Claim Missing Document
Check
Articles

Durasi tidur dan aktivitas sedentari sebagai faktor risiko hipertensi obesitik pada remaja Grouse Oematan; Gustaf Oematan
Ilmu Gizi Indonesia Vol 4, No 2 (2021): Februari
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/ilgi.v4i2.208

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi obesitik adalah suatu kondisi hipertensi yang didahului oleh obesitas. Prevalensi hipertensi obesitik pada remaja diperkirakan akan terus meningkat. Hal ini akan berdampak buruk pada kesehatan remaja saat dewasa. Durasi tidur dan aktivitas sedentari dianggap sebagai salah satu faktor yang berkontribusi terhadap timbulnya hipertensi obesitik pada remaja. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah durasi tidur pendek dan aktivitas sedentari sebagai faktor risiko hipertensi obesitik pada remaja. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain case-control.Subjek dalam penelitian ini adalah 168 siswa sekolah menengah pertama di Kecamatan Pamulang, terdiri dari 84 siswa obesitas dengan hipertensi sebagai kasus dan 84 siswa obesitas tanpa hipertensi sebagai kontrol. Data durasi tidur diambil menggunakan Sleep Clinic Questionnaire, data aktivitas sedentari diambil dengan menggunakan ASAQ (Adolescents Sedentary Activity Questionnaire). Hasil: Penelitian ini menemukan hubungan antara durasi tidur pendek (p<0,001) dan aktivitas sedentari (p<0,05) dengan hipertensi obesitik. Remaja dengan durasi tidur yang kurang dari 8 jam per hari berisiko 5,48 kali untuk mengalami hipertensi obesitik. Sementara itu remaja dengan aktivitas sedentari lebih dari 6 jam per hari memiliki risiko 2,27 kali untuk mengalami hipertensi obesitik. Kesimpulan: Durasi tidur pendek dan aktivitas sedentari adalah faktor risiko hipertensi obesitik pada remaja.
HUBUNGAN FAKTOR SOSIAL EKONOMI DENGAN KETERSEDIAAN PANGAN RUMAH TANGGA PETANI DI KECAMATAN MALAKA TENGAH KABUPATEN MALAKA Marthen R Pellokila; Grouse Oematan; Romi N L Kami
Jurnal Pangan Gizi dan Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2020): Jurnal Pangan Gizi dan Kesehatan
Publisher : Pergizi Pangan DPD NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51556/ejpazih.v9i2.79

Abstract

Ketersediaan pangan dapat terwujud melalui produksi usahatani dan nonusahatani. Ketersediaan pangan melalui usahatani dapat dilakukan melalui pengelolaan ragam faktor produksi, sedangkan ketersediaan pangan melalui non usahatani membutuhkan akses atau kemampuan dengan daya jangkau berupa daya beli atau pendapatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor sosial ekonomi dengan tingkat ketersediaan pangan pada rumah tangga petani di Kabupaten Malaka. Data yang digunakan dalam penelitian ini ialah data sekunder dan data primer yang diperoleh dari hasil wawancara berdasarkan kuisioner. Penentuan sampel dilakukan secara bertahap (multistage random sampling) yaitu terlebih dahulu menentukan wilayah kecamatan secara acak sehingga terpilih Kecamatan Malaka Tengah dari 12 Kecamatan yang ada. Selanjutnya penentuan desa contoh yaitu Desa Wehali dan Desa Kletek dan terakhit ialah penentuan rumah tangga petani contoh (responden) dengan mengunakan rumus slovin sehinga total responden yang didapat ialah 84 responden. Selanjutnya data yang terkumpul dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil analisis menunjukan bahwa faktor yang berhubungan dengan ketersediaan pangan pada rumah tangga petani pada kedua desa ialah faktor tingkat pendapatan yang memberikan pengaruh positif sedangkan jumlah anggota keluarga dan tingkat pendidikan ibu tidak memberikan pengaruh terhadap ketersediaan pangan pada rumah tangga petani.
HUBUNGAN PENGETAHUAN GIZI DAN ALOKASI WAKTU IBU RUMAH TANGGA DENGAN POLA ASUH MAKAN ANAK BAWAH DUA TAHUN Marselinus Laga Nur; Grouse Oematan; Yohanes Handri Tadeus Rina
Jurnal Pangan Gizi dan Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2021): Jurnal Pangan Gizi dan Kesehatan
Publisher : Pergizi Pangan DPD NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51556/ejpazih.v10i1.130

