Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Hubungan Asupan Zat Gizi Makro dengan Status Gizi Remaja Rahma, Siti; Haryana, Nila Reswari; Juliarti, Juliarti; Sandy, Yatty Destani; Firmansyah, Hardi
Nutriology : Jurnal Pangan, Gizi, Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Program Studi Gizi, Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/nutriology.v5i2.4298

Abstract

Remaja merupakan salah satu kelompok yang rentan mengalami masalah gizi, seperti anemia, gizi kurang dan gizi lebih. Hal ini dikarenakan pada usia remaja tahap pertumbuhan dan perkembangan yang cepat sehingga membutuhkan asupan zat gizi yang optimal, guna menjaga status gizi yanag baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan asupan zat gizi makro dengan status gizi remaja. Metode penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Teknik sampel menggunakan purposive sampling, dan diperoleh sebanyak 91 sampel remaja. Data asupan zat gizi makro diperoleh menggunakan kuesioner food Recall 2x24 jam, data status gizi di ukur berdasarkan z-score (IMT/U). Analisa data menggunakan uji rank spearman. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki status gizi baik (68,1%), kategori energi kurang sebanyak 86,8%, kategori asupan protein sangat kurang sebanyak 72,5%, kategori asupan karbohidrat baik sebanyak 44%, dan kategori asupan lemak baik sebanyak 44%. Hasil analisis hubungan antara asupan zat gizi makro dengan status gizi menunjukkan nilai p value energi (0.107 > 0.05), asupan protein (0.144 > 0.05), asupan karbohidrat (0.051 > 0.05), asupan lemak (0292 > 0.05). Kesimpulan penelitian tidak ada hubungan antara asupan zat gizi makro dengan status gizi remaja.
Pelatihan Pengukuran Status Gizi Anak Sekolah Pada Guru di SDN 105412 Sei Bamban Serdang Bedagai Sandy, Yatty Destani; Purba, Edy Marjuang; Hidayati, Fitni; Putri, Kalasta Ayunda; Putri, Utami Nurhafsari; Haryana, Nila Reswari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 2 (2025): Bulan November
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i2.669

Abstract

Masalah gizi pada anak sekolah dasar merupakan isu yang krusial bagi kesehatan dan perkembangan generasi muda. Survei menunjukkan masalah gizi pada anak usia 5-12 tahun sebanyak 11% mengalami gizi kurang dan sebanyak 19,7% mengalami gizi lebih. Masalah gizi anak tidak hanya berpengaruh pada tinggi badan dan berat badan saja, tetapi juga berhubungan dengan perkembangan kognitif yang dapat berdampak pada prestasi belajar dan pencapaian akademik anak. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan karena masih terdapat kesenjangan pengetahuan dan minimnya keterampilan guru dalam mengukur dan memantau status gizi siswa di sekolah dasar. Tujuan kegiatan adalah untuk mengetahui bagaimanakah pelatihan pengukuran status gizi dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru dalam mendeteksi dini masalah gizi pada siswa. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu berupa sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, serta pendampingan dan evaluasi.  Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan efektif dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru terkait pengukuran status gizi anak. Terdapat peningkatan pengetahuan guru dan lebih dari 90% guru mampu menggunakan alat pengukur yang disediakan dengan akurat dan mampu menghitung serta menafsirkan hasil pengukuran. Pelatihan ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan sekolah yang lebih peduli terhadap status gizi siswa, sehingga mendukung pertumbuhan, perkembangan, dan prestasi belajar anak secara optimal.
Optimizing learning effectiveness through literacy-oriented teaching materials with quantum teaching in food and nutrition data analysis courses Haryana, Nila Reswari; Rukmana , Erni; Purba, Edy Marjuang; Fransiari, M.Edwin; Wahyuningrum, Diah Retno
Educenter : Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2025): Educenter: Jurnal Ilmiah Pendidikan (In progress)
Publisher : ARKA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55904/educenter.v4i3.1691

