Claim Missing Document
Check
Articles

P Pola Makan, Aktivitas Fisik dan Obesitas pada Pekerja Urban di Indonesia: Dietary Patterns, Physical Activity, and Obesity among Indonesian Urban Workers Rosmiati, Risti; Haryana, Nila Reswari; Firmansyah, Hardi; Purba, Rasita
Amerta Nutrition Vol. 7 No. 2SP (2023): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION Special 3rd Amerta Nutrition Conferenc
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v7i2SP.2023.164-170

Abstract

Background: The increasing prevalence of obesity has become a significant public health concern in Indonesia, particularly among urban workers who often lead sedentary lifestyles and adopt unfavorable dietary patterns. Objectives: To analyze the correlation between dietary patterns, physical activity levels, and obesity among urban workers in Indonesia. Methods: Major dietary patterns were derived using principal component analysis from a 17-item food frequency completed by urban workers in the fifth wave of Indonesia Family Life Survey (IFLS). Self-reported physical activity is assessed by the International Physical Activity Questionnaire (IPAQ). Height and weight were measured to determine nutritional status based on Body Mass Index (BMI), which is then categorized into obese and non-obese urban workers. The association between dietary patterns, physical activity levels, and obesity was analyzed using logistic regression. Results: A total of 10,381 urban workers participated in the study. Four major dietary patterns were identified: a Western dietary pattern characterized by a high intake of fast food, meat, sugary snacks, dairy, and soft drinks; a prudent dietary characterized by fruit and vegetables; a modern dietary pattern characterized by instant noodles, fried snacks, and eggs consumption; and a traditional Indonesian pattern characterized by rice, vegetables, sambal (chili sauce), and fish consumption. Participants adhering to the Western dietary pattern had higher odds of obesity. In contrast, those adhering to the prudent dietary pattern and active physical activity showed lower odds of obesity. Conclusions: Western dietary patterns are associated with an increased risk of obesity, while prudent dietary patterns and active physical activity are inversely associated with obesity in Indonesian urban workers.
Hubungan Asupan Protein dan Pola Makan dengan Status Gizi Anak Keluarga Nelayan Salsabila, Salsabila; Ingtyas, Fatma Tresno; Rosmiati, Risti; Emilia, Esi; Haryana, Nila Reswari
Nutriology : Jurnal Pangan, Gizi, Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Program Studi Gizi, Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/nutriology.v5i2.4002

Abstract

Anak usia sekolah mempunyai peranan yang sangat besar dalam menentukan masa depan bangsa namun kelompok ini merupakan salah satu kelompok rentan masalah gizi. Berdasarkan observasi yang dilakukan di desa Bagan Asahan Pekan, status gizi kurang pada anak sekolah dasar sebesar 11% dan diatas rata-rata nasional. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan asupan protein dan pola makan dengan status gizi anak keluarga nelayan. Metode penelitian ini menggunakan desain cross sectional, dan dilakukan di Desa Bagan Asahan Pekan. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling, sampel sebanyak 73 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Semi Quantitativ Food Frequency Questionnaire, status gizi dengan mengukur berat badan dan tinggi badan. Analisis data menggunakan uji rank spearman dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan asupan protein siswa baik sebesar 31.5%. Pola makan yang terbentuk adalah pola makan prudent dan western. Status gizi baik sebesar 79.5%. Uji rank spearman menunjukkan ada hubungan signikan antara asupan protein, pola makan prudent, dan pola makan western dengan status gizi. Analisis uji regresi linear berganda terdapat hubungan signikan antara asupan protein dan pola makan dengan status gizi anak sekolah. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,639 menunjukkan asupan protein dan pola makan mempengaruhi status gizi sebesar 63.9%.
Hubungan Asupan Zat Gizi Makro dengan Status Gizi Remaja Rahma, Siti; Haryana, Nila Reswari; Juliarti, Juliarti; Sandy, Yatty Destani; Firmansyah, Hardi
Nutriology : Jurnal Pangan, Gizi, Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Program Studi Gizi, Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/nutriology.v5i2.4298

