Claim Missing Document
Check
Articles

Sindrom Metabolik dan Kejadian Stroke pada Penduduk Berusia > 15 Tahun di Indonesia: Analisis Data Riskesdas 2018 Yulianto, Muhammad Farhan Dwi; Wahyono, Tri Yunis Miko; Helda, Helda
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia Vol. 7, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prevalensi global stroke dan sindrom metabolik, sebagai kumpulan faktor risiko utama yang mempengaruhi stroke terus mengalami peningkatan. Penelitian ini bertujuan melihat hubungan antara sindrom metabolik dan kejadian stroke di Indonesia. Desain studi ini adalah cross-sectional dan menggunakan data survei skala nasional. Responden berusia >15 tahun yang mengalami stroke dengan data lengkap terkait pengukuran lingkar perut, tekanan darah, kadar glukosa darah, trigliserida, dan kadar high-density lipoprotein akan masuk dalam studi ini. Model regresi logistik digunakan dalam analisis kami. Dari 24.451 responden, studi kami menunjukkan mayoritas berusia <55 tahun (73,9%), perempuan (62,2%), dengan proporsi penderita stroke serta proporsi sindrom metabolik adalah 1,2%, dan 24,4%. Studi ini memperlihatkan adanya hubungan antara sindrom metabolik dan kejadian stroke (adj POR: 2,4; 95% CI: 1,9-3,1). Dengan menangani sindrom metabolik pada penduduk > 15 tahun di Indonesia, diharapkan pengendalian stroke dapat optimal
Hubungan Hipertensi dengan Mortalitas Pasien Covid-19 di Tangerang Selatan Choirunnisa, Choirunnisa; Helda, Helda
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Covid-19 (Coronavirus Disease-2019) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 (Severe Acute Respiratory Syndrome-Coronavirus-2). Usia tua (>65 tahun), jenis kelamin laki-laki, hipertensi, penyakit kardiovaskular, diabetes, PPOK dan kanker dapat meningkatkan risiko kematian akibat Covid-19. Kota Tangerang Selatan berpotensi mengalami kenaikan kasus Covid-19 karena berbatasan langsung dengan DKI Jakarta yang merupakan episentrum persebaran Covid-19, sehingga peneliti tertarik untuk melakukan penelitian ini. Desain penelitian ini adalah studi analitik kasus kontrol menggunakan data sekunder dari penelusuran epidemiologi (PE) Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan bulan Maret 2020-Juli 2021. Data PE diperoleh dari portal New All Record (NAR) yang memuat data pasien Covid-19 termasuk identitas, gejala, komorbid, dan status pasien yang dikumpulkan dari wawancara atau anamnesis di fasyankes. Variabel independen pada penelitian ini adalah hipertensi dan variabel dependen adalah kematian pasien Covid- 19 terkonfirmasi positif. Variabel kovariat yang diteliti antara lain usia, jenis kelamin, diabetes mellitus (DM), penyakit kardiovaskular (CVD), gangguan imunologi, penyakit ginjal kronik (PGK), penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), dan obesitas. Jumlah sampel kelompok kasus dan kontrol masing-masing sebanyak 344 sehingga total sampel adalah 688 sampel. Analisis data yang dilakukan adalah univariat, bivariat, dan multivariat. Proporsi pasien Covid-19 yang memiliki hipertensi pada kelompok kasus adalah 44.77% dan pada kelompok kontrol sebanyak 8.14%. Analisis multivariat dengan regresi logistik dihasilkan OR=9.08 (p-value=0.000; 95% CI 4.62-17.84) setelah dikontrol dengan usia, DM, PGK, interaksi hipertensi dan usia, hipertensi dan DM, dan hipertensi dan penyakit kardiovaskular. Penelitian ini memiliki bias informasi karena pengumpulan data berdasarkan anamnesis
Hubungan Preeklamsia dengan Kejadian BBLR di RSU Kabupaten Tangerang Tahun 2018 Faadhillah, Astrisa; Helda, Helda
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berat badan lahir rendah didefinisikan oleh World Health Organization. sebagai berat saat lahir kurang dari 2500 gram. Bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) meningkatkan angka kesakitan dan kematian dua kali lipat dibandingkan dengan bayi yang lahir dengan berat badan 2500 gram atau lebih. Berat lahir rendah menjadi masalah kesehatan masyarakat berkelanjutan secara signifikan dan global dikaitkan dengan serangkaian konsekuensi jangka pendek dan jangka panjang. Faktor resiko utama yang berhubungan dengan tingginya kejadian BBLR adalah faktor demografi, penyakit kronis sebelum hamil, status gizi ibu hamil, komplikasi dalam kehamilan, dan status pemeriksaan kehamilan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional. Penelitian ini menggunakan analisis cox regression dengan hasil ukur prevalence ratio (PR). Hasil penelitian ini menemukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara preeklamsia dengan kejadian BBLR dengan P value = 0,001 dengan nilai PR adjusted 1,483 (CI 95% 1,192 