Abstract

Stunting disebabkan oleh beberapa faktor seperti asupan makanan, penyakit infeksi, riwayat ASI Eksklusif, pendidikan ibu, pengetahuan ibu, pola asuh anak, status ekonomi keluarga dan masih banyak faktor penyebab lainnya.Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dan data primer yang diperoleh dari hasil wawancara berdasarkan kuisioner. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional dengan desain crossectional study. Populasi penelitian ini adalah semua keluarga yang memiliki anak dibawah umur dua (2) tahun dan sampel ditentukan dengan model total sampling, yaitu sebanyak 178 responden. Data tentang Pengetahuan gizi dan alokasi waktu ibu rumah tangga beserta data pola asuh makan anak BADUTA dikumpulkan dengan kuesioner kemudian dianalisa dengan menggunakan uji statistik chi square (pvalue=0,05) untuk mengetahui hubungan pengetahuan gizi dan alokasi waktu ibu rumah tangga dengan pola asuh makan Anak Baduta dengan studi kasus di daerah lokus stunting Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Penelitian ini menemukan bahwa sebagian besar (88.2%) ibu rumah tangga yang mempunyai pengetahuan gizi baik; 80.9% mempunyai alokasi waktu lebih dari delapan (8) jam di rumah; dan sebanyak 69.7% ibu balita yang mempunyai pola asuh kurang baik. Adapun hasil analisis statistik menunjukkan bahwa ada hubungan antara faktor alokasi waktu ibu baduta (pValue: 0.000<0.05) dengan pola asuh makan anak BADUTA
KETERPAPARAN ORANG TUA MURID DALAM PROSES TRANSFORMASI INFORMASI TENTANG PENTINGNYA SARAPAN SEHAT BAGI ANAK SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN SEMAU KABUPATEN KUPANG Intje Picauly; Grouse Oematan; Amelya B Sir
Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Kepulauan Lahan Kering Vol. 1 No. 1 (2020): Volume 1 Nomor 1 Edisi April 2020
Publisher : Pergizi Pangan DPD NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sarapan merupakan salah satu cara untuk memberikan energi yang dibutuhkan oleh anak sekolah agar bisa beraktivitas seharian. Namun, kenyataannya masih banyak anak sekolah yang belum berperilaku sarapan sehat yang dapat memenuhi kebutuhan 30% energi. Salah satu penyebabnya adalah rendahnya pengetahuan dan praktik ibu dalam menyiapkan sarapan sehat bagi anak. Salah satu isi pesan dari 13 Pesan Umum Gizi Seimbang (PUGS) dan Keluarga Sadar Gizi Kadarzi) adalah biasakan sarapan pagi. Namun, masih banyak penduduk Indonesia yang tidak sarapan. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2010 menyatakan bahwa 26,1% anak sekolah dasar (SD) hanya sarapan dengan air minum dan 44,6% anak SD yang sarapan hanya memperoleh asupan energi kurang dari 15% kebutuhannya. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada orang tua murid tentang pentingnya pemberian sarapan pagi yang sehat (beragam, bergizi, seimbang, dan aman dari cemaran mikroba). Diharapkan agar dari kegiatan ini, orang tua mengetahui manfaat sarapan pagi dan dapat menyiapkan sarapan yang sehat dan bergizi. Metode pelaksanaan kagiatan ini adalah “Pendidikan Masyarakat” berbentuk penyuluhan yang bertujuan meningkatkan pemahaman dalam bidang kesehatan dan lingkup terkait didalamnya sehingga menyadarkan masyarakat akan pentingnya memelihara kesehatan dan hidup sehat. Tempat pelaksanaannya adalah Sekolah Dasar kelas 1-3 SD Inpres Hansisi, Kecamatan Semau, Kabupaten Kupang. Hasil yang diperoleh adalah persentase perubahan pengetahuan dari orang tua murid tentang pentingnya pemberian sarapan sehat dan bergizi. Sebagai langkah nyata keberlangsungan ke tahap perubahan tindakan orang tua maka pihak sekolah bersama komite sekolah berkomitmen untuk terus mengawal anak sekolah agar setiap kali kesekolah sudah mendapatkan sarapan yang sehat, bergizi dan cukup.
PENINGKATAN PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG PERANAN MAKANAN TERHADAP SISTEM IMUN MELALUI SIARAN RADIO PROGRAM LINTAS MALAM RRI KUPANG Marselinus Laga Nur; Grouse Oematan
Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Kepulauan Lahan Kering Vol. 3 No. 1 (2022): Volume 3 Nomor 1 Edisi April 2022
Publisher : Pergizi Pangan DPD NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51556/jpkmkelaker.v3i1.176

