Claim Missing Document
Check
Articles

The Impact of Fedtugrow® Downstreaming with SPR Integration in Central Lampung Regency Using SROI Dewi, Farida Ratna; Tarigan, Ronald; Satrija, Fadjar; Muladno, Muladno; Atabany, Afton; Wijayanti, Indah; Suprayogi, Agik
Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 30 No. 4 (2025): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18343/jipi.30.4.812

Abstract

The dissemination of research findings (innovation) in universities would have a social and economic impact on the larger community. IPB developed the depolarized katuk invention (known as Katulac), which was patented (P00201800110, Jan 5, 2018). IPB collaborated with the Local Government of Central Lampung Regency, PT Great Giant Livestock (GGL), and community farms named Hipermadani (downstreaming of university innovation for the community and farmers) in downstreaming Fedtugrow (innovation in combined livestock feed Katulac® and concentrate) to improve farmer welfare. Katulac®'s downstream innovation is the School for Smallholder Livestock Farming (Sekolah Peternakan Rakyat, SPR), an IPB innovation with copyright (EC00201987765, Nov 28, 2019). The Katulac® downstreaming initiative with SPR institutional integration resulted in a social investment of IDR 501,837,278 and a net social benefit of IDR1,488,959,391 for all stakeholders in the Hipermadani ecosystem. This program had a Social Return on Investment (SROI) of 2.97, which means that for every IDR 1 invested, it would deliver a social benefit of IDR 2.97, showing the program's success. Keywords: downstreaming, Hipermadani, innovation, Katulac, Social Return on Investment
Enhancement of α-Glucosidase Inhibitory Activity, Antioxidant Activity, and Antioxidant Compounds in Mulberry Leaves Under Salinity Stress Wulandari, Yasinta Ratna Esti; Sulistyaningsih, Yohana Caecilia; Suprayogi, Agik; Rahminiwati, Min; Triadiati, Triadiati
HAYATI Journal of Biosciences Vol. 33 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : Bogor Agricultural University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4308/hjb.33.1.87-94

Abstract

Salinity stress disrupts redox homeostasis in plants, leading to notable changes in the levels of bioactive compounds. These compounds are recognized for their significant role in inhibiting the α-glucosidase enzyme, which is relevant in glycemic control. Detailed insights into how salinity stress modulates α-glucosidase inhibition in mulberry leaves remain scarce. This study aims to investigate the effects of salinity stress on α-glucosidase inhibitory activity in mulberry leaf extracts, and to identify accessions exhibiting the most potent inhibitory properties. In vitro assays were employed to conduct qualitative phytochemical analyses and to quantify total phenolic content, total flavonoid content, and α-glucosidase enzyme activity. The results demonstrate that high salinity stress enhances the inhibitory activity of mulberry leaf extracts against the α-glucosidase enzyme. Notably, the MB2-3 sample exhibited the most favorable IC50 value (0.59 µg/mL), coupled with a substantial phenolic content (141.9 mg GAE/g extract) and the highest content of flavonoid observed among all tested samples (619.56 mg QE/g extract). Collectively, these findings highlight the capacity of salinity stress to augment both the inhibitory potential of mulberry extracts against α-glucosidase and the accumulation of phenolic and flavonoid compounds, with sample MB2-3 displaying auspicious attributes.
Pemendekan waktu siklus estrus pada luwak Jawa (Paradoxurus hermaphroditus) terdeteksi melalui metode ulas vagina Zora, Nelda Fliza; Ulum, Mokhamad Fakhrul; Ekastuti, Damiana Rita; Tarigan, Ronald; Achmadi, Pudji; Bustaman, Isdoni; Santoso, Koekoeh; Maheshwari, Hera; Suprayogi, Agik; Manalu, Wasmen; Satyaningtijas, Aryani
ARSHI Veterinary Letters Vol. 7 No. 2 (2023): ARSHI Veterinary Letters - Mei 2023
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.7.2.35-36

