Claim Missing Document
Check
Articles

RUMAH KOMUNIKASI STUNTING SEBAGAI WADAH PEMBENTUKAN PERILAKU DAN KEMANDIRIAN GIZI PANGAN DI WILAYAH KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN Picauly, Intje; Marni, Marni; Landi, Soleman; Oematan, Grouse; Setyobudi, Agus
Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Kepulauan Lahan Kering Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 Nomor 2 Edisi Oktober 2025
Publisher : Pergizi Pangan DPD NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51556/jpkmkelaker.v6i2.518

Abstract

Data SSGI tahun 2024 bahwa prevalensi stunting di Desa Oinlasi 37.2% lebih tinggi dari Kabupaten TTS (32.1%) daun jauh diatas angka rata-rata nasional (19.8%). Angka ini mencerminkan kondisi lapangan yang sulit akses terhadap pangan bergizi, air bersih, sanitasi layak, dan layanan kesehatan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan perilaku tentang pangan, gizi dan kesehatan; meningkatkan kemandirian pangan serta meningkatkan ekonomi keluarga berisiko Stunting. Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode kaji tindak terkait aspek edukasi pangan, gizi dan kesehatan serta pemanfaatan lahan pakarangan dalam pemenuhan aspek kemandirian pangan di Wilayah Pelayanan Polindesa Desa Oinlasi Kecamatan Molo Selatan Kabupaten TTS dibulan Juli - Agustus 2025. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah terjadinya perubahan perilaku masyarakat terkait pangan, gizi dan kesehatan serta tersedianya lokasi percontohan pemanfaatan lahan pekarangan beserta hasil Perikanan dan peternakan terintegrasi dengan pertanian hidroponik (3K:Kolam, Kandang dan Kebun) atau Kebun Gizi. Disarankan agar kegiatan Inovasi RUKOM Stunting ini dapat terus digalakkan dalam upaya perubahan perilaku masyarakat untuk hidup bergizi dan sehat, mandiri pangan serta meningkatkan pendapatan keluarga.
The Effect of Fruit, Vegetable, Fast Food Consumption, and Physical Activity on Waist Circumference in Adolescent Boys Muddzalifah, Dewi; Laga Nur, Marselinus; Oematan, Grouse; Jutomo, Lewi
Jurnal Pangan Gizi dan Kesehatan Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Pangan Gizi dan Kesehatan
Publisher : Pergizi Pangan DPD NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51556/ejpazih.v14i2.469

Abstract

Background: Central obesity in adolescents is a growing health problem that has the potential to cause various non-communicable diseases in the future. Objectives: This study aims to analyze the influence of fruit and vegetable consumption, fast food consumption, and physical activity on waist circumference among male adolescents in Kupang City. Methods: The study design used was quantitative with a cross-sectional approach and utilized secondary data from the Indonesian Health Survey (SKI) in Kupang City for the year 2023. The sample size consisted of 115 male adolescents aged 10–18 years selected from 66 census blocks. Data were analyzed using univariate and bivariate methods with the chi-square test. Results: The results showed that there was no significant effect of fruit consumption (p-value=0.771 < 0.05), vegetables (p-value=1.000 < 0.05), fast food (p-value=0.487 < 0.05), as well as moderate and vigorous physical activity (p-value=0.950 < 0.005) and (p-value=0.397 < 0.05) on waist circumference. Conclusions: The conclusion of this study is that, in addition to fruit, vegetable, fast food consumption, and physical activity, other factors such as genetics and lifestyle also play an important role in controlling waist circumference in adolescent males, thus requiring healthy lifestyle interventions from an early age.
Optimalisasi Peningkatan Kemampuan Remaja dalam Penatalaksanaan Henti Jantung di Komunitas melalui Metode Flipped Learning Jadmiko, Arief Wahyudi; Wahyudi, Chandra Tri; Buntara, Arga; Oematan, Grouse; Marni
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i3.21090

