Claim Missing Document
Check
Articles

Inventarisasi Hama Lalat Buah (Diptera: Tephritidae) pada Dua Spesies Cabai di Dataran Tinggi Sembalun Rio Febrian; Bambang Supeno; Amrul Jihadi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/xkhm7y47

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan hama lalat buah pada cabai besar (Capsicum annuum) dan cabai rawit (Capsicum frutescens), di sentral produksi sayuran dataran tinggi Sembalun, Lombok Timur. Metode yang digunakan yaitu pengambilan sampel buah cabai dari lapangan, pemeliharaan sampel hingga keluarnya imago lalat buah, serta identifikasi morfologi berdasarkan kunci taksonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kedua jenis cabai ditemukan 4 spesies lalat buah, yaitu Bactrocera dorsalis, Bactrocera carambolae, Bactrocera alibistrigata, Bactrocera pyrifoliae, Indeks keragaman 2 jenis cabai memiliki nilai yang sama yaitu (H’= 1,37). Indeks dominansi memiliki nilai yang sama pada 2 jenis cabai yaitu (C = 0,26). Persentase kerusakan yang diakibatkan oleh lalat buah pada jenis cabai rawit sebesar 2,35%, dan cabai besar sebanyak 2,85%.
Parasitoid Larva yang Berasosiasi dengan Ulat Penggulung Daun Pisang Erionota thrax Linnaeus (Lepidoptera: Hesperiidae) di Lombok Timur Mursyidin, Abdul Halim; Jihadi, Amrul; S, Muhammad Qudsiah; Pandya, Lalu Wahyu Ardis; Islami, Mustika
Jurnal Agrikultura Vol 36, No 3 (2025): Desember, 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v36i3.66903

Abstract

Hama penggulung daun pisang Erionota thrax Linnaeus merupakan salah satu hama utama tanaman pisang. Salah satu upaya pengendalian yang berkelanjutan adalah melalui pemanfaatan parasitoid sebagai musuh alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mengidentifikasi parasitoid yang berasosiasi dengan larva E. thrax, menghitung nilai indeks keanekaragaman, kemerataan, dominansi, dan kekayaan jenis, serta menentukan kelimpahan relatif dan tingkat parasitisasinya pada agroekosistem pisang di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Penelitian menggunakan metode survei lapangan dan pengamatan laboratorium. Sebanyak 135 sampel larva berhasil dikoleksi dari 10 titik pengamatan menggunakan metode transek pada Mei-Agustus 2025. Hasil penelitian menemukan delapan spesies parasitoid, yaitu Cotesia erionotae, Meteorus sp., Brachymeria thracis, Brachymeria lasus, Pediobius sp. nr. elasmi, Tetrastichus sp., Tachinidae sp.1, dan Tachinidae sp.2. Kelimpahan relatif tertinggi diperoleh pada Tetrastichus sp. (25,45%) dan terendah pada Pediobius sp. nr. elasmi (1,06%). Indeks keanekaragaman (1,80) dan kemerataan (0,86) tergolong sedang, sedangkan dominansi (0,18) dan kekayaan jenis (1,23) tergolong rendah. Tingkat parasitisasi total mencapai 42,96% dengan tertinggi pada Tachinidae sp.1 (22,96%) dan terendah pada Pediobius sp. nr. elasmi (0,74%). Temuan Pediobius sp. nr. elasmi, Tetrastichus sp., dan Meteorus sp. merupakan catatan baru (new record) parasitoid E. thrax di Indonesia, sehingga dapat memperkaya data keanekaragaman musuh alami serta menjadi dasar strategi pengendalian hayati hama penggulung daun pisang di Lombok Timur.
Pelatihan dan Pendampingan Budidaya Sayur-Sayuran di Luar Musim Agar Petani Mendapatkan Harga Mahal di Desa Lendang Nangka Utara Masbagik, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat I Ketut Ngawit; Anjar Pranggawan Azhari; Amrul Jihadi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sains Indonesia Vol. 8 No. 1 (2026): JPMSI (Jurnal Pengabdian Masyarakat Sains Indonesia)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmsi.v8i1.1836

