Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Ius Constituendum

Pengelabuan Hukum Perkawinan Atas Perkawinan Beda Agama Hutama Hutabarat, Dany Try; Simanjuntak, Komis; Syarunsyah, Syahrunsyah
Jurnal Ius Constituendum Vol. 7 No. 2 (2022): OCTOBER
Publisher : Magister Hukum Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jic.v7i2.5383

Abstract

 The research objectives to be achieved in this study are to find out, analyze and find solutions in overcoming legal fraud. Interfaith couples prefer to marry in Indonesia. Considering that it is more cost-effective and their desire to get married can be carried out and implemented in Indonesia. On the other hand, there is no legal protection to provide guarantees for the implementation of interfaith marriages in Indonesia. So some couples commit a fraudulent marriage law by ignoring the requirements in the national marriage law. The research method in this research is a normative research method by examining every applicable marriage law rule and legal theories that will answer and provide a solution in providing a discourse on understanding law and marriage and its relationship with the concept of divinity. Based on the data above, the results of the analysis find that interfaith married couples abroad have cheated Indonesian marriage law on interfaith marriages that occur abroad. After holding an interfaith marriage abroad, the artist couple returns to Indonesia and registers the interfaith marriage at the Population and Civil Registry Office. However, considering that their marriages are of different religions, the Population and Civil Registry Service does not immediately register interfaith marriages. According to the population administration, a valid marriage according to the legislation must be reported by the resident to the implementing agency at the place where the marriage took place no later than 60 (sixty) days from the date of the marriage.Tujuan penelitian yang akan dicapai pada penelitian ini yaitu untuk mengetahui, menganalisis dan mencari solusi dalam mengatasi pengelabuan hukum perkawinan pasangan beda agama lebih memilih melangsungkan perkawinan di Indonesia. Mengingat lebih irit biaya dan keinginan mereka untuk menikah dapat terlaksana dan terimplementasikan di Indonesia. Di sisi lain bahwa tidak ada perlindungan hukum untuk memberikan jaminan untuk terlaksananya perkawinan beda agama di Indonesia. Beberapa pasangan melakukan suatu pengelabuan hukum perkawinan dengan mengabaikan bagian syarat dalam hukum perkawinan nasional. Metode penelitian dalam suatu suatu penelitian ini digunakan suatu metode penelitian normatif dengan mengkaji setiap aturan hukum perkawinan yang berlaku serta teori-teori hukum yang akan menjawab serta memberikan suatu solusi dalam memberikan wacana pemahaman hukum serta perkawinan dan hubungannya dengan konsep ketuhanan. Berdasarkan data diatas maka hasil analisis menemukan bahwa pasangan menikah beda agama di luar negeri telah melakukan pengelabuan hukum perkawinan Indonesia atas perkawinan beda agama yang terjadi diluar negeri. Setelah melangsungkan perkawinan beda agama diluar negeri pasangan artis kembali ke Indonesia dan mencatatkan perkawinan beda agama tersebut pada kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. Namun mengingat perkawinan mereka berbeda agama, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil tidak langsung serta merta mencatatkan perkawinan beda agama. Menurut administrasi kependudukan perkawinan yang sah menurut peraturan perundangundangan wajib dilaporkan oleh penduduk kepada instansi pelaksana di tempat terjadinya perkawinan paling lambat 60 (enam puluh) hari sejak tanggal perkawinan.    
Peran Jaksa Dalam Pelaksanaan Diversi Terhadap Pidana Anak Simanjutak, Komis; Suriani, Suriani; Hutama Hutabarat, Dany Try; Alpadira, Rinda
Jurnal Ius Constituendum Vol. 7 No. 2 (2022): OCTOBER
Publisher : Magister Hukum Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jic.v7i2.5677

Abstract

The examine target to decide the role of the prosecutor in the implementation of diversion so that you can encourage the realization of a diversion settlement a good way to decrease the negative effect on youngsters if the case is going to court. The public prosecutor is obligated to make diversion efforts with the aid of summuning and/or supplying case resolution thru diversion to the kid and/or discern/father or morher as well as the sufferer or baby of the victim and/or parent/father or mother. Because of this, the role of the public prosecutor in sporting out diversion is not best limited to releasing responsibilities, but should be greater active to inpire the conclusion of a diversion agreement. This research is essential so that the implementation of diversion is prioritized within the settlement of kids instances by way of the general public prosecutor. This take a look at uses emperical juridical research strategies. This research has novel fee because it discusses in particular about the role of prosecutors in imposing diversion within the area. Based at the effects of the observe, it could be seen that the position of the prosecutor in the implementation of diversion is as a facilitator by way of seeking to reconcile the victim, in addition to the victims circle of relatives, in opposition to crook acts committed with the aid of   youngsters.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran jaksa dalam pelaksanaan diversi guna upaya mendorong terwujudnya kesepakatan diversi sehingga bisa meminimalisir akibat kurang baik pada anak apabila perkaranya hingga ke pengadilan. Penuntut umum harus melaksanakan upaya diversi dengan memanggil dan/ ataupun menawarkan penyelesaian kasus lewat diversi kepada anak dan/ ataupun orang tua/ wali dan korban ataupun anak korban dan/ ataupun orang tua/ wali. Jaksa Penuntut umum dalam melakukan diversi tidak cuma sebatas membebaskan kewajiban saja, tetapi wajib lebih aktif dalam mendorong terwujudnya kesepakatan diversi. Penelitian ini penting dilakukan supaya pelaksanaan diversi diutamakan pada penyelesaian permasalahan anak oleh jaksa penuntut umum. Penelitian ini menggunakan tata cara penelitian yuridis empiris. Penelitian ini mempunyai nilai kebaharuan sebab mangulas secara khusus mengenai peran jaksa dalam penerapan diversi. Berdasarkan pada penelitian yang dilakukan hingga dapat diketahui bahwa peran jaksa dalam penerapan diversi menjadi fasilitator dengan berupaya mendamaikan anak/ orangtua/ wali dengan korban/ orangtua/ wali atas perbuatan pidana yang dilakukan oleh anak.              
Co-Authors Abimanyu, Aditya P. Adila, Lica Adlina, Desri Adrian, Rizki Affandi, Ikhwan Aflita, Riri Agung Gumelar Agung Hidayat, Agung Akbar, Ghani Al Azmi, Chairanda Al Madina Aldina, Cindy Alfah, Gusthi Sulistio Alfathni, Tri Nia Alkarim, Fazri Almas, Salsabila Alpadira, Rinda Amalia Vada, Dela Ambarwati, Eny Ayu Amida, Nur Amri, Juheri Amsari, Duwi Anggun Ananta, Aulia Andrian, Pandu Anggraini, Sustika Winda Anhar, Ibnu Anisyah Ansori, Bayu Anuary Sitorus, Eko Ardiansyah, Ari Arief Wardana Arimbi, Mimi Arya, Dicky Arya, Ilham Ayu, Erra Azhar, Khairul Azhari, Ridho Azmi, Chairanda Al Azmi, Fahri Azura, Putri Azzahro, Wan Bahmid Bascara, Donni Batubara, Rifana Bima, Meirad Arianza Bintang, Muhammad Budi, Agus Chintia Meylandini Sihombing Cindy Pratiwi, Cindy Dalimunthe, Septian Rizky Darmawan, Diki Darmawan, Khairunnisa Darnita Delardi, Egi Denisa, Denisa Deri, Afif Dewi, Yulia Dini Anggraini Dwiva, Nur Aulia Efendi, Muhammad Azhari Efrianti Nasution, Rizka Elfindra, Anzas Emiel Salim Siregar Emmi Rahmiwita Nasution Ersa, Fikri Erwina Rosita Eva Mizkat Fadila, Aan Fadila, Zahra Nur Fafaruq, Lintang Al Fajar Mukti, Ahmad Fakhrul Azmi Fatwa Str, Muhammad Fauzan, Aan Fawzan, Rudu Febrian, Sazri Fransisca, Zenny Hakiki, Nurdini Hakim, M. Fauzan Hamizah, Siti HANDAYANI Harmika, Zuwairiah Hassymi, Aldi Prayoga Hastina Putri, Ade Hayani, Masyita Hazali, Hazali Herman Herman Hidayat, Riyan Fikqri Hidayat, Yunia Amanda Ibnu Tawaf Indah Lestari, Sri Indra Perdana Indraswary, Apriola Dwi Irawan, Iqbal IRWANSYAH, ADE Islami Rambe, M. Irfan Ismail Ismail Iswandi, Rizky Julianto, April Julianto, Lafirsto Yogkismun Juwita, Nadila Rahma Juwita, Salsadila Kamil, Tiara Kartika Khairani, Siti Miftha Khairida Khairida Khoiriyah, Anggi Khulsum, Umi Kinanti, Sri Leo Ronaldi Simbolon Lestari, Eka Widya Lingga, Robi Ltubing, Junita Mutiara Sari Lubis, Firman Febrian Lubis, Lili Kahirina Azhari Lubis, Lili Khairani Azhari Lubis, Nirmalasari Lubis, Rafly Aulia Lutfianur, Bunga Cyntia Mahvira, Dinda Ayu Maimunah, Intan Malahayati Malau, Rado Malau, Rado Maruli Manalu, Fernaldo Mangihut Tua Simamora Mangunsong, Juliana Manik, Susih Gajah Manja, Riski Adila Manurung, Agave Manurung, Muhammad Rizaldi Manurung, Suntika Dewi Mardiah, Nurainul Mariza, Rahma Marpaung, Aldo Rizky Bahari Marpaung, Dimas Suria Marpaung, Maysaroh Mega Purnama Sari Sianipar Melinawaty Kristina Nainggolan MHD, Faras Musyarih Mhd. Irvansyah MPR, Fadillah Asmuni Muhammad Afrizal Yuda Muhammad Nasir Muhammad Reza Marpaung Muhammad Tuah, Muhammad Muhammad Yusuf Muliati Hasibuan Mustafa, Suci Irbatia Mutiara Nadila, Irvi NANDA PRATAMA Napitupulu, Celly Naumi Sarah Br. Nasution, Adenisya Nasution, Daffa Irsyad Nasution, Emmi Rahmiwita Nasution, Ika Bina Prasanti Nasution, Khairunnisa Nazunda, Nazunda Nduru, Firma Nur Aisyah Nur Fadhila Nurcahaya, Nurcahaya Ompusunggu, Frandika Ferianto Opri, Gilang Padila, Nurul Pangestu, Inderawan Panjaitan, Adelia Maharani Panjaitan, Annisa Octaviani Panjaitan, Khairunnisak Paramitha, Jihan Pardede, Dinda Julita Pasaribu, Julio Calvin Dheo Pasaribu, Liza Umami Patar Andreas Sitorus Piranda, Dea Resti Poliansyah, Dimas Pratama, Yogi Prayoga, Nanda Pujawati, Sri Anisa Putra, Aulia Putri, Erga Eka Putri, Julia Rahma Rahayu, Rika Rahmadani, Siti Rahmaniah Rahmaniah Rahmat Rahmat Raihandi, Muhammad Abiyyu Ramadhan, Wulan Suci Ramadhani, Hikmah Ramadhani, M. Risky Rambe, Nurhaliza Ranti, Delfi Rawi, Miftahul Khoiroh Regen Silaban Reihansyah, Muhammad Naufal Rika Aufara Riski, Fajar Ritonga, Fauziah Ritonga, Nurliana Rizki, Alfathi Rizki, Muhammad Muhajir Robby Ramadani Robiatul Adawiyah Rosdiana Rosdiana Rotun, Hikma Rumondang, Rumondang Safitri, Ela Sagala, Victor Paulmarch Sahdan, Patria Sahera, Miri Saifana, Naila Sajali, Eka Salam, Agus Salsabila, Jihan Salsabilla, Rinia Samosir, Putri Humaiza Samosir, Riski Hamsyah Sapahira, Prety Saputri, Eliana Saragih, Julfirman Sari, Ajeng Alda SARI, DINA PUSPITA Sari, Sekar Nawang Sari, Vivi Melvita Sary, Tiara Divani Satria Alvin Sitorus, Akmal Septiningrum, Shafira Setiawan, Diski Shamil Basayef Siagian, Angela Ekklesia Siagian, Zairul Abdi Sikumbang, Nandra Astuti Silaban, Herman Silitonga, Ahmad Helmisyam Simanjuntak, Angelina Deasyta Simanjuntak, Komis Simanjutak, Komis Simbolon, Santi Angriany Sinaga, Dessy Zulfianti Sinaga, Muhammad Sakha Sinaga, Rizky Sinaga, Samdoni Jarwal Sinambela, Ibrahim Sinambela, Nur Isnaini Sinta, Nuria Sirait, Deviana Dewi Sirait, M.Munawir Siregar, Ahmad Afandi Siregar, Fani Ustazah Siregar, Fazriana Siregar, Mia Audina Siregar, Sahmul Siregar, Sahmul Ruhum Siti Nurhaliza, Laila Sitorus, Dinda Mayarni Sitorus, Herman Sitorus, Muhammad Aldi Prayuda Sitorus, Rini Andriani Sri Diana Sri Rizki Sri Wahyuni Stefany, Nandika Tiara Puteri Str, Akmal Satria Alfin Subakti, Febby Andriana Sudarti, Nila Sujati, Cecep Sulistia, Irma Surbakti, Febby Andriana Suriani Suriani Suryadi Sutta, Roffi Rivaldo Arya Syah, Perdana Syahfitri, Nanda Syahputra, Heri Syamsiah, Dewi Syapiq, Mirza Syarunsyah, Syahrunsyah Tania, Ira Tanjung, Annisya Raya Tanjung, Faisal Tanjung, Rani Tarigan, Elisa Br Tarigan, Nurma Anggita Putri Wahyuni, Ade Wardana, Wahyu Habib Wella, Anggun Widia Astuti, Yuni Widiastuty, Netty Wijaya, Chandra Ridho Yani, Cindy Indah Yolanda, Betrik Yosa, Muhammad Agi Yulyantika, Evi Yundari, Yundari Yusril Chandra Zahari, Yusri Zahra, Pelangi Aulia Zebua, Rusti Zuwandana, Ahmad