Abstract

Remaja merupakan salah satu kelompok yang rentan mengalami masalah gizi, seperti anemia, gizi kurang dan gizi lebih. Hal ini dikarenakan pada usia remaja tahap pertumbuhan dan perkembangan yang cepat sehingga membutuhkan asupan zat gizi yang optimal, guna menjaga status gizi yanag baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan asupan zat gizi makro dengan status gizi remaja. Metode penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Teknik sampel menggunakan purposive sampling, dan diperoleh sebanyak 91 sampel remaja. Data asupan zat gizi makro diperoleh menggunakan kuesioner food Recall 2x24 jam, data status gizi di ukur berdasarkan z-score (IMT/U). Analisa data menggunakan uji rank spearman. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki status gizi baik (68,1%), kategori energi kurang sebanyak 86,8%, kategori asupan protein sangat kurang sebanyak 72,5%, kategori asupan karbohidrat baik sebanyak 44%, dan kategori asupan lemak baik sebanyak 44%. Hasil analisis hubungan antara asupan zat gizi makro dengan status gizi menunjukkan nilai p value energi (0.107 > 0.05), asupan protein (0.144 > 0.05), asupan karbohidrat (0.051 > 0.05), asupan lemak (0292 > 0.05). Kesimpulan penelitian tidak ada hubungan antara asupan zat gizi makro dengan status gizi remaja.
Pelatihan Pengukuran Status Gizi Anak Sekolah Pada Guru di SDN 105412 Sei Bamban Serdang Bedagai Sandy, Yatty Destani; Purba, Edy Marjuang; Hidayati, Fitni; Putri, Kalasta Ayunda; Putri, Utami Nurhafsari; Haryana, Nila Reswari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 2 (2025): Bulan November
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i2.669

Abstract

Masalah gizi pada anak sekolah dasar merupakan isu yang krusial bagi kesehatan dan perkembangan generasi muda. Survei menunjukkan masalah gizi pada anak usia 5-12 tahun sebanyak 11% mengalami gizi kurang dan sebanyak 19,7% mengalami gizi lebih. Masalah gizi anak tidak hanya berpengaruh pada tinggi badan dan berat badan saja, tetapi juga berhubungan dengan perkembangan kognitif yang dapat berdampak pada prestasi belajar dan pencapaian akademik anak. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan karena masih terdapat kesenjangan pengetahuan dan minimnya keterampilan guru dalam mengukur dan memantau status gizi siswa di sekolah dasar. Tujuan kegiatan adalah untuk mengetahui bagaimanakah pelatihan pengukuran status gizi dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru dalam mendeteksi dini masalah gizi pada siswa. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu berupa sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, serta pendampingan dan evaluasi.  Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan efektif dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru terkait pengukuran status gizi anak. Terdapat peningkatan pengetahuan guru dan lebih dari 90% guru mampu menggunakan alat pengukur yang disediakan dengan akurat dan mampu menghitung serta menafsirkan hasil pengukuran. Pelatihan ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan sekolah yang lebih peduli terhadap status gizi siswa, sehingga mendukung pertumbuhan, perkembangan, dan prestasi belajar anak secara optimal.
Optimizing learning effectiveness through literacy-oriented teaching materials with quantum teaching in food and nutrition data analysis courses Haryana, Nila Reswari; Rukmana , Erni; Purba, Edy Marjuang; Fransiari, M.Edwin; Wahyuningrum, Diah Retno
Educenter : Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2025): Educenter: Jurnal Ilmiah Pendidikan (In progress)
Publisher : ARKA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55904/educenter.v4i3.1691

Abstract

This study aimed to optimize learning effectiveness in the Food and Nutrition Data Analysis course through the development of literacy-oriented teaching materials with a Quantum Teaching approach. The research employed a Research and Development (R&D) method using the 4D model: Define, Design, Develop, and Disseminate. The Define stage involved a needs analysis of 60 nutrition students, revealing that 88.5% required interactive teaching materials with step-by-step practical guidance. In the Develop stage, the teaching materials were validated by content and media experts, yielding scores of 91.25% and 89.50%, respectively, which fall into the “very feasible” category. The Disseminate stage involved limited implementation in one class, showing an increase in average student engagement scores from 73.40 to 88.20 and comprehension test scores from 71.85 to 87.45. These findings demonstrate that the developed materials effectively enhance student participation and mastery of data analysis concepts. This innovation addresses the gap in practical-oriented learning resources for nutrition students, aligning with curriculum demands and 21st-century learning skills. The developed materials are expected to improve competence in analyzing food and nutrition data, thereby supporting academic success and professional readiness.
Optimizing learning effectiveness through literacy-oriented teaching materials with quantum teaching in food and nutrition data analysis courses Haryana, Nila Reswari; Rukmana , Erni; Purba, Edy Marjuang; Fransiari, M.Edwin; Wahyuningrum, Diah Retno
Educenter : Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2025): Educenter: Jurnal Ilmiah Pendidikan (In progress)
Publisher : ARKA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55904/educenter.v4i3.1691

