Claim Missing Document
Check
Articles

Penggunaan Tanaman Sebagai Obat pada Masyarakat Banjarmasin Tengah: The Use of Plants as Medicine Among the Community of Central Banjarmasin Aryani, Norsarida; Rohama, Rohama; Raihanah, Raihanah; Melviani, Melviani
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 3 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i3.11335

Abstract

Latar Belakang: Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi dengan sekitar 30.000 spesies tumbuhan, di mana ±9.600 di antaranya berkhasiat obat dan ±300 spesies sebagai bahan baku jamu dan obat tradisional. Masyarakat Banjarmasin, khususnya Kecamatan Banjarmasin Tengah, memanfaatkan tanaman obat tradisional sebagai pengobatan dan pemeliharaan Kesehatan. Tujuan: Mengetahui jenis tanaman obat, bagian yang digunakan, cara pengolahan dan pemanfaatan tanaman obat. Metode: Penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling terhadap 28 responden. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara terstruktur, dan dokumentasi. Analisis secara deskriptif menggambarkan pola pemanfaatan tanaman obat. Hasil: Ada 24 jenis tanaman obat yang digunakan masyarakat. Bagian tanaman yang paling banyak dimanfaatkan adalah daun (54,2%). Penyakit paling banyak diobati hipertensi (40%), tanaman yang digunakan yaitu sirsak (12,5%). Cara pengolahan dominan adalah direbus (87,5%), dan cara penggunaan terbanyak adalah diminum (87,5%). Simpulan: Masyarakat Banjarmasin Tengah masih mempertahankan tradisi pengobatan dengan tanaman obat sebagai bagian dari kearifan lokal. Hasil ini penting sebagai dasar pengembangan penelitian etnomedisin dan pelestarian tanaman obat untuk menunjang kesehatan masyarakat.
Aktivitas Antioksidan Kombinasi Ekstrak Etanol Daun Sambiloto (Andrographis paniculata (Burm. F.) Nees) dan Daun Meniran (Phyllanthus niruni L.): Antioxidant Activity of the Combination of Ethanol Extract of Sambiloto Leaves (Andrographis paniculata (Burm. F.) Nees) and Meniran Leaves (Phyllanthus niruni L.) Puspita, Melinda Dian; Nastiti, Kunti; Aryzki, Saftia; Rohama, Rohama
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 3 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i3.12003

Abstract

Gaya hidup yang tidak sehat dan lingkungan yang buruk dapat mengakibatkan kekebalan tubuh tidak mampu menghadapi radikal bebas yang dapat menyebabkan berbagai macam penyakit. Oleh karena itu maka diperlukannya suatu antioksidan untuk menangkalnya, antioksidan merupakan senyawa yang dapat menghambat dan mecegah terjadinya radikal bebas yang masuk dalam tubuh. Contoh tanaman obat tradisional di Indonesia yang memiliki aktivitas antioksidan adalah tanaman sambiloto dan tanaman meniran. Kedua tanaman tersebut jika dikombinasikan mempunyai potensi farmakologi yang lebih besar dan saling melengkapi. Untuk mengetahui aktivitas antioksidan yang paling optimal pada kombinasi ekstrak daun sambiloto (Andrographis paniculata (Burm. F.) Nees.) dan daun meniran (Phyllanthus niruri L.). Penelitian dilakukan di Labolatorium Kimia Universitas Sari Mulia, pada bulan November 2023-Juli 2024. Dilakukan pengumpulan duan sambiloto dan daun meniran, pembuatan ekstrak kental, kemudian setelah itu dilakukan skrining Fitokimia dengan reaksi warna dan dilanjutkan uji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH pada ekstrak tunggal dan perbandingan ekstrak kombinasi 1:1; 1:2 dan 1:3. Data di analisis dengan menggunakan One Way ANOVA. Nilai aktivitas antioksidan kombinasi ekstrak daun sambiloto dan daun meniran yg paling optimal terletak pada perbandingan sambiloto: meniran (1:2) dengan hasil nilai IC50 6,19 ppm. Nilai aktivitas antioksidan kombinasi ekstrak daun sambiloto dan daun meniran yg paling optimal terletak pada perbandingan sambiloto: meniran (1:2) dengan hasil nilai IC50 6,19 ppm.
Narrative Review: Potensi Buah Pala (myristica fragrans) Sebagai Terapi Herbal untuk Insomnia: Narrative Review: Potential of Nutmeg (myristica fragrans) as Herbal Therapy for Insomnia Rohama, Rohama; Rosyada, Amrina; Puteri, Anggia; Oktavia, Anisya; Punlin, Bella Aprilia; Safitri, Bella; Ira Wati, Nyoman Rindi
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 3 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i3.12010

