Claim Missing Document
Check
Articles

Tantangan Adaptasi Mahasiswa PGSD dari Kurikulum Merdeka ke Kurikulum Berbasis Deep Learning Khairina, Fatilah; Humaira, Jihan; Alim, Jesi Alexander; Anggriani, Mitha Dwi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan dari Kurikulum Merdeka ke Kurikulum berbasis deep learning approach menimbulkan tantangan baru bagi calon guru, terutama mahasiswa PGSD. Kurikulum berbasis deep learning approach menekankan pada konsep yang mendalam, keterampilan berpikir kritis, dan hubungan antara pengetahuan dengan pengalaman nyata. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi tantangan yang dihadapi oleh mahasiswa PGSD di Universitas Riau dalam beradaptasi dengan transisi kurikulum. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kuantitatif dengan metode survei, yang dirancang untuk memperoleh data secara sistematis dari mahasiswa PGSD, metode survey dilakukan pada 29 mahasiswa PGSD angkatan 2023. Data dikumpulkan melalui kuesioner online yang terdiri dari pertanyaan semi terbuka. Hasil menunjukkan bahwa mahasiswa menghadapi banyak tantangan karena kurangnya pengalaman praktis dan pelatihan yang memadai, tidak memahami konsep Pembelajaran Mendalam, serta adanya perbedaan mendasar dalam kurikulum. Temuan penelitian ini menunjukkan perlunya peningkatan program pelatihan dan pendampingan akademik yang lebih terarah, disertai pengalaman praktik lapangan yang lebih luas. Upaya tersebut diharapkan dapat membantu mahasiswa PGSD memahami konsep pembelajaran mendalam secara lebih utuh sekaligus mempersiapkan mereka menghadapi penerapan kurikulum berbasis deep learning approach dengan lebih baik.
Analisis Fleksibilitas Pedagogis Guru dalam Menghadapi Keberagaman Siswa Sekolah Dasar Zahra, Adinda Putri; Febriana, Ruth; Alim, Jesi Alexander; Anggriani, Mitha Dwi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurikulum Merdeka menuntut guru sekolah dasar memiliki fleksibilitas pedagogis untuk menyesuaikan strategi pembelajaran dan asesmen dengan kebutuhan siswa yang beragam. Penelitian ini bertujuan menggali pemahaman, praktik, tantangan, faktor pendukung, serta dampak fleksibilitas guru dalam menghadapi keberagaman kelas. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif fenomenologi dengan enam guru sekolah dasar sebagai partisipan, data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan dianalisis menggunakan model interaktif Miles & Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberagaman siswa dipandang sebagai tantangan sekaligus peluang menciptakan pembelajaran inklusif. Fleksibilitas tampak pada perencanaan, pelaksanaan, dan asesmen melalui pembelajaran berdiferensiasi. Tantangan utama meliputi perbedaan kemampuan akademik, jumlah siswa besar, keterbatasan waktu, dan sarana prasarana. Faktor pendukung mencakup kolaborasi sejawat, komunitas belajar, dan pelatihan profesional. Dampaknya terlihat pada peningkatan capaian akademik serta sosial-emosional siswa, meski kesenjangan hasil belajar belum sepenuhnya teratasi. Studi ini menegaskan fleksibilitas pedagogis sebagai kompetensi kunci dalam pembelajaran adaptif dan berpusat pada murid, sekaligus memperkuat pemahaman peran guru pada implementasi Kurikulum Merdeka.
Bridging STEM and Culture: The Role of Ethnoscience in Developing Critical Thinking and Cultural Literacy Atmojo, Setyo Eko; Anggriani, Mitha Dwi; Rahmawati, Rina Dyah; Skotnicka, Michalina; Wardana, Ari Kusuma; Anindya, Agista Putri
Jurnal Pendidikan IPA Indonesia Vol. 14 No. 2 (2025): June 2025
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpii.v14i2.23505