Abstract

Virus Corona adalah sekelompok virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Dalam beberapa kasus, virus ini menyebabkan infeksi pernapasan ringan saja. Infeksi virus Corona atau COVID-19 bisa menyebabkan penderitanya mengalami gejala flu, seperti hidung berair dan meler, sakit kepala, batuk, nyeri tenggorokan, dan demam, atau gejala penyakit infeksi pernapasan berat, seperti demam tinggi, batuk berdahak bahkan berdarah, sesak napas, dan nyeri dada. Namun, secara umum ada 3 (tiga) gejala umum yang bisa menandakan seseorang terinfeksi virus Corona, yaitu: demam, batuk dan sesak napas. Kasus Covid19 telah menjadi pandemi sejak awal tahun 2020. Indonesia dan termasuk juga Propinsi NTT turut merasakan dampaknya. Sejumlah usaha dapat dilakukan untuk mencegah penularan, salah satunya dengan meningkatkan asupan makanan bergizi untuk meningkatkan sistem imun. Usaha untuk mencegah penularan covid19 dilakukan dengan berbagai macam cara. Salah satunya dengan menjaga konsumsi makanan agar dapat meningkatkan sistem imun. Sistem imun sangat penting karena sejauh ini belum ada obat yang spesifik membunuh virus covid19. Dengan demikian konsumsi makanan bergizi sangat penting dalam menghadapi pandemi covid19. Pandemi covid19 bukan hanya berdampak pada bidang kesehatan namun juga ekonomi. Masyarakat labih memilih berdiam di rumah. Jarak fisik dan jarak sosial diterapkan. Sehingga produksi menurun, termasuk makanan. Pendapatan juga menurun sehingga lebih sulit untuk memenuhi kebutuhan makanan. Meskipun demikian, makanan bergizi tidak selamanya mahal. Oleh sebab itu Edukasi masyarakat sangat penting. Edukasi masyarakat penting untuk memberikan pemahaman tentang sistem imun dalam menghadapi pandemi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang makanan bergizi dan sistem imun. Kegiatan ini menggunakan metode siaran radio dengan sasaran yang dapat dijangkau adalah pendengar radio baik melalui pesawat radio maupun aplikasi RRI plus. Hasil kegiatan ini menunjukkan partisipasi yang tinggi dari pendengar melalui interaksi pendengar. Dapat disimpulkan, kegiatan ini didengar dan mendapatkan tanggan positif.
REVEALING PAST IDENTITY OF UPCYCLED PRODUCTS: HOW SIMPLE NARRATIVE IMPROVE PRODUCT PERCEPTION Mege, Stacia Reviany; Oematan, Grouse
ASEAN Marketing Journal Vol. 13, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manuscript type: Research Article Research Aims: Telling a story about the past identity of a product is believed to help improve the positive perception towards the product. Certain product has gone through transformation from its past identity to new and more valuable product, known as upcycled product. This study aimed to investigate whether a simple narrative about repurposed products can generate higher perception of product biography, product appeal, felt specialness, and purchase intention of consumers. Design/methodology/approach: To test the hypotheses, a two-group between subject experiment involving 103 university students was conducted . Two upcycled products (pouch and bag) with simple narrative were used as stimulus. Research Findings: The result revealed that people who are aware of the past identity of the product perceived that the product has a story and feel more special, unique, and recognized if they use the product. Contrary to the previous research, this study found no difference in perception about product appeal and purchase intention between two groups. Theoretical Contribution/Originality: This research contribute in filling the gap of the impact of storytelling with simple narrative toward upcycled products especialy in Indonesia. Practitioner/Policy Implication: This study could provide some insights to business owners and marketers that building a story about the product or around the product can help build positive attitude toward the product and a simple or minimal narrative can function well. Research limitation/Implications: This research however has some limitations such as the variety of participants which limited to university students. Furthermore, this research did not take into account the prior knowledge and awareness of participants about repurposed products.
PEMANFAATAN BISKUIT PMT LOKAL DALAM UPAYA PENANGGULANGAN MASALAH GIZI BURUK DI WILAYAH LAHAN KERING KEPULAUAN ROTE NDAO Intje Picauly; Marselinus Laga Nur; Diana Aipipidely; Grouse Oematan; Mega Liufeto; Welresna Rupiasa
Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Kepulauan Lahan Kering Vol. 3 No. 2 (2022): Volume 3 Nomor 2 Edisi Oktober 2022
Publisher : Pergizi Pangan DPD NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51556/jpkmkelaker.v3i2.210

