Claim Missing Document
Check
Articles

Central Obesity as A Risk Factor For Prediabetes Rezavitawanti, Rezavitawanti; Helda, Helda
Asian Journal of Social and Humanities Vol. 2 No. 9 (2024): Asian Journal of Social and Humanities
Publisher : Pelopor Publikasi Akademika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59888/ajosh.v2i9.347

Abstract

Central obesity has become a health problem and is associated with the incidence of prediabetes. Prediabetes is characterized by impaired fasting blood glucose (GDPT) or impaired glucose tolerance (TGT) or both without any complaints and symptoms, and is a condition that precedes the occurrence of type 2 diabetes mellitus. This study aims to prove central obesity as a risk factor for prediabetes by calculating the prevalence ratio. The method of this research is observational analysis with a cross-sectional design approach. The respondents of the study were the community around the work area of the Jati Ranggon health center who met the inclusion and exclusion criteria, totaling 1241 people, 523 men and 718 women. The prevalence of central obesity in this study was 39.6%. The prevalence of prediabetes is 18.8%, prediabetes with central obesity is 27.9% and non-central obesity prediabetes is 12.8%. Bivariate analysis with chi-square showed a relationship between age and the incidence of prediabetes (RP=1.62, 95% CI 1.24-2.11 and p= <0.001), hypertension with the incidence of prediabetes (RP=1.58CI 95% 1.22-2.04, p=<0.001), gender with prediabetes (RP=1.47, 95% CI 1.12-1.94, and p=0.005), general obesity with prediabetes (RP=1.87, 95% CI 1.44-2.42 and p=<0.001), smoking with the incidence of prediabetes (RP= 0.54, 95% CI 0.33-0.88 and p=0.013). The results of multivariate analysis with cox regretion showed that the variables that affected prediabetes were central obesity (RP=1.87, CI95% 1.40-2.50, p=<0.001) and general obesity (RP=1.42, CI95% 1.06-1.89, p=0.017). Central obesity is a risk factor for prediabetes with a prevalence ratio of 2.18.
Experimental study on energy performance of a mobile biomass-fueled drying furnace using sawdust Panggabean, Tamaria; Helda, Helda; Robbani, Syifa
Jurnal Polimesin Vol 23, No 3 (2025): June
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jpl.v23i3.6412

Abstract

The development of energy-efficient, mobile dryers using biomass fuel remains a challenge, particularly for rural agricultural applications. This study experimentally evaluates the energy performance of a mobile drying furnace fueled by sawdust, focusing on the effects of fuel feeder rotational speed (25, 30, and 35 rpm). Key performance metrics include temperature distribution, fuel consumption rate, thermal efficiency, and energy balance. The furnace is equipped with a screw conveyor, combustion chamber, and heat exchanger, with temperature monitored via IR thermometers. The highest thermal efficiency of 37.64% was achieved at 25 rpm, with a fuel consumption rate of 4.25 kg/h and total energy output of 110,144 kJ. At 35 rpm, energy output peaked at 188,369.12 kJ, but efficiency declined to 22.41% due to incomplete combustion. All settings-maintained outlet air temperatures between 43.08–46.08°C, suitable for grain drying. Energy balance analysis revealed that 80.92% of total input energy was transferred to the drying chamber at 35 rpm. These findings suggest that moderate feeding speeds (25–30 rpm) offer the best trade-off between efficiency and energy delivery, confirming the potential of mobile, sawdust-fueled systems for sustainable drying in off-grid settings.
Surrogate Biomarker to Identify Obesity and Predict Cardiovascular Disease Risk: A Systematic Review Azzumar, Farchan; Helda, Helda; Salamah, Qonita Nur; Handari, Rahma Dewi; Ramadhani, Ramadhani; Ibna, Reihana Ramadlani; Herawati, Yanti
Jurnal Health Sains Vol. 5 No. 7 (2024): Journal Health Sains
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jhs.v5i7.1302

Abstract

The study investigates the relationship between obesity and cardiovascular disease (CVD) risk, comparing the use of body mass index (BMI) versus other biomarkers in predicting CVD risk among obese individuals. It conducts a systematic literature review following the PRISMA guidelines, searching databases for relevant articles published from 2017-2022. The review analyzes 12 eligible articles and finds that factors beyond just BMI, such as genetics, physical activity, metabolic disorders, previous heart disease history, nutrition, fat distribution, and changes in BMI, can significantly impact the prognosis of heart disease in obese individuals. Importantly, the study shows that measures of fat distribution, like waist-to-height ratio, waist circumference, log-transformed body shape index (LBSIZ), and the ratio of visceral adipose tissue (VAT) to subcutaneous adipose tissue (SAT), are superior to BMI in predicting CVD risk among those with obesity. The key takeaway is that while obesity is strongly linked to CVD risk, BMI alone often fails to predict that risk accurately. Fat distribution measures may be a more effective tool for identifying obesity status and predicting associated CVD risk compared to relying solely on BMI.
