Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS

HUBUNGAN FAKTOR SOSIAL EKONOMI, PERNIKAHAN DINI TERHADAP STATUS GIZI IBU DAN ANAK Akbar, Riri Rezkyani; Kasmad, Muhammad Rachmat; Arfanda, Poppy Elisano; Alimuddin, Hadijah; Ichsania, Nurul
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 12, No 1 (2026): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v12i1.1665

Abstract

Early marriage remains a phenomenon that affects maternal health and child nutritional status, particularly in areas with low socioeconomic conditions. The study was aimed to determine the relationship between socioeconomic factors and early marriage with the nutritional status of mothers and children at the Antang Final Disposal Site (TPA Antang), Makassar. The study employed a cross-sectional design with a total sample of 20 respondents selected using a total sampling technique. Data were collected through interviews using structured questionnaires, anthropometric measurements of mothers and children, and supporting data from posyandu records. Data were analyzed using univariate and bivariate analyses with the Chi-Square test. The results showed that most mothers were married at the age of 14–16 years. Maternal nutritional status based on Body Mass Index (BMI) was predominantly underweight (65%). Child nutritional status based on weight-for-age indicated that most children had normal nutritional status, although undernutrition and severe undernutrition were still found. Bivariate analysis revealed that socioeconomic factors were not significantly associated with maternal or child nutritional status (p>0.05). Age at early marriage was also not significantly associated with maternal nutritional status (p>0.05). Although no statistically significant relationships were found, the study indicates a tendency for mothers who married at a very young age and came from low socioeconomic backgrounds to have poorer nutritional status. Nutrition education, prevention of early marriage, and improvement of family socioeconomic support are necessary.Pernikahan dini masih menjadi fenomena yang berdampak terhadap kesehatan ibu dan status gizi anak, terutama pada wilayah dengan kondisi sosial ekonomi rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor sosial ekonomi dan pernikahan dini terhadap status gizi ibu dan anak di TPA Antang Makassar. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan jumlah subjek sebanyak 20 responden yang diambil menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan kuesioner, pengukuran antropometri ibu dan anak, serta data pendukung dari Posyandu. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu menikah pada usia 14–16 tahun. Status gizi ibu berdasarkan indeks massa tubuh (IMT) didominasi oleh kategori kurus (65%). Status gizi anak berdasarkan indikator berat badan menurut umur (BB/U) menunjukkan bahwa sebagian besar anak berada pada kategori gizi baik, namun masih ditemukan gizi kurang dan gizi buruk. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa faktor sosial ekonomi tidak berhubungan signifikan dengan status gizi ibu (p>0,05) maupun status gizi anak (p>0,05). Umur saat menikah juga tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan status gizi ibu (p>0,05). Meskipun tidak terdapat hubungan yang signifikan secara statistik, penelitian ini menunjukkan kecenderungan bahwa ibu yang menikah pada usia sangat muda dan berasal dari keluarga dengan sosial ekonomi rendah memiliki status gizi yang kurang optimal. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi gizi, pencegahan pernikahan dini, serta peningkatan dukungan sosial ekonomi keluarga.
HUBUNGAN TINGKAT PENDAPATAN KELUARGA DAN POLA MAKAN DENGAN STATUS GIZI BALITA Masnur, Nur Ilmi; Kasmad, M. Rachmat; Arfanda, Poppy Elisano; Nurfaidah, Nurfaidah; Kartini, Kartini
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 12, No 1 (2026): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v12i1.1701