Abstract

The lack of integration between science and local wisdom in science education remains a challenge in developing students' critical thinking skills and cultural literacy. This study aims to analyze the effect of STEM-based science learning integrated with ethnoscience on critical thinking skills and cultural literacy of elementary school students. This research is a quantitative study with a quasi-experimental method using a nonequivalent control group design. Samples were selected purposively and consisted of experimental and control groups. The instruments used include a critical thinking skills test and a cultural literacy questionnaire. Data analysis was performed using a paired sample t-test. The results showed a significant difference in posttest scores between the experimental and control groups, with a significance value of 0.000 <0.005. The average difference was 19.78 points for critical thinking skills (81.14 - 61.36) and 16.86 points for cultural literacy (82.50 - 65.64). This finding suggests that integrating STEM-based science learning with ethnoscience can significantly enhance students' critical thinking skills and cultural literacy. The novelty of this study lies in the learning approach that combines the STEM framework with local ethnoscience values, providing an innovative alternative for shaping students who think reflectively while developing cultural awareness from an early age.
ANALISIS PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP EFEKTIVITAS PENGGUNAAN CANVA DALAM MENDESAIN PRESENTASI KULIAH Mutiara Putri; Zarra Hanura IL; Jesi Alexander Alim; Mitha Dwi Anggriani
Indonesian Journal of Social Science and Education (IJOSSE) Vol. 1 No. 3 (2025): Vol. 1 No. 3 : Edisi September 2025
Publisher : JCI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/ijosse.v1i3.1303

Abstract

This study aims to explore students’ perceptions of the effectiveness of using canva in designing lecture presentations. The background of this study stems from the rapid development of digital technology that encourages the use of design applications as a means of supporting the learning process. The research method used was a quantitative survey involving 30 students as respondents who were selected purposively, namely those who had direct experience using canva. The data collection instrument was a Likert scale questionnaire with 20 statements covering aspects of ease of use, time efficiency, quality and creativity, academic benefits, collaboration, limitations, and satisfaction levels. The results showed that the majority of students had a positive view of using canva. This application was considered easy to operate even without in-depth design skills, helping to speed up the preparation of presentations, while also improving the quality and creativity of the display. In addition, canva is considered to provide real academic benefits, support collaboration, and encourage the exploration of diverse visual styles. However, there are still a number of weaknesses, such as the limitations of the free version, visual designs that are considered less suitable for formal academic contexts, and a small number of students who feel that their creative space is limited. From this research, it can be concluded that canva can be used as an alternative medium to support the learning process in higher education, particularly in developing students' presentation skills. Lecturers and educational institutions can also utilize canva as an innovative learning tool that encourages creativity, collaboration, and improves the quality of material delivery. In addition, the results of this study can be used as a basis for developing policies on the use of digital media in academic activities that are more effective and relevant to students' needs. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi mahasiswa mengenai efektivitas penggunaan canva dalam merancang presentasi perkuliahan. Latar belakang kajian ini berangkat dari pesatnya perkembangan teknologi digital yang mendorong pemanfaatan aplikasi desain sebagai sarana penunjang proses pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah survey kuantitatif yang melibatkan 30 mahasiswa sebagai responden yang dipilih secara purposive, yakni mereka yang memiliki pengalaman langsung menggunakan canva. Instrumen pengumpulan data berupa angket skala Likert dengan 20 butir pernyataan yang mencakup aspek kemudahan penggunaan, efisiensi waktu, kualitas dan kreativitas, manfaat akademik, kolaborasi, keterbatasan, serta tingkat kepuasan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa mayoritas mahasiswa memiliki pandangan positif terhadap penggunaan canva. Aplikasi ini dinilai mudah dioperasikan meskipun tanpa keahlian desain yang mendalam, membantu mempercepat penyusunan presentasi, sekaligus meningkatkan mutu dan kreativitas tampilan. Selain itu, canva dianggap memberi manfaat akademik nyata, mendukung kerja sama, dan mendorong eksplorasi gaya visual yang beragam. Meski demikian, masih ditemukan sejumlah kelemahan, seperti keterbatasan fitur versi gratis, desain visual yang dinilai kurang sesuai untuk konteks akademik formal, serta sebagian kecil mahasiswa yang merasa ruang berkreasi mereka terbatasi. Dari penelitian ini dapat ditemukan bahwa canva dapat dijadikan media alternatif untuk menunjang proses pembelajaran di perguruan tinggi, khususnya dalam pengembangan keterampilan presentasi mahasiswa. Dosen dan institusi pendidikan juga dapat memanfaatkan canva sebagai sarana pembelajaran inovatif yang mendorong kreativitas, kolaborasi, serta peningkatan kualitas penyampaian materi. Selain itu, hasil penelitian ini dapat menjadi dasar bagi pengembangan kebijakan penggunaan media digital dalam kegiatan akademik yang lebih efektif dan relevan dengan kebutuhan mahasiswa.
ANALISIS PEMAHAMAN SISWA TERHADAP MATERI SUMBER ENERGI DISEKITARNYA MELALUI EKSPERIMEN KINCIR ANGIN DAN PARASUT PADA SISWA KELAS 3 SDN 105 PEKANBARU Putri, Mutiara; Zarra Hanura; Alim, Jesi Alexander; Anggriani, Mitha Dwi
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 5 No 4 (2025): Vol. 5 No. 4 Edisi November 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v5i4.3304