Abstract

Latar Belakang: Henti jantung merupakan salah satu penyebab utama mortalitas dengan angka kejadian yang relatif tinggi baik secara global maupun nasional. Intervensi cepat dan tepat melalui tindakan Resusitasi Jantung Paru (RJP) telah terbukti secara ilmiah dapat meningkatkan peluang kelangsungan hidup pasien. Namun demikian, tingkat pengetahuan dan keterampilan kelompok remaja, dalam melakukan pertolongan awal masih rendah.. Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas metode flipped classroom dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan remaja terkait resusitasi jantung paru (RJP). Metode: Peningkatan pengetahuan dan ketrampilan dilakukan dengan menggunakan metode pembelajaran flipped classroom (edukasi berbasis video yang dikirimkan sebelum pembelajaran tatap muka, pelatihan tatap muka yang mencakup diskusi dan praktik RJP). Untuk mengetahui efektifitas dari kegiatan dilakukan dengan membandingkan nilai pre-test, post-test, dan observasi keterampilan dalam melakukan RJP. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Sebanyak 57 siswa SMA di Kupang Barat berpartisipasi dalam penelitian ini. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan skor pengetahuan dari 4,84 menjadi 6,67 (p < 0,001) serta peningkatan keterampilan praktik RJP. Kesimpulan: Metode flipped classroom  terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas remaja sebagai kader kesehatan sekolah yang mampu berperan sebagai penolong awal dalam situasi gawat darurat khususnya henti jantung.
HUBUNGAN FAKTOR SOSIAL EKONOMI DAN POLA KONSUMSI DENGAN STATUS GIZI BADUTA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS NAIBONAT KABUPATEN KUPANG Sereh, Rita; Anna H. Talahatu; Grouse T. S. Oematan
Medika Alkhairaat: Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 03 (2025): Desember
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v7i03.335

Abstract

ABSTRAK Pertumbuhan serta perkembangan bayi berusia dua tahun sangat memerlukan asupan gizi yang memadai. Ada beberapa faktor yang memengaruhi keadaan gizi, yakni faktor dari luar dan faktor dari dalam. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi hubungan antara faktor ekonomi sosial dan kebiasaan makan dengan status gizi pada bayi dan balita di area pelayanan Puskesmas Naibonat Kabupaten Kupang. Jenis penelitian dalam penelitian ini ialah survey analitik dengan dengan desain rancangan penelitian menggunakan pendekatan cross-sectional study. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Naibonat Kabupaten Kupang selama Maret-April 2025. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 68 baduta di kelurahan Naibonat. Cara pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan probability sampling dengan teknik simple random sampling yaitu pengambilan sampel secara acak dan setiap anggota populasi. Variabel independen dalam penelitian ini adalah Faktor Sosial Ekonomi dan Pola Konsumsi, variabel dependen dalam penelitian ini adalah status gizi baduta. pengumpulan data menggunakan kuesioner. Data di analisa menggunakan uji chi square dengan signifikan <0,05. Hasil analisis menunjukan tidak ada hubungan yang signifikan antara pendidikan ibu (p value>0,793), ada hubungan yang signifikan pengetahuan gizi ibu (p value<0,002), tidak ada hubungan pendapatan (p value>0,742), ada hubungan jumlah anggota keluarga (p value<0,000), jenis pangan (p value<0,000) jumlah konsumsi (p value<0,000), frekuensi makan (p value<0,000). ABSTRACT The growth and development of two-year-old infants need adequate nutrition. Factors that influence nutritional status are external factors and internal factors. This study aims to determine the relationship between socio-economic factors and consumption patterns with the nutritional status of toddlers in the work area of ​​the Naibonat Health Center, Kupang Regency. The type of research in this study is an analytical survey with a research design using a cross-sectional study approach. This research was conducted in the work area of ​​the Naibonat Health Center, Kupang Regency, during March-April 2025. The sample in this study was 68 toddlers in the Naibonat sub-district. The sampling method in this study used probability sampling with a simple random sampling technique, namely random sampling, and each member of the population was included. The independent variables in this study are Socioeconomic Factors and Consumption Patterns; the dependent variable in this study is the nutritional status of toddlers. Data collection using a questionnaire. Data were analyzed using the chi-square test with a significance of <0.05. The results of the analysis showed no significant relationship between maternal education (p value = 0.793), there was a significant relationship between maternal nutritional knowledge (p value = 0.002), there was no relationship between income (p value = 0.742), there was a relationship between the number of family members (p value = 0.000), type of food (p value = 0.000) amount of consumption (p value = 0.000), frequency of eating (p value = 0.000).
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STATUS GIZI BALITA DI DESA OEBAFOK WILAYAH KERJA PUSKESMAS BATUTUA KABUPATEN ROTE NDAO Adon Ranti Adu; Utma Aspatria; Grouse T.S.Oematan
Medika Alkhairaat: Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 03 (2025): Desember
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v7i03.345

