Articles
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI PADA PEKERJA PABRIK KARET PTPN 3 KEBUN BANDAR BETSY
Yusnidar, Naidatul Ullmaziarikhaza;
Yarmaliza;
Paradhiba, Meutia;
Fahlevi, Muhammad Iqbal;
Saputra, Firman Firdauz
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jkt.v5i3.31316
Pekerja menggunakan alat pelindung diri (APD) sebagai alat untuk melindungi diri dari potensi risiko dan kecelakaan yang bisa terjadi di tempat kerja. Dampak dari tidak menggunakan APD ialah dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan kerja pada pekerja baik kecelakaan kerja mayor maupun minor, dan akan berakibat pada produktivitas kerja karyawan. Menganalisis hubungan pengetahuan dan sikap dengan penggunaan alat pelindung diri pada pekerja Pabrik Karet PTPN 3 Kebun Bandar Betsy. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dan metodologi penelitian kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di Pabrik Karet PTPN 3 Perkebunan Bandar Betsy pada bulan Desember 2023. Jumlah populasi yaitu sebanyak 74 responden yang terdiri dari pekerja pabrik. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Variable bebas ialah pengetahuan dan sikap, dan variable terikat yaitu penggunaan alat pelindung diri (APD). Mencari hasil analisis dalam penelitian ini menggunakan metode uji chi square. Hasil analisis menyatakan tidak diperoleh hubungan antara pengetahuan dengan penggunaan APD (P=0,266 > 0,05). Hasil analisis menyatakan tidak terdapat hubungan antara sikap dengan penggunaan APD (p=1,00 > 0,05). Hasil uji hubungan melalui uji chi square didapatkan tidak diperoleh hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap dengan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD). Perusahaan agar dapat meningkatkan jumlah ketersediaan APD bagi pekerja, sehingga mendorong mereka untuk memakai alat pelindung diri. Selain itu, perusahaan memiliki wewenang untuk menetapkan kebijakan dan menjatuhkan hukuman kepada karyawan yang mengabaikan kebutuhan untuk mengenakan APD lengkap.
HUBUNGAN ANTARA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PABRIK PENGOLAHAN KARET PTPN 3 PERKEBUNAN BANDAR BETSY SUMATERA UTARA TAHUN 2023
Dewita, Erni;
Yarmaliza;
Siahaan, Perry Boy Chandra;
Kusumawardani, Eva Flourentina;
Musnadi Is, Jun
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jkt.v5i3.31897
Aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) mencakup berbagai faktor, salah satunya adalah produktivitas kerja yang memiliki tujuan guna memastikan bahwa para pekerja tetap aman dan sehat, sehingga mereka terhindar dari kecelakaan dan penyakit yang diakibatkan oleh pekerjaan, dimana akhirnya akan menambah semangat kerja dan produktivitas. Studi ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meneliti hubungan antara keselamatan dan kesehatan kerja dengan tingkat produktivitas pekerja di unit pengolahan karet PTPN 3 Perkebunan Bandar Betsy. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian Cross Sectional. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 13 Desember 2023. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 73 orang, dengan teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu total sampling sehingga diperoleh sampel sebesar 73 responden. Variabel Independent adalah variabel x (keselamatan kerja dan kesehatan kerja), sementara Variabel Dependent yaitu variabel y (produktivitas kerja). Hasil analisis statistik menunjukkan adanya keterkaitan antara keselamatan kerja dengan produktivitas karyawan berdasarkan skor yang diperoleh (P value = 0,025). Selanjutnya, hasil pengujian statistik mengungkapkan bahwasanya terdapat korelasi antara kesehatan kerja dengan produktivitas kerja para pekerja dengan skor (P value = 0,024). Keselamatan Kerja merupakan faktor dominan terhadap produktivitas kerja dengan OR 2,868 memiliki makna bahwa Keselamatan Kerja memiliki dampak 2 kali lipat terhadap Produktivitas Kerja karyawan pada PTPN 3 Perkebunan Bandar Betsy, Sumatera Utara.