Abstract

This study aimed to optimize learning effectiveness in the Food and Nutrition Data Analysis course through the development of literacy-oriented teaching materials with a Quantum Teaching approach. The research employed a Research and Development (R&D) method using the 4D model: Define, Design, Develop, and Disseminate. The Define stage involved a needs analysis of 60 nutrition students, revealing that 88.5% required interactive teaching materials with step-by-step practical guidance. In the Develop stage, the teaching materials were validated by content and media experts, yielding scores of 91.25% and 89.50%, respectively, which fall into the “very feasible” category. The Disseminate stage involved limited implementation in one class, showing an increase in average student engagement scores from 73.40 to 88.20 and comprehension test scores from 71.85 to 87.45. These findings demonstrate that the developed materials effectively enhance student participation and mastery of data analysis concepts. This innovation addresses the gap in practical-oriented learning resources for nutrition students, aligning with curriculum demands and 21st-century learning skills. The developed materials are expected to improve competence in analyzing food and nutrition data, thereby supporting academic success and professional readiness.
Optimizing learning effectiveness through literacy-oriented teaching materials with quantum teaching in food and nutrition data analysis courses Haryana, Nila Reswari; Rukmana , Erni; Purba, Edy Marjuang; Fransiari, M.Edwin; Wahyuningrum, Diah Retno
Educenter : Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2025): Educenter: Jurnal Ilmiah Pendidikan (In progress)
Publisher : ARKA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55904/educenter.v4i3.1691

Abstract

This study aimed to optimize learning effectiveness in the Food and Nutrition Data Analysis course through the development of literacy-oriented teaching materials with a Quantum Teaching approach. The research employed a Research and Development (R&D) method using the 4D model: Define, Design, Develop, and Disseminate. The Define stage involved a needs analysis of 60 nutrition students, revealing that 88.5% required interactive teaching materials with step-by-step practical guidance. In the Develop stage, the teaching materials were validated by content and media experts, yielding scores of 91.25% and 89.50%, respectively, which fall into the “very feasible” category. The Disseminate stage involved limited implementation in one class, showing an increase in average student engagement scores from 73.40 to 88.20 and comprehension test scores from 71.85 to 87.45. These findings demonstrate that the developed materials effectively enhance student participation and mastery of data analysis concepts. This innovation addresses the gap in practical-oriented learning resources for nutrition students, aligning with curriculum demands and 21st-century learning skills. The developed materials are expected to improve competence in analyzing food and nutrition data, thereby supporting academic success and professional readiness.
The Correlation Between Macronutrient Intake and The Incidence of Underweight in Toddlers Yudia Wulandari; Hardi Firmansyah; Erli Mutiara; Risti Rosmiati; Nila Reswari Haryana
Sport and Nutrition Journal Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/spnj.v7i1.19644

Abstract

Underweight is when a child's weight is below the average range for their age group. The prevalence of underweight toddlers in Indonesia in 2023 reached 12.9%. Underweight is directly caused by food intake. This study aims to determine the relationship between macronutrient intake and the incidence of underweight in toddlers at Posyandu Bangun Sari Indah 6. This research method uses a cross-sectional research design. The population in this study consisted of toddlers aged> 6-59 months, with a total of 135 toddlers. The technique for selecting research subjects used a purposive sample of 48 toddlers. Data collection of food intake used a 2x24-hour food recall form, and underweight data used anthropometric measurements of BB/U. The data analysis technique was descriptive, using the Spearman rank correlation test and the logistic regression test. The results showed a relationship between energy intake (p = 0.003), carbohydrate intake (p = 0.004), protein intake (p = 0.005), and fat intake (p = 0.025) with the incidence of underweight in toddlers. The logistic regression test analysis showed that energy, carbohydrate, protein, and fat intake were not significantly related to the incidence of underweight.
The Relationship Between Maternal Nutrition Knowledge and Energy Intake in Lunchbox and Children's Nutritional Status Elfanny Elfanny; Hardi Fatma Tresno Ingtyas; Nila Reswari Haryana; Yatty Destani Sandy
Sport and Nutrition Journal Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/spnj.v7i1.20805

Abstract

Nutritional status describes fulfilling nutritional needs through the intake and use of nutrients. Nutritional status is influenced by maternal nutritional knowledge, energy intake, and the status of working mothers. This study aims to determine the relationship between maternal nutrition knowledge and energy intake in lunchboxes and the nutritional status of children in the kindergarten of the Pengharapan Sejati Indonesia foundation. The design of this study is cross-sectional; the sample uses a total sampling technique of 46 respondents. This research was carried out in September 2024 - January 2025 at the Yayasan Pengharapan Sejati Indonesia. The data analysis was descriptive, Spearman's rank, and logistic regression. The results showed that the nutritional knowledge of the medium category of mothers was 23 respondents (50%). Energy intake for 25 children (54.3%) was in the low category. The nutritional status of malnourished children was 25 children (54.3%). The rank-spearman test results on the maternal nutrition knowledge variable were obtained with a p-value of 0.000. The variable energy intake in the lunchbox obtained a p-value of 0.002. The results of the logistical regression analysis of the nutritional knowledge variable with the nutritional status of the child obtained a p-value of 0.002 with an Exp B of 1.102, which means that every 1 point increase in nutritional knowledge provides a 1.102 times greater chance of a normal child nutritional status. The variable of energy intake in lunchboxes with nutritional status was obtained with a p-value of 0.264, meaning there was no relationship between the variable of energy intake in lunchboxes and nutritional status. This study concludes that there was a relationship between maternal nutrition knowledge and child nutritional status, and there was no relationship between energy intake in lunchboxes and children's nutritional status.  
Peningkatan Pengetahuan CPPOB untuk Menjamin Keamanan dan Mutu Produk Frozen Food di UMKM Al-Baroqah Kota Kabanjahe Caca Pratiwi; Nila Reswari Haryana; Zulfa Nur Hanifa; Iza Ayu Saufani; Yatty Destani Sandy
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 6 No 4 (2024): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v6i4.977

