Claim Missing Document
Check
Articles

Pemberdayaan Menerapkan Basic Feeding Rules pada Praktik Pemberian MP-ASI untuk Mencegah Stunting Situmorang, Tetti Seriati; Damanik, Nopalina Suyanti; Nainggolan, Anna Waris; Haslim, Syahrin Sakinah; Silalahi, Feronika; Hulzanah, Mifta; Ernamari, Ernamari
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 8 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppm.v8i3.9919

Abstract

Edukasi bagi ibu dan keluarga menjadi penting untuk mengoptimalisasi pertumbuhan anak pada 1000 HPK agar dapat mencegah stunting. Tujuan pelaksanaan kegiatan ini untuk memberikan pemberdayaan keluarga menerapkan basic feeding rules pada pemberian MP-ASI untuk mencegah stunting terhadap 32 balita usia 6-18 bulan. Tahapan metode kegatan ini sebagai berikut: sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi tepat guna, pendampingan dan evaluasi. Kegiatan dilakukan sesuai tahapan pada perencanaan yang telag disusun. Dari 32 balita, terdapat 10 balita yang telah mampu makan secara mandiri dan teratur, 20 balita lainnya belum menerapkan pernah makan dengan menerapkan basic feeding rules sebelumnya. Hingga kegiatan pengabdian selesai terdapat 17 balita yang makan MP-ASI sesuai basic feeding rules. Kegiatan ini berdampak bagi pencegahan stunting khususnya pada balita usia 6-18 bulan melalui upaya memnuhi asupan gizi balita pada awal fase makan-MP-ASI. Disarankan kepada para keluarga balita untuk terus mempraktikkan metode basic feeding rules pada prkatik pemberian MP-ASI.
Evaluasi Manajemen Pelayanan Test Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) Di Puskesmas Pematang Kandis Kecamatan Bangko Kabupaten Merangin Tahun 2023 Melpa Agripa S; Anna Waris Nainggolan; Edy Marjuang Purba
Gudang Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2024): GJIK - FEBRUARI s/d JULI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjik.v2i1.270

Abstract

Puskemas Baloi Permai menjadi salah satu Puskesmas di Kota Kandis yang memberikan pelayanan IVA test di Kabupaten Merangin. Saat ini cakupan skrining deteksi dini kanker serviks melalui pemeiksaan IVA masih sangat rendah yaitu sekitar 5%. Penelitian ini bertujuan untuk hasil evaluasi manajemen pelayanan test inspeksi visual asam asetat (IVA) di Puskesmas Pematang Kandis Kecamatan Bangko Kabupaten Merangin Tahun 2023. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis studi kasus. populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah: Kepala Puskemas Pematang Kandis, Dokter dan bidan yang sudah pernah mendapatkan pelatihan mengenai pemeriksaan IVA test, Pengelola program PTM di Puskemas Pematang Kandis, WUS di wilayah kerja Puskemas Pematang Kandis sebanyak 2 orang. Tenaga pelaksana IVA test ditunjuk oleh Kepala Puskesmas Pematang Kandis Kec. Bangko Kab. Merangin adalah bidan dan dokter yang sudah mendapatkan pelatihan IVA, Pendanaan didapat dari berbagai sumber, Alat dan bahan yang dimiliki Puskesmas Pematang Kandis belum memenuhi, Metode yang digunakan untuk melakukan pelayanan IVA test adalah metode aktif dan pasif. Disarankan agar penyuluhan yang dilakukan harus lebih merata lagi, agar semua masyarakat mengetahui tentang IVA dan lebih memberikan dorongan lagi kepada masyarakat agar masyarakat mau ikut berpartisipasi dalam IVA test, selanjutya diharapkan juga kepada Puskesmas untuk mempersiapkan alat yang memadai untuk pemeriksaan IVA.
Pemanfaatan Pangan Lokal Dalam Program Breastfeeding Nutrition EmpowermentU ntuk Meningkatkan Keberhasilan ASI Eksklusif di Desa Tanjung Anom Purba, Edy Marjuang; Pratiwi, Caca; Nainggolan, Anna Waris; Purba, Saut; Ginting, Laurena; Pasaribu, Karl Fritzs
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/n0c8xc54

