Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search
Journal : FKIP e-PROCEEDING

FUNGSI GELOMBANG ION HELIUM PADA BILANGAN KUANTUM DALAM RUANG MOMENTUM n ≤ 3 Destya Dwi Damayanti; Bambang Supriadi; Lailatul Nuraini
FKIP e-PROCEEDING Vol 4 No 1 (2019): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teori mekanika yang paling berpengaruh salah satunya yakni mengenai gejala atom hidrogen. Selain atom hidrogen dan isotop-isotopnya, terdapat beberapa atom yang dapat bersifat hidrogenik salah satunya adalah ion Helium, sehingga masalah ion Helium dapat diselesaikan menggunakan pendekatan Persamaan Schrodinger dalam koordinat bola. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji fungsi gelombang ion Helium pada bilangan kuantum n ≤ 3 dalam ruang momentum menggunakan pendekatan Persamaan Schrodinger. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kajian literatur dan jenis penelitian adalah non-eksperimen. Hasil penelitian yang didapatkan dari Persamaan Schrodinger koordinat bola adalah berupa fungsi radial momentum dan fungsi angular.Kata Kunci: Ion Helium, persamaan schrodinger, ruang momentum
IDENTIFIKASI MISKONSEPSI MOMENTUM, IMPULS DAN TUMBUKAN MELALUI TES DIAGNOSTIK EMPAT TAHAP PADA SISWA SMA KELAS XII Sri Handono Budi Prastowo; Alfi Hidayat; Bambang Supriadi
FKIP e-PROCEEDING Vol 2 No 1 (2017): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Miskonsepsi atau kekeliruan konsepsi merupakan fenomena yang hingga kini menjadi penghambat dalam pengajaran fisika maupun sains lainnya, karena keberadaannya dipercaya dapat mengganggu pada proses asimilasi pengetahuan-pengetahuan baru pada benak para siswa, terutama pada pembelajaran fisika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis miskonsepsi yang terjadi pada siswa pada pokok bahasan momentum, impuls dan tumbukan serta menentukan besar persentase miskonsepsi siswa. Penelitian ini termasuk pada jenis penelitian analisis deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas XII IPA 4 SMA Muhammadiyah 3 jember dan siswa kelas XII IPA 3 SMAN 1 Arjasa. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis CRI (Certanty of Response Index) dan analisis tes diagnostik empat tahap berupa kombinasi jawaban four-tier test. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, di SMA Muhammadiyah 3 Jember terdapat 12 % siswa miskonsepsi, 84 % tidak paham konsep, 2 % paham konsep dan 2 % error, sedangkan pada SMAN 1 Arjasa terdapat 16 % siswa miskonsepsi, 71 % siswa tidak paham konsep, 11 % paham konsep dan 2 % error. Adapun jumlah rata-rata persentase siswa yang mengalami miskonsepsi dari dua sekolah tersebut adalah sebesar 14 %.
KEMAMPUAN MENYELESAIKAN WELL STRUCTURED PROBLEM DALAM PEMBELAJARAN FISIKA MATERI TEORI RELATIVITAS DI SMA Lupita Rahayu; Sri Handono Budi Prastowo; Bambang Supriadi
FKIP e-PROCEEDING Vol 3 No 2 (2018): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pembelajaran fisika memerlukan kemampuan intelektual. Indikator dari perilaku intelektual adalah kemampuan menyelesaikan masalah. Kemampuan menyelesaikan masalah merupakan keterampilan intelektual yang di nilai sebagai hasil belajar yang penting dan signifikan dalam proses pembelajaran. Dengan mengetahui kemampuan menyelesaikan masalah maka siswa bisa menilai diri sebagai motivasi untuk berubah menjadi yang lebih baik. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah tes dn wawancara. Subjek penelitian adalah siswa kelas XII IPA SMA. Intrumen test yang digunakan adalah tes berbentuk soal well structured problem.hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam menyelesaikan well structured problem pada indicator mengenali masalah sebanyak 41% mampu mengenali masalah dengan sangat baik. Pada indicator merencanakan strategi 28,43 mampu menerapkan strategi dengan baik. Pada indicator menerapkan strategi 10,78% siswa yang mampu menerapkan strategi dengan kategori cukup. Dan hanya 0,98% siswa yang mampu menyelesaikan masalah dengan kategori kurang.