Abstract

UMKM Al-Baroqah, yang memproduksi olahan pangan beku (frozen food) seperti otak-otak, tahu bakso, dan bakso ikan, menghadapi tantangan dalam menjaga kualitas produk akibat belum sepenuhnya menerapkan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB). Kurangnya pengetahuan karyawan mengenai CPPOB menyebabkan ketidakpatuhan terhadap standar, seperti penggunaan alat pelindung diri yang tidak sesuai dan pengemasan produk yang belum vakum. Untuk mengatasi masalah ini, dilakukan kegiatan edukasi pada Juli 2024 yang melibatkan 12 orang, termasuk dari pemiliki, istri pemilik dan pekerja. Metode yang digunakan adalah penyuluhan yang disampaikan oleh narasumber yang kompeten di bidang teknologi pangan. Pemaparan materi dilakukan selama 30 menit menggunakan media PowerPoint, dan peserta dibekali dengan booklet yang dirancang untuk membantu pemahaman mereka. Hasil kegiatan ini terjadi peningkatan secara signifikan (p<0.05) terhadap skor pengetahuan dari pre-test dibandingkan post-test. Selain itu juga terjadi peningkatan jumlah individu yang memiliki tingkat pengetahuan baik dari 16.7% (2 orang) menjadi 75% (9 orang). Berdasarkan hasil ini, kegiatan edukasi terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman tentang CPPOB yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan keamanan untuk meningkatkan keamanan pangan produk olahan. Dengan meningkatnya pemahaman mengenai CPPOB, diharapkan UMKM Al-Baroqah dapat lebih berkomitmen dalam menjaga kualitas produk melalui penerapan CPPOB secara menyeluruh, seperti perbaikan dalam penggunaan alat pelindung diri, pengemasan produk yang lebih aman, serta standar kebersihan yang lebih baik. Dalam jangka panjang, UMKM Al-Baroqah dapat meningkatkan pendapatan melalui kualitas produk yang terus meningkat.
Mandailing smoked fish cuisine: cultural, nutritional, and local wisdom insights Emilia, Esi; Haryana, Nila Reswari; Rosmiati, Risti; Mutiara, Erli; Fitria, Laili; Mulyana, Rachmat; Prayogo, Wisnu
International Journal of Advances in Applied Sciences Vol 14, No 4: December 2025
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijaas.v14.i4.pp1166-1180

Abstract

This study explores the uniqueness of Mandailing traditional cuisine, focusing on the cultural and nutritional significance of its iconic smoked fish dishes, such as smoked fish rendang, smoked fish curry, smoked fish with chili sauce, and smoked fish with vegetables. These dishes showcase the traditional fish smoking practices developed as a preservation method, allowing the Mandailing community to adapt to the abundance of rivers and natural resources in their highland environment. Smoking fish not only extended its shelf life but also became a cornerstone of Mandailing culinary identity, reflecting the community’s ingenuity and resourcefulness. Mandailing cuisine is deeply influenced by neighboring culinary traditions from West Sumatra and North Tapanuli, resulting in a rich fusion of bold flavors, often characterized using coconut milk and fresh spices. The preparation of smoked fish combines traditional high-heat cooking techniques with unique flavor profiles that distinguish Mandailing dishes from other Indonesian cuisines. This research highlights the importance of Mandailing smoked fish practices in sustaining local food systems and preserving cultural heritage. By emphasizing both cultural and nutritional aspects, it underlines the relevance of these traditional practices in promoting food diversity, environmental sustainability, and the recognition of Indonesia’s rich culinary landscape.
Soya Aren Drink (Susu Kombinasi Kedelai dan Kolang-Kaling) Sebagai Susu Alternatif Sumber Tinggi Kalsium Pada Anak Tampubolon, Emelia Apriani; Rizky Andriani Bakara; Nila Reswari Haryana; Oktaviana Siregar; Yunisia Gea
Journal of Community Development Vol. 6 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i2.1712