Abstract

Farmers incur losses when they grow tomatoes, chili, sweet corn, spinach, and shallots in the dry season because the prices are low. Growing them in the rainy season is very risky, as these vegetables are sensitive to waterlogged soil. In addition, the skills and abilities of the farmers in the village of Lendang Nangka Utara, Masbagik District, East Lombok, in cultivating off-season vegetables, are still limited. Therefore, training and mentoring are carried out, with the main goal of improving the knowledge and skills of farmers in cultivating off-season vegetables to achieve higher selling prices. After participating in training sessions and direct on-site support, the knowledge and skills of farmers in vegetable cultivation have increasingly improved, as evidenced by the fact that the previously low participation and enthusiasm have increased. The intensive application of some agronomic measures, such as improving soil aeration, using plastic mulch, applying 20–25 tons he-1 of organic fertilizer, and 50–250 kg he-1 NPK Ponska, provides higher yields in Pak Choi, tomatoes, chili, and shallots compared to planting without organic fertilizer, plastic mulch, and soil aeration improvement. The application of organic fertilizer at a dose of 15–25 tons he-1 can replace the role of NPK Ponska fertilizer by 25% to 50% of the dose of 300 kg he-1. The income and profit that farmers earn from growing pak choi, tomatoes, chili, and shallots are higher than those from growing spinach, long beans, and sweet corn.
Aplikasi Irigasi Tetes pada Budidaya Bunga Telang dan Rosela dalam Rangka Inisiasi Edu-Ekowisata Bukit Cahaya Rangsot Anjar Pranggawan Azhari; Afifah Farida Jufri; Novita Hidayatun Nufus; Amrul Jihadi; Reni Apriani; Raehanayati Raehanayati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sains Indonesia Vol. 8 No. 1 (2026): JPMSI (Jurnal Pengabdian Masyarakat Sains Indonesia)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmsi.v8i1.2052

Abstract

The Bukit Cahaya area in Rangsot Hamlet, Sigar Penjalin Village, North Lombok, is managed by KSM Cahaya and has the potential to become an edu-ecotourism area based on natural sustainability. One of the development initiatives is the cultivation of edible flowers (rosella and butterfly pea), which require water-efficient irrigation in the form of drip irrigation, given the water scarcity in the region. However, the knowledge and skills of the management and members of KSM Rangsot in installing and maintaining drip irrigation systems are still inadequate. This community service activity aimed to improve the partners' knowledge and skills in operating and maintaining drip irrigation for butterfly pea and rosella cultivation. The methods used are educational (extension and direct demonstration) and participatory (active involvement of partners in all activities). The results show that this activity successfully improved participants' knowledge and skills regarding drip irrigation techniques through direct knowledge transfer and active involvement, while also opening opportunities for applying similar technology to other commodities in the future. The extension and training activities conducted have proven effective in enhancing the capabilities of KSM Rangsot. Suggestions for future activities include the need for periodic mentoring to ensure consistency in technology application, as well as the addition of drip irrigation application materials for other potential commodities in the Bukit Cahaya area, so that the benefits of the activities are broader and more sustainable.
Studi Intensitas Serangan Lalat Buah (Bactrocera Spp.) pada Tanaman Jambu Kristal (Psidium Guajava L.) di Kecamatan Gerung Kabupaten Lombok Barat Bayu Anggara; Hery Haryanto; Amrul Jihadi
Jurnal Riset Rumpun Ilmu Tanaman Vol. 5 No. 1 (2026): April: JURRIT: Jurnal Riset Rumpun Ilmu Tanaman
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrit.v5i1.9551