Abstract

Masa balita merupakan periode penting dalam proses pembentukan dan perkembangan manusia yang ditandai dengan tumbuh kembang yang sangat pesat. Periode ini merupakan periode yang kritis bagi anak-anak dimana terjadi pertumbuhan yang akan berpengaruh pada perkembangan periode berikutnya. Kebutuhan zat gizi pada masa ini sangat tinggi untuk mendukung proses pertumbuhan dan perkembangan balita selama kehidupan janin dan 2 tahun pertama setelah lahir. Gizi kurang dan kesehatan yang buruk pada balita selama periode tersebut akan memberikan dampak buruk kehidupan bayi di masa mendatang yang bersifat permanen dan tidak dapat dikoreksi, sehingga diperlukan pemenuhan gizi yang adekuat pada rentang usia ini. Pola asuh ibu dalam mengatur konsumsi pangan keluarga sangat menentukan kecukupan asupan gizi seorang anak. Kegiatan pengabdian ini bertemakan : peningkatan pengetahuan ibu rumah tangga melalui kegiatan pelatihan pengolahan biskuit PMT lokal dalam mendukung upaya preventif masalah gizi buruk di wilayah lahan kering kepulauan Rote Ndao. Kegiatan dilaksanakan di Desa Helebeik Puskesmas Baa Kabupaten Rote Ndao dengan tujuan untuk memberikan dukungan pengetahuan ibu rumah tangga tentang memanfaatkan pangan local menjadi produk biscuit bergizi sebagai makanan selingan kaya gizi. Target atau Sasaran kegiatan ini adalah : Kelompok Ibu hamil dan ibu-ibu yang mempunyai anak balita. Kegiatan dilaksanakan pada 7-8 Oktober 2022 dengan jumlah peserta penyuluhan sebanyak 35 orang ibu (Ibu hamil dan ibu balita). Adapun informasi yang akan diberikan adalah informasi tentang langkah penting dalam menyiapkan makanan selingan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman dari cemaran mikroba untuk anggota keluarga terutama anak balita. Sehingga, diharapkan dari kegiatan ini semua ibu balita mengetahui cara memilih dan menyiapkan makanan termasuk mengolah biscuit menjadi makanan bergizi bagi keluarga. Metode pelaksanaan kagiatan ini adalah “Penyuluhan Masyarakat” berbentuk penyuluhan yang bertujuan meningkatkan pemahaman dalam bidang kesehatan dan lingkup terkait didalamnya sehingga menyadarkan masyarakat akan pentingnya memelihara kesehatan dan hidup sehat. Menurut Wahjuti (2014) bahwa metode penyuluhan yang dilakukan dengan pendekatan kelompok seperti : Ceramah dan Demonstrasi Cara/Hasil. Hasil yang diperoleh adalah ibu balita dan ibu hamil dapat mengetahui cara mengolah pangan lokal menjadi makanan selingan (biscuit) yang bergizi; terjadinya perubahan pengetahuan, presepsi dan tindakan dari ibu rumah tangga tentang pemanfaatan dan pemberian makanan beragam, bergizi, sehat, dan aman berbasis pangan lokal.
EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM POSYANDU LANSIA DI KECAMATAN NUNPENE Oliva Maria Dede Repi; Jacob Ratu; Grouse Oematan; Andreas Umbu Roga
Jurnal Ners Vol. 7 No. 1 (2023): APRIL 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v7i1.13745