Abstract

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita. Kondisi ini disebabkan kekurangan asupan gizi, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan, mulai dari janin hingga 2 tahun. Gizi anak dipengaruhi sejak dalam kandungan, yaitu kualitas makanan, minuman dan gaya hidup sang ibu. Tujuan PkM ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu terkait manfaat pangan fungsional yang diolah menjadi susu kombinasi kedelai dan kolang-kaling sebagai susu alternatif sumber tinggi kalsium pada anak, susu ini juga dapat menjadi alternatif pengganti susu sapi bagi anak yang alergi pada susu sapi. Metode kegiatan dilaksanakan dengan ceramah interaktif, diskusi kelompok, simulasi pre-test dan post-test, dan pendampingan pembuatan susu kombinasi kedelai dan kolang-kaling. PkM ini dilakukan pada bulan Juni sampai September 2025 di Dusun VIII Desa Ria-Ria Sei Bamban dengan Mitra Kelompok Wanita Tani Mawar Ria Jaya, yang di hadiri oleh 25 peserta ibu-ibu yang memiliki anak usia 6bulan- 2tahun. Hasil diperoleh adanya peningkatan tingkat pengetahuan ibu terhadap manfaat pangan fungsional yang diolah menjadi susu kombinasi kedelai dan kolang-kaling sebagai susu alternatif sumber tinggi kalsium pada anak untuk pencegahan stunting dengan hasil pre-test mayoritas pengetahuan cukup sebanyak 13 orang (52%), dan setelah diberi edukasi penyuluhan hasil post-test mayoritas pengetahuan baik sebanyak 17 orang (68%). Kegiatan pengabdian masyarakat ini berjalan dengan baik dan lancar. Diharapkan kepada para ibu untuk dapat mempraktekkan ulang pembuatan susu kombinasi kedelai dan kolang-kaling di rumah, dengan penggunaan alat dan bahan sederhana, para ibu dapat menjadi perilaku hidup sehat untuk pencegahan stunting pada anak.
PENDUGAAN UMUR SIMPAN MINUMAN FERMENTASI KULIT BUAH NANAS (TEPACHE) DENGAN METODE ARRHENIUS Pratiwi, Caca; Haryana, Nila Reswari; Fransiari, Muhammad Edwin; Saufani, Iza Ayu
Serambi Journal of Agricultural Technology Vol 7, No 2 (2025): Desember
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/sjat.v7i2.9962