1,846) setelah dikontrol oleh variabel Confounding. Variabel confounding adalah usia hamil, oligohidramnion, dan IUFD dengan nilai ÄPR >10%. Angka kejadian BBLR berhubungan dengan penanganan kasus preeklamsia dan eklamsia yang gawat memerlukan tindakan aktif, yaitu terminasi kehamilan segera tanpa memandang usia kehamilan dan perkiraan berat badan janin sehingga dapat melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah. Oleh sebab itu, sangat diperlukan pemantauan oleh tenaga kesehatan terhadap ibu-ibu yang mengalami komplikasi dalam kehamilannya terutama yang memiliki tekanan darah yang tinggi dalam kehamilannya agar dapat ditangani secara dini dan dilakukan perawatan konservatif sehingga kejadian BBLR dapat dicegah.
Hubungan Riwayat Komplikasi Saat Hamil dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) di Indonesia Manurung, Pebrina; Helda, Helda
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) berisiko mengalami banyak masalah kesehatan seperti jatuh sakit dalam enam hari pertama kehidupannya atau mengalami infeksi, serta dapat juga menderita masalah jangka panjang seperti perkembangan motorik dan sosial yang tertunda atau ketidakmampuan belajar. WHO memperkirakan BBLR sekitar 15% hingga 20% dari jumlah yang lahir, mewakili tiap tahunnya ada sekitar 20 juta kelahiran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan riwayat komplikasi saat hamil dengan kejadian BBLR. Desain yang digunakan dalam penelitian ini yaitu study cross sectional dengan menganalisis data IFLS tahun 2014. Sebanyak 372 responden diikutkan dalam studi ini. Analisis chi square test untuk mengetahui hubungan antara exsposure (riwayat komplikasi saat hamil) dan outcome (BBLR) serta variabel lain yang diikutkan dalam penelitian ini yaitu jenis kelamin, urutan kelahiran dan konsumsi tablet Fe saat hamil sedangkan untuk analisis multivariat menggunakan regresi logistik ganda. Ada hubungan antara riwayat komplikasi saat hamil dengan kejadian BBLR dengan nilai asosiasi PR 2,123 (95% CI 0,999-4,529), artinya ibu yang memiliki riwayat komplikasi saat hamil lebih beresiko 2,123 kali dibandingkan dengan ibu yang tidak memiliki riwayat komplikasi saat hamil untuk melahirkan anak BBLR. Riwayat komplikasi saat hamil berhubungan dengan terjadinya BBLR. Ibu hamil diharapkan dapat mencegah terjadinya komplikasi kehamilan dengan selalu memeriksakan kehamilannya ke tenaga kesehatan untuk dapat mendeteksi dini adanya komplikasi serta menanganinya agar tidak berdampak pada janin, dan ibu hamil juga sebaiknya patuh minum tablet Fe sesuai anjuran agar dapat mencegah terjadinya komplikasi anemia
Hubungan Tingkat Pendidikan dengan Resiliensi Keluarga Penderita Stroke Iskemik Serangan Pertama di RS Otak Dr. Drs. M. Hatta (RSOMH) Bukittinggi 2022 Helda, Helda
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia Vol. 6, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit stroke menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi dan merupakan penyumbang ketiga kecacatan secara global. Jenis stroke yang paling umum terjadi di Indonesia adalah stroke iskemik. Sebagian besar penderita stroke mengalami penurunan kognitif dan motorik yang menyebabkan keterbatasan pada penderitanya dalam melakukan aktivitas sehingga keluarga memegang peranan penting pada kondisi penderita stroke. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan dengan resiliensi keluarga penderita stroke iskemik serangan pertama. Penelitian ini adalah studi kuantitatif dengan desain penelitian cross-sectional yang menggunakan data primer pada bulan Januari-Februari 2022 di poli rawat inap Rumah Sakit Otak Dr. Drs. M. Hatta Bukittinggi (RSOMH). Sampel penelitian adalah keluarga dan penderita stroke iskemik di RSOMH yang berjumlah 229 orang berdasarkan kriteria inklusi. Pengumpulan data menggunakan instrumen resiliensi keluarga (RESILIENSI-GA). Analisis data menggunakan analisis univariat, analisis bivariat dengan uji chi-square dan analisis multivariat menggunakan Regresi Logistik Multivariat model kausal. Hasil analisis diperoleh bahwa 66,4% keluarga memiliki skor resiliensi sedang dan tinggi. Keluarga pasien yang memiliki tingkat pendidikan tinggi memiliki asosiasi dengan resiliensi keluarga yang baik yakni 1,9 kali lipat dibandingkan dengan pendidikan rendah setelah di kontrol variabel sosial ekonomi dan umur (POR 1,960, CI 95%: 1,20-1,62). Ketahanan keluarga pada pasien stroke merupakan suatu hal yang penting, mengingat dampak fisik dan psikis yang ditimbulkan oleh stroke. Dalam penelitian ini terdapat asosiasi antara pendidikan dengan resiliensi keluarga pasien stroke setelah di kontrol variabel sosial ekonomi dan umur.