Abstract

ABSTRAK Gizi menjadi tantangan kesehatan yang dihadapi oleh banyak negara, baik yang telah maju maupun yang masih berkembang. Ada banyak faktor yang menjadi penyebab terjadinya masalah gizi buruk dan gizi kurang, termasuk kemiskinan, tingkat pendidikan dan pengetahuan orang tua, pola asuh mereka, makanan pendamping, penyakit infeksi, stabilitas keamanan negara, ketersediaan fasilitas kesehatan, kurangnya praktik pemberian ASI eksklusif, kejadian bayi lahir dengan berat rendah, serta asupan nutrisi selama kehamilan. Wilayah kerja Puskesmas Batutua merupakan puskesmas yang memiliki gizi buruk tertinggi sebanyak 193 balita pada tahun 2023. Penelitian ini dilakukan di Desa Oebafok Kabupaten Rote Ndao dan di laksanakan pada bulan Agustus 2024. Tujuan dari penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan status gizi balita di Desa Oebefok Wilayah Kerja Puskesmas Batutua Kabupaten Rote Ndao. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional study dan jumlah sampelnya 50 orang. Data dianalisis menggunakan univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil riset menunjukkan bahwa ada hubungan tingkat pengetahuan (r=0,002),riwayat penyakit infeksi (r=0,003),pendapatan keluarga (r=0,000),tingkat konsumsi pangan (r=0,000). Di sarankan kepada ibu balita di Desa Oebafok wilayah Kerja Puskesmas Batutua Kabupaten Rote Ndao sebaiknya lebih memahami tentang pengatahuan gizi pada balita, dengan tujuan agar status gizi balita bisa dipantau secara maksimal dan menghindari status gizi buruk pada bailta. ABSTRACT Malnutrition is a health challenge faced by many countries, both developed and developing. There are many factors that contribute to the occurrence of malnourishment and undernutrition, including poverty, the level of education and knowledge of parents, their parenting styles, complementary feeding, infectious diseases, national security stability, availability of healthcare facilities, a lack of exclusive breastfeeding practices, the incidence of low birth weight infants, and nutritional intake during pregnancy. The working area of Batutua Community Health Centre is a health centre with the highest rate of malnutrition, recording 193 under-fives in 2023. This research was conducted in Oebafok Village, Rote Ndao Regency, and was carried out in August 2024. The aim of this research is to identify the factors related to the nutritional status of toddlers in Oebafok Village, the working area of the Batutua Health Centre in Rote Ndao Regency. This type of research is quantitative, employing a cross-sectional study design with a sample size of 50 individuals. Data were analysed using univariate and bivariate analysis with a chi-square test. Research results show that there is a relationship with knowledge level at 0.002, history of infectious diseases at 0.003, family income at 0.000, and level of food consumption at 0.000. It is recommended that mothers of toddlers in Oebafok village, the working area of Batutua Health Centre in Rote Ndao Regency, should better understand nutritional knowledge for toddlers, with the aim of monitoring the nutritional status of toddlers as effectively as possible and avoiding poor nutritional status in toddlers.
The Influence of Religious Figures' Support and Mother's Parenting Patterns on the Incidence of Stunting in the Dry Land Area of the Islands of East Nusa Tenggara Province Picauly, Intje; Laga Nur, Marselinus; Oematan, Grouse; Marni, Marni; Pellokila, Marthen Robinson; Exposto , Levi Anatolia S.M.; Pacheco , Cipriano do Rosario
Public Health of Indonesia Vol. 11 No. 4 (2025): October - December
Publisher : YCAB Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36685/phi.v11i4.1255