Abstract

Luwak Jawa (Paradoxurus hermaphroditus) merupakan salah satu hewan liar yang dapat dimanfaatkan sebagai penyeleksi biji kopi untuk menghasilkan kopi berkualitas dan bernilai ekonomis tinggi. Pemeliharaan yang tidak sesuai dapat memengaruhi kondisi fisiologis dan reproduksi luwak sehingga penting untuk diketahui sebagai dasar manajemen pemeliharaan dan kesehatan untuk optimalisasi produksi, pencegahan penyakit, dan konservasi luwak. Pemantauan ini bertujuan untuk mengetahui panjang waktu total siklus estrus dan waktu dari setiap fase estrus yaitu fase proestrus, estrus, metestrus dan diestrus. Luwak Jawa dari diperoleh dari pasar hewan sebanyak 2 ekor berjenis kelamin betina dengan bobot badan sekitar 4 kg diambil data ulas vagina selama 21 hari pada pagi dan sore hari. Sel epitel vagina diperiksa di bawah mikroskop dan dianalisa secara kuantitatif. Hasil pengamatan menunjukkan pemendekan siklus estrus dengan panjang total siklus estrus yaitu 121,5±7,5 jam (5 hari). Durasi waktu proestrus 12,0±0,0 jam, estrus 22,5±3,0 jam, metestrus 25,5±3,0 jam dan diestrus 61,5±3,0 jam.
Kadar kolesterol dan glukosa darah luwak Jawa (Paradoxurus hermaphroditus) yang didomestikasi Gandasari, Ira Agustina Dewi; Ekastuti, Damiana Rita; Tarigan, Ronald; Achmadi, Pudji; Bustaman, Isdoni; Santoso, Koekoeh; Maheshwari, Hera; Suprayogi, Agik; Manalu, Wasmen; Satyaningtijas, Aryani
ARSHI Veterinary Letters Vol. 7 No. 1 (2023): ARSHI Veterinary Letters - Februari 2023
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.7.1.19-20

Abstract

Status kesehatan luwak yang pemanfaatannya cukup tinggi sebagai penghasil kopi belum banyak dipelajari secara lengkap. Informasi mengenai status fisiologis luwak Jawa (Paradoxurus hermaphroditus) yang telah didomestikasi masih terbatas dan sangat diperlukan untuk menilai aspek kesejahteran hewan di penangkaran. Studi ini melaporkan kadar kimia darah dan kolesterol luwak Jawa yang sudah didomestikasi. Luwak dalam penelitian ini diberi pakan berupa pisang, kepala ayam dan juga dog food. Pemeriksaan kimia darah berupa kadar glukosa dan kolesterol darah dilakukan terhadap 6 ekor luwak yang diberi pakan pisang, kepala ayam dan juga dog food. Hasil menunjukkan bahwa luwak Jawa jantan memiliki kadar glukosa sebesar 68,00±22,55 mg/dL dan luwak Jawa betina yaitu sebesar 73,78±12,60 mg/dL. Kadar kolesterol darah pada luwak Jawa jantan yaitu sebesar 145,78±22,29 mg/dL dan luwak Jawa betina yaitu sebesar 142,00±12,44 mg/dL.
Traumatic toenail wound in a Thai elephant (Elephas maximus indicus) : Toenail wound in elephant Ong Huey, Lynette; Suprayogi, Agik; Sismin Satyaningtijas, Aryani; Rita Ekastuti, Damiana; Maheshwari, Hera; Bustaman, Isdoni; Santoso, Koekoeh; Achmadi, Pudji; Manalu, Wasmen; Maneewong, Sattabongkoch; Tarigan, Ronald
ARSHI Veterinary Letters Vol. 8 No. 1 (2024): ARSHI Veterinary Letters - February 2024
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.8.1.3-4

Abstract

Elephant is Thailand’s national animal which represents three aspects: loyalty, longevity, and strength. Thai elephants are often used for deforestation and tourist activities, such as elephants, riding, and showering. This case report highlights a traumatic wound in the left foreleg nail of a showering Thai elephant. Nail wounds undergo infection and tissue necrosis. A bone fragment suspected to be part of the distal phalanges was found and confirmed by X-ray examination. However, a surgical approach is not recommended because of the high risk of sedation in elephants. Routine wound cleaning with antiseptics and topical antibiotics was performed on the traumatic wounds. The bone fragment was removed after necrosis of the surrounding tissues. The prognosis for this case was considered good based on the location and wound condition.
Daya tahan panas berbagai bangsa sapi pedaging di peternakan rakyat Kampung Astomulyo, Kabupaten Lampung Tengah Nurhidayat, Irfan; Suprayogi, Agik; Sismin Satyaningtijas, Aryani; Rita Ekastuti, Damiana; Maheshwari, Hera; Bustamam, Isdoni; Santoso, Koekoeh; Achmadi, Pudji; Manalu, Wasmen; Tarigan, Ronald
ARSHI Veterinary Letters Vol. 8 No. 1 (2024): ARSHI Veterinary Letters - February 2024
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.8.1.17-18