Abstract

Nutritional status of toddlers is an important indicator of child health influenced by socioeconomic factors and dietary patterns. The study was aimed to analyze the relationship between family income level and dietary patterns with the nutritional status of toddlers. The research employed a quantitative method with a cross-sectional design and a descriptive correlational approach. The sample consisted of 58 toddlers determined using the slovin formula. The variables measured included family income level and dietary patterns as independent variables and nutritional status of toddlers as the dependent variable. Data were collected through structured questionnaires and anthropometric measurements. The results showed that the majority of families had low income (94.8%), and many toddlers had moderate dietary patterns (55.2%). The nutritional status of toddlers was categorized into good nutrition (43.1%), undernutrition (41.4%), and severe malnutrition (15.5%). Statistical analysis using the chi-square test indicated that there was no significant association between family income and the nutritional status of toddlers (p=0.623), and no significant association between dietary patterns and nutritional status (p=0.774). In conclusion, the nutritional status of toddlers is not only influenced by family income and dietary patterns, but also by other factors such as parenting practices, nutritional knowledge, and environmental conditions. It is recommended to improve parental nutrition education, enhance feeding practices, and strengthen health programs as well as integrative environmental interventions to improve the nutritional status of toddlers. Status gizi balita merupakan indikator penting kesehatan anak yang dipengaruhi oleh faktor sosial ekonomi dan pola makan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pendapatan keluarga dan pola makan dengan status gizi balita. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional serta pendekatan deskriptif korelasional. Sampel penelitian terdiri dari 58 balita yang ditentukan menggunakan rumus Slovin. Variabel yang diukur meliputi tingkat pendapatan keluarga dan pola makan sebagai variabel independen serta status gizi balita sebagai variabel dependen. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan pengukuran antropometri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar keluarga memiliki pendapatan rendah (94,8%), dan sebagian besar balita memiliki pola makan sedang (55,2%). Status gizi balita dikategorikan menjadi gizi baik (43,1%), gizi kurang (41,4%), dan gizi buruk (15,5%). Analisis statistik menggunakan uji chi-square menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pendapatan keluarga dengan status gizi balita (nilai p=0,623), serta tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dengan status gizi (nilai p=0,774). Kesimpulan, status gizi balita tidak hanya dipengaruhi oleh pendapatan keluarga dan pola makan, tetapi juga faktor lain seperti pola asuh pengasuhan, pengetahuan gizi dan kondisi lingkungan. Disarankan perlu peningkatan edukasi gizi kepada orang tua, perbaikan pola asuh dalam pemberian makan anak, serta dukungan program kesehatan dan perbaikan lingkungan secara terpadu guna meningkatkan status gizi balita. 
Co-Authors ADIL, AHMAD Ahmad Zakaria Akbar, Riri Rezkyani Akbar. B, Suryadi Akib, Puang Lamakkasau Al Nahli, Aprisal Alimuddin, Hadijah Anam, Fachrul Andi Atssam Mappanyukki Anggraeni, Andi Sri Dewi Anggraeni. M, Andi Sri Dewi Anita Rahman Anung Priambodo Aprilo , Ians Arfan, Muh. Arfiana, Andi Arga, Arga Arif Bulqini Arimbi Arimbi Arsal, Ulfah Widyastuti Asrullah Asrullah, Asrullah Aswar Aswar Awaluddin Awaluddin Awaluddin Azrah, Nurhikmah Badaru, Benny Bahar, Umrah Baharuddin Baharuddin Banawati, Anita Tri Bs, Nurul Ainun Budianto Buswan, Muh. Bahrur Rahman Fahrizal T, Muh. Fajar, Abd. Malik Fajrin, Muhammad Nur Farhan, Andi Muh Zuhri Fikri, Ainul G, Sarifin Hamka Hasan, Hamka Haq, Saiful Arzan Hasanuddin, Muh. Reyhan Fias Hasbi Asyhari Hasmyati, Hasmyati Heryanto Nur Muhammad Hidayat, Muh Hidayatullah, Muh Syarif HIKMAD HAKIM Hudain, Muh. Adnan Husni Mubarak Ians Aprilo Ians Aprilo, Ians Aprilo Ichsania, Nurul Ikadarny Imam Mujahid Irvan Iskandar Iskandar Isman, Muhammad Juhanis Juhanis Juhanis Kamil, Husnul Kartini Kartini Kasanrawali, Andi Kasmad, M. Rachmat Khairil Anwar M Imran Hasanuddin M, Andi Sri Dewi Anggraeni M. Adam Mappaompo M. Rachmat Kasmad Mappaompo, M Adam Mappaompo, M. Adam Mappaompo, M. Adam - Mappompo, M. Adam MARDIANA Mardiana Mardiana Maria Ulfah Masnur, Nur Ilmi Muh. Ilham Aksir Muhammad , Heryanto Nur Muhammad Ishak Muhammad Ivan Miftahul Aziz Muhammad Kamal Muriyati Musfrianto, Hardika Mustamin, Nur Zalzabila Mutmainna, Andi Mutohir, Toho Cholik Nukhrawi Nawir Nur Afni Nur Istiqamah, Nur Nurfaidah Nurfaidah Nurliani Nurliani Nurliani Nurliani Pallawagau, Andi Parantean, Reskiani Randa Pratama, Muh Rama Pratiwi, Endang Puspodari, Puspodari Putera, Shidqi Hamdi Pratama Putra, Tri Permana R, Andi Fathir Perawira. Rahmat Hidayat Ramadhani, Maqma Reskiyana, Hani Sucita Nur Retno Farhana Nurulita Ricardo Valentino Latuheru Rizal, Andi Rizaldi, Ryan Ronaldi Rusadi, Rahmat Agung Rusli, Muhammad Apriliyansyah Pratama Rustan, Muhammad Iqbal S, Nurishla Sadzali, Muhammad Saka, Naufal Alif Sanrebayu Saputra, Muh. Ilham Sarifin, Sarifin Sir, Irvan Sirfa, Abd. Malik Sophia Sudirman Sudirman Sudirman, Akbar sukmawati, nurul Sulfarhan, Muhammad Isfan Sultan, Nurul Fakhirah Suroto Suroto Surur, Andi Ainun Zulkiah Syafir, Muhammad Isnawan Syahrir, Alfian Syahrir, Apriliansya Syahruddin Syahruddin Tonda, Primarani Hakim Usman, Arifuddin Usman, H. Arifuddin Wahid, Wahyana Mujari Wahyu Yahya, Chaidir Yasriuddin, Yasriuddin Yusnadi, Yusnadi Zainudddin, M. Said Zulfahmi