Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Development of Student Worksheets Based on HOTS Model Problem Based Learning to Improve Student Learning Outcomes Sarina Sarina; Marungkil Pasaribu; Nurjannah Nurjannah; Ielda Paramita; Nurul kami Sani
Journal of Innovative Physics Education Research Vol. 1 No. 2 (2025): Journal of Innovative Physics Education Research
Publisher : CV. Dharma Samakta Edukhatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61142/jiper.v1i2.295

Abstract

This study aims to develop Higher Order Thinking Skills -based Student Worksheets using the Problem Based Learning model to improve student learning outcomes. This research is a Research and Development study and uses the 4D (Define, Design, Develop, and Disseminate) development model. The developed student worksheets has been validated by media experts with a score of 89.50% and by subject matter experts, showing content feasibility of 83.45% and linguistic aspects of 91.42%. The results of the pilot test through a student response questionnaire obtained an average score of 82%, which indicates a very practical category. Meanwhile, student learning outcomes showed an average score of 57.96% with a moderate category. Thus, it can be concluded that the HOTS-based  student worksheets  using the Problem Based Learning model has been tested and is feasible for use as teaching material in physics practicums.
The Effect of Problem-Based Learning Using Geoboard on Cognitive Ability of SDN 8 Mamboro Students Anggi Kurnia Putri; Zulnuraini; Nurul Kami Sani; Nashrullah; Danti Indriastuti Purnamasari
Media Pendidikan Matematika Vol. 13 No. 2 (2025): J-MPM
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, FSTT, Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/mpm.v13i2.17822

Abstract

This study aims to investigate the effect of the Problem Based Learning (PBL) model using geoboard media on the cognitive abilities of fourth-grade students at SD Negeri 8 Mamboro, specifically in the mathematics subject focusing on plane figures. Employing a quasi-experimental design with a one-group pretest-posttest approach, the study involved 29 students as the population. The research hypothesis proposed that the PBL model assisted by geoboard media significantly improves students' cognitive abilities. Data were collected through a multiple-choice test consisting of 14 validated questions. Analysis included descriptive statistics, the Shapiro-Wilk normality test, paired sample t-test, and N-gain test. Results revealed a significant increase in cognitive ability, with the mean pretest score rising from 51.51 to 82.48 in the posttest. The paired sample t-test indicated a significance value of 0.001 (p < 0.05) and a t-value of -19.324, confirming the acceptance of the alternative hypothesis and rejection of the null hypothesis. Furthermore, the N-gain score averaged 0.6765, categorized as moderate improvement. These findings demonstrate that implementing the PBL model with geoboard media effectively enhances students' cognitive skills by fostering independent discovery and active engagement in learning
Peningkatan Keyakinan Siswa Memahami Konsep Fisika dengan Metode Eksperimen Berbantuan PhET Ni Made Sukmayanti; Haeruddin Haeruddin; Ielda Paramita; Nurul Kami Sani
JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online) Vol. 14 No. 1 (2026): JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jpft.v14i1.4933

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan keyakinan siswa dalam memahami konsep fisika antara pembelajaran menggunakan metode eksperimen berbantuan PhET dan metode pembelajaran biasa. Selama ini, PhET lebih banyak diteliti dari aspek kognitif, sementara pengaruhnya terhadap keyakinan siswa masih jarang dikaji. Penelitian ini menggunakan desain kuasi eksperimen dengan non-equivalent control group design. Sampel terdiri dari 68 siswa SMA Negeri 5 Palu tahun ajaran 2024/2025 yang dipilih melalui teknik purposive sampling, yaitu 37 siswa kelas XI M2 (kontrol) dan 31 siswa kelas XI M3 (eksperimen). Instrumen penelitian berupa tes keyakinan siswa. Analisis data menggunakan uji Mann-Whitney U menghasilkan nilai signifikansi sebesar 0,44 > 0,05, yang menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan antara kelompok eksperimen dan kontrol. Hasil ini mengindikasikan bahwa penggunaan PhET belum memberikan pengaruh yang berarti terhadap peningkatan keyakinan siswa dalam memahami konsep fisika. Temuan ini memberikan masukan penting bagi pendidik dalam mempertimbangkan media pembelajaran berbasis simulasi PhET untuk penguatan aspek afektif siswa.
Pengaruh Pembuatan Alat Eksperimen Sederhana dalam Model Discovery Learning terhadap Keterampilan Proses Sains Siswa SMP Agustina Agustina; Ielda Paramita; Unggul Wahyono; Delthawati Isti Ratnaningtyas; Nurul Kami Sani
JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online) Vol. 14 No. 1 (2026): JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jpft.v14i1.5586

