di sekolah. Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan naturalistik digunakan, dengan data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap 15 informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi keterampilan abad ke-21 berbasis multikultural dilakukan melalui kolaborasi dalam pembelajaran, pembentukan kelompok heterogen untuk menanamkan toleransi, serta penanaman sikap saling menghargai dalam komunikasi. Keterampilan abad ke-21 seperti critical thinking dikembangkan melalui proyek dan pemecahan masalah, creativity difasilitasi dengan kesempatan yang setara dalam berprestasi, collaboration diperkuat melalui kerja kelompok, dan communication ditumbuhkan dengan memberikan ruang bagi siswa menyampaikan pendapat. Internalizasi keterampilan ini meningkatkan toleransi dan empati, yang berkontribusi dalam meminimalisir bullying di sekolah.
Co-Authors Abdul Haris Agif Zarkasyi Hawari Agung Firmansyah Agustine , Puspa Nova Aini Ramadhania Amalia, Syifa Miftahul Amilda, Lina Amini, Rabiatul Andini, Adri Anggun Anggita Saputra Anwar Soleh Purba Anwar Soleh Purba Arofah, Zianul Arveni Dwi Magfirah Aryat, Rismaade Aryati Risma Ade Aryati, Risma Ade Aziza, Nur Fitri Baiq Peber Wanti Devi Yuliana, Devi Dewi, Oktaviani Dewi, Suprayanti Erlina, Ayu Esa El Hawa Fidhun, Muhammad Hairil Wadi Hamdi Hamdi Hamidsyukrie ZM Hamidsyukrie ZM Happri Novriza Setya Dhewantoro Harian, Paenal Juni Harun, Ari Hikmah Ramdhani Putri Imam Malik Indri Yani Irawati, Mila Janah Puji Astuti Khaerul Anam Khaerul Anam Khairul Nur Hazami Khairurrozi, Khairurrozi Kisman Kisman M. Qamaruzzam Alawiyyin Batin Zohiro Masyhuri Masyhuri Masyhuri Maulida Afriani, Sukma Mila Noviana, Mila Muhammad Ansori Muhammad Ilyas Mulia Ningsih, B.Sri Nabani, Taqiyudin Nazira, Arni Ni Made Novi Suryanti Nida, Holizatun Nursaptini Nursaptini Nursaptini Paenal Juni Harian Qalbiy, Shafwatu Qamaruzzam A.B.Z Ramadhania, Aini Rohin Novia Maydi Putri Safitri, Sulistia Santiani Santiani SAPUTRA, ANGGUN ANGGITA Siti Nurbayani Siti Rosidah Sopiana Sopiana Sri Maryanti Sukardi Sukardi Sukardi Sukardi Sumitro Sumitro Suprapti Suprapti Susmawati Susmawati, Susmawati Suud Suud, Suud Syafruddin Syafruddin Syafruddin Tansuri, Ardarila Tiara Daniar Rachmani Tutin Aryanti Wadi, Hairil Widodo, Ridho Zianul Arofah ZM, Hamidsyukrie ZM, Hamidzyukrie Zohiro, M. Qamaruzzam Alawiyyin Batin Zubaidi, Fitriannisa F