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman siswa kelas 3 SDN 105 Pekanbaru terhadap materi sumber energi disekitarnya melalui kegiatan pembelajaran berbasis eksperimen. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan subjek sebanyak 19 siswa. Instrumen penelitian terdiri dari observasi dan tes yang dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Kegiatan eksperimen dilakukan melalui pembuatan kincir angin dan parasut untuk mengenalkan konsep energi angin secara konkret dan menyenangkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 26,3% siswa berada dalam kategori sangat tinggi, 15,8% tinggi, 31,6% cukup, 10,5% rendah, dan 15,8% sangat rendah. Nilai rata-rata pemahaman siswa adalah 66,8 dengan standar deviasi 24,7. Pembelajaran berbasis eksperimen cukup efektif dalam meningkatkan keterlibatan siswa, memperkuat keterampilan proses sains, serta memudahkan pemahaman konsep melalui pengalaman langsung. Dengan demikian, kegiatan pembelajaran ini direkomendasikan untuk diterapkan dalam pembelajaran IPA di sekolah dasar
Karya dari Limbah: Pemberdayaan Komunitas Belajar TPA Asy Syukri melalui Kerajinan Daur Ulang Anggriani, Mitha Dwi; Alpusari, Mahmud; Mulyani, Eva Astuti; Barokah, Rifqa Gusmida Syahrun; Guslinda; Marhadi, Hendri; Erlisnawati
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i3.19201

Abstract

Background: Kegiatan pelatihan pemanfaatan limbah plastik dan resin untuk pembuatan kerajinan gantungan kunci di TPA Asy Syukri dirancang sebagai upaya pemberdayaan edukatif yang menyasar anak-anak usia sekolah dasar dan menengah pertama. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran lingkungan, menumbuhkan kreativitas, dan memperkenalkan konsep kewirausahaan sederhana sejak dini. Program ini dilaksanakan selama tiga hari dan melibatkan peserta dari kalangan anak-anak sekolah dasar dan menengah pertama. Metode: Metode pelaksanaan mencakup analisis kebutuhan, perancangan program, workshop dan praktik langsung serta evaluasi. Hasil: Hasil kegiatan menunjukkan bahwa anak-anak tidak hanya mampu menghasilkan produk kerajinan dari limbah plastik, tetapi juga memahami pentingnya daur ulang dan menjaga lingkungan. Evaluasi melalui angket dan wawancara menunjukkan tingkat kepuasan yang tinggi serta perubahan sikap positif terhadap pengelolaan sampah. Kesimpulan: Kegiatan ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan model edukasi berbasis lingkungan dan keterampilan hidup di lembaga nonformal seperti TPA. Pelatihan sederhana namun bermakna ini dapat menjadi alternatif pembelajaran kontekstual yang efektif dalam membentuk generasi yang kreatif dan peduli terhadap keberlanjutan lingkungan.
Motivasi Guru SD dalam Pelatihan Pembuatan Buku Saku Edukasi Lingkungan Berkelanjutan di Indragiri Hulu Alpusari, Mahmud; Mustafa, M. Nur; Mulyani, Eva Astuti; Fendrik, Muhammad; Anggriani, Mitha Dwi; Guslinda; Barokah, Rifqa Gusmida Syahrun
Kreasi: Jurnal Inovasi dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2025): December
Publisher : BALE LITERASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/kreasi.v5i3.1888

