Claim Missing Document
Check
Articles

BIOAKTIVITAS EKSTRAK METANOL DAUN NAMNAM SERTA KOMBINASINYA DENGAN MADU TRIGONA La Ode Sumarlin; Agik Suprayogi; Min Rahminiwati; Achmad Tjahja; Dede Sukandar
Jurnal Teknologi dan Industri Pangan Vol. 26 No. 2 (2015): Jurnal Teknologi dan Industri Pangan
Publisher : Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, IPB Indonesia bekerjasama dengan PATPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.745 KB) | DOI: 10.6066/jtip.2015.26.2.144

Abstract

Namnam (Cynometra cauliflora L) and trigona honey are two natural ingredients that are potential to be developed in Indonesia. However, scientific evidence of its active compounds and bioactivity is still rarely found, particularly the combination of these two materials. Therefore, this research is to explore their active ingredients of combination of these two materials such as total phenolic, flavonoids, vitamin C and β-carotene and bioactive capabilities such as antioxidant activity and antibacterial activity. The analysis showed that antibacterial activity of methanol extract of Namnam leaves (EMDN) and trigona honey either in their sole form or combined form has antioxidant and antibacterial activity. The EMDN was more sensitive to Staphylococcus aureus (23.7±3.3 mm) than to Escherichia coli, while the Trigona honey (MT) more sensitive to Escherichia coli (32.6±4.4 mm) than Staphylococcus aureus (16.6±4.1 mm). Similarly, the combination of EMDN and MT was more sensitive to Escherichia coli (23±1.9 mm) than Staphylococcus aureus (17.6±2.6 mm). Analysis of the antioxidant activity also showed that EMDN provided the highest activity (IC50 0.0048±0.000 mg/mL), a combination EMDN and MT (IC50 0.0085±0.000 mg/mL) and MT (IC50 3.736±0.112 mg/mL). Moreover, this analysis also showed thatsole samples of MT and EMDN have total phenolic content, flavonoids, and vitamin C that were higher than the combination of MT and EMDN. However, the content of β-carotene in the combined form of MT and EMDN was higher. Thus trigona honey, methanol extract of leaves Namnam (Cynometra cauliflora L) in a single form or in a combination are potential to be utilized and developed as a source of antioxidants and antibacterial in the form of functional food.
Gambaran Nilai Hematologi Tikus Putih Betina Dara pada Pemberian Tombong Kelapa Sumiaty Aiba; Wasmen Manalu; Agik Suprayogi; Hera Maheshwari
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 4 No. 2 (2016): Juli 2016
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.14 KB) | DOI: 10.29244/avi.4.2.74-81

Abstract

Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh tombong kelapa yang dicampurkan ke dalam pakan terhadap parameter kesehatan tikus putih betina dara melalui nilai hematologi lengkap. Parameter hematologi yang dianalisa meliputi hemoglobin, eritrosit, leukosit, hematokrit, dan diff erensial leukosit. Penelitian ini menggunakan 4 kelompok perlakuan dosis tombong kelapa 0 mg, 50 mg, 100 mg, dan 200 mg/ekor/hari, masing-masing terdiri dari 6 ulangan. Serbuk kasar tombong kelapa dicampurkan ke dalam pakan komersil dan dibentuk kembali menjadi pakan pelet. Dosis campuran tombong kelapa tersebut diberikan sebanyak satu kali/hari. Sampel darah diambil selama 4 minggu. Hasil penelitian menunjukkan, kadar hemoglobin tidak meningkat secara nyata (P>0,05). Jumlah Hb normal, yaitu 11.93-15.19 g%. Eritrosit dan leukosit, menunjukkan peningkatan dan penurunan secara nyata (P<0,05). Rata-rata jumlah eritrosit 6.03-8.96 juta/mm3, leukosit 7.18-15.77 ribu/mm3 terindikasi normal. Leukosit di minggu keempat pada dosis 50 mg, 100 mg, dan 200 mg/ekor/hari menurun dari batas normal, yaitu 6-10 ribu/mm3. Hematokrit tidak meningkat secara nyata (P>0,05). Diff erensial leukosit, yaitu limfosit minggu pertama, dan monosit minggu ketiga meningkat signifi kan (P>0,05). Netrofi l di minggu pertama terjadi penurunan secara signifi kan (P<0,05) dibandingkan kelompok kontrol. Eosinofi l menunjukkan perubahan secara signifi kan di minggu ketiga (P<0,05). Rata-rata nilai eosinofi l berada dalam jumlah normal, yaitu 1-4%. Basofi l tidak ditemukan pada pemberian diet pakan tombong kelapa. Kesimpulan bahwa, tombong kelapa tidak berpengaruh pada homoestasis darah. Dosis yang terbaik yaitu 50 mg, dan 100 mg/ekor/hari.
Penilaian Fungsi dan Dinamika Kerja Jantung melalui Ekokardiografi terhadap Pengaruh Kombinasi Anestesia Umum pada Babi Domestik (Sus domesticus) Arni Fitri; Deni Noviana; Gunanti .; Agik Suprayogi
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 8 No. 3 (2020): November 2020
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.8.3.22-30