Abstract

Minuman fermentasi kulit buah nanas (tepache) merupakan salah satu produk pangan probiotik yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan secara komersial. produk minuman tepache yang akan dikembangkan secara komersil wajib mengikuti persyaratan Peraturan BPOM Nomor 31 Tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan yakni pencantuman batas kadaluwarsa pada label kemasan. Penelitian tentang tepache juga telah banyak dilakukan yang hanya berbasis pada formulasi dan karakteristik fisikokimia produk. Sementara, kajian mengenai pendugaan umur simpan (shelf- life) tepache belum mendapatkan perhatian, sehingga aspek krusial ini perlu diketahui sebagai upaya keberlanjutan dalam pengembangan produk secara komersil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui masa simpan produk minuman tepache dengan berbagai kemasan dan suhu penyimpanan. Penelitian ini akan dilakukan dalam 3 tahapan. Tahap pertama yaitu pembuatan produk tepache menggunakan formulasi terbaik hasil dari penelitian sebelumnya pada tahun 2024. Tahap kedua yaitu melakukan pengemasan produk (botol kaca dan botol PET (Polyethylene Terephthalate)) dan disimpan pada suhu 5-8oC, 25-27oC, dan 45oC selama 0-14 hari. Selanjutnya, dilakukan pengujian mutu sensori dan fisikokimia pada setiap produk. Uji sensori meliputi warna, aroma, rasa, kekentalan, mouthfeel yang dilakukan pada 5 panelis terlatih. Pengujian organoleptik menggunakan metode hedonik menggunakan skala 1 sampai 5. Parameter mutu fisikokimia yang akan diamati adalah nilai pH dan viskositas. Tahap ketiga melakukan pendugaan umur simpan dengan menyimpan produk pada kemasan dan suhu berbeda. Pendugaan Umur Simpan dilakukan dengan metode ASLT (Accelerated Shelf Life Test) Model Arrhenius. Minuman tepache memiliki umur simpan 17,67 hari berdasarkan parameter warna, 17,67 hari berdasarkan parameter aroma, 12,43 hari berdasarkan parameter rasa, 15.95 hari berdasarkan parameter mouthfeel/kekentalan, dan 40,59 hari berdasarkan parameter pHKata kunci: Umur Simpan, Tepache, Kemasan, Arrhenius.@font-face {font-family:"Cambria Math"; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:roman; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-536870145 1107305727 0 0 415 0;}@font-face {font-family:Calibri; panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-536859905 -1073732485 9 0 511 0;}p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; margin-top:0cm; margin-right:0cm; margin-bottom:10.0pt; margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri",sans-serif; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-ansi-language:EN-GB;}p.E-JOURNALAbstractBody, li.E-JOURNALAbstractBody, div.E-JOURNALAbstractBody {mso-style-name:E-JOURNAL_AbstractBody; mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; margin:0cm; text-align:justify; text-indent:1.0cm; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Times New Roman",serif; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-ansi-language:IN;}p.StyleE-JournalKeywordsNotItalic, li.StyleE-JournalKeywordsNotItalic, div.StyleE-JournalKeywordsNotItalic {mso-style-name:"Style E-Journal_Keywords + Not Italic"; mso-style-unhide:no; margin-top:6.0pt; margin-right:0cm; margin-bottom:6.0pt; margin-left:0cm; text-align:justify; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Times New Roman",serif; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-ansi-language:IN;}.MsoChpDefault {mso-style-type:export-only; mso-default-props:yes; font-size:10.0pt; mso-ansi-font-size:10.0pt; mso-bidi-font-size:10.0pt; font-family:"Calibri",sans-serif; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-font-kerning:0pt; mso-ligatures:none; mso-ansi-language:IN; mso-fareast-language:IN;}div.WordSection1 {page:WordSection1;}
Co-Authors Adikahriani Adikahriani Agustin, Asri Meidyah Ai Nurhayati Aliffah Nurria Nastiti Amelia, Intan Sefira Angraini, Fifi Anisa Lailatul Fitria Annis Catur Adi Asri Meidyah Agustin Asri Meidyah Agustin Asri Meidyah Agustin Aulia, Dwana Mutiara Azbi, Cinta Maulida Azizah Ajeng Pratiwi Berutu, Rina Elvrida Caca Pratiwi Caca Pratiwi Chairunnisa, Putri Chairunnisa, Triola Cristiani, Desy Dhorta, Nandia Firsty Diah Retno Wahyuningrum Dominikus Raditya Atmaka Elfanny Elfanny Emelia Apriani Tampubolon Emilia, Esi Erli Mutiara Erni Rukmana Farapti Farapti Fimansyah, Wira Firmansyah, Hardi Fitria, Anisa Lailatul Fitria, Laili Fransiari, M.Edwin Fransiari, Muhammad Edwin Gucie, Nadhifah Aulia Halimul Bahri Hardi Fatma Tresno Ingtyas Hardi Firmansyah Harefa, Yashinta Niat Hidayati, Fitni Ingtyas, Fatma Tresno Iza Ayu Saufani Iza Ayu Saufani Izmi Arisa Putri Lubis Juliarti, Juliarti Junaida Astina Kanaya Yori Damanik Laia, Chelsa Putri Wana Lilik Kustiyah Lusiana Pradana Hariyanti Mahmud Aditya Rifqi Marbun, Rasyida Afifah Marini Damanik Merryana Adriani Nafis, Maghfiratun Nastiti, Aliffah Nurria Nastiti, Aliffah Nurria Oktaviana Siregar Onggal Sihite Pelupessy, Grace Yosephine Permatasari, Tyas Pratiwi, Azizah Ajeng Pratiwi, Caca Prayogo, Wisnu Purba, Edy Marjuang Purba, Miriam Novika Br Purba, Rasita Putri, Andini Aisyah Putri, Kalasta Ayunda Rachmah, Qonita Rachmat Mulyana Rian Diana Rian Diana Rian Diana Risti Rosmiati Risti Rosmiati Rizky Andriani Bakara Rukmana , Erni Safitri, Dessy Widya Salsabila, Salsabila Salsabilla, Aura Siburian, Anita Oktavia Simangunsong, Tiara Tivany Siti Madanijah Siti Rahma Siti Sutanti Sitorus, Fransiska Febiola Stefania Widya Setyaningtyas Subuh Ardiansyah Tanjung, Putri Habibah Tyas Permata Sari, S.Gz, M.Si Tyas Permatasari Utami Nurhafsari Putri Wilda, Zahratul Wulandari, Fatqiatul Yatty Destani Sandy Yudia Wulandari Yunisia Gea Zulfa Nur Hanifa