Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Identifikasi Faktor Penentu Kerawanan Pangan melalui Model Prediktif Random Forest: Studi Regional di Provinsi Lampung Utomo, Feri; Fitriani, Fitriani; Dwi Putra, Septafiansyah; Noer, Irmayani
Journal of Food System & Agribusiness Volume 9 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jofsa.v9i2.4467

Abstract

Kerawanan pangan masih menjadi persoalan serius di Provinsi Lampung meskipun wilayah ini dikenal sebagai salah satu sentra produksi pangan nasional. Kontradiksi antara surplus produksi padi, jagung, dan ubi kayu di tingkat makro dengan masih tingginya rumah tangga yang mengalami kerawanan pangan menunjukkan adanya kesenjangan dalam distribusi, akses, dan pemanfaatan pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penentu kerawanan pangan melalui penerapan model prediktif machine learning, khususnya algoritma Random Forest. Data sekunder diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) periode 2014–2024 dengan variabel dependen Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sebagai indikator kesejahteraan masyarakat, serta 13 variabel independen yang merepresentasikan aspek dan ketahanan pangan, sosial, dan ekonomi. Hasil evaluasi model menunjukkan performa yang kuat dengan nilai Mean Squared Error (MSE) sebesar 12.830.318 dan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,899, yang menandakan kemampuan prediksi tinggi dan kesalahan relatif rendah. Uji feature importance mengungkap bahwa variabel Produksi Padi (0,3743) dan Luas Panen Padi (0,3415) merupakan determinan paling dominan, diikuti oleh Pengeluaran per Kapita Disesuaikan (0,1086) dan Persentase Penduduk Miskin (0,0713). Indikator pembangunan manusia dan ketenagakerjaan berkontribusi lebih kecil, sementara variabel lainnya relatif marginal. Temuan ini menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi daerah masih ditentukan oleh margin ekstensif berupa luasan dan volume produksi padi, sehingga rentan terhadap alih fungsi lahan maupun guncangan iklim. Rekomendasi kebijakan meliputi perlindungan lahan sawah, modernisasi irigasi, intensifikasi berkelanjutan, penguatan daya beli, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia untuk mendorong ketahanan pangan yang lebih inklusif dan berkelanjutan di Lampung.
the Lampung Robusta Coffee Supply Chain Strengthening Strategy Meriko, Erwinda; Fitriani, Fitriani; Analianasari, Analianasari; Noer, Irmayani
Journal of Food System & Agribusiness Volume 9 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jofsa.v9i2.4472

Abstract

Petani kopi rakyat di Indonesia sulit keluar dari jebakan rantai nilai bisnis industri kopi yang berpihak pada kapitalisasi pasar yang tidak adil.   Petani kopi terjebak pada ketergantungan intermediary market mulai dari tengkulak, agen, pabrikasi, hingga eksportir.  Keterbatasan akses pasar, fluktuasi harga global, serta rendahnya akses terhadap pembiayaan dan teknologi memperbukur kondisi lemahnya posisi tawar petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan merancang strategi penguatan rantai nilai bisnis kopi rakyat Lampung agar lebih adil dan menguntungkan petani di hulu produksi, serta memperbaiki posisi tawar petani dalam rantai pasok kopi di tingkat lokal, regional, dan global.  Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods (kuantitatif dan kualitatif) untuk mendapatkan gambaran lengkap tentang kondisi dan hambatan yang dihadapi petani serta peluang penguatan rantai nilai  kopi yang berkeadilan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa Strategi penguatan rantai pasok pada hulu produksi kopi perlu fokus pada kebijakan penguatan kelembagaan untuk peningkatan produktivitas melalui penggunaan bibit unggul dan penerapan Good Agricultural Practices (GAP), perbaikan mutu melalui pascapanen yang lebih baik, serta penguatan koperasi untuk peningkatan posisi tawar dengan stakeholders lain dalam rantai nilai bisnis kopi secara berkeadilan.  Hilirisasi produk kopi perlu diperluas dengan mendorong diversifikasi produk olahan dan sertifikasi keberlanjutan agar mampu menjangkau pasar premium. Infrastruktur logistik, digitalisasi pemasaran, serta sistem traceability berbasis teknologi juga menjadi kunci untuk memperkuat daya saing kopi Indonesia di pasar global.
Prospek Bisnis Budidaya Melon Inthanon Menggunakan Greenhouse (Studi Kasus Pondok Pesantren Al-Hidayat Gerning Kabupaten Pesawaran) Kurniawati, Risma; Handayani, Sri; Noer, Irmayani; Irawati, Luluk
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 12, No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v12i1.20697

Abstract

Al-Hidayat Gerning Islamic boarding school is a boarding school that farms inthanon melon using a greenhouse. However, in the implementation of cultivation, the boarding school faces various challenges, such as the high price of inthanon melon seeds, limited market access, and high initial investment for green house construction. The objectives of the study were (1) to identify the costs, revenues, and profits of inthanon melon farming, (2) to analyze the feasibility of inthanon melon farming, and (3) to analyze the sensitivity of inthanon melon farming. The data analysis method is quantitative method. The results of this study (1) The business cost structure consisting of fixed costs of Rp9,908,393, variable costs of Rp11,065,350, total costs of Rp20,974,74 and revenue of Rp37,440,000 so as to get a profit of Rp16,466,257 during one planting period. (2) Financial feasibility analysis shows the NPV value of Rp231,899,623>0, IRR of 20.73%>8% interest rate, Net B/C ratio of 1.683>1, BEP of 6 years 7 months 25 days shorter than the project life of 10 years and PBP for 3 years 6 months 28 days shorter than the project life of 10 years. Based on these results, inthanon melon farming at Al-Hidayat Islamic Boarding School is feasible to run, and (3) Sensitivity analysis of a 10% increase in production costs shows an NPV value of 0.211, IRR of 0.165, and Net B/C of 0, 118. This indicates that if the sensitivity value is less than one, then the inthanon melon farming business at Al-Hidayat Islamic Boarding School is not sensitive to these changes. Meanwhile, a decrease in the price of inthanon melon by Rp25,000 shows an NPV value of 1.246, IRR 0.574 and Net B/C 0.369. This indicates that the price decrease is sensitive to NPV or future net profit because the sensitivity value is more than one.
Motivasi Konsumen terhadap Keputusan Pembelian Kopi Organik Hariyanto, Adi; Noer, Irmayani; Kurniawan, Henry
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 12, No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v12i1.20688

Abstract

This study aims to analyze the influence of consumer motivation on the purchase decision of organic coffee in Bandar Lampung. The focus is to determine the extent of intrinsic and extrinsic motivation's role in shaping consumer behavior. The research was conducted from January to March 2025 using a quantitative approach and survey method. A total of 100 respondents were selected through accidental sampling. Data were analyzed using the SEM-PLS method with SmartPLS 3.0 software. The results show that motivation has a significant direct effect on purchase decisions. This indicates that highly motivated consumers—whether due to health, environmental, or ethical reasons—tend to be more committed in buying organic coffee. These findings provide strategic implications for organic coffee businesses in developing value-based marketing strategies.