Lama Rawat Inap Pasien Terkonfirmasi COVID-19 di Rumah Sakit Universitas Indonesia dan Faktor Yang Mempengaruhinya. Fahmia, Rizka; Helda, Helda
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia Vol. 6, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyaknya kasus COVID-19 membuat daya tampung fasilitas kesehatan hampir tidak mencukupi untuk memberikan pelayanan medis rawat inap yang memadai pada pasien COVID- 19. Studi yang dilakukan di beberapa negara seperti China, Beijing, Vietnam, Amerika Serikat melaporkan durasi dan faktor risiko rawat inap pasien COVID-19 yang bervariasi. Namun, saat ini penelitian tentang durasi dan faktor risiko lama rawat inap pasien COVID-19 di Indonesia masih terbatas. Penelitian bertujuan mengetahui faktor risiko lama rawat inap pasien terkonfirmasi COVID-19 di Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI). Desain studi potong lintang dilakukan pada 266 pasien terkonfirmasi COVID-19 yang dirawat inap di RSUI selama Maret sampai dengan September 2020. Studi ini menilai faktor resiko usia, jenis kelamin, area tinggal, gambaran radiologi, pekerjaan, gejala, keparahan penyakit, komorbiditas, jumlah obat pada hari pertama rawat, dan status PCR saat akhir rawat. Data berasal dari rekam medis elektronik RSUI. Analisa data melalui uji chi square, Kruskal-Walis dilakukan untuk melihat perbedaan variabel kategorik dan numerik. Analisa multivariat regresi logistik dilakukan untuk menentukan prediktor lama rawat inap pasien terkonfirmasi COVID-19 di RSUI. Hasil penelitian didapatkan bahwa median lama rawat inap adalah 13 hari (range 3 – 74 hari). Adapun prediktor rawat inap lebih panjang (>14 hari) adalah pada pria (OR 1,80, 95%CI 1,03 – 3,15), dan pasien dengan gambaran pneumonia (OR 1,68, 95%CI 0,95 – 3,00), diabetes mellitus (OR 3,48, 95%CI 1,11 – 10,92), demam (OR 2,30, 95%CI 1,31 – 4,05), anosmia (OR 4,10, 95%CI 1,60 – 10,48), keparahan sedang (OR 1,64, 95%CI 0,88 – 3,06), keparahan berat (OR 13,31, 95%CI 1,64 – 107,72). Disimpulkan bahwa tingkat keparahan berat, anosmia, diabetes mellitus, demam, pasien pria dan gambaran pneumonia merupakan faktor risiko signifikan yang berhubungan dengan lama rawat inap pasien terkonfirmasi COVID-19 di RSUI Depok. Pasien dengan faktor risiko tersebut diatas untuk lebih diprioritaskan dalam penanganan medis karena rentan terhadap lama rawat inap yang panjang
Faktor Risiko yang Berhubungan dengan Hipertensi pada Jemaah Haji Embarkasi Banjarmasin Kalimantan Selatan 2024 Nani, Nani; Helda, Helda; Raf Raf, Khansa
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia Vol. 8, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hypertension is a silent killer that is a major contributor to deaths worldwide every year. Hypertension is identified as one of the comorbidities that are often found in pilgrims. Various risk factors can play a role in the occurrence of hypertension. The purpose of this study is to analyze the risk factors that most significantly contribute to hypertension in Banjarmasin embarkation pilgrims in 2024. The research was carried out with a cross sectional design that utilizes secondary data sourced from the Integrated Hajj Computerized System related to health services during Hajj. The proportion of hypertension in Banjarmasin embarkation pilgrims in 2024 is 41.75%.. Multivariate analysis using cox regression revealed that the most significant risk factors contributing to hypertension were the variables of age ≥80 years (Pvalue=0.000) and adjusted PR of 5.36 (95%CI: 3.92-7.33), age 60-79 years (Pvalue=0.000) and adjusted PR value of 4.63 (95%CI: 3.79-5.65), age 41-59 years (Pvalue=0.000) and adjusted PR value of 3.18 (95%CI: 2.62-3.85), The central obesity variable (p=0.000) and adjusted PR value of 61.25 (95%CI; 1.15-1.36), the diabetes mellitus variable (p=0.000) and the adjusted PR value of 1.22 (95%CI; 1.09-1.35), the family hypertension history variable (p=0.000) and the adjusted PR value of 1.52 (95%CI; 1.39-1.65). Understanding the risk factors associated with hypertension is very important as an optimal effort to prevent and control hypertension so that it can reduce the prevalence of hypertension among pilgrims.