Edukasi Kesehatan Terhadap Pencegahan Stunting Melalui Rumah Gizi Kampung
Yarmaliza;
Teungku Nih Farisni;
Fitriani Fitriani;
Zakiyuddin Zakiyuddin;
Fitrah Reynaldi;
Veni Nella Syahputri;
Rinaldy Rinaldy
Keyboard Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2024): Keyboard Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Grace Berkat Anugerah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.69688/keyboard.v1i2.144
Kegiatan pengabdian ini merupakan program inovasi dalam preventif stunting melalui adanya rumah gizi kampung (RGK) di Desa Purwodadi Kabupaten Nagan Raya. Melalui metode pendekatan sosialisasi, FGD, dan pemberdayaan, kegiatan ini berhasil mencapai perubahan positif dalam pemahaman masyarakat tentang RKG. Hasil pretest dan post-test menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pemahaman mereka tentang konsep RGK yang berdampak pada ketahanan pangan keluarga yang berkualitas. Selain perubahan pengetahuan, hasil kegiatan ini juga mencerminkan perubahan positif dalam sikap masyarakat terhadap pentingnya RGK. Pendekatan sosialisasi dan edukasi telah berhasil mengubah pandangan masyarakat terhadap program RGK, yang diharapkan dapat mendorong partisipasi aktif dalam program tersebut. Selain itu, tindakan nyata masyarakat dalam pengolahan makanan bergizi dari bahan lokal juga meningkat secara signifikan. Ini menandakan bahwa masyarakat di Desa Purwodadi sekarang lebih aktif dalam meningkatkan kualitas makanan yang mereka konsumsi sehari-hari, dengan menggunakan tempe dan kelor sebagai bahan pangan bergizi lokal. Perubahan ini adalah bukti konkret dari efektivitas program RGK dalam merubah perilaku masyarakat. Temuan ini memberikan wawasan berharga tentang pentingnya pendidikan, sosialisasi, dan pemberdayaan dalam memerangi stunting dan meningkatkan gizi dan kesehatan masyarakat di tingkat desa. Upaya seperti RGK memiliki potensi untuk memainkan peran penting dalam mencapai tujuan tersebut di daerah-daerah yang masih menghadapi tantangan kesehatan dan gizi
Pemanfaatan Kartu Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Dalam Meningkatkan Efektivitas Pelayanan Kesehatan Pada Puskesmas Menggamat
Nurul Maghfirah;
Maiza Duana;
Fitriani Fitriani;
Danvil Nabela;
Yarmaliza Yarmaliza
An Idea Health Journal Vol 5 No 02 (2025)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53690/ihj.v5i02.351
The Government always strives to improve the quality of public health services nationally, and one of these efforts is using social security. Utilizing health services using National Health Insurance can make it easier for people to seek treatment at no cost. With this national health insurance, people can enjoy the same service facilities and increase the effectiveness of health services at the Menggamat Community Health Center. Therefore, Community Health Centers are required to constantly make efforts and be committed to meeting the standards and regulations made by the Government. This research aims to determine what factors influence the use of the National Health Insurance Card (JKN) in increasing the effectiveness of health services at the Menggamat Community Health Center. This research is quantitative with a cross-sectional approach, conducted in January 2024 with 105 respondents using a purposive sampling technique. The data was analyzed using the Chi-Square test. There is no significant relationship between the level of education and utilization of National Health Insurance (JKN) with a p-value = 0.631 > 0.05 OR value of 1.375 (CI = 0373-5.069), there is a significant relationship between the level of knowledge and utilization of JKN with a p-value = 0.023 < 0.05 OR value of 2.531 (CI = 1.126-5.687) then there is a relationship between people's perception of seeking medical treatment from a healer/shaman and the use of JKN with a p-value = 0.002 < 0.05 OR value of 0.265 (CI = 0.113-0618). Services at the Menggamat Community Health Center can be said to be effective based on several criteria for measuring effectiveness; however, public awareness in carrying out health checks at the Menggamat Community Health Center is still lacking based on the perception of the community who still seek treatment from healers/shamans.