Abstract

Protokol perawatan kardiovaskular yang baru diusulkan harus diuji pada hewan laboratorium, sebelum diterapkan oleh obat manusia. Untuk tujuan ini, hewan laboratorium yang banyak digunakan adalah babi. Menggunakan babi dalam penelitian ini seringkali memerlukan prosedur anestesi. Alat diagnostik yang paling banyak digunakan untuk kardiovaskular adalah ultrasonografi jantung atau ekokardiografi. Ekokardiografi dapat digunakan untuk mengevaluasi aliran volume darah dan kemampuan kontraksi jantung dengan perhitungan ekokardiografi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pemberian kombinasi injeksi anestesi umum untuk fungsi dan dinamika jantung babi dengan menggunakan ekokardiografi. Pengamatan meliputi detak jantung (kali / menit), curah jantung (L / mnt), volume stroke (ml / mnt), fraksi ejeksi (%), dan pemendekan fraksional (%). Dalam penelitian ini, digunakan 9 babi jantan dan betina, usia 3-4 bulan dengan berat 25-30 kg, dibagi menjadi 3 kelompok kombinasi anestesi (ketamin dan acepromazine (KA); ketamin dan medetomidine (KM); tiletamine-zolazepam dan xylazine (ZX)). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak satu pun dari tiga kelompok anestesi menunjukkan perbedaan yang signifikan dalam kinerja jantung. Kombinasi anestesi ZX paling baik diterapkan untuk operasi jantung babi karena kombinasi anestesi ini menghasilkan frekuensi denyut jantung yang stabil dan rendah dibandingkan dengan kelompok KA dan KM tetapi masih menunjukkan volume stroke yang tinggi, curah jantung, fraksi ejeksi dan nilai sortasi fraksional.
Analisis Hematologi, Nilai Kecernaan dan Tingkah Laku Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis) Jantan Obes yang Diintervensi Nikotin L. M. Saniwu; Agik Suprayogi; sri supraptini Mansjoer
Jurnal Primatologi Indonesia Vol. 7 No. 1 (2010)
Publisher : Pusat Studi Satwa Primata LPPM-IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7643.153 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini dirancang untuk memperoleh informasi tentang hematologi, pengembangan nilai-nilai kecernaan, dan kondisi perilaku 15 kera ekor panjang pria obesitas, sebelum dan sesudah intervensi dengan nikotin. Studi dilaksanakan dalam dua tahap, tahap pertama adalah pengumpulan dari hematologikal, data kecernaan, dan pengamatan perilaku, sebelum intervensi dengan solusi nikotin. Tahap kedua terdiri dari koleksi dari hematologikal, data kecernaan, dan pengamatan perilaku selama periode intervensi dengan larutan nikotin (0,75 mg / kg bobot badan weight/12 jam). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap bersarang dalam waktu yang dianalisis dengan versi SAS 6.12. perangkat lunak, untuk menemukan hubungan perilaku dengan nilai-nilai hematologi dan kecernaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada penurunan yang signifikan (P
Evaluasi In Vitro Kemampuan Penyerapan Glukosa oleh Ekstrak Daun Namnam (Cynometra cauliflora) pada Otot Diafragma Tikus La Ode Sumarlin; Agik Suprayogi; Min Rahminiwati; Aryani Satyaningtijas
Jurnal Kimia Valensi Jurnal Kimia VALENSI Volume 4, No. 1, Mei 2018
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.795 KB) | DOI: 10.15408/jkv.v4i1.7345

Abstract

Diabetes Melitus (DM) adalah kelompok gangguan metabolisme yang ditandai oleh hiperglikemia akibat kerusakan pada sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya.  Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) mencapai 90-95% dari keseluruhan populasi penderita diabetes tersebut. Salah satu tanaman yang potensial sebagai alternatif obat antidiabetes adalah tanaman namnam (Cynometra cauliflora).  Pada penelitian ini kemampuan penyerapan glukosa oleh otot diafragma yang diisolasi dari tikus non diabetes Sprague Dawley oleh ekstrak metanol daun namnam (C. cauliflora) pada berbagai konsentrasi ditentukan.  Gugus fungsi senyawa dominan pada ekstrak  menggunakan FTIR (Fourier Transform Infrared). Hasilnya menunjukkan bahwa terjadinya peningkatan penyerapan glukosa oleh diafragma ketika konsentrasi ekstrak daun namnam (C. cauliflora) meningkat dan tertinggi pada konsentrasi 450 mg/mL dengan serapan 0.4254 ± 3.23 mg/mL/30 menit dengan peningkatan sebesar 373.72% dibandingkan kontrol air.  Diduga kemampuan ekstrak tanaman C. Cauliflora menyerap glukosa disebabkan keberadaan golongan flavonoid. Oleh karena itu daun tanaman namnam (C. cauliflora) memiliki potensi sebagai obat antidiabetes DMT2 melalui mekanisme peningkatan penyerapan glukosa ke dalam sel.DOI:http://dx.doi.org/10.15408/jkv.v4i1.7345
Penilaian Kandang Sehat dan Produktif Domba di Desa/Kelurahan Lingkar Kampus Institut Pertanian Bogor, Darmaga Rahmat Hidayat; Kukuh Santoso; . Suryahadi; Sri Darwati; Agik Suprayogi; . Prastowo
Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2015): Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrokreatif.1.1.20-27

Abstract

Institute for Research and Community Service Bogor Agricultural University (LPPM IPB) has excellent performance in community service activities (PPM). LPPM IPB since 2009 has conducted various community service activities in rural and urban campus area around of Campus. One of the activities is related with sheep and supporting activities. This assessment activity has two (2) purposes: first, to measure the knowledge of farmers in the application of science and technology especially cage and cultivation that has been given, and the second one, to give appreciation for the achievements of farmers in the management of sheep, especially for the category of healthy and productive cage. This activity was carried out by field visits and interviews using a special form of assessment. 17 breeders were determined based on nonprobability purposive sampling method. The highest value obtained Nurpandi farmer from the Village Sukawening got 920.9 points, while the lowest value obtained Sahedi farmer from the Village Purwasari got 308.3 points. Conclusions from the results obtained showed mostly cage sheep (52.94%) have not yet reached the category of healthy and productive cage (final value of less than 800 points). 
POTENSI EKSTRAK PEGAGAN (Centella Asiatica) DAN KUNYIT (Curcuma longa) UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS ENZIM GLUTATION PEROKSIDASE (GSH Px) PADA JARINGAN HATI TIKUS Tuti Aswani; Wasmen Manalu; Agik Suprayogi; Min Rahminiwati
BERITA BIOLOGI Vol 14, No 3 (2015)
Publisher : Research Center for Biology-Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/beritabiologi.v14i3.1832

Abstract

This experiment was designed to study the effect of pegagan (Centella asiatica) and turmeric (Curcuma longa) extracts on the activities of glutathione peroxidase (GSH- Px) in liver of white Spraque Dawley rat aged 2 months old with average weight of 200 grams. Pegagan was extracted using infuse method, and turmeric was extracted using dekokta method. The activity of GSH-Px was measured using Flohe and Gunzler’s methods. Extract pegagan and turmeric were assumed to have both preventive and curative treatments. For the preventive treat- ment, extract pegagan and turmeric at concentrations of 22.05 mg/ml : 184.1 mg/ml could increased the activity of GSH-PX enzyme, i.e. 232.60 ± 21.40 mU / mgprotein. This was approximately 79% than the levels of GSH- Px enzyme in normal liver without paracetamol which was 190.78 ± 9.28 mU/mgprotein. For the curative treatment, extract pegagan and tumeric at concentration of 22.05 mg/ml : 184.1 mg/ml could improved GSH- Px enzyme activity (i.e. 239.01 ± 47.40 mU/ mgprotein). This figure was about 92% higher than the levels of GSH-Px enzyme in the liver normal without paracetamol which was 190.78 ± 9.28 mU/mg protein. Pegagan and turmeric extracts with a high concentration could increased the activity of GSH-Px enzyme, thus potential as curative treatment.
Nutrition Value, Feed Efficiency and Species of Seagrass as a Feed of Wild Dugong (Dugong dugon) in Lingayan island, Tolitoli, Central Sulawesi Muhammad Ardiansyah Nurdin; Agik Suprayogi; Aryani Sismin Satyaningtijas; Huda Salahuddin Darusman
Jurnal Riset Veteriner Indonesia (Journal of The Indonesian Veterinary Research) VOLUME 3 No. 1, JANUARY 2019
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jrvi.v3i1.5149

Abstract

Dugong are endangered herbivorous marine mammals, which one of the causes of extinction is degradation of seagrass as main feed of the dugong to survive. Aim of this study was to measure the quality of seagrass of wild dugong in Lingayan island, Central Sulawesi. The results showed proximat analysis value of Halophyla minor, Halodule uninervis and Cymodocea rotundata as seagrass species respectively showed values crude protein of 6.86%, 7.69% and 8.79%, crude fiber of 10.77%, 18.36% and 24.26 %, crude fat of  0.99%, 1.81 and 1.5%, calcium of 0.79%, 2.12% and 1.89%, phosphorus of  0.34%, 0.34% and 0.26 and gross energy of 163.4 cal / kg, 300.5 cal / kg and 319.5 cal / kg. Cymodocea rotundata is the best feed for dugong because it contains high energy of 319.5 cal/kg and high protein 8.79%,  if compared with Halophyla minor of 1622 cal/kg) and Halodule uninervis of 3014 cal/kg) furthermore Cymodocea rotundata has a fairly high crude fat content of 1.44% which will increase fat levels under the skin (subcutaneous ) dugong as insulators of changing environmental conditions. High concentrations of fiber in Cymodocea rotundata 25.26% can help retain water as long as food passes in the intestine. The levels of nutrients in Cymodocea rotundata which found in Lingayan island deserve highest nutritious feed of dugong.
Analisis Potensi Hijauan Bahan Pakan Ternak Ruminansia di Desa Sukawening Kecamatan Dramaga Kabupaten Bogor Jawa Barat Elsi Ramadhani; Agik Suprayogi
Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat (PIM) Vol. 2 No. 3 (2020): Juni 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.505 KB)

Abstract

Potential land and pasture fields are very abundant especially in Sukawening Village. But the maintenance system is still extensive-traditional, which is grazing in natural pastures, between or under plantation crops (coconut, banana) where livestock are left free to graze, while some animals are tethered, this is one of the obstacles to increasing productivity of ruminants. Analysis of the potential forage of feed ingredients is very well carried out to support the realization of animal husbandry systems and feeding management. Bogor Agricultural Institute incorporated in the Six University Initiatie Japan Indonesia Service Learning Program sent 17 students to study with the community in Sukawening Village, Dramaga District, Bogor Regency. Students observe and participate directly in participating and assisting community activities during the program and analyzing the development of forage potential through service and learning programs. Analysis of the potential forage of feed ingredients can be used as inventory data of forage types that can be utilized to make efficiency of the quality and quantity of animal feed. Keywords: animal feed, community-based development, forage
Insidensi dan Risiko Penularan Avian Influenza pada Peternakan Ayam Petelur di Kabupaten Pinrang Sri Wahyuni; Ardilasunu Wicaksono; Agik Suprayogi
Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 27 No. 3 (2022): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18343/jipi.27.3.397

Abstract

Avian Influenza (AI) is an infectious disease on poultry with a high mortality rate, caused by Avian Influenza type A viruses from the family Orthomyxoviridae. For the layer chicken, the negative impacts of AI are the decrease of egg production until the death. The aims of the study were to analyze disease’s case data, measure the spread of disease, describe the distribution of disease, and mapping the risk of AI occurrence. The data were collected from the records of Dinas Peternakan dan Perkebunan by conducting interviews using the structured questionnaires. The data were analysed by calculating the incidence rate and performing a geographic information system (GIS) for mapping. The results showed that the highest incidence rate among sub-districts for 3 years was in Mattiro Sompe sub-district of 2.015 cases per 10.000 animals-year, while the lowest incidence rate among 3 sub-districts for 3 years was in Duampanua, Lanrisang, and Mattiro Bulu sub-districts of 0 case per 10.000 animals-year. The highrisk district was Mattiro Sompe Subdistrict, so that the control measures need to be emphasized in this area by increasing the biosecurity practices, depopulation and stamping out in new infected area, vaccination, surveillance, routine socialization, monitoring, and provide additional animal health facilities and human resources, especially the veterinarians, to optimize the disease control measures. Keywords: Avian Influenza (AI), incidence rate, layer chicken, Pinrang district
Co-Authors , Triadiati - Hernawati . Prastowo . Priyanto . Yudi A.S. Satyaningtijas Achmad Tjahja Afton Atabany Ahmad Tjahja Nugraha, Ahmad Tjahja Amrozi Andi Novita Aprilyana, Lia Ardiansyah Nurdin Ardilasunu Wicaksono Arifin B. Nugraha Arni Fitri Aryani Satyaningtijas Asep Yayan Ruhyana Asep Yayan Ruhyana Aswani, Tuti Damiana Rita Ekastuti Dede Sukandar Deni Noviana DEWI APRI ASTUTI Dewi Ratih Agungpriyono Dewi, Farida Ratna Edi Santosa Elsi Ramadhani Fachruddin Fachruddin Fadjar Satrija Gandasari, Ira Agustina Dewi Ganjar Alaydrussani Gunanti . Hadri Latif Hajar Hajar Hamdani Budiman Hamdani Budiman HERA MAHESHWARI Hernawati Hernawati Herwin Pisestyani Hidayaturrahmah Hidayaturrahmah Huda Salahuddin Darusman Huda Shalahudin Darusman I Gusti Agung Ayu Suartini I Gusti Ngurah Kade Mahardika I wayan Teguh Wibawan Ika Amalia, Ika Indah Wijayanti Indrawati Sendow Iqbal Ngabdusani Irfan Nurhidayat, Irfan Isdoni Bustaman Jannatun Delvia Juang Gema Kartika Juli Melia Juli Melia Katrin Roosita Khairul Ihsan koekoeh santoso Kudang Boro Seminar Kukuh Santoso L. M. Saniwu La Ode Sumarlin La Ode Sumarlin Linda Tjhin Maneewong, Sattabongkoch Megawati Iskandar Meyliana Wulandari Mokhamad Fakhrul Ulum, Mokhamad Muhammad Ardiansyah Nurdin Muladno - Muslim Akmal Nastiti Kusumorini NASTITI KUSUMORINI Ni Luh Putu Agustini Nofriyandi Hanif Novriyandi Hanif Ong Huey, Lynette Pudji Achmadi Putri, Maritrana Rahmat Hidayat Rahminiwati, Min Razali R Razali R Ridi Arif Ridzki M.F. Binol Rika Sudranto Riki Siswandi rina aulia barus Rina Aulia Barus Ritonga, Arya Widura Rivangga Yuda Hendika Ronald Tarigan Saukhan, Ghiandra Naufal Syazily Sri Darwati sri murtini . Sri Supraptini Mansjoer Sri Wahyuni Sulistyaningsih, Yohana Caecilia Sumiaty Aiba Sumitro - Suryahadi (Suryahadi) Syaprianti Evi Dame Arita Tampubolon, Andre Rymma Tarigan, Ronald Teuku Reza Ferasyi Tuti Aswani Umi Cahyaningsih Wasmen Manalu Welly Sugiono Welly Sugiono Yasinta Ratna Esti Wulandari Yohana Caecilia Sulistyaningsih Yuliantoni Queen Yuliantoni Yuliantoni Yuliantony Queen Zora, Nelda Fliza Zulvia Maika Letis