Abstract

Fruit fly infestation (Bactrocera spp.) is one of the biggest problems in Kristal guava cultivation, as it can reduce fruit quality and yield. The aim of this study was to determine the infestation severity of Kristal guava plants in the Gerung district of West Lombok. The survey was conducted in April - May 2026 using an indirect observation method. Fruit flies were captured in yellow, red, green, blue, and white sticky traps placed on 20 experimental plants in four observation blocks. The fruit fly population and the degree of fruit damage were monitored for five weeks. Infestation severity data were analyzed using a scoring system based on the extent of fruit damage. The results showed that the highest number of fruit fly catches was recorded in the first week (525 individuals), while the lowest number was recorded in the fourth week (208 individuals). The infestation severity ranged from 25.86% to 42.79% and was classified as moderate. The high intensity of the attacks in the field correlated positively with the fruit fly population on crystal guavas.
Pengaruh Teknik dan Frekuensi Irigasi terhadap Water Footprint, Pertumbuhan, dan Hasil Tumpangsari Jagung dengan Kacang Tanah di Lahan Kering I Ketut Ngawit; Anjar Pranggawan Azhari; Amrul Jihadi
JUSTER : Jurnal Sains dan Terapan Vol. 5 No. 2 (2026): JUSTER: Jurnal Sains dan Terapan
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/juster.v5i2.2928