Abstract

Background : The regional government of Nusa Tenggara Timur (NTT) province has made many efforts to accelerate the reduction of stunting prevalence. However, until now, NTT Province still contributes to a high prevalence of stunting. Objective : The study aims to determine the effect of religious figure support and parenting patterns on stunting incidents in the NTT Islands Dry Land Region. Methods : The research was conducted in May - August 2024 in Batakte Village, West Kupang District, Kupang Regency with a sample of 60 mothers of toddlers and 10 informants who were religious leaders. This type of research is quantitative descriptive using case control study design. The collected data were analyzed univariately and bivariately using che square analysis. Results : The results of the study showed that 96.67% of mothers of toddlers were directly involved in the religious figure innovation program and 91.67% of mothers of toddlers had good food and nutrition parenting patterns. The results of the analysis show that support from religious figures and maternal parenting patterns have an influence (pValue = 0.000 < 0.005) on the incidence of stunting. Further analysis showed that toddlers would be at 36 times greater risk (OR = 36; 95%CL = 8.108-59.894) of experiencing stunting if they did not receive support from religious figures and poor maternal parenting factors gave toddlers a 23 times greater risk (OR = 23; 95%CL = 8.108-39.850) of experiencing stunting. Conclusion: support from religious figures and maternal parenting patterns related to food consumption are important factors in preventing stunting. Suggestion: religious figures together with local governments can carry out nutritional advocacy activities, nutritional counseling and improving nutritional institutional governance to support accelerated steps to overcome stunting problems in dry land and island areas of NTT
The Effect of Family History of Hypertension, Dietary Patterns, and Smoking History on Hypertension among Older Adults in the Working Area of Kisol Community Health Center, East Manggarai Elperona, Bentina A.; Oematan, Grouse
Jurnal Pangan Gizi dan Kesehatan Vol. 15 No. 1 (2026): Jurnal Pangan Gizi dan Kesehatan
Publisher : Pergizi Pangan DPD NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51556/ejpazih.v15i1.517

Abstract

Background: Hypertension is one of the major health problems in the elderly that increases the risk of cardiovascular disease and mortality. Objectives :This study aims to analyze the effect of family history of hypertension, dietary patterns, and smoking history on the incidence of hypertension in the elderly in the working area of the Kisol Community Health Center, East Manggarai Regency. This study used a quantitative approach with a case-control design. The study sample consisted of 161 elderly respondents aged ≥60 years, determined using the Slovin formula through random sampling. Method: Data were collected using questionnaires, interviews, and blood pressure measurements, then analyzed using the chi-square test at a significance level of 5%. Results: The results showed a significant association between family history of hypertension and the incidence of hypertension (p=0.000) as well as dietary patterns and the incidence of hypertension (p=0.000). Conversely, smoking history was not significantly associated with the incidence of hypertension (p=0.287). It is recommended that the Community Health Center strengthen nutrition education and routine screening.
The Role of Religious Figures in Supporting the Acceleration of Stunting Reduction in East Nusa Tenggara Intje Picauly; Marselinus Laga Nur; Grouse Oematan; Nadia Ridwan; Yohanes Dwi Putra Jegili; Michelle Revival Nenabu; Diana Aipipidely
Journal of Government and Civil Society Vol 9 No 1 (2025): Journal of Government and Civil Society (April)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jgcs.v9i1.12683

Abstract

This study aims to determine the role of religious leaders in supporting the acceleration of stunting reduction in East Nusa Tenggara. The study was conducted using a qualitative descriptive approach with informants: 10 religious leaders who were determined by Purposive Sampling using one of the inclusion criteria, namely from religious groups with the largest number of people in Indonesia and NTT Province, namely Islam, Protestantism, and Catholicism and 10 mothers of stunted toddlers and are receiving intervention programs from the Kupang Regency government. Data were collected by means of in-depth interviews, then comments or statements from informants were recorded by the prepared tool. Furthermore, the data were analyzed in four stages, namely data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study showed that in general the perspective of religious leaders was very good that stunting was a problem of chronic malnutrition that had an impact on the quality of human resources. The form of support from religious leaders was to involve the government in efforts to change the pattern of nutrition and public health through nutrition advocacy activities, public health nutrition governance, and ensuring the involvement of the religious sector in health. Conclusion: religious leaders can be partners with the government in accelerating stunting reduction in NTT Province. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran tokoh agama dalam mendukung percepatan penurunan stunting di Nusa Tenggara Timur. Penelitian dilakukan dengan pendekatan deskriptif kualitatif bersama informan : 10 orang tokoh agama yang ditentukan secara Purposive Sampling menggunakan salah satu kriteria inkusi yaitu berasal dari kelompok agama dengan jumlah jiwa terbanyak di Indonesia dan Propinsi NTT yaitu islam, protestan, dan katholik dan 10 orang ibu balita stunting dan sedang mendapat program intervensi dari pemerintah Kabupaten Kupang. Data dikumpulkan dengan cara wawancara mendalam atau  Indepth interview, kemudian komentar atau pernyataan dari informan direkam oleh alat yang disiapkan. Selanjutnya data dianalisis dengan empat tahap, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum prespektif tokoh agama sangat baik bahwa stunting merupakan masalah kekurangan gizi kronik yang berdampak pada kualitas sumberdaya manusia. Bentuk dukungan tokoh agama adalah melibatkan pemerintah dalam upaya perubahan pola asuh gizi dan kesehatan masyarakat melalui kegiatan advokasi gizi, tata kelola gizi kesehatan masyarakat, dan menjamin keterlibatan sektor agama dalam kesehatan. Kesimpulan: tokoh agama dapat menjadi mitra pemerintah dalam percepatan penurunan stunting di Propinsi NTT. 
Pendidikan Kesehatan Pada Anak Sekolah Dasar Grouse Oematan; Utma Aspatria; Tasalina Gustam
GOTAVA Vol. 1 No. 1 (2023): GOTAVA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Yayasan Sumber Daya Manusia Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59891/jpmgotava.v1i1.5