Abstract

Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di SMP sering masih berpusat pada guru, sehingga keterampilan proses sains siswa cenderung rendah. Selain itu, keterbatasan sarana eksperimen membuat siswa sulit melakukan pembelajaran secara aktif dan investigasi ilmiah secara langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembuatan alat eksperimen sederhana dalam model Discovery Learning terhadap keterampilan proses sains siswa. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain pretest-posttest control group. Sampel terdiri dari dua kelas yang dipilih melalui purposive sampling, yaitu kelas VII C sebagai kelompok eksperimen dan kelas VII A sebagai kelompok kontrol. Kelompok eksperimen melaksanakan pembelajaran dengan kegiatan pembuatan alat eksperimen sederhana, sedangkan kelompok kontrol menggunakan alat eksperimen yang sudah tersedia. Instrumen yang digunakan berupa tes keterampilan proses sains. Hasil posttest menunjukkan bahwa rata-rata skor kelompok eksperimen adalah 75,87, sedangkan kelompok kontrol 67,83. Uji-t menunjukkan bahwa thitung ≥ ttable(2,05 ≥ 1,67) pada taraf signifikansi 0,05. Hasil ini menunjukkan bahwa pembelajaran dengan pembuatan alat eksperimen sederhana dalam model Discovery Learning secara signifikan meningkatkan keterampilan proses sains siswa. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi model Discovery Learning dengan keterlibatan siswa dalam pembuatan media eksperimen memberikan pengalaman belajar yang lebih aktif, kreatif, dan bermakna.
Kemampuan Berpikir Kreatif dan Berpikir Kritis Peserta Didik dalam Mata Pelajaran IPA Fisika Juan Dwi Prasetyo Paemba; Syamsu Syamsu; Haeruddin Haeruddin; Amiruddin Kade; Syamsuriwal Syamsuriwal; Nurul Kami Sani
JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online) Vol. 14 No. 2 (2026): JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jpft.v14i2.6211

Abstract

Kemampuan berpikir kreatif dan berpikir kritis merupakan bagian penting dari keterampilan abad ke-21 yang perlu dikembangkan dalam pembelajaran IPA Fisika. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil kemampuan berpikir kreatif dan berpikir kritis peserta didik kelas VII SMPN 4 Palu pada materi kalor. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif dengan subjek penelitian sebanyak 25 peserta didik, serta 12 responden yang dipilih secara purposif untuk wawancara mendalam. Pengumpulan data dilakukan melalui tes esai dan wawancara semi-terstruktur. Instrumen penelitian terdiri atas empat soal untuk mengukur kemampuan berpikir kreatif dan lima soal untuk mengukur kemampuan berpikir kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kreatif peserta didik berada pada kategori kreatif dengan rata-rata persentase 73,44%, meliputi indikator fluency 65,63%, flexibility 79,69%, originality 76,56%, dan elaboration 71,88%. Sementara itu, kemampuan berpikir kritis berada pada kategori baik dengan rata-rata 71,8%. Temuan ini menunjukkan bahwa peserta didik telah memiliki dasar kemampuan berpikir tingkat tinggi, meskipun masih diperlukan penguatan pada aspek kelancaran ide dan argumentasi ilmiah melalui pembelajaran yang lebih eksploratif dan berbasis pemecahan masalah.