Abstract

Masalah yang sering dijumpai pada pengelolaan lahan kering adalah keterbatasan air irigasi. Meskipun tersedia sistem irigasi air tanah, tetapi teknologi ini masih membutuhkan energi listrik atau kurang ekonomis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis water footprint pada budidaya tumpangsari jagung dengan kacang tanah dengan menerapkan teknik irigasi konvensional, sprinkler dan bawah permukaan dengan prinsip irigasi evapotranspiratif menggunakan berbagai skenario tingkat frekuensi irigasi sehingga diperoleh  teknik irigasi terunggul dengan pemberia volume air yang optimal. Percobaan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dua faktor perlakuan yaitu teknik irigasi yang terdiri atas 3 taraf, yaitu irigasi permukaan, overhead sprinkler dan bawah permukaan. Sedangkan faktor yang kedua tingkat frekuensi irigasi yang terdiri atas 5 taraf frekuensi penyiraman, yaitu: setiap 5, 10, 15, 20 dan 25 hari sekali. Irigasi bawah permukaan dengan frekuensi 10 hari menghasilkan kebutuhan air tertinggi (180,36 l m⁻²), hasil setara gabah tertinggi (2,98 kg m⁻²), dan water footprint 0,65 m³ kg⁻¹. Dibanding irigasi manual frekuensi 25 hari (hasil terendah 1,06 kg m⁻²), terjadi peningkatan hasil 182% (BNJ 0,05 = 0,1162). Irigasi sprinkler 10 hari memberikan hasil 2,91 kg m⁻² dengan water footprint 0,61 m³ kg⁻¹. Nilai water footprint antar perlakuan berbeda signifikan (BNJ 0,05 = 0,0323). Irigasi bawah permukaan dan sprinkler dengan frekuensi 5–10 hari (irigasi evapotranspiratif) secara signifikan meningkatkan evapotranspirasi aktual, efisiensi air, serta pertumbuhan dan hasil tanaman. Teknik irigasi  sprinkler dan bawah permukaan dengan volume frekuensi penyiraman setiap 10 hari sekali direkomendasikan untuk tumpangsari jagung-kacang tanah di lahan kering karena memberikan produktivitas tertinggi, meskipun water footprint cenderung lebih tinggi.
Kajian Literatur: Pengendalian Hama Burung pada Berbagai Jenis Tanaman Pangan di Indonesia Amrul Jihadi; Anjar Pranggawan Azhari
Jurnal Ilmiah Populer Inovasi-Sainsphere Vol. 1 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Populer Inovasi-Sainsphere
Publisher : CV. RINJANI AKSARA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Avian pests pose a significant challenge to food production in Indonesia, causing substantial economic losses for farmers. This literature review summarizes the information available in the scientific literature from 2000 to 2025 on the diversity of avian pests, the extent of the damage they cause, the control methods employed, and their potential integration into an integrated pest management (IPM) system. Using leading academic databases such as ScienceDirect, ProQuest, and Google Scholar, this report identifies dominant species, such as the house sparrow (Lonchura punctulata) and other white-rumped shamas, that infest rice, causing yield reductions of up to 30–50%. The analysis shows that infestation severity depends not only on the pest population but also on the characteristics of the host plant, as exemplified by the susceptibility of the Rojolele rice variety. Various control techniques, from traditional physical and mechanical methods to sensor-based automated technologies, each have their advantages and disadvantages. Therefore, this report concludes that an integrated and holistic IPM approach is the most effective solution. This approach does not aim for complete eradication, but rather for controlling pest populations below the economic damage threshold, leveraging the dual role of birds as natural predators of insect pests.
Optimalisasi Fotosintesis untuk Meningkatkan Produktivitas Tanaman Sayuran Anjar Pranggawan Azhari; Amrul Jihadi
Jurnal Ilmiah Populer Inovasi-Sainsphere Vol. 1 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Populer Inovasi-Sainsphere
Publisher : CV. RINJANI AKSARA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cahaya merupakan faktor kunci dalam proses fotosintesis yang menentukan pertumbuhan dan produktivitas tanaman sayuran. Optimalisasi fotosintesis dapat dilakukan melalui pemahaman aspek fisika cahaya, yaitu spektrum, intensitas, dan durasi paparan. Penelitian menunjukkan bahwa cahaya merah berperan dalam pembentukan bunga dan buah, sedangkan cahaya biru berpengaruh pada pertumbuhan vegetatif. Teknologi lampu LED hortikultura memberikan solusi efisien karena dapat mengatur spektrum cahaya sesuai kebutuhan tanaman, hemat energi, dan ramah lingkungan. Aplikasi LED dengan kombinasi cahaya merah-biru terbukti meningkatkan biomassa, kandungan nutrisi, serta hasil panen pada berbagai jenis sayuran, baik di greenhouse maupun sistem vertical farming. Dengan demikian, penerapan fisika cahaya melalui teknologi pencahayaan buatan menjadi strategi penting dalam meningkatkan produktivitas hortikultura sayuran secara berkelanjutan.
Irigasi Tetes Gravitasi sebagai Teknologi Sederhana Pengelolaan Air Pertanian: Sebuah Kajian Literatur Anjar Pranggawan Azhari; Amrul Jihadi