Abstract

This study aimed to optimize learning effectiveness in the Food and Nutrition Data Analysis course through the development of literacy-oriented teaching materials with a Quantum Teaching approach. The research employed a Research and Development (R&D) method using the 4D model: Define, Design, Develop, and Disseminate. The Define stage involved a needs analysis of 60 nutrition students, revealing that 88.5% required interactive teaching materials with step-by-step practical guidance. In the Develop stage, the teaching materials were validated by content and media experts, yielding scores of 91.25% and 89.50%, respectively, which fall into the “very feasible” category. The Disseminate stage involved limited implementation in one class, showing an increase in average student engagement scores from 73.40 to 88.20 and comprehension test scores from 71.85 to 87.45. These findings demonstrate that the developed materials effectively enhance student participation and mastery of data analysis concepts. This innovation addresses the gap in practical-oriented learning resources for nutrition students, aligning with curriculum demands and 21st-century learning skills. The developed materials are expected to improve competence in analyzing food and nutrition data, thereby supporting academic success and professional readiness.
The Correlation Between Macronutrient Intake and The Incidence of Underweight in Toddlers Yudia Wulandari; Hardi Firmansyah; Erli Mutiara; Risti Rosmiati; Nila Reswari Haryana
Sport and Nutrition Journal Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/spnj.v7i1.19644

Abstract

Underweight is when a child's weight is below the average range for their age group. The prevalence of underweight toddlers in Indonesia in 2023 reached 12.9%. Underweight is directly caused by food intake. This study aims to determine the relationship between macronutrient intake and the incidence of underweight in toddlers at Posyandu Bangun Sari Indah 6. This research method uses a cross-sectional research design. The population in this study consisted of toddlers aged> 6-59 months, with a total of 135 toddlers. The technique for selecting research subjects used a purposive sample of 48 toddlers. Data collection of food intake used a 2x24-hour food recall form, and underweight data used anthropometric measurements of BB/U. The data analysis technique was descriptive, using the Spearman rank correlation test and the logistic regression test. The results showed a relationship between energy intake (p = 0.003), carbohydrate intake (p = 0.004), protein intake (p = 0.005), and fat intake (p = 0.025) with the incidence of underweight in toddlers. The logistic regression test analysis showed that energy, carbohydrate, protein, and fat intake were not significantly related to the incidence of underweight.
The Relationship Between Maternal Nutrition Knowledge and Energy Intake in Lunchbox and Children's Nutritional Status Elfanny Elfanny; Hardi Fatma Tresno Ingtyas; Nila Reswari Haryana; Yatty Destani Sandy
Sport and Nutrition Journal Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/spnj.v7i1.20805

Abstract

Nutritional status describes fulfilling nutritional needs through the intake and use of nutrients. Nutritional status is influenced by maternal nutritional knowledge, energy intake, and the status of working mothers. This study aims to determine the relationship between maternal nutrition knowledge and energy intake in lunchboxes and the nutritional status of children in the kindergarten of the Pengharapan Sejati Indonesia foundation. The design of this study is cross-sectional; the sample uses a total sampling technique of 46 respondents. This research was carried out in September 2024 - January 2025 at the Yayasan Pengharapan Sejati Indonesia. The data analysis was descriptive, Spearman's rank, and logistic regression. The results showed that the nutritional knowledge of the medium category of mothers was 23 respondents (50%). Energy intake for 25 children (54.3%) was in the low category. The nutritional status of malnourished children was 25 children (54.3%). The rank-spearman test results on the maternal nutrition knowledge variable were obtained with a p-value of 0.000. The variable energy intake in the lunchbox obtained a p-value of 0.002. The results of the logistical regression analysis of the nutritional knowledge variable with the nutritional status of the child obtained a p-value of 0.002 with an Exp B of 1.102, which means that every 1 point increase in nutritional knowledge provides a 1.102 times greater chance of a normal child nutritional status. The variable of energy intake in lunchboxes with nutritional status was obtained with a p-value of 0.264, meaning there was no relationship between the variable of energy intake in lunchboxes and nutritional status. This study concludes that there was a relationship between maternal nutrition knowledge and child nutritional status, and there was no relationship between energy intake in lunchboxes and children's nutritional status.  
Peningkatan Pengetahuan CPPOB untuk Menjamin Keamanan dan Mutu Produk Frozen Food di UMKM Al-Baroqah Kota Kabanjahe Caca Pratiwi; Nila Reswari Haryana; Zulfa Nur Hanifa; Iza Ayu Saufani; Yatty Destani Sandy
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 6 No 4 (2024): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v6i4.977