Abstract

Produktivitas dan kesehatan ternak di daerah tropis sangat dipengaruhi oleh daya adaptasinya terhadap lingkungan tropis yang panas dan lembab. Penelitian ini bertujuan membandingkan daya tahan panas (DTP) pada bangsa sapi Peranakan Ongole (PO), Peranakan Simental (PS) dan Peranakan Limousin (PL) yang dipelihara di Kampung Astomulyo, Kabupaten Lampung Tengah yang memiliki indeks cekaman lingkungan tinggi di siang hari serta sedang di pagi dan sore hari. Mayoritas sapi memiliki nilai DTP diatas 100 dan tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada nilai DTP antar bangsa sapi. Bangsa sapi PO, PS, dan PL memiliki daya tahan panas yang baik dan mampu beradaptasi di lingkungan yang panas dan lembab.
Gambaran Histologis Tubulus Seminiferus Kambing Kacang Jantan Lokal Pascapemberian Suplemen Daun Katuk Ferasyi, Teuku Reza; Budiman, Hamdani; Akmal, Muslim; Melia, Juli; R, Razali; Novita, Andi; Barus, Rina Aulia; Suprayogi, Agik
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 8, No 1 (2014): March
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v8i1.1261

Abstract

Penelitian ini mengetahui pengaruh pemberian tepung atau ekstrak alkohol daun katuk terhadap perubahan histologis testis kambing kacang lokal jantan. Dalam penelitian ini digunakan 15 ekor kambing dengan umur sekitar 1,5 tahun. Semua hewan penelitian terlebih dahulu diaklimatisasi selama 2 minggu terhadap lingkungan penelitian. Hewan-hewan tersebut dibagi menjadi 3 kelompok yang masing-masing terdiri atas 5 ekor kambing. Kelompok P0 (kontrol) telah hanya diberikan air distilasi. Pada kelompok P1, diberikan perlakuan berupa suplementasi tepung daun katuk dan untuk kelompok P2 diberikan ekstrak alkohol daun katuk. Semua perlakuan diberikan secara oral sebanyak dua kali per hari (pada pagi dan sore hari) selama 35 hari berturut-turut. Setiap kambing percobaan diberikan pakan yang terdiri atas daun-daunan dan rumput, serta disediakan akses untuk memperoleh air minum secara ad libitum. Pada akhir waktu penelitian, seluruh hewan dikastrasi dan bagian tubulus seminiferus dari testis diambil dan diproses lebih lanjut untuk evaluasi secara histologis. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa terdapat indikasi peningkatan produksi spermatid dan spermatosit pada Kelompok P1 dan P2. Dengan demikian disimpulkan bahwa pemberian suplemen daun katuk dapat meningkatkan produksi spermatid dan spermatosit kambing kacang lokal jantan.
Katuk Depolarisasi PRODUKSI DAN KUALITAS SUSU SAPI FH SATU BULAN SETELAH BERANAK YANG DISUPLEMENTASI KATUK DEPOLARISASI: Produksi dan Kualitas susu sapi Suprayogi, Agik
Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 0 No. 00 (2025): inpress