Jurnal Ilmiah Populer Inovasi-Sainsphere Vol. 1 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Populer Inovasi-Sainsphere
Publisher : CV. RINJANI AKSARA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterbatasan air selama musim kemarau menjadi tantangan utama bagi petani kecil di daerah tropis, khususnya dalam budidaya tanaman hortikultura. Penerapan sistem irigasi tetes berbasis gravitasi sebagai teknologi tepat guna yang murah, mudah dioperasikan, dan efisien dalam pengelolaan sumber daya air dalam dijadikan sebagai salah satu alternatif teknologi sederhana. Berbeda dari penyiraman konvensional, irigasi tetes mengalirkan air secara perlahan dan presisi langsung ke zona perakaran tanaman dengan memanfaatkan perbedaan ketinggian tandon. Penerapan metode ini terbukti mampu menghemat penggunaan air hingga 50–70% serta meningkatkan efisiensi pemupukan dan produktivitas tanaman. Meski dihadapkan pada tantangan teknis seperti risiko penyumbatan penetes (emitter), keberhasilan sistem ini sangat ditentukan oleh kualitas filter dan kecermatan pengoperasian oleh petani. Keberadaan irigasi tetes gravitasi membuktikan bahwa inovasi pertanian tidak harus identik dengan teknologi yang rumit dan mahal, melainkan solusi sederhana dan terjangkau yang memberikan manfaat nyata serta berkelanjutan bagi petani kecil.
Pengelolaan Hama Terpadu dalam Perlindungan Tanaman: Sebuah Kajian Sejarah dan Studi Kasus di Indonesia Amrul Jihadi; Anjar Pranggawan Azhari
Jurnal Interdisipliner SDGs Indonesia Vol 1 No 1 (2026): Jurnal Interdisipliner SDGs Indonesia
Publisher : CV. Rinjani Aksara Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan Hama Terpadu (PHT) merupakan konsep dasar dalam perlindungan tanaman berkelanjutan untuk menjaga populasi hama di bawah ambang batas kerusakan ekonomi dan mengurangi ketergantungan pada pestisida sintetis. Di Indonesia, inisiatif partisipatif seperti Sekolah Lapangan PHT telah terbukti secara signifikan meningkatkan kompetensi teknis dan produktivitas petani pada beberapa komoditas seperti padi, kopi, lada, dan tanaman hortikultura lain. Meskipun terdapat berbagai keberhasilan lokal, adopsi menyeluruh secara masih terhambat oleh berbagai hambatan sosial-ekonomi. Hambatan ini mencakup tingginya biaya awal, ketiadaan premi harga pasar untuk produk ramah lingkungan, serta persepsi kuat bahwa PHT berisiko dan terlalu padat pengetahuan.  Bukti empiris secara global menunjukkan bahwa implementasi PHT yang efektif dapat menurunkan penggunaan insektisida hingga 95%, sekaligus meningkatkan layanan ekosistem dan keanekaragaman hayati tanpa mengorbankan hasil panen. Untuk mengatasi tantangan kontemporer seperti perubahan iklim, masa depan PHT memerlukan integrasi menyeluruh antara ilmu ekologi dan kemajuan teknologi, seperti pertanian presisi dan pemantauan cerdas. Oleh karena itu, penguatan implementasi PHT secara strategis mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam meningkatkan ketahanan pangan (SDG 2), mendorong pola produksi pertanian yang bertanggung jawab (SDG 12), memperkuat resiliensi iklim (SDG 13), serta melestarikan ekosistem darat dan keanekaragaman hayati (SDG 15).
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Adji, Alif Pradipta Adji, M. Alif Pradipta Adriansyah, Al Fajr Adriansyah, Al-Fajr Ahmad Jupri Al-Fajr Adriansyah Aluh Nikmatullah Aluh Nikmatullah Aluh Nikmatullah ALUH NIKMATULLAH Anjar Pranggawan Azhari Apriani, Reni Apriani, Rizkia Ashari, Anjar Pranggawan Aulia Rizkika, Gardena Baiq Mona Kotma Chantika Baiq Rika Ayu Febrilia BAMBANG SUPENO Bambang Supeno Bambang Supeno, Bambang Bayu Anggara Cecilia, Sisca Dori Kusuma Jaya Dori Kusuma Jaya Dwi Noorma Putri Dwi Noorma Putri Dwi Noorma Putri Dwi Putri Farida Jufri, Afifah Hari Aditia Pratama, Muhammad Hery Haryanto Hery Haryanto Hery Haryanto Hery Haryanto Hidayatun Nufus, Novita I Ketut Ngawit I Ketut Ngawit I Ketut Ngawit, I Ketut Irwan Muthahanas Islami, Mustika Jayaputra Jayaputra, Jayaputra Jufri, Afifah Farida Khairina Ilhami, Bq Tri Kiki Karmila Kisman Kisman Kisman L. Sunarwidhi, Anggit M. Alif Pradipta Adji M. Sarjan M. Sarjan M. Sarjan, M. M. Taufik Fauzi Martia Dewi, Suprayanti Muhammad Alif Pradipta Adji Muhammad Sarjan Muhammad Sarjan Mursyidin, Abdul Halim Novita Hidayatun Nufus Novita Hidayatun Nuvus Novita Hidayatun Nuvus Nurrachman Nurrachman Nurrachman Pandya, Lalu Wahyu Ardis Priandani, Livia Tara Putri, Dwi Noorma Raehanayati Raehanayati Raehanayati Raehanayati Reni Apriani Reni Apriani Rio Febrian Rizki, Al-Fajr Ruth Stella Petrunela Thei Ruth Stella Petrunella Thei S, Muhammad Qudsiah S. Prasedya, Eka Siska Ita Selvia Siska Ita Selvia Sitti Hilyana Sri Maryani Sri Maryanti Sunarpi, Sunarpi Suprayanti Martia Dewi Suprayanti Martia Dewi Suprayanti Martia Dewi Suprayanti Martia Dewi, Suprayanti Martia Taufik Abdullah Yuliana Asri Yuliana Asri Zuhdiyah Matienatul Iemaaniah