Abstract

Posyandu lansia adalah suatu wadah pelayanan kepada lansia di masyarakat berbasis UKBM dimana pembentukan dan pelaksanaannya dilaksanakan oleh masyarakat dengan pendampingan dari tenaga kesehatan Puskesmas, dalam ahli informasi dan keterampilan dari petugas kepada masyarakat sebagai upaya promotif preventif dalam peningkatan status kesehatan dan kualitas hidup lansia. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh penulis berkaitan dengan pelaksanaan posyandu lansia di wilayah kerja Puskesmas Nunpene, kegiatan Posyandu Lansia belum terlaksana dengan baik, hal ini disebabkan karena minat, kualitas kader serta anggaran kegiatan Program Posyandu Lansia juga masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan posyandu lansia, kelengkapan saran dan prasarana, ketersediaan anggaran serta kulitas dan kuantitas Sumber Daya Manusia yaitu Tenaga Kesehatan dan Kader di Puskesmas Nunpene. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, pengamatan dan dokumentasi, dengan jumlah sampel sebanyak 25 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sarana dan prasarana posyandu lansia diwilayah kerja Puskesmas Nunpene sudah tersedia dengan lengkap sedangkan minat lansia dalam pelaksanaan program posyandu lansia masih rendah, anggaran untuk posyandu lansia di wilayah kerja Puskesmas Nunpene juga belum tercukupi dan belum ada dana khusus untuk pelaksanaan program posyandu, serta kualitas dan kuantitas sumber daya manusia dalam hal ini kualitas tenaga pembantu seperti kader masih perlu ditingkatkan. Posyandu lansia bisa berjalan dengan baik jika minat lansia dalam mengunjungi posyandu tinggi, terdapat anggaran yang cukup serta ketersedian tenaga kesehatan dan kader dengan kualitas dan jumlah yang memadai. Petugas Kesehatan dan kader diharapkan lebih aktif melakukan kunjungan rumah pada lansia yang mempunyai keterbatasan gerak.
PENGARUH KONSUMSI PANGAN TERHADAP TEKANAN DARAH PADA SISWA SMA DI KECAMATAN OEBOBO KOTA KUPANG Ambrosia Aventi Pidor; Stefanus Pieter Manongga; Grouse T. S. Oematan
Jurnal Pangan Gizi dan Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2023): Jurnal Pangan Gizi dan Kesehatan
Publisher : Pergizi Pangan DPD NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51556/ejpazih.v12i1.223

Abstract

Tekanan darah merupakan faktor penting dalam sistem sirkulasi pada tubuh manusia perubahan tekanan darah ada dua yaitu tekanan darah tinggi dan tekanan darah rendah. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Kupang 2018 prevalensi hipertensi di kecamatan oebobo sebesar 10,1%, jumlah estimasi hipertensi usia ≥15 tahun di kecamatan Oebobo adalah 19.474. Sedangkan prevalensi kejadian hipotensi secara umum di perkirakan 5% sampai dengan 34% dan memiliki kecenderungan meningkat pada usia 17-19 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap tekanan darah pada siswa SMA di Kecamatan Oebobo Kota Kupang. Penelitian ini menggunakan penelitian analitik observasional dengan cross sectional study. Populasi target dalam penelitian diambil menggunakan teknik proportional sampling yaitu ada lima SMA yang terpilih. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 140 siswa. Analisis data yang digunakan adalah analisis bivariat dengan metode regresi logistic. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa konsumsi pangan (ρ= 0,299) tidak berpengaruh terhadap tekanan darah pada siswa SMA di Kecamatan Oebobo Kota Kupang. Status gizi yang normal, serta perilaku hidup sehat yang baik seperti tidak merokok, tidak mengkonsumsi alkohol, kebiasaan istirahat/tidur yang cukup dan aktivitas fisik yang cukup dapat mempertahankan status tekanan darah normal.
HUBUNGAN ASUPAN PROTEIN DENGAN STATUS GIZI DI LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK KLAS I KUPANG Anggi Thene; Lewi Jutomo; Grouse T. S. Oematan
Jurnal Pangan Gizi dan Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2023): Jurnal Pangan Gizi dan Kesehatan
Publisher : Pergizi Pangan DPD NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51556/ejpazih.v12i1.229

Abstract

Gizi merupakan salah satu faktor utama penentu kualitas hidup dan sumber daya manusia. Remaja adalah kelompok yang rentan terhadap masalah gizi. Masalah gizi pada remaja dikarenakan perilaku gizi yang tidak seimbangan antara konsumsi gizi dengan kecukupan gizi yang dibutuhkan. Remaja yang aktif dan banyak melakukan aktivitas memerlukan asupan energi dan protein yang besar dibandingkan dengan remaja yang kurang aktif. Protein mempunyai fungsi khas yaitu untuk memelihara dan membagun sel-sel serta untuk jarigan tubuh makhluk hidup. Terpenuhinya asupan protein dengan benar pada remaja akan mempengaruhi status gizi dan proses pertumbuhannya. Pemenuhan gizi pada anak remaja tidak terlepas untuk anak yang menjalani masa hukuman di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan asupan protein dengan status gizi di LPKA Klas I Kupang. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Besar sampel adalah 20 orang dengan teknik pengambilan sampel Purposive sampling. Data diperoleh dengan pengisian kuesioner dan penimbangan makanan. Analisis data dilakukan dengan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel asupan protein (p= 0,561) tidak terdapat hubungan yang signifikan dengan variabel status gizi. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa variabel asupan protein tidak memiliki hubungan dengan status gizi di LPKA Klas I Kupang.