Abstract

The training on creating sustainable environmental education pocketbooks in Indragiri Hulu was motivated by the urgent need to raise environmental awareness and responsibility from an early age. The declining concern for environmental issues among the younger generation is a major concern, as many elementary school students are not yet accustomed to implementing environmentally friendly behaviors in their daily lives. The goal of this training was to improve teachers' skills and motivation in writing pocketbooks that incorporate sustainable environmental education values and enrich students' learning experiences. The training methods included material development, theories on environmental education and pocketbook production techniques, hands-on practice, and evaluation of the process and resulting product. The training results demonstrated an increase in teachers' motivation and skills in producing applicable and contextual environmental education pocketbooks. These pocketbooks are expected to be an effective learning medium for instilling environmental values in students and contributing to environmental conservation efforts. The success of this training has the potential to serve as a model for teacher competency development and environmental education programs in other elementary schools.
Analisis Self-Care Emosional Mahasiswa PGSD dalam Menghadapi Tugas Perkuliahan yang Menumpuk Tria Putri Salsabilla; Yuni Ariesty; Jesi Alexander Alim; Mitha Dwi Anggriani
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 03 (2025): Volume 11 No. 03 September 2025 In Press
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i03.8101

Abstract

This study aims to analyze the emotional self-care practices of PGSD (Elementary School Teacher Education) fifth-semester students at the Faculty of Teacher Training and Education, in dealing with overwhelming academic assignments. Using a descriptive qualitative method through an online survey of 10 students. The findings reveal that most students experience high emotional pressure, including stress, anxiety, and mental fatigue. The coping strategies applied are predominantly emotion-focused, such as positive distraction, relaxation, and religious activities. Social support from peers, family, and lecturers was found to be an important factor in reducing emotional distress, although self-care practices were often hindered by limited time and lack of consistency. Emotional conditions directly affected learning motivation, with positive emotions enhancing focus and enthusiasm, while negative emotions decreased concentration and encouraged procrastination. These findings highlight that emotional self-care plays a crucial role in maintaining students’ mental health and motivation, yet its implementation requires institutional support through counseling services and better-structured academic workload management.
Analisis Pengaruh Penggunaan Media Sosial Terhadap Manajemen Waktu Belajar Mahasiswa PGSD anisah nur afliyani; Attasya Fadila Efendi; Jesi Alexander Alim; Mitha Dwi Anggriani
Jurnal Mahasiswa: Jurnal Ilmiah Penalaran dan Penelitian Mahasiswa Vol. 7 No. 3 (2025): Jurnal Mahasiswa September 2025
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/hejbxs62

Abstract

This study aims to analyze the influence of social media use on the study time management of PGSD students at the Faculty of Teacher Training and Education, University of Riau. The background of this study is the phenomenon of increasing intensity of social media use among students, which has the potential to affect learning effectiveness. This study uses a quantitative method with a survey approach, where data is collected by distributing Likert-scale questionnaires to student respondents. The survey approach was chosen because it can describe the real conditions of students directly based on their answers, so the results obtained are more representative. The results show that the level of social media use is in the moderate category, while students' study time management skills are in the fairly good category. These findings indicate that although students actively use social media, they are still able to manage their time effectively so that the negative impacts of social media can be minimized. This study contributes by confirming that the key factor in maintaining learning effectiveness in the digital era lies not in the frequency of social media use, but in students' discipline and time management skills. Thus, the results of this study enrich the understanding of the role of time management as a balance between social media use and academic activities.
HUBUNGAN CANVA DENGAN LITERASI DIGITAL MAHASISWA PGSD DI ERA ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) Fina Violina Herman; Laras Ramadhani; Jesi Alexander Alim; Mitha Dwi Anggriani
JURNAL PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Vol. 3 No. 7 (2025)
Publisher : CV. ADIBA AISHA AMIRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to examine the relationship between the use of Canva, an online graphic design application, and the digital literacy of Primary School Teacher Education (PGSD) students in the era of Artificial Intelligence (AI). The research employed a quantitative correlational approach using a Likert-scale questionnaire, with data analyzed through validity and reliability tests, product moment correlation, Spearman Rank correlation, and simple regression analysis. The results indicate that the level of Canva usage is categorized as high (95%), as well as students’ digital literacy (90%). The Spearman Rank correlation test yielded rs = 0.407, indicating a positive and moderate correlation between Canva usage and digital literacy. Furthermore, the coefficient of determination (R²) of 0.232 shows that Canva contributes 23.2% to digital literacy, while the remaining 76.8% is influenced by other factors beyond this study. These findings highlight that Canva is not only a design tool but also an effective digital learning medium to enhance students’ digital literacy. Therefore, Canva plays a crucial role in fostering students’ critical thinking, creativity, and collaboration skills, while also preparing them to face AI-based learning challenges.
Co-Authors Adhinda Chaerani Alayda Zahra, Fifi Alexander Alim, Jesi Amenda, Arvinalde Anindya, Agista Putri anisah nur afliyani Ari Kusuma Wardana Asmiah Attasya Fadila Efendi Bambang Saptono Delfi Rahmadhani Dewi, Wulan Rahma Dhiva Meisa Aryenda Dhiya Sutrina Dinda Fajar Chairani Elfi Anisa Erlisnawati Erlisnawati Erlisnawati Erlisnawati Ernalia, Urfa Eva Astuti Mulyani Eva Astuti Mulyani Fatmawilda Fatmawilda, Fatmawilda Febriana, Ruth Febrina Dafit, Febrina Ferdini, Wulandari Elia Fina Violina Herman Gracie Angelica Guslinda Guslinda Handayani, Mella Indra Haryanto Haryanto Hendri Marhadi Hendri Marhadi Humaira, Jihan Indriani, Lina Innaya Meidini Sastri Jesi Alexander Alim Jesi Alexander Alim Jimmi Copriady Khairina, Fatilah Laras Ramadhani Laura Utami, Vira Lisa Jamiatu Safitri M. Nur Mustafa Maharani, Zofia Mahmud Alpusari Maria Ulfa Mega Fatimah Rosana Muhammad Fendrik Mulyani, Eva Astuti Munjiantun , Munjiantun Munjiatun Musfita, Cindi Mustafa, M. Nur Mutiara Putri Mutiara Putri, Mutiara Nadia Koesvahana Neni Hermita Nurlisma Nurrohman Al Iqrom Nurwijayanti Putra, Elpri Darta Putri Handayani Rahma Salsa, Nafisyah Rahmat Hidayat Ramadan, Zaka Hadikusuma Rifqa Gusmida Syahrun Barokah Rina Dyah Rahmawati Sapriya Sapriya Sare, Claudion Kanigia Setyo Eko Atmojo Shinta Anggraini, Shinta Siti Quratul Ain Sitorus, Cyndi Skotnicka, Michalina Sri Haryati Suci Ramadhani, Suci Tommy Tanu Wijaya Tria Putri Salsabilla Wulandari Yola Amanda Yuni Ariesty Zahra, Adinda Putri Zariul Antosa Zarra Hanura Zarra Hanura Il Zola Afifah