ANALISIS PENGAWASAN DAN PEMBINAAN HYGIENE SANITASI PANGAN (HSP) DI RUMAH MAKAN WILAYAH KERJA DINAS KESEHATAN ACEH BARAT DAYA
Wilda tun Nahri;
Darmawan Darmawan;
Yulizar Yulizar;
Yarmaliza Yarmaliza;
T Alamsyah
An Idea Health Journal Vol 5 No 01 (2025)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53690/ihj.v5i01.363
The implementation of the food hygiene and sanitation supervision and coaching program is a requirement for quality standards for health, safety and the feasibility of the place of management that must be carried out by every restaurant business actor. The purpose of the research is to find out how effective the implementation of the sanitation supervision and coaching program in restaurants. The research method uses qualitative research, data is obtained from the results of observation and in-depth interviews. The number of informants was eight. The research was carried out from January to February 2024. The resultsof the study show that the supervision and guidance program for restaurant hygiene and sanitation in the Southwest Aceh Health Office Work Area is carried out by a team in the Environmental Health Sector. The inhibiting factors in the implementation of the program are the unavailability of human resources, lack of budget, lack of infrastructure, implementation methods only using questionnaires, implementation strategies have not shown the success rate of restaurant businesses to obtain HSP worthiness certificates and there are no local government policies regulating intensive supervision and coaching. The conclusion of this study is that the problems of human resources, fund allocation, infrastructure, methods, strategies and policies show that there are still many challenges to be overcome.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN HIPERTENSI PADA LANSIA DI DESA ALUE PISANG KECAMATAN KUALA BATE KABUPATEN ACEH BARAT DAYA
Dhia Nasri Harira;
Yarmaliza Yarmaliza;
T. Alamsyah T. Alamsyah;
Dian Fera;
Meutia Paradhiba
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33143/jhtm.v11i2.5073
Lansia memiliki risiko tinggi terhadap penyakit degeneratif seperti hipertensi, yang disebabkan oleh perubahan tekanan darah seiring bertambahnya usia dan penurunan kondisi fisik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui factor-faktor yang berhubungan dengan hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Alue Pisang Kecamatan Alue Batee Kabupaten Aceh Barat Daya Metode penelitian yaitu penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini yaitu 144 lansia di desa Alue Pisang Kecamatan Alue Batee Kabupaten Aceh Barat Daya. Cara pengambilan sampel dengan teknik Purpossive Sampling dengan jumlah sampel 59 orang, penelitian dilakukan pada Juni 2025 dan teknik pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Berdasarkan hasil analisa uji chi square diketahui ada hubungan faktor aktifitas fisik dengan p value (0,000), kebiasaan konsumsi kopi dengan P Value (0,020) dan diet rendah garam dengan p value (0,000) dengan hipertensi pada lansia di desa Alue Pisang Kecamatan Alue Batee Kabupaten Aceh Barat Daya. Hasil uji regresi binary logistic faktor dominan yang mempengaruhi hipertensi pada lansia di desa Alue Pisang adalah diet rendah garam karena memiliki nilai Odd Ratio paling besar (OR=16.158). Sesuai model tersebut dapat disimpulkan bahwa lansia dengan diet rendah garam tidak terkontrol akan beresiko lebih tinggi mengalami hipertensi dibandingkan lansia dengan diet rendah garam terkontrol. Diharapkan hasil penelitian ini dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman peneliti terkait tentang pengetahuan pasien hipertensi terhadap penanganan penyakit hipertensi.
Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Ibu Dengan Pemberian Imunisasi Polio Pada Balita Di Wilayah Puskesmas Pauh Dikota Padang
Rizky Ananda Putra;
Sufyan Anwar;
Meutia Faradhiba;
Yarmaliza;
Kiswanto
Public Health and Safety International Journal Vol. 6 No. 01 (2026): Public Health and Safety International Journal (PHASIJ)
Publisher : YCMM
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55642/phasij.v6i01.1343
Imunisasi polio merupakan upaya preventif yang bertujuan melindungi anak dari infeksi poliomyelitis, suatu penyakit yang dapat memicu kelumpuhan permanen. Pemberian vaksin polio primer dilakukan sebaanyak empat kali, ialah saat bayi berusia 0-4 bulan . Program imunisasi ini menjadi strategi utama dalam pencegahan polio, di mana keberhasilannya sangat dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan dan sikap ibu dalam membawa anak untuk memperoleh imunisasi sesuai jadwal. Data awal di Puskesmas Pauh Kota Padang menunjukkan masih adanya balita yang belum memperoleh imunisasi polio secara lengkap. Berdasarkan kondisi tersebut, riset ini mempunyai tujuan mengkaji ikatan antara tingkat wawasan dan sikap ibu dengan pelaksanaan imunisasi polio pada balita di wilayah kerja Puskesmas Pauh Kota Padang. Riset ini memakai desain kuantitatif pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian meliputi semua ibu yang mempunyai balita, dengan jumlah sampel sejumlah 79 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling sesuai perhitungan Rumus Slovin.Pengumpulan data dilaksanakan melalui penyebaran kuesioner dan pemeriksaan buku KIA. Variabel independen dalam riset ini ialah pengetahuan dan sikap ibu, sementara variabel dependen yaitu status kelengkapan imunisasi polio anak balita. Data dikaji secara bivariat dan univariat memakai uji Chi-Square. Hasil riset memperlihatkan bahwa mayoritas responden mempunyai tingkat pengetahuan rendah (77,2%), menunjukkan sikap negatif terhadap imunisasi (83,5%), serta lebih dari setengah balita belum mendapatkan imunisasi polio secara lengkap (55,7%).
Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) Personal Hygiene Pada Usia Anak Sekolah Di Perumahan Budha Tzu Chi
Fitriani Fitriani;
Teungku Nih Farisni;
Yarmaliza Yarmaliza;
Fitrah Reynaldi;
Veni Nella Syahputri
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Darma Bakti Teuku Umar Vol 2, No 2 (2020): Juli-Desember
Publisher : Universitas Teuku Umar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35308/baktiku.v2i2.2633
Personal hygine yang kurang baik pada usia anak sekolah dasar akan berisiko mengalami berbagai gangguan kesehatan. Personal hygiene pada anak usia sekolah dasar di perumahan Budha Tzu Shi menunjukkan masih kurang baik. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan dua tahap, pertama adalah dengan memberikan KIE pada anak-anak tentang pentingnya menggosok gigi, memotong kuku, mandi menggunakan sabun dan shampoo, memakai pakaian yang bersih serta mencuci tangan pakai sabun untuk mencegah terjadinya penyakit, dan tahap kedua adalah praktek gosok gigi, memotong kuku dan 7 langkah cuci tangan. Hasil penilaian dari kegiatan pengabdian menunjukkan tingkat peningkatan pengetahuan peserta meningkat sebesar 93, % atau 28 orang. Dapat disimpulkan bahwa dari peningkatan pengetahuan peserta pengabdian berkorelasi dengan kemampuan mepraktikkan 7 langkah cuci tangan dengan tepat dan cara menggosok gigi dengan baik.
Persepsi Masyarakat Pesisir Tentang Penerapan Protokol Kesehatan
Veni Nella Syahputri;
Endah Anisa Rahma;
Giovanni Oktavinanda;
Yarmaliza Yarmaliza;
Fitriani Fitriani;
Teungku Nih Farisni;
Nellis Mardhiah
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Darma Bakti Teuku Umar Vol 3, No 2 (2021): Juli-Desember
Publisher : Universitas Teuku Umar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35308/baktiku.v3i2.3682
Covid-19 has hit the world, including Indonesia and Aceh in particular. This community dedication was carried out on the basis existence of positive cases in Nagan Raya area, Aceh. Meetings and direct banquets attended by many people, as well as community gatherings solely for togetherness to strengthen and build up friendships were still carried out without fully implement health protocol. Additionally, the marine beauty of beaches in Kuala Pesisir sub-district makes this coastal area still crowded even though in a pandemic condition. By considering these facts, the community dedication team held observations related to the perceptions of coastal communities about the implementation of health protocols. The target of this service was 30-50 years old households. The service was executed through observation, data collection and drawing conclusions. The results of the service showed that only 15% of coastal communities target service follow full implementation of health protocol. Therefore, it is highly recommended that coastal communities have the awareness to implement health protocols so that the spread of Covid-19 can be suppressed
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN HIPERTENSI PADA LANSIA DI DESA ALUE PISANG KECAMATAN KUALA BATE KABUPATEN ACEH BARAT DAYA
Dhia Nasri Harira;
Yarmaliza Yarmaliza;
T. Alamsyah T. Alamsyah;
Dian Fera;
Meutia Paradhiba
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33143/jhtm.v11i2.5073
Lansia memiliki risiko tinggi terhadap penyakit degeneratif seperti hipertensi, yang disebabkan oleh perubahan tekanan darah seiring bertambahnya usia dan penurunan kondisi fisik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui factor-faktor yang berhubungan dengan hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Alue Pisang Kecamatan Alue Batee Kabupaten Aceh Barat Daya Metode penelitian yaitu penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini yaitu 144 lansia di desa Alue Pisang Kecamatan Alue Batee Kabupaten Aceh Barat Daya. Cara pengambilan sampel dengan teknik Purpossive Sampling dengan jumlah sampel 59 orang, penelitian dilakukan pada Juni 2025 dan teknik pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Berdasarkan hasil analisa uji chi square diketahui ada hubungan faktor aktifitas fisik dengan p value (0,000), kebiasaan konsumsi kopi dengan P Value (0,020) dan diet rendah garam dengan p value (0,000) dengan hipertensi pada lansia di desa Alue Pisang Kecamatan Alue Batee Kabupaten Aceh Barat Daya. Hasil uji regresi binary logistic faktor dominan yang mempengaruhi hipertensi pada lansia di desa Alue Pisang adalah diet rendah garam karena memiliki nilai Odd Ratio paling besar (OR=16.158). Sesuai model tersebut dapat disimpulkan bahwa lansia dengan diet rendah garam tidak terkontrol akan beresiko lebih tinggi mengalami hipertensi dibandingkan lansia dengan diet rendah garam terkontrol. Diharapkan hasil penelitian ini dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman peneliti terkait tentang pengetahuan pasien hipertensi terhadap penanganan penyakit hipertensi.