Abstract

Insomnia merupakan gangguan tidur yang umum terjadi dan dapat berdampak signifikan terhadap kualitas hidup. Penggunaan obat-obatan farmakologis seperti benzodiazepin untuk mengatasi insomnia seringkali disertai efek samping yang merugikan. Oleh karena itu, terapi alternatif berbasis herbal menjadi pilihan yang menarik. Buah pala (Myristica fragrans) telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional sebagai agen sedatif dan hipnotik. Tinjauan literatur ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi buah pala sebagai terapi herbal untuk insomnia. Studi pra-klinis menunjukkan bahwa ekstrak dan minyak atsiri buah pala memiliki efek sedatif dan hipnotik pada hewan percobaan. Studi klinis juga menunjukkan bahwa aromaterapi dan infusa serbuk biji pala dapat meningkatkan kualitas tidur pada manusia. Meskipun hasil-hasil awal ini menjanjikan, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memahami mekanisme kerja, dosis yang aman, dan efektivitas jangka panjang dari penggunaan buah pala sebagai terapi insomnia.
Formulasi dan Evaluasi Sediaan Lulur Ekstrak Kayu Manis (Cinnamomum burmani) dengan Variasi Konsentrasi Trietanolamin Rahmawati, Sinta; Budi, Setia; Rohama, Rohama; Audina, Mia
Jurnal Pelayanan Kefarmasian dan Sains Vol 6 No 1 (2025): Journal of Pharmaceutical Care and Sciences (JPCS)
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Lulur adalah ekstrak bahan alami dari tanaman yang dibuat dalam bentuk scrub yang digunakan untuk kecantikan. Salah satu bahan alam yang dikenal terbukti khasiatnya sebagai antioksidan adalah Jintan Hitam (Nigella sativa L.) dan kayu manis (Cinnamomum burmani). Jintan Hitam (Nigella sativa L.) mengandung asam lemak esensial tak jenuh (asam linoleat dan asam linolenat) yang berfungsi meremajakan sel-sel kulit dan menunda proses penuaan. Tujuan: Mengetahui evaluasi mutu fisik dan pengaruh variasi konsentrasi emulgator yang baik pada sediaan lulur krim dari kandungan jintan hitam (Nigella sativa L.) dikombinasi dengan ekstrak kayu manis (Cinnamomum burmani). Metode: Metode penelitian ini menggunakan true eksperimental. Ekstrak kayu manis (Cinnamomum burmani) dan tepung jintan hitam (Nigella sativa L.) dibuat sediaan lulur krim dengan variasi konsentrasi trietanolamin. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sediaan lulur krim jintan hitam (Nigella sativa L.) dikombinasi dengan ekstrak kayu manis (Cinnamomum burmani) dengan variasi konsentrasi trietanolamin memenuhi parameter organoleptis, homogenitas, uji pH dan uji viskositas tetapi tidak memenuhi parameter uji daya sebar. Variasi konsentrasi pada setiap formulasi memiliki perbedaan pada uji pH (0.027), viskositas (0.022) dan tidak memiliki perbedaan pada daya sebar (0.365). Simpulan: Dari ketiga formula lulur krim jintan hitam dengan ekstrak kayu manis dengan variasi konsentrasi trietanolamin belum memenuhi evaluasi mutu fisik dan sehingga tidak menunjukkan variasi konsentrasi emulgator yang baik.
Potensi Antioksidan Kombinasi Ekstrak Daun Cocor Bebek (Kalanchoe pinnata L.) Dan Ekstrak Daun Kratom (Mitragyna speciosa Korth.) Dengan Metode DPPH Meisa, Devina; Rohama, Rohama; Rahmadani, Rahmadani; Nastiti, Kunti
Jurnal Pelayanan Kefarmasian dan Sains Vol 6 No 1 (2025): Journal of Pharmaceutical Care and Sciences (JPCS)
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/jpcs.v6i1.816