Abstract

Infectious disease is a disease caused by pathogenic microorganisms such as bacteria, viruses, fungi. The disease can be passed from person to person, through contact with contaminated surfaces or objects. One simple effort that can be done to help prevent infectious diseases caused by bacteria and parasites is to teach children about the importance of a clean and healthy lifestyle. Furthermore, to ensure that children want to change habits in a healthy direction, effort is needed, one of which is through education. Health education plays an important role in promoting the well-being and development of children in primary schools. The results of community service activities show an increase in students' knowledge after counseling is carried out.
Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Kader Posyandu dalam Mencegah Stunting Grouse Oematan; Gustaf Oematan; Utma Aspatria
GOTAVA Vol. 1 No. 2 (2023): GOTAVA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Yayasan Sumber Daya Manusia Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59891/jpmgotava.v1i2.9

Abstract

Posyandu cadres have a role in delivering basic health services to pregnant women, infants, toddlers, children and families. Cadres are an integral part of posyandu management in the community. Good knowledge and skills are needed to support the duties of a cadre. This service activity aims to increase the knowledge and skills of posyandu cadres in Tanah Putih Village. There were 12 participants in this activity. Increasing the knowledge and skills of cadres is carried out through counseling and simulations. Based on the results of evaluating the level of knowledge regarding stunting, the first 1000 days of life (HPK), monitoring of child growth and development as well as the skills of cadres regarding filling out the health card (KMS) experienced a significant increase.
Co-Authors Adon Ranti Adu Agus Setyobudi Alawiyah, Tutik Ambrosia Aventi Pidor Amelya Betsalonia Sir Anderias Umbu Roga Anggi Thene Anna Talahatu Arga Buntara Arief Wahyudi Jadmiko Benggu, Aldi Bessie, Ayu Puspita Suryani Boeky, Daniela Bryan, Joss Bunga, Eryc Haba Bunga, Yunanda Alesandra Christin Debora Nabuasa Christin Nabuasa Daniela L.A. Boeky Diana Aipipidely Diana Aipipidely Elperona, Bentina A. Erna Hartatia Eryc Z. Haba Bunga Exposto , Levi Anatolia S.M. G. A.Y. Lestari Grace Maku Grace Maku Grace Maranatha Gustam, Tasalina Y P Haba Bunga, Eryc Inggit Meliana Anggarini Intje Picauly Jacob Matheos Ratu Jegili, Yohanes Dwi Putra Lay Djara, Desi Darmiati Lenggu, Marisa Lewi Jutomo Lewi Jutomo Liufeto, Mega Luju, Paulus Hangga M. L. Mullik Maku, Grace Marni Marni Marni, Marni Marselinus Laga Nur Marselinus Laga Nur Marselinus Laga Nur Marselinus Laga Nur Marthen Robinson Pellokila Mediana Tabelak Mege, Stacia R Mesri Kartika Michelle Revival Nenabu Muddzalifah, Dewi N. Taratiba Nabuasa, Christin Nadia Ridwan Ndoen, Honey Nenabu, Michelle Revival Nur, Marselinus Laga Oematan, Gustaf Oliva Maria Dede Repi Pacheco , Cipriano do Rosario Picauly, Intje Ribka Limbu Ridwan, Nadia Romi N L Kami Sereh, Rita Setyobudi, Agus Sintha Purimahua Soleman Landi Stacia Mege Stacia Reviany Mege Stefanus P Manongga SYAMRUTH, YENDRIS K Talahatu, Anna H. Talahatu, Anna Henny Tasalina Gustam Twen. O. Dami Dato Ully, Novini Handayani Utma Aspatria Utma Aspatria Utma Aspatria Utma Aspatria Wahyudi, Chandra Tri Welresna Rupiasa Yedutun Kase Yeni Haning Yohanes Dwi Putra Jegili Yohanes Handri Tadeus Rina Yudishinta Missa