KETIDAKPASTIAN MOMENTUM ATOM DEUTERIUM MENGGUNAKAN PENDEKATAN KETIDAKPASTIAN HEISENBERG PADA BILANGAN KUANTUM n ≤ 3 Bagus Hadi Saputra; Bambang Supriadi; Sri Handono Budi Prastowo
FKIP e-PROCEEDING Vol 4 No 1 (2019): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Deuterium merupakan salah satu isotop atom hidrogen yang memiliki sifat kuantum mirip denganatom hidrogen dengan susunan sederhana, sehingga dalam penyelesaiannya dapat diselesaikan denganpersamaan Schrodinger dalam koordinat bola. Kedudukan elektron dalam atom tidak dapat ditentukandengan pasti, yang dapat ditentukan adalah probabilitas menemukan elektron sebagai fungsi jarak dariinti atom. Probabilitas menemukan elektron didalam atom dapat diketahui berdasarkan fungsigelombang radialnya. Penelitian ini bertujuan menentukan ketidakpastian momentum denganpendekatan ketidakpastian Heisenberg atom deuterium pada bilangan kuantum (n ≤ 3). Jenispenelitian ini adalah penelitian non eksperimen berupa pengembangan teori yang sudah ada. Hasilpenelitian berupa (1) simulasi distribusi probabilitas radial yang memberikan informasi keberadaanelektron dalam atom deuterium, serta menunjukkan bahwa semakin jauh keberadaan elektron dari inti,maka semakin kecil peluang ditemukannya elektron dalam atom deuterium (2) data distribusiketidakpastian momentum bergantung pada bilangan kuantum utama (n) dan bilangan kuantumazimuth, serta jarak elektron dari inti atom. Semakin meningkat jarak elektron dari inti atompada bilangan kuantum utama dan azimuth yang sama, maka akan menghasilkan kenaikan simultandalam ketidakpastian posisi radial serta menghasilkan penurunan simultan dalam ketidakpastianmomentum radial, sehingga semakin kecil ketidakpastian (semakin besar kepastian) dalam mengukurposisi yang tepat, semakin tidak akurat momentum partikelnya.Kata kunci: Pendekatan Ketidakpastian Heisenberg, Ketidakpastian Momentun Atom Deuterium,Bilangan Kuantum n ≤ 3.
KAJIAN TUMBUKAN SENTRAL DAN TAK SENTRAL PADA PERMAINAN BILLLIARDS SEBAGAI RANCANGAN BAHAN AJAR FISIKA SMA Fani Aldilah Rosyadi; Bambang Supriadi; Albertus Djoko Lesmono
FKIP e-PROCEEDING Vol 3 No 1 (2018): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fisika adalah ilmu tentang gejala alam dan perilaku alam sepanjang dapat diamati oleh manusia. Fisikapenting dalam kehidupan manusia karena banyak peristiwa dalam kehidupan yang melibatkan ilmu fisikabaik yang disadari maupun tanpa disadari. Namun pengaplikasian fisika yang bersifat nyata padaumumnya tidak mudah untuk diajarkan di kelas. Salah satu solusi yang dapat digunakan untukmemudahkan pembelajaran fisika adalah penggunaan bahan ajar kontekstual. Pada bahan ajar kontekstualkhususnya bidang fisika, materi yang dicantumkan dalam bahan ajar merupakan hasil kajian konsep fisikayang berkaitan dengan kejadian kontekstual di alam. Kejadian kontekstual yang dipilih merupakanfenomena yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa. Namun bahan ajar fisika selama ini masihbersifat linier, yaitu bahan ajar hanya menyajikan konsep dan prinsip, contoh soal, dan latihan soal.Sehingga perlu dilakukan penelitian mengenai pembuatan bahan ajar kontekstual khususnya pada kajianmateri fisika. Telah dilakukan penelitian mengenai kajian tumbukan sentral dan tak sentral padapermainan billiards. Penelitian ini menghasilkan data-data kontekstual berkaitan dengan materi tumbukandiantaranya kecepatan linier , momentum linier , dan koefisien restitusi . Data-data yangdiperoleh akan diolah dan dibuat suatu rancangan bahan ajar fisika SMA. Rancangan bahan ajar yangdibuat diharapkan dapat menjadi acuan dalam pembuatan bahan ajar fisika kontekstual materi tumbukan.Kata Kunci: Billiards, kajian, rancangan bahan ajar, tumbukan sentral, tumbukan tak sentral
PENGEMBANGAN MODUL IPA DISERTAI PUZZLE PADA POKOK BAHASAN KALOR DAN PERPINDAHANNYA DI SMP Luluk Il Mukarromah; Rayendra Wahyu Bachtiar; Bambang Supriadi
FKIP e-PROCEEDING Vol 2 No 1 (2017): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran IPA menghubungkan tiga kajian ilmu yakni fisika, kimia, dan biologi yang menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan peserta didik. Namun pandangan secara umum yang banyak terjadi siswa masih menganggap mata pelajaran IPA khususnya fisika sebagai mata pelajaran yang paling sulit sehingga siswa kurang termotivasi dalam belajar dan kurang mengembangkan pengetahuan yang dimilikinya. Hal ini berdampak pada hasil belajar siswa. Tujuan dari penelitian ini antara lain: 1) mengembangkan Modul IPA Disertai Puzzle, 2) mengetahui hasil belajar siswa, dan 3) Mengetahui respon siswa terhadap Modul IPA Disertai Puzzle.Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan model ADDIE. Langkah atau prosedur penelitian yang dilakukan terdiri dari 5 tahap, yaitu analisis (analyze), perancangan (design), pengembangan (development), implementasi (implementation), dan evaluasi (evaluation). Hasil penelitian adalah produk modul IPA disertai puzzle, hasil belajar siswa, dan respon siswa terhadap modul IPA disertai puzzle. Berdasarkan analisis data hasil penilaian validasi ahli, didapatkan nilai rata-rata setiap aspek sebesar 4,01 dengan kategori valid. Rerata hasil belajar siswa dengan menggunakan modul IPA disertai puzzle yang diperoleh sebesar 77,4. Respon siswa yang diperoleh terhadap modul IPA disertai puzzle adalah sebesar 97%.
IDENTIFIKASI MISKONSEPSI HUKUM-HUKUM NEWTON PADA SISWA SMA Poppy Yasvin Kusumaning Fitri; Sri Astutik; Bambang Supriadi
FKIP e-PROCEEDING Vol 3 No 1 (2018): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi miskonsepsi siswa kelas XI IPA di SMAN 3 JEMBERkonsep Hukum-Hukum Newton. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif.Pengambilan sampel dengan menggunakan teknik simple random sampling. Sampel dalam penelitianini terdiri dari 69 siswa. Miskonsepsi ini akan diidentifikasi dengan menggunakan Certainty ofResponse Index (CRI). Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes objektif yang disertai denganCertainty of Response Index (CRI). Berdasarkan hasil penelitian miskonsepsi secara keseluruhandidapat untuk konsep Hukum Newton pada kelas XI IPA 2 sebesar 20,6% dan pada kelas XI IPA 3sebesar 28,6%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab miskonsepsi pada siswa berasal daripemahaman siswa.Kata Kunci: Miskonsepsi, Certainty of Response Index (CRI), Konsep Hukum-Hukum Newton
KETERAMPILAN PROSES SAINS TERINTEGRASI SISWA KELAS XI PADA MATERI MEDAN MAGNET Bambang Supriadi; Dinda Maulidhatul Rahma; Rif'ati Dina Handayani
FKIP e-PROCEEDING Vol 5 No 1 (2020): Prosiding Webinar Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pembelajaran di Indonesia masih satu arah dimana pembeajaran masih banyak menerapkan pada guru sebagai pemeran utama dalam pembelajaran. Hal ini menyebabkan komunikasi yang terjadi sifatnya masih satu arah. Sehingga Keterampilan Proses Sains siswa masih pasif tidak ada kegiatan yang dilakukan siswa untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilannya. Sejak awal siswa memerlukan Keterampilan Proses Sains, karena pada dasarnya anak memiliki keingintahuan yang besar terhadap sasuatu. Anak dapat berpikir secara tingkat tinggi bila ia mempunyai cukup pengalaman secara kongkrit dan bimbingan yang memungkinkan pengembangan konsep-konsep dan menghubungkan fakta-fakta yang diperlukan. Sehingga dalam hal ini pembelajaran dengan Keterampilan Proses Sains sangat membantu siswa dalam menyelesaikan masalah karena Keterampilan Proses Sains adalah teknik atau strategi yang digunakan untuk memperoleh informasi. Adanya permasalah tersebut sangat penting adanya Keterampilan Proses Sains siswa pada saat proses kegitan pembelajaran. Keterampilan Proses Sains terbagi menjadi dua yaitu Keterampilan Proses Sains Dasar dan Keterampilan Proses Sains Terintegrasi. Indikator indicator yang akan diteliti terdiri dari tujuh indicator yaitu : mengidentifikasi variable, menggambarkan hubungan antar variable, mengumpulkan dan mengolah data, menganalisis penelitian, menyusun hipotesis, mendefinisikan variable secara operasional. Subjek penelitian : SMAN 1 Situbondo, SMAN 1 Panarukan dan SMAN 1 Kapongan. Dengan adanya penelitian ini diharpakan Keteranpilan Proses Sains siswa menjadi jembatan bagi siswa agar dapat mengikuti kegiatan pembelajaran dengan baik.
ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM MENGERJAKAN SOAL-SOAL UN FISIKA SMA PADA MATERI LISTRIK DINAMIS DAN RANGKAIAN ARUS BOLAK-BALIK Salskhul Haulah; Bambang Supriadi; Maryani Maryani
FKIP e-PROCEEDING Vol 3 No 1 (2018): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis jenis-jenis kesalahan, mengetahui letak kesalahan,dan besar persentase jenis-jenis kesalahan yang dilakukan oleh siswa dalam mengerjakan soal-soalUN pada materi listrik dinamis dan rangkaian arus bolak-balik. Metode pengumpulan data dalampenelitian ini menggunakan observasi, tes, dokumentasi dan wawancara. Observasi, tes dandokumentasi dilakukan menggunakan teknik purpossive sampling pada siswa kelas XII IPA SMA diKabupaten Jember Tahun Ajaran 2017/2018 yang berjumlah 35 siswa. Wawancara dilakukan denganpemilihan sampel siswa menggunakan teknik snowball sampling. Instrumen tes yang digunakanadalah soal tes dari soal Ujian Nasional pada tahun-tahun sebelumnya yang berjumlah 4 butir soaldengan berdasarkan terhadap empat indikator penyelesaian masalah menurut polya yaitu memahamimasalah, membuat rencana penyelesaian masalah, melaksanakan penyelesaian masalah dan memriksakembali. Dari hasil tes menggunakan tahapan penyelesaian masalah menurut polya tersebut kemudiandapat diketahui jenis-jenis kesalahan seperti kesalahan terjemahan yang berupa kesalahan dalammenuliskan apa yang diketahui dan ditanyakan dalam soal, kesalahan strategi yang berupa kesalahandalam menentukan rumus-rumus fisika dan penentuan langkah yang diguanakan untuk menyelesaikanmasalah, dan kesalahan hitung yang berupa kesalahan dalam melakukan operasi hitung saatpenyelesaian masalah.Kata kunci: analisis kesalahan, tahapan polya, soal UN, listrik dinamis dan rangkaian arus bolakbalik
KAJIAN GERAK MELINGKAR PADA SEPEDA SEBAGAI RANCANGAN BAHAN AJAR FISIKA SMA Bambang Supriadi; Sofwatul Faizah; Rayendra Wahyu Bachtiar
FKIP e-PROCEEDING Vol 2 No 1 (2017): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gerak melingkar merupakan salah satu materi dalam fisika yang di ajarkan di tingkat SMA. Salah satu contoh gerak melingkar yang ada di sekitar siswa adalah gerak pada sepeda. Bahan ajar merupakan salah satu bahan yang dapat membantu siswa dalam belajar secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji gerak melingkar yang ada dalam peristiwa gerak sepeda dengan menggunakan variasi sprocket. Penelitian ini menggunakan 7 sprocket dan kecepatan pedal yang sama untuk setiap variasi sprocket. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semakin kecil sprocket maka semakin besar nilai kecepatan sepeda, sedangkan semakin besar sprocket maka semakin kecil nilai kecepatan sepeda. Data hasil penelitian tersebut dapat digunakan sebagai acuan dalam merancang bahan ajar fisika kontekstual untuk siswa SMA
Co-Authors Ad'hani Miftachul Jannah Addina Fatikha Zahra Ade Shahnaz Ruhil Ade Shahnaz Ruhil Agus Abdul Gani Agus Sugiarto Agustinus Wardi Ajeng Puspaningrum akhmad rosyidan rifaldi Albertus D. Lesmono Albertus Djoko Lesmono Alda Alvina Hawa Alex Harijanto Alfi Hidayat Alfido Fauzy Zakaria Alief Akbar Musaddad Alvi Maulidia Amar Ma'ruf Al Bawani Ana Zuyyina Ulfah Anggraeni, Firdha Kusuma Ayu Anis Budi Rizkiyati Annisa Putri Anugrah Annisa Tri Rahmawati Annisa Tri Rahmawati Arina Wardha Arini Latifa Arita Fajar Damasari Atika Yulandari Aulia Riski Pratikha Ayu Fajarotul Maghfiroh Bagus Hadi Saputra Berliana Cahya Tharistya Bunga Aurel Savana Chilwatun Nasiroh Chintya Rahmawati Zuhri Deby Amelia Putri Desi Dwi Tungga Tristanti Destya Dwi Damayanti Devi Nanda Efendi Devi Nanda Efendi Dewi Liesnoor Setyowati Dewi Rohmatul Izzati Dewi Syarah Syahiddah Diah Pratiwi Dian Bakhtiar Diana Kamalia Didit Prasetyo Dinda Aulia Mardani Dinda Maulidhatul Rahma Dini Febrianti Dini Frihanderi Aprita Eka Citra Rahayu Elma Tri Istighfarini Elma Tri Istighfarini Elok Yieldsihas Faiqoh Endah Catur Kusumastuti ERNAWATI " Esa Ria Permata Hati Eviana Imaniarti Evie Rahmawati Eza Bintang Ramadhan Eza Bintang Ramadhan Faizzatul Ummah Faizzatul Ummah Fani Aldilah Rosyadi Faridatul Isti’anah Faridatul Munawaroh Febrianti Utami Ferdi Ahmad Dani Ferdi Ahmad Dani Ferdi Yusril Hikam Suharsono Ferdi Yusril Hikam Suharsono Fikri Hidayat Fitria Rizqiatus Syafa'ah Fitriana Novitasari Frety Lutviana Saputri Futiharrohmah - Gita Maria Sihombing Habib Mustofa Hairuni Indrasati Hamzah Mardiansyah Hana Mardhiana Hana Mardhiana Hanim Isti Fadah Hikmatul Mukarromah Hikmatul Mukarromah Himmatul Hasanah I Ketut Mahardika Ika Nurkhasanah Ike Kumala Sari Ilmi Ariyanti Imam Yahya Indrawati Indrawati Intan Rania Febrianti Ismanto Ismanto Jatu Ridwan Pamungkas Julfa Salfini Fivturia Junaida Junaida Kamilatul Imaniyah Kevin Cahya A.U Khantika Andriani Kharisma Suci Wulandari Kharismawati, Indah Lailatul Izzah Lailatul Nur Aini Lailatul Nuraini Lailatul Nuraini Laili Mei Ari Putri Lenny Puspitasari Lia Sandra Parwatiningsih Lia Silvira Lilik Kustiani Lubna Lubna Lubna Lubna Luluk Il Mukarromah Lupita Rahayu M Rafi Nurlyan Maghviroh Indry Sariningrum Maryani . Maryani Maryani Maryani Maryani Maryani Maryani Maryani Maryani Maryani Maryani Masnah Datoh Mawardi Maydini Eka Rizki Meidia Sariyatun Nisak Mirza Elmy Safira Mita Dwi Agustin Mohammad Abdu Azis Mohammad Fathorrosi Mokhamad Natsir Muhamad Sukron Makmun Muhammad Ivan Syahdilla Muhammad Naufal Ariiq Mukhammad Irwansyah Musa’adatul Rizkiyah Myco Hersandi Nadhifatun Nadhifatun Nadiah Putri Anggraeni Nadzif Ali Asyari Nafiista Barkania Ayu Benani Nanda Salsabila Ayu Nanny Roedjinandari Nanny Roedjinandari Nidya Nur Mashitoh Nila Mutia Dewi Nila Rayi Puspitasari Nila Rayi Puspitasari Nilam Cahya Kusumaningtyas Ninuk Eka Awitaningsih Nischaya Hayu Pangestuti Nispul Laili Nova Romadhon Novie Damayanti Rachman Novita Bekti Haryo Putri Novita Risna Sari Nur Istiqomah Nur Izzati Ramandani Nur ‘ Aini Nurhasanah Nurhasanah Nurul Daviq Kaunain Nurul Faridah Nurul Irfan Poppy Yasvin Kusumaning Fitri Pramudya Dwi Aristya Putra Prastowo, Sri Handono Budi Pretty Shintyaningrum Putri Indah Ramadhani Rafidatul Anisa Rany Angeline Yulianto Ratna Indra Sari Rayendra Wahyu Rayendra Wahyu B. Rayendra Wahyu Bachtiar Rayendra Wahyu Bachtiar Rema Yuszahra Rendy Setiawan Ria Inayatush Shofiah Rif’ati Dina Handayani Rike Dwi Wulandari Riscy Dewi Ramadani Riska Uswatun Khasanah Rosita Dwi Utami Sabrina Kaneishia Safina Aulia Sani Salskhul Haulah Sandra Aprilia Putri Selamet Selamet Septania Nur Farida Shinta Nuriyah Mahbubiyah Royani Shodiqoh Qurniawan Silvilia Wahyu Kurnia Putri Singgih Bektiarso Sisca Linda Prahesti Siti Hindun Hindiyati Siti Nur Afitah Sofia Ratnaningsih Sofwatul Faizah Sri Apriliyani Sri Astutik Sri Ayu Lestari Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sri Yuliastutik Subiki Subiki Sudarti . Supeno Sutaro Sutarto Sutarto Sutarto Sutarto Sutarto Syaihun Atiq L.R Syamsuri Syamsuri Syamsuri Syamsuri Teguh Wijayanto Tika Widiya Ningrum Trapsilo Prihandono Trias Rizqi Febrianti Ulfa Mazidah Ulul Azmi Putri Vandaria Dewi Cahyani Viki Nurbaiti Muswahida Wahyu Achmad Saheb Wendy Indra Kristiawan Widari Kusuma Widari Kusuma Widya Nur Imami Wildatul Firdausyiah Windy Ayu Riyanti Yoga Agung Kusuma Yushardi Yushardi Yushardi Zainul As'adi Zainur Rasyid Ridlo Zhahrotun Nurroniah Zulva Nurhayati