Abstract

Latar belakang: Indonesia merupakan negara yang memiliki tanaman yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai obat tradisional diantaranya daun cocor bebek (Kalanchoe pinnata L.) dan daun kratom (Mitragyna speciosa Korth.) yang terbukti mengandung antioksidan dan secara empiris sebagai pereda nyeri. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui IC50 ekstrak kombinasi daun cocor bebek (Kalanchoe pinnata L.) dan daun kratom (Mitragyna speciosa Korth.). Metode:  Pada penelitian ini simplisia daun cocor bebek (Kalanchoe pinnata L.) dan daun kratom (Mitragyna speciosa Korth.) diekstraksi dengan cara maserasi. Skrining fitokimia dan uji aktivitas antioksidan dilakukan pada masing-masing ekstrak. Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan dengan menggunakan metode DDPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil).Aktivitas antioksidan diuji secara kuantitatif dengan menggunakan spektrofotometri Uv-Vis pada panjang gelombang 528 nm dengan baku pembanding yang digunakan adalah Vitamin C. Hasil: Hasil menunjukan bahwa ekstrak etanol secara tunggal daun cocor bebek dan daun kratom mempunyai aktivitas antioksidan yang sangat kuat dengan nilai IC50 17,96 ppm dan 14,43 ppm. Kombinasi dengan perbandingan 2:1 memperoleh nilai IC50 terendah yaitu, sebesar 10,60 ppm dibandingkan 1:1 dengan IC50 15,14 ppm dan 1:2 dengan IC50 12,72 ppm. Simpulan: Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa bahwa aktivitas antioksidan yang paling tinggi terdapat pada kombinasi ekstrak etanol daun cocor bebek dan daun kratom perbandingan 2:1 dengan IC50 10,60 ppm lebih kecil dibandingkan ekstrak tunggal.
Co-Authors Abdul Latif Ali Rakhman Hakim Amalia, Ghina Rezki Amalia, Putri Rizky Amrina Rosyada Ananda, Hesti Aulia Andriani, Ine Anggia Puteri Anggraini, Livani Aryani, Norsarida Aryzki, Saftia Aulia, Devina Caroline, Putricia Chicade, Anabaena D, Putri Vidiasari Dagau, Lelie Dari, Kristina Wulan Daud, Muhammad Alfian Dede Mahdiyah, Dede Deviani, Norma Dewi Susanti Atmaja Elieser, Michael Fauzah Fauzah, Fauzah Fawwaz, Muhammad Taufiq Febriani, Agnesia Febriani, Carolina Fitriani, Dyah Fuaddah, Munawarah Gunawan, Prayogo Aldi Gusnianti, Elva Hastika, Febby Yulika Husna, Hafizatul Husnul Khatimah Ida Ayu Putu Sri Widnyani Indah Purnamasari Intan Intan Ira Wati, Nyoman Rindi Irawan, Angga Ismiadi, Rahmad Jannah, Ghina Raudhatul Khairunnisa Khairunnisa Khairunnisa, Aisya F. Khuluqia, Munirah Kristiana, Isha Desty Kristina, Isha Desty Kurniawati, Darini Kusnia, Risha I. K. Kusuma D, Muhammad Chandra Hadi Mahmudah Mahmudah Mardlatillah, Mardlatillah Martha, Dhea Yolanda Mawarid, M.T.F. Meisa, Devina Melviani, Melviani Mia Audina, Mia Mukti, Yusuf Anggoro Nabila, Putri Nabila, Yasmin Nastiti, Kunti Ningsih, Gusria Surya Ningtias, Radita Dia Ayu Noor Latifah Nor Erpiana, Indah Noval Noval Nugraha, Dyan Fitri Nurhidayah, Dea Octavia, Mutia Oktavia, Anisya Oktavia, Helda Oktavia, Rissa Pawestri, Hasna Priadi, Ota Punlin, Bella Aprilia Puspita, Melinda Dian Pusvita, Shela Putra, Dedy Karmadi Putri Vidiasari Darsono, Putri Vidiasari Putri, Mela Julia Rahayu, Desi Dwi Rahmadani Rahmadani Rahmawati, Rahmawati Rahmawati, Sinta Raihanah Raihanah Rianti, Nur Addina Rina Amelia Rina Safitri Rina Saputri Rizantha, M. Iqbal Romadhina, Rodhiatul Sadlia, Fitri Safitri, Bella Setia Budi Shinta, Laili Shinta Ayu Siti Aisyiyah, Siti Syahfitri, Laili Shinta Ayu Syifha, Nor Tazkiyah, Aulia Tumanggor, Agustina Hotma Uli Tuti Alawiyah Uljanati, Khairi Witin, Rafelita Septania B. Yanti, Novita Yuniar, Nabila Yuwindry, Iwan Zainul Abidin