Abstract

UMKM Al-Baroqah, yang memproduksi olahan pangan beku (frozen food) seperti otak-otak, tahu bakso, dan bakso ikan, menghadapi tantangan dalam menjaga kualitas produk akibat belum sepenuhnya menerapkan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB). Kurangnya pengetahuan karyawan mengenai CPPOB menyebabkan ketidakpatuhan terhadap standar, seperti penggunaan alat pelindung diri yang tidak sesuai dan pengemasan produk yang belum vakum. Untuk mengatasi masalah ini, dilakukan kegiatan edukasi pada Juli 2024 yang melibatkan 12 orang, termasuk dari pemiliki, istri pemilik dan pekerja. Metode yang digunakan adalah penyuluhan yang disampaikan oleh narasumber yang kompeten di bidang teknologi pangan. Pemaparan materi dilakukan selama 30 menit menggunakan media PowerPoint, dan peserta dibekali dengan booklet yang dirancang untuk membantu pemahaman mereka. Hasil kegiatan ini terjadi peningkatan secara signifikan (p<0.05) terhadap skor pengetahuan dari pre-test dibandingkan post-test. Selain itu juga terjadi peningkatan jumlah individu yang memiliki tingkat pengetahuan baik dari 16.7% (2 orang) menjadi 75% (9 orang). Berdasarkan hasil ini, kegiatan edukasi terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman tentang CPPOB yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan keamanan untuk meningkatkan keamanan pangan produk olahan. Dengan meningkatnya pemahaman mengenai CPPOB, diharapkan UMKM Al-Baroqah dapat lebih berkomitmen dalam menjaga kualitas produk melalui penerapan CPPOB secara menyeluruh, seperti perbaikan dalam penggunaan alat pelindung diri, pengemasan produk yang lebih aman, serta standar kebersihan yang lebih baik. Dalam jangka panjang, UMKM Al-Baroqah dapat meningkatkan pendapatan melalui kualitas produk yang terus meningkat.
PENDUGAAN UMUR SIMPAN MINUMAN FERMENTASI KULIT BUAH NANAS (TEPACHE) DENGAN METODE ARRHENIUS Pratiwi, Caca; Haryana, Nila Reswari; Fransiari, Muhammad Edwin; Saufani, Iza Ayu
Serambi Journal of Agricultural Technology Vol 7, No 2 (2025): Desember
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/sjat.v7i2.9962

Abstract

Minuman fermentasi kulit buah nanas (tepache) merupakan salah satu produk pangan probiotik yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan secara komersial. produk minuman tepache yang akan dikembangkan secara komersil wajib mengikuti persyaratan Peraturan BPOM Nomor 31 Tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan yakni pencantuman batas kadaluwarsa pada label kemasan. Penelitian tentang tepache juga telah banyak dilakukan yang hanya berbasis pada formulasi dan karakteristik fisikokimia produk. Sementara, kajian mengenai pendugaan umur simpan (shelf- life) tepache belum mendapatkan perhatian, sehingga aspek krusial ini perlu diketahui sebagai upaya keberlanjutan dalam pengembangan produk secara komersil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui masa simpan produk minuman tepache dengan berbagai kemasan dan suhu penyimpanan. Penelitian ini akan dilakukan dalam 3 tahapan. Tahap pertama yaitu pembuatan produk tepache menggunakan formulasi terbaik hasil dari penelitian sebelumnya pada tahun 2024. Tahap kedua yaitu melakukan pengemasan produk (botol kaca dan botol PET (Polyethylene Terephthalate)) dan disimpan pada suhu 5-8oC, 25-27oC, dan 45oC selama 0-14 hari. Selanjutnya, dilakukan pengujian mutu sensori dan fisikokimia pada setiap produk. Uji sensori meliputi warna, aroma, rasa, kekentalan, mouthfeel yang dilakukan pada 5 panelis terlatih. Pengujian organoleptik menggunakan metode hedonik menggunakan skala 1 sampai 5. Parameter mutu fisikokimia yang akan diamati adalah nilai pH dan viskositas. Tahap ketiga melakukan pendugaan umur simpan dengan menyimpan produk pada kemasan dan suhu berbeda. Pendugaan Umur Simpan dilakukan dengan metode ASLT (Accelerated Shelf Life Test) Model Arrhenius. Minuman tepache memiliki umur simpan 17,67 hari berdasarkan parameter warna, 17,67 hari berdasarkan parameter aroma, 12,43 hari berdasarkan parameter rasa, 15.95 hari berdasarkan parameter mouthfeel/kekentalan, dan 40,59 hari berdasarkan parameter pHKata kunci: Umur Simpan, Tepache, Kemasan, Arrhenius.@font-face {font-family:"Cambria Math"; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:roman; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-536870145 1107305727 0 0 415 0;}@font-face {font-family:Calibri; panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-536859905 -1073732485 9 0 511 0;}p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; margin-top:0cm; margin-right:0cm; margin-bottom:10.0pt; margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri",sans-serif; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-ansi-language:EN-GB;}p.E-JOURNALAbstractBody, li.E-JOURNALAbstractBody, div.E-JOURNALAbstractBody {mso-style-name:E-JOURNAL_AbstractBody; mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; margin:0cm; text-align:justify; text-indent:1.0cm; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Times New Roman",serif; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-ansi-language:IN;}p.StyleE-JournalKeywordsNotItalic, li.StyleE-JournalKeywordsNotItalic, div.StyleE-JournalKeywordsNotItalic {mso-style-name:"Style E-Journal_Keywords + Not Italic"; mso-style-unhide:no; margin-top:6.0pt; margin-right:0cm; margin-bottom:6.0pt; margin-left:0cm; text-align:justify; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Times New Roman",serif; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-ansi-language:IN;}.MsoChpDefault {mso-style-type:export-only; mso-default-props:yes; font-size:10.0pt; mso-ansi-font-size:10.0pt; mso-bidi-font-size:10.0pt; font-family:"Calibri",sans-serif; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-font-kerning:0pt; mso-ligatures:none; mso-ansi-language:IN; mso-fareast-language:IN;}div.WordSection1 {page:WordSection1;}
Co-Authors Adikahriani Adikahriani Agustin, Asri Meidyah Ai Nurhayati Aliffah Nurria Nastiti Amanda Salsabila Amelia, Intan Sefira Angraini, Fifi Anisa Lailatul Fitria Annis Catur Adi Asri Meidyah Agustin Asri Meidyah Agustin Asri Meidyah Agustin Aulia, Dwana Mutiara Azbi, Cinta Maulida Azizah Ajeng Pratiwi Caca Pratiwi Caca Pratiwi Chairunnisa, Putri Chairunnisa, Triola Cristiani, Desy Dhorta, Nandia Firsty Diah Retno Wahyuningrum Dina Ampera Dominikus Raditya Atmaka Dr. Esi Emilia, M.Si Edwin Fransiari Elfanny Elfanny Emelia Apriani Tampubolon Emilia, Esi Erli Mutiara Erni Rukmana Farapti Farapti Fatma Tresno Ingtyas Fatma Tresno Ingtyas Fimansyah, Wira Firmansyah, Hardi Fitni Hidayati Fitria, Laili Fransiari, M.Edwin Fransiari, Muhammad Edwin Ghalda Nabilla Rachsy Gucie, Nadhifah Aulia Halimul Bahri Hardi Fatma Tresno Ingtyas Hardi Firmansyah Harefa, Yashinta Niat Ingtyas, Fatma Tresno Iza Ayu Saufani Iza Ayu Saufani Izmi Arisa Putri Lubis Juliarti Juliarti, Juliarti Junaida Astina Kanaya Yori Damanik Kesya Yolanda Sihombing Laia, Chelsa Putri Wana Lilik Kustiyah Lusiana Pradana Hariyanti Mahmud Aditya Rifqi Marbun, Rasyida Afifah Marini Damanik Marjuang Purba Matanari, Grace Ballanceya Margaretha Merryana Adriani Nafis, Maghfiratun Naifatun Irbah Nastiti, Aliffah Nurria Nastiti, Aliffah Nurria Nazrina Askila Nur Azlina Mohamed Mokmin Oktaviana Siregar Onggal Sihite Pelupessy, Grace Yosephine Permatasari, Tyas Pratiwi, Azizah Ajeng Pratiwi, Caca Purba, Edy Marjuang Purba, Miriam Novika Br Purba, Rasita Putri, Andini Aisyah Putri, Kalasta Ayunda Rachmah, Qonita Rachmat Mulyana Rian Diana Rian Diana Rina Elvrida Berutu Riska Mayang Saputri Ginting Risti Rosmiati Risti Rosmiati Rizky Andriani Bakara Safitri, Dessy Widya Salsabila, Salsabila Salsabilla, Aura Siburian, Anita Oktavia Siti Madanijah Siti Rahma Siti Sutanti Sitorus, Fransiska Febiola Sri Sumarmi Stefania Widya Setyaningtyas Subuh Ardiansyah Tanjung, Putri Habibah Tiara Tivany Triola Chairunnisa Tyas Permata Sari, S.Gz, M.Si Tyas Permatasari Utami Nurhafsari Putri Wilda, Zahratul Wisnu Prayogo Wulandari, Fatqiatul Yatty Destani Sandy Yudia Wulandari Yunisia Gea Zulfa Nur Hanifa