Abstract

Cakupan pemberian ASI eksklusif di Indonesia termasuk di Desa Tanjung Anom masih belum mencapai target nasional sebesar 80%. Salah satu penyebab utama adalah rendahnya produksi ASI akibat kurangnya konsumsi makanan bergizi yang mendukung laktasi, serta minimnya pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah bahan pangan lokal yang tersedia. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu yang sedang dalam masa menyusui serta mengenalkan produk pangan lokal berupa biskuit daun katuk dan crackers daun torbangun melalui program Breastfeeding Nutrition Empowerment (BNE). Program dilaksanakan pada bulan Juni 2025 di Balai Desa Tanjung Anom, dengan melibatkan 35 ibu yang sedang dalam masa menyusui menyusui. Metode kegiatan mencakup edukasi gizi, demonstrasi pengolahan produk pangan lokal, diskusi interaktif, serta evaluasi melalui pretest, posttest, dan uji hedonik. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta (p-value = 0,001), dengan skor rata-rata meningkat dari 10,83 menjadi 14,80. Selain itu, hasil uji hedonik menunjukkan bahwa produk biskuit dan crackers diterima dengan baik oleh peserta, dengan skor tertinggi pada atribut tekstur (4,5 ± 0,5) untuk biskuit katuk dan atribut rasa (4,2 ± 0,6) untuk crackers torbangun. Produk berbasis daun katuk dan torbangun tidak hanya meningkatkan potensi laktasi secara nutrisi, tetapi juga diterima secara organoleptik oleh ibu menyusui. Program ini berpotensi untuk dapat dilakukan dalam skala lebih luas sebagai upaya dalam pemanfaatan pangan lokal  untuk mendukung keberhasilan ASI eksklusif.  
The Relationship between Mother's Knowledge and Attitudes and Giving Early Complementary Breastfeeding at UPTD Boronadu Health Center South Nias Regency in 2022 Fau, Yentiria; Painem, Painem; Purba, Edy Marjuang; Sari, Febriana; Situmorang, Tetti Seriati; Nainggolan, Anna Waris; Sinaga, Rosmani
Jurnal EduHealth Vol. 13 No. 02 (2022): Jurnal eduHealth, Periode Oktober - December, 2022
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.901 KB)

Abstract

Giving complementary breastfeeding too early is one of the inhibiting factors for exclusive breastfeeding. The results of a preliminary survey conducted at the UPTD Health center Boronadu South Nias Regency where interviews were conducted with mothers and it was found that 8 mothers did not know that babies should only be given breast milk until they were 6 months old and they agreed that babies less than 6 months old were given additional food other than breast milk such as bananas, tea, formula milk and other foods. This study aims to determine the relationship between knowledge and attitudes of mothers regarding early complementary breastfeeding at the UPTD Health center Boronadu South Nias Regency in 2022. This study was an analytic observational study with a cross sectional design. The population is all mothers having babies more than 6 months at the UPTD Health center Boronadu South Nias Regency, namely 118. The number of samples based on the sample formula is 48 people. There is a significant relationship between the knowledge (p=0.022) and attitudes (p=0.006) of postpartum mothers and the provision of early complementary breastfeeding in the UPTD Work Area of the Boronadu Health Center in 2022. It is also hoped that health workers at the UPTD Boronadu Health Center will be able to further increase public knowledge regarding complementary breastfeeding and increasing its role in efforts to achieve exclusive breastfeeding through counseling, which can be carried out at village meetings, posyandu and counseling during pregnancy checks.
Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Anemia dengan Kepatuhan Konsumsi Tablet Fe di BPM Boloni Tanaka Kec. Medan Johor Tahun 2023 Anggriani Silitonga; Khairunnisa Situmorang; Ester Simanullang; Anna Waris Nainggolan
Jurnal Praba : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum Vol. 2 No. 2 (2024): Juni : Jurnal Praba : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum
Publisher : STIKES Columbia Asia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62027/praba.v2i2.123

Abstract

Insufficient knowledge about anemia has an influence on health behavior, especially when a woman is pregnant, which will result in less than optimal health behavior for pregnant women to prevent pregnancy anemia. Pregnant women who have less knowledge about anemia can result in less consumption of foods containing iron during pregnancy due to their ignorance. Objective: To determine the relationship between pregnant women's knowledge about anemia and compliance with taking Fe tablets. Research population: the population used is the population of all patients at BPM Boloni Tanaka Kec. Medan Johor in 2023 as many as 32 pregnant women. Research Type: The type of research used is an analytical survey with a cross sectional research design. Data collection uses a questionnaire. Data were processed using univariate analysis using descriptive statistics and bivariate analysis using the Chi-square test. The results of the Chi-square test analysis show that the p value = 0.000, which means less than α = 0.05, so it can be concluded that there is a significant relationship between pregnant women's knowledge about anemia and compliance with consuming Fe tablets at BPM Boloni Tanaka District. Medan Johor in 2023.
Effectiveness of Mind–Body–Based Psychoeducation in Strengthening Midwives’ Role and Enhancing Breastfeeding Self-Efficacy Among Postpartum Mothers: A Quasi-Experimental Study Manullang, Rasmi; Tarigan, Imarina; Nainggolan, Anna Waris; Aruan, Lasria Yolivia; Sianipar, Yesica Geovany; Damanik, Lira Agnes Monica; Siahaan, Sastra Amelia
Journal of Applied Nursing and Health Vol. 7 No. 3 (2025): Journal of Applied Nursing and Health
Publisher : Chakra Brahmanda Lentera Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55018/janh.v7i3.423