Determinan Ketidakpatuhan Kunjungan Pengambilan Obat Antiretroviral Pasien HIV/AIDS di Kabupaten Bekasi Tahun 2023-2024 Sihombing, Intan Ully Athalia; Sudaryo, Mondastri Korib; Helda, Helda; Umniyati, Helwiah; Hasyim, Irva Zulviya
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia Vol. 9, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Non-adherence to scheduled antiretroviral (ARV) medication pickup can reduce treatment effectiveness, increase the risk of drug resistance, and contribute to poor HIV infection control. This study aimed to identify factors associated with missed ARV pickup appointments among people living with HIV/AIDS in Bekasi District. An analytical cross-sectional study was conducted using secondary data from HIV/AIDS patients undergoing ARV therapy in 2023–2024. Data were analyzed descriptively (univariate), using Chi-square tests (bivariate), and log-binomial regression (multivariate). Among 811 patients, 341 (42%) were recorded as non-adherent to their medication pickup schedule. The results showed that having an unsuppressed viral load (>50 copies/ml) significantly increased the risk of non-adherence (PR: 2.23; 95% CI: 1.74–2.86; p<0.001). Additionally, patients who had been on treatment for more than five years showed a higher tendency for non-adherence, although this was not statistically significant (PR: 1.17; 95% CI: 0.91–1.49; p=0.214). These findings highlight the importance of regular viral load monitoring and sustained support for long-term ARV patients to improve adherence. Keywords : HIV/AIDS, Adherence of Appointment, Viral Load, Antiretroviral Therapy, Treatment Duration
Hubungan Kualitas Pemeriksaan Kehamilan Terhadap Kejadian Stunting Pada Anak Usia 6-23 Bulan di Indonesia (Analisis SKI 2023) Audila, Hanna; Helda, Helda; Ronoatmodjo, Sudarto
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia Vol. 9, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting is still a nutritional problem and remains a major public health issue. Especially in Indonesia, the prevalence of stunting among children under two years old (toddlers) remains high, at 18.50%. The annual average rate of reduction of stunting among toddlers has been relatively slow for over the past 10 years. Therefore, optimizing stunting interventions-particularly during the first 1000 days of life is essential, including through antenatal care (ANC). This study aims to analyze the relationship between the quality of antenatal care and the incidence of stunting among children aged 6-23 months-old in Indonesia, after being controlled by the other variables, such are; sociodemographic factors, pregnancy’s health, and child’s health. This is a cross-sectional study, in which both of the exposures and the outcome were being measured at the same point of time. The data used are from the Indonesia Health Survey in 2023. There are 18.898 weighted-children aged 6-23 months-old and fulfilled the inclusion criteria. The analysis of association was conducted by cox-regression while the time-dependent methods and backward elimination were performed to control the covariate factors. Findings: Children aged 6-23 months-old in Indonesia, whose mothers receive low quality of antenatal care have a 1.23 times higher risk (aPR=1.23, 95%CI: 1.11-1.36, p-value = 0.000) of experiencing stunting, after controlling for the other covariate variables. Receiving at least four antenatal care (ANC) visits and accessing 10 cares can reduce the risk of stunting among children aged 6-23 months old in Indonesia. Keywords : Antenatal Care, ANC, Stunting, Toddlers, The Quality of ANC
PENDAMPINGAN PEMBELAJARAN SISWA SEKOLAH DASAR DI DESA SUNGAISELAN ATAS PADA MASA PANDEMI COVID-19 Apriani, Fitri; Nadia, Nadia; Agustianingsih, Ika; Sartika, Desy; Ridhanti, Devi; Helda, Helda
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2021): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v4i2.419-423

Abstract

Tutoring assistance is the one of effort in improving teaching and learning process in Covid-19 pandemic era. Nowadays, the government policy is changed the patterns ofeducation system in Indonesia, from offline system become online system. This case, make the students a little confused in application process. This factors caused by various obstacles like internal factores and external factores. The most of obstacle is they have trouble when acquiring learning material maximally. While educational background of their parents average graduated from elementary school so they have the lack of knowledge when resolve their children assignments appropriately. The aim of this program is to improve students’ ability in understanding learning material. The method that used in this program is discourse, discussion, and exercise.
Co-Authors Adang Mulyana Afrizal Tanjung Agustianingsih, Ika Ajeng Tias Endarti Ansariadi Ansariadi Apriani, Fitri Arcita Hanjani, Arcita Ariyanti, Firna Armenda, Yulia Asari, Hazella Rissa Valda Astuti Yuni Nursari Audila, Hanna Audita, Fatira R. Aulia Rizka, Aulia Azzumar, Farchan Badewi, Bachtarudin Beny Rilianto Budhi Antariksa Caroline Killeen Catootjie L. Nalle, Catootjie L. Choirunnisa Choirunnisa, Choirunnisa Cumayunaro, Ayuro Dahlan, Asmita Dwinata, Indra Eka Budi Satria Elviza Rahmadona Faadhillah, Astrisa Fahmia, Rizka Falah, Sadiah Nurul Fariani Syahrul Febriyanti, Syeri Fetty Ismandari Fetty Ismandari Findy Prasetyawaty, Findy Fitri Aulia Fitriani, Wulan Fujiasti, Yovella Medhira Handari, Rahma Dewi Hasyim, Irva Zulviya Helwiah Umniyati Hendraswari, Desyana Endarti Herawati, Yanti Hidajah, Atik C. Hikmah, Kholishotul Hikmah, Kholisotul Husnul Hatimah, Husnul Ibna, Reihana Ramadlani Ida Ayu Kshanti Kawi, Nurhayati Kholisotul Hikmah Komalasari, Dini P. Komalasari, Wuri Latifah, Mira Maryani Lestari, Andini Putri M Ibraar Ayatullah M. Bakhrul Widianto Magdalena S, Purnama Magfira, Nadya Mahdatul Ardawiah Manurung, Pebrina Marlia, Sri Marlya Niken Pradipta Maulita Wulandari Melinda, Gea Mira Maryani Latifa Mokoagow, Md Ikhsan Muchlisa, Nurul Nadia Nadia Nani Nani Nisa Raisa Shaleha Novarisa, Nessa Nurcandra, Fajaria Nurrofiq, M. Fajar Pagihuddin, Mukjizat Pratiwi, Endah Dwi Prihartono, Nurhayati Adnan Prisandy, Lucky Purbasari, Utami Putri Alfina Riwayatin Rachmawan, Yogi Puji Raf Raf, Khansa Rahmad Mulyadi, Rahmad Rahmadani, Sekar A. Rajab, Nurfadilah M. Ramadhani Ramadhani Ramadhania, Shabrina A. Raudatul Aslamiah Renti Mahkota Rezavitawanti, Rezavitawanti Ridhanti, Devi Rilianto, Beny Rizka Fahmia Rizka Ramadhanti Robbani, Syifa Rufaidah, Melia Fatrani Rustam, Musfardi Sakanti, Anggiasih Salamah, Qonita Nur Sartika, Desy Shomita Fitrotun Nisa Sihombing, Intan Ully Athalia Stefani, Sheila Sudarto Ronoatmodjo Sudaryo, Mondastri Korib Sugiarti, Restya Sri Sukarsi Rusti Talitha El Zhafira Hadi Tamaria Panggabean Tauhidah, Sarah At Thamrin Thamrin Tri Wurisastuti Tri Yunis Miko Wahyono Utami, Fenia Utami, Risa P. Wahyono, Tri YM. winna, winna Witri Pratiwi Woro Riyadina Yulianto, Muhammad Farhan Dwi Zainab Addhahra