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian pakan tambahan berupa katuk depolarisasi terhadap produksi dan kualitas susu pada sapi perah Friesian Holstein (FH) satu bulan setelah beranak. Sebanyak 21 ekor induk sapi Friesian Holstein yang baru beranak digunakan dalam penelitian ini, dibagi menjadi tiga kelompok perlakuan, yaitu Kontrol (P0), BKD (Bubuk Katuk Depolarisasi) (P1), dan PKD (Pellet Katuk Depolarisasi) (P2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi bahan kering pakan pada perlakuan P0 adalah 15.59 ± 0.91 kg, P1 sebesar 15.14 ± 1.38 kg, dan P2 mencapai 16.27 ± 1.28 kg. Produksi susu pada perlakuan P0 adalah 25.57 ± 1.92 liter, P1 sebanyak 30.50 ± 3.09 liter, dan P2 mencapai 31.04 ± 2.68 liter. Persentase bahan kering susu pada P0 adalah 21.75±11.67%, P1 sekitar 21.7±0.99%, dan P2 mencapai 31.0±10.75%. Katuk depolarisasi, terutama dalam bentuk pellet memberikan peningkatan produksi susu secara signifikan dibandingkan dengan kelompok kontrol. Temuan ini menunjukkan bahwa pemberian katuk depolarisasi sebagai pakan tambahan pada sapi perah FH dapat meningkatkan produksi susu dan kualitas susu pada bulan pertama masa laktasi. Penambahan katuk depolarisasi, terutama dalam bentuk pellet, dapat dianggap sebagai strategi yang efektif untuk meningkatkan produktivitas dan kesehatan ternak sapi perah. Kata kunci: Friesian Holstein, katuk depolarisasi, kualitas susu, 1 bulan laktasi, produksi susu
Co-Authors , Triadiati - Hernawati . Prastowo . Priyanto . Yudi A.S. Satyaningtijas Achmad Tjahja Afton Atabany Ahmad Tjahja Nugraha, Ahmad Tjahja Amrozi Andi Novita Aprilyana, Lia Ardiansyah Nurdin Ardilasunu Wicaksono Arifin B. Nugraha Arni Fitri Aryani Satyaningtijas Asep Yayan Ruhyana Asep Yayan Ruhyana Aswani, Tuti Damiana Rita Ekastuti Dede Sukandar Deni Noviana DEWI APRI ASTUTI Dewi Ratih Agungpriyono Dewi, Farida Ratna Edi Santosa Elsi Ramadhani Fachruddin Fachruddin Fadjar Satrija Gandasari, Ira Agustina Dewi Ganjar Alaydrussani Gunanti . Hadri Latif Hajar Hajar Hamdani Budiman Hamdani Budiman HERA MAHESHWARI Hernawati Hernawati Herwin Pisestyani Hidayaturrahmah Hidayaturrahmah Huda Salahuddin Darusman Huda Shalahudin Darusman I Gusti Agung Ayu Suartini I Gusti Ngurah Kade Mahardika I wayan Teguh Wibawan Ika Amalia, Ika Indah Wijayanti Indrawati Sendow Iqbal Ngabdusani Irfan Nurhidayat, Irfan Isdoni Bustaman Jannatun Delvia Juang Gema Kartika Juli Melia Juli Melia Katrin Roosita Khairul Ihsan koekoeh santoso Kudang Boro Seminar Kukuh Santoso L. M. Saniwu La Ode Sumarlin La Ode Sumarlin Linda Tjhin Maneewong, Sattabongkoch Megawati Iskandar Meyliana Wulandari Mokhamad Fakhrul Ulum, Mokhamad Muhammad Ardiansyah Nurdin Muladno - Muslim Akmal NASTITI KUSUMORINI Nastiti Kusumorini Ni Luh Putu Agustini Nofriyandi Hanif Novriyandi Hanif Ong Huey, Lynette Pudji Achmadi Putri, Maritrana Rahmat Hidayat Rahminiwati, Min Razali R Razali R Ridi Arif Ridzki M.F. Binol Rika Sudranto Riki Siswandi rina aulia barus Rina Aulia Barus Ritonga, Arya Widura Rivangga Yuda Hendika Ronald Tarigan Saukhan, Ghiandra Naufal Syazily Sri Darwati sri murtini . Sri Supraptini Mansjoer Sri Wahyuni Sulistyaningsih, Yohana Caecilia Sumiaty Aiba Sumitro - Suryahadi (Suryahadi) Syaprianti Evi Dame Arita Tampubolon, Andre Rymma Tarigan, Ronald Teuku Reza Ferasyi Tuti Aswani Umi Cahyaningsih Wasmen Manalu Welly Sugiono Welly Sugiono Yasinta Ratna Esti Wulandari Yohana Caecilia Sulistyaningsih Yuliantoni Queen Yuliantoni Yuliantoni Yuliantony Queen Zora, Nelda Fliza Zulvia Maika Letis