Abstract

Background: Breast milk is the best nutrition for babies and has long-term benefits for both mother and child health. A critical factor in successful breastfeeding is breastfeeding self-efficacy (BSE), a mother's confidence in her ability to breastfeed. Methods: This quasi-experimental study employed a pre-test and post-test design with a control group and purposive sampling. The sample comprised 60 postpartum mothers: 30 in the intervention group and 30 in the control group. The intervention involved using the PIANA application for four weeks. Statistical tests were performed using SPSS 26 for univariate and bivariate data analysis. Outcomes were measured using the Wilcoxon and Mann-Whitney U tests to assess whether psychoeducation could increase postpartum mothers' confidence in breastfeeding. Results: Bivariate analyses of the variables were conducted using statistical tests after the application, namely the Midwife's Role variable (p = 0.023), the Psychoeducation variable (p = 0.032), and the BSE variable (p = 0.012). The results of the bivariate analysis of the three variables showed that the Midwife's Role with BSE psychoeducation positively affected postpartum mothers' confidence in breastfeeding. Conclusion: Psychoeducational applications using a mind-body approach have been shown to improve breastfeeding self-efficacy in postpartum mothers. Optimizing the role of midwives through this medium can serve as an effective, flexible educational tool to support postpartum mothers in achieving breastfeeding success.
Efektivitas Aplikasi TUKKOT ASI Dalam Peningkatan Breastfeeding Self-Efficacy dan Sikap Ibu Hamil Dalam Kesiapan Pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Gunung Tinggi Anna Waris Nainggolan; Imarina Tarigan; Siti Nurmawan Sinaga; Humaida Hanim; Imran Surbakti; Edy Marjuang Purba
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.8444

Abstract

Exclusive breastfeeding is the most effective public health intervention for reducing infant morbidity, mortality, and the risk of stunting; however, global and national coverage rates remain below established targets, partly due to low breastfeeding self-efficacy and suboptimal maternal attitudes during the antenatal period. This study aimed to analyze the effectiveness of the TUKKOT ASI Application, which is based on the Batak local wisdom of “Mambosuri,” in improving breastfeeding self-efficacy and pregnant women’s attitudes toward readiness for exclusive breastfeeding. A quasi-experimental design with a pretest–posttest control group approach was employed involving 40 third-trimester pregnant women in the working area of Gunung Tinggi Public Health Center in 2025, selected through purposive sampling. The instruments used were the Breastfeeding Self-Efficacy Scale–Short Form (BSES-SF) and a validated attitude questionnaire based on the Theory of Planned Behavior. Data were analyzed using the Wilcoxon test and chi-square test at a significance level of p<0.05. The results showed a significant increase in breastfeeding self-efficacy (mean 10.1±3.7 to 16.8±2.2; p=0.001) and attitudes (mean 5.7±1.4 to 7.9±1.5; p=0.003) following the intervention. Significant associations were found between self-efficacy (p=0.028) and attitudes (p=0.001) with readiness for exclusive breastfeeding. Mothers with higher self-efficacy and positive attitudes were more likely to demonstrate better readiness. It is concluded that the TUKKOT ASI Application is an effective culturally based digital intervention model to enhance pregnant women’s readiness for exclusive breastfeeding and has the potential to be integrated into primary healthcare services.
Efektivitas Edukasi Konsumsi Jus Moringa oleifera Terstruktur dalam Peningkatan Produksi ASI pada Ibu Nifas di Desa Bangun Rejo, Sumatera Utara Simamora, Lasria; Pasaribu , Riska Susanti; Nainggolan , Anna Waris; Br Pinem, Srilina
Healthcaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Vol : 5 No : 1 : Periode Januari 2026
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/healthcaring.v5i1.7458

Abstract

Pemberian ASI eksklusif adalah intervensi kesehatan yang paling efektif untuk mengurangi morbiditas dan mortalitas bayi. Cakupan ASI eksklusif di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, masih berada pada kisaran 49,60%. Di desa Bangun Rejo, keluhan kurangnya produksi ASI menjadi penghambat utama. Tanaman Kelor (Moringa oleifera) mengandung senyawa fitosterol dan protein yang berperan sebagai laktagogum alami untuk merangsang hormon prolaktin. Penelitian Quasi-Experimental dengan rancangan One-Group Pretest-Posttest ini bertujuan menguji efektivitas jus kelor dan edukasi terhadap produksi ASI pada 30 ibu nifas. Intervensi dilakukan selama dua minggu melalui konsumsi jus terstruktur dan pendampingan keluarga. Data dianalisis menggunakan Paired Sample t-test. Hasil uji statistik menunjukkan peningkatan produksi ASI yang signifikan secara statistik, dengan nilai pada pre-test dan pada post-test. Kombinasi konsumsi Jus Kelor dan edukasi berbasis keluarga terbukti efektif meningkatkan produksi ASI secara signifikan. Temuan ini menegaskan bahwa pemanfaatan pangan lokal yang ekonomis merupakan strategi aplikatif untuk mendukung keberhasilan menyusui di tingkat komunitas.
Family Empowerment Based on Mambosuri Cultural Values to Support Exclusive Breastfeeding in the Gunung Tinggi Primary Health Care Area: Pemberdayaan Keluarga Berbasis Budaya Mambosuri dalam Mendukung ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Gunung Tinggi Nainggolan, Anna Waris; Tarigan, Imarina; Riezky, Muhammad; Sinaga, Siti Nurmawan; Sinaga, Esra E; Simanullang, Cesy Marlianata
Room of Civil Society Development Vol. 5 No. 1 (2026): Room of Civil Society Development
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Masyarakat Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59110/rcsd.892

Abstract

Low exclusive breastfeeding coverage remains closely linked to limited family support and sociocultural influences in infant feeding decisions. In Batak communities, strong kinship structures position the extended family as a key decision-making unit during pregnancy and early childcare. This community engagement program employed a participatory family-based intervention using a one-group pretest–posttest design to empower families to support exclusive breastfeeding through a culturally grounded Mambosuri approach in the Gunung Tinggi Primary Health Care area. The program involved 32 third-trimester pregnant women and their families over a three-month period. The intervention integrated cultural reflection sessions, interactive family discussions, written commitment development, and pre–post evaluation of family knowledge. Findings showed a significant increase in mean knowledge scores from 62.4 to 84.7 (p < 0.001), as well as an increase in the proportion of the good comprehension category from 37.5% to 81.2%. The most notable improvement was observed in fathers’ perceived roles in breastfeeding support. However, the short duration of assistance and the absence of a control group limit broader generalization of the findings. These results suggest that integrating local cultural values into family-centered education may strengthen collective readiness for exclusive breastfeeding in similar community contexts.
Pendampingan teknik pijat foxy: inovasi stimulasi oksitosin dan prolaktin untuk keberhasilan menyusui pada ibu nifas Silaban, Marta Armita; Simanjorang, Novita Adriani; Nainggolan, Anna Waris; Yun, Deby Cytia; Lusianti, Juana; Pratiwi, Mutia; Sihombing, Santi Sri Nengsih
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.38126

Abstract

Abstrak Rendahnya cakupan ASI eksklusif sering kali disebabkan oleh persepsi ibu mengenai ketidak cukupan produksi ASI, yang berisiko pada pertumbuhan bayi dan peningkatan angka stunting. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan inovasi "Foxy Massage", yaitu kombinasi pijat oksitosin dengan penggunaan Foxy Oil (minyak berbahan adas/Foeniculum vulgare) untuk meningkatkan produksi ASI secara mandiri. Metode pelaksanaan dilakukan melalui pendampingan intensif selama 14 hari kepada 30 ibu nifas beserta keluarga di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Morawa. Tahapan kegiatan meliputi edukasi mekanisme laktasi, serta demonstrasi teknik pijat oksitosin bagi suami/keluarga sebagai pendukung utama. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada keterampilan keluarga dalam melakukan intervensi secara mandiri. Secara klinis, terdapat peningkatan volume ASI yang diikuti dengan frekuensi popok basah bayi yang ideal (6-8 kali sehari). Inovasi ini terbukti aman, ekonomis, dan efektif dalam merangsang hormon prolaktin dan oksitosin. Simpulan dari pengabdian ini adalah pemberdayaan keluarga melalui teknik Foxy Massage dapat menjadi strategi aplikatif dalam mendukung keberhasilan ASI eksklusif dan percepatan penurunan angka stunting di tingkat komunitas. Kata kunci: ASI eksklusif; foxy oil; pijat oksitosin; pemberdayaan keluarga; stunting Abstract Low rates of exclusive breastfeeding are often triggered by maternal perceptions of insufficient milk supply, which poses a risk to infant growth and increases stunting rates. This community service program aims to implement the "Foxy Massage" innovation, a combination of oxytocin massage and the use of Foxy Oil (fennel-based oil/Foeniculum vulgare) to independently increase breast milk production. The program was conducted through intensive mentoring over one month for 30 postpartum mothers and their families in the Tanjung Morawa Health Center working area. The activities included education on lactation mechanisms, training in Foxy Oil production, and demonstrations of oxytocin massage techniques for husbands and families as primary support systems. The results showed a significant improvement in the families' skills to perform the intervention independently. Clinically, there was an increase in breast milk volume, followed by an ideal frequency of infant wet diapers (6-8 times per day) and a stable upward trend in infant weight gain. This innovation proved to be safe, economical, and effective in stimulating prolactin and oxytocin hormones. In conclusion, empowering families through the Foxy Massage technique serves as an applicable strategy to support exclusive breastfeeding success and accelerate the reduction of stunting at the community level. Keywords: exclusive breastfeeding; family empowerment; foxy oil; oxytocin massage; stunting.
Co-Authors Ade Rachmat Yudiyanto Amalia Fajrika Anggriani Silitonga Aritonang, Ribur Aruan, Lasria Yolivia Astaria Br Ginting Astaria Br. Ginting Batubara, Zulkarnain Br. Hutahaean, Hanna Novelia R Br.Manjorang, Novita Andriani Damanik, Lira Agnes Monica Damanik, Nopalina Suyanti Damayanty S Deby Cyntia Yun Dermawan Dermawan Desi Yolanda Ginting Devi Erlitna Edi Subroto Efitasari, Yuni Eka Purnama Sari Eka Purnamasari Elida Berta Tarigan Erin Padilla Siregar Ernamari, Ernamari Eva Dona Sinaga Fau, Yentiria Febriana Sari, Febriana Flora Sinaga Friza N. S Situmorang ginting, laurena Habeahan, Nia Haslim, Syahrin Sakinah Hulzanah, Mifta Humaida Hanim Imarina Tarigan Imarina Tarigan Imran Surbakti Iqra Manisah Jasica Pratini Jitasari Tarigan Sibero Juliana Munthe Kanaya Yori Damanik Khairiyah Khairiyah Khairunnisa Situmorang Kurnia, Oni Laurena Ginting Lidya Natalia Br Sinuhaji Lisa Putri Damanik Lusianti, Juana Lusiatun Lusiatun Lusiatun, Lusiatun magdalena Barus Magdalena Barus Manisah, Iqrah Manullang, Rasmi Mariatun Mariatun Melpa Agripa S Nadeak, Yasrida Nopalina Suyanti Damanik Nopalina Suyanti Damanik Nova Marianti Purba Nuraisyah Nuraisyah Oni Kurnia Painem, Painem Pardosi, Krisdayanti PARNINGOTAN SIMANJUNTAK Parningotan Simanjuntak Pasaribu , Riska Susanti Pasaribu, Karl Fritzs Pratini, Jasica Pratiwi, Caca Pratiwi, Mutia Purba, Edy Marjuang Rasmi Manullang Ridesman Ridesman Riezky, Muhammad Rinse Waty Haloho Ritonga, Yesika Riyanni, Vivi S, Damayanti Sarma Lumbanraja SAUT PURBA Saut Purba Sembiring, Ice Kerisdayanti Siadari, Yemima Siagian, Lastini Siahaan, Sastra Amelia Sihombing, Santi Sri Nengsih Silaban, Marta Armita Silalahi, Feronika Simamora, Lasria Simanjorang, Novita Adriani Simanjuntak, Lisdayanti SIMANJUNTAK, PARNINGOTAN Simanullang, Cesy Marlianata Simanullang, Ester Sinaga, Esra E SINAGA, ROSMANI Sinaga, Siti Nurmawan Siska Gustika Siti Nurmawan Sinaga Situmorang, Friza N. S Situmorang, Friza Novita Sari situmorang, tetti seriati Situngkir, Monica Sonia Novita Sari Sri Indrayani Sri Rezeki Srilina Br Pinem Sulistiawati sulistiawati Tarigan, Imarina tetti seriati situmorang Tuljannah, Zahara Turipah Turipah Vivi Riyanni Yasrida Nadeak Yatty Destani Sandy Yemima Siadari Yesica Geovany Sianipar Yun, Deby Cytia Zulkarnain Batubara