Implementasi Pelatihan Stimulasi Sensori Motorik Anak Bersama Orang Tua dalam Kegiatan Posyandu Maulita Wulandari; Nisa Raisa Shaleha; Zainab Addhahra; Helda, Helda; Shomita Fitrotun Nisa; Putri Alfina Riwayatin; Mahdatul Ardawiah; Raudatul Aslamiah; M. Bakhrul Widianto; Hatimah, Husnul
BERBAKTI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 06 (2025): ISSUE AGUSTUS
Publisher : PT. Mifandi Mandiri Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan sensorimotorik pada masa balita merupakan fondasi penting bagi kemampuan kognitif, motorik, sosial, dan emosional anak di masa depan. Namun, kurangnya stimulasi yang tepat dapat menghambat potensi perkembangan tersebut. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan orang tua dalam memberikan stimulasi sensorimotorik berbasis metode Montessori kepada anak usia dini. Mitra kegiatan adalah 40 orang tua dan pengasuh di Desa Baroqah RT 007, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan, dan demonstrasi langsung penggunaan bahan sederhana sebagai media stimulasi sensorimotorik. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada kemampuan anak dengan rata-rata 45% pada aspek, sensorik, motorik, dan bilateral anak. Selain itu, orang tua melaporkan peningkatan kemandirian dan minat anak dalam aktivitas sehari-hari. Temuan ini menegaskan bahwa metode Montessori efektif menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan menyenangkan, sekaligus memperkuat peran orang tua sebagai fasilitator utama perkembangan anak. Implementasi berkelanjutan metode ini berpotensi mencegah keterlambatan perkembangan dan mengoptimalkan potensi anak sejak periode Golden Age.
Hubungan Obesitas dengan Kejadian Hipertensi pada Lansia di Posyandu Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas PB Selayang II Kecamatan Medan Selayang, Medan Asari, Hazella Rissa Valda; Helda, Helda
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Populasi individu di seluruh dunia berusia 65 tahun dan lebih tua terus meningkat. Prevalensi hipertensi di Indonesia adalah 26,5%.Situasi hipertensi terus meningkat seiring dengan epidemiologinya yang meluas, yang berkontribusi terhadap meningkatnya beban global penyakit secara keseluruhan. Salah satu faktor hipertensi ialah obesitas. Studi Framingham menunjukkan bahwa baik pria maupun wanita mengalami peningkatan tekanan darah dengan peningkatan kelebihan berat badan. Mengetahui hubungan obesitas dengan hipertensi pada lansia. Desain potong lintang digunakan untuk penelitian yang dilaksanakan pada 9 posyandu lansia di wilayah kerja Puskesmas PB Selayang II pada bulan Agustus 2017. Populasi penelitian adalah lansia yang mengunjungi ke sembilan posyandu lansia di wilayah kerja Puskesmas PB Selayang II berjumlah 112 lansia. Teknik sampling menggunakan consecutive sampling. Variabel terikat yaitu kejadian hipertensi pada lansia, variabel bebas utama adalah obesitas dan variabel kovariatnya adalah usia, riwayat hipertensi keluarga, aktivitas fisik, dan kebiasaan merokok. Metode pengumpulan data adalah dengan wawancara menggunakan kuesioner. Analisis bivariat menggunakan uji kai kuadrat 95%CI dan analisis multivariat menggunakan uji regresi logistik. 45,5% lansia yang berkunjung ke sembilan posyandu lansia mengalami hipertensi, sedangkan lansia yang obesitas sebanyak 38,4%. Obesitas berhubungan dengan hipertensi pada lansia dimana lansia yang obesitas berisiko 6,0 kali mengalami hipertensi dibandingkan dengan lansia yang tidak obesitas setelah dikontrol dengan usia dan riwayat keluarga dengan hipertensi (POR 6,00 (95%CI 2,42-14,83)). Lansia harus mempertahankan berat badan yang ideal agar tidak meningkatkan risiko untuk mengalami hipertensi.
Association of Obesity and Negative Acid-Fast Bacilli Finding Among Pulmonary Tuberculosis Patients with Type 2 Diabetes Mellitus Magfira, Nadya; Mokoagow, Md Ikhsan; Kshanti, Ida Ayu; Helda, Helda
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

non-diabetes mellitus population. However, it’s effect on PTB in type 2 diabetes mellitus (T2DM) patient is unclear. The study aims to determine the association between obesity and PTB in patient with T2DM. A cross sectional study was held in in-patient, The Department of Internal Medi cine, Fatmawati General Hospital from January 2015 to December 2017. This study includes patient with T2DM who had been diagnosed with PTB and age > 18 years old. In this study negative Acid-fast-bacilli (AFB) founding defined as patient’s sputum is negative by smear microscopy, while obesity define as body mass index > 24.9 kg/m2. From 363 PTB patient with T2DM, 22.59% were obese. Results showed that prevalence of negative AFB founding in PTB patients with T2DM was 81.82% and it was solely associated with obesity (p:0.002, OR=6.36, 95%CI 1.9-21). Obese patients were likely to have negative AFB founding. It suggested that diagnosing PTB in patient with T2DM and obese can’t be solely based on bacteriological confirmation.
Sindrom Metabolik dan Kejadian Stroke pada Penduduk Berusia > 15 Tahun di Indonesia: Analisis Data Riskesdas 2018 Yulianto, Muhammad Farhan Dwi; Wahyono, Tri Yunis Miko; Helda, Helda
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia Vol. 7, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prevalensi global stroke dan sindrom metabolik, sebagai kumpulan faktor risiko utama yang mempengaruhi stroke terus mengalami peningkatan. Penelitian ini bertujuan melihat hubungan antara sindrom metabolik dan kejadian stroke di Indonesia. Desain studi ini adalah cross-sectional dan menggunakan data survei skala nasional. Responden berusia >15 tahun yang mengalami stroke dengan data lengkap terkait pengukuran lingkar perut, tekanan darah, kadar glukosa darah, trigliserida, dan kadar high-density lipoprotein akan masuk dalam studi ini. Model regresi logistik digunakan dalam analisis kami. Dari 24.451 responden, studi kami menunjukkan mayoritas berusia <55 tahun (73,9%), perempuan (62,2%), dengan proporsi penderita stroke serta proporsi sindrom metabolik adalah 1,2%, dan 24,4%. Studi ini memperlihatkan adanya hubungan antara sindrom metabolik dan kejadian stroke (adj POR: 2,4; 95% CI: 1,9-3,1). Dengan menangani sindrom metabolik pada penduduk > 15 tahun di Indonesia, diharapkan pengendalian stroke dapat optimal
Hubungan Hipertensi dengan Mortalitas Pasien Covid-19 di Tangerang Selatan Choirunnisa, Choirunnisa; Helda, Helda
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Covid-19 (Coronavirus Disease-2019) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 (Severe Acute Respiratory Syndrome-Coronavirus-2). Usia tua (>65 tahun), jenis kelamin laki-laki, hipertensi, penyakit kardiovaskular, diabetes, PPOK dan kanker dapat meningkatkan risiko kematian akibat Covid-19. Kota Tangerang Selatan berpotensi mengalami kenaikan kasus Covid-19 karena berbatasan langsung dengan DKI Jakarta yang merupakan episentrum persebaran Covid-19, sehingga peneliti tertarik untuk melakukan penelitian ini. Desain penelitian ini adalah studi analitik kasus kontrol menggunakan data sekunder dari penelusuran epidemiologi (PE) Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan bulan Maret 2020-Juli 2021. Data PE diperoleh dari portal New All Record (NAR) yang memuat data pasien Covid-19 termasuk identitas, gejala, komorbid, dan status pasien yang dikumpulkan dari wawancara atau anamnesis di fasyankes. Variabel independen pada penelitian ini adalah hipertensi dan variabel dependen adalah kematian pasien Covid- 19 terkonfirmasi positif. Variabel kovariat yang diteliti antara lain usia, jenis kelamin, diabetes mellitus (DM), penyakit kardiovaskular (CVD), gangguan imunologi, penyakit ginjal kronik (PGK), penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), dan obesitas. Jumlah sampel kelompok kasus dan kontrol masing-masing sebanyak 344 sehingga total sampel adalah 688 sampel. Analisis data yang dilakukan adalah univariat, bivariat, dan multivariat. Proporsi pasien Covid-19 yang memiliki hipertensi pada kelompok kasus adalah 44.77% dan pada kelompok kontrol sebanyak 8.14%. Analisis multivariat dengan regresi logistik dihasilkan OR=9.08 (p-value=0.000; 95% CI 4.62-17.84) setelah dikontrol dengan usia, DM, PGK, interaksi hipertensi dan usia, hipertensi dan DM, dan hipertensi dan penyakit kardiovaskular. Penelitian ini memiliki bias informasi karena pengumpulan data berdasarkan anamnesis
Hubungan Preeklamsia dengan Kejadian BBLR di RSU Kabupaten Tangerang Tahun 2018 Faadhillah, Astrisa; Helda, Helda
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berat badan lahir rendah didefinisikan oleh World Health Organization. sebagai berat saat lahir kurang dari 2500 gram. Bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) meningkatkan angka kesakitan dan kematian dua kali lipat dibandingkan dengan bayi yang lahir dengan berat badan 2500 gram atau lebih. Berat lahir rendah menjadi masalah kesehatan masyarakat berkelanjutan secara signifikan dan global dikaitkan dengan serangkaian konsekuensi jangka pendek dan jangka panjang. Faktor resiko utama yang berhubungan dengan tingginya kejadian BBLR adalah faktor demografi, penyakit kronis sebelum hamil, status gizi ibu hamil, komplikasi dalam kehamilan, dan status pemeriksaan kehamilan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional. Penelitian ini menggunakan analisis cox regression dengan hasil ukur prevalence ratio (PR). Hasil penelitian ini menemukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara preeklamsia dengan kejadian BBLR dengan P value = 0,001 dengan nilai PR adjusted 1,483 (CI 95% 1,192 1,846) setelah dikontrol oleh variabel Confounding. Variabel confounding adalah usia hamil, oligohidramnion, dan IUFD dengan nilai ÄPR >10%. Angka kejadian BBLR berhubungan dengan penanganan kasus preeklamsia dan eklamsia yang gawat memerlukan tindakan aktif, yaitu terminasi kehamilan segera tanpa memandang usia kehamilan dan perkiraan berat badan janin sehingga dapat melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah. Oleh sebab itu, sangat diperlukan pemantauan oleh tenaga kesehatan terhadap ibu-ibu yang mengalami komplikasi dalam kehamilannya terutama yang memiliki tekanan darah yang tinggi dalam kehamilannya agar dapat ditangani secara dini dan dilakukan perawatan konservatif sehingga kejadian BBLR dapat dicegah.
Hubungan Riwayat Komplikasi Saat Hamil dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) di Indonesia Manurung, Pebrina; Helda, Helda
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) berisiko mengalami banyak masalah kesehatan seperti jatuh sakit dalam enam hari pertama kehidupannya atau mengalami infeksi, serta dapat juga menderita masalah jangka panjang seperti perkembangan motorik dan sosial yang tertunda atau ketidakmampuan belajar. WHO memperkirakan BBLR sekitar 15% hingga 20% dari jumlah yang lahir, mewakili tiap tahunnya ada sekitar 20 juta kelahiran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan riwayat komplikasi saat hamil dengan kejadian BBLR. Desain yang digunakan dalam penelitian ini yaitu study cross sectional dengan menganalisis data IFLS tahun 2014. Sebanyak 372 responden diikutkan dalam studi ini. Analisis chi square test untuk mengetahui hubungan antara exsposure (riwayat komplikasi saat hamil) dan outcome (BBLR) serta variabel lain yang diikutkan dalam penelitian ini yaitu jenis kelamin, urutan kelahiran dan konsumsi tablet Fe saat hamil sedangkan untuk analisis multivariat menggunakan regresi logistik ganda. Ada hubungan antara riwayat komplikasi saat hamil dengan kejadian BBLR dengan nilai asosiasi PR 2,123 (95% CI 0,999-4,529), artinya ibu yang memiliki riwayat komplikasi saat hamil lebih beresiko 2,123 kali dibandingkan dengan ibu yang tidak memiliki riwayat komplikasi saat hamil untuk melahirkan anak BBLR. Riwayat komplikasi saat hamil berhubungan dengan terjadinya BBLR. Ibu hamil diharapkan dapat mencegah terjadinya komplikasi kehamilan dengan selalu memeriksakan kehamilannya ke tenaga kesehatan untuk dapat mendeteksi dini adanya komplikasi serta menanganinya agar tidak berdampak pada janin, dan ibu hamil juga sebaiknya patuh minum tablet Fe sesuai anjuran agar dapat mencegah terjadinya komplikasi anemia
Co-Authors Abda Abda Afrizal Tanjung Agustianingsih, Ika Ajeng Tias Endarti Ansariadi Ansariadi Apriani, Fitri Arcita Hanjani, Arcita Ariyanti, Firna Armenda, Yulia Asari, Hazella Rissa Valda asrul, asrul asrul Astuti Yuni Nursari Audila, Hanna Audita, Fatira R. Aulia Rizka, Aulia Azzumar, Farchan Badewi, Bachtarudin Beny Rilianto Budhi Antariksa Caroline Killeen Catootjie L. Nalle, Catootjie L. Cumayunaro, Ayuro Dahlan, Asmita Dwinata, Indra Eka Budi Satria Ella Hendalia Elviza Rahmadona Faadhillah, Astrisa Fahmia, Rizka Fahmida Manin Falah, Sadiah Nurul Fariani Syahrul Febriyanti, Syeri Fetty Ismandari Fetty Ismandari Findy Prasetyawaty, Findy Fitri Aulia Fitriani, Wulan Fujiasti, Yovella Medhira Handari, Rahma Dewi Hardiyanti, Anggie Hasyim, Irva Zulviya Helwiah Umniyati Hendraswari, Desyana Endarti Hidajah, Atik C. Hikmah, Kholishotul Hikmah, Kholisotul Husnul Hatimah, Husnul Ibna, Reihana Ramadlani Ida Ayu Kshanti Kawi, Nurhayati Kholisotul Hikmah Komalasari, Dini P. Komalasari, Wuri Latifah, Mira Maryani Lengkana, Dewi Lestari, Andini Putri M Ibraar Ayatullah M. Bakhrul Widianto M. Irzal, Mufti As Siddiq Magdalena S, Purnama Magfira, Nadya Mahdatul Ardawiah Manurung, Pebrina Marlia, Sri Marzuki, M. Maulita Wulandari Melinda, Gea Mira Maryani Latifa Mokoagow, Md Ikhsan Monica, Mareska Muchlisa, Nurul Nadia Nadia Nani Nani Nisa Raisa Shaleha Novarisa, Nessa Nurcandra, Fajaria Nurrofiq, M. Fajar Pagihuddin, Mukjizat Pratiwi, Endah Dwi Prihartono, Nurhayati Adnan Prisandy, Lucky Purbasari, Utami Putri Alfina Riwayatin Rachmawan, Yogi Puji Raf Raf, Khansa Rahmad Mulyadi Rahmadani, Sekar A. Rajab, Nurfadilah M. Ramadhani Ramadhani Ramadhania, Shabrina A. Raudatul Aslamiah Renti Mahkota Revis Asra Rezavitawanti, Rezavitawanti Ridhanti, Devi Rilianto, Beny Rizka Fahmia Rizka Ramadhanti Robbani, Syifa Rufaidah, Melia Fatrani Rustam, Musfardi Sakanti, Anggiasih Salamah, Qonita Nur Sartika, Desy Shomita Fitrotun Nisa Sihombing, Intan Ully Athalia Stefani, Sheila Sudarto Ronoatmodjo Sudaryo, Mondastri Korib Sugiarti, Restya Sri Sukarsi Rusti Talitha El Zhafira Hadi Tamaria Panggabean Tauhidah, Sarah At Thamrin Thamrin Tri Wurisastuti Tri Yunis Miko Wahyono Utami, Fenia Utami, Risa P. Wahyono, Tri YM. winna, winna Witri Pratiwi Woro Riyadina Yanti Herawati Yulianto, Muhammad